Menginap di Swiss-Belcourt Bogor, Niatnya Cuma Pindah Tidur dan Kulineran

"Effortless and Convenient Getaway in Bogor"

Begitu slogan Swiss-Belcourt Bogor. Dan memang kurang lebih begitu alasan kami menginap di sini. Gak ada rencana liburan yang disusun jauh-jauh hari, gak ada tempat wisata yang sedang kami kejar, bahkan gak ada keperluan khusus. Niatnya cuma mau pindah tidur, makan enak, lalu pulang. Tapi ternyata yang nyaris tanpa agenda begini pun tetap aja ada dramanya. 

Menginap di Swiss-Belcourt Bogor

Ini pengalaman pertama keluarga kami menginap di Swiss-Belcourt Bogor. Kalau Swiss-Belcourt di kota lain sih sudah pernah, tepatnya Swiss-Belcourt Cikande. Pengalaman menginap di sana cukup bagus, jadi nama Swiss-Belcourt sebenarnya bukan sesuatu yang benar-benar baru buat kami.

Tapi kalau yang di Bogor, ini pertama kalinya. Dan sebenarnya gabut banget nginep di sini, karena cuma mau numpang pindah tidur aja, nyobain menu sarapannya, sekalian kulineran di Bogor dan sekitarnya. Gak ada keperluan khusus, gak ada pula agenda wisata yang sudah disiapkan.

Mungkin memang ada masanya pergi itu gak harus punya agenda. Rumah lagi baik-baik saja, kami juga gak sedang butuh healing dari apa-apa. Cuma pingin keluar rumah, makan di tempat lain, lalu tidur di tempat lain. 

Gak pula ada rencana mau review hotel.

Kalau sampai akhirnya saya tulis, ya karena pingin nulis aja. Walau fotonya seadanya dan banyakan bukan foto landscape, sebagaimana idealnya foto untuk blog. Jadi kalau nanti fotonya ada yang berdiri tegak sendirian di tengah tulisan, harap maklum. Waktu motret memang belum tahu kalau mereka bakal dapat pekerjaan tambahan jadi ilustrasi artikel. 

Review hotel Swiss-Belcourt Bogor
Swiss-Belcourt Bogor
Foto: swiss-belhotel.com
 

Libur Sekolah, tapi Gak Punya Rencana Liburan

Kami menginap saat musim libur sekolah. Tapi liburnya sendiri waktu itu sudah berjalan lebih dari seminggu. Aisyah masih sekolah dan ini adalah libur kenaikan kelasnya menuju kelas 12, tahun lalu, 2025.

Nah, kami tuh memang gak pergi ke mana-mana. Sama sekali gak bikin rencana mau liburan ke mana.

Soalnya udah hafal banget kalau pergi berwisata di musim libur itu banyak dramanya, terutama drama macet yang banyakan capeknya daripada menikmati wisatanya. Tempat wisatanya mungkin cuma dinikmati beberapa jam, perjuangan pergi dan pulangnya bisa jadi acara utama. 

Jadi, gak ke mana-mana saat liburan bukan hal menyedihkan buat kami. Malah momen terenak buat di rumah aja. Dalam kota pun biasanya lebih lengang, rasanya santai dan tenang.

Toh liburan gak selalu harus dibuktikan dengan pergi jauh. Kadang bisa bangun tanpa buru-buru, gak terjebak macet, dan menikmati kota yang mendadak lebih sepi saja sudah enak.

Tapi rupanya setelah lebih dari seminggu menikmati ketenangan itu, muncul juga keinginan keluar rumah.

Bukan mau liburan jauh.

Mau makan. 😄

 
Dari Mau Kulineran Seharian, Malah Cari Hotel

Ide menginap di Swiss-Belcourt Bogor ini sebenarnya dadakan aja.

Awalnya cuma mau ngajak keluarga nyari tempat makan di Bogor yang belum pernah kami coba. Bogor ya, bukan Puncak. Bisa ke Sentul, bisa juga di Kota Bogornya.

Apalagi dari BSD sekarang gampang banget ke sana sejak ada Tol Cinere yang tembus ke Jagorawi. Kalau dulu ke Bogor bisa 2 jam lebih, sekarang sekitar 55 menit aja udah sampai.

Rencana awalnya kami mau kulineran seharian. Makan dari pagi, siang, sore, sampai malam, lalu pulang.

Kedengarannya menyenangkan sampai kami mulai menghitung waktunya.

Kalau pergi pagi dan pulang setelah makan malam, waktunya mungkin bakal banyak habis di jalan. Belum lagi kalau ketemu macet. Niatnya mau santai nyobain beberapa tempat makan, malah bisa jadi seharian sibuk mengejar waktu supaya berangkat cukup pagi dan pulang gak terlalu malam.

Makanya muncul ide, gimana kalau nginep aja?

Akhirnya semua setuju.

Begitulah rencana yang awalnya cuma mau makan-makan di Bogor mendadak punya biaya kamar hotel. 

Swiss-Belcourt Bogor
Foto: swiss-belhotel.com

Ternyata Ada Tiga Swiss-Bel di Bogor

Saya pun mulai nyari hotel. Pastinya cari yang bukan ke Bogor atas alias naik-naik terus ke Puncak yang selalu macet itu.

Lalu saya keinget Swiss-Bel yang hotelnya ada di berbagai kota, termasuk Bogor. Nah, ajaibnya nih, ternyata ada tiga jaringan Swiss-Bel di Bogor, tapi beda-beda merek. Ada Swiss-Belinn Bogor si hotel bintang tiga, Swiss-Belhotel Bogor yang bintang empat, dan Swiss-Belcourt Bogor yang budget friendly.

Pilihan saya jatuh ke Swiss-Belcourt Bogor yang beralamat lengkap di Jl. Raya Baru No. 1, Bukit Cimanggu City, Bogor, Indonesia 16320.

Hotel ini memiliki 220 kamar dengan sejumlah fasilitas seperti Sky Ballroom, ruang pertemuan, Swiss-Bistro, bar & lounge, kolam renang, dan gym. Lumayan lengkap untuk hotel yang membawa konsep budget friendly, walaupun selama dua malam menginap kami gak sampai mencoba semuanya. Wong tujuan awalnya aja cuma pindah tidur dan cari makan. 

Swiss-Belcourt Bogor
Foto: swiss-belhotel.com

Slogannya Effortless and Convenient Getaway in Bogor. Sementara konsepnya budget friendly.

Tapi kamarnya gak budget tuh. Haha.

Saya pesan dua malam family room, totalnya sekitar Rp1,6 jutaan lewat Agoda, gak ada diskonnya. Kalau lewat hotel langsung malah lebih mahal lagi.

Ya sudah. Mungkin definisi budget friendly kami memang sedang tidak berada di rapat yang sama. 

Pesan lewat Agoda dapat harga 1,6 jutaan untuk 2 malam
 
Sebetulnya tiga hotel Swiss-Bel yang beda merek itu lokasinya masih cukup dekat. Jarak Swiss-Belcourt ke Swiss-Belinn sekitar 5,2–5,7 kilometer, sedangkan ke Swiss-Belhotel sekitar 6,6 kilometer.

Jarak yang saat itu kelihatannya gak penting-penting amat. Toh saya sudah tahu hotel mana yang saya pesan. Saya tahu namanya, saya tahu alamatnya, saya bahkan sudah bayar.

Apa yang mungkin salah?

Ternyata, pengetahuan itu hanya berlaku sampai saya pesan makanan lewat GrabFood. 

Nanti saya ceritain.

Lobby Hotel Swiss-Belcourt Bogor
Foto: swiss-belhotel.com

Dua Malam di Family Suite Swiss-Belcourt Bogor

Kami menginap dua malam, mulai tanggal 3 sampai 5 Juli 2025. Karena semua mau ikut, saya pesan Family Suite seluas 47 meter persegi dengan dua kamar tidur.

Saya kan pesennya yang pemandangan kota. Ternyata dikasihnya pemandangan kolam renang.

Mau lihat cowok-cowok mandi? Ya kali dari lantai 11 bisa kelihatan. 😂

Family Suite-nya cukup luas. Ada living room dengan sofa two-seater, meja, TV, meja makan, dan dapur kecil. Ada balkon juga, serta pintu dan jendela kaca menghadap keluar sehingga ruangan terasa lebih terbuka.

Meski ya, pemandangan dari kamar kami sebagian besarnya ke tower residence Swiss-Bel.

View ke tower residence yang saya maksud bisa dilihat lebih jelas dalam video yang saya unggah di YouTube pribadi berikut ini:

 
 
Masing-masing kamar tidur punya TV, lemari baju, dan meja kerja. Kamar utama menggunakan
queen bed dan punya jendela menghadap keluar, sedangkan kamar satunya menggunakan single bed dan gak ada jendela.

Saya dan suami di kamar utama, Aisyah di kamar satunya. Alief nantinya bisa tidur di sofa.

Malam pertama Alief gak ikut menginap karena masih ada kegiatan di kampus sampai malam. Katanya udah capek kalau harus nyusul ke Bogor malam-malam. Jadi kami baru komplet berempat di malam kedua.

Dengan dua kamar tidur dan ruang tengah yang cukup lega, ukuran 47 meter persegi ini terasa pas buat kami. Ada ruang untuk kumpul, tapi kalau masing-masing mau masuk kamar dan punya ruang sendiri juga bisa.

Apalagi tujuan menginap kami memang sesederhana itu: punya tempat buat tidur setelah keliling cari makan.

Walaupun pada akhirnya, malam pertama kami bahkan belum sempat keliling ke mana-mana.

Family Suite Room Swiss-Belcourt Bogor
Foto: swiss-belhotel.com

Kamar utama family suite yang kami tempati di Swiss-Belcourt Bogor
Foto: dokumentasi pribadi

Kamar kedua family suite Swiss-Belcourt Bogor
Foto: dokumentasi pribadi

Living room di family suite Swiss-Belcourt Bogor
Foto: dokumentasi pribadi

Check-in Jam 9 Malam, Besok Suami Malah Kerja

Sebetulnya gabutnya saya mesen hotel ini mayan parah sih. Kami pesan dua malam, tapi hari pertama bukannya datang pas jam check-in atau sore kek, supaya agak lama menikmati hotel, malah baru sampai sekitar jam 9 malam. Haha.

Coba, ngapain pesen dua malam kalau malam pertamanya cuma kebagian datang, masuk kamar, terus tidur? 

Tapi ya begitulah. Kami memang gak ngejar apa-apa. Nungguin suami pulang kerja dulu baru berangkat, terus di jalan kena macet karena masih weekdays dan pas pula jam pulang kerja. Karena sudah waktunya makan malam, kami makan dulu di luar. Jadi makin malam deh sampainya.

Sampai hotel udah capek. Masuk kamar, terus tidur.

Selesai. 

Family suite dengan 2 kamar

Malam pertama dari dua malam menginap sudah terpakai hanya untuk pindah lokasi tidur. Jadi kalau dari awal saya bilang tujuan menginap ini memang cuma “pindah tidur”, saya gak sedang merendah. Memang kejadian. 😂

Besok paginya saya nemenin suami sarapan lebih awal karena beliau mau berangkat kerja.

Iya, kerja.

Kami lagi nginep di hotel, beliau tetap berangkat kerja. Mungkin inilah bentuk effortless getaway versi keluarga kami: istrinya staycation, suaminya stay sebentar lalu berangkat kerja. 

Setelah nemenin suami sarapan, saya balik ke kamar jemput Aisyah buat ngajak sarapan.

Laptopan di meja makan


Laptopan di living room

Laptopan terossss

Sarapan yang Memang Sudah Saya Incar

Nah, kalau yang satu ini memang sudah saya niatin dari awal. Saya pengen nyobain sarapan Swiss-Belcourt Bogor, pengen tahu ada apa aja dan kayak mana rasanya.

Buat saya, salah satu bagian paling menyenangkan dari staycation memang sarapannya. Apalagi kalau niatnya santai dan menikmati fasilitas hotel, bagian ini hampir selalu masuk agenda utama. Tinggal turun ke restoran dan melihat ada makanan apa saja yang bisa dicoba tanpa perlu mikirin mau masak atau pesan dari mana.

Waktu menginap tiga hari dua malam di Swiss-Belcourt Bogor, saya pilih kamar family yang sudah termasuk sarapan untuk tiga orang. Sementara kami datang berempat, jadi saya putuskan untuk tambah satu porsi lagi. Harganya Rp100 ribu per orang.

Menurut saya masih tergolong ekonomis, apalagi yang ikut tambahan ini makannya memang sudah setara porsi dewasa. Jadi rasanya juga gak mungkin lagi pura-pura dihitung sebagai anak kecil demi harga lebih murah. 😄

Paling menarik perhatian

Gemblong Pekalongan

Dari segi pilihan menu, cukup beragam. Ada beberapa makanan tradisional khas Indonesia yang langsung menarik perhatian saya seperti gemblong Pekalongan, ketoprak, nasi liwet, pukis laba-laba, sampai cake tape ketan pisang.

Nah, yang terakhir ini jadi favorit saya. Teksturnya lembut, rasa manis-asinnya pas, gak terlalu kuat, tapi justru itu yang bikin enak. Tipe makanan yang awalnya cuma mau dicicip sedikit, lalu beberapa menit kemudian kepikiran lagi.

Gemblong Pekalongan dan cake tape ketan pisang juga termasuk makanan yang jarang saya temui di Pasar Modern BSD. Jadi senang aja bisa nemu dan nyobain di sini.

Secara keseluruhan, pilihan menu sarapan Swiss-Belcourt Bogor cukup mewakili berbagai selera. Mau yang berat ada, yang tradisional ada, yang manis juga ada. Tapi kalau bicara soal rasa, saya kasih nilai 7,5 dari 10.

Masih tergolong enak, hanya belum sampai tahap yang bikin saya otomatis ambil piring kedua karena takut keburu habis. Ini tentu penilaian pribadi ya, karena urusan rasa memang wilayah yang susah diajak musyawarah. Lidah orang beda-beda. 

Suasana di tempat sarapan dan menu-menu dalam hidangan sarapan saya dokumentasikan dalam bentuk video, dapat ditonton pada reels berikut: 

Ada Jamu, Saya Langsung Senang

Satu hal yang selalu saya cari saat sarapan di hotel adalah jamu. Untungnya di sini ada. Jamunya diracik sendiri oleh resto dan disajikan dalam keadaan segar. Rasanya ringan dan enak diminum pagi-pagi, apalagi suasana Bogor waktu itu cukup adem.

Buat saya, keberadaan jamu kecil-kecilan seperti ini justru bikin meja sarapan terasa lebih dekat dengan keseharian kita. Di tengah deretan roti, telur, kopi, dan berbagai menu hotel, ada sesuatu yang rasanya familiar.

Dan ya, saya senang kalau hotel berbintang masih memberi ruang untuk minuman tradisional seperti ini.

Bakery & Pastry Swiss-Belcourt Bogor
Foto: dokumentasi pribadi

Menu Sarapannya Hampir Sama di Hari Kedua

Menu yang saya temui saat sarapan pertama ternyata kurang lebih tetap sama ketika kami sarapan lagi di hari kedua. Saya yang sudah jatuh suka pada cake tape ketan pisang tentu saja nyoba lagi.

Gak perlu sok eksploratif kalau sudah ketemu yang enak. 

Sarapan kedua ini kami sudah lengkap berempat. Hari itu Sabtu dan suami juga libur kerja, jadi gak ada lagi adegan habis sarapan langsung berangkat kerja. Akhirnya formasi keluarga lengkap benar-benar terjadi di meja sarapan, justru menjelang kami pulang.

Kalau dipikir-pikir, memang begitulah menginap kami kali ini. Dua malam, tapi ritmenya tetap mengikuti kehidupan biasa. Ada yang kerja, ada yang punya kegiatan kampus, ada yang di hotel saja. Bukan liburan yang semua orang mendadak bebas dari urusan masing-masing.

Mungkin itu juga yang membuat pengalaman ini terasa santai. Gak ada agenda yang harus dituntaskan. Siapa yang ada, ya makan bareng. Siapa yang punya urusan, ya jalan dulu.

Swiss-Bistro di Swiss-Belcourt Bogor
Foto: swiss-belhotel.com


Play Ground di Swiss-Belcourt Bogor
Foto: swiss-belhotel.com

Seharian di Hotel, Akhirnya Pesan Makan ke Kamar

Cerita soal makan belum selesai. Di hari kedua kami kan gak ke mana-mana. Suami kerja, Alief pun belum ke hotel. Jadi saya sama Aisyah saja yang tinggal di hotel. Mau keluar juga males.

Akhirnya untuk makan siang kami pesan makanan lewat layanan kamar. Di Swiss-Belcourt Bogor ada restoran bernama Swiss-Bistro. Sebenarnya bisa makan langsung di sana, tapi waktu itu kami pilih pesan ke kamar saja. Lebih praktis, tinggal duduk dan nunggu makanan datang.

Nah, menunya ternyata banyak banget. Ada hidangan pembuka dan camilan seperti salad, lumpia, dan gado-gado. Ada aneka sup mulai dari sup buntut, soto kuning Bogor, laksa Singapura, sup krim jamur, sup pangsit, sup asparagus, sampai tom yum. Pilihan pasta dan burger juga ada.

Lalu ada menu Warisan Nusantara seperti ayam geprek sambal bawang, nasi goreng, gurame saus asam manis, sate ayam, mie goreng Djawa, dan tongseng kambing. Makanan pendampingnya juga panjang daftarnya: kentang goreng, tahu pedas, tempe mendoan, pangsit goreng, tahu telur asin, tahu lada garam, sampai jamur lada garam.

Belum lagi menu Asia seperti mie kuah pangsit, sapi lada hitam, fuyung hai, dan masih banyak lagi.

Panjang deh kalau disebutin semua. Intinya, pilihan makanannya banyak. Dan yang lebih penting, setelah nyobain sendiri, saya justru merasa rasa makanan dari Swiss-Bistro ini jauh lebih berkesan dibanding sarapannya.

Kalau gak pesan dan nyobain, saya mungkin gak akan tahu kalau makanan dari restonya ternyata seenak itu.



Mencoba Menu Swiss Bistro

Waktu itu saya pesan nasi sapi lada hitam, nasi goreng, tahu telur, dan minumannya saya sudah lupa apa. Jujur, saya gak sempat foto. Bukan karena tampilannya gak bagus, tapi karena saat makanan datang, saya sudah lapar banget. 

Masalahnya, durasi antara pesan dan makanan diantar lumayan lama. Saya sampai dua kali reminder ke resto. Kesalahan saya juga sebenarnya sederhana: saya pesan makanan saat kondisi sudah lapar.

Harusnya jangan. 

Karena kalau pesan makanan ketika masih santai, menunggu 30 menit mungkin terasa biasa. Tapi kalau perut sudah protes, lima menit bisa terasa seperti layanan sedang menjalani proses tender nasional. 

Saya pun sempat ngegas karena makanannya lama diantar. Untunglah begitu makanan datang dan mulai dicoba, emosinya ikut turun.

Nasi sapi lada hitamnya enak. Nasi gorengnya juga enak. Tahu telurnya pun saya suka. Jelas terasa beda jauh dengan sarapan hotel yang menurut saya cenderung lebih aman rasanya. Makanan dari Swiss-Bistro justru lebih kuat dan lebih nendang.

Porsinya memang gak sebesar dan sebanyak yang saya bayangkan, tapi sebenarnya pas. Mungkin karena waktu itu saya sudah lapar, jadi makanan yang porsinya harusnya cukup terasa kurang.

Kalau lapar memang cara mikir bisa berubah ya. Haha.

Yang jelas, pengalaman makan siang itu menyelamatkan kesan saya soal makanan di hotel ini. Sarapan boleh saya kasih 7,5. Tapi Swiss-Bistro berhasil bikin saya berpikir, “Oh, ternyata dapurnya bisa juga nih.”


Gara-Gara Ada Tiga Hotel Swiss-Bel di Bogor

Nah, malam harinya kami pesan makanan lewat GrabFood. Ini dia nih yang ternyata jadi akibat dari adanya tiga hotel Swiss-Bel di Bogor.

Waktu memilih lokasi penerima, saya cari "Swiss-Bel". Tanpa sadar saya cuma melihat nama depannya saja, gak memperhatikan ujungnya itu Swiss-Belcourt, Swiss-Belinn, atau Swiss-Belhotel.

Padahal sebelumnya saya sendiri sudah tahu kalau di Bogor ada tiga hotel Swiss-Bel. Ironis ya. Udah tahu, eh tetap aja kena. 😄

Beberapa saat kemudian saya mulai heran. Kok drivernya gak nyampe-nyampe? Di aplikasi kelihatan sudah dekat, tapi makanan gak datang juga. Saya tunggu beberapa menit lagi, tetap gak muncul.

Akhirnya kami teleponan. Saya sendiri waktu itu sudah mulai kepikiran mau protes karena kok lama banget. Eh, ternyata kata drivernya, makanan sudah sampai dan sudah dititipkan ke satpam hotel.

Lho?

Saya langsung cek ke satpam. Saya tanya, gak ada. Bolak-balik saya cek, tetap gak ada. Saya balik lagi memastikan ke driver sampai akhirnya setelah sama-sama cek, baru ketahuan penyebabnya.

Ternyata makanannya diantar ke hotel Swiss yang lain.

Astaga... 😂


Jadi ini memang murni salah saya. Waktu memilih lokasi penerima di aplikasi, saya salah pilih hotel. Drivernya justru sudah mengantar ke alamat yang memang saya kirim. Mau protes juga salah alamat. Secara harfiah. 

Akhirnya saya minta tolong sama drivernya supaya makanannya diambil lagi lalu diantar ke hotel yang benar. Saya bilang nanti saya ganti bensinnya dan saya kasih tip. Untunglah drivernya mau.

Di tengah urusan itu, beliau sempat minta tambah lagi buat rokok. Nah, yang ini saya gak langsung iyakan. Bukan pelit ya, tapi saya juga gak mau niat ngasih tip malah berubah jadi ikut nyumbang kerusakan kesehatan orang lain. 

Saya bilang nanti saya tambahin ongkos jalannya aja. Dah, gitu aja.

Alhamdulillah, setelah drama salah antar itu, pesanan akhirnya sampai juga ke Swiss-Belcourt Bogor.

Family Suite Swiss-Belcourt Bogor. Menurut informasi yang saya baca, tipe kamar ini cukup banyak dipilih keluarga, termasuk untuk menginap sampai seminggu.
Foto: swiss-belhotel.com

Family Suite Swiss-Belcourt Bogor. Ulasan tamu di Google cukup beragam, meski saya lihat banyak juga yang memberikan pengalaman positif. Kalau dari pengalaman kami sendiri, menginap di sini juga menyenangkan.
Foto: swiss-belhotel.com


Dua Kali Kelaparan dalam Sehari

Kalau dipikir-pikir, hari itu saya dua kali diuji kesabaran oleh urusan makan. Siang harinya makanan dari layanan kamar lama diantar sampai saya dua kali reminder. Malamnya, giliran makanan dari GrabFood yang malah jalan-jalan dulu ke hotel lain. 

Tentunya ini jadi kisah kedua kelaparan karena kelamaan nunggu pesanan. Udah makan siangnya lama diantar, makan malam pun pakai salah antar sehingga telat makan pula.

Padahal niat menginap ini sesederhana pindah tidur dan pindah tempat makan siang dan malam. Tidurnya sih pindah. Makannya juga dapat.

Cuma ternyata untuk sampai ke makanannya butuh perjuangan. 

Untungnya semua berakhir baik. Makanan sampai, perut kenyang, emosi turun lagi. Memang ada beberapa kejadian yang baru terasa lucu setelah semuanya selesai. Waktu kejadian sih gak ada lucu-lucunya. Yang ada cuma lapar.

Kiri: Kolam renang anak. Foto kanan: Gedung residence yang bagian paling bawahnya adalah kolan renang anak itu. 
Foto: dokumentasi pribadi

Check-out, Lalu Makan Lagi

Sabtu, 5 Juli 2025, kami check-out dari Swiss-Belcourt Bogor. Tapi tentu saja perjalanan ini belum selesai sebelum makan lagi. 

Kami meluncur ke Bumi Aki Signature di Sentul. Tadinya mau ke yang di Bogor saja, tapi karena sudah pernah, kami cari tempat lain. Ya, ke Sentul itu.

Alhamdulillah suka sih sama tempatnya. Bagus dan nyaman banget. Kalau makanannya ya gak usah ditanya lagi kualitas dan cita rasanya. Buat kami, juara lah.

Setelah dua hari sebelumnya urusan makan sempat diwarnai acara menunggu dan salah alamat, setidaknya makan terakhir sebelum pulang berlangsung damai. Gak ada reminder, gak ada makanan nyasar ke hotel lain. Tinggal duduk dan makan. 

Pemandangan Kota Bogor dilihat dari lantai 11 Swiss-Belcourt Bogor
Foto: dokumentasi pribadi

Akhirnya Jadi Cerita Juga

Seperti yang saya ceritakan di awal, tujuan kami memang sederhana. Cuma pengen menginap dua malam di Bogor. Cari suasana baru, pindah tempat tidur, sekalian nggak perlu mikirin mau makan siang dan makan malam di mana.

Eh, ternyata tetap saja ada ceritanya.

Mulai dari suami yang tetap harus berangkat kerja dari hotel, saya yang ketagihan cake tape ketan pisang, makanan yang datangnya bikin perut protes, sampai drama salah pilih hotel yang bikin pesanan nyasar ke hotel Swiss-Bel yang lain. Waktu mengalaminya memang bikin geleng-geleng kepala, tapi sekarang malah jadi lucu kalau diingat lagi.

Jadi ya, staycation kali ini tetap sesuai rencana. Kami sempat istirahat, menikmati suasana hotel, dan pulang dengan badan yang lebih segar. Bedanya, kami juga pulang sambil membawa beberapa cerita sekaligus pelajaran yang mungkin nanti bakal kami ceritakan lagi sambil tertawa.

Dan memang begitu, ya. Kadang yang paling diingat dari sebuah perjalanan bukan hotelnya atau tempat wisatanya, melainkan hal-hal kecil yang sama sekali nggak ada di itinerary. 

Travel blogger dan content creator sejak 2012. Menulis pengalaman, ulasan, dan cerita seputar travel, kuliner, teknologi, serta gaya hidup dari sudut pandang sehari-hari.

Share this

Previous
Next Post »

29 komentar

  1. Aku kangen juga staycation santai begini. Dah lamaaa dipikir2 ga staycation sejak ada 5 anak bulu indoor yg aku selalu ga tega ninggalin 🤣🤣.

    Swiss bell ini aku udh 2x stay, tapi yg jenis Swiss Belinn mba. Itu juga Krn Raka dapat jatah menginap , makanya kami coba. Yg di Bogor juga.

    Cuma jujurnya, aku kurang suka swiss Belinn yg kami inapi, Krn AC nya panas 😂.

    2x nginep, kamar berbeda, dan 2-2 nya AC panas. Untung ini hadiah, jadi ga rugi2 amat 😅.

    Nah yg Swiss belcourt aku malah baru tahu 🤭. Tp dr foto nampak bagus sih, masa iya ini budget 😅😅. Ga mirip budget yaak.

    Tp memang tiap staycation pastinya sarapan hotel juga yg selalu aku incer 😍. Hari normal aku biasanya ga sarapan Krn IF. Tp begitu staycation kayak rugi kalau ga diambil 🤭.

    Gemblong Pekalongan aku JD penasaran 😍😍.

    Naah utk room service, terkadang gitu tuuuh. Rasa makanan pas luch dan dinner jauh lebih enak drpd pas sarapan.

    Cuma terkadang lamaaa bgt 🤣. Kayaknya baru dimasak pas dipesen yaa.

    Ga pernah pesen room service dtgnya cepet. Tp kalau rasa lebih enak, ya sudahlah, terobati setidaknya 🤭.

    Si babang food online kesempatan banget minta nambah uang rokok 😅.

    Untung masalah salah antar nya bisa selesai yaa mba.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo punya anabul, apalagi ada beberapa ekor, memang jadi penuh pertimbangan kalau mau pergi ya, Fan. Belum lagi kalau tiba-tiba ada yang drama, entah jadi mogok makan, tiba2 matanya belekan, tiba-tiba ngereog...memang jadi susah buat pergi-pergi, kecuali ada yang gantiin jaga/rawat saat kita pergi.

      Kalau secara fasilitas, baik kamar atau luar kamar (fasilitas tamu), Swiss-Belcourt ini bagus sih. Sama kayak waktu pernah nginep yang di Cikande, itu juga cakep. Kamarnya gede-gede dan lengkap. Kayak memang didesain buat keluarga yang akan tinggal lamaan. Mirip unit apartemen gitu. Dan yang di Bogor ini pun aku suka, apalagi peralatan di kamar mandinya terbilang lengkap. Alat cukur kumis, sampai alat jahit ada. Jarang kan hotel yg sebut bujet begitu. Kayaknya memang bukan bujet friendly deh hotelnya. Cuma merendah aja kayaknya hahaha

      Iya, menu sarapannya bervariasi banget di sini, tapi secara rasa aku lebih puas menu resto Swiss Bistro nya.

      Hapus
  2. Gabutnya gak main- main nih Kak Rien, malah pergi main kehotel, beneran cuma pindah tidur secara estetik aja. bisa sambil tetep berangkat kerja, seru sih ini
    Jarang ada hotel yang menyajikan makanan tradisional di menu sarapannya, biasaya yaa seperti itu - itu standar, kalo ada menu kayak gini jadi enak nih, bisa tetap merasakan kearifan lokal, ngineo di bogor berasa di pekalongan karena sarapannya gemblong pekalongan.
    Menarik... mau coba ah staycation di hotel kayak gini, sambil tetep berangkat kerja, tapi kerjanya di sawah, bingung, malu gak ya nanti saya keluar hotel pake kaos partai sama celana pendek, hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkw menarik buat dicoba tuh Mang Duyeh. Jangan lupa difoto yaaaa kostum kerjanya haha.

      Hapus
  3. Antara teliti dan santai adalah dua hal yang sesuatu.

    Teliti, bener² melihat semuanya dan pastiin bahwa itu hotel Swiss bel yang mana. Apakah bel rumah atau bel sekolah hihi, contoh.

    Santai, karena beranggapan, ya udah paham kok namanya pasti itu.

    Tapi jadi pembelajaran buat daku sebagai pembaca pengalaman mbak Rien ini, teliti itu perlu karena gak semua yang santai akan clear begitu aja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biasanya lokasi pas kita milih titiak antar itu, otomatis munculin lokasi real time ya. Tinggal klik aja. Kesalahanku kayaknya malah ngetik ulang secara manual nama Swiss-Bel, dan yang duluan muncul kayaknya Swiss-Bel yang lain, lalu karena buru-buru mau order, langsung klik aja. Gak cek lagi. Bisa juga ga muncul lokasi real time karena koneksi yang gak stabil.

      Hapus
  4. Kadang yang direncanakan malah batal. Eh yg grasak grusuk jadi acara seru berkesan dan sulit dilupakan. Sering kejadian seperti itu. Gak niat ke Bogor malah stay di sana ya...

    Kirain kalau stay di hotel gak bakalan kerasa kelaparan karena semua fasilitas disediakan, termasuk urusan makan. Hihi... Mbak Rien malah dua kali merasa kelaparan. Gegara drama salah alamat dan sebagainya. Hem... Memang jadi pelajaran buat yang lain nih ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya nih, gara-gara drama salah lokasi grabfood dan orderan room service yang lama bener diantarnya, jadi ada cerita kelaperan 😂

      Hapus
  5. Sekarang kayaknya udah makin susah deh cari hotel yang beneran 'budget friendly'. Kebanyakan malah nganu, harganya agak tinggi dan melebihi ekspektesyen. Mungkin efek ekonomi, juga secercah 'balas dendam' sepeninggal pandemi. Tapi asalkan fasilitasnya worth it, 1,6 juta pun oke-oke saja si.

    Daan sejauh saya membaca, nampaknya semuanya fine saja ya. Walau viewnya cowok2 mandi, hihihi. Tapi overall fasilitas kamar oke, semua makanannya enak. itu kalo capek, pesen jamu beras kencur aja mbak 2 shot. hahahaha

    Kalo masalah titik pengantaran, memang rawan betul mbak. Saya aja yang udah sering pesen2 kurir buat kirim pesenan, pasti adaaa aja satu momen salah nitikin di maps. Yha, begitulah. Namanya juga manusia :D

    BalasHapus
  6. biasanya kalau yang direncanain memang banyak nggak jadinya. Kalau yang serba dadakan kayak gini, seru juga. Kadang aku juga begini mbak, cuman pindah tidur :D.

    aku baru tau kalau jaringan hotel Swiss Bell ini banyak sodaranya, aku kira tadi awalnya yang Swiss Bellin, ternyata ini Swiss Belcourt. Kalau soal kenyamanan di jaringan hotel Swiss Bell, nggak perlu diragukan lagi ya.

    apalagi kalau menu sarapannya cukup banyak. Aku malah penasaran sama gemblongnya, belum pernah aku coba

    BalasHapus
  7. Mbakk Rieeenn, nyaris samaan kita pernah keliru kasih alamat. Hihihi.. Meski bukan case lagi nginep di hotel sih.

    Dulu saya keliru perkara GPS rumah. Posisi lagi di jalan dan nggak ngeh kalau GPS di app bisa di set ke alamat rumah. Akhirnya pak driver keliru kirim ke lokasi gps pas jalan untungnya masih nggak dicantolin di rumah orang. Masih dibawa dan minta dikirim ke alamat saya yang jaraknya 3 kilo dari salah alamatnya. Syukurnya bapak drivernya baik.. :D

    Saya ke Bogor dua tahun lalu, nginepnya di Swiss Bell in yang di deket KBR mbak, malah saya baru tahu ini ada tiga swiss bell di sana. Dann, makanan di swiss bell di aku nggak pernah failed, selalu suka sama buffetnya yang lengkap itu. Anyway, pindah tidur dan makan malam, malah jadi cerita yang lucu.. :D

    BalasHapus
  8. Samaan, Kak. Aku juga kalau staycation emang paling nungguin momen sarapannya euy. Apalagi sekelas Swiss Belcourt ya, Kak. Terlihat enak-enak dan beragam banget

    BalasHapus
  9. Ahahahahah, well noted mbaa. kalo pesen makanan via ojol, kudu bener² pelototin HP nyaaa yak
    jangan sampai salah pencet alamat tujuan pengiriman qkqkqkq.
    Etapii staycation sekeluarga memang asik ya mba.

    bedaaaaa aja gitu vibes-nya.
    walau cuma jarak ngga terlalu jauh, kalo nginep bareng semua elemen family, rasanya stress-release bangett.

    Ak juga mupeng euy!
    mau cari hotel² sekitaran Malang Raya, ahhh, cuma sejam naik tol dari Sby

    BalasHapus
  10. Ceritanya beneran bikin ketawa sih mbak. Mungkin pas ngalami, bukan pengen ketawa lebih ke gemesh dan nggak tahan karena lapar. Makan siang mepet berarti ya pesannya? Syukurlah walau sampe reminder dua kali so far rasa makanannya oke ya. Lebih better dari menu sarapan malahan.

    Nah, lho, makan malam sampe salah titik nih. Adududu, untungnya Abang Grab mau nganterin lagi walau emang jadi nunggu. Ekhhh bisa bisanya si Abang minta uang rokok juga, agak nggak tau diri nih hehehee.

    So far, beneran terlaksana ya mbak pindah tidur ke Bogor dengan nginap dua malam di Swiss-Belcourt Bogor.

    Nah, penutupnya ajib. Rumah makan Bumi Aki Sentul emang udah terkenal oke sekali. Alhamdulillah nggak ada drama nunggu makanannya sampe kelaperan ya.

    Bener pisan sih, cerita-cerita detail yang lucu justru bakalan teringat hangat dan jadi bahan cerita.

    BalasHapus
  11. Budget friendly tapi kayaknya cman yang berduit aja nih mbak. Hehe. Ini mah definisi org kaya lagi gabut nih. Hehe. Tapi seru loh ceritanya meski banyak dramanya. Paling seru ya asalah driver antar makanan sih. Mgkn krn capek tuh, makanya sampe lupa ada 3 hotel jejaringan di sana. Mana sama lagi nama depannya yak.

    Untung aja drivernya baik, meski ada drama minta uang rokok. Heran nih si driver, kok sampe minta segitunya yak. Baru ketemu yg kyk gini nih. Tp untungnya smua selesai tanpa drama.

    Ini bikin tulisan mkn berwarna nih. Senengnya kalo ada kejadian tak terduga gini.

    BalasHapus
  12. kadang liburan paling nikmat itu justru yang tanpa rencana rumit, sekadar 'pindah tidur' bareng keluarga. Tipe Family Suite-nya kelihatan luas dan nyaman banget.
    Walau dapet pemandangan yang beda dari pesanan, untungnya dapet view kolam renang yang lumayan seger.
    BTW diriku paling salah fokus sama menu sarapannya, unik banget ada jamu segar racikan sendiri! Ditambah pilihan makanan Swiss-Bistro yang lengkap, pas banget buat yang mager keluar hotel.

    BalasHapus
  13. Begitulah kehidupan ya, Mbak. Banyak hal yang tak terduga. termasuk kejadian di luar rencana. Awalnya hanya pengin cari makanan di Bogor dari pagi sampai malam, lalu pesan hotel. Cek in baru jam 9 malam lagi. Terus paksu malah masuk kerja juga. Duh, ada drama lagi driver ojol salah antar makanan ke hotel Swiss lain.

    BalasHapus
  14. Staycation yg santai dan menyenangkan walau kena drama kelaparan 2 kali. Repotnya kalau ada 3 hotel dengan nama depan yg sama, lalu buru2 masukin alamat di ojol ambyar jadi salah ya. Yg penting tujuan nginep santai tercapai sih bonus cake tape enak

    BalasHapus
  15. Kangen tulisan Mbak Rien di blog, panjang tapi mengalir dan enak dibaca.. sukaa.. iya dekat rumahku ada hotel ini juga Mbak Rien, di dekat Jalan Pajajaran.. drama banget bisa salah antar ke hotel berbeda ya kurirnya huhu..

    BalasHapus
  16. Misal bisa sekalian lihat cowok cowok lagi renang, tambah lagi tuh ceritanya, Mbak Rien. Hahaha... galfok banget deh saya baca ceritanya sambil senyum senyum
    Hotelnya lumayan sih ya tapi harga segitu hmmm over kalau aku di bulan ini, haha
    Tapi dari segi suasana dan makanan kalau sudah aman, udah nyaman lah ya

    BalasHapus
  17. Puas bangetttt kalo ngobrolin Swissbell.
    Dengan liburan yang tak terduga begini, jatuhnya jadi sangat menikmati kebersamaan yaa, ka Rien.

    Tapi Bogor sih yaa.. kalo wiken MashaAllaah bangeett..
    Dulu pas ajakin mamah mertua ke Bogor juga jadiii nginep dari semula yang cuma mau main

    Alhamdulillah nya memang kotanya nyaman yaa . Banyak grebfut walau sedikit bikin riweuh karena banyaknya nama Swissbell. Hihii..

    Alhamdulillah ga nungguin di lobi yaa, ka Rien..
    Aga effort juga kalo termangu mangu di lobi nunggu si babang gojek.


    Aku selalu happy kalo ada jadwal menginap tak terduga ini..
    Makanya kalo safar, ga pernah bekelan baju ngepas.. pasti aku lebihin minimal 2 stel karena jaga jaga.. maklum, ka Rien.. suami orang lapangan, hehehe..

    BalasHapus
  18. Ooo ini cerita tahun lalu? Pante situ yang poto sama laptopnya nggak asing hihihi :D

    Iya sekarang karena ada tol , kalau mau ke Depok maupun Bogor dari area Tangsel/ Kab. Bogor makin mudah. Memangkas waktu tempuh juga.

    Jadi niatnya jalan2 kulineran malah berakhir staycation ini ya mbak ceritanya? :D

    Owh dia di Bikit Cimanggu City? Deket rumah aku dulu. Tapi kok aku nggak tahu ya, tahunya apartemen2 itu yang deket klinik gigi langganan dulu. Apa mungkin revitalisasi atau bangunannya termasuk baru ya? Krn emang dulu ada beberapa gedung juga yang kyknya dibangun.

    Tapi jaringan hotelnya mayan banyak ya di Bogor, sampai 3, itu yang ketahuan, belum yang anak perusahaannya kali haha, jangan keliru masuk gedung hotelnya hehe :D

    Wah enak ada family suite jadi kalau menginap sama keluarga bisa memesan itu ketimbang memesan dua kamar.
    Untuk sarapan dapat buat bertiga, tapi bisa nambah porsi yaa.

    Makanannya kebanyakan lokal ya mbak? Aku juga suka kalau hotel ada jamu. Biasanya nyari beras kencurnya :D


    BalasHapus
  19. Mbak Rien suaminya totalitas nemenin keluarga ya, tetap kerja walaupun mungkin berangkatnya jadi lebih jauh kan dari bogor ya, untungnya tolnya sudah rampung jadi bisa was wes aja lewat tol
    Btw unik juga pengalaman pesan grabfood, tapi jadi ngeh kalau ada 3 hotel swis bell di Bogor
    Beberapa kali menginap di swissbell di kota yang berbeda-beda karena tugas sih ini, aku puas mbak secara fasilitas dan makanannya banyak variasinya dannnnn enaaak rasanya wkwkwk sampai bingung milih

    BalasHapus
  20. banyak juga ya ternyata tipenya hotel swiss ini kalau di kotaku cuma ada swiss belhotel dan setahuku ratenya dari 1 jutaan gitu, mbak. berarti memang budget friendly nya swiss belcourt ini sekitar 500-700 ribuan gitu ya. tapi sayang nih nggak ada review kolam renang ya karena mbak Rien lebih ke eksplorasi makanan dan menikmati suasana hotelnya.

    BalasHapus
  21. Suasana dan makanannya memang bikin nyaman ya mbak
    Aku juga hepi klo misal lagi nginep di hotel ada makanan dan minuman tradisional. Ya seperti jamu, inceranku langsung kunir asem sih

    BalasHapus
  22. Masya Allah ini benar-benar seru lho, plan yang tiba-tiba itu seringkali malah bisa terlaksana dibandingkan dengan yang sudah disusun jauh-jauh hari, tapi berbalik jadi wacana karena tidak jadi alias batal he...he...Hal-hal seperti ini yang kadang malah kita rindukan suatu saat nanti

    BalasHapus
  23. Bagus ya mbak Swiss Belcourt Bogor ini. Aku suka desain lobinya. Family roomnya luas dan rapi. Terus menu sarapannya juga beragam.

    Niatnya nggak nginap malah nginap dan jadi pengalaman tak terlupakan, meski ada kejadian-kejadian yang tak terduga hehehe...

    BalasHapus
  24. Staycation yang tanpa beban, tanpa banyak tujuan yang rumit, menyenangkan juga ya, Mbak. Tetapi ada juga ya dramanya, hehe. Meski drama kecil tapi sempet bikin senewen juga 😂
    Bener banget, kadang dari sebuah perjalanan wisata atau menginap di suatu tempat, bukan hal-hal besar yang kita ingat setelahnya. Justru hal-hal kecil yang menggelitik akan selalu menjadi kenangan yang kadang lucu, kadang sedih, dll. Tetapi pastinya ada pelajaran di setiap perjalanan :)

    BalasHapus
  25. jika mendengar istilah swiss pasti yang terlintas adalah negara swis tapi mah beda ini. sebuah tempat penginapan yang cukup bagus tapi sanggup menguras kantong pastinya

    BalasHapus

Thank you for reading and taking the time to leave a comment. Every comment is truly appreciated, and I always enjoy reading your thoughts. I'll respond as soon as I can.