Info Rute, Lokasi, dan Tarif Travel XTrans

15.05 Add Comment
Travel XTransLiburan keluarga di bulan November 2019 ini saya awali dengan jalan-jalan ke Lembang Bandung. Namun, liburan ini bukanlah liburan pribadi, melainkan liburan dari kantor tempat suami bekerja. Jadi, kami pergi dengan rombongan besar. Perjalanan menuju Bandung kami tempuh dengan menggunakan bus. Beberapa keluarga ada yang mengendarai mobil pribadi. Sementara kami, memilih naik bus saja karena suami ingin istirahat agar bisa menghemat banyak tenaga sebelum melakukan kegiatan yang akan dilaksanakan di Bandung. 
Liburan ke Lembang Bandung, Naik Bus Jakarta - Bandung

Bicara mengenai bus, di masa kini naik kendaraan umum memiliki banyak keuntungan positif. Misalnya ke Bandung, naik bus merupakan langkah kecil yang dapat membantu mengurangi kemacetan. Nah, perjalanan dengan rute Jakarta – Bandung, ataupun sebaliknya, kini bukan menjadi masalah lagi. Kita dapat menempuh jarak antar kedua kota tersebut dengan cepat, yaitu sekitar 3 jam saja melalui jalan tol. Jadi, buat yang sedang malas menggunakan kendaraan pribadi untuk bepergian, sekarang sudah banyak moda transportasi yang nyaman untuk bepergian, seperti bus dan travel. Namun, travel menjadi pilihan favorit banyak orang karena dinilai lebih fleksibel dari segi jadwal. Salah satu perusahaan travel yang menjadi pilihan dan favorit adalah XTrans. Selain, Jakarta – Bandung (pulang – pergi), XTrans juga memiliki rute lainnya di luar 2 kota tersebut.

Baca juga: Retropoint BnB, Guest House Murah di Bandung

Sekilas tentang XTrans

XTrans adalah sebuah nama perusahaan otobus yang memiliki fokus di bidang jasa layanan transportasi yang mulai aktif sejak 2005. Fokus pelayanan XTrans adalah travel XTrans, yaitu layanan transportasi shuttle antarkota bahkan hingga antarkota antar provinsi. XTrans sangat mengutamakan efisiensi waktu perjalanan. XTrans adalah pelopor layanan shuttle dengan sistem pool to pool (bukan home to home). Oleh karena itu, XTrans sangat menjunjung tinggi ketepatan waktu. Hingga saat ini, sistem pool to pool yang dijalankan semakin baik dan banyak digunakan di perusahaan lain.

Saat pertama kali dijalankan, XTrans memiliki rute perjalanan Jakarta – Bandung (rute pulang dan pergi). Lalu, seiring berjalannya waktu, XTrans menambah rute hingga di luar Jakarta dan Bandung, bahkan hingga beberapa kota di Jawa Tengah. Selain layanan jasa travel shuttle, saat ini XTrans juga terus mengembangkan jenis pelayanan yang diberikan. XTrans juga memiliki pelayanan pengiriman paket dan dokumen, penyewaan mobil, dan paket perjalanan wisata beserta akomodasinya.

Rute XTrans

Rute terfavorit dari XTrans adalah rute Jakarta – Bandung (pulang - pergi) dengan tarif sekitar Rp95.000 hingga Rp170.000. Di luar kedua kota tersebut, rute lainnya yang tersedia adalah Bekasi – Bandung (pulang – pergi) dengan tarif Rp95.000, Tangerang – Bandung (pulang – pergi) dengan tarif Rp120.000, Jakarta – Serang (pulang – pergi) dengan tarif Rp70.000, Jakarta – Cilegon (pulang – pergi) dengan tarif Rp80.000, dan Bandung – Bintaro dengan tarif Rp110.000.

XTrans juga memiliki rute di luar Jakarta, Jawa Barat, dan Banten, yaitu di Jawa Tengah. Terdapat 3 kota yang dilayani oleh XTrans di provinsi ini. XTrans di Jawa Tengah memiliki rute antara lain Solo – Semarang (pulang – pergi) dengan tarif Rp85.000 dan Semarang – Pekalongan (pulang – pergi) dengan tarif Rp70.000. Semua layanan XTrans di berbagai kota menggunakan satu kelas yang sama, yaitu kelas Executive Shuttle. Di setiap perjalanannya, XTrans menggunakan 2 jenis mobil yaitu Hino dan Isuzu. Kapasitas maksimal per mobilnya adalah 12 orang. Anda akan mendapatkan kursi yang empuk, ruang untuk kaki yang lega, dan interior mobil yang nyaman.

Lokasi Pool XTrans

Selain menyebar di banyak kota, lokasi pool atau shuttle travel di tiap kotanya pun beragam juga strategis. Di Bandung, pembaca dapat menemukan XTrans di Bale Xtrans (Jl. Cihampelas), DeBatara Hotel, Jalan Gatot Subroto (dekat Trans Studio Mall Bandung [TSM atau dulu dikenal dengan BSM]), Green Batara Hotel, Metro Indah Mall (MIM), Jl. Pasteur, PT Inti (Jl. BKKR), dan Rumah Makan Oncom Raos. Di Jakarta, XTrans dapat anda temukan di Bandara Soekarno-Hatta (Terminal 1A, 1B, 1C, 2E, dan 3), Bintaro (Bintaro Trade Center [BTC]), Cibubur (Cibubur Point Otomotive Center), Hotel Kartika Chandra (Semanggi), Jatiwaringin (Ruko Jatiwaringin Junction), Jl. Blora, Kelapa Gading/Pulomas (Komplek Pertokoan Pulomas), Pancoran (Graha Anugerah), dan Pondok Indah (Jl. Gedung Hijau).

Di Bekasi, XTrans dapat ditemukan di Giant Bekasi (Mega Bekasi Hypermall). Di Cilegon, XTrans dapat ditemukan di Jl. Serdang (dekat Tugu Serdang). Di Serang, XTrans dapat ditemukan di Serang Pakupatan (Jl. Jend. Sudirman). Di Tangerang, XTrans dapat ditemukan di Gading Serpong (Komplek Ruko Kelapa Puan), Karawaci (Palais de Europe), dan Serpong (Ruko Golden Road).

Lokasi pool XTrans di Jawa Tengah pun sangat strategis. Di Semarang Anda dapat menemukan XTrans di Jl. Menteri Supeno (dekat dengan Taman KB). Di Pekalongan, XTrans dapat ditemukan di Komplek Ruko Gadjah Mada (samping stasiun). Lalu, untuk Kota Solo, XTrans dapat ditemukan di Jl. Dr. Rajiman. 

Nah, dengan rute, lokasi dan tarif yang sudah saya informasikan di atas, semoga bisa membantu pembaca saat akan bepergian dengan menggunakan bus, ya.




Suka Duka Jadi Blogger | Dari Pujian Hingga Makian | Dari Recehan Hingga Rate 10 Jutaan

15.19 60 Comments
www.travelerien.com

Pertama kali saya ngeblog tahun 2008 (di Multiply), tanpa kenal satu pun blogger saat itu, apalagi kenal blogger-blogger sukses yang bisa bikin saya jadi terinspirasi untuk menjadikan blog sebagai ladang duit, nggak ada! Nggak ada blogger yang saya kenal. Nggak ada blogger yang ngajak saya bikin blog. Semua kehendak sendiri dan niatnya cuma untuk jadi tempat menulis.


Dulu mana pernah saya tahu lewat blog ternyata bisa bikin saya merasakan menang lomba menulis, bisa bikin buku antologi, bisa dapat job, bisa diundang event, bisa gratis nginap di hotel, bisa gratis tiket pesawat, bisa jadi narasumber, bisa menulis di majalah pesawat, bisa jadi juri lomba, bisa bertemu orang-orang hebat, bisa menambah isi tabungan, bisa liburan gratis, bisa dapat teman-teman baru, pengalaman-pengalaman baru, dan masih banyak lagi  bisa-bisa yang lainnya. 


Saya sama sekali tidak pernah membayangkan ngeblog bakal mengantarkan saya pada berbagai pengalaman menyenangkan, sampai akhirnya bisa gegayaan bikin portofolio-portofolioan 😃


Portofolio ini berisi kumpulan pencapaian-pencapaian kecil dengan jumlah yang masih sangat sedikit, hanya secuil dalam ruang waktu seluas 11 tahun, buah dari hobi jalan-jalan, foto-foto, dan menulis sebagai blogger dan travel writer. 


Meskipun pencapaian baru segelintir saja, tapi saya bahagia karena di dalamnya terdapat pengalaman berharga, dan prosesnya lah yang paling penting buat saya. Pastinya, saya memerlukan waktu bertahun-tahun untuk meraih itu semua. 


Tak ada yang perlu disombongkan dari kumpulan karya baru seujung kuku ini. Malu jika bersombong ria, wong di luar sana ada bejibun blogger istimewa sarat prestasi dengan daftar pencapaian panjang segambreng, tapi mereka rendah hati dan tetap menjejak bumi.

Perlu pembaca ketahui, semua yang tampil dalam portofolio tidak mewakili keseluruhan pengalaman sependek 11 tahun menjadi blogger dan travel writer. Yang tampak cuma indah-indahnya, padahal di baliknya ada juga pahit-pahitnya 😂 

Nah karena itu saya ingin bercerita....

Di PHP Pergi Umroh

Desember tahun 2018 saya dihubungi oleh sebuah agency yang biasa memberangkatkan travel blogger  ke luar negeri untuk bermacam endors produk termasuk maskapai. Menurut info si mbak agency, ada maskapai asal Negeri Singa punya rute baru ke Timur Tengah dan mereka butuh travel blogger muslim/muslimah untuk melakukan promosi. Imbalannya gratis tiket pesawat PP dan akomodasi umroh 9 hari. Saya diundang karena saya travel blogger muslimah, punya blog dan IG sesuai kriteria yang dicari. Data saya diminta, jadwal berangkat pun sudah ditentukan. Kami pun sudah berdiskusi mengatur keperluan berangkat. Namun 1 bulan sejak penawaran yang disepakati berjalan, saya batal diberangkatkan dengan alasan yang tidak jelas. Sedih dan kecewa? Pasti. Tapi saya tidak membiarkan diri saya larut.

Setelah itu.....

Datang tawaran kerjasama dari travel agent besar dengan sejumlah imbalan plus gratis liburan ke 3 negara. Huaaaaa 😍 

Umroh dan jalan-jalan 3 negara pakai duit sendiri Insha Allah bisa dan biasa, tapi gratis dari hasil ngeblog tentu jadi sebuah pengalaman tersendiri bagi seorang blogger. Jadi, meskipun liburan gratis ke 3 negara tidak dapat menggantikan indahnya perjalanan umroh, saya tetap happy. 

Di-blacklist Online Marketplace

Sebut saja Online Marketplace (OM) yang hendak saya bahas ini sebagai Plastik. Sebelum kerjasama dengan Plastik saya sudah kerjasama dengan OM lain yaitu Kayu dan Besi. Kerjasama dengan Kayu dan Besi lancar jaya dan nggak pernah ada masalah. 

Lain halnya dengan Plastik, baru pertama kali kerjasama saya sudah dibohongi. Pihak Plastik melanggar 2 poin dalam kesepakatan. Pembayaran invoice mundur lama, dan jumlah yang ditransfer tidak sesuai. 


Saya hubungi baik-baik buat minta penjelasan. Bukan permintaan maaf dan penjelasan yang saya dapat, yang ada mereka menanggapi saya dengan kasar dan mengatakan saya akan di-blacklist saat itu juga dari semua kerja sama dengan Plastik. Respon yang sangat berlebihan. Pihak sana yang melakukan kesalahan, mereka pula yang marah. Sungguh mengherankan. 


Selepas kejadian itu....

Datang tawaran kerjasama dari sebuah OTA. Tawaran tersebut langsung dari pihak brand, bukan via agency. Jumlah fee yang diberikan 6 kali lipat dari fee si Plastik. Bahkan, diberi tambahan gratis tiket pesawat (untuk 4 orang) dan hotel untuk keperluan experience.  

Selain itu, agency si OTA tersebut juga mencari saya, menawarkan kerjasama dengan fee ala agency.... murah meria cerah ceria he he. Saya tetap ambil meski recehan. Selain karena saya suka produk yang ditulis, mereka pun tepat janji dan enak diajak diskusi. Bukan kayak si OM Plastik itu 😅

Artikel Ditolak 

Selain menulis artikel perjalanan di blog, saya juga menulis di koran dan majalah. Dulu tidak terpikir akan menulis di media cetak, tapi sejak berteman dengan Mas Teguh Sudarisman dan Mbak Irawati Prilia, saya jadi terinspirasi untuk melebarkan sayap. Saya  belajar giat pada mereka supaya saya bisa membuat foto bagus dan tulisan menarik.

Awal-awal merambah media cetak, saya yang "mengemis" pada bagian redaksi agar tulisan saya dimuat. Namun, jarang sekali ada yang luluh, artikel saya banyak ditolak. Alasannya beragam, destinasi yang saya tulis sudah pernah dimuat, fotonya jelek nggak HR, artikel nggak menarik, dll. 

Saya nggak marah, apalagi menyerah. Ditolak oleh majalah A, saya kirim ke majalah B, kalau ditolak lagi saya kirim ke majalah C. Begitu terus sampai nggak ada yang mau terima sama sekali, baru saya coba kirim ke koran. Kadang ada koran yang mau terima, banyakan sih enggak. Kalau udah kemana-mana ditolak, baru deh saya posting di blog 😂

Itu dulu! 

Setelah berbulan-bulan dan bertahun kemudian, akhirnya artikel perjalanan saya bisa nampang dengan mudah di majalah-majalah ternama, di koran-koran besar, dan di majalah dalam pesawat (inflight mag) yang penuh warna. Dulu honor masih 150ribu dibayar 1 bulan kemudian, itu pun mesti nagih-nagih dulu. Sekarang honor bisa mencapai 34 kali lipat per artikel (inflight mag papan atas), dan pembayarannya bisa diterima dengan mudah dan cepat.


Dulu saya yang colek-colek bagian redaksi supaya artikel saya dimuat, sekarang saya yang dicolek-colek oleh orang majalah agar saya membuat artikel untuk mereka. Roda benar-benar berputar, ya. Ternyata, dengan seiring waktu, semangat pantang menyerah, berdoa dan terus berusaha, keadaan bisa berbalik.  

Foto Ditolak 

Ada 2 majalah full color (bukan inflight mag) pernah menolak artikel saya karena masalah foto yang tidak highres. Saya ditanya foto pakai kamera apa, saya sebut Canon pocket, lalu saya diceramahi. Mungkin pikir mereka berani-beraninya punya foto nggak bermutu minta dimuat di majalah mereka yang tebal, bagus dan penuh warna itu 😂

Bukannya sedih abis ditolak dan diceramahi nggak enak, saya malah pergi ke toko kamera di Blok M buat beli kamera DSLR. Sewaktu belanja kamera, saya tanya soal lensa buat foto landscape yang bagus apa, buat foto makanan baiknya lensa apa. Dari banyak tanya inilah saya balik ditanya, untuk keperluan apa, dan profesi saya memangnya apa? Saya jawab travel blogger. Nah, obrolan saya dengan si sales didengar oleh si pemilik toko yang kebetulan hari itu ada di tempat. Dia ternyata seorang fotografer yang hobi jalan-jalan juga (setelah saya kepoin medsosnya). Kemudian kami ngobrol.

Keajaiban pun terjadi........


Singkat cerita, saya mendapatkan kamera Canon EOS 70D Wifi lensa 85-135mm dengan harga diskon sangat banyak, plus free lensa 50mm. Nah, dengan kamera itulah kelak foto-foto saya bertebaran di blog, medsos, dan nampang di majalah yang saya bidik. Dengan foto-foto dari kamera DSLR itu, tak ada lagi pihak media cetak yang mengatakan foto saya nggak bermutu 😂


Selain beli kamera, saya juga mulai cari guru buat belajar foto, biar memotret nggak cuma pakai perangkat bagus tapi juga pakai ilmu. Saya belajar di mana saja dan sama siapa saja, kadang berbayar, kadang gratis. Soal kemudian saya jadi ahli banget sih ya enggak, tapi setidaknya nggak ada lagi foto-foto jepretan saya diketawain orang majalah, gituuuu 😛


Datang Tak Diundang, Pergi Gitu aja Lalu Menghilang


Dari pengamatan saya dalam 3 tahun terakhir sejak bergabung di beberapa WA Grup Blogger dan FB Grup Blogger, blogger makin banjir tawaran kerjasama. Malah ada yang hampir tiap hari dapat tawaran. Tampaknya, blogger kian melambung tinggi ke atas awan, jasanya banyak yang cari! Para pencari beragam, nilai dan bentuk kerjasamanya pun bermacam-macam. Ada yang berupa content placement, paid review, hingga job yang mengharuskan hadir ke event. Bloggers yang merasa sesuai kriteria biasanya sibuk ngelist, termasuk saya kalau sreg juga ikutan ngelist. Kalau kerjasamanya cocok saya ambil, kalau enggak ya lepas. 

Tawaran kerjasama ada yang disebar dan diposting secara terbuka, ada pula yang tertutup dan diam-diam, yang artinya hanya antara pihak yang butuh blogger dan blogger yang dituju saja yang saling tahu. 


Undangan kerjasama biasanya saya terima melalui email, kadang melalui DM di Instagram. Buat yang sudah kenal, biasanya langsung menghubungi via Whatsapp. Kebanyakan, undangan kerjasama disampaikan dengan bahasa yang baik, sopan, dan informasinya lengkap. Buat yang begini sudah pasti saya tanggapi dengan lebih baik lagi.


Namun, nggak sedikit tawaran kerjasama disampaikan dengan bahasa nggak jelas, nggak lengkap, bahkan nggak ada sopan-sopannya. Pernah ada yang cuma mengirim DM dengan kalimat seperti ini: "Mbak, minta rate nya dong!"


Nggak ada perkenalan sama sekali, dia siapa, mewakili perusahaan apa, brand apa, produk apa, bentuk kerjasama seperti apa, sangat nggak jelas. Sudah pasti yang model begini saya jadikan sasaran empuk untuk "diedukasi". Ada yang kemudian jadi minta maaf dan kemudian bicara baik-baik melanjutkan tawaran kerjasama. Ada pula yang malah marah-marah lalu pergi. Aneh hehe.


Yang datang baik-baik ada yang berakhir dengan kerjasama yang baik, ada pula yang nggak ada kabar sama sekali. Setelah diskusi dan negosiasi panjang lebar, eh dia menghilang nggak ada kabar. Baiklah, mungkin waktunya buat saya sedekah waktu dan tenaga buat pencari blogger yang datang bagai jailangkung cuma buat cak cek rate.


Pernah ada yang cari saya lewat DM, nanya rate baik-baik. Saya kasih. Besoknya saya cek lagi DM nya, barangkali ada kelanjutan tapi oh ternyata DM nya hilang. Sepertinya dihapus. Emang kenapa coba? Kalau nggak cocok kan tinggal bilang, lalu pamit baik-baik, ngapain hapus DM. Padahal saya sudah memberikan semua yang dia minta, mulai dari mengisi data, sampai screenshot segala macam insight feed dan story IG, bahkan lengkap dengan laporan GA Blog 😅



Rate 10 Juta!


Pernah juga ada yang datang nanya rate begini: "Mbak, rate nya berapa?"
Saya jawab: "10 juta!"


Lalu ngocehlah dia panjang lebar, mengatakan saya kok sok seleb pakai jual mahal banget padahal cuma post foto doang 1x di feed IG. Lha iya lagian ujug-ujug datang nanya rate, nggak ada informasi apapun perihal kerjasama apaan, ya sudah saya kasih aja langsung 10 juta sebagai bentuk penolakan 😂


Omong-omong.....


Saya memang nggak seperti blogger lain yang hampir tiap hari dapat tawaran pekerjaan promosi di IG dan Blog, tapi bukan berarti saya miskin tawaran kerjasama. Ada ajalah pokoknya. Sekalinya ada, pernah sampe ada yang khilaf membayar honor 1o juta untuk promosi produk wisata 😁 *ampuni saya bila ini terbaca sombong ya Tuhan


Jadi ingat pernah dibilang sombong karena nolak job, katanya saya belagu pilah-pilih job. Hehe...gimana dong ya, kalau nggak cocok dan nggak sreg dengan suatu job, masa memaksakan diri untuk mengambilnya. Saya suka duit iya, tapi kalau saya merasa bahwa ada hal lain yang harus saya prioritaskan dulu ketimbang mengerjakan tulisan buat blog, saya pilih nggak dapat duit aja deh, nggak apa-apa. 


Diblokir dari Kegiatan Wisata Daerah

Ini yang paling ekstrem. Seorang blogger yang terprovokasi oleh rekannya melakukan perbuatan tidak menyenangkan secara online dan offline. Berkata kasar dan menghina, serta melakukan penyebaran berita bohong secara berulang kepada para blogger dalam lingkarannya yang juga ada dalam lingkaran saya. Ia sebagai pelaku dan penggiat wisata yang seharusnya hangat dan bersahabat, ternyata "luar biasa" dalam mencederai citra yang melekat pada dirinya sendiri yaitu dengan mengintimidasi wisatawan undangan di tengah acara wisata tingkat nasional yang diliput oleh berbagai media.

Tidak mau diam, saya bekerja sama dengan tim pengacara beranggotakan 5 lawyer bertitel SH, MH, hingga doktor, serta pihak bareskrim cyber crime di Jakarta, kasus tersebut saya bawa dan perpanjang hingga siap dilaporkan ke polisi secepat yang saya mau. 


Dengan alat bukti yang sangat cukup, saya memang sangat percaya diri membawa kasus pencemaran nama baik tersebut ke ranah hukum. Menghasut orang-orang untuk memblokir saya dari segala kegiatan wisata di daerahnya, mengaku mereka punya kuasa atas segala kegiatan kepariwisataan, bahkan sengaja berteriak mengatakan bahwa daerah itu miliknya, sungguh arogan dan penuh kesombongan, tapi saya tidak pernah gentar. 


Tidak ada yang sia-sia dari pengusutan selama beberapa bulan, ybs akhirnya menyerah dan menemui saya minta damai, mengaku bersalah, lalu melakukan permintaan maaf sesuai dengan yang saya syaratkan, yaitu melalui media sosial. Penjara memang ampuh membuat seseorang jadi menyerah, berhenti berlagak dan bertingkah preman!


Kelar urusan tersebut.....


Rejeki sebagai blogger beruntun menghampiri. Hampir tiap beberapa kali dalam sebulan saya bepergian ke banyak daerah, melakukan kegiatan yang membuat saya bertemu banyak blogger, berwisata ke banyak tempat dengan bahagia. Tak ada yang memblokir-blokir dan menzolimi, justru rejeki dan kebaikan membanjiri tanpa henti...


Dibully Jadi Juri, Dicemarkan dengan Sengaja


Yang terbaru dan nggak kalah ekstrem: Jadi juri yang dibully, diintimidasi, dan dihina semena-mena akibat ada seorang blogger yang tidak terima kalah lomba blog. Karena di sini si penghina dan pengancam melakukan pencemaran nama baik secara terang-terangan kepada saya, maka apa yang saya tulis berikut ini adalah sesuai kapasitas saya sebagai diri pribadi dan juri, bukan mewakili pihak penyelenggara. 


1. ADA 4 JURI 


Dalam kasus ini saya merupakan salah satu juri dari 4 juri yang disiapkan panitia lomba. Saya juri dari blogger, seorang juri lainnya jurnalis dari sebuah harian ternama, 2 juri lagi dari pihak panitia penyelenggara. Informasi nama-nama juri dipajang dalam pengumuman lomba di website penyelenggara yang telah diposting sejak pertama lomba digelar. Selain di website, nama juri juga dipajang dalam flyer promosi, lengkap dengan foto juri walaupun hanya 2 foto yang dimuat karena keterbatasan ruang pemuatan.


Masing-masing juri berhak memilih kandidat pemenang dan memberikan poin untuk masing-masing artikel terbaik. Ketika sebuah nama masuk dalam 3 besar, itu artinya para juri memiliki kesamaan pilihan. Mustahil seorang peserta menjadi juara jika ia hanya dipilih oleh satu orang juri saja! 


2. Komplen BLOGGER WA


Seorang peserta lomba menghubungi saya lewat WA pada suatu malam. Sebut saja namanya BLOGGER WADia menanyakan artikelnya kurang apa sehingga belum berhasil menang. Dia juga minta saran/masukan dari saya. Karena sudah malam, saya ingin istirahat, malam itu saya sempatkan untuk menjawab ucapan salamnya saja, lainnya saya tunda. *chat WA masih ada di HP


Semua baik-baik saja sampai akhirnya saya dikejar lagi keesokan hari. Saya jawab singkat bahwa syarat yang dia ikuti sudah lengkap dan dia berhasil masuk 7 besar dari sekian banyak peserta. Saya katakan juga soal saran dan masukan akan saya berikan nanti, karena saat itu saya sedang sibuk mau acara. Namun dia  tidak puas dengan jawaban saya. Lalu, chatnya jadi panjaaaang. Ada emosi bercampur prasangka, ancaman, bahkan tuduhan dalam perkataannya. Ia juga menunjukkan artikel pemenang kedua, katanya ada kesalahan fatal.


Saya, tim juri, dan panitia bertemu di acara, kami sempat bicara serius, mempelajari apa yang menjadi masalah si Blogger WA. Rencananya seusai acara dia akan dihubungi, diberi penjelasan lagi. Oh ya, selain saya, si Blogger WA ini juga mencecar juri dari penyelenggara. Sesuai pengakuan rekan juri, dia sudah memberi penjelasan, tapi Blogger WA tidak puas-puas. Karena sedang sibuk mengurus acara, akhirnya rekan juri fokus ke acara dulu, tapi bagi si Blogger WA, juri tersebut dianggap mengabaikannya. 


Namanya juga nggak puas ya, juri dicecar terus. Blogger WA tak hanya melakukan protes lewat WA, tapi juga IG Story dan FB. Beberapa statusnya yang secara terang-terangan menyebut nama penyelenggara banyak di-screenshot oleh orang-orang, lalu dikirim kepada saya sebagai barang bukti. Intinya, Blogger WA ini memerintahkan kepada penyelenggara termasuk juri untuk minta maaf padanya. Huffft.... 😂


Saya pribadi banyak memilih diam tak meladeni chat Blogger WA bukan menghindari cecaran, hanya memilih tenang agar emosi negatif yang sedang menyerang tak ikut membuat saya meledak. Saya percaya betul, penjelasan apapun tidak akan bisa diterima jika kepala Blogger WA masih panas. Saya menunggu sampai ybs sadar dari emosinya yang berlebihan. 


3. Tidak Ada Pelanggaran dari Pemenang


Tuduhan Blogger WA terhadap artikel pemenang kedua yang dianggap melanggar aturan, sudah dikonfirmasi oleh penyelenggara tidak ada pelanggaran. Produk merek lain yang  disebut dalam artikel pemenang bukanlah produk pesaing.


Ohya, sebelum pengumuman pemenang, Blogger WA ini sempat DM saya mengatakan bahwa si pemenang kedua ngggak lolos syarat lomba karena tidak post IG. Atas kejelian si Blogger WA, saya cuma katakan: "oh blogger itu sudah post IG, tapi di akun IG lain yang kamu nggak tahu." 


4. BLOGGER DM, Brutal dan Kasar


Seorang blogger laki-laki sebut saja namanya BLOGGER DM, dia bukan teman saya, belum pernah jumpa, dan dia tidak ikut lomba, tiba-tiba kirim DM ke saya dan menulis dengan bahasa kasar, menyebut saya brutal. Dia tidak pernah tanya saya soal detail kasus, tapi langsung sembarangan bicara. Tak cuma itu, dia juga mengirim DM kepada pemenang pertama, menulis dengan kalimat merendahkan seolah si pemenang pertama tak layak menang.


Karena saya tidak kenal dia, saya bertanya kepada rekan-rekan blogger. Ternyata si Blogger DM ini adalah blogger langganan juara menulis. Kaget juga sih, kok langganan juara menulis punya kepribadian sejahat itu, sama perempuan pula. Bolehkah saya yang balik sebut dia lancang, kasar, dan brutal? *isi DM nya masih ada, sudah saya screenshot bila sewaktu-waktu diperlukan.


5. BLOGGER FB, Pencemaran Nama Baik


Beberapa rekan blogger mengirim screenshot ke saya, berisi postingan status seorang blogger sebut saja sebagai BLOGGER FB yang menghina penyelenggara, bahkan mengatakan juri tidak kredibel. Seseorang menyelidiki dan bertanya pada BLOGGER FB tersebut dan akhirnya ia mengaku "tidak tahu kasusnya" dan "cuma bantu teman".


Ini menyedihkan! Tidak tahu apa-apa tapi menjerumuskan diri ke dalam lubang berbahaya bernama fitnah akibat menyebarkan hoax dari provokator yang nggak terima kalah lomba.


6. MENGHASUT


Blogger WA, Blogger FB, Blogger DM, semuanya laki-laki. Saya sama sekali tak kenal Blogger FB dan Blogger DM. Mereka juga tidak ikut lomba tapi seperti maha tahu kasus yang terjadi. 

Saya kenal blogger WA, hubungan pertemanan kami di media sosial baik. Dia juga pernah menang lomba di mana saya jadi juri sekaligus panitia lomba, sayangnya saat dia menang dia tidak mengancam dan tidak menuduh saya sebagai juri tidak kredibel. Sebutan juri curang itu baru ada saat dia kalah di lomba yang saya bahas ini.


Sikap sinis dan judes tidak hanya ditunjukkan oleh 3 blogger tersebut, tapi juga oleh 2 blogger lain yang kalah lomba. Saya juga mengenal salah seorangnya karena ia pernah ikut lomba di mana saya jadi jurinya dan ia jadi juara.


Entah ada apa dengan mereka ini, ketika saya memilih mereka jadi juara lomba di lomba lain, mereka bisa nyaman menikmati kemenangan tanpa ada yang protes. Tak pula meragukan hasil penjurian saya. Saat kalah di lomba yang ini, oh astagaaaa 😥


Saya sungguh tidak ingin meladeni mereka yang sama-sama dalam lingkaran pertemanan dekat. Bahkan, ketika tahu salah satu dari dua blogger tersebut akhirnya memblokir saya dari IG nya, ya sudah silakan, tak soal. 


Selanjutnya, satu persatu perbuatan mulai terungkap. Ada yang mengaku "disuruh temen", "bantu temen", "diprovokasi temen". Saya melihat langsung isi DM si provokator ke peserta lomba yang kalah lainnya, mengajak menyerang saya. Astaga...kekecewaan kalah lomba itu teramat dalam rupanya ya, sampai sejauh itu berbuat kepada saya.


Saya tak menggubris suara di kiri kanan yang mengatakan bahwa mereka adalah orang-orang star syndrome. Biasa dapat tepuk tangan, sekalinya sepi, egonya terluka. Dan akhirnya, saya jadi sasaran kemarahan. Astagfirullah. Tobat sama-sama yuk bapak-bapak terhormat langganan juara menulis blog.... 


7. UU ITE


Saya tidak pandai berdebat, apalagi meladeni keributan di media sosial. Jadi saya tawarkan kepada pihak-pihak yang tidak puas jika ingin terus perpanjang kasus ini sampai jauh, silakan bawa ke tempat yang lebih tepat yaitu penegak hukum. Saya tidak ingin orang-orang terus bertindak melewati batas, apalagi mengeroyok secara brutal di media sosial, tentu saya butuh payung hukum untuk melindungi nama baik saya.


Saya rasa, bukan saya saja. Pihak lebih besar yang namanya terang-terangan dicemarkan bisa saja melakukan tindakan lebih dahsyat daripada saya, dalam rangka melindungi nama baiknya. 


Sampai pada saat saya mengingatkan tentang UU dan pasal-pasal yang bisa menjerat seseorang supaya bertanggung jawab atas perbuatannya, mereka meminta maaf dan mengakui perbuatannya adalah salah terhadap saya.


Huffft....semoga kesadaran dan kebesaran jiwa yang muncul, menjadi penenang hati dan pembuka jalan rejeki yang lainnya .


Saya sangat mudah memaafkan, namun yang lebih penting dari saling memaafkan adalah tobat dan berjanji pada diri sendiri untuk tidak mengulanginya lagi, dan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik.


Sesungguhnya, menang atau kalah lomba blog adalah kombinasi antara konten, selera juri, dan rejeki. 


Semoga setiap yang  berlomba, memiliki mental juara sejati 😊


Rejeki Jadi Juri Lagi


Setelah prahara lomba yang mengguncang dunia perbloggeran tersebut 😜, saya kembali fokus pada kegiatan lainnya, menjadi juri Lomba Vlog Festival Tanjung Kelayang 2 yang digelar oleh Dinas Pariwisata Belitung sejak September sampai November 2019. 


Mau tahu "hadiah" dari prahara lomba yang barusan terjadi? Tawaran jadi juri lomba blog dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan!  Apa? Lomba level kementrian?? 😱 Yak, sekarang saya sedang menjadi juri lomba blog lagi. Dapat kepercayaan dari kementrian. Alhamdulillah.


Huhuh....mau nangis rasanya....


Entah kenapa, tiap ada prahara, selalu ada rejeki baru yang datang tanpa terduga. Apakah ia sebuah penghiburan atas kesedihan, atau kah memang rejeki yang sudah Tuhan siapkan? Hanya Allah yang Maha Tahu. Saya hanya perlu bersabar dan bersyukur atas setiap yang terjadi....


Bersambuuuung.....



💚💚💚💚 


Setiap blogger punya suka dan dukanya masing-masing. Saya mengalami begini, yang lain mungkin mengalami begitu. Saya melaluinya dengan cara begini, yang lain mungkin melaluinya dengan cara begitu.

Apapun itu, saya pribadi lebih suka menikmati semuanya sebagai sebuah proses pembelajaran yang amat berharga.


Materi menggiurkan yang saya dapatkan dari blog bukanlah alasan yang membuat saya tetap ngeblog sampai hari ini. 

Bila suatu hari saya tak lagi ada mengisi blog ini, bukanlah prahara yang membuat saya berhenti, melainkan mati.

Tetap ngeblog, tetap berbagi, dan terus ingat saja dua hal ini : KONTEN dan KONSISTEN.


💚💚💚💚

Saya sangat percaya, ada sesuatu yang lebih besar dari sekadar imbalan dan pujian, atau pun makian dari ngeblog. Ada yang tahu itu apa? 😊😉

Menikmati Keindahan Pantai di Bangka, Negeri Pencinta Seafood

14.01 2 Comments
Pulau Bangka - Di samping identik dengan kekayaan kulinernya, Pulau Bangka secara visual menawan dipandang. Lihat saja garis pantainya, bertabur pasir putih dengan godaan momen fajar maupun senja yang impresif. Kemolekan pantai demi pantai menjerat waktu siapa saja untuk berlama-lama. Tak hanya itu, dalam lautnya pun berisikan hayati luar biasa. 
Pantai Penyusuk, Salah Satu Pantai di Bangka (Foto: Martyno Edo)

Kepulauan Bangka Belitung

Kepulauan Bangka Belitung merupakan salah satu provinsi di Indonesia. Letaknya berdekatan dengan Sumatera Selatan dan mempunyai dua pulau besar yaitu Bangka dan Belitung. Pulau Bangka jauh lebih luas dan terkenal dengan kekayaan kulinernya. Sementara tetangganya, Pulau Belitung terkenal dengan keindahan pantainya. 

Dalam empat tahun terakhir, saya telah beberapa kali menyaksikan keindahan Belitung, tetapi belum pernah ke Bangka. Setelah sekian lama hanya menjadi cita-cita, akhirnya kesempatan itu datang pada bulan Januari tahun ini. 

Berempat dengan anak-anak dan ibu, kami berangkat liburan ke Bangka untuk menikmati beragam kuliner khas, serta melakukan banyak aktivitas di pantai. 
Liburan keluarga di Bangka Januari 2019

Wisata Kuliner

Tak sulit untuk mencapai Pulau Bangka. Sejumlah maskapai mempunyai beberapa jadwal terbang untuk datang dan pergi dari sana. Kami tinggal pilih waktu yang disukai yakni berangkat siang hari dari Jakarta. Hanya dalam 1 jam 10 menit penerbangan, kami sudah sampai di Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang. 

Aktivitas pertama kami di Pangkal Pinang adalah kulineran. Bukan tanpa alasan hal ini kami dahulukan. Selain tanda waktu makan siang sudah tiba, saya juga ingin langsung membuktikan apakah benar kuliner menjadi daya tarik paling juara bagi pengunjung yang baru datang ke Bangka. 

Sejatinya, Pangkal Pinang memang identik dengan kuliner. Kota ini memiliki segudang kuliner yang wajib dicicipi, di antaranya seafood, pempek, mie, otak-otak, kopi, martabak, dan masih banyak kuliner lainnya. Petualangan kuliner kami di Kota Pangkal Pinang dimulai dari sebuah rumah makan seafood terkenal seantero Bangka, namanya Restoran Mr. Asui.
Kuline seafood, Kopi Tungtau, Otak-otak & Empek-empek, Mie Koba

Bangka Surganya Pecinta Seafood

Seafood merupakan kuliner yang wajib dicoba bila berkunjung ke Bangka. Di Kota Pangkal Pinang terdapat beberapa restoran seafood terkenal, salah satunya Restoran Mr. Asui. Restoran ini beralamat di Jl. Yang Zubaidah No.242, Bintang, Kec. Rangkui, Kota Pangkal Pinang. 

Nama Restoran Mr. Asui berasal dari nama pemiliknya, Hew Men Sui. Pengunjung yang datang sering memanggilnya Mr. Asui. Nama itu akhirnya melekat jadi nama resto. 

Restoran Asui berada di sebuah gang kecil, tapi bangunannya cukup besar sehingga bisa menampung banyak orang dalam satu waktu. Testimoni dari teman dekat yang membuat saya penasaran untuk mencicipi seafood Mr Asui.
Menu Seafood Restoran Asui

Beragam olahan seafood bisa dinikmati di sini. Signature dish-nya adalah Ekor Ikan Tenggiri Bakar. Menu ikan, udang, cumi, kepiting, kerang, dan ayam tersedia dalam berbagai pilihan cara masak. Jika tak menahan diri, rasanya semua menu ingin saya pesan. 

Saya hanya memesan apa yang menjadi kesukaan ibu dan anak-anak, yaitu Kerang Saus Tiram, Udang Goreng, Ayam Bakar, dan beberapa sayuran yang dilengkapi dengan sambal terasi udang dicampur cabe merah, bawang putih dan perasan jeruk limo sesuai selera.

Benar kata orang, citarasa seafood Bangka memang juara. Sekali mencicipi, jadi ketagihan berkali-kali. Ramai pengunjung yang datang, baik masyarakat yang tinggal di Pangkal Pinang maupun para pendatang, membuktikan seafood Bangka begitu digemari. 

Kunci kelezatan hidangan ada pada cara masak dan seafood yang digunakan. Seafood dimasak seasli mungkin tanpa bumbu dan bahan yang dimasak hanya seafood segar. Untuk kelezatan citarasa, harga yang dibanderol cukup reasonable. 
Lempah kuning dan kecambah tumis Ikan asin Khas resto Seafood Asui (Foto: Martyno Edo)
Makan seafood di Resto Asui bersama keluarga

Pantai Tongaci Sungailiat

Sungailiat merupakan ibukota Kabupaten Bangka. Kota ini berjarak kurang lebih 35 kilometer dari Kota Pangkal Pinang dan dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 45 menit berkendara mobil. Sungailiat terkenal dengan wisata pantai yang menawan. Pantai-pantainya bersih berpasir putih, serta memiliki hamparan batu granit yang menambah keindahan pantai. 

Anak-anak sudah tak sabar ingin segera beraktivitas di pantai. Karena itu, setelah makan siang seafood di Pangkal Pinang, kami langsung berangkat ke Sungailiat. Dalam perjalanan kami menjumpai banyak penjual buah durian, buah musiman di Bangka pada bulan Januari. 

Sebagai keluarga penggemar durian, sayang untuk melewatkannya begitu saja, kami mampir untuk membeli. Singgah makan buah durian membuat kami kesorean tiba di Sungailiat. Beruntung masih bisa mengejar matahari terbenam di Pantai Tongaci.

"De Locomotief" Pantai Tongaci (Foto: Martyno Edo)



Sebagai kota tujuan wisata, Sungailiat memiliki banyak pilihan penginapan bagus dengan harga terjangkau. Salah satunya Hotel Sunjaya, tempat saya menginap bersama keluarga selama dua hari di Sungailiat. Lokasinya di kota, berjarak kurang lebih 5 kilometer dengan Pantai Tongaci. 

Pantai Tongaci merupakan pantai yang berlokasi di Jalan Laut, Sungailiat, Kabupaten Bangka. Lokasinya berdekatan dengan kawasan wisata Pantai Parai. Tiket masuk kawasan pantai Rp 10.000/orang. 

Pantai Tongaci (Foto: Martyno Edo)

Selain memiliki keindahan pantai pasir putih, Pantai Tongaci juga menyuguhkan hiburan, kuliner, belanja, bahkan beberapa pilihan destinasi seperti penangkaran Penyu Hijau dan Penyu Sisik. Anak-anak saya jadi punya kegiatan memberi makan penyu dengan makanan yang dijual disekitar pantai. 

Selain itu terdapat Museum Garuda yang mengoleksi foto-foto tua dari masa kolonial Belanda, galeri buku dan sebuah Lokomotif yang menjadi icon sehingga kawasan ini dinamakan "De Locomotief". Ornamen-ornamen untuk berfoto membuat Pantai Tongaci jadi tempat menyenangkan untuk hiburan keluarga di kala senja.

Senja di Pantai Tongaci (Foto: Martyno Edo)

Pantai Penyusuk di Belinyu

Pantai Penyusuk berada di bagian utara Pulau Bangka. Keindahan pantai pasir putih yang dimilikinya berpadu dengan hamparan batu granit raksasa, mengingatkan saya pada pantai-pantai jelita di Belitung. Untuk menjangkau Panti Penyusuk kami harus berkendara mobil selama kurang lebih 1 jam perjalanan dari kota Sungailiat. 

Jalan datar menuju Belinyu nyaris tanpa kelok, hal yang jarang saya jumpai bila sedang jalan darat di daerah di Sumatera. Setelah melewati banyak kampung, sesekali ladang, lubang bekas galian tambang, dan padang ilalang, akhirnya kami sampai di Pantai Penyusuk. Untuk masuk kawasan pantai dikenakan tarif Rp 10.000/orang untuk seharian. Harga tersebut tidak termasuk pemakaian kamar mandi dan toilet. 

Panyai Pensyusuk, Belinyu, Bangka

Pantai Penyusuk memiliki karakter serupa dengan pantai-pantai di Belitung, dengan pasir putih lembut, pesisir pantai yang landai, spot-spot diving yang memukau, serta kumpulan batu granit ukuran raksasa yang menjadi ciri khasnya. Selain landai, pantainya lebar sehingga anak-anak cukup aman bila bermain dan berendam air. 

Sayangnya kami datang saat Bangka sedang musim hujan. Meskipun hari itu dianugerahi cuaca cerah, tapi gelombang tetap tinggi, dan ombak tetap kencang. Rencana untuk snorkeling di Pulau Puteri otomatis batal. Tekong perahu menyatakan laut tidak aman. Daripada mendekati bahaya, kami memilih batal. 

Di musim cuaca baik, menyeberang ke Pulau Puteri akan menjadi pengalaman seru tak terlupakan. Di sana, pantainya sangat cantik dan bawah lautnya memiliki kekayaan hayati yang tinggi.

Pantai Penyusuk Belinyu, Bangka (Foto: Martyno Edo)

Pantai Penyusuk memiliki dua karakter yang berbeda. Pada satu sisi memiliki garis pantai yang panjang, berpasir putih, dan ombak sangat kencang. Sementara pada sisi lainnya pantai pasir agak kecoklatan, lebar, dipenuhi batu granit, dan ombaknya lebih pelan sehingga cukup aman buat berenang. Di pantai yang kedua inilah anak-anak saya bermain pasir, berendam, dan berlarian mengejar ombak. 

Pantai Penyusuk cukup jauh dari perkampungan. Tetapi, penjual makanan dan minuman di kawasan pantai terbilang banyak. Mereka datang dari kampung nan jauh untuk berjualan di tenda-tenda sederhana. Keberadaan mereka cukup berarti untuk membantu mengatasi lapar dan haus setelah seharian beraktivitas di pantai. 

Bagi penggemar fotografi, hamparan batu granit raksasa di Pantai Penyusuk menawarkan pemandangan pantai yang spektakuler. Sayang bila dilewatkan oleh lensa kamera.

Pantai Penyusuk, Belinyu, Bangka (Foto: Martyno Edo)

Pantai Tanjung Pesona

Tanjung Pesona dapat dikatakan sebagai salah satu objek wisata unggulan di Pulau Bangka. Bukan hanya jadi favorit bagi wisatawan domestik, tetapi juga primadona wisatawan mancanegara. 

Fasilitas penginapan dan restoran berdiri megah di tepi pantai, memanjakan wisatawan yang ingin bersantai menikmati suasana pantai. Suara ombak dan angin pantai Tanjung Pesona bisa langsung kami rasakan ketika menginap di Resort Tanjung Pesona.

Tanjung Pesona berjarak kurang lebih 9 kilometer dari Kota Sungailiat. Jika dari Pangkal Pinang dapat dicapai dalam waktu 45 menit berkendara mobil. Perjalanan kami menuju Pantai Tanjung Pesona melewati Pantai Pasir Panjang dan Pantai Tikus, dua pantai yang tak kalah menarik untuk disaksikan keindahannya. Kami juga melintasi kebun lada yang merupakan komoditi unggul di kabupaten Bangka serta jalan-jalan yang relatif sepi dan bersih.

Tanjung Pesona, Bangka

Tanjung Pesona membuat saya jatuh cinta pada pandangan pertama. Pemandangan pasir putih dengan butiran yang lembut berpadu dengan air laut jernih kebiruan yang seketika menghipnotis saya, menjadi penanda jika lokasi ini luar biasa indahnya. 

Di sekitaran pantai banyak sekali hamparan bebatuan granit berukuran besar, sebagian terendam di dasar laut. Keindahannya kian lengkap dengan 3 tingkatan pantai. 

Struktur pantai paling bawah merupakan pantai landai dengan pasir lembut, kemudian ditingkat kedua terdapat gazebo yang menjorok ke laut dan tingkat paling atas merupakan susunan bebatuan besar nan eksotik. Di tingkat manapun saya berdiri, saya dapat melihat ombak menyapa pantai dan merasakan angin semilir yang menghadirkan rasa damai. Tempat yang tepat untuk mengistirahatkan badan dan pikiran dari segala rutinitas dan pekerjaan.

Tanjung Pesona Bangka (Foto: Martyno Edo)

Pantai Tanjung Pesona Bangka (Foto: Martyno Edo)

Banyak aktifitas yang kami lakukan di sini. Anak-anak riang bermain di pantai membuat istana pasir, asyik berlarian mengejar ombak, dan main air sambil berendam di laut. Sementara itu, ibu dan saya banyak bersantai di restoran yang menghadap ke laut, menikmati panorama sembari mencicipi beragam makanan dan minuman yang menggugah selera. Selama dua hari di Tanjung Pesona, liburan kami sangat menyenangkan. 

Mie Koba Bangka

Bangka terkenal dengan makanan khas berbahan mie. Di Jakarta dan Tangerang penjual Mie Bangka sangat mudah saya jumpai dan biasanya tak pernah sepi pengunjung. Namun, tak semua kedai Mie Bangka bisa saya datangi karena ada yang non halal. Begitu pula di Bangka, saya sebagai umat muslim harus sedikit hati-hati jika ingin menikmati Mie Bangka. Namun, saya tidak perlu khawatir karena mie halal mudah ditemukan di Bangka, salah satunya Mie Koba Bangka.

Mie Koba merupakan salah satu kuliner mie asli Bangka. Kami mendapatkan rekomendasi Mie Koba halal dari guide yang menemani kami selama di Pangkal Pinang. Dinamakan Mie Koba karena sesuai dengan nama tempat asalnya dibuat, yaitu di Koba Bangka Tengah. Mie Koba didirikan lebih dari 20 tahun yang lalu oleh Bapak Iskandar, di Koba, Bangka Tengah. 

Setelah berpuluh tahun, Mie Koba masih eksis melayani penggemarnya. Saat ini ada dua warung Mie Koba yang berlokasi di Koba dan di Pangkal Pinang. Saya dan keluarga mengunjungi Mie Koba di Pangkal Pinang. Warungnya tampak sederhana, tapi mienya sedap luar biasa.  
Mie Koba Bangka (Foto: Martyno Edo)

Mie Koba terbuat dari mie yang dibuat sendiri oleh pemiliknya. Mie buatan Pak Iskandar memiliki tekstur tipis, lembut dan tidak kenyal. Kuah Mie Koba terbuat dari kaldu ikan tenggiri. Daging ikan tenggiri ditumbuk pakai alat tumbuk tradisional yang terbuat dari kayu, lalu dimasukkan dalam kuah yang telah diberi bumbu. 

Mie Koba dibuat dengan resep asli Pak Iskandar, menggunakan rempah asli seperti cengkeh, pala, kayu manis, ketumbar dan gula jawa sebagai pemanis alami. Mie Koba disajikan dengan bawang merah goreng, irisan daun seledri serta telur rebus. Ukuran porsinya sedang dan saya perlu makan dua porsi baru merasa kenyang. Saya yakin sekali rasa gurih ikan tenggiri yang membuat saya ketagihan. 

Satu piring Mie Koba dapat dinikmati dengan harga Rp 13.000,-/porsi. 

Kuliner Mie Koba Bangka

Otak-Otak Kuliner Paling Dicari di Bangka

Pangkal Pinang dikenal sebagai surganya kuliner Otak-Otak. Jika berkunjung ke Bangka, kuliner khas berbahan ikan laut ini juga wajib dicoba. Ada banyak warung otak-otak di Pangkal Pinang, mulai warung kecil nan sederhana, hingga warung besar dan ternama. Dikalangan wisatawan lokal maupun nasional, ada satu warung otak-otak yang terkenal seantero Bangka dan tersebar di beberapa sudut Kota Pangkal Pinang, namanya Warung Otak-Otak ASE.

Otak-otak ASE tidak hanya menyediakan menu otak-otak, ada juga empek-empek, baso, bujan, dan engpiang. Semua makanan tersebut berbahan dasar ikan dan udang. Uniknya nih, jika ada wisatawan warung empek-empek, maka tempat yang ditunjukan adalah warung otak-otak. Jadi kalau ingin makan empek-empek di Bangka, pergilah ke Warung Otak-Otak, dijamin ada.

Kuliner ASE, otak-otak dan empek-empek

Makan otak-otak enak sampai puas di Pangkal Pinang tidak membuat kantong jebol. Meskipun dibuat dari bahan ikan asli dan segar harganya sangat terjangkau. 

Otak-otak, empek-empek kulit ikan, baso ikan, empek-empek udang, Bujan (gorengan terbuat dari ikan dicampur talas), dan engpiang dijual dengan harga Rp2.500 per buah, kecuali empek-empek udang Rp5.000. Semua jenis makanan tersebut dimakan dengan sambal khas Otak-otak Ase termasuk empek-empek. Bukan pakai cuko seperti lazimnya empek-empek di Palembang. 

Warung Otak-Otak Ase sudah berdiri sejak tahun 2011. Di sini kami bisa membeli otak-otak dan empek-empek sebagai oleh-oleh. Untuk otak-otak ada tiga variant yaitu otak-otak bakar bungkus daun pisang, otak-otak goreng, dan otak-otak rebus. 

Kami juga bisa membeli oleh-oleh Bangka lainnya seperti kerupuk, terasi, sambal, dll. Harga paket otak-otak dan empek-empek untuk oleh-oleh mulai Rp100.000 / 40 butir, Rp200.000 / 80 butir, dan Rp250.000/100 butir. 

Kuliner di Kedai ASE: Otak-otak & Empek-empek (Foto: Martyno Edo)

Museum Timah Indonesia

Museum Teknologi Pertimahan atau lebih dikenal dengan Museum Timah Indonesia yang berada di Pangkalpinang merupakan salah satu destinasi wisata favorit di Bangka. Museum ini tercatat sebagai satu-satunya di Asia, tentunya wajib dikunjungi bila sedang berwisata di Bangka.

Tidak ada tiket yang harus dibayar untuk masuk Museum Timah Indonesia. Meskipun gratis, museum ini tampil bersih, rapi, dan terawat. Terasa sangat nyaman ketika berkeliling melihat-lihat koleksi yang ada. 

Museum Timah Indonesia menempati rumah dinas Hoofdt Administrateur Banka Tin Winning (BTW) di Jalan Ahmad Yani no 179 Pangkalpinang. Rumah ini memiliki nilai sejarah tinggi bagi kemerdekaan Republik Indonesia.  

Museum Timah Indonesia di Bangka (Foto: Martyno Edo)

Museum Timah Indonesia menyimpan catatan perjalanan panjang sejarah pertimahan di Bangka Belitung khususnya dan dunia pada umumnya. Museum Timah Indonesia didirikan pada tahun 1958 dengan tujuan mencatat sejarah pertimahan di Bangka Belitung dan memperkenalkannya pada masyarakat luas. 

Mengunjungi Museum Timah membuat saya bisa mengetahui sejarah pertimahan di Bangka Belitung, dan perkembangan teknologi pertambangan sejak zaman Belanda hingga masa kini.  Beragam koleksi berupa benda-benda tradisional yang digunakan oleh penambang jaman dahulu, utamanya zaman Belanda, bisa kami lihat di sini. 



TUNG TAU Warung Kopi & Roti Panggang Legendaris di Bangka

Inilah warung kopi sekaligus warung roti panggang tertua di Bangka. Sejak pertama berdiri tahun 1938 menu andalannya meliputi roti panggang, kopi, teh, dan beberapa menu lainnya yang cukup familiar kita temui bila ke warung kopi. Berpusat di Sungailiat, Tung Tau kini memiliki beberapa cabang yang sudah lama berdiri, termasuk di Bandara Depati Amir Pangkal Pinang dan di Koba Bangka Tengah. 

Saya dan keluarga singgah minum kopi di Tung Tau cabang Koba saat dalam perjalanan menuju bandara. Letaknya memang dekat dengan bandara. Karena itu ia sering jadi tempat persinggahan orang-orang yang baru datang maupun hendak pergi dari Bangka. 

Menariknya, selain kopi dan roti, Tung Tau punya menu yang cocok buat anak-anak yaitu es krim Brunie. Es kirim inilah yang membuat anak perempuan saya jadi betah menemani saya menghabiskan secangkir kopi susu yang saya seruput dengan santai.

Kopi Tung Tau

Kulineran di warkop Tung Tau

Masjid Jami Pangkal Pinang

Kami menutup liburan Bangka dengan berkeliling Kota Pangkal Pinang. Setelah berwisata kuliner sejak pagi, siangnya kami singgah salat dzuhur di Masjid Jami Pangkal Pinang. Masjid yang terletak di tengah kota ini merupakan masjid tertua dan terbesar di Pangkalpinang yang dibangun pada tanggal 3 Syawal 1355 H atau bertepatan dengan tanggal 18 Desember 1936 M. 

Tak nampak ada kesan tua pada bangunan masjid yang berstatus cagar budaya tersebut. Bangunannya terlihat tegap, kondisinya pun sangat nyaman dan bersih. Dengan cat warna hijau yang melapisi seluruh permukaan bangunan, membuat masjid terlihat muda dan segar. Jendelanya besar-besar dengan atap yang tinggi, sehingga meskipun tidak dipasang AC, kami dapat beribadah tanpa kepanasan. 

Masjid Jami Bangka (Foto: Martyno Edo)

Masjid Jami merupakan situs budaya masyarakat Pangkal Pinang dan sekaligus menjadi salah satu ikon religi Bangka Belitung. Sebagai masjid terbesar, Masjid Jami mampu menampung hingga 2.500 jamaah. 

Dari lantai dasar tempat saya salat, saya bisa melihat tingkatan bangunan terdiri dari 3 lantai, dengan lantai dasar digunakan sebagai tempat salat dan pengajian, lantai kedua atau tengah digunakan untuk menyimpan kitab kuning, buku-buku agama, tikar dan perlengkapan masjid lainnya. Sedangkan lantai tertinggi difungsikan sebagai menara tempat muazin mengumandangkan azan. Jumlah tiang-tiang masjid melambangkan unsur keislaman, seperti tiang depan yang berjumlah 6 melambangkan rukun iman dan tiang utama yang berjumlah 4 yang melambangkan jumlah khulafaur rasyidin. 

Menurut sejarahnya, masjid dibangun oleh warga Kampung Dalam dan Kampung Tengah Tuatunu yang baru masuk ke wilayah Pangkalpinang. Kemudian pada tahun 1950, masjid ini direnovasi dengan uang yang berasal dari iuran masyarakat setempat. Wapres Mohammad Hatta saat itu turut membantu biaya pembangunan masjid dengan sumbangan Rp 1.000. Renovasi masjid selesai pada tahun 1954 dan baru diresmikan kembali pada tahun 1961. Dengan sejarah dan budaya yang dimilikinya, kini Masjid Jamik telah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Pemkot Pangkalpinang.

Masjid Jami Bangka

Bangka dan Kenangan

Kota ini seperti kebanyakan kota lainnya di Indonesia, ramai dan tak luput dari padatnya kendaraan yang lalu lalang di jalan raya. Hanya saja, kepadatannya masih tergolong biasa, bukan separah Jakarta.

Saya jadi menyandingkan Bangka dengan Belitung, dan saya mendapati perbedaan suasana di mana Belitung relatif lebih tenang dan lengang. Wajar, karena Pangkal Pinang adalah ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Untuk wisata kuliner Bangka memang lebih kaya dan beragam, tapi untuk wisata pantai, saya lebih terpikat pada Belitung.

Sunset Pantai Penyusuk, Bangka

Bangka sangat mengesankan dengan apapun yang dimilikinya. Saya terhibur berlibur di sini. Menikmati kuliner-kuliner enak dan bikin kenyang, serta merasakan kegembiraan anak-anak menikmati liburannya di daerah yang baru pertama kali mereka kunjungi. Di masjid Jami saya berdoa, semoga diberi kesehatan dan umur panjang supaya bisa kembali lagi mengunjungi Bangka di lain waktu dengan masa yang lebih lama. 


Keterangan:
Foto-foto sebagian dokumentasi pribadi, lainnya foto milik Bang Martyno Edo. 

Tulisan saya tentang Bangka pernah dimuat di Majalah Colours Middle East edisi Oktober - Desember 2019. Garuda inflight magazine rute Timur Tengah terkadang rute London dan Amsterdam.

Seluruh foto yang dimuat dalam majalah menggunakan foto Bang Edo. Foto yang saya tampilkan di blog sudah atas persetujuan Bang Edo. 

Tulisan tentang Bangka juga bisa dibaca di sini: Ini Tempat Wisata di Bangka yang Wajib Dikunjungi

Artikel Bangka di Majalah Colours, Garuda inflight mag edisi Oktober - Desember 2019

Colours Garuda Inflight Magazine