ASUS Zenbook 14 OLED (UX3405): Laptop OLED 14" AI-Powered Paling Ringan dan Portabel

Pada Jumat, 2 Februari 2024, saya berkesempatan menghadiri peluncuran ASUS Zenbook 14 OLED (UX3405) yang digelar di Artotel Suites Mangkuluhur Jakarta.

ASUS dengan bangga mempersembahkan Zenbook 14 OLED (UX3405) sebagai perwujudan laptop OLED bertenaga kecerdasan buatan (AI) pertama di Indonesia. Laptop tipis ini menjadi yang pertama dari ASUS yang ditenagai oleh prosesor Intel® Core™ Ultra Series, sebuah langkah terdepan yang membawa daya pemrosesan AI secara efisien dan hemat energi. Tidak hanya itu, Zenbook 14 OLED (UX3405) juga menonjolkan layar ASUS Lumina OLED 3K, daya tahan baterai sepanjang hari, dan desain premium serta portabilitas dengan bobot hanya 1,2 kg dan ketebalan 14,9mm.

"Kini adalah era laptop yang ditenagai oleh kecerdasan buatan, dan Zenbook 14 OLED adalah pelopornya," ucap Jimmy Lin, Regional Director, ASUS Southeast Asia

"Dari awal, Zenbook hadir untuk meningkatkan produktivitas, terutama bagi mereka yang selalu bergerak. Zenbook 14 OLED (UX3405) yang diperkuat oleh kecerdasan buatan membuktikan bahwa mobilitas dan produktivitas dapat bersatu."

Desain Premium

Zenbook 14 OLED (UX3405) menjadi laptop OLED 14-inci bertenaga kecerdasan buatan paling ringkas dan ringan di dunia. Dengan ketebalan hanya 14,9 mm dan bobot 1,2 kg, laptop ini tampil 10% lebih ringkas dibandingkan generasi sebelumnya. Kelebihan ini membuatnya sangat mudah dibawa ke mana-mana, ideal untuk pengguna yang membutuhkan alat produktivitas yang mendukung di setiap tempat dan situasi.


Daya Tahan Baterai Terbaik

Pentingnya daya tahan baterai tidak bisa diabaikan ketika memilih alat produktivitas dan mobilitas. Baterai khusus di Zenbook 14 OLED (UX3405) tidak hanya besar dengan kapasitas 75Wh yang mampu menemani penggunanya sepanjang hari, tetapi juga memiliki siklus pengisian daya hingga 20% lebih tinggi, memberikan masa pakai laptop yang lebih panjang. Dilengkapi dengan fitur USB-C® Easy Charge, Zenbook 14 OLED (UX3405) menjadi lebih fleksibel dengan kemampuan pengisian daya menggunakan adaptor USB-C® yang kompak atau bahkan menggunakan power bank.

 

Performa Premium

Sebagai laptop tipis Intel® Evo™ Edition, Zenbook 14 OLED (UX3405) didukung oleh prosesor AI Intel® Core™ Ultra dan chip grafis terintegrasi Intel® Arc terbaru. Prosesor Intel® Core™ Ultra hadir dengan Neural Processing Unit (NPU) yang secara khusus dirancang untuk memproses aplikasi berbasis AI. Semua aplikasi dan fitur AI dapat dijalankan secara lebih efisien tanpa menguras daya secara berlebihan. Kombinasi dengan penyimpanan SSD hingga 1 TB, RAM 32 GB, dan WiFi 6E (802.11ax), menjadikan laptop ini sebagai pilihan terbaik dalam kategori ultraportable premium.

Layar ASUS Lumina OLED 3K (2880x1800) 120Hz di Zenbook 14 OLED (UX3405) menghadirkan kualitas visual yang luar biasa jernih dengan tingkat kecerahan hingga 600-nits, rasio layar 16:10 untuk meningkatkan produktivitas, dan bezel ultra-tipis dengan screen-to-body ratio 87%. Teknologi Adaptive Sync pada layar memastikan pengalaman visual yang halus.

Meski berdesain sangat ringkas, Zenbook 14 OLED (UX3405) menyediakan beragam port I/O modern, termasuk dua port Thunderbolt 4, USB 3.2 Gen 1 Type-A, HDMI 2.1 (TMDS), dan jack audio 3.5 mm. Semua ini membuat Zenbook 14 OLED (UX3405) menjadi laptop praktis tanpa memerlukan dongle tambahan.

Pengalaman Premium

Zenbook 14 OLED (UX3405) dirancang dengan fokus pada kenyamanan penggunanya. Sistem audio yang kuat, dengan dukungan fitur seperti Smart Amplifier dan ASUS Audio Booster yang didukung oleh Dolby Atmos®, menjadikan pengalaman multimedia lebih memikat. Speaker super-linear yang ditenagai oleh Harman Kardon membuat audio lebih memukau.

Tidak hanya itu, Zenbook 14 OLED (UX3405) hadir dengan keyboard khusus ASUS ErgoSense. Dirancang untuk meningkatkan pengalaman mengetik dengan suara tombol yang lebih senyap, membantu pengguna bekerja tanpa mengganggu orang di sekitarnya. IR camera dengan fitur AI dan mikrofon dengan AI noise-cancellation mengokohkan posisi Zenbook 14 OLED (UX3405) sebagai laptop ultraportable premium yang memberikan pengalaman penggunaan terbaik.



Ketangguhan Premium

Zenbook 14 OLED (UX3405) meraih sertifikasi lolos uji ketahanan berstandar militer AS (MIL-STD-810H), menunjukkan ketangguhan laptop ultraportable ini. Desain yang tangguh tidak hanya membuatnya lebih mudah dibawa, tetapi juga memberikan keamanan ekstra saat bepergian.

Sebagai laptop ramah lingkungan, Zenbook 14 OLED (UX3405) memiliki jejak karbon hingga 50% lebih rendah dibandingkan laptop sekelasnya. Selain itu, laptop ini hadir dengan packaging yang sepenuhnya dapat didaur ulang, memperkuat komitmen ASUS terhadap keberlanjutan.

Dengan ASUS Zenbook 14 OLED (UX3405), batas antara kecerdasan buatan, performa premium, dan mobilitas tak terbatas telah berhasil dirayakan dalam satu perangkat revolusioner.


Main Spec Zenbook 14 OLED (UX3405MA)

CPU:
  • Intel® Core™ Ultra 7 Processor 155H 1.4 GHz (24MB Cache, up to 4.8 GHz, 16 cores, 22 Threads) with Intel® AI Boost NPU
  • Intel® Core™ Ultra 5 Processor 125H 1.2 GHz (18MB Cache, up to 4.5 GHz, 14 cores, 18 Threads) with Intel® AI Boost NPU

Display:
  • 14-inch ASUS Lumina OLED, 3K (2880 x 1800) 16:10, 120Hz, 0.2ms, 100% DCI-P3, PANTONE Validated, 600nits, VESA CERTIFIED Display HDR True Black 500, Low Blue Light, Anti-Flicker, Touchscreen with Stylus Support (in some models)

Operating System: Windows 11 Home
Memory 32GB LPDDR5X. 16GB LPDDR5X
Storage 1TB M.2 NVMe™ PCIe® 4.0 Performance SSD
Graphics: Intel® Arc™ Graphics
Input/Output: 1x USB 3.2 Gen 1 Type-A, 2x Thunderbolt™ 4 supports display / power delivery, 1x HDMI 2.1 TMDS, 1x 3.5mm Combo Audio Jack
Connectivity: Wi-Fi 6E(802.11ax) (Dual band) 2*2 + Bluetooth® 5.3
Camera : FHD camera with IR function to support Windows Hello
Audio: Smart Amp Technology, Built-in speaker, Built-in array microphone, harman/kardon certified
Battery: 75WHrs, 2S2P, 4-cell Li-ion
Dimension : 31.24 x 22.01 x 1.49 ~ 1.49 cm
Weight: 1.2 Kg
Colors: Ponder Blue, Foggy Silver


Price

  • Rp17.299.000 (Ultra 5-125H / 16GB RAM / 1TB Storage / Non-touch)
  • Rp20.299.000 (Ultra 7-155H / 32GB RAM / 1TB Storage / Non-touch)
  • Rp21.299.000 (Ultra 7-155H / 32GB RAM / 1TB Storage / Touch)

Warranty: 

2 Tahun Garansi Global dan 1 Tahun ASUS VIP Perfect Warranty

Menikmati Panorama Alam dan Bersantap Lezat di The Upper Clift Sentul bersama Keluarga

Makan Siang Spontan di Sentul

Hari itu, Minggu tanggal 31 Desember 2023, keluarga saya memprioritaskan urusan ke Jakarta untuk mengecek rute perjalanan efisien dari BSD ke gedung BNI 46 di Sudirman, dalam rangka mendukung keperluan magang Alief yang akan dimulai pada bulan Februari 2024.

Cerita mengenai magang dan liat-liat gedung BNI46 tersebut dapat dibaca di sini: Prioritas Keluarga yang Berharga

Setelah menyelesaikan urusan di Sudirman, muncul ide untuk mengakhiri tahun dengan makan siang di Sentul. Ingatan tentang tempat makan menarik yang pernah saya lihat di Instagram, yaitu The Upper Clift, membawa kami ke sana.

Untuk tahu lebih banyak tentang The Upper Clift, bisa cek Instagram mereka berikut ini:  

Sedan Aman: Jalur Lebih Landai Dipilih

Meskipun tanpa rencana khusus, keputusan untuk makan di Sentul memberikan nuansa petualangan yang menyenangkan bagi perjalanan kami.

Awalnya, kami berencana untuk melewati jalur yang sudah pernah kami lalui saat liburan di Edensor Hills tahun 2022. Namun, pihak Resto The Upper Clift menyarankan jalur alternatif melalui Cijayanti dan Bojong Koneng karena jalannya lebih landai.

Keputusan untuk mencari jalur yang lebih landai diambil karena kami menggunakan sedan. Ada kekhawatiran jika tetap memaksa melalui jalur yang sudah pernah kami lewati karena jalur tersebut sempit, terlalu curam untuk nanjak, dan banyak lubang yang tidak aman untuk mobil sedan yang memiliki ground clearance rendah.

Sebelum saya lanjut cerita, video makan di restoran The Upper Clift ini sudah saya posting di IG Reel, dapat ditonton pada link berikut: 

Nostalgia Edensor Hills Dekat The Upper Clift

Perjalanan kami menuju The Upper Clift lewat tol Jagorawi, keluar Sentul, melalui Cijayanti dan Bojong Koneng, sesuai dengan saran yang diberikan. Selama perjalanan, kami merasakan kenyamanan jalur yang lebih landai dan pemandangan sepanjang perjalanan yang memikat hati. Keindahan pedesaan di bawah, puncak bukit, dan Gunung Salak yang menjulang memberikan pengalaman visual yang luar biasa.

Kami melewati Edensor Hills, tempat yang pernah kami kunjungi bersama keluarga pada tahun 2022 lalu. Lokasi The Upper Clift ternyata hanya beberapa kilometer dari sana. Restoran ini terletak di lokasi yang strategis, menawarkan pemandangan alam yang memukau.

Pengalaman menginap dan bersantap di Edensor Hills Sentul pernah saya tulis di blog ini, dapat dibaca pada link berikut:  Libur Akhir Pekan di Edensor Hills Sentul dan Bersantap di Restoran Edensor Hills

Alhamdulillah cuaca tetap cerah sesampainya kami di The Upper Clift. Foto berikut saya ambil tepat saat kami baru tiba di area parkir resto.

Cuaca cerah saat tiba di The Upper Clift

Pesona di Setiap Tanjakan

Kedatangan kami di The Upper Clift disambut oleh pesona alam yang memukau. Karena itu restoran ini diakui sebagai destinasi makan dengan suasana yang tenang, sejuk, asri, dan santai.

Meskipun area parkir terlihat penuh, namun petugas dengan ramah memberikan arahan dan memberi tahu bahwa parkir mungkin akan tersedia seiring dengan keluarnya pengunjung lain.

Setelah mendaftar masuk resto (harus daftar dulu ya kalau masuk), dan mendapatkan nomor antrian, kami memutuskan untuk melaksanakan salat zuhur terlebih dahulu. Meski petugas di bagian registrasi awalnya menyarankan untuk menunda solat hingga panggilan antrian makan tiba, dengan sopan kami meminta izin untuk melaksanakan salat terlebih dahulu. Makan bisa ditunda, tapi solat tidak 🙏

Pada gambar berikutnya, terlihat bahwa ada empat kali menanjak sejak keluar dari jalan raya Bojong Koneng hingga benar-benar sampai di restoran. Nanjak pertama menuju area parkir, yang diikuti oleh nanjak kedua dan ketiga menuju restoran. Nanjak keempat menuju restoran paling atas yang dilengkapi dengan musola untuk pengunjung.

Bagi mereka yang menggunakan kursi roda, tanjakannya aman dan dapat dilewati dengan mudah, meskipun tidak memungkinkan untuk mencapai restoran di lantai 2. Akses hanya dapat dilakukan di lantai dasar.

Empat kali nanjak untuk sampai di restoran paling atas

Mudah Tanpa Antrian

Musola berada dalam gedung yang sama dengan restoran ternyata menawarkan fasilitas yang baik, dengan toilet dan tempat wudhu yang bersih, serta memiliki pemandangan gunung melalui jendela kaca yang lebar.

Setelah menunaikan salat, kami kembali ke lantai dasar restoran. Saat saya mengamati situasi, mencari tempat duduk, saya menyadari bahwa beberapa meja sudah kosong. Dengan penasaran, saya bertanya pada petugas apakah nomor antrian kami, yaitu nomor 18, sudah dipanggil?

Ternyata, dengan ramah petugas restoran, baik akang-akang maupun tetehteteh berkebaya, memberi tahu bahwa kami dapat memilih meja langsung jika ada yang kosong. Tanpa perlu menunggu panggilan nomor antrian, kami merasa bersyukur karena proses menuju makan menjadi lebih mudah dan cepat. Alhamdulillah.

Selanjutnya, kami memutuskan untuk duduk di lantai atas dekat balkon, sehingga bisa sambil menikmati hidangan dengan pemandangan sekitar yang menawan.

Berikut adalah gambaran restorannya yang terdiri dari dua lantai, terletak di puncak bukit.

Keberagaman Menu

Pengalaman menikmati hidangan di The Upper Clift cukup memuaskan dengan beragam menu lokal dan internasional. 

Menu lokal yang kami coba termasuk nasi goreng ayam kampung, gado-gado, dan soto ayam, sementara pilihan saya jatuh pada seafood tomyum yang rasanya memuaskan, disajikan dalam porsi yang cukup.

Selain hidangan utama, tempat ini menawarkan berbagai minuman segar dan pencuci mulut. Kami mencoba manggo club, ice vanilla black, passion fruit juice, ice lemon tea, dan pisang goreng hangat sebagai penutup makan siang. 

Meskipun hidangannya tidak terlalu istimewa, tetapi suasana nyaman dan variasi menu membuat pengalaman makan di The Upper Clift tetap menyenangkan.


Tanggap dan Profesional: Mengatasi Kejutan di Meja Makan

Pengalaman makan di restoran ini tidak berjalan mulus bagi Alief saat dia memesan Soto Ayam. Ada kejadian kurang menyenangkan ketika dia menemukan seekor serangga dalam kuah sotonya. Serangga tersebut, bersayap dan mirip nyamuk, sudah dalam keadaan mati. Alief baru menyadari keberadaannya setelah dua sendok pertama, dan dengan tegas dia memutuskan untuk menghentikan makan.

Tanpa menunda, saya segera memanggil seorang pelayan restoran yang cepat tanggap, seorang mas-mas muda. Dengan sopan, saya menyampaikan keluhan tersebut, dan ia meminta izin untuk memanggil rekan sejawat yang kelihatannya lebih senior, seorang mbak-mbak berkebaya bernama Sherly.

Sherly dengan ramah dan penuh perhatian menyikapi keluhan kami. "Terima kasih atas pemberitahuannya ya bu, kami mohon maaf atas kejadian ini. Segera kami ganti yang baru. Mohon ditunggu," ujar Sherly dengan ramah. Selanjutnya, Mbak Sherly mengambil mangkok soto Alief, lalu membawanya pergi.

Kami merasa lega karena keluhan kami mendapat perhatian baik dan solusi yang paling tepat, yaitu diganti baru. Meskipun menurut pandangan subjektif saya makanan di sini bukan termasuk yang istimewa banget, keistimewaan lainnya justru muncul melalui sikap positif dan tanggapan dari para pelayan, khususnya Sherly. Inilah yang membuat kunjungan ini menjadi istimewa, karena prioritas utama mereka adalah menghargai pelanggan.

Nasi Goreng Ayam Kampung

Gado-gado dan Pisang Goreng

Seafood Tomyum

vanilla black tea, lemon tea, passion fruit juice, manggo clubs

 Foto dan Momen Santai yang Menyenangkan

Setelah menikmati hidangan, kami memilih untuk tidak segera meninggalkan tempat. Kami memutuskan untuk duduk bersantai, menikmati momen, dan bergantian mengabadikan keindahan dengan berfoto-foto. 

Saat kami asyik menikmati suasana, hujan tiba-tiba turun. Meskipun tidak begitu deras, namun hujan berlangsung cukup lama, membuat langit biru cerah sulit diabadikan dalam foto kami. Meski begitu, hal ini sama sekali tidak mengurangi kekaguman kami terhadap keindahan pemandangan sekitar. Sebaliknya, suasana menjadi semakin sejuk dan syahdu. Dengan begitu, kami tetap dapat menikmati keindahan sekitar, sambil mengisi waktu dengan menikmati lezatnya pisang goreng dan minuman kami.

 

Memori Manis dari Makan Siang di The Upper Clift

Setelah merasa puas dan rileks, serta melihat antusiasme Alief dan Aisyah yang ingin segera pulang, kami memutuskan untuk kembali ke BSD. Meskipun waktu tidak memungkinkan untuk menjelajahi sekitar Sentul, pengalaman makan siang di The Upper Clift berhasil menciptakan kesan yang tak terlupakan. Perasaan puas semakin merayapi hati saat kami meninggalkan tempat tersebut.

The Upper Clift bukan sekadar destinasi makan siang keluarga, melainkan juga pintu gerbang menuju liburan spontan yang menyenangkan dan mengasyikkan. Keindahan alam Sentul, keramahan petugas restoran, dan ketenangan suasana membuat perjalanan dadakan ini menjadi momen yang istimewa untuk dikenang.

Berikut foto-foto kami di The Upper Clift. 

Ada yang bisa lihat Air Terjun Bidadari dalam foto-foto berikut ini? 😃










🍴 The Upper Clift Resort&Cafe Sentul

⏰  Setiap hari, pukul 09.00-20.00 WIB (Senin-Jumat). 08.00-22.00 (Sabtu-Minggu)

📍Jl. Raya Bojong Koneng, Sentul, Kec. Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16810

📞 +62-2150-638-000 ( Resort 24 hours )

📞 +62-2150-608-000 ( Marketing Office hours )

Prioritas Keluarga yang Berharga

Wisma BNI 46 (sumber: www.wisma46.com)

Fenomena Akhir Tahun

Desember, bulan yang selalu dihiasi oleh gelombang status di media sosial yang berisi sekilas perjalanan setahun, pencapaian, kegagalan, serta daftar resolusi dan cita-cita di tahun yang akan datang. Fenomena ini tak hanya terjadi pada orang-orang yang tak saya kenal, tetapi juga di akun-akun yang saya ikuti karena sudah mengenalnya. Saya sendiri pernah menjadi "pelaku" dari rutinitas tersebut bertahun-tahun yang lalu, entah hanya untuk meramaikan atau mungkin dengan sedikit niat untuk mendapatkan perhatian. Namun, seiring waktu saya menyadari, "Apakah ada gunanya saya menceritakannya?" Kini, saya hanya bisa tersenyum bila mengingatnya, tanpa bermaksud menertawakan orang lain yang masih melakukannya.

Prioritas yang Mengalihkan

Desember kali ini fokus perhatian saya sedang beralih sepenuhnya kepada keluarga, terutama pada kedua anak saya, Alief dan Aisyah. Salah satu aspek yang terus menjadi perhatian utama saya adalah masalah pendidikan. Kali ini, perhatian saya terfokus pada magang Alief dan rencana GTC Aisyah yang akan membawanya ke luar negeri ke dua negara. Hal-hal ini menjadi prioritas, mengalihkan perhatian saya dari pertanyaan tentang "Apa saja yang telah saya lakukan pada tahun 2023?" atau "Apa yang ingin saya capai di 2024?" atau bahkan pertanyaan santai seperti "Liburan tahun baru ke mana ya?" dan "Di mana kita akan menginap?" Aiiih mana ada waktu buat itu semua! 😅

Alief Magang

Informasi mengenai magang sudah diterima Alief sejak awal semester 5. Kampus, Binus University, memberikan sejumlah nama perusahaan beserta posisi dan kriteria yang sesuai dengan jurusan masing-masing mahasiswa. Sebagai mahasiswa semester 6, Alief memiliki kebebasan untuk memilih perusahaan yang diminatinya, mengajukan lamaran, menunggu panggilan, menjalani wawancara, dan jika lolos, bersiap untuk memulai magang sesuai jadwal yang telah ditentukan. Meskipun kampus menyediakan opsi yang mudah, Alief memiliki keinginan kuat untuk mencoba melamar di perusahaan di luar daftar yang disediakan oleh kampus. Meskipun terbersit pikiran, "Mengapa memilih yang sulit ketika ada yang mudah?" kami sebagai orang tua mendukung keputusannya, melihatnya sebagai sebuah tantangan yang berani dan positif.

Bikin Akun LinkedIn

Salah satu strategi yang diambil oleh Alief dalam menjalani pencarian, penemuan, dan perolehan kesempatan magang adalah dengan membuat akun di LinkedIn. Di sana, ia mengisi seluruh data dan informasi dirinya dengan sangat lengkap, kemudian mengajukan lamaran setelah menemukan peluang yang sesuai. Suami dan saya juga jadi ikut aktif di LinkedIn. Meski saya sebelumnya tidak memiliki akun di platform tersebut, namun akhirnya saya membuatnya khusus untuk membantu urusan Alief. Peran saya lebih sebagai pengamat dalam proses pencarian, dan kadang memberikan informasi jika ada peluang yang cocok untuk Alief.

Sampai Nanti Untuk Aisyah

Tentang akun LinkedIn yang saya buat, semata-mata diperuntukkan bagi Alief. Saya sendiri tidak memiliki niatan untuk menggunakannya dalam upaya pencarian pekerjaan. Oleh karena itu, akun tersebut tidak berisi informasi apapun mengenai diri saya. Berbeda dengan akun-akun teman yang umumnya memajang sejumlah informasi terkait pengalaman kerja, prestasi, keterampilan, dan sebagainya. Meskipun nantinya perihal Alief selesai, saya tetap mengaktifkan akun tersebut. Ini karena setelah Alief, giliran Aisyah yang akan menghadapi pengalaman serupa ketika menempuh pendidikan tinggi nanti. Mungkin Aisyah juga akan tertarik untuk mencoba sendiri mencari perusahaan magang. Dengan demikian, saya bisa menyaksikan lagi momen-momen Aisyah seperti yang sedang dialami oleh Alief saat ini.

Ikhtiar Aja Dulu, Jodoh & Rejekinya Kemudian

Setelah dua bulan sejak pendaftaran magang dibuka, pihak kampus akhirnya menutup kesempatan tersebut. Hal ini berarti bahwa mahasiswa harus bersifat proaktif dalam mencari peluang secara mandiri. Sementara itu, Alief belum menerima panggilan. Meskipun saya agak merasa cemas, Alief tetap menunjukkan ketenangannya. Suami memberikan semangat, bahwa yang terpenting Alief telah berusaha, dan jika memang rejeki, pasti akan ada jalannya.

Seingat saya, ada kesempatan magang dari Sinar Mas Land yang sesuai dengan kriteria yang dicari oleh Alief. Ada dua lowongan, satu untuk kantor pusat di Kuningan dan satunya lagi untuk kantor Green Office di BSD City. Alief telah mengirimkan CV untuk kedua lowongan tersebut. Saya sendiri dalam hati sangat berharap Alief diterima di kantor BSD City karena tempatnya dekat dari rumah, menghemat biaya transportasi, dan tidak perlu menyewa tempat tinggal baru. Sayangnya, panggilan dari Sinar Mas Land tidak kunjung datang. Hingga akhirnya, Alief mendapatkan informasi bahwa kampus kembali membuka pendaftaran magang dengan menyediakan beberapa perusahaan yang telah dipilihkan.

Kabar baik ini disambut gembira oleh Alief, yang segera memilih beberapa perusahaan. Alhamdulillah, dia mendapat panggilan dari 3 perusahaan, termasuk salah satunya dari perusahaan farmasi. Meskipun demikian, Alief akhirnya memilih perusahaan lain yang menurutnya lebih cocok.

Alhamdulillah, urusan magang Alief berhasil diselesaikan di bulan Desember. Perusahaan tempat dia magang berkantor di Sudirman, tepatnya di gedung BNI 46. Kegiatan magangnya dijadwalkan akan dimulai pada bulan Februari, selama 10 bulan. Meskipun perusahaan menginginkan magang selama 12 bulan, kampus membatasinya menjadi 10 bulan.

Wisma BNI46, Sudirman Jakarta. 31 Desember 2023

Survey Lokasi

Setelah Alief berhasil menemukan tempat magangnya, tahap selanjutnya adalah memikirkan cara menuju tempat kerja. Diskusi panjang pun terjadi di keluarga kami. Pertanyaan seputar naik KRL untuk efisiensi waktu dan biaya, atau membawa mobil untuk kenyamanan dengan konsekuensi biaya lebih tinggi, menjadi bahan pembahasan kami. Opsi sewa rumah atau apartemen dekat kantor juga muncul sebagai alternatif menarik.

Alief berinisiatif menjajal rute naik KRL dari BSD ke Sudirman dan berkendara mobil dari rumah ke BNI 46 untuk mengecek durasi perjalanan dan situasi pada jam tertentu. Kami sebagai orang tua mendukung langkah ini bahkan turut menemani. Aisyah, adik Alief, juga ikut serta dalam "petualangan" ini.

Tes perjalanan dari rumah menuju Wisma BNI46 kami realisasikan pada ujung bulan, tepatnya pada hari terakhir tahun 2023, tanggal 31 Desember 2023. Sebenarnya, waktunya agak kurang tepat karena Jakarta sedang sepi, banyak orang bepergian keluar kota, dan kami justru masuk ke dalam kota. Meski begitu, tetap bermanfaat buat Alief. Setidaknya dia sudah mengetahui rute mana yang paling efisien untuk perjalanan normal atau cepat jika berkendara sendiri ke kantor.

Aisyah GTC ke 2 Negara

Desember juga menjadi bulan sibuk saya untuk Aisyah yang akan berangkat ke luar negeri pada bulan Februari. Persiapannya melibatkan banyak hal, seperti dokumen perjalanan dan keperluan identitas karena Aisyah masih di bawah umur. Perjalanan ini akan menjadi pengalaman baru bagi Aisyah, seperti halnya abangnya yang memulai magang pada bulan yang sama.

Aisyah akan bersama teman-temannya, didampingi oleh beberapa guru, mengunjungi 2 universitas di Singapura dan Malaysia. Semua kegiatan sudah diatur oleh pihak sekolah dan travel yang bekerjasama. Alhamdulillah, segala persiapan dan dokumen penting selesai sebelum tenggat waktu.

Imigrasi Tangerang. Desember 2023

Kemudahan Tanda Kebaikan Allah

Alhamdulillah, meskipun dihadapkan pada beragam tantangan, urusan Alief dan Aisyah berhasil diselesaikan bersamaan di bulan Desember, tepat sebelum batas waktu. Saya merasa sangat lega.

Dalam menjalankan proses ini, saya menyadari betapa banyaknya kemudahan yang Allah berikan selama menangani berbagai tugas untuk anak-anak. Saya bersyukur atas kebaikan Allah yang senantiasa menyertai langkah-langkah keluarga kami. Alhamdulillah.

Tantangan Membimbing Anak Menuju Kedewasaan

Dulu saya berkeyakinan bahwa seiring bertambahnya usia anak-anak, saya akan meraih lebih banyak keleluasaan. Sayangnya, realitasnya tidak selaras dengan prakiraan tersebut. Meskipun Alief dan Aisyah sudah memasuki fase kedewasaan, tahap tersebut belum sepenuhnya tercapai. Hal ini menuntut perhatian dan dukungan lebih lanjut, bukan membiarkan mereka mengemban perjalanan hidup secara mandiri.

Mereka harus beradaptasi di tengah dunia yang makin kompleks dan sarat tantangan. Tempat mereka menjelajahi di luar rumah tak selalu mencerminkan nilai-nilai islami atau mendukung aspirasi yang kami, sebagai orang tua, harapkan. Kondisi lingkungan yang tak selalu aman dan risiko yang mengintai mengindikasikan bahwa perhatian serta bimbingan yang intensif menjadi imperatif. Pembebasan anak tidak sama dengan melepas mereka tanpa panduan di dalam dunia yang penuh risiko dan ketidakpastian. Meskipun ada berbagai strategi untuk membantu anak-anak mencapai kemandirian, perspektif saya mengenai melepas anak dalam segala hal, sejauh mungkin, bukanlah jawaban mutlak. Maka, hal-hal familiar seperti: "Suruh pergi yang jauh, merantau, tidak perlu diawasi terus, tidak perlu dikit-dikit dibantu, tidak perlu tahu dia ngapain....biar mandiri"  tidak selalu relevan dalam konteks kemandirian anak. Saya menegaskan bahwa pembimbingan dan batasan tetap penting dalam proses pendewasaan mereka. 

Tentang Anggapan Negatif Itu

Terdapat pandangan yang menyiratkan bahwa saya terkesan "memanjakan anak-anak" karena selalu terlibat secara aktif dalam setiap aspek kehidupan mereka.

Bagaimana jika merenungi hal itu dari perspektif positif, di mana partisipasi saya yang konstan dalam urusan anak-anak merupakan ekspresi nyata dari fokus saya pada peran orang tua? Jika waktu yang saya luangkan untuk memberikan perhatian penuh pada anak-anak berkontribusi pada kehidupan mereka yang harmonis dan bahagia, mengapa hal tersebut patut dicurigai?

Fokus, sebagai kunci keberhasilan, menjadi fokus utama bagi saya, sembari mengabaikan penilaian yang kurang relevan. Saya suka bisa terus memusatkan perhatian pada upaya positif yang saya niatkan dan lakukan.

Kepercayaan

Terkadang terkesan bahwa saya selalu hadir dalam setiap langkah anak-anak, seolah-olah tidak memiliki kepercayaan pada mereka. Asumsi tersebut tidaklah mutlak benar. Sebenarnya, saya memiliki kepercayaan yang besar terhadap anak-anak yang saya asuh. Sebagai contoh, dalam hal Alief, saya yakin untuk memberinya keleluasaan. Meski demikian, tidak memberinya kebebasan tidak berarti sebaliknya. Ada aspek-aspek penting lain yang juga memerlukan perhatian.

Kepercayaan saya yang mendalam terhadap Alief didasarkan pada kedisiplinan dan keteguhan hatinya dalam menjalankan kewajibannya sebagai seorang Muslim. Dalam konteks ini, fondasi fundamental dari aspek keagamaan menjadi dasar kuat yang membentuk keyakinan saya. Kehadiran kedisiplinan dan dedikasinya terhadap nilai-nilai Islam memberikan keyakinan bahwa Alief mampu menjalankan tanggung jawabnya dengan integritas yang tinggi dan penuh komitmen.

Kesuksesan Seorang ibu

Sering kali saya mendapat pertanyaan, "Bagi Anda, apa definisi kesuksesan?" Jawaban saya selalu beragam, mengikuti tahapan hidup dan pengalaman yang saya alami. 

Saat ini, jika ditanya apa itu kesuksesan sebagai seorang ibu?

Dalam perjalanan sebagai seorang ibu, kesuksesan bagi saya tidak hanya diukur dari pencapaian materi, melainkan lebih pada kesejahteraan dan perkembangan menyeluruh anak-anak. Kesehatan jasmani yang didukung oleh gizi yang cukup, kesehatan rohani yang tercermin dalam nilai-nilai keagamaan, disiplin, dan kepedulian sosial, serta kebahagiaan dan kematangan emosional anak-anak, semuanya menjadi tolak ukur kesuksesan sebagai seorang ibu.

Pentingnya pengembangan potensi anak-anak juga menjadi aspek kunci. Dengan memberikan mereka pendidikan yang baik dan sesuai minat, kita memberi mereka ruang untuk tumbuh dan berkembang optimal sesuai dengan bakat dan kecenderungan masing-masing.

Dalam pandangan saya, fokus sebagai seorang ibu adalah pada upaya menciptakan kondisi yang mendukung agar anak-anak dapat mencapai potensi terbaik mereka. 

Kesuksesan sejati terletak pada kesejahteraan dan kebahagiaan anak-anak, serta pada kemampuan mereka untuk menjalani hidup dengan penuh kematangan emosional dan spiritual.

Apakah saya sudah sukses? 

Jika saya tanyakan hal itu ke orang lain, dalam rangka menilai diri saya, jawabannya mungkin berbeda tergantung sudut pandang dan standar kesuksesan masing-masing orang. 

Saya pribadi, tidak pernah merasa telah sukses, melainkan sedang terus berproses. 

Yang pasti, fokus saya adalah menjadikan anak-anak menjadi pribadi yang sehat, bahagia, dan bertanggung jawab, serta memiliki dasar keimanan yang kuat. Jika saya berhasil mencapai hal tersebut, itulah yang saya anggap sebagai kesuksesan sejati sebagai seorang ibu.

Kebahagiaan Seorang Ibu

Menyaksikan anak tumbuh dan menjalani berbagai tahapan hidup adalah suatu perjalanan emosional. Salah satu momen ketika anak mencapai pencapaian tertentu, walau sekadar menemukan tempat magang. Pencarian tersebut bukan hanya menjadi langkah anak dalam membangun karir, tetapi juga perjalanan mendalam bagi saya yang bukan hanya menyaksikan dari kejauhan, tetapi turut serta mendukung, memberikan nasihat, dan merasakan setiap tantangan yang dihadapi anak. Rasa harap, kecemasan, dan kegembiraan adalah sebagian dari rentetan perasaan yang saya alami dalam setiap langkah anak. Momen-momen sederhana seperti ini meninggalkan kenangan tak terlupakan yang akan saya kenang sepanjang hidup.

Tulisan ini menjadi catatan saya tentang bagaimana setiap momen berharga bersama anak, terutama dalam pencapaian-pencapaian kecil, menjadi inti dari kebahagiaan saya sebagai seorang ibu. 

 

Beneran Gak Sempat Liburan?

Hari di mana kami melakukan pengecekan rute perjalanan dari kediaman di BSD City menuju BNI46 di Sudirman, lokasi magang Alief yang telah direncanakan, merupakan hari penutup dari tahun 2023. Ternyata, kesibukan dan prioritas kami terus mengikat hingga akhir tahun. Meski begitu, hal ini tidak berarti saya mengabaikan aspek lain yang tak kalah penting, seperti kegiatan wisata keluarga.

Jadi, sambil ngecek rute, kami juga menyisihkan waktu untuk berwisata, sebuah kegiatan yang tetap dilaksanakan meskipun beriringan dengan prioritas utama. Pagi harinya, kami berada di Jakarta, dan siang harinya di Sentul, di mana kami memutuskan untuk menikmati makan siang di The Upper Clift Sentul. Ini yang namanya 1 hari di 3 provinsi: Banten, Jakarta, Jawa Barat 😅

Sebuah pengalaman menghabiskan satu hari di dua tempat dengan karakteristik yang berbeda. Di Jakarta, kami dikelilingi oleh hutan beton, sedangkan di Sentul, suasana alami ditemani oleh pepohonan hijau. Pemandangan tambahan dari perbukitan dan gunung, udara yang sejuk, serta sajian kuliner lezat yang memuaskan selera, semuanya menjadi bonus yang kami syukuri di penghujung tahun. Alhamdulillah.

Sampai jumpa dalam cerita Makan Siang di Sentul!