Pulang mudik, semua orang di rumah sudah ditunggu agenda masing-masing. Anak bungsu juga sedang kelas 12, jadi jadwal sekolah menjelang lulus cukup padat. Jadilah sepanjang Maret sampai April enggak kepikiran mau menginap.
Voucher itu pun makin lama makin terlupakan, sampai akhirnya teringat gara-gara melihat postingan teman yang baru saja menginap di sana. "Oh iya, aku kan ada voucher nginep di sana?"
Begitu cek masa berlakunya, lah, akhir bulan ini! Langsung buru-buru hubungi hotel untuk booking kamar.
Booking di Ujung Masa Berlaku Voucher
Di sinilah mulai deg-degan. Pemesanan kamar menggunakan voucher ternyata tidak bisa dadakan. Setidaknya harus dilakukan sekitar satu minggu sebelum jadwal menginap. Sementara waktu itu booking-nya sudah kurang dari seminggu sebelum tanggal 30 April. Jadi, tidak terlalu berharap banyak. Kalau ternyata tidak bisa dipakai, ya sudah, pasrah aja. Namanya juga voucher yang sudah hampir kedaluwarsa.
Masalahnya, bukan cuma ingin sekadar menggunakan voucher sebelum masa berlakunya habis. Maunya kedua voucher itu dipakai sekaligus di hari yang sama, karena rencananya mau ngajak dua keponakan perempuan menginap bareng Aisyah.
Kalau bisa, kamarnya juga connecting. Kalaupun enggak dapat connecting room, setidaknya masih satu lantai. Nanti di satu kamar ada anak-anak, sementara saya dan suami di kamar sebelah. Jadi dari awal memang ada sedikit permintaan tambahan selain sekadar, "Masih ada kamar enggak?"
Akhirnya Menginap di Swiss-Belresidences Kalibata
Tepat tanggal 30 April, berangkatlah kami ke Swiss-Belresidences Kalibata. Kali ini yang ikut ada lima orang, yaitu saya, suami, Aisyah, dan dua orang keponakan perempuan. Alief tidak ikut karena sedang kerja di luar kota.
Dua keponakan berangkat dari rumah di Depok, dianter oleh adik, sementara saya, suami, dan Aisyah berangkat dari BSD. Jadi, janjian ketemunya langsung di hotel.
Sebetulnya Swiss-Belresidences Kalibata bukan tempat yang asing buat kami. Hampir setiap tahun acara kumpul halal bihalal keluarga besar Mas Arif diadakan di salah satu meeting room hotel ini.
Terakhir, sempat juga diundang ke sini bersama teman-teman komunitas untuk acara Ramadan. Jadi kalau soal lokasi, suasana tempat, sampai makanannya, sudah cukup familiar. Yang belum pernah dilakukan justru menginapnya. Selama ini datang ke hotel, ya untuk acara, makan, lalu pulang.
![]() |
| Foto kedua dalam artikel ini, dijepret dari jendela kamar yang terletak di lantai 5 ini |
Kalau pengalaman menginap di jaringan Swiss-Bel sendiri, sudah beberapa kali juga. Ada Swiss-Belhotel di Serpong dan Pondok Indah, kemudian Swiss-Belinn Modern di Cikande dan Swiss-Belcourt Bogor.
Pengalaman saya dan keluarga menginap di hotel-hotel tersebut semuanya cukup baik dan berkesan. Makanya kali ini ada sedikit harapan, semoga pengalaman menginap di Swiss-Belresidences Kalibata juga sama baiknya, atau malah lebih baik.
Dari BSD kami berangkat sore dan baru sampai hotel menjelang magrib. Perjalanan hari itu lumayan menguji kesabaran karena macetnya justru terjadi di sekitar rel kereta dekat hotel. Hujan pula.
Sementara kedua keponakan menyusul berangkat dari Depok dan nantinya bertemu di hotel.
![]() |
| Berempat sama anak dan ponakan-ponakan di Swiss-Belresidences Kalibata |
Sebelum Check-in, Berburu Bakso Legend yang Ternyata Sudah Tutup
Nah, sebelum sampai hotel tuh tadinya suami ngajak makan bakso di Bakso Rusuk Sunan Giri Kalibata. Kata suami, itu tempat makan bakso legend dan beliau sudah dari dulu jadi pelanggan di sana. Dalam hati, kenapa baru sekarang cerita? Dulu makan sama siapa sih beliau? Apa sama pacarnya zaman SMA? Wkwk.
"Mama inget gak dulu pernah papa ajak makan bakso rusuk di sini (Kalibata)?"
Gubrak! Ternyata saya pernah diajak makan di situ. Tapi kok saya lupa, ya? Kapan dah itu?
"Yaaah, udah tutup, Ma. Ituu..." ucap suami sambil menunjuk tempat yang dimaksud.
Kaget juga saya, tahu-tahu sudah melewati tempatnya. Saya sempat melihat tulisan nama warungnya. Di depannya memang sedang ada kegiatan renovasi, jadi kami pikir tempatnya tutup karena sedang direnovasi. Tapi setelah dicek di Google, ternyata tutup permanen.
Alhasil, sore itu enggak jadi makan bakso. Tapi kalau sekiranya jadi pun, kami mungkin sampai lebih lama lagi tiba di hotel. Jadi ya sudah, mungkin memang baksonya belum berjodoh dengan kami sore itu.
Pengalaman menginap di beberapa hotel Swiss-Bel sebelumnya juga pernah saya tulis di blog ini. Kalau mau baca ceritanya, ada beberapa tulisan yang bisa dilihat di sini:
Sementara foto-foto dokumentasi di bagian ini merupakan momen halal bihalal keluarga besar tahun 2023 dan 2025 yang berlangsung di Swiss-Belresidences Kalibata. Foto tahun 2024 tidak ada karena waktu itu kami memang berhalangan hadir. Meski begitu, acara halal bihalal keluarga tetap berlangsung di hotel ini.
Berturut-turut mengadakan family gathering dalam rangka halal bihalal Lebaran di hotel ini, rasanya sudah cukup menjelaskan kenapa kami terus kembali ke Swiss-Belresidences Kalibata. Berarti memang ada rasa nyaman yang kami dapat selama beberapa kali datang ke sini.
Meeting yang Datang di Waktu yang Kurang Tepat
Malam itu sebenarnya saya ada jadwal meeting online lewat Teams pukul 19.00. Meeting ini dadakan. Seharusnya dijadwalkan sehari sebelumnya, tetapi karena ada peristiwa kedukaan, jadwalnya diundur. Dan, jadwal penggantinya ternyata pas banget dengan malam menginap.
Jadilah sore itu mulai was-was memikirkan jam makan. Waktu makan malam tentu saja harus berpapasan dengan jam meeting. Soalnya kalau sudah lapar, tidak bisa ditunda-tunda. Harus makan. Setelah salat magrib, kami langsung menuju restoran yang ada di lantai 2 dengan harapan bisa makan dulu, kemudian kembali ke kamar sebelum meeting dimulai.
Di restoran kami memesan soto ayam dan gado-gado. Porsinya ternyata cukup besar. Soal harga, sudah lupa persisnya berapa, tapi total makan bertiga malam itu kurang lebih Rp400 ribuan, sudah termasuk minum. Yang saya ingat air minum kemasan ukuran 300 ml harganya sekitar Rp38 ribuan. Nasgornya Rp 148.000/porsi.
![]() |
| Soto Ayam |
![]() |
| Gado-gado |
Sebenarnya malam itu ingin pesan tom yum. Tapi kata pelayannya, waktu memasaknya agak lama, kurang lebih 15–20 menit baru jadi. Buat kondisi biasa mungkin masih oke, tapi malam itu waktunya mepet.
Akhirnya saya pilih soto ayam yang katanya bisa lebih cepat. Ternyata ya enggak cepat-cepat banget juga. Jadilah makan malamnya buru-buru. Bukannya menikmati makanan dengan tenang, malah sambil lihat jam dan mikirin meeting.
Sebetulnya bisa saja sambil makan saya ikut meeting. Tinggal buka HP, matikan kamera, beres. Tapi rasanya kurang pas. Kalau sudah menyangkut urusan yang serius, saya lebih nyaman duduk dengan laptop di ruang yang tenang, supaya bisa fokus dan mengikuti pembicaraan dengan baik dari awal sampai selesai.
Ternyata soto ayam yang katanya bisa lebih cepat itu tetap butuh waktu juga. Waktu makan yang tadinya sudah mepet jadi makin sempit. Jadilah baru makan separuh, saya sudah harus meninggalkan meja.
Aisyah dan papanya tetap lanjut makan, sementara saya buru-buru naik ke lantai 5 menuju kamar, buka laptop, dan bersiap mengikuti meeting. Rencananya sih, nanti setelah meeting selesai mau turun lagi dan melanjutkan makan.
Alfamart yang Jadi Penyelamat
Nah, soal Alfamart ini menurut saya memang penyelamat banget. Kalau butuh jajan macam-macam, tinggal turun. Enggak perlu keluar dari kawasan hotel dan residence, apalagi harus mencari minimarket di luar. Buat tamu hotel tentu membantu, apalagi buat yang menginap bareng anak-anak.
Malam itu keberadaan Alfamart jadi sangat berguna karena anak-anak bisa beli makanan dan camilan untuk dibawa ke kamar. Mungkin karena di kawasan ini juga ada residence dengan banyak penghuni, keberadaan minimarket seperti ini memang terasa penting. Buat kami yang cuma menginap semalam, manfaatnya langsung terasa.
Setelah meeting, tadinya mau balik lagi ke resto untuk makan. Tapi begitu lihat jajanan anak-anak, kok jadi kepingin. Dari yang awalnya cuma kepingin, akhirnya ikut nyemil. Eh, lama-lama malah kenyang. Gak jadi makan lagi. Hahaha.
Connecting Room Deluxe untuk Keluarga
Malam itu anak-anak saya taruh di kamar yang satu bed supaya bisa tidur bareng dalam satu kasur. Sementara saya dan suami memilih kamar dengan bed terpisah alias twin bed. Hahaha.
Ya enggak apa-apa gak satu kasur, cuma semalam ini, kaaan. Masa mesti satu kasur terus. Daripada anak-anak yang tidur di kamar satu bed, nanti malah bingung yang satu tidur di mana. Kasurnya memang besar, tapi mereka bertiga juga enggak gede-gede amat badannya, jadi masih cukup.
Buat yang suatu hari mau pesan connecting room di Swiss-Belresidences Kalibata, ada baiknya sekalian tanyakan konfigurasi tempat tidurnya. Waktu itu saya sempat request supaya kedua kamar sama-sama queen bed, tetapi katanya tidak tersedia kalau connecting. Kalau mau queen bed semua, justru kamarnya tidak connecting. Mungkin memang karena konsep connecting room lebih banyak ditujukan untuk keluarga dengan anak-anak, jadi salah satu kamar dibuat dengan twin bed. Buat kami waktu itu enggak masalah juga. Yang penting dua kamar bisa tersambung dan anak-anak bisa tidur bareng di kamar sebelah.
![]() |
| Deluxe room Swiss-Belresidences Kalibata |
![]() |
| Queen bed Deluxe Room Swiss-Belresidences Kalibata |
Malam itu ternyata bukan cuma ada meeting dadakan. Ada juga kabar dadakan dari Alief yang bikin pikiran ikut ke mana-mana. Dia mengabari kalau badannya sedang kurang enak dan mungkin besok mau pulang ke BSD. Alief memang sedang tinggal di luar kota karena bekerja di sana.
Saya langsung tanya, sanggup nyetir sendiri atau enggak. Katanya kalau kondisinya tidak memungkinkan, dia akan disetiri temannya yang kebetulan sama-sama bekerja di kota itu dan sedang mau pulang ke rumah orang tuanya di BSD. Saya kenal dengan temannya ini, teman lama Alief sejak SD sampai SMP, begitu juga dengan orang tuanya.
Mendengar bakal ada yang menyetiri kalau besok jadi pulang, sedikit lega. Tapi namanya anak sedang kurang enak badan dan posisinya jauh di luar kota, tetap saja pikiran enggak bisa benar-benar tenang. Malam itu badan ada di hotel, sementara pikiran pergi jauh di luar kota.
![]() |
| View malam tiga tower Swiss-Belresidences Kalibata |
Sarapan Pagi di Swiss-Café
Pagi-pagi banget sih enggak. Sarapan di Swiss-Belresidences Kalibata mulai pukul 06.00, tapi kami baru turun sekitar pukul 08.00. Tempatnya di lantai 2, masih di area dining yang sama dengan restoran tempat makan malam sebelumnya. Ada area di dalam ruangan, tapi ada juga pilihan duduk di luar, di area balkon yang menghadap ke taman dan kawasan residence.
Untuk dua kamar yang kami tempati, jatah sarapannya sudah termasuk untuk empat orang. Karena kami berlima, tentu saja ada satu orang tambahan yang harus bayar.
Soal pilihan sarapan, cukup banyak. Konsepnya buffet dengan pilihan makanan Indonesia, Asia, sampai menu internasional, jadi tinggal pilih sesuai selera. Ada makanan berat, roti, telur, buah, sampai dessert. Pagi itu kami juga enggak berlama-lama karena setelah sarapan mau buru-buru berenang.
Lumayan, Dapat Diskon Sarapan
Nah, pas urusan sarapan ini malah ditawarin daftar SBEC Benefits, program loyalty dari Swiss-Belhotel. Daftarnya gratis dan kalau daftar sebagai tamu hotel bisa mendapatkan level Red Explorer dengan benefit diskon 20% untuk kamar dan dining. Lumayan juga karena keanggotaannya bisa dipakai di hotel-hotel Swiss-Bel lainnya.
Sarapan tambahan yang tadinya sekitar Rp150 ribu per orang, waktu itu saya bayar Rp105 ribu saja. Lumayan, kan. Jika ada tambahan sarapan beberapa orang, diskonnya jadi makin terasa.
Nah, ada satu hal lagi yang baru saya tahu pagi itu. Kalau makanan yang sudah diambil masih belum habis, bisa minta dibawakan ke kamar.
Bukan tamunya yang membawa sendiri, tapi nanti staf hotel yang mengantarkan. Kebetulan makanan anak dan keponakan masih ada, terutama dessert-nya.
Bukan karena sengaja mau dibawa ke kamar, tapi karena kami mau buru-buru berenang. Daripada dessert-nya ditinggal jadi mubazir, lebih baik dilanjutkan saja di kamar. Ternyata bisa.
Nyobain Kolam Renang Swiss-Belresidences, Cocok Buat Anak-anak dan Remaja Tanggung
Untuk berenang, kami turun ke lantai 3. Di lantai ini ada kolam renang hotel, spa, dan playground.
Playground-nya berada di area terbuka dengan lantai beralaskan karet. Jadi kalau anak-anak jatuh, enggak langsung berhadapan dengan lantai keras yang bikin sakit atau bikin lutut baret.
Ada perosotan juga, sementara orang tua bisa duduk berteduh di teras yang beratap sambil menunggu anak bermain.
Kalau cuaca sedang cerah, area playground ini memang cukup panas. Duduk di sini lumayan bikin keringetan. Tapi pemandangannya enak karena menghadap ke taman yang rimbun di area tengah antara hotel dan residence. Jadi meskipun panas, mata tetap dapat pemandangan hijau.
![]() |
| Playground di lantai 3 dilihat dari kamar kami di lantai 5 |
![]() |
| Tempat duduk di sebelah playground |
Kolam renang hotel letaknya persis di sebelah playground. Kolamnya tidak terlalu dalam, sepertinya memang lebih ditujukan untuk anak-anak dan remaja tanggung. Kalau orang tua mau ikut masuk, paling enak ya berendam atau menemani anak. Buat berenang serius, kurang cocok.
Menariknya, di bawah area taman yang rimbun tadi ada lagi kolam renang khusus residence. Ukurannya lebih luas dan ada bagian untuk orang dewasa. Jadi kawasan ini punya dua pilihan kolam dengan suasana yang berbeda. Kalau menginap di hotel bersama anak-anak, kolam di lantai 3 sudah cukup praktis karena tinggal keluar kamar dan turun sedikit. Sementara kolam residence lebih cocok kalau ingin area yang lebih luas. Tapi, sepertinya tamu hotel nggak boleh deh ke kolam renang residence.
Untuk fasilitasnya juga cukup lengkap. Ada kamar bilas dan handuk bersih sudah disediakan. Jadi enggak perlu repot membawa handuk dari kamar. Tinggal turun, ganti pakaian, lalu berenang.
Pagi di Kalibata, Pikiran ke Luar Kota
Pagi itu anak-anak menghabiskan waktu dengan berenang. Saya enggak ikut masuk ke kolam, lebih banyak berjalan-jalan di sekitar area sambil melihat mereka berenang santai dan menikmati suasana pagi. Kolam renang hotel sendiri memang buka sejak pukul 06.00 sampai malam, dan handuk sudah disediakan di area kolam. Jadi tinggal turun saja, enggak perlu repot bawa handuk dari kamar.
Meski anak-anak asyik berenang, pikiran saya tetap sesekali kembali ke Alief. Dari tadi terus memantau kabarnya dan memastikan kondisinya memungkinkan untuk pulang. Jadi pagi itu dua kegiatan berjalan bersamaan. Anak-anak tetap menikmati waktu berenang di hotel, sementara saya sesekali mengecek HP untuk melihat kabar dari anak yang sedang jauh di luar kota.
Sambil menunggu mereka, bisa melihat suasana Jakarta Selatan dari ketinggian. Dari area hotel juga sesekali terlihat kereta melintas di jalurnya. Pemandangan seperti ini yang kalau sedang santai jadi enak diperhatikan. Kota tetap sibuk di bawah sana, kereta datang dan pergi, sementara di lantai atas anak-anak sedang menikmati pagi dengan berenang santai.
Dari Kolam Renang, Kembali ke Kamar
Setelah cukup berenang, anak-anak kembali ke kamar. Dilanjutkan dengan mandi, bebersih, beberes pakaian, lalu menghabiskan camilan dan dessert yang tadi dibawa ke kamar dari sarapan. Namanya juga habis berenang, urusannya bukan cuma mandi. Ada baju basah, pakaian yang harus dibereskan, barang-barang yang mulai keluar dari tas, dan sisa makanan yang tadi belum selesai. Waktu pun berjalan tanpa terasa.
Sebenarnya urusan makan selama menginap di sini juga cukup gampang. Kalau mau makan, tinggal pesan ke restoran. Hotel menyediakan layanan makan di kamar, bahkan layanan in-room dining-nya tersedia 24 jam. Kalau cuma ingin jajan, tinggal turun ke Alfamart yang ada di area hotel dan residence. Mau pesan makanan dari luar juga lebih praktis. Waktu itu kalau pesan lewat GoFood, makanan diantar sampai ke satpam di luar. Setelah diberi tahu, tinggal turun mengambil pesanan.
Hal-hal kecil seperti ini yang bikin menginap bersama keluarga terasa lebih ringan. Enggak harus selalu keluar hotel kalau lapar, enggak harus mencari minimarket kalau tiba-tiba ingin jajan, dan kalau pesan makanan dari luar pun ada cara yang cukup mudah untuk mengambilnya. Ditambah staf hotel yang ramah dan cukup membantu selama kami menginap, rasanya memang ada banyak hal kecil yang membuat tinggal di sini jadi praktis.
![]() |
| Tangga ini sering jadi spot foto tamu hotel 😀 |
Waktunya Pulang
Tahu-tahu sudah mendekati waktu check-out. Padahal rasanya baru saja selesai sarapan, berenang, dan beberes kamar. Tapi memang begitulah kalau menginap cuma semalam. Baru mulai menikmati suasana, sudah waktunya memasukkan barang lagi ke koper.
Untungnya kabar dari Alief juga semakin baik. Kondisinya ternyata enggak separah yang sempat dikhawatirkan malam sebelumnya. Dia akhirnya pulang ke BSD dengan ditemani temannya yang menyetirkan. Setelah sampai rumah, istirahat dan periksa ke dokter, kondisinya berangsur membaik.
Kebetulan waktu itu long weekend, jadi ada waktu beberapa hari untuk benar-benar beristirahat. Begitu masuk hari kerja, Alief sudah bisa kembali lagi ke luar kota untuk bekerja. Alhamdulillah.
Sebagai orang tua, mungkin memang begini. Sedang berada di tempat yang menyenangkan, anak-anak menikmati waktu mereka, mestinya suasana hati ikut senang. Tapi begitu ada kabar salah satu anak kurang sehat dan posisinya jauh dari rumah, pikiran langsung terbagi dua. Badan tetap di hotel, sementara sebagian perhatian ikut pergi ke luar kota.
![]() |
| Di taman hotel, 2023. |
![]() |
| Di lobby hotel, 2026 |
Dari Kalibata Lanjut ke Depok
Siang itu setelah check-out, kami mengantar dua keponakan pulang ke Depok. Karena sudah masuk jam makan siang, sekalian saja cari tempat makan. Dari perjalanan tadi sudah mulai menimbang-nimbang mau makan apa. Akhirnya anak-anak memilih bakso dan mi ayam.
Akhirnya kami mampir ke warung bakso Si Bakso di Depok. Cerita soal makan siang ini ternyata punya cerita sendiri, jadi saya pisahkan dari tulisan ini. Ceritanya bisa dilihat pada postingan Instagram yang saya sematkan berikut ini:
Dan begitulah cerita satu malam di Swiss-Belresidences Kalibata. Awalnya cuma ingin menyelamatkan dua voucher yang hampir kedaluwarsa. Ternyata malah dapat kesempatan menghabiskan waktu bersama keluarga, tidur di dua kamar yang connecting, makan malam sambil mengejar meeting, sarapan santai, berenang, sampai sibuk memantau anak yang sedang berada jauh di luar kota. Banyak kejadian kecil dalam waktu yang sebenarnya singkat.
Dari pengalaman kali ini, yang paling terasa justru kemudahannya. Mau makan tinggal turun ke restoran atau pesan ke kamar, mau jajan tinggal ke Alfamart, mau berenang ada kolam dan playground, sementara dari beberapa sudut hotel masih bisa menikmati pemandangan kawasan Jakarta Selatan dan kereta yang sesekali melintas. Semuanya cukup mudah dilakukan tanpa harus banyak keluar dari kawasan hotel.
![]() |
| Di Swiss-Belresidences Kalibata dari masa ke masa. Kiri: Foto tahun 2023. Kanan: Foto tahun 2025 |
Kalau nanti ada voucher Swiss-Bel lagi yang hampir kedaluwarsa, mudah-mudahan enggak sampai kejadian lupa seperti yang satu ini. Tapi kalau akhirnya malah membawa kami kembali menginap, ya mungkin bukan masalah juga.


.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)
.jpg)



.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)


