Daftar Harga yang Harus Anda Keluarkan Saat Berlibur di Labuan Bajo

14.00 Add Comment
Liburan Labuan Bajo - Sebagai kota pelabuhan dan terpenting di daerah Nusa Tenggara, kawasan Labuan Bajo punya banyak sekali objek wisata menarik. Diantaranya Pantai Pede, Pantai Gorontalo, Puncak Waringin, Gua Batu Cermin. Ada pula beberapa objek wisata di pulau-pulau sekitarnya, seperti Wae Cicu, Pulau Bidadari, hingga yang paling terkenal di seantaro dunia, Taman Nasional Komodo.

Berlibur di Labuan Bajo

Saat berada di sana, Anda dapat melakukan rekreasi bawah laut seperti diving atau snorkeling. Sementara buat Anda yang hobi trekking sembari melihat keindahan alam, dapat melancong ke desa adat Liang Ndara dan Todo.

Sebelum berangkat ke kawasan yang dicanangkan pemerintah sebagai salah satu dari empat destinasi wisata "Bali Baru" ini, Anda perlu merencanakan perjalanan dan pilihan akomodasi. Termasuk di dalamnya, penginapan, transportasi, juga tempat makan.

Untuk mencapai kawasan Labuan Bajo, Anda dapat menempuh perjalanan udara, darat, atau laut. Saat ini sudah ada penerbangan langsung menuju Bandara Komodo berbagai kota besar Indonesia. Melakukan penerbangan garuda Indonesia menjadi solusi efektif untuk mencapai Labuan Bajo dengan nyaman dan aman.

Begitu menginjakkan kaki di Labuan Bajo, Anda bisa langsung menuju hotel menggunakan taksi atau mobil sewaan. Namun, taksi disana hampir tidak mempunyai argometer sebagai patokan tarif karena belum ada operator taksi resmi. Untuk rute bandara ke kawasan Labuan Bajo dikenakan tarif Zona 1 sebesar Rp60 ribu.

Bila ingin menggunakan jasa penyedia wisata, pilihlah dengan teliti. Dapatkan gambaran layanan apa yang akan Anda terima, serta destinasi wisata tujuan. Sebagai contoh perjalanan satu hari penuh dengan rute Labuan Bajo, Pulau Rinca, dan Pantai Pink, pada periode Oktober-Maret (low season), ongkosnya bisa relatif lebih murah, yakni Rp450-500 ribu per orang. Sedangkan pada high season) berada pada periode April-September, maka tarifnya menjadi Rp750-800 ribu per orang.

Untuk harga termahal, Anda bisa mengambil paket private antara satu sampai dua orang. Tarif yang dikenakan adalah Rp3,5 juta untuk satu hari perjalanan. Bila mengambil paket bermalam siapkan saja Rp7,5 juta. Paket ini telah tersedia sepanjang tahunnya tanpa mengenal musim kunjungan.

Sedangkan, para penggemar diving bisa memilih beragam paket perjalanan. Mulai dari Rp1,3 juta hingga Rp5,5 juta. Anda juga dapat mengikuti program khusus diving dan snorkeling hingga mendapatkan sertifikasi ahli menyelam.

Info Rute, Lokasi, dan Tarif Travel XTrans

15.05 Add Comment
Travel XTransLiburan keluarga di bulan November 2019 ini saya awali dengan jalan-jalan ke Lembang Bandung. Namun, liburan ini bukanlah liburan pribadi, melainkan liburan dari kantor tempat suami bekerja. Jadi, kami pergi dengan rombongan besar. Perjalanan menuju Bandung kami tempuh dengan menggunakan bus. Beberapa keluarga ada yang mengendarai mobil pribadi. Sementara kami, memilih naik bus saja karena suami ingin istirahat agar bisa menghemat banyak tenaga sebelum melakukan kegiatan yang akan dilaksanakan di Bandung. 
Liburan ke Lembang Bandung, Naik Bus Jakarta - Bandung

Bicara mengenai bus, di masa kini naik kendaraan umum memiliki banyak keuntungan positif. Misalnya ke Bandung, naik bus merupakan langkah kecil yang dapat membantu mengurangi kemacetan. Nah, perjalanan dengan rute Jakarta – Bandung, ataupun sebaliknya, kini bukan menjadi masalah lagi. Kita dapat menempuh jarak antar kedua kota tersebut dengan cepat, yaitu sekitar 3 jam saja melalui jalan tol. Jadi, buat yang sedang malas menggunakan kendaraan pribadi untuk bepergian, sekarang sudah banyak moda transportasi yang nyaman untuk bepergian, seperti bus dan travel. Namun, travel menjadi pilihan favorit banyak orang karena dinilai lebih fleksibel dari segi jadwal. Salah satu perusahaan travel yang menjadi pilihan dan favorit adalah XTrans. Selain, Jakarta – Bandung (pulang – pergi), XTrans juga memiliki rute lainnya di luar 2 kota tersebut.

Baca juga: Retropoint BnB, Guest House Murah di Bandung

Sekilas tentang XTrans

XTrans adalah sebuah nama perusahaan otobus yang memiliki fokus di bidang jasa layanan transportasi yang mulai aktif sejak 2005. Fokus pelayanan XTrans adalah travel XTrans, yaitu layanan transportasi shuttle antarkota bahkan hingga antarkota antar provinsi. XTrans sangat mengutamakan efisiensi waktu perjalanan. XTrans adalah pelopor layanan shuttle dengan sistem pool to pool (bukan home to home). Oleh karena itu, XTrans sangat menjunjung tinggi ketepatan waktu. Hingga saat ini, sistem pool to pool yang dijalankan semakin baik dan banyak digunakan di perusahaan lain.

Saat pertama kali dijalankan, XTrans memiliki rute perjalanan Jakarta – Bandung (rute pulang dan pergi). Lalu, seiring berjalannya waktu, XTrans menambah rute hingga di luar Jakarta dan Bandung, bahkan hingga beberapa kota di Jawa Tengah. Selain layanan jasa travel shuttle, saat ini XTrans juga terus mengembangkan jenis pelayanan yang diberikan. XTrans juga memiliki pelayanan pengiriman paket dan dokumen, penyewaan mobil, dan paket perjalanan wisata beserta akomodasinya.

Rute XTrans

Rute terfavorit dari XTrans adalah rute Jakarta – Bandung (pulang - pergi) dengan tarif sekitar Rp95.000 hingga Rp170.000. Di luar kedua kota tersebut, rute lainnya yang tersedia adalah Bekasi – Bandung (pulang – pergi) dengan tarif Rp95.000, Tangerang – Bandung (pulang – pergi) dengan tarif Rp120.000, Jakarta – Serang (pulang – pergi) dengan tarif Rp70.000, Jakarta – Cilegon (pulang – pergi) dengan tarif Rp80.000, dan Bandung – Bintaro dengan tarif Rp110.000.

XTrans juga memiliki rute di luar Jakarta, Jawa Barat, dan Banten, yaitu di Jawa Tengah. Terdapat 3 kota yang dilayani oleh XTrans di provinsi ini. XTrans di Jawa Tengah memiliki rute antara lain Solo – Semarang (pulang – pergi) dengan tarif Rp85.000 dan Semarang – Pekalongan (pulang – pergi) dengan tarif Rp70.000. Semua layanan XTrans di berbagai kota menggunakan satu kelas yang sama, yaitu kelas Executive Shuttle. Di setiap perjalanannya, XTrans menggunakan 2 jenis mobil yaitu Hino dan Isuzu. Kapasitas maksimal per mobilnya adalah 12 orang. Anda akan mendapatkan kursi yang empuk, ruang untuk kaki yang lega, dan interior mobil yang nyaman.

Lokasi Pool XTrans

Selain menyebar di banyak kota, lokasi pool atau shuttle travel di tiap kotanya pun beragam juga strategis. Di Bandung, pembaca dapat menemukan XTrans di Bale Xtrans (Jl. Cihampelas), DeBatara Hotel, Jalan Gatot Subroto (dekat Trans Studio Mall Bandung [TSM atau dulu dikenal dengan BSM]), Green Batara Hotel, Metro Indah Mall (MIM), Jl. Pasteur, PT Inti (Jl. BKKR), dan Rumah Makan Oncom Raos. Di Jakarta, XTrans dapat anda temukan di Bandara Soekarno-Hatta (Terminal 1A, 1B, 1C, 2E, dan 3), Bintaro (Bintaro Trade Center [BTC]), Cibubur (Cibubur Point Otomotive Center), Hotel Kartika Chandra (Semanggi), Jatiwaringin (Ruko Jatiwaringin Junction), Jl. Blora, Kelapa Gading/Pulomas (Komplek Pertokoan Pulomas), Pancoran (Graha Anugerah), dan Pondok Indah (Jl. Gedung Hijau).

Di Bekasi, XTrans dapat ditemukan di Giant Bekasi (Mega Bekasi Hypermall). Di Cilegon, XTrans dapat ditemukan di Jl. Serdang (dekat Tugu Serdang). Di Serang, XTrans dapat ditemukan di Serang Pakupatan (Jl. Jend. Sudirman). Di Tangerang, XTrans dapat ditemukan di Gading Serpong (Komplek Ruko Kelapa Puan), Karawaci (Palais de Europe), dan Serpong (Ruko Golden Road).

Lokasi pool XTrans di Jawa Tengah pun sangat strategis. Di Semarang Anda dapat menemukan XTrans di Jl. Menteri Supeno (dekat dengan Taman KB). Di Pekalongan, XTrans dapat ditemukan di Komplek Ruko Gadjah Mada (samping stasiun). Lalu, untuk Kota Solo, XTrans dapat ditemukan di Jl. Dr. Rajiman. 

Nah, dengan rute, lokasi dan tarif yang sudah saya informasikan di atas, semoga bisa membantu pembaca saat akan bepergian dengan menggunakan bus, ya.




Big Bird Bus Menjadi Pilihan Terbaik Bagi Traveller Sejati

15.46 Add Comment
Big Bird Bus - Apakah Anda suka traveling dan memiliki agenda Wisata? Jika ya, Big Bird bus patut Anda masukan ke dalam rencana liburan, sebab bus pariwisata ini tidak hanya ditawarkan dengan harga sewa yang cukup terjangkau, namun juga sangat nyaman digunakan untuk menemani perjalanan liburan Anda. Perlu Anda ketahui, Big Bird merupakan salah satu layanan shuttle bus dari dan menuju bandara yang disediakan oleh Blue Bird Group. Untuk lebih jelasnya mengenai Big Bird maka Anda bisa menyimak beberapa ulasan yang ada di bawah ini.

Big Bird Bus

Mengenal Apa Itu Big Bird Shuttle?

Big Bird Airport Shuttle atau lebih dikenal dengan Big Bird Jabodetabek Airport Connextion (JAC) adalah salah satu layanan shurttle bus airport atau bandara yang dikembangkan oleh PT Blue Bird Tbk untuk memfasilitas para penggunanya yang sedang membutuhkan moda transportasi bandara yang ditawarkan relatif terjangkau. Big Bird ini secara resmi diluncurkan pada pertengahan tahun 2017 dengan menyediakan rute yang cukup strategis dari hotel dan pusat perbelanjaan menuju ke bandara Soekarno-Hatta ataupun sebaliknya. Perlu Anda ketahui, saat ini layanan Big Bird juga sudah tersedia di Terminal kedatangan 1, 2 serta 3 bandara Soekarno-Hatta Jakarta, Dengan begitu Anda tidak perlu lagi bersusah payah mencari kendaraan saat tiba di tempat tersebut. Beberapa rute yang disediakan untuk kemudahan pilihan lokasi turun yang bisa Anda pilih, yaitu rute yang menghubungkan bandara Soekarno-Hatta dengan Bekasi Barat, Area Jatinegara, Blok M, Kalibata, Thamrin City, Jakarta Kota, Tanah Abang serta Gambir.

Fasilitas Dan Layanan Yang Ditawarkan Big Bird Shuttle

Pada dasarnya Big Bird Shuttle memang sudah dibekali dengan pengemudi profesional, berpengalaman dan tentunya dengan armada yang sangat terawat. Nah, bus Big Bird ini biasanya beroperasi dari jam 06.00 sampai 23.00 Wib setiap harinya. Selain itu, Big Bird airport shuttle tidak hanya menawarkan layanan bus regular, namun juga premium. Sehingga Anda tidak perlu bingung saat menentukan pilihan bus big Bird.

Perlu diketahui, bus reguler umumnya mempunyai kapasitas 24 kursi yang juga ditunjang dengan sejumlah fasilitas lengkap, seperti stopkontak, koneksi WiFi, layanan bagasi serta LED TV. Sedangkan untuk bug Big Bird kelas premium berkapasitas 12 kursi yang sudah dilengkapi dengan LED TV pribadi serta fasilitas pendukung lainnya seperti meja lipat, toilet, stopkontak, koneksi WiFi, layanan bagasi serta minuman gratis. Tidak hanya itu saja, jika Anda memilih bus premium maka Anda juga akan dilayani oleh seorang pramugara yang akan menemani perjalanan Anda.

Baca juga: Kim Teng, Warung Kopi Tradisional & Legendaris di Pekanbaru

Big Bird Bus

Keuntungan Menggunakan Big Bird Shuttle

Memilih bus Big Bird untuk menemani perjalanan liburan Anda memang menjadi pilihan terbaik. Pasalnya dengan memilih Big Bird Shuttle Anda juga bisa lebih hemat, karena untuk penyewaan bus ini ditawarkan dengan harga yang relatif terjangkau dan tentunya cocok dengan isi dompet konsumen asal Indonesia. Selain itu, mengenai waktu keberangkatan juga terjadwal sehingga Anda bisa memilih sendiri waktu keberangkatan yang sesuai dengan waktu penerbangan yang akan Anda lakukan. Keuntungan lainnya yang akan diberikan saat Anda menggunakan bus Big Bird ialah rute sangat strategis, dengan begitu Anda bisa lebih mudah memilih titik berangkat ataupun titik turun.

Langkah Mengunakan Voucher Big Bird Shutter Ke Bandara

Jika Anda sudah melakukan pemesanan dan proses pembayaran sudah selesai dilakukan. Maka Anda akan langsung memperoleh voucher Big Bird Airport Shuttle. Selanjutnya Anda bisa berkunjung ke lokasi keberangkatan yang sesuai dengan tulisan di voucher. Setelahnya Anda bisa menunjukkan voucher tersebut kepada petugas Big Bird di bus ataupun di konter. Pada dasarnya, penumpang yang hendak menuju ke bandara harus menaiki bus dari lokasi yang sesuai dengan waktu yang tertulis pada voucher. Bagi Anda yang ingin menuju ke bandara juga diperbolehkan untuk turun di terminal mana pun yang ada di bandara. Perlu diketahui, untuk memperoleh voucher Big Bird Shuttle kini juga jauh lebih mudah, karena berbagai pilihan tiket Big Bird Shuttle bisa Anda tentukan sendiri sesuai keinginan dan kebutuhan. Untuk memperoleh tiket bus Big Bird secara mudah maka Anda bisa berkunjung ke situs resmi Traveloka.

Suka Duka Jadi Blogger | Dari Pujian Hingga Makian | Dari Recehan Hingga Rate 10 Jutaan

15.19 60 Comments
www.travelerien.com

Pertama kali saya ngeblog tahun 2008 (di Multiply), tanpa kenal satu pun blogger saat itu, apalagi kenal blogger-blogger sukses yang bisa bikin saya jadi terinspirasi untuk menjadikan blog sebagai ladang duit, nggak ada! Nggak ada blogger yang saya kenal. Nggak ada blogger yang ngajak saya bikin blog. Semua kehendak sendiri dan niatnya cuma untuk jadi tempat menulis.


Dulu mana pernah saya tahu lewat blog ternyata bisa bikin saya merasakan menang lomba menulis, bisa bikin buku antologi, bisa dapat job, bisa diundang event, bisa gratis nginap di hotel, bisa gratis tiket pesawat, bisa jadi narasumber, bisa menulis di majalah pesawat, bisa jadi juri lomba, bisa bertemu orang-orang hebat, bisa menambah isi tabungan, bisa liburan gratis, bisa dapat teman-teman baru, pengalaman-pengalaman baru, dan masih banyak lagi  bisa-bisa yang lainnya. 


Saya sama sekali tidak pernah membayangkan ngeblog bakal mengantarkan saya pada berbagai pengalaman menyenangkan, sampai akhirnya bisa gegayaan bikin portofolio-portofolioan 😃


Portofolio ini berisi kumpulan pencapaian-pencapaian kecil dengan jumlah yang masih sangat sedikit, hanya secuil dalam ruang waktu seluas 11 tahun, buah dari hobi jalan-jalan, foto-foto, dan menulis sebagai blogger dan travel writer. 


Meskipun pencapaian baru segelintir saja, tapi saya bahagia karena di dalamnya terdapat pengalaman berharga, dan prosesnya lah yang paling penting buat saya. Pastinya, saya memerlukan waktu bertahun-tahun untuk meraih itu semua. 


Tak ada yang perlu disombongkan dari kumpulan karya baru seujung kuku ini. Malu jika bersombong ria, wong di luar sana ada bejibun blogger istimewa sarat prestasi dengan daftar pencapaian panjang segambreng, tapi mereka rendah hati dan tetap menjejak bumi.

Perlu pembaca ketahui, semua yang tampil dalam portofolio tidak mewakili keseluruhan pengalaman sependek 11 tahun menjadi blogger dan travel writer. Yang tampak cuma indah-indahnya, padahal di baliknya ada juga pahit-pahitnya 😂 

Nah karena itu saya ingin bercerita....

Di PHP Pergi Umroh

Desember tahun 2018 saya dihubungi oleh sebuah agency yang biasa memberangkatkan travel blogger  ke luar negeri untuk bermacam endors produk termasuk maskapai. Menurut info si mbak agency, ada maskapai asal Negeri Singa punya rute baru ke Timur Tengah dan mereka butuh travel blogger muslim/muslimah untuk melakukan promosi. Imbalannya gratis tiket pesawat PP dan akomodasi umroh 9 hari. Saya diundang karena saya travel blogger muslimah, punya blog dan IG sesuai kriteria yang dicari. Data saya diminta, jadwal berangkat pun sudah ditentukan. Kami pun sudah berdiskusi mengatur keperluan berangkat. Namun 1 bulan sejak penawaran yang disepakati berjalan, saya batal diberangkatkan dengan alasan yang tidak jelas. Sedih dan kecewa? Pasti. Tapi saya tidak membiarkan diri saya larut.

Setelah itu.....

Datang tawaran kerjasama dari travel agent besar dengan sejumlah imbalan plus gratis liburan ke 3 negara. Huaaaaa 😍 

Umroh dan jalan-jalan 3 negara pakai duit sendiri Insha Allah bisa dan biasa, tapi gratis dari hasil ngeblog tentu jadi sebuah pengalaman tersendiri bagi seorang blogger. Jadi, meskipun liburan gratis ke 3 negara tidak dapat menggantikan indahnya perjalanan umroh, saya tetap happy. 

Di-blacklist Online Marketplace

Sebut saja Online Marketplace (OM) yang hendak saya bahas ini sebagai Plastik. Sebelum kerjasama dengan Plastik saya sudah kerjasama dengan OM lain yaitu Kayu dan Besi. Kerjasama dengan Kayu dan Besi lancar jaya dan nggak pernah ada masalah. 

Lain halnya dengan Plastik, baru pertama kali kerjasama saya sudah dibohongi. Pihak Plastik melanggar 2 poin dalam kesepakatan. Pembayaran invoice mundur lama, dan jumlah yang ditransfer tidak sesuai. 


Saya hubungi baik-baik buat minta penjelasan. Bukan permintaan maaf dan penjelasan yang saya dapat, yang ada mereka menanggapi saya dengan kasar dan mengatakan saya akan di-blacklist saat itu juga dari semua kerja sama dengan Plastik. Respon yang sangat berlebihan. Pihak sana yang melakukan kesalahan, mereka pula yang marah. Sungguh mengherankan. 


Selepas kejadian itu....

Datang tawaran kerjasama dari sebuah OTA. Tawaran tersebut langsung dari pihak brand, bukan via agency. Jumlah fee yang diberikan 6 kali lipat dari fee si Plastik. Bahkan, diberi tambahan gratis tiket pesawat (untuk 4 orang) dan hotel untuk keperluan experience.  

Selain itu, agency si OTA tersebut juga mencari saya, menawarkan kerjasama dengan fee ala agency.... murah meria cerah ceria he he. Saya tetap ambil meski recehan. Selain karena saya suka produk yang ditulis, mereka pun tepat janji dan enak diajak diskusi. Bukan kayak si OM Plastik itu 😅

Artikel Ditolak 

Selain menulis artikel perjalanan di blog, saya juga menulis di koran dan majalah. Dulu tidak terpikir akan menulis di media cetak, tapi sejak berteman dengan Mas Teguh Sudarisman dan Mbak Irawati Prilia, saya jadi terinspirasi untuk melebarkan sayap. Saya  belajar giat pada mereka supaya saya bisa membuat foto bagus dan tulisan menarik.

Awal-awal merambah media cetak, saya yang "mengemis" pada bagian redaksi agar tulisan saya dimuat. Namun, jarang sekali ada yang luluh, artikel saya banyak ditolak. Alasannya beragam, destinasi yang saya tulis sudah pernah dimuat, fotonya jelek nggak HR, artikel nggak menarik, dll. 

Saya nggak marah, apalagi menyerah. Ditolak oleh majalah A, saya kirim ke majalah B, kalau ditolak lagi saya kirim ke majalah C. Begitu terus sampai nggak ada yang mau terima sama sekali, baru saya coba kirim ke koran. Kadang ada koran yang mau terima, banyakan sih enggak. Kalau udah kemana-mana ditolak, baru deh saya posting di blog 😂

Itu dulu! 

Setelah berbulan-bulan dan bertahun kemudian, akhirnya artikel perjalanan saya bisa nampang dengan mudah di majalah-majalah ternama, di koran-koran besar, dan di majalah dalam pesawat (inflight mag) yang penuh warna. Dulu honor masih 150ribu dibayar 1 bulan kemudian, itu pun mesti nagih-nagih dulu. Sekarang honor bisa mencapai 34 kali lipat per artikel (inflight mag papan atas), dan pembayarannya bisa diterima dengan mudah dan cepat.


Dulu saya yang colek-colek bagian redaksi supaya artikel saya dimuat, sekarang saya yang dicolek-colek oleh orang majalah agar saya membuat artikel untuk mereka. Roda benar-benar berputar, ya. Ternyata, dengan seiring waktu, semangat pantang menyerah, berdoa dan terus berusaha, keadaan bisa berbalik.  

Foto Ditolak 

Ada 2 majalah full color (bukan inflight mag) pernah menolak artikel saya karena masalah foto yang tidak highres. Saya ditanya foto pakai kamera apa, saya sebut Canon pocket, lalu saya diceramahi. Mungkin pikir mereka berani-beraninya punya foto nggak bermutu minta dimuat di majalah mereka yang tebal, bagus dan penuh warna itu 😂

Bukannya sedih abis ditolak dan diceramahi nggak enak, saya malah pergi ke toko kamera di Blok M buat beli kamera DSLR. Sewaktu belanja kamera, saya tanya soal lensa buat foto landscape yang bagus apa, buat foto makanan baiknya lensa apa. Dari banyak tanya inilah saya balik ditanya, untuk keperluan apa, dan profesi saya memangnya apa? Saya jawab travel blogger. Nah, obrolan saya dengan si sales didengar oleh si pemilik toko yang kebetulan hari itu ada di tempat. Dia ternyata seorang fotografer yang hobi jalan-jalan juga (setelah saya kepoin medsosnya). Kemudian kami ngobrol.

Keajaiban pun terjadi........


Singkat cerita, saya mendapatkan kamera Canon EOS 70D Wifi lensa 85-135mm dengan harga diskon sangat banyak, plus free lensa 50mm. Nah, dengan kamera itulah kelak foto-foto saya bertebaran di blog, medsos, dan nampang di majalah yang saya bidik. Dengan foto-foto dari kamera DSLR itu, tak ada lagi pihak media cetak yang mengatakan foto saya nggak bermutu 😂


Selain beli kamera, saya juga mulai cari guru buat belajar foto, biar memotret nggak cuma pakai perangkat bagus tapi juga pakai ilmu. Saya belajar di mana saja dan sama siapa saja, kadang berbayar, kadang gratis. Soal kemudian saya jadi ahli banget sih ya enggak, tapi setidaknya nggak ada lagi foto-foto jepretan saya diketawain orang majalah, gituuuu 😛


Datang Tak Diundang, Pergi Gitu aja Lalu Menghilang


Dari pengamatan saya dalam 3 tahun terakhir sejak bergabung di beberapa WA Grup Blogger dan FB Grup Blogger, blogger makin banjir tawaran kerjasama. Malah ada yang hampir tiap hari dapat tawaran. Tampaknya, blogger kian melambung tinggi ke atas awan, jasanya banyak yang cari! Para pencari beragam, nilai dan bentuk kerjasamanya pun bermacam-macam. Ada yang berupa content placement, paid review, hingga job yang mengharuskan hadir ke event. Bloggers yang merasa sesuai kriteria biasanya sibuk ngelist, termasuk saya kalau sreg juga ikutan ngelist. Kalau kerjasamanya cocok saya ambil, kalau enggak ya lepas. 

Tawaran kerjasama ada yang disebar dan diposting secara terbuka, ada pula yang tertutup dan diam-diam, yang artinya hanya antara pihak yang butuh blogger dan blogger yang dituju saja yang saling tahu. 


Undangan kerjasama biasanya saya terima melalui email, kadang melalui DM di Instagram. Buat yang sudah kenal, biasanya langsung menghubungi via Whatsapp. Kebanyakan, undangan kerjasama disampaikan dengan bahasa yang baik, sopan, dan informasinya lengkap. Buat yang begini sudah pasti saya tanggapi dengan lebih baik lagi.


Namun, nggak sedikit tawaran kerjasama disampaikan dengan bahasa nggak jelas, nggak lengkap, bahkan nggak ada sopan-sopannya. Pernah ada yang cuma mengirim DM dengan kalimat seperti ini: "Mbak, minta rate nya dong!"


Nggak ada perkenalan sama sekali, dia siapa, mewakili perusahaan apa, brand apa, produk apa, bentuk kerjasama seperti apa, sangat nggak jelas. Sudah pasti yang model begini saya jadikan sasaran empuk untuk "diedukasi". Ada yang kemudian jadi minta maaf dan kemudian bicara baik-baik melanjutkan tawaran kerjasama. Ada pula yang malah marah-marah lalu pergi. Aneh hehe.


Yang datang baik-baik ada yang berakhir dengan kerjasama yang baik, ada pula yang nggak ada kabar sama sekali. Setelah diskusi dan negosiasi panjang lebar, eh dia menghilang nggak ada kabar. Baiklah, mungkin waktunya buat saya sedekah waktu dan tenaga buat pencari blogger yang datang bagai jailangkung cuma buat cak cek rate.


Pernah ada yang cari saya lewat DM, nanya rate baik-baik. Saya kasih. Besoknya saya cek lagi DM nya, barangkali ada kelanjutan tapi oh ternyata DM nya hilang. Sepertinya dihapus. Emang kenapa coba? Kalau nggak cocok kan tinggal bilang, lalu pamit baik-baik, ngapain hapus DM. Padahal saya sudah memberikan semua yang dia minta, mulai dari mengisi data, sampai screenshot segala macam insight feed dan story IG, bahkan lengkap dengan laporan GA Blog 😅



Rate 10 Juta!


Pernah juga ada yang datang nanya rate begini: "Mbak, rate nya berapa?"
Saya jawab: "10 juta!"


Lalu ngocehlah dia panjang lebar, mengatakan saya kok sok seleb pakai jual mahal banget padahal cuma post foto doang 1x di feed IG. Lha iya lagian ujug-ujug datang nanya rate, nggak ada informasi apapun perihal kerjasama apaan, ya sudah saya kasih aja langsung 10 juta sebagai bentuk penolakan 😂


Omong-omong.....


Saya memang nggak seperti blogger lain yang hampir tiap hari dapat tawaran pekerjaan promosi di IG dan Blog, tapi bukan berarti saya miskin tawaran kerjasama. Ada ajalah pokoknya. Sekalinya ada, pernah sampe ada yang khilaf membayar honor 1o juta untuk promosi produk wisata 😁 *ampuni saya bila ini terbaca sombong ya Tuhan


Jadi ingat pernah dibilang sombong karena nolak job, katanya saya belagu pilah-pilih job. Hehe...gimana dong ya, kalau nggak cocok dan nggak sreg dengan suatu job, masa memaksakan diri untuk mengambilnya. Saya suka duit iya, tapi kalau saya merasa bahwa ada hal lain yang harus saya prioritaskan dulu ketimbang mengerjakan tulisan buat blog, saya pilih nggak dapat duit aja deh, nggak apa-apa. 


Diblokir dari Kegiatan Wisata Daerah

Ini yang paling ekstrem. Seorang blogger yang terprovokasi oleh rekannya melakukan perbuatan tidak menyenangkan secara online dan offline. Berkata kasar dan menghina, serta melakukan penyebaran berita bohong secara berulang kepada para blogger dalam lingkarannya yang juga ada dalam lingkaran saya. Ia sebagai pelaku dan penggiat wisata yang seharusnya hangat dan bersahabat, ternyata "luar biasa" dalam mencederai citra yang melekat pada dirinya sendiri yaitu dengan mengintimidasi wisatawan undangan di tengah acara wisata tingkat nasional yang diliput oleh berbagai media.

Tidak mau diam, saya bekerja sama dengan tim pengacara beranggotakan 5 lawyer bertitel SH, MH, hingga doktor, serta pihak bareskrim cyber crime di Jakarta, kasus tersebut saya bawa dan perpanjang hingga siap dilaporkan ke polisi secepat yang saya mau. 


Dengan alat bukti yang sangat cukup, saya memang sangat percaya diri membawa kasus pencemaran nama baik tersebut ke ranah hukum. Menghasut orang-orang untuk memblokir saya dari segala kegiatan wisata di daerahnya, mengaku mereka punya kuasa atas segala kegiatan kepariwisataan, bahkan sengaja berteriak mengatakan bahwa daerah itu miliknya, sungguh arogan dan penuh kesombongan, tapi saya tidak pernah gentar. 


Tidak ada yang sia-sia dari pengusutan selama beberapa bulan, ybs akhirnya menyerah dan menemui saya minta damai, mengaku bersalah, lalu melakukan permintaan maaf sesuai dengan yang saya syaratkan, yaitu melalui media sosial. Penjara memang ampuh membuat seseorang jadi menyerah, berhenti berlagak dan bertingkah preman!


Kelar urusan tersebut.....


Rejeki sebagai blogger beruntun menghampiri. Hampir tiap beberapa kali dalam sebulan saya bepergian ke banyak daerah, melakukan kegiatan yang membuat saya bertemu banyak blogger, berwisata ke banyak tempat dengan bahagia. Tak ada yang memblokir-blokir dan menzolimi, justru rejeki dan kebaikan membanjiri tanpa henti...


Dibully Jadi Juri, Dicemarkan dengan Sengaja


Yang terbaru dan nggak kalah ekstrem: Jadi juri yang dibully, diintimidasi, dan dihina semena-mena akibat ada seorang blogger yang tidak terima kalah lomba blog. Karena di sini si penghina dan pengancam melakukan pencemaran nama baik secara terang-terangan kepada saya, maka apa yang saya tulis berikut ini adalah sesuai kapasitas saya sebagai diri pribadi dan juri, bukan mewakili pihak penyelenggara. 


1. ADA 4 JURI 


Dalam kasus ini saya merupakan salah satu juri dari 4 juri yang disiapkan panitia lomba. Saya juri dari blogger, seorang juri lainnya jurnalis dari sebuah harian ternama, 2 juri lagi dari pihak panitia penyelenggara. Informasi nama-nama juri dipajang dalam pengumuman lomba di website penyelenggara yang telah diposting sejak pertama lomba digelar. Selain di website, nama juri juga dipajang dalam flyer promosi, lengkap dengan foto juri walaupun hanya 2 foto yang dimuat karena keterbatasan ruang pemuatan.


Masing-masing juri berhak memilih kandidat pemenang dan memberikan poin untuk masing-masing artikel terbaik. Ketika sebuah nama masuk dalam 3 besar, itu artinya para juri memiliki kesamaan pilihan. Mustahil seorang peserta menjadi juara jika ia hanya dipilih oleh satu orang juri saja! 


2. Komplen BLOGGER WA


Seorang peserta lomba menghubungi saya lewat WA pada suatu malam. Sebut saja namanya BLOGGER WADia menanyakan artikelnya kurang apa sehingga belum berhasil menang. Dia juga minta saran/masukan dari saya. Karena sudah malam, saya ingin istirahat, malam itu saya sempatkan untuk menjawab ucapan salamnya saja, lainnya saya tunda. *chat WA masih ada di HP


Semua baik-baik saja sampai akhirnya saya dikejar lagi keesokan hari. Saya jawab singkat bahwa syarat yang dia ikuti sudah lengkap dan dia berhasil masuk 7 besar dari sekian banyak peserta. Saya katakan juga soal saran dan masukan akan saya berikan nanti, karena saat itu saya sedang sibuk mau acara. Namun dia  tidak puas dengan jawaban saya. Lalu, chatnya jadi panjaaaang. Ada emosi bercampur prasangka, ancaman, bahkan tuduhan dalam perkataannya. Ia juga menunjukkan artikel pemenang kedua, katanya ada kesalahan fatal.


Saya, tim juri, dan panitia bertemu di acara, kami sempat bicara serius, mempelajari apa yang menjadi masalah si Blogger WA. Rencananya seusai acara dia akan dihubungi, diberi penjelasan lagi. Oh ya, selain saya, si Blogger WA ini juga mencecar juri dari penyelenggara. Sesuai pengakuan rekan juri, dia sudah memberi penjelasan, tapi Blogger WA tidak puas-puas. Karena sedang sibuk mengurus acara, akhirnya rekan juri fokus ke acara dulu, tapi bagi si Blogger WA, juri tersebut dianggap mengabaikannya. 


Namanya juga nggak puas ya, juri dicecar terus. Blogger WA tak hanya melakukan protes lewat WA, tapi juga IG Story dan FB. Beberapa statusnya yang secara terang-terangan menyebut nama penyelenggara banyak di-screenshot oleh orang-orang, lalu dikirim kepada saya sebagai barang bukti. Intinya, Blogger WA ini memerintahkan kepada penyelenggara termasuk juri untuk minta maaf padanya. Huffft.... 😂


Saya pribadi banyak memilih diam tak meladeni chat Blogger WA bukan menghindari cecaran, hanya memilih tenang agar emosi negatif yang sedang menyerang tak ikut membuat saya meledak. Saya percaya betul, penjelasan apapun tidak akan bisa diterima jika kepala Blogger WA masih panas. Saya menunggu sampai ybs sadar dari emosinya yang berlebihan. 


3. Tidak Ada Pelanggaran dari Pemenang


Tuduhan Blogger WA terhadap artikel pemenang kedua yang dianggap melanggar aturan, sudah dikonfirmasi oleh penyelenggara tidak ada pelanggaran. Produk merek lain yang  disebut dalam artikel pemenang bukanlah produk pesaing.


Ohya, sebelum pengumuman pemenang, Blogger WA ini sempat DM saya mengatakan bahwa si pemenang kedua ngggak lolos syarat lomba karena tidak post IG. Atas kejelian si Blogger WA, saya cuma katakan: "oh blogger itu sudah post IG, tapi di akun IG lain yang kamu nggak tahu." 


4. BLOGGER DM, Brutal dan Kasar


Seorang blogger laki-laki sebut saja namanya BLOGGER DM, dia bukan teman saya, belum pernah jumpa, dan dia tidak ikut lomba, tiba-tiba kirim DM ke saya dan menulis dengan bahasa kasar, menyebut saya brutal. Dia tidak pernah tanya saya soal detail kasus, tapi langsung sembarangan bicara. Tak cuma itu, dia juga mengirim DM kepada pemenang pertama, menulis dengan kalimat merendahkan seolah si pemenang pertama tak layak menang.


Karena saya tidak kenal dia, saya bertanya kepada rekan-rekan blogger. Ternyata si Blogger DM ini adalah blogger langganan juara menulis. Kaget juga sih, kok langganan juara menulis punya kepribadian sejahat itu, sama perempuan pula. Bolehkah saya yang balik sebut dia lancang, kasar, dan brutal? *isi DM nya masih ada, sudah saya screenshot bila sewaktu-waktu diperlukan.


5. BLOGGER FB, Pencemaran Nama Baik


Beberapa rekan blogger mengirim screenshot ke saya, berisi postingan status seorang blogger sebut saja sebagai BLOGGER FB yang menghina penyelenggara, bahkan mengatakan juri tidak kredibel. Seseorang menyelidiki dan bertanya pada BLOGGER FB tersebut dan akhirnya ia mengaku "tidak tahu kasusnya" dan "cuma bantu teman".


Ini menyedihkan! Tidak tahu apa-apa tapi menjerumuskan diri ke dalam lubang berbahaya bernama fitnah akibat menyebarkan hoax dari provokator yang nggak terima kalah lomba.


6. MENGHASUT


Blogger WA, Blogger FB, Blogger DM, semuanya laki-laki. Saya sama sekali tak kenal Blogger FB dan Blogger DM. Mereka juga tidak ikut lomba tapi seperti maha tahu kasus yang terjadi. 

Saya kenal blogger WA, hubungan pertemanan kami di media sosial baik. Dia juga pernah menang lomba di mana saya jadi juri sekaligus panitia lomba, sayangnya saat dia menang dia tidak mengancam dan tidak menuduh saya sebagai juri tidak kredibel. Sebutan juri curang itu baru ada saat dia kalah di lomba yang saya bahas ini.


Sikap sinis dan judes tidak hanya ditunjukkan oleh 3 blogger tersebut, tapi juga oleh 2 blogger lain yang kalah lomba. Saya juga mengenal salah seorangnya karena ia pernah ikut lomba di mana saya jadi jurinya dan ia jadi juara.


Entah ada apa dengan mereka ini, ketika saya memilih mereka jadi juara lomba di lomba lain, mereka bisa nyaman menikmati kemenangan tanpa ada yang protes. Tak pula meragukan hasil penjurian saya. Saat kalah di lomba yang ini, oh astagaaaa 😥


Saya sungguh tidak ingin meladeni mereka yang sama-sama dalam lingkaran pertemanan dekat. Bahkan, ketika tahu salah satu dari dua blogger tersebut akhirnya memblokir saya dari IG nya, ya sudah silakan, tak soal. 


Selanjutnya, satu persatu perbuatan mulai terungkap. Ada yang mengaku "disuruh temen", "bantu temen", "diprovokasi temen". Saya melihat langsung isi DM si provokator ke peserta lomba yang kalah lainnya, mengajak menyerang saya. Astaga...kekecewaan kalah lomba itu teramat dalam rupanya ya, sampai sejauh itu berbuat kepada saya.


Saya tak menggubris suara di kiri kanan yang mengatakan bahwa mereka adalah orang-orang star syndrome. Biasa dapat tepuk tangan, sekalinya sepi, egonya terluka. Dan akhirnya, saya jadi sasaran kemarahan. Astagfirullah. Tobat sama-sama yuk bapak-bapak terhormat langganan juara menulis blog.... 


7. UU ITE


Saya tidak pandai berdebat, apalagi meladeni keributan di media sosial. Jadi saya tawarkan kepada pihak-pihak yang tidak puas jika ingin terus perpanjang kasus ini sampai jauh, silakan bawa ke tempat yang lebih tepat yaitu penegak hukum. Saya tidak ingin orang-orang terus bertindak melewati batas, apalagi mengeroyok secara brutal di media sosial, tentu saya butuh payung hukum untuk melindungi nama baik saya.


Saya rasa, bukan saya saja. Pihak lebih besar yang namanya terang-terangan dicemarkan bisa saja melakukan tindakan lebih dahsyat daripada saya, dalam rangka melindungi nama baiknya. 


Sampai pada saat saya mengingatkan tentang UU dan pasal-pasal yang bisa menjerat seseorang supaya bertanggung jawab atas perbuatannya, mereka meminta maaf dan mengakui perbuatannya adalah salah terhadap saya.


Huffft....semoga kesadaran dan kebesaran jiwa yang muncul, menjadi penenang hati dan pembuka jalan rejeki yang lainnya .


Saya sangat mudah memaafkan, namun yang lebih penting dari saling memaafkan adalah tobat dan berjanji pada diri sendiri untuk tidak mengulanginya lagi, dan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik.


Sesungguhnya, menang atau kalah lomba blog adalah kombinasi antara konten, selera juri, dan rejeki. 


Semoga setiap yang  berlomba, memiliki mental juara sejati 😊


Rejeki Jadi Juri Lagi


Setelah prahara lomba yang mengguncang dunia perbloggeran tersebut 😜, saya kembali fokus pada kegiatan lainnya, menjadi juri Lomba Vlog Festival Tanjung Kelayang 2 yang digelar oleh Dinas Pariwisata Belitung sejak September sampai November 2019. 


Mau tahu "hadiah" dari prahara lomba yang barusan terjadi? Tawaran jadi juri lomba blog dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan!  Apa? Lomba level kementrian?? 😱 Yak, sekarang saya sedang menjadi juri lomba blog lagi. Dapat kepercayaan dari kementrian. Alhamdulillah.


Huhuh....mau nangis rasanya....


Entah kenapa, tiap ada prahara, selalu ada rejeki baru yang datang tanpa terduga. Apakah ia sebuah penghiburan atas kesedihan, atau kah memang rejeki yang sudah Tuhan siapkan? Hanya Allah yang Maha Tahu. Saya hanya perlu bersabar dan bersyukur atas setiap yang terjadi....


Bersambuuuung.....



💚💚💚💚 


Setiap blogger punya suka dan dukanya masing-masing. Saya mengalami begini, yang lain mungkin mengalami begitu. Saya melaluinya dengan cara begini, yang lain mungkin melaluinya dengan cara begitu.

Apapun itu, saya pribadi lebih suka menikmati semuanya sebagai sebuah proses pembelajaran yang amat berharga.


Materi menggiurkan yang saya dapatkan dari blog bukanlah alasan yang membuat saya tetap ngeblog sampai hari ini. 

Bila suatu hari saya tak lagi ada mengisi blog ini, bukanlah prahara yang membuat saya berhenti, melainkan mati.

Tetap ngeblog, tetap berbagi, dan terus ingat saja dua hal ini : KONTEN dan KONSISTEN.


💚💚💚💚

Saya sangat percaya, ada sesuatu yang lebih besar dari sekadar imbalan dan pujian, atau pun makian dari ngeblog. Ada yang tahu itu apa? 😊😉