Bukan Paranoid Tapi Ini Standar Baru Traveling di Era New Normal

09.00 22 Comments

Standar Baru Traveling di Era New NormalPandemi COVID-19 belum berakhir, himbauan untuk terus menjaga kesehatan diri masing-masing terus dilontarkan. Meski begitu, untuk menggerakan kembali roda perekonomian, pemerintah menerapkan new normal. Salah satunya melonggarkan pengetatan terhadap wisatawan.

Siapa yang tak rindu berwisata, pergi refreshing ke tempat-tempat indah dan menyenangkan setelah berbulan-bulan di rumah saja, tentu jadi idaman. Selain sebagai cara untuk recharging diri, juga sebagai upaya membantu membangkitkan lagi sektor pariwisata yang sejak awal tahun terpuruk karena pandemi.

Namun, saat ini masih banyak orang khawatir dan menimbang kembali rencana bepergian karena penyebaran virus bisa terjadi tanpa diduga-duga sehingga dapat tertular selama perjalanan berlangsung. Bukan saja ketakutan untuk bepergian dengan tujuan berwisata, untuk pekerjaan dan suatu urusan pun harus dipikirkan seribu kali.

tips aman traveling di era new normal
Traveling Aman di Era New Normal
 
Lantas bagaimana jika terpaksa traveling di tengah Pandemi Covid-19? Amankah jika berwisata di tengah wabah Virus Corona? Inilah Tips traveling New Normal versi saya.

Perjalanan ke Bandung, Berwisata di Ciwidey

Bulan Oktober ini saya dan suami punya suatu urusan yang mesti dikerjakan bersama di Bandung. Total 10 hari kami berada di Bandung, dan selama itu kami berpindah-pindah tempat dan penginapan.

Di tengah urusan utama yang kami kerjakan, tentu saja ada banyak waktu luang yang kami isi dengan kegiatan berwisata. Jadi, ini adalah perjalanan bisnis sekaligus liburan. 

Ketika kami bepergian, Covid-19 tidak ikut pergi lalu menghilang bukan? Jadi kami harus berhati-hati. Harapan kami tentunya semoga bisnis lancar, liburan aman, dan kami tetap baik-baik saja selama dan sesudah bepergian. 

Cek Kesehatan Sebelum Bepergian

Menurut World Health Organization (WHO), salah satu upaya pencegahan terjadinya penularan COVID-19 selama normal baru, khusus untuk mereka yang bepergian di area publik, WAJIB cek kesehatan terlebih dulu. Jika aman, baru boleh bepergian. Jika didiagnosis kasus COVID-19 yang dikonfirmasi, keberangkatan harus ditunda, dan harus segera diisolasi.

Nah, 4 hari sebelum berangkat ke Bandung, saya dan suami pergi ke Prodia Lab untuk melakukan Rapid Test metode Serologi. Kami juga melakukan pemeriksaan kesehatan lainnya. Suami saya bahkan Medical Check Up (MCU) di sebuah rumah sakit. Alhamdulillah hasil Rapid Test kami Non Reaktif. Hasil MCU suami baik. Berbekal Surat Keterangan Sehat dari dokter, hasil Rapid Test, dan hasil MCU, kami berangkat ke Bandung dengan perasaan tenang. 

Sebagai informasi, usai dari perjalanan kami kembali melakukan test, tapi bukan Rapid Test, melainkan pengujian SWAB PCR di sebuah rumah sakit di Margonda Depok. Alhamdulillah negatif. Hasil tersebut kami gunakan untuk melakukan perjalanan selanjutnya ke Surabaya. 

Rapid Test sebelum berangkat

Melengkapi Informasi Destinasi

Mencari informasi mengenai kondisi Corona di destinasi tujuan saya anggap wajib supaya saya bisa mencari akomodasi yang tepat. 

Berdasarkan hasil berselancar di dunia maya, saya menemukan informasi dari berbagai portal berita yang menyatakan bahwa Kota Bandung masih tergolong zona merah. Dari informasi inilah kemudian saya pilah-pilih hotel, dan akhirnya menemukan kamar di AirBnB di sebuah unit apartemen yang telah dilengkapi protokol kesehatan. 

Sempat ragu sih apa iya penginapan yang bakal saya tempati itu sesuai harapan, tapi setelah tiba di lokasi, hunian yang saya pilih memang punya sistem pencegahan penyebaran Corona. Selain di Kota Bandung, kami juga menginap di Ciwidey, di dua hotel berbeda, yang alhamdulillah sama-sama menerapkan protokol kesehatan.

Baca juga: Menginap di Driam Riverside Ciwidey

Opsi Traveling Menggunakan Mobil 

Saat pandemi Corona traveling menggunakan mobil saya anggap lebih aman daripada moda transportasi lain. Apalagi hanya dari Jakarta ke Bandung, jarak tempuh sangat bisa dijangkau dengan mobil. 

Begitu pun daerah lainnya di Pulau Jawa, saat ke Surabaya misalnya, suami berangkat pakai mobil. Berhubung jarak tempuh jauh, kami sewa supir supaya tidak kelelahan menyetir sendiri. Supirnya di SWAB dulu, setelah dinyatakan aman, baru diajak berangkat.

Dengan naik mobil pribadi, saya merasa dapat lebih mengontrol situasi dalam perjalanan. Bisa lebih sedikit berinteraksi dengan orang-orang dibandingkan jika pergi ke bandara atau di dalam pesawat. 

Traveling aman dengan mobil
 

Pakai Perlengkapan Salat Sendiri

Dalam perjalanan ke Bandung, kami hanya 1 kali singgah di rest area untuk ke toilet dan salat Subuh. Tak saya jumpai situasi yang mengkhawatirkan karena ada segelintir orang  saja yang bergantian salat, lalu pergi. Seandainya ramai, saya akan cari tempat lain. Untunglah saat itu sepi.

Selama berada di rest area, kami tetap pakai masker, dan menggunakan perlengkapan salat sendiri. Pakai mukena dan sajadah sendiri memang wajib, karena kami tidak tahu apakah mukena dan sajadah yang tersedia bersih. Tapi, sama seperti musala/masjid lainnya, semua perlengkapan salat ditiadakan saat pandemi, supaya tidak dipakai bergantian.

Musala di Rest Area Cikampek - Bandung
 

Berhati-Hati di Toilet Umum

Saat menggunakan toilet umum di rest area, kami membawa sabun cuci tangan dan tisu sendiri. Karena yang namanya tempat umum, tempat persinggahan orang-orang yang datang dari berbagai tempat, tidak ada jaminan aman meskipun toilet rajin dibersihkan.

Saya pernah membaca dalam sebuah artikel, dikatakan adanya penelitian terbaru menyebut bahwa virus Corona juga dapat menyebar saat kita menyiram air di kloset. Karena itu, di dalam toiletpun masker tetap harus dipakai. 

Nyaman nggak berlama-lama di toilet, apalagi sedang pandemi gini? Jelas enggak. Makanya jika sudah selesai urusan dalam toilet, segera cuci tangan, dan keluar. 

Berhati-hati di toilet umum - Toilet di Rest Area Cikampek - Bandung
 

Berhati-hati Mengkonsumsi Makanan saat traveling

Kami sangat berhati-hati saat makan/minum di tempat umum. Karena itu, penting bagi saya untuk membawa sendok, garpu, sedotan, gelas/mug, serta tempat makan sendiri. Jika order take away, biasanya saya sodorkan tupper ware/tumbler sebagai wadah, biar yakin barangnya bersih, dan nggak bawa sampah plastik/kertas ke mobil. 

Saat membeli makanan, hanya makanan yang sudah dimasak dengan matang sempurna yang akan saya beli. Orang yang masak juga mesti pakai masker. Jika tidak yakin bersih, saya pilih belanja makanan kemasan siap santap saja di mini market, lalu dipanaskan di microwave yang biasanya sudah disediakan. 

Saya juga membawa teko listrik. Suatu waktu jika ingin minum teh/kopi atau makan sereal dll, tinggal masak air, bikin sendiri. Selain teko, saya juga membawa panci listrik supaya setiap hari selama bepergian, minuman herbal yang rutin diminum suami setiap harinya, bisa saya buat.  

Peralatan makan minum + Teko Listrik yang selalu kubawa saat traveling

Pakai Masker dan Jaga Jarak 

Kami berusaha sebisa mungkin menghindari kontak langsung dengan orang-orang yang ditemui di perjalanan, seperti di rest area, di toilet dan tempat makan, terutama bila terlihat ada yang sedang demam atau batuk. 

Selain jaga jarak, di manapun sudah pasti wajib pakai masker. Nah, karena perjalanan di Bandung lama, saya sedia masker sejak sebelum berangkat. Saya kan suka pakai Masker Evo Plusmed tuh, di toko-toko dekat rumah nggak ada yang jual. Jadi, saya pesan masker di Shopee, di sana banyak yang jual. 1 dus isinya 25, cukup buat berdua selama 10 hari.

Evo Plushmed itu menurut saya tergolong sebagai masker kesehatan bagus untuk dipakai, baik dari segi kesehatan maupun tampilan. Makanya saya suka. 

Pakai masker saat berwisata, eh tapi nggak jaga jarak nih sama suami 😂
 

Masker Kesehatan

Mengenai penggunaan masker, ada yang perlu diingat bahwa menggunakan masker tidak melindungi diri sepenuhnya dari penularan COVID-19, maka dari itu tindakan pencegahan dasar harus tetap dilakukan. 

Secara garis besar masker dibagi menjadi dua jenis, yaitu masker medis dan masker kain. Mereka yang sehat dan tidak memiliki gejala bisa memakai masker kain untuk mencegah menyebarkan virus ke orang lain. Sedangkan, mereka yang memiliki penyakit penyerta atau mereka yang berusia 60 tahun ke atas dianjurkan untuk memakai masker medis saat bepergian. Ini memberikan perlindungan yang lebih besar dari orang lain yang mungkin tertular virus. 

Masker EVO Plushmed punyaku

Rajin Membersihkan Tangan

Hand sanitizer dan cairan pencuci tangan sudah pasti saya bawa kemana-mana. Kalau cairan antiseptik sifatnya sementara, biasanya pasti saya lanjutkan dengan cuci tangan pakai air dan sabun. Bahkan, untuk air pun saya sedia di mobil, pakai botol-botol ukuran 1,5 liter, supaya nggak selalu harus cari wastafel dulu kalau mau cuci tangan.

Jika keluar mobil lupa bawa hand sanitizer, lalu ke area publik nggak sengaja menyentuh sesuatu yang sering dipegang oleh orang lain, sebisa mungkin tangan saya jaga agar tidak menyentuh hidung atau mulut. 

Di mobil saya juga sedia kantong khusus sampah yang bisa ditutup. Semua bekas tisu dan masker saya buang di sana. Siapapun harus berbuat sama, apalagi bagi yang sakit, harus bisa menjaga orang lain dari barang bekasnya yang berpenyakit.

Ohya, saya juga membawa cairan pencuci piring beserta spon. Jadi, semua peralatan makan yang kami gunakan bisa langsung dicuci supaya bisa digunakan lagi. Bukan hanya saat di perjalanan, di hotel juga berguna. Karena di kamar hotel nggak pernah sedia cairan pembersih piring, ya kan.

Hand wash dan hand sanitizer yang selalu dibawa kemanapun
 

Obat dan Vitamin

Saat traveling, ada kalanya saya tiba-tiba sakit lho. Meski berangkat sehat, makan dijaga, tapi ada faktor lain seperti kecapekan, yang kadang tidak dirasa, tiba-tiba menyebabkan sakit. 

Biasanya kalau sudah ada tanda-tanda mau sakit, misal pegal berlebihan, badan meriang, perut sakit disertai mual, saya buru-buru minum obat disertai dengan upaya lain, misal perbanyak minum air putih dan mengkonsumsi vitamin C, serta langsung istirahat, alhamdulillah jadi baikan dan nggak jadi sakit.

Obat yang saya bawa biasanya obat sakit perut/diare, paracetamol untuk sakit kepala dan demam, serta obat maag. Sedangkan untuk vitamin dan penjaga daya tahan tubuh, saya gunakan Ester C dan Imboost.

Tapi sebenarnya, saya lebih suka mengkonsumsi vitamin langsung dari buah dan sayur-sayuran. Nah, selama di Bandung hampir tiap hari saya makan buah mangga. Terutama selama 6 hari di Ciwidey. Di sana harga mangga sangat murah, 3 kg hanya Rp20,000. Alhamdulillah selama di Bandung sampai pulang, saya dan suami sehat walafiat.

Obat-obat yang selalu kubawa saat traveling
 

Bawa Bekal Makanan

Perjalanan dari Jakarta ke Bandung tidak terlalu lama. Apalagi kami berangkat malam, bukan di jam-jam waktunya makan. Saya hanya sedia beberapa roti dan sereal untuk sarapan, karena diperkiraan akan tiba di Bandung pada pagi hari. 

Bawa bekal dari rumah lebih terjamin kebersihannya. Tapi tentu saja tidak selamanya bekal itu cukup karena urusan kami di Bandung bukan satu atau dua hari saja. Jadi tetap akan makan di restoran. Untuk hal ini saya ketat sekali pilah-pilih tempat makan. 

Selama makan di hotel Driam, saya tidak terlalu khawatir karena di sana cukup aman. Saat makan di luar hotel, baru waspada, sebisa mungkin take away. Namun jika situasinya aman, misal sepi, baru saya makan di tempat. Seperti ketika kami makan di Warung Nasi Ibu Imas, saat kami datang tak ada tamu lain, makanya kami pilih makan di tempat, tidak berlama-lama, dan bayar cashless. Tapi di sana nggak bisa, ya sudah akhirnya setelah bayar-bayar dan berinteraksi dengan orang warung, langsung cuci tangan lagi, lalu pergi.

Berhati-hati saat singgah makan
 

Gunakan Cashless atau Sediakan uang pas

Sepenuh-penuhnya tangki bahan bakar mobil diisi, tetap akan kosong juga kalau perjalanan yang dilakukan berhari-hari. Jadi tetap akan ke SPBU juga, tempat di mana banyak orang datang dan pergi mengisi bahan bakar.

Supaya aman, pembayaran pakai uang elektronik saja, tapi kan nggak semua SPBU bisa begitu. Apalagi kalau di wilayah bukan kota, masih banyak yang bisanya hanya pakai uang tunai. Tipsnya kalau begini kitanya yang harus cari cara, misalnya selalu sedia uang pas supaya tidak perlu menerima kembalian dan terhindar dari interaksi. 

Uang pas memang tidak selalu ada. Jika kembalian hanya sekitar 1000 - 5000, saya jadikan tip saja buat mas-mas yang jaga. Tidak apa-apa juga kalau misal lebih dari itu. Jadikan sedekah, yakin deh bikin hati tenang, kitanya juga aman. Kalau misal tetap mau ambil kembaliannya, segera bersihkan tangan, lalu lekaslah pergi agar tak banyak interaksi.

Buat bayar tol, beli bahan bakar, dan belanja di minimarket

Selalu Jaga Jarak Aman di Hotel

Hotel-hotel yang saya inapi di Kota Bandung dan Ciwidey sudah saya pesan terlebih dahulu sebelum berangkat. Pembayaran juga sudah lunas sebelum tiba. 

Saya suka dengan sistem check in di AirBnb yang saya pesan. Saat tiba saya tidak perlu bertemu dengan siapapun karena sistemnya self check-in. Saya ambil card sendiri untuk akses ke lantai yang dituju, dan untuk membuka pintu tidak pakai kunci fisik, tapi berupa pin.

Lain halnya ketika menginap di resort Driam, masih harus ke bagian reservasi dulu, memberikan ID card dan tanda tangan di surat konfirmasi kedatangan. Kalau yang begini, kitanya yang harus cari cara aman. Kelar urusan itu semua saya buru-buru membersihkan tangan dengan hand sanitizer. 

Selama di apartemen maupun resort, saya menghindari menggunakan fasilitas umum seperti gym atau kolam renang. 

Jaga jarak saat sarapan di hotel Driam Riverside

Bepergian dengan Keluarga Saja

Saat ini paling aman memang kalau kita melakukan perjalanan bersama keluarga atau orang yang tinggal serumah saja. Sebab bila perjalanan dilakukan dengan teman atau rekan kerja dengan riwayat kesehatan dan pencegahan Corona berbeda-beda, itu akan meningkatkan potensi penularan Corona.

Berwisata ke Tempat yang Aman

Sesungguhnya tidak ada tempat yang aman untuk berwisata selama tempat itu didatangi oleh orang, meskipun hanya segelintir saja dan jarang. Apalagi di tempat ramai dan tidak ada yang menerapkan protokol kesehatan. Tetapi, kita masih bisa memilih tempat yang tingkat resiko penularannya rendah.

Misalnya nih, seperti yang saya lakukan bersama suami, kami pergi ke puncak Gunung Patuha, tepatnya di perkebunan teh Rancabali yang jauh dan sepi. Ada sih orang di sana, tapi sepi sekali. Sangat jarang wisatawan naik ke sana meskipun jalannya mudah bisa dilalui dengan mobil. 

Kami juga pergi blusukan ke desa-desa melihat perkebunan sayur, tempat di mana tidak pernah ada kerumunan yang terjadi.

Kalau di hotel, kebetulan di Driam itu banyak spot wisata, dan saya di sana weekdays, sepi sekali suasananya. Saya merasa aman berkegiatan, karena nggak ada orang berkumpul, apalagi antrian membludak seperti sebelum pandemi. 

Berwisata alam ke tempat yang tidak ada kerumunan

Traveling Lagi, Belanja Perlengkapan Lagi 

Nah, teman-teman, itulah pengalaman saya bepergian di tengah pandemi. Jika terpaksa melakukan perjalanan untuk suatu urusan atau pekerjaan, siapkan diri dengan sebaik-baiknya agar perjalanan aman dan kita terhindar dari penyakit berbahaya. Begitu pula bagi yang mulai merencanakan kegiatan berwisata. 

Bulan November nanti saya akan kembali melakukan perjalanan ke sebuah pulau yang jauh dari Jakarta. Sudah bisa dipastikan saya akan menggunakan transportasi udara. Nah, dalam rangka kegiatan tersebut, dari sekarang saya mulai bersiap-siap nih.

Panci Listrik buat traveling belanja di Shopee 😂 
Catatan: Panci buat rebus obat herbal suami, kemanapun pergi dibawa terusss
 

Promo Pasti Diskon 50% Shopee 11.11 Big Sale

Persiapan kesehatan tentu paling utama, lainnya adalah perlengkapan yang mendukung kegiatan selama perjalanan. Nah, dalam waktu dekat saya akan membeli beberapa barang lagi. 

Maunya sih belanja dari sekarang ya, tapi kok sayang karena tak lama lagi bakal ada promo Pasti Diskon 50% dalam Shopee 11.11 Big Sale. Wuow! Kamu pasti pingin juga kan?? Ayo ngaku 😁

Jadi, mari kita ramai-ramai serbu Promo Pasti Diskon 50% dalam Shopee 11.11 Big Sale.

Stay safe ya semua. Happy traveling, happy shopping!


Coba CILOK DJOEDES, Cilok Enak dari BSD Lain dari yang Lain

18.28 21 Comments

Cilok Djoedes BSD - Tahun 2020 ini, banyak bermunculan makanan yang menjadi viral di media sosial. Korean Garlic dan Dalgona adalah salah dua makanan dan minuman, yang kala pandemi, merajai pengalaman kuliner dan membuat terkesan. Tren makanan ini bahkan jadi acuan bagi mereka yang berniat membuka usaha kuliner. 

Meski demikian, yang tidak viral bukan berarti tenggelam, makanan lokal seperti bakso, cilok, martabak, dan lainnya tetap ramai peminat meski sepi dari pembicaraan. Saya pribadi, dalam diam tanpa berkoar di dunia maya, rutin menikmati tiga macam makanan yang saya sebut tadi sebagai kudapan keluarga selama di rumah saja. Kebetulan, lokasi gerai ketiga kuliner tersebut berlokasi tak jauh dari rumah, semakin jadi andalan.

cilok djoedes BSD
Cilok Djoedes - Djawara Pedes

Mengenal Cilok Djoedes

Penamaan Cilok berasal dari kata aci (nama bahan) dan dicolok, aci dicolok, digabung maka jadi Cilok. Dulu, pertama saya mengenal cilok dari jajanan dekat stasiun kereta. Bentuknya mirip bakso, bulat kecil dan licin, dicolok pakai tusuk sate, lalu dimakan dengan saos. Bagi saya saat itu, tak ada yang istimewa dari Cilok, baik dari segi rasa maupun tampilan, membuat saya tak punya keinginan untuk mencobanya lagi, di tempat manapun saya menemukannya.

Hingga suatu hari, saya diajak mencicipi Cilok Djoedes, lalu semua berubah. Kala itu, Cilok Djoedes mengundang saya untuk bekerja sama mempromosikan produk mereka melalui media sosial. Untuk melakukan promosi, saya tentu harus melihat, mencicipi, dan merasakan langsung supaya bisa bercerita tentang produk yang saya makan. Nah, di sinilah saya menemukan perbedaan besar dari cilok lain yang pernah saya makan. 

cilok halal tanpa MSG
Cilok kaya daging sapi, tanpa MSG dan Pengawet


Menjadi Berbeda dan Menjual Kualitas

Perbedaan paling nyata Cilok Djoedes dengan cilok lain adalah tekstur dan bahan tambahan yang digunakan, serta kualitas penjualannya. Dari segi bentuk sama bulat, tetapi Cilok Djoedes punya permukaan kasar, bukan halus dan licin seperti umumnya cilok. Sekilas tampilannya mirip bakso urat. Tapi jelas bukan bakso karena ia tetap cilok terbuat dari aci namun dengan tambahan daging sebagai campuran, sehingga rasanya lebih gurih.

Selain itu, Cilok Djoedes memproduksi cilok dalam 5 varian yang membuatnya jadi lebih disukai, di antaranya Cilok Ori, Cilok Moza, Cilok Tahu, Cilok Jamur, dan Cilok Unyil.

Keistimewaan Cilok Djoedes semakin bertambah karena dijamin HALAL. Ruang produksi yang bersih serta proses pengerjaan hingga pengemasan berkualitas, menjamin produk Cilok higienis. Satu hal lagi yang membuatnya sehat untuk dinikmati karena dibuat tanpa MSG dan tanpa bahan pengawet!

Bagaimana saya tidak jatuh cinta pada Cilok Djoedes? Jelas jatuh cinta. Itu sebabnya kegiatan promosi cilok yang ditawarkan saya pada saat itu, saya lakukan dengan senang hati, bahkan saya mengajak serta rekan-rekan blogger untuk mencicipinya. Satu komentar: Ciloknya beda, endes nggak ada obat!!

Satu bulan lagi genap tahun sejak pertama saya mencicipi Cilok Djoedes di awal penjualannya, kini Cilok Djoedes meraih banyak kemajuan, bahkan di tengah pandemi begini, ia tak turut jatuh meski bisnis kuliner banyak yang terpuruk. 

Varian Cilok Djoedes
 

Kiat Sukses Bisnis Kuliner ala Cilok Djoedes

Kuliner merupakan jenis usaha yang tak pernah redup eksistensinya karena semua orang pasti membutuhkan makanan untuk bertahan hidup. Tak heran bila bisnis kuliner merebak, tumbuh di mana-mana bak jamur di musim hujan, apalagi saat pandemi seperti sekarang, bisnis ini dijadikan penyambung ekonomi keluarga.

Bisnis kuliner adalah salah satu bisnis yang trennya paling dinamis. Tren-tren baru akan datang lalu tergantikan oleh tren yang lebih baru lagi. Namun, kuliner yang berhasil singgah di hati, bukan di mulut saja, akan bertahan lama bagi penggemarnya. Ia tak redup sekalipun tren terus berganti. Inilah yang terjadi pada bisnis Cilok Djoedes, tetap kuat di tengah pandemi. Apa rahasianya?

Saya bertemu dengan Mika Riandita, pemilik Cilok Djoedes. Ibu dari  tiga orang anak ini berbagi cerita tentang bisnisnya, tentang awal mula dibuat, hingga berhasil punya branding yang kuat seperti sekarang.

Mika dan Benny, Owner Cilok Djoedes
 

🌻Boleh minta diceritakan awal-awal memutuskan usaha kuliner dan kenapa memilih kuliner cilok, bukan kuliner yang lain?

Pada awalnya karena saya suka pentol yang ada di Surabaya. Tapi di sini tidak ada penjual pentol seperti yang dijual di Surabaya. Akhirnya saya coba-coba minta resep ke ibu saya. Setelah beberapa kali trial error agar bisa membuat pentol yang seperti di Surabaya, saya pun memutuskan untuk membuka PO di kantor. Mulai dari situ saya menjual Cilok Djoedes Frozen.

🌻 Karena ini usaha keluarga, siapa yang pertama kali punya ide untuk membuat cilok?

Ide awalnya dari saya, didukung oleh ibu dan suami saya.  

🌻 Kenapa dinamakan Cilok Djoedes? 

Cilok Djoedes artinya Djoewara Pedes. Pada awalnya ingin menonjolkan kuliner pedasnya. Namun ternyata, kuliner yang hanya mengutamakan pedas, kurang terasa betul enaknya dan kurang bisa diterima di semua kalangan. Kebanyakan customer minta yang tidak terlalu pedas sekali. Rencana akan dibuat level-level sambalnya.

🌻 Nah, dalam setiap usaha yang dibangun, biasanya pasti ada niat dan tujuan besar yang ingin dicapai, boleh diceritakan?

Cilok Djoedes bertujuan mengangkat kuliner asli nusantara yaitu Cilok yang dikenal sebagai jajanan pinggir jalan menjadi naik kelas. Menjadi pelopor cilok modern yang inovatif dan dikemas higienis. Agar cilok djoedes mempunyai daya saing dengan jajanan internasional yang sekarang sudah mulai masuk ke Indonesia seperti tobokki dll. Selain itu, kami mempunyai visi menjadi franchise jajanan Indonesia yang dikenal dunia.

🌻 Resep yang digunakan apakah resep asli atau sudah modifikasi?

Resepnya sudah modifikasi karena pada dasarnya kalau cilok asal katanya dari aci dicolok, sehingga penggunaan aci harusnya lebih dominan. Namun Cilok Djoedes juga menggunakan campuran daging sapi, namun bukan seperti bakso.

🌻 Sejak kapan cilok mulai dipasarkan?

Sejak November 2019

🌻 Cara apa saja yang sudah ditempuh dalam pemasaran cilok?

Pemasaran dilakukan dengan cara offline dan online. Kami juga menggunakan jalur distribusi melalui distributor dan reseller. Juga membuka toko online di beberapa marketplace dan menerima kemitraan.

🌻 Media apa saja yang digunakan untuk memasarkan cilok?

Tentunya saat ini yang paling tepat menggunakan digital marketing. Kami menggunakan media social seperti Facebook, Instagram, Tiktok, dll.



🌻 Saat ini berapa jumlah karyawan yang mengerjakan produksi cilok?

Saat ini sudah 9 orang karyawan yang bergabung menjadi tim cilok djoedes.

🌻 Sudah ada berapa cabang/reseller/agen Cilok Djoedes?

Alhamdulillah, saat ini Cilok Djoedes memiliki 30 reseller, 5 outlet, dan 2 distributor. 

🌻 Cilok Djoedes ada di marketplace apa saja?

Cilok djoedes hadir di Tokopedia, Shopee, Bukalapak, Blibli, Lazada dan menyusul JD.ID.

🌻 Selama ini, kurir apa saja yang sering dipilih pembeli saat melakukan pemesanan?

Cilok Djoedes hanya bisa dikirim menggunakan pengiriman same day dan next day. Untuk luar kota, kami sering sarankan menggunakan JNE YES untuk menjaga kualitas Cilok Djoedes sampai di tangan pelanggan.

🌻 Wah berarti sudah sering dong ya pengiriman pakai JNE. Biasanya ada kendala nggak?

Kami sangat terbantu dengan adanya JNE YES. Kendalanya kalau di kota tujuan tidak ada layanan JNE YES. Akhirnya kami menggunakan JNE-Reguler untuk kota-kota lain dan ditambahkan ice gel. Karena produk kami tidak menggunakan bahan pengawet.

JNE - Kurir terpercaya
 

🌻 Apakah saat ini Cilok Djoedes sudah jadi member JLC?

Cilok Djoedes sudah menjadi member JLC. Meskipun kami belum lama bergabung tapi tentu kami belum terlambat untuk mendapatkan berbagai keuntungan dengan menjadi anggota JNE Loyalty Card (JLC) seperti kecepatan layanan, potongan harga pada saat periode promo, dan hadiah undian yang sangat menarik.

Sebagai member JLC, ternyata kita bisa mendapatkan nomor resi JNE dengan cepat. Sehingga kita bisa langsung meng-input nomor tersebut di marketplace atau kita berikan kepada pelanggan.

Selain itu, dengan menjadi member JLC kami juga bisa mendapatkan reward point yang bisa ditukarkan dengan hadiah atau diskon khusus di berbagai merchant. Tadinya sempat kaget lho, pendaftaran JLC ternyata gratis, bebas biaya bulanan dan sangat mudah. Untuk bergabung dalam program JNE Loyalty Card, saya  hanya perlu mengisi formulir secara online di situs resmi JLC (jlc.jne.co.id), lalu ikuti petunjuk yang tersedia.

Konsisten dan Terus Berinovasi Kunci Sukses Cilok Djoedes

🌻 Wah, ternyata banyak untungnya ya mbak jadi member JLC. Syukurlah kalau begitu. Ok selanjutnya boleh dong diceritakan kiat-kiat atau tips membangun usaha kuliner sehingga Cilok Djoedes bisa berkembang pesat dan punya banyak agen seperti sekarang?

Konsisten dan terus berinovasi. Dan tentunya produk kita harus sudah merupakan market fit yang dibutuhkan konsumen.


Cilok Djoedes 

Instagram: @cilokdjoedes

Facebook: CilokDjoedes

Website: www.cilokdjoedes.com

Colocation Server untuk Optimasi Bisnis dan Layanan

18.56 Add Comment

Colocation Server untuk Optimasi Bisnis dan Layanan - Teknologi berkembang sehingga mengubah tren dan atmosfir bisnis. Perusahaan harus beradaptasi agar bertahan dan mendapatkan keuntungan lebih besar. Salah satu caranya adalah menggunakan colocation server. Ini adalah suatu layanan terpadu yang bertujuan untuk memenuhi fungsi dan aktivitas bisnis termasuk transaksi dan pengembangan. Mereka tidak perlu lagi mempersiapkan infrastruktur mandiri untuk membuat server. Pihak ketiga sebagai provider terpercaya akan bertanggung jawab terhadap hal teknis, keamanan, dan pemeliharaan server. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai layanan ini, simak ulasan berikut ini.



Mengenal Lebih Lanjut Colocation Server

● Apa itu colocation server?

Anda mungkin awam atau malah tidak familiar dengan istilah teknologi. Istilah colocation server memiliki arti sebuah server yang ditempatkan di gedung, lokasi, dan infrastruktur tertentu. Tempat ini khusus untuk server dan tersedia banyak sekali. Secara umum, definisi yang mudah dimengerti adalah layanan server di lokasi tertentu dimana klien perusahaan dan individu dapat menyewa untuk kebutuhan tertentu. Perlu Anda ketahui, server ini memang nyata dan ada bukti hardware. Hal ini mirip dengan komputer di rumah atau laptop yang dipakai untuk kerja dan akses internet. Akan tetapi, Anda menyewa dari pihak ketiga dan diletakkan di lokasi khusus. Untuk mengaksesnya, klien menggunakan aplikasi.

● Tujuan dan fungsi

Definisi akan lebih jelas jika sudah memahami tujuan dan fungsi colocation server. Anda memiliki bisnis sehingga membutuhkan komputer, internet, software, dan lainnya. Semuanya harus disiapkan dan memakan biaya besar untuk membeli perangkat. Uang dan modal habis hanya untuk sistem mandiri. Selain itu, Anda juga harus siap dengan resiko, perbaikan, dan gangguan. Anda menjadi tidak fokus ke bisnis karena layanan dan produk membutuhkan sistem yang stabil. Untuk mengantisipasi hal ini, Anda melakukan outsource semua sistem ke pihak ketiga. Tujuannya agar Anda tidak repot dengan hal teknis. Di lain pihak, bisnis mengandalkan server yang terletak di lokasi aman. Jika ada kendala, Anda hanya perlu menghubungi pihak provider. Mereka bahkan memberikan update dan upgrade sehingga klien bisa memanfaatkan layanan ini lebih optimal.

● Keuntungan

Anda akan mendapat berbagai keuntungan saat beralih ke colocation server. Yang paling jelas adalah tidak perlu pusing dan bingung ketika sistem ada gangguan. Semuanya menjadi tanggung jawab provider termasuk meningkatkan kapabilitas. Sebagai klien, Anda hanya menerima layanan sesuai apa yang Anda butuhkan. Selain itu, akses lebih aman dan cepat karena data center untuk server tersebut berlokasi di Indonesia. Klien bahkan bisa berkunjung dan melihat langsung ruangan berisi rak server. Selanjutnya, provider juga menjamin koneksi dan akses kapan saja tanpa kendala serta support 24/7 yang siap siaga menyelesaikan masalah dan komplain.

Colocation server untuk bisnis

Secara umum, layanan server ini bertujuan untuk memenuhi kepentingan bisnis. Perusahaan dapat mengalokasikan dana untuk kepentingan optimasi. Mereka hanya perlu menjelaskan apa yang dibutuhkan seperti aplikasi,sistem, platform, storage, kapasitas, bandwidth, akses, dan keamanan. Setelah itu, provider menyiapkan semuanya. Karena layanan ini sangat berperan penting, Anda harus memilih yang terbaik. Salah satu rekomendasi yang tepat adalah nexdatacenter.com dengan fitur dan layanan yang lengkap.

Di era digital, semua aktivitas bisnis harus efisien. Salah satu untuk mewujudkannya adalah memakai colocation server. Perusahaan tidak perlu bingung ketika membutuhkan kapasitas server yang besar. Mereka hanya perlu mendapatkan pelayanan lebih lanjut dari provider nex datacenter yang sesuai dengan kebutuhan.



Bahan Office Partition dengan Biaya Terjangkau

18.49 Add Comment

Bahan Office Partition dengan Biaya TerjangkauOffice partition atau biasa disebut partisi kantor adalah sebuah penyekat ruang yang digunakan untuk membagi satu ruangan yang luas menjadi beberapa bagian. Partisi kantor menjadi salah satu solusi untuk penataan kantor agar terlihat lebih rapih, modern, dan elegan yang akan membuat suasana kantor menjadi lebih nyaman. Untuk memesan partisi kantor bisa disesuaikan dengan hasil perhitungan dari ruang kantor yang akan dipasangkan partisi, misalnya ukuran, warna, beserta model yang sesuai dengan kebutuhan ruang kantor. Maka dari itu partisi kantor selalu dibuat dengan sistem knockdown, yang artinya dapat dipesan sesuai dengan luas ruangan, ketinggian langit-langit, dan material yang akan digunakan sebagai partisi.

Office Partition

Bahan-Bahan yang Biasa Digunakan untuk Office Partition

Bahan yang bisa digunakan sebagai office partition sangat beragam, mulai dari harga yang terjangkau, kualitas yang bagus, dan beberapa kualifikasi lainnya. Itu semua tergantung kepada selera konsumen. Adapun beberapa bahan partisi dengan harga yang bisa dibilang terjangkau, berikut ini beberapa contoh bahannya:

1. Gypsum

Gypsum seringkali digunakan sebagai bahan untuk partisi kantor karena memiliki bobot yang ringan, harga yang cukup ekonomis, dan juga kemudahan dalam pemasangannya. Gypsum sendiri juga memiliki karakter yang tahan api hingga 1 jam (tergantung jenis gypsum). Akan tetapi gypsum juga memiliki kekurangan yaitu tidak tahan terhadap air. Maka dari itu, partisi dengan bahan gypsum sangat cocok digunakan pada interior dan tempat yang kering.

2. Kayu

Bahan office partition yang sering ditemui di ruang-ruang kantor biasanya menggunakan bahan kayu. Material kayu sendiri sering digunakan karena mudah untuk dibentuk dalam berbagai pola, serta memiliki serat-serat khusus yang akan menciptakan kesan-kesan estetik. Selain itu, penggunaan kayu juga mudah untuk dikombinasikan dengan bahan-bahan lain seperti kaca, alumunium, besi, dan bahan-bahan lainnya. Sehingga tampilannya akan semakin elegan dan enak dipandang. Anda bisa langsung melihat beberapa contoh partisi kantor di arkadiafurniture.co.idsalah satunya adalah partisi berbahan kayu.

3. Kaca

Office partition dari bahan kaca sudah banyak sekali kita temui di beberapa perusahaan. Menggunakan material kaca atau cermin akan membuat ruangan terkesan lebih luas. Bagi Anda yang memiliki ruang kantor yang tidak terlalu besar, bahan partisi dari kaca ini sangat cocok untuk digunakan. Tampilannya juga akan terlihat sangat elegan dan modern, terlebih jika dikombinasikan dengan bahan lain misalnya kayu, alumunium, dan lain-lainnya. Tentu partisi ini akan terlihat sangat menarik.

4. Alumunium

Seperti yang sudah disebutkan di atas, bahwa material ini bisa digunakan sebagai kombinasi untuk bahan-bahan lainnya. Akan tetapi jika ingin membuat partisi yang seluruhnya terbuat dari alumunium juga tidak kalah menarik. Jika materialnya hanya menggunakan alumunium pun akan memberikan banyak kelebihan, seperti misalnya ringan dan mudah untuk dipindahkan sewaktu-waktu. Harganya pun terbilang cukup terjangkau.

Demikianlah beberapa jenis bahan yang dapat kita gunakan sebagai material dalam pembuatan office partition. Furniture ini juga memiliki peranan penting di dalam ruang perkantoran, yaitu berfungsi sebagai penyekat atau pembatas antara meja karyawan dengan karyawan lainnya. 

Selain itu, furniture ini juga memberikan kesan estetika sehingga karyawan yang bekerja di dalam ruang kantor merasa nyaman dan tidak bosan. Juga dengan menggunakan bahan-bahan yang terbuat dari alam akan memberikan kesan natural dan ramah lingkungan. Oleh sebab itu, jangan sampai Anda salah dalam memilih bahan untuk digunakan partisi.

Menginap di DRIAM Riverside, Resort di Tepi Sungai Ciwidey dengan Pemandangan Alam yang Membuat Malas Pulang

16.18 7 Comments

Pengalaman Menginap di Driam Riverside Ciwidey Bandung - Resort di Ciwidey dengan nuansa alam, terletak di tepi Sungai Ciwidey. Suasana tenang dengan pemandangan memesona langsung ke sungai Ciwidey yang mengalir tenang, bebukitan hijau, perkebunan dan pedesaan dikejauhan, dilengkapi taman cantik dengan banyak spot instagramable. Bagaimana rasanya menginap di Driam Resort saat pandemi? Apakah aman menginap dan berwisata di Driam di tengah pandemi? Ada spot wisata apa saja di Driam? Ada wahana bermain apa saja? Cocokkah untuk tempat liburan keluarga? Berapa tarif kamar Driam Riverside? Inilah cerita dan pengalaman saya saat menginap di Driam Riverside periode 4-6 Oktober 2020.

driam riverside
Driam Riverside - Ciwidey Bandung

Tidak sulit mencari rekomendasi hotel bagus di Ciwidey yang cocok untuk beristirahat dengan tenang sambil menikmati suasana santai dengan bahagia serta bermain dengan gembira. Berkat rekomendasi temanku Lenny pemilik IG @lenny.diary, saya menemukan DRIAM Riverside. 

Dari blog dan video yang Lenny bagi, saya lalu berselancar di dunia maya mencari tahu lebih banyak tentang hotel tersebut. Alhamdulillah setelah memeriksa di berbagai situs online booking hotel, mulai dari harga, ulasan hingga informasi promosi, saya langsung sreg dan akhirnya memesan kamar tanpa ragu untuk 3 hari 2 malam.

Saya dan suami berangkat dari BSD ke Bandung tgl. 3 Oktober 2020. Menginap satu malam dulu di Cibaduyut Bandung, baru ke Ciwidey. Perjalanan menuju Driam Riverside kami tempuh dengan berkendara mobil pribadi, melalui jalan raya Soreang - Ciwidey yang berjarak kurang lebih 5 KM saja dari Soreang. Lokasi Driam mudah ditemukan karena ada sejumlah petunjuk jalan yang memudahkan, ditambah Google Map yang menuntun arah jalan, kami bisa sampai dengan cepat. 

Reservasi di sini

Lobby

Himbauan untuk taat protokol kesehatan di tengah pandemi


Coffee bar dan mini mart di lobby

Harga Kamar Sangat Menarik
Untuk kamar kelas resort, di lokasi yang ideal sekali untuk refreshing, jauh dari keramaian kota, penuh ketenangan, harga yang ditawarkan sangat menarik. Kabarnya, selama pandemi banyak hotel menggelar diskon bahkan sampai banting harga. Apakah harga yang saya dapat saat itu juga efek dari pandemi? Entahlah.

Saya memesan kamar dengan harga paling ekonomis, yaitu Deluxe Standar seharga Rp 385 ribu / malam sudah termasuk makan pagi dan tiket wisata alam. Driam memang sedang promo saat itu, semua kamar diskon sampai 30%. Makanya murah banget. Dengan harga tersebut saya bisa dapat banyak. Mulai dari kamar yang bagus, makan enak, pemandangan alam, dan puas berwisata di tempat wisata yang mereka sediakan. Nggak perlu wisata kemana-mana lagi, di hotel saja nggak bosan-bosan.

Nah, pemesanan kamar saya lakukan langsung ke hotel, tidak melalui situs atau aplikasi booking hotel manapun. Saya pesan melalui WA Driam, dan alhamdulillah proses pemesanan dapat berjalan dengan mudah dan lancar. Terima kasih buat Mbak Krisda yang sudah merespon semua pesan saya dengan baik!

Harga Kamar DRIAM per Oktober 2020

 
Resort dengan Atmosfer Bali

Kayak udah pernah ke Bali aja wkwk. Lho iya memang pernah dong, beberapa kali. Dari menginap di hotel mewah, villa mahal, sampai resort spektakuler juga udah pernah di Bali haha *udah sombong belum saya? wkwk. Makanya berani bilang atmosfer Bali karena pas lihat kamar-kamarnya saya langsung ingat suasana saat menginap di Ubud Bali. 

Ohya, kamar-kamar di sini outdoor ya. Maksud saya, letak kamarnya di tempat terbuka gitu, nggak dalam gedung. Ya miriplah seperti villa-villa yang biasa dijumpai di Bali. Kalau misal sedang hujan, udah pasti mesti payungan menuju kamar. 

Kamar-kamar berderet di sisi kiri bagian utama gedung lobby. Setelah check in kami turun lewat tangga di sisi kiri lobby, lalu keluar menuju pintu di sisi kiri. Kalau ke kanan ke food court dan tempat wisata.

Tiap kamar ada gerbangnya segala, lalu ada setapak di halaman kecil menuju teras kamar, setelah itu baru pintu kamar. Nah, kemarin kehabisan kamar dengan single bed, akhirnya kami dapat twin bed. Ulala suami istri dipisah ranjangnya haha. Akhirnya kasur kami dorong dan rapatkan, biar bisa dekatan dan pelukan wkwk.

Deretan kamar. Sebelah kiri Deluxe Standard. Sebelah kanan Deluxe Riverview

Kamar saya paling kanan pojok

Ada gerbang sebelum menuju pintu kamar

Request Single Bed, dapatnya Twin Bed. Terpaksa didorong dan dirapatkan biar saya dan suami bisa dekatan dan pelukan 😂

Kamar Nyaman dan Sarapan Enak dengan View Memesona
 
Kamarnya cukup bagus, sangat bersih, semua dalam keadaan baik. Hanya satu yang saya keluhkan, nggak ada internet! Sejak masuk kamar, saya sudah sampaikan ke pihak hotel.  Keluhan saya direspon dengan baik, dan kelihatan memang ada yang bekerja bawa-bawa tangga dan peralatan, entah apa. Kata staff, teknisi sedang coba mengecek dan memperbaiki. Alhamdulillah esok pagi dan sampai saya check-out di hari ketiga sejak check-in internetnya jalan dan lancar. 

Paling suka tempat sarapan paginya. Ruangan semi indoor yang menghadap langsung ke lembah, di bawahnya ada sungai, dan di seberangnya ada bukit dengan pepohonan yang banyak dan hijau. Asri sekali. Cuci mata paling istimewa kalau begini. Makanya saya berlama-lama di sana. Menikmati suasana sambil mengambil gambar dan video. Videonya dapat lihat di channelku Katerina. S ya. 

Makan pagi pertama di hotel menu dihidangkan prasmanan. Meski tidak begitu banyak tamu, tapi pilihan untuk prasmanan ini menurut saya sebaiknya dihindari dulu selama pandemi. Saya makan dengan penuh kewaspadaan. Bismillah semoga dilindungi dari segala penyakit.

Soal menu, tidak banyak. Ada bubur ayam, roti tawar dengan beberapa pilihan selai, nasi putih dengan sayur dan lauk, buah potong. Minumannya ada teh, kopi, infuse water, dan 2 macam minuman buah. Sedikitnya menu ini mungkin terkait sedikitnya tamu. Meski tidak banyak pilihan, tapi soal rasa, waw saya suka karena semuanya terasa enak. Bukan menu yang dibuat dengan biasa-biasa saja. 

Sarapan di hari kedua sudah tidak prasmanan lagi. Tamu disuruh pilih menu yang ditawarkan, baru dibuat dan diantar ke meja. Saya memilih nasi goreng, omelet, roti tawar dengan selai nanas, dan teh. Sama seperti hari pertama saya sarapan, citarasa makanan yang saya santap tetap istimewa.

Tapi jangan GR ya Driam, saya bilang enak dan istimewa karena pada saat itu saya makan dalam keadaan lapar wkwk.
Menu sarapanku di hari ke-2

Menu sarapanku di hari ke-1

Pemandangan di tempat sarapan

View dari tempat sarapan, lembah dan sungai, serta bukit 


Free Tiket Wisata

Setiap pemesanan kamar, tamu mendapat gratis tiket wisata buat 4 orang. Tiket senilai Rp 20.000 ini dapat digunakan untuk masuk kawasan wisata Driam yang masih berada di satu kawasan dengan hotel. Pintu masuknya ada di sebelah kanan lobby. 

Lokasi wisata ada di bawah, kami perlu menuruni tangga untuk masuk. Padahal, sebagai tamu, kami bisa masuk lewat pintu bawah dari arah keluar kamar. Ruang di bawah lobby ada pintu keluar menuju pintu masuk tempat wisata, jadi harusnya kami nggak usah naik ke lobby dulu buat menuju pintu masuk. Muter-muter itu namanya haha.

Nah, kalau masuk dari atas, sejak di depan mata sudah disambut dengan susunan jendela kayu warna-warni, lalu berikutnya tembok penuh kipas dengan tambahan kata-kata selama datang kepada tamu. Sebuah dekorasi yang memancing orang seperti saya untuk berfoto dan mengambil foto.

Jalan menuju pintu masuk wisata DRIAM

Dekorasi yang cakep buat difoto

Food Court dan Resto

Kalian pasti bertanya di mana resto hotel? Di sana ada WOZA resto. Jika masuk Driam, tempatnya ada di sebelah kiri jalan, sebelum turun menuju lobby hotel. Nah, tempat lainnya yang saya sebut resto ada di area lobby, tempat tamu sarapan pagi. Tapi, entah apa ini resto yang buka tiap saat dan bisa makan di sana, atau hanya untuk sarapan pagi saja. Tempat makan lainnya ada di area wisata Driam, semacam food court. 

Saat saya ke sana, food court ini tidak sepi. Ada pengunjung dalam kelompok sedang acara gathering. Tapi tidak satupun dari mereka yang turun main ke area wisata, makanya saya katakan sepi saat saya masuk kawasan wisata.

Ada sejummlah tenant di food court, masing-masing menyediakan menu makanan dengan pilihan yang bervariasi. Saya rasa, di saat bukan pandemi, tempat ini pasti ramai sekali dengan para pelayan sibuk mondar mandir mengerjakan pesanan. Tapi pandemi telah membuat food court sepi. Food court ini semi terbuka, tanpa dinding. Punya view ke sungai dan bukit, bikin orang yang makan-makan akan merasa betah. 

Di area food court ini juga ada tempat minum kopi, serta tentunya tempat penjualan tiket masuk wisata. Saya tinggal memberikan kupon yang saya dapat saat check in. Lalu masuk. Nah, karena saya tamu, saya bisa masuk kapan saja. Misalkan sudah masuk lalu keluar, nanti masih bisa masuk lagi, tinggal tunjukkan kunci kamar.

Food Court di area wisata Driam

Peta Wisata DRIAM

Informasi Wisata di pintu masuk wisata Driam

WISATA DRIAM

Ada enak dan gak enaknya berwisata di musim pandemi. Bagi pemilik tempat wisata pasti gak enak karena mereka kehilangan pengunjung. Kondisi ini jelas memprihatinkan karena pendapatan menurun sementara hotel tetap beroperasi dan karyawan tetap harus digaji. Sedangkan di sisi saya sebagai tamu, berkunjung saat pandemi mestinya menakutkan bukan? Tapi karena hotel sepi, tempat wisata sepi, malah menguntungkan saya karena aman, jadi nggak perlu berdesak-desakan dan antri dalam kerumunan.

Tidak ada antrian masuk yang terjadi. Petugas bekerja dengan serius tapi santai, kami juga tidak perlu kepayahan menunggu kelar diperiksa dan segala macam proses masuk. Saya biasa ke Lembang, masuk tempat wisata biasanya berjam-jam, antrian kayak ular naga panjangnya bukan kepalang, lelah letih melanda, sungguh nggak enak sekali. Nah, sejak pandemi, saya yakin banyak tempat wisata di sana jadi sepi, termasuk di Driam ini.

Tiket seharga Rp 20 ribu hanya buat masuk saja. Di dalamnya banyak spot gratis yang bisa digunakan untuk sekedar duduk, berfoto, jalan kaki, atau pun bergaya di mana suka. Tapi ada spot-spot tertentu yang berbayar, yaitu wahana buatan yang rada ekstrem dan memacu adrenalin. Jelas harus bayar, karena alatnya dibuat dengan tidak sembarangan, pakai modal, pakai safety tingkat 1, karena sifatnya membahayakan bila tidak dibuat dengan benar. 

Nah, selanjutnya saya akan tampilkan semuanya dalam bentuk foto, tidak usah diceritakan lagi ya. Oh tapi, tidak semua yang ada di lokasi wisata saya tampilkan di sini. Nanti kebanyakan. Saya pilih yang saya suka saja.

Kiri: lokasi pertama setelah pintu masuk wisata
Kanan: Spot foto semacam balkon terbuka untuk berfoto dengan latar belakang pemandangan sungai, sawah, perkebunan, bukit, dan pedesaaan.  GRATIS.

DRIAM Nest Rp10,000 -  (difoto oleh fotografer, dapat file foto). Tempat duduk ala sangkar burung gitu, cocok nggak kalau dikasih caption "Bagaikan Burung Dalam Sangkar?" 😂

BAMBOO BRIDGE. Gratis! Dua macam jembatan bambu.
Kiri: Ujungnya menggantung Kanan: Ujungnya sampai ke bukit di seberang sungai. Kabarnya, nanti akan ada paket wisata outbond sampai ke ujung jembatan lalu menjelajah hutan. Bakal seru banget dong ya.

Sky NET Rp10,000 - Paling suka duduk di sini, santai sambil menikmati pemandangan alam. Di bawahnya ada sungai berbatu. Ngeri cuy kalau jatuh wkwk. Tapi tenang, sky net ini nggak akan dibuat kalau membahayakan.  Semua sudah diperhitungkan. Jangan lupa, ini tempat berfoto doang haha. Mau tiduran niatnya, tapi fotografer udah bilang kelar. Oke. Mayanlah dah udah deg-degan di balik selimut. Itu selimut disemprot dulu sebelum dipakai. Takut ada serangga katanya. Saya sih gak takut serangga. Takutnya kalau ada ular sembunyi di dalam selimut. Ngeri tingkat dewa haha

Double Swing Rp20,000 - Saya kira mirip ayunan di Bali yang dulu saya naiki waktu di Ubud, ternyata beda. Kalau dulu di Bali diayun kencang sampai bikin saya jejeritan, kalau ini enggak. Diam saja di tempat setelah di pindah ke atas sungai. Alat pemindahnya semacam crane terbuat dari baja, besar dan kuat. Sempat deg-degan sih, tapi tetap berani. Saat berpindah tempat nggak mau lihat ke bawah. Pas sudah di tengah, tergantung di atas sungai, baru berasa senangnya. Ternyata asyik juga di atas ketinggian. Sewaktu mau balik ke tempat semula, ayunannya diayun kencang, auto teriak dong. Rupanya memang disengaja, fotografer mau ambil moment ekspresi tegang dan histeris.

Hover Tent Rp 25.000 - Takut jatoh euuuy haha. Tapi kata mas yang jaga jangan takut, tenda ini mampu menampung beban hingga 200kg. Yaelah saya kan cuma 40Kg mestinya santai wae ya haha. Sekilas ngeri ya tendanya, kalau duduknya merosot wuiih alamat meluncur ke atas sungai penuh batu. Tapi tenang, udah pakai safety dong. Ada tali yang diikat di pinggang. Mestinya di kaki/paha juga. Berhubung saya pakai rok, ya udah di pinggang saja. Tapi abis itu saya stop naik wahana ekstrem, saya mau ganti baju dulu yang pakainya ringkas dan aman, yaitu celana. Tapi itu terjadi keesokan hari. Karena pas mau balik lagi, sorenya mendung dan akhirnya hujan. Nggak serulah kalau hujan. Ohya, kalau misal numpang tidur di tenda tergantung semalaman, kira-kira boleh nggak ya? Biar ada lagunya: Semalam di Tenda gantung 😂

Taman Tempat Bersantai

Tempat wisata sedang sepi. Orang yang berkunjung bisa dihitung jari. Saat saya masuk di hari kedua, cuma satu keluarga yang seliweran, suami istri dengan dua anaknya masih kecil. Mereka tamu hotel. Nah, karena tetap sepi, enak banget kan buat bersantai dan leyeh-leyeh di tempat wisata Driam. Tenang, nggak ada yang gangguan. Bahkan karyawan hotel aja nggak ada yang berani mendekat dan lewat 😁

Piknik di pinggir sungai

Baca buku di taman banyak bunga

Sungai Ciwidey
Catatan: Jika sedang turun hujan terus menerus pengunjung dilarang turun ke sungai karena dikhawatirkan banjir bandang. Ada petugas berjaga di sekitar sungai. Tamu boleh nyebur jika mau. Saat saya di sana ada orang tua dengan anaknya sedang bermain air di sungai, di antara batu-batu itu. 

Bunga Kenikir banyak tumbuh di tepian sungai. Lihat video bunga di DRIAM di channel saya Katerina. S

Bunga dimana-mana, di tepi sungai di kawasan wisata DRIAM


DRIAM tempat bersantai, berpetualang, Bermain, Bergembira

Saya senang menginap di Driam. 3 hari 2 malam terasa kurang. Berdua saja sama suami, kami cuma mengisi waktu dengan duduk-duduk santai, mengambil gambar, dan menikmati suasana. 

Tentu saja selama di sana saya teringat anak-anak di rumah. Andai ada mereka, pasti lebih gembira lagi, karena tempat untuk bermain yang sesuai dengan usia mereka lengkap. Terutama Alief, anak saya yang sulung, penasaran sekali ingin mencoba wahana-wahana yang ada. 

One Stop Tourism Destination memang tepat sekali dilekatkan pada wisata Driam. Di sini orang bisa menginap sambil melakukan banyak hal-hal yang menyenangkan. Tempat makan, tempat wisata, tempat bersantai, semuanya ada. Bahkan tempat belanja souvenir pun ada.

Bukan resort mewah tapi suasananya yang mewah. Kalau saya sih ke sini tuh seperti bukan membayar kamarnya tapi membayar suasananya. Hal yang paling saya sukai karena ada sungainya, melihat air mengalir, bisa turun membasahi kaki, duduk di batu-batu, itu hal yang mahal bagi orang kota. Nuansa alamnya benar-benar terasa, apalagi di tepi sungai itu bukit dengan hutannya, sangat asri dan menyejukkan mata. Udara Ciwidey yang dingin, meski tak sedingin Ciwidey puncak, menambah rasa betah di Driam.

Jika rindu Ubud Bali atau tempat-tempat tenang dan spektakuler di Bali, bolehlah ke Driam dulu buat obat kangen, lebih dekat dan mudah dicapai. Saya pikir tempat wisata dan penginapan bagus-bagus cuma ada di Lembang, ternyata di Ciwidey pun ada. 

Saya berterima kasih buat Mas Tresno dan kru atas keramahannya selama kami berwisata. Juga Mbak Krisda, marketing executive Driam atas respon-responnya yang baik. 

DRIAM Riverside Recommended! 

Sekarang berdua dulu, nanti balik lagi bersama anak-anak. Aamiin

Asri

Bekerja dengan tenang
 

Refreshing di tengah pandemi tentu banyak sekali syarat yang harus dibuat dan dipatuhi sendiri. Mulai dari hal terkecil hingga hal terbesar mesti diwaspadai, karena kehati-hatian adalah kunci agar terhindar dari penularan Covid-19. Saya tidak bisa mengandalkan orang lain untuk menjaga diri kami (saya dan suami), kami mengandalkan diri kami sendiri untuk menjaga diri, tentunya Tuhan nomor satu, sebaik-baik penjaga. Jadi tetap doa yang utama, lalu usaha.

Saya ke Driam tidak dalam rangka liburan. Jika liburan sudah pasti saya mengajak kedua anak saya. Saya juga tidak sedang menyarankan untuk melakukan kegiatan wisata ya. Tapi saya himbau sebaiknya selalu berhati-hati saat berkegiatan di luar rumah, di mana pun.

Sebelum berangkat ke Bandung, saya dan suami rapid test di Prodia Lab, hasilnya Non reaktif. Saya sempat posting mengenai rapid test ini di IG saya @travelerien. Kalian bisa lihat di sana. Setelah dari Bandung, kami SWAB di sebuah RS di Margonda Depok, alhamdulillah negatif. Lalu SWAB lagi baru-baru ini, alhamdulillah negatif.

DRIAM RIVERSIDE

Kesimpulan

- Lokasi strategis, belum terlalu jauh ke puncak, masih dekat ke Soreang. Tidak terlalu dari Kota bandung. Jalan menuju ke sana lengang saat weekdays, dan mulai padat bahkan macet saat weekend. Itu yang kami alami. Tapi macetnya nggak separah macet di Puncak Bogor.

- Cocok buat liburan berdua pasangan saja, cocok juga buat liburan keluarga bersama anak-anak.

- One stop tourism destination. Udah nggak usah kemana-mana lagi kalau sudah di sini. Everyday is holiday. Karena suasana berliburnya ada tiap saat. Kecuali mau mengunjungi destinasi alam populer lainnya di Ciwidey seperti Kawah Putih, ya mesti jalan lagi  ke arah puncak, masih jauh.

- Kalau niatnya liburan pastinya mau santai saja nggak pakai mikirin dan melakukan kerja. Tapi nggak semua orang datang ke sana buat liburan, ada yang justru menyepi untuk bekerja, jadi perlu internet agar pekerjaan lancar. Nah, DRIAM mesti selalu bisa mengatasi persoalan internet yang kembang kempis sinyalnya, atau bahkam sekarat ga ada internet sama sekali sewaktu saya baru datang di sana. Kalau cuma untuk komunikasi via WA misalnya, nggak perlu internet hotel, internet pribadi juga bisa. Beda dengan yang datang untuk bekerja, butuh internet sepanjang waktu dan kerjanya bukan cuma buat chating.

- Selama masih pandemi, akan lebih baik sarapan tidak disajikan prasmanan. Saya setuju dengan cara yang saya alami saat sarapan di hari ke-2, tamu tinggal memilih dari daftar menu, baru sarapan dibuat dan diantar ke meja. Bukankah ini bagian dari protokol kesehatan hotel?

- Harga bersahabat. Semua kamar ok, tinggal pilih sesuai selera. Tadinya saya pingin ambil kamar dengan view sungai. Tapi beda harganya lumayan. Nah, karena di sana bisa kapan saja lihat sungai, saya pilih menghemat tapi banyakin keluar dan bisa lihat view sungai kapan saja dari tempat lain selain kamar riverview. Dari resto bisa, dari foodcourt bisa, dan kapan saja bisa masuk kawasan wisata lalu turun ke sungai untuk lebih dekat. Tapi memang, berada di Deluxe Riverview memang bakal beda nuansanya, tiap saat pandangan bisa ke lembah, sungai dan bukit di seberang. Kalau balik lagi ke DRIAM saya harap bisa menempati kamar family yang menghadap sungai.

- Saya belum menemukan kekurangan lainnya. Jadi saya anggap, DRIAM sudah cukup ideal untuk tempat bekerja yang tenang, atau pun liburan yang menyenangkan.

Semua informasi tentang DRIAM Riverside dapat dibaca di website www.driamriverside.com

Fasilitas dan aktivas di Driam silakan klik link berikut : Fasilitas dan aktivitas di Driam

Wahana wisata DRIAM silakan klik link berikut: WAHANA WISATA DRIAM RIVERSIDE

DRIAM Riverside

Jalan Raya Soreang Ciwidey KM. 25 BANDUNG

Telp: 022-85921210, 022-85921282

Email: reserv@driamriverside.com

Instagram: @driamriverside

-------------------------------------------------------------------------


Trip Ciwidey Bandung periode 3-10 Oktober 2020, baca juga artikel lainnya:


AirBnB Homey Studio Room Near Leather Craft Center, Penginapan Murah dan Nyaman di Bandung

Menginap di Pondok Winagung, Hotel Murah Dilengkapi Resto dan Kolam Renang di Rancabali Ciwidey

Video di DRIAM:

Menginap di DRIAM Riverside

Banyak Bunga di Tepi Sungai di DRIAM

Bersantai di Tepi Sungai Siwidey di DRIAM

BTS Foto di Wahana DRIAM