Hape Gaming Ini Bisa Jadi Teman yang Asyik di Tiap Perjalanan

Asyikin aja

Apakah hidup ini selalu asyik? Nggak. Tapi kita bisa membuat yang nggak asyik jadi asyik dengan melakukan kegiatan-kegiatan mengasyikan, bahkan di saat nggak asyik.

Cerita yang aku bagikan dalam tulisan berikut ini adalah penggalan dari beberapa perjalanan kecilku. Aku menyebutnya sebagai pernak-pernik asyik yang menyertai asyiknya aku melakukan hobi berfaedah. Aku membaginya untuk mengatakan bahwa hidup ini harusnya diasyikin aja.

Zenfone Max Pro M1, Teman Asyik di Setiap Perjalanan

Asyiknya jadi travel blogger

Suamiku senang sekali mengulang pertanyaan ini padaku: “Mama, me time-nya nanti mau ngapain?” Dan aku senang sekali mengulang jawaban ini padanya: traveling, menulis, dan mengambil gambar (foto). “Kalau we time berdua dengan papa, maunya ngapain?” tanyanya lagi. Jawabanku tetap sama: traveling, menulis, dan mengambil gambar (foto) 😂 

Me time atau we time, kegiatan favoritku tetap sama. Dan, aku menjadikan traveling, menulis, memotret bukan lagi sebatas hobi, atau pun hiburan personal, tapi sudah sebagai passion yang menghasilkan. Itu kenapa aku menjadi travel blogger profesional.

Asyiknya jadi travel blogger itu, bila sedang merasa resah, jenuh dengan rutinitas, atau merasakan ketidaknyamanan yang disebabkan oleh faktor eksternal, tinggal diasyikin aja dengan jalan-jalan, ngeblog, dan hunting foto seharian. Langsung bubar jalan deh semua hal yang nggak menyenangkan itu 😄

Kapan pun dan di manapun, asyikin aja  -  Zenfone Max Pro M1

Asyiknya bermain game

Sabtu dini hari (17/11/2018) kami berangkat ke Belitung. Jadwal pesawat dari Soekarno Hatta pukul 08:25, dan kami sudah check-in sejak 06:15. Ada waktu cukup panjang sebelum boarding. Sarapan sudah, ngobrol sudah, menelpon anak-anak sudah, mengerjakan beberapa hal di sosmed juga sudah. Lalu mau ngapain lagi? Main game!

Suamiku merogoh saku celananya, dikeluarkannya smartphone ASUS Max Pro M1. Ia duduk santai menyilangkan kaki di bangku tunggu, dan mulai membuka aplikasi game AOV. Tak lama, ia tenggelam dengan keasyikan bermain selama hampir 2 jam. Aku duduk di sebelahnya, menyimak permainan yang dimainkan, dan menegurnya untuk segera berhenti ketika panggilan boarding telah tiba. 

Seberapa gregetnya suamiku main game? Disuruh masuk pesawat dia dengan cueknya berkata: “Suruh pesawatnya tunda dulu sampai game yang aku mainkan selesai”. 😎

Asyikin aja main game pakai smartphone limitless gaming - Zenfone Max Pro M1

Asyiknya nonton drakor

Sabtu siang jelang petang (24/11/2018), aku dan suamiku bersantai di sebuah hotel di Lampung. Ingin tidur tak ada kantuk, ingin ngemil tak ada sinyal lapar. Adanya, suami yang senyum-senyum nonton film di channel TV luar. Aku sudah nonton film yang ditontonnya itu, jadi aku tak tertarik untuk nonton ulang. Jadi, aku ngapain? Nonton drakor!

About Time. Ini drama Korea ke-7 yang aku tonton tahun ini. Saat ini aku sedang asyik mengikuti alur ceritanya. Baru 7 drama hmm....masih terbilang sedikit ya. Mungkin karena aku menonton hanya saat benar-benar senggang. Kapan dan di mana nontonnya tak tentu. Sesenggangnya waktuku, seinginnya aku. Tapi yang jelas aku nontonnya di smartphone ASUS Max Pro M1. Hape yang nggak bikin kesal karena gangguan ngelag saat nonton. Layarnya yang lega juga sudah didukung resolusi layar yang tinggi, sehingga terlihat detail dan enak dipandang.

Seberapa gregetnya aku nonton drakor? Siang-siang diajakin suami “ngamar”, akunya sedang nonton drakor, lalu aku bilang begini: “Tunggu drakornya kelar sampai episode 14 ya, Pa.”  😜

Asyikin aja nonton drakor di hape berlayar luas -  Zenfone Max Pro M1

Asyiknya memotret

Sabtu siang (23/11/208) di sebuah rumah makan di Lampung, aku dan suamiku makan siang dengan Nasi Garonk dan Nasi Jombang. Nasi garonk bikin aku penasaran. Apakah seperti garong? What is Garonk? Yang jelas bukan garong kucing. 😂

Nasi garonk dan nasi jombang tersaji. Seperti biasa, ritual sebelum makan ala netijen zaman now macam aku adalah foto-foto dulu. Setelah puas, baru makan. Kadang, keinginan memotret makanan mengalahkan keinginan untuk bersegera makan. Rasa lapar dinomor duakan, foto didahulukan. Owh....perilaku ini sungguh berbahaya jika sudah berlebihan 😛

Mengambil gambar sudah menjadi bagian dari kegiatan traveling, apalagi buat seorang travel blogger, gambar bagus itu penting. Cerita perjalanan akan sempurna bila disertai gambar yang menarik. 

Bagaimana dengan kamera ZenFone Max Pro M1? Tak mengecewakan. Aku sempat norak-norak bergembira dengan fitur depth effect-nya yang bikin background foto jadi bokeh. Kemudian, kenorakan itu didukung oleh baterai tahan lama, membuat kegiatan ambil foto bisa dilakukan seharian. 😍

Asyikin aja motret makanannya -  Zenfone Max Pro M1


Asyiknya pakai ZenFone Max Pro M1

Bersosial media, menikmati hiburan, terhubung dengan orang-orang, memotret, bahkan main game, Zenfone Max Pro M1 mampu bikin hidup yang sudah asyik jadi makin asyik. Kalau untuk urusan main game sih jangan ditanya lagi, hape ini memang juaranya! 

Kehebatan Zenfone Max Pro M1 terletak pada baterai 5000mAh. Dengan kapasitas sebesar ini, gaming bisa lebih lama. Ambil foto bisa seharian. Nonton drama Korea tidak usah sambil ngecas

Selain unggul dengan baterai, Snapdragon 636-nya karena pakai SoC itu, main game bisa lebih lancar. Detail game bisa lebih bagus seperti di PUBG Mobile bisa keluar setting high. Sementara di hape sekelasnya yang lain belum bisa.  Snapdragon 636 juga punya image processing baru yang bikin hasil foto blur buat potrait lebih bagus. Kalo nonton drakor juga dijamin nggak ngelag.

Hanya itu keunggulan ZenFone Max Pro M1? Tentu tidak. Fitur mumpuni lainnya dari hape gaming ini dapat dibaca selengkapnya di sini: ZenFone Max Pro M1 (klik)

ASUS Zenfone Max Pro M1

Keseharian kita kadang memang nggak selalu asyik, tapi selama bisa dibuat asyik, yakin deh bakal asyik-asyik saja. 

Aku senang dengan hobi yang kumiliki, apalagi ketika melakukannya ditemani oleh seseorang atau sesuatu yang asyik. Seperti suami dan hape limitless gaming yang aku ceritakan, keduanya adalah teman paling cocok! Sama-sama kuat dan tahan lama, membuatku bisa berlama-lama melakukan beragam aktivitas menyenangkan 😉

Apa cerita asyikmu bersama ZenFone Max Pro M1?




Terpesona Kemeriahan Festival Tanjung Kelayang 2018 dan Berpartisipasi Sebagai Juri Lomba Vlog Pariwisata Belitung

Festival Tanjung Kelayang 2018 - Alhamdulillah kembali bertandang ke Belitung. Kali ini berkunjung atas undangan Dinas Pariwisata Kabupaten Belitung dalam rangka menjadi juri Lomba Vlog Pariwisata yang menjadi rangkaian kegiatan Festival Tanjung Kelayang 2018. Selama 4 hari 3 malam sejak Sabtu (17/11/2108) hingga Selasa (20/11/2018) saya berada di Belitung, berwisata mengunjungi beberapa destinasi, serta turut larut dalam kemeriahan festival yang menjadi ajang promosi Belitung. Sangat berkesan! 

Festival Tanjung Kelayang 2018 - Belitong 15-19 November 2018
Festival Tanjung Kelayang 2018 - Belitong 15-19 November 2018 (dokumen pribadi)

Juri Lomba Vlog Pariwisata

Pada akhir bulan September, tepatnya 29/9/2018, Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Belitung, Bapak Rohili, menyampaikan undangan kepada saya untuk menjadi juri Lomba Vlog Pariwisata yang digelar dalam rangka kegiatan Festival Tanjung Kelayang 2018. 

Penunjukkan tersebut agak mengejutkan saya, karena datangnya tiba-tiba. Tapi kemudian saya ingat, 3 hari sebelumnya saya baru saja menghadiri event Direct Promotion Belitong di Hotel Luminor Jakarta (26/9/2018). Di sana saya bertemu dan berkenalan dengan beberapa orang dari dispar Belitung, kominfo Belitung, para pemilik tour di Belitung, dan para penggiat wisata Belitung. Mungkin dari sana Pak Rohili mengetahui tentang saya, lalu menghubungi dan meminang jadi juri. 

Lomba Vlog Pariwisata Belitung

Awalnya, saya hanya diinfo bahwa lomba yang digelar bertema Destinasi Pariwisata Kabupaten Belitung. Untuk periode lomba dimulai sejak bulan September hingga 16 November 2018. Artinya, saat saya diminta jadi juri, lomba telah berjalan. Mengenai saya akan diundang datang  ke Belitung, sama sekali tidak ada dalam dugaan. Jelang Launch Festival Tanjung Kelayang di Gedung Sapta Pesona Kemenpar RI Jakarta (05/11/2018), barulah saya diinfo bahwa nantinya akan diundang ke Belitung. 
Baca juga: Direct Promotion Belitung | Lomba Vlog WAUU Belitung | Festival Tanjung Kelayang 2018

Direct Promotion Belitung | Lomba Vlog WAUU Belitung | Festival Tanjung Kelayang 2018 - Hotel Luminor Jakarta (26/9/2018) - (Dokumen pribadi)

Undangan menjadi juri saya sambut dengan senang hati. Apalagi, tema lombanya memang sesuai dengan kegiatan saya sebagai travel blogger. Saya tak sendiri. Ada Mas Setiadi Darmawan, yang biasa dipanggil Kiat, juga menjadi juri. Cek IG Mas Setiadi di @setiadidarmawan

Mas Setiadi adalah fotografer profesional Kementerian Pariwisata yang karya foto dan videonya terpajang di mana-mana. Penasaran nggak foto pariwisatanya ada di mana saja? Hmm...maaf rahasia. Sebab, Mas Setiadi bukan tipe orang yang gemar mempublikasikan diri hehe. Jadi saya ikut diam, cukup tahu saja. Yang pasti, bagi saya adalah sebuah kehormatan dapat berduet dengan seorang seniman foto yang luar biasa. 

Mas Edo, saya, Mas Setiadi, dan Mas Arif

Festival Tanjung Kelayang 2018

Tanjung Kelayang adalah pantai paling populer di Kab. Belitung. Nama pantai inilah yang digunakan sebagai nama festival yaitu Festival Tanjung Kelayang. Menurut Pak Rohili, gelaran festival di Belitung sudah pernah diadakan sebelumnya, tapi bukan bernama Festival Tanjung Kelayang. Jadi, baru tahun 2018 inilah ajang promosi Belitung dengan nama Festival Tanjung Kelayang untuk pertama kalinya diselenggarakan.

Sesuai namanya, Festival Tanjung Kelayang dipusatkan di Pantai Wisata Tanjung Kelayang, Kabupaten Belitung. Digelar selama 5 hari sejak 15-19 November 2018, festival ini menyajikan berbagai acara antara lain Parade Pelangi Budaya, Fashion Show Batik Daerah, Fun Run On The Beach, Bersih Pantai, Lomba Lari 10K, Lomba Vlog Pariwisata, Lomba Lukis, Pagelaran Kesenian, Lomba Layang-Layang, Seminar Geopark, Kolaborasi Musik Tradisional & Modern, Pesta Kembang Api & Lampion, Festival Kuliner, Pameran Produk KUKM, Workshop dan Seminar Kebaharian, serta Festival Obor. 

Festival Tanjung Kelayang 2018 - Belitong 15-19 November 2018
Festival Tanjung Kelayang 2018 - Belitong 15-19 November 2018

Sebelum pagelaran, festival diluncurkan terlebih dahulu di Jakarta, tepatnya di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor Kementerian Pariwisata, pada Senin (5/11/2018). Saya pun diundang oleh Pak Rohili untuk hadir di acara peluncuran. Alhamdulillah bisa hadir dan menyaksikan. 

Acara peluncuran dilakukan oleh Sekretaris Kementerian Pariwisata Ukus Kuswara dan Staf Ahli Menteri Pariwisata Bidang Multikultural Esthy Reko Astuty bersama Bupati Belitung H. Sahani Saleh. Saya masih ingat bagaimana Ibu Esthy sangat mengapresiasi acara peluncuran penyelenggaraan Festival Tanjung Kelayang sebagai upaya memperkuat unsur 3A (atraksi, amenitas, dan aksesibilitas) khususnya unsur atraksi budaya (culture), alam (nature) dan buatan manusia (manmade) sebagai bagian penting dalam mengembangkan destinasi Tanjung Kelayang. 

Launching Festival Tanjung Kelayang di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor Kementerian Pariwisata, pada Senin (5/11/2018) -  Dokumen pribadi

Bersama Ibu Esthy Reko dari Kemenpar dan Bapak Rohili dari Dispar Belitung di acara Launching Festival Tanjung Kelayang di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor Kementerian Pariwisata, pada Senin (5/11/2018) -  Dokumen pribadi

Top 100 Calendar of Event (CoE) Wonderful Indonesia 2018

Belitung boleh berbangga, sebab Festival Tanjung Kelayang 2018 masuk dalam Top 100 Calendar of Event (CoE) Wonderful Indonesia 2018 dan mendapat dukungan Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Penyelenggaraannya bertujuan untuk mempromosikan Tanjung Kelayang yang telah ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata di Provinsi Bangka Belitung dan menjadi salah satu di antara 10 destinasi pariwisata prioritas (DPP) yang dikembangkan sebagai "Bali Baru" dalam upaya mendukung target kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia dan pergerakan 270 juta wisatawan nusantara (wisnus) di Tanah Air pada 2019.

"Festival Tanjung Kelayang 2018 sebagai ajang mempromosikan Belitung yang memiliki KEK Tanjung Kelayang sebagai salah satu destinasi pariwisata prioritas yang dikembangkan menjadi destinasi kelas dunia dengan wisata bahari sebagai daya tarik utamanya," ujar Ibu Esthy. 

Staf Ahli Menteri Pariwisata Bidang Multikultural Esthy Reko Astuty
Staf Ahli Menteri Pariwisata Bidang Multikultural Esthy Reko Astuty hadir di acara penutupan Festival Tanjung Kelayang, Senin (19/11/2018) - (dokumen pribadi)

Hal senada juga dijelaskan oleh Bupati Belitung, H Sahani Saleh, bahwa penyelenggaraan FTK 2018 selain sebagai upaya mempromosikan potensi pariwisata Belitung, juga dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan ke Belitung. Dikatakannya lebih lanjut, pada 2017 Belitung telah dikunjungi 379.274 wisatawan, terdiri atas 9.358 wisman dan 369.916 wisnus. 

"Kunjungan wisman ke Belitung terbanyak dari Korea, China, Malaysia, Singapura, dan Jepang sebagai top 5, serta Australia, India, AS, Jerman, dan Inggris," kata Sahani Saleh. 

Sektor pariwisata, menurut Sahani Saleh, menjadi sektor andalan dalam menyejahterakan masyarakat Belitung. "Kontribusi pariwisata Kabupaten Belitung terhadap pembangunan pada 2017 sebesar 34,59 persen atau mencapai sekitar Rp 16,4 miliar. Dengan ditetapkannya Tanjung Kelayang sebagai destinasi prioritas, pariwisata Belitung akan cepat maju serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat," sambung Sahani. 

Bupati Belitung, H Sahani Saleh -  Festival Tanjung Kelayang, Senin (19/11/2018) - Dokumen pribadi

Proses Penjurian Lomba Vlog

Saya dan Mas Setiadi tiba di Belitung sejak Sabtu pagi (17/11/2018). Saya berdua suami, sedangkan Mas Setiadi bersama temannya, Mas Edo. Kami menginap di Hotel Grand Hatika, di kamar executive yang dipesan oleh Dispar Belitung. Hari Sabtu belum ada kegiatan. Jadi, saya memilih pergi jalan-jalan ke Pulau Leebong bersama suami. Sedangkan Mas Setiadi memilih ke Pantai Tanjung Kelayang. Hari Minggu kami berempat jalan-jalan ke Bukit Berahu, Pantai Tanjung Kelayang, dan Pantai Tanjung Tinggi. Senin saya hopping island Tanjung Kelayang berdua saja dengan Mas Arif. Alhamdulillah senang. Serius menjadi juri iya, jalan-jalan asyik juga iya.

Sabtu malam kami bertemu Pak Rohili di Kantor Dispar Kab. Belitung. Di sana kami berjumpa dengan para panitia dari dispar untuk melihat video para peserta lomba. Nah, karena videonya banyak, dan adanya di channel youtube peserta, jadi perlu internet yang kencang untuk menonton videonya satu persatu. Pastinya nih, itu video harus ditonton dengan teliti dan sudah tentu akan agak lama waktu untuk menyelesaikannya. Karena itulah, file daftar peserta akhirnya kami copy. File untuk Mas Setiadi dicopy ke USB dan untuk saya dicopy ke laptop, kemudian penjurian kami kerjakan di hotel.

Keliatan nggak 5 file video yang sedang aku buka? Itu video para juara lomba vlog! 😍 (inframe ZenBook UX331UAL)

Lomba Vlog dibuka untuk nasional. Siapa saja yang pernah nge-vlog di Belitung, boleh ikut berpartisipasi. Karena itulah informasi lomba dipublikasi di berbagai media, termasuk lewat medsos dan blog saya. Peserta lomba yang terdaftar sekitar 50-an orang. Ada yang mengirim 1 video saja, ada yang sampai 3 video. Teman-teman blogger yang saya kenal juga ikut serta, seperti Mbak Dian, Leon, dan Roellah. Saat hasil pemenang keluar, ternyata ketiganya belum beruntung. Tetap semangat ya teman-teman. 

Kriteria penjurian meliputi kesesuaian tema, konsep, kualitas video, alur, daya tarik, dan pastinya memenuhi unsur utama sebuah vlog yaitu si vloggernya ada dalam video dan berbicara/bernarasi mengenai destinasi yang ditampilkan. Nah, sebagian besar peserta sudah memenuhi kriteria tersebut. Hanya beberapa saja yang belum, misal dalam video vloggernya tidak muncul dan tidak berada di lokasi destinasi. 

Video para pemenang lomba vlog diputar dan ditampilkan di layar saat acara penutupan Festival Tanjung Kelayang, Senin (19/11/2018)

Ada satu hal lagi yang wajib jadi perhatian peserta lomba yaitu destinasi yang ditampilkan hanya meliputi destinasi yang ada di Kabupaten Belitung. Sayangnya nih, banyak video bagus yang sudah siap jadi juara, tapi ternyata ada yang menyelipkan objek wisata yang ada di Belitung Timur seperti Museum Andrea Hirata, Replika SD Laskar Pelangi, Vihara Dewi Kwan Im, dan tempat-tempat lainnya di luar Kab. Belitung. 

Jika lomba vlog ini digelar lagi tahun depan, semoga calon peserta sudah bisa membedakan mana destinasi wisata di Belitung dan mana yang di Belitung Timur. 

Closing ceremony Festival Tanjung Kelayang 2018, Senin 19/11/2018
Closing ceremony Festival Tanjung Kelayang 2018, Senin 19/11/2018 (dokumen pribadi)

Closing Ceremony Festival Tanjung Kelayang 2018

Pemenang Lomba Vlog Pariwisata diumumkan hari Senin malam (19/11/2018) saat acara penutupan Festival Tanjung Kelayang. Acara ini dilaksanakan di Pantai Tanjung Kelayang, dan dihadiri sejumlah pejabat provinsi dan kabupaten. Dari Kemenpar RI hadir ibu Esthy Reko Astuty, selaku staf ahli menteri bidang Kultural Kemenpar RI, sekaligus ketua pelaksanaan Calendar Of Event 2018. 

Sejumlah mahasiswa dari IPB, Universitas Osaka Jepang, Universitas Kanazawa Jepang, Universitas Putera Malaysia, dan Universitas Kasersat Thailand turut diundang dalam gala dinner dan acara penutupan Festival Tanjung Kelayang. Kebetulan saya satu meja dengan mereka, jadi sempat ngobrol tentang kegiatan mereka selama di Belitung.

Closing ceremony Festival Tanjung Kelayang 2018, Senin 19/11/2018 (dokumen pribadi)

Para tamu undangan dan masyarakat yang hadir di acara Closing ceremony Festival Tanjung Kelayang 2018, Senin 19/11/2018 (dokumen pribadi)

Meriah! Closing ceremony Festival Tanjung Kelayang 2018, Senin 19/11/2018 (dokumen pribadi)

Bersama para mahasiswa dari IPB, Universitas Osaka Jepang, Universitas Kanazawa Jepang, Universitas Putera Malaysia, dan Universitas Kasersat Thailand - (dokumen pribadi)
Masyarakat Belitung yang hadir untuk menyaksikan kemeriahan acara terlihat membludak. Kerumunan terlihat di tribun, pendopo, pelataran sekeliling panggung, hingga area pantai. Sangat ramai! 

Sejumlah acara hiburan disajikan, sebagai perayaan sebuah ajang promosi yang tak tiap hari diselenggarakan. Mulai dari fashion show, tarian selamat datang khas Belitung, tari tradisional, tari kontemporer, lampion dan kembang api, fashion show dari Bangka, tarian Bunga Betanjung, serta penampilan pedangdut Irma Dhramawangsa yang berhasil membuat masyarakat Belitong heboh bergoyang. 

Selain hiburan, ada pula sesi penyerahan cinderamata, hingga pengumuman lomba Vlog.

Tarian Selamat Datang (dokumen pribadi)

Tarian Bunga Betanjung (dokumen pribadi)

 Fashion Show Batik Belitung

Fashion show Batik Belitung yang tampil di awal acara, jadi daya tarik tersendiri. Penampilan ini ditujukan untuk mengenalkan potensi dan keindahan Pulau Belitung melalui brand lain berupa batik. 

Belitung memiliki motif batik sendiri. Inspirasi motif batiknya diambil dari alam yang ada di Belitung yaitu dari beberapa tumbuhan yang mulai langka di Belitung seperti Simpor, Keremunting, dan Ketuyut atau Ketakong. Saya pribadi, baru mengenal Batik Simpor saja. Awal kenalnya saat pertama kali ke Belitung pada bulan September 2015. 

Saat itu, saya dibawa oleh guide singgah ke sentra batik Simpor di Belitung Timur. Pertama kali melihat saya langsung suka, dan akhirnya saya beli 1 untuk dimiliki. Hingga saat ini, kain batik itu masih ada. Kerap saya bawa setiap jalan-jalan ke pantai, termasuk saat ke Belitong kali ini. 

Batik-batik Belitung yang ditampilkan melalui fashion show sangat indah dan menginspirasi. Dari keindahannya itu terlihat jelas kreativitas dan produktivitas Belitung sangatlah tinggi.  Untuk batik cetak harganya relatif murah dengan label tertinggi Rp400.000,- per meter. Sedangkan produk busana dihargai kisaran Rp300.000,- untuk versi tulis, dan Rp175.000,- untuk batik versi cetak. 

Batik Sepiak dan blouse Ecoprint by Sepiak (dokumen pribadi)

Fashion Show (dokumen pribadi)

fashion show festival tanjung kelayang
Fashion Show Demahen (dokumen pribadi)

Batik Belitung memiliki karakter kuat dan indah 

Kekaguman saya pada Batik Belitung terletak pada karakternya; kuat dan indah. Batik Belitung memiliki karakter yang sangat kuat karena mengadopsi dari berbagai potensi yang ada di Belitung. 

Ada yang pernah melihat keremunting? Saya belum pernah. Nah, motif Keremunting ini diadopsi dari buah hutan dan bisa dimakan yang memiliki ciri warna ungu. Motif Keremunting biasanya ditampilkan lengkap meliputi daun, buah, dan cabang. Keindahan motif batik ini bisa dibuat dengan cara tulis dan cetak. 

Motif Daun Simpor. Motif ini banyak digunakan dalam keseharian masyarakat Belitung. Daun Simpor banyak digunakan masyarakat sebagai alat pembungkus. Saya menjumpai daun simpor ini sebagai alas piring makanan mie Belitung, juga pada pepes ikan yang saya makan di restoran. 

Motif lainnya Ketuyut atau Ketakong (familiar sebagai Kantung Semar) dan motif alat musik Kecapi atau Dambus. Seiring pengembangannya, ada juga motif Kerang, Pelanduk (Kancil), hingga Bunga Sepatu. Tercatat ada 19 motif. Motif-motif tersebut dikembangkan D’Mahen. 

Kain yang saya kenakan ini Batik Belitung motif Simpor. Saya beli tahun 2015, dan masih saya pakai saat lompat pulau mengunjungi Batu Burung Garuda, Senin 19/11/2018.

Parade Dangdut

Selama gelaran festival, Pantai Tanjung Kelayang sukses menyedot perhatian banyak orang. Sebagai wisatawan, saya ke pantai ini untuk menikmati kemegahan batu-batu raksasa yang terhampar di pantai-pantainya. Selain itu, tentu untuk menyaksikan beragam penampilan budaya.

Nah, di pantai ini ada sebuah panggung besar dengan lighting dan sound terbaik disediakan untuk menguatkan pesta. Di panggung inilah 3 artis dangdut hadir sepanjang dua malam terakhir, di antaranya Bobby Bollywood dan Astri Krakatau yang manggung pada Minggu (18/11/2018) malam. Lalu, saat closing ceremony festival pada Senin (19/11/2018) ditutup oleh aksi pedangdut Irma Dharmawangsa. Selama acara ini berlangsung, pengunjung ikut bergoyang sampai puas mengikuti irama musik dangdut. 

"Musik dangdut sangat lekat dengan masyarakat Belitung. Parade musik ini berhasil menjadi atraksi terbaik. Festival Tanjung Kelayang juga menampilkan beragam kekayaan seni dan budaya Nusantara. Secara overall, festival ini menarik untuk dinikmati," pungkas Ibu Esthy.

Malam itu, Ibu eshty Reko Astuti beserta Bupati Belitung ikut bergoyang bersama Irma Dharmawangsa. 

Pedangdut Irma Dharmawangsa menggoyang Belitung dengan 5 lagu dangdut populer masa kini (dokumen pribadi)

Pejabat daerah dan kementrian turut bergoyang 😃 (dokumen pribadi)

Kembang Api di Akhir Acara

Malam yang heboh, meriah, dan penuh kesan. Semakin berkesan dengan adanya kembang api di akhir acara. Dengan demikian, maka usai sudah seluruh rangkaian kegiatan festival. Dan sebelum benar-benar usai, pemenang juara lomba vlog akhirnya diumumkan. 

Sebetulnya, video para pemenang telah ditayangkan di layar besar sejak acara di mulai. Jadi, sudah bisa ditebak siapa saja pemenangnya. Saat nama-nama pemenang disebutkan, mulai dari juara 1, langsung terdengar sorak sorai. Ramai sekali. 

Saya kira berasal dari kelima pemenang, ternyata hanya dari si juara 1 yang terdiri dari sekelompok anak muda yang malam itu jadi penari. Sedangkan juara 2 sampai 5, tidak berada di lokasi acara. Mudah-mudahan yang tidak hadir tergerak untuk mengecek sendiri nama-nama pemenangnya di website dispar Belitung. 

Kembang Api mewarnai langit di atas Pantai Tanjung Kelayang (dokumen pribadi)

Malam nan meriah dan penuh sukacita

Akses ke Belitung

Alhamdulillah aksesibilitas menuju Belitung saat ini semakin bagus. Ada sejumlah maskapai yang memiliki rute penerbangan ke Belitung dengan jadwal terbang beberapa kali dalam sehari. Bahkan, kini bandara H.A.S Hanandjoeddin di Tanjung Pandan Belitung sudah menjadi bandara internasional. 

Seperti yang sudah diberitakan, wilayah ini sudah didukung dengan aksesibilitas flight langsung dari Singapura sejak Senin (29/10/2018). Rute ini dikembangkan Garuda Indonesia dengan armada Bombardier CRJ-1000 yang berkapasitas 96 seats, dan melayani 4 kali penerbangan dalam sepekan, yaitu Seni, Rabu, Jumat, dan Minggu. Terhubung dengan Singapura tentunya memberikan efek sangat positif bagi pariwisata Belitung.  

Bandar udara H.A.S Hanandjoeddin

Bagi yang ingin menyaksikan keindahan alam dan keragaman budaya Belitung, berkunjung saat festival akan mendapatkan nilai lebih. Atraksi seni dan budaya, kuliner, fashion, aneka produk UMKM, bahkan tawaran-tawaran menarik paket wisata bisa didapatkan selama gelaran festival. Buat yang ingin menyaksikan festival ini tahun depan, bisa diagendakan dari sekarang.  

Jalan-jalan Belitung

Belitung Wisata Kelas Dunia

Festival Tanjung Kelayang 2018 sangat meriah. Pengunjungnya banyak. Masyarakat dan wisatawan terlihat bergembira dan sangat menikmati suasana di Tanjung Kelayang. Kabarnya, pada hari ke-4 Festival Tanjung Kelayang telah dikunjungi lebih dari 25.000 wisatawan. 

Hal tersebut menunjukkan betapa festival ini berhasil menyedot perhatian nasional dan dunia internasional. Sebuah pertanda bahwa dunia makin mengakui Belitung sebagai sebuah destinasi yang selalu menjadi rujukan terbaik liburan wisatawan mancanegara dan wisatawan Nusantara. 

Welcome to Belitung
Welcome to Belitung

Bagi saya sebagai wisatawan, memanjakan diri dengan semua jenis kemegahan tropis yang ada di Belitung, kini semakin sempurna dengan berbagai fasilitas yang memudahkan. Seperti penginapan, hotel-hotel tematik dan vila-villa eksklusif tampak terus dikembangkan untuk memenuhi semua kebutuhan. 

Sistem transportasi terintegrasi memungkinkan saya jadi mudah menjelajahi setiap jengkal area. Melompat ke pulau-pulau terdekat juga jadi lebih mudah. Selain keajaiban alamnya yang luar biasa, kesempatan untuk menjelajahi budaya unik Belitung dan merasakan keramahan masyarakat setempat pun semakin mudah didapat. 

Parade Pelangi Budaya Tanjung Kelayang
Parade Pelangi Budaya Tanjung Kelayang, Minggu 18/11/2018 (dokumen pribadi)

Parade Pelangi Budaya Tanjung Kelayang
Parade Pelangi Budaya Tanjung Kelayang, Minggu 18/11/2018 (dokumen pribadi)

Parade Pelangi Budaya Tanjung Kelayang
Parade Pelangi Budaya Tanjung Kelayang, Minggu 18/11/2018 (dokumen pribadi)

Parade Pelangi Budaya Tanjung Kelayang
Parade Pelangi Budaya Tanjung Kelayang, Minggu 18/11/2018 (dokumen pribadi)

Selain Tanjung Kelayang, Negeri Laskar Pelangi memiliki Pulau Lengkuas, Batu Garuda, Pantai Tanjung Tinggi, atau Pulau Batu Berlayar. Daftar eksotisme Belitung pun semakin panjang dengan Pulau Leebong, Pulau Pasir, Pantai Nyiur Melambai, hingga Dermaga Kirana. 

Yang membuat saya kagum adalah pantai-pantai dan perairan di Belitung sangat bersih sehingga selalu nyaman untuk dikunjungi. Pulau-pulaunya pun demikian. Terjaga dari sampah-sampah. Bila pun ada sampah, biasanya dari pengunjung yang sembarangan membuang. Lalu, para guide, atau tukang perahu lah yang memungutinya. Saya beberapa kali memergoki hal tersebut. 

Penduduk dan pelaku wisata lokal tampak sudah sadar wisata, oknum pengunjungnya lah yang kadang perlu diperingatkan. Tapi syukurlah, sependek saya baru 5 kali ke Belitung, mata saya masih dimanjakan dengan kondisi pantai yang secara keseluruhan selalu bersih.

festival tanjung kelayang 2018
WAUU Belitung! - Pantai Tanjung Kelayang (dokumen pribadi)

Ada nggak sih yang tidak menyenangkan dari Belitung? Bagi saya tak ada. Sudah lima kali saya ke Belitung, belum saya temukan hal-hal yang mengecewakan hati. Malah, semakin asik, seru, dan menggembirakan. Selalu dapat pengalaman baru yang berkesan dan sarat kenangan manis.

Perjalanan ke Tanjung Kelayang di saat festival memberi saya pengalaman liburan yang belum pernah saya alami sebelumnya.  

Tahun depan datang yuk! 

Liburan mengesankan di Belitung!  @ Pulau Leebong (dokumen pribadi)