Sensasi Makan Gonggong, Kuliner Khas Kepulauan Riau

10.26 6 Comments
Gonggong Kuliner Khas Kepulauan Riau - Kepulauan Riau menyimpan destinasi wisata kuliner yang menakjubkan. Dikenal dengan makanan lautnya, provinsi yang dijuluki Negeri Segantang Lada ini mengantongi kuliner Gonggong, makanan yang tak ada di tempat lainnya. Gonggong adalah makanan khas masyarakat Kepulauan Riau (Kepri), khususnya Batam. Sehingga bila berkunjung ke Batam, belum lengkap bila belum makan gonggong.

Gonggong Kuliner Khas Kepulauan Riau
Gonggong Kuliner Khas Kepulauan Riau

ASUS Blogger Gathering Batam

Minggu (31/3/2019) adalah hari ketiga saya berada di Batam dalam rangka kegiatan ASUS ZenBook Blogger Gathering. Acara blogger sudah dilaksanakan pada hari Sabtu (30/3/2019). Hari Minggu saya sudah bebas tugas, tinggal Anjas yang masih lanjut acara Workshop Editing Video. Tempatnya masih di The Duck King Nagoya Citywalk, resto yang sama saat acara ASUS blogger gathering. 

Hari Sabtu kami menginap di Hotel Sahid Batam Center. Hotel ini cukup jauh dari Nagoya, sekitar 20-30 menit berkendara mobil. Berbeda dengan Da Vienna Boutique Hotel yang kami inapi di hari sebelumnya, waktu tempuh ke Mall Nagoya hanya 5 menit saja bila bermobil. Karena jarak agak jauh itulah sejak jam 8 pagi Anjas sudah berangkat. Ia terburu-buru pergi, tanpa sarapan. Katanya mau set-up ruangan, pasang banner, dll. Semua harus siap sebelum jam 10. Sedangkan saya, jam 9 baru meluncur ke Nagoya pakai GO-CAR. Sendirian. 

Saya baru pertama kali ke Batam. Banyak yang ingin dilihat. Tapi waktu yang tersisa tinggal 7 jam saja,  pukul 19:45 sudah harus terbang ke Jakarta. Ngapain saja 7 jam di Batam? Tunggu sampai saya ketemu Danan, si travel blogger beken. Dengannya ada cerita tentang gonggong.


Buku Jelajah Kepri, karya Bloggers Kepri. Thanks Chai Lukman!

Jumpa Danan, Travel Blogger Indonesia Terkenal

Saya tiba di The Duck King jam 10. Tepat saat Anjas sedang di lobby resto. Disambutnya koper saya yang padat. Lalu kami masuk. Ternyata acara belum mulai. Peserta workshop sudah ada yang datang. Beberapa di antaranya adalah blogger Kepri yang hadir di acara blogger gathering hari Sabtu. Ada Mbak Riawany, Citra, Chai Lukman, Leni, Taplin, dan Ferdi. Ketemu mereka lagi. Ah, senangnya.

Saya duduk tidak tenang di ruang acara. Sesekali memperhatikan Anjas presentasi. Sisanya lebih banyak melihat layar HP dan ruang makan di sebelah, gelisah menanti Danan. Danan sempat daftar acara blogger gathering, tapi tak keburu datang karena hari Sabtu masih dalam perjalanan pulang dari India. Kalau tak salah, sorenya dia masih di Singapore. Meski keberadaan saya di Batam tinggal beberapa jam saja, Danan bertekat ajak ketemu. Nah, di Duck King inilah kami janjian. 

Jam 11 Danan datang. Begitu ketemu saya, suara besarnya langsung menyapa dengan riang. Tak lama, celoteh panjangnya tentang India meluncur tanpa rem. Danan bercerita dengan girang. Saya jadi ikut girang. Kadang tertawa. Bukan mentertawakan ceritanya, tapi caranya bercerita. Berapi-api!

Sambil ditemani 2 macam dessert enak ala Duck King (ditraktir Danan), cerita-cerita Danan jadi asyik untuk didengar. Bagian terserunya adalah saat dia memberikan rok dan gelang yang dia beli dari India. Waaah surprise dibawain oleh-oleh segala. Rasanya langsung mau dipakai buat joget-joget dekat pohon. Makasih Danan!

Setelah ketawa-ketiwi dan berkicau segala macam kisah, jam 12 kami beranjak meninggalkan Duck King. Tujuan kami Restoran Golden Prawn. Kami akan kulineran gonggong di sana. Horay! Chai dan Taplin ikut gabung. Anjas tidak. Dia memilih pergi dengan temannya.

Danan Sumirat, Travel Blogger Indonesia Populer

Restaurant Golden Prawn 933

Restoran Golden Prawn terletak di Jalan Golden Prawn, Tj. Buntung, Bengkong. Resto ini memiliki area parkir yang luas di bagian depan. Bangunannya seperti pondok makan biasa, beratap daun alang-alang. Tidak megah dan mewah ala resto modern. Tak soal bagi saya. Yang penting ada gonggong!

Bagian dalam resto ternyata luas sekali. Jika bagian depan resto berada di darat, bagian dalam di atas air. Saya kira danau, tapi airnya sangat dangkal. Apa empang? Ah, entah. Saya sebut saja danau. Di dalamnya ada banyak sekali ikan. Meski airnya kehijauan seperti air di got yang lumutan, lumayan bikin pemandangan jadi adem. Restorannya juga semi terbuka, banyak angin berhembus. Cukup nyaman sebagai tempat makan dan bersantai.

Menurut cerita Danan, resto ini ramai di akhir pekan. Banyak wisatawan dari Singapore datang untuk menikmati seafood murah. Biasanya mereka datang rombongan dengan keluarga. Warga Singapore memang mendominasi wisatawan di Batam. Jarak dekat antara Batam - Singapore, ongkos murah naik kapal (PP cuma 350.000), membuat Batam paling ideal untuk dijadikan tempat buang uang warga Singapore. Entah untuk sekedar bersantap, berwisata, atau pun belanja barang-barang dan kebutuhan dapur. Lain orang Singapore, lain pula orang Indonesia di luar Batam, Jakarta misalnya. Ngapain ke Batam kalau nggak ada urusan? Wong harga tiket pesawatnya aja bikin merinding haha

Restoran Golden Prawn 933 Batam

Restoran Golden Prawn 933 Batam

Restoran Golden Prawn 933 Batam
Restoran Golden Prawn 933 Batam

Gonggong Siput Laut Salah Satu Primadona Kuliner KEPRI

Sudah belasan menit di resto, Chai dan Taplin belum juga tiba. Dari pada menunggu lama, saya dan Danan langsung pesan makanan. Danan pesan sop ikan, sedangkan saya sudah tentu Gonggong. Makanan satu ini sudah jadi incaran sejak pertama menginjakkan kaki di Batam. Sudah berada “di sarangnya” gonggong, masa harus dilewatkan? Ya, enggak dong!

Nama gonggong terdengar cukup unik. Dulu waktu pertama kali dengar saya kira nama ikan, ternyata siput. Gonggong diambil dari nama jenis siput laut yang terdapat di sekitar Kepulauan Riau. Dalam bahasa latin, gonggong dikenal sebagai Strombus Canurium (ganus) dan masih tergabung dalam famili atau rumpun molusca. 

Menurut keterangan, gonggong banyak terdapat di Desa Lobam, Tanjung Uban, Pulau Bintan. Gonggong juga banyak ditemui di perairan Tanjungpinang. Tapi kata Mbak Lina Sasmita, gonggong ada di banyak tempat, termasuk Batam. Jadi, sebut saja Gonggong itu berasal dari seluruh perairan Kepulauan Riau, bukan dari salah satu wilayah saja. 

Bentuk cangkang siput gonggong panjang dan spiral. Cangkangnya tebal. Bukan seperti keong racun di rumput-rumput dekat taman. Itu mah cangkangnya tipis. Sekali injak pecah. Cangkang gonggong mesti dipukul palu dulu baru retak. Jangan bayangkan gonggong mirip tutut, bedanya bagai langit dan bumi. Tutut hitam kecil dekil. Gonggong putih bersih cantik kayak artis Korea. Saking cantiknya, cangkangnya bagus buat dijadikan hiasan di rumah, tentunya bila dagingnya sudah disantap. 

Kesegaran di Golden Praw

Gonggong Simbol Tanjungpinang yang Tak Sekadar Kuliner

Kadangkala, saat menyebut nama gonggong, saya auto teringat peribahasa terkenal tentang anjing menggonggong hihi. Kata gonggong nya memang ear catching sih ya. Ok tepis dulu soal peribahasa, saya mau bahas soal gonggong lagi. 

Gonggong sangat terkenal di Kepri. Di Kota Tanjungpinang ia sudah menjadi simbol kebanggaan. Tak heran bila hampir semua restoran seafood di Tanjungpinang menjual menu gonggong. Menurut keterangan, makanan khas gonggong sudah dikenal sejak era tahun 1950-an, zaman ketika Kepulauan Riau masih menggunakan mata uang dolar Singapura. Nelayan di beberapa wilayah Kepri punya peran penting atas keberadaan gonggong. Mereka lah yang mengumpulkan gonggong untuk kemudian dijual ke restoran-restoran di Kepri. 

Ada empat jenis gonggong yang ada di Kepri. Mulai gonggong berukuran kecil dan berwarna hitam (biasa disebut gonggong ayam), gonggong cangkang tipis berwarna putih, gonggong bercangkang tebal warna putih, dan gonggong merah bercangkang tebal. Seluruh jenis gonggong itu dapat dikonsumsi. Gonggong jenis cangkang tebal warna putih yang saya nikmati di Golden Praw. 

Sop Ikan

Cara Masak Gonggong

Bagi penggemar seafood, gonggong bisa menjadi makanan favorit. Kuliner khas ini selain lezat juga mudah dimasak. Gonggong biasanya disajikan dengan cara direbus. Untuk menghilangkan bau amis, air rebusannya dicampur garam dan irisan jahe. Durasi merebus gonggong tidak cepat karena harus sampai matang. Hal inilah yang menyebabkan pesanan kami lama sekali dihidangkan. Bahkan, ketika Chai dan Taplin datang, gonggong yang ditunggu belum juga kelihatan batang cangkangnya.

Setelah puas ngobrol ngalor ngidul bareng Danan, Chai dan Taplin, akhirnya sepiring gonggong tersaji di hadapan. Ya, inilah momen pertama saya melihat langsung wujud gonggong. Saya merasa surprise melihat ukurannya yang besar. Entah di pantai mana, rasanya saya pernah lihat penampakan gonggong. Hmm…tapi mugkin sekedar mirip gonggong saja. 

Pelayan menyajikan sambal sebagai pelengkap makan gonggong. Saya tanya apa bisa langsung disantap? Katanya iya. Hehe. Saya ragu sih, khawatirnya pas mau dimakan gonggongnya masih hidup. Melihat cangkangnya yang besar, saya jadi membayangkan yang enggak-enggak. Tapi Danan bilang jangan lebay, itu aman kok haha

Yes, setelah matang, gonggong bisa langsung disantap dengan sambal kacang, asam manis, pedas, atau sambal kecap. Saya hanya merasa cocok dengan salah satu saos saja yakni asam manis.

Isi gonggong dikorek pakai tusuk gigi
  
Seni Makan Gonggong

Bagaimana cara makan gonggong? Gampang. Pastinya bukan dengan cara memecahkan cangkang ala kepiting ya. Seni menyantap gonggong adalah dengan mengorek isinya menggunakan garpu kecil atau tusuk gigi. Mirip seperti makan tutut, dagingnya ditarik keluar. Bedanya, tutut kadang bisa disedot pakai mulut, isinya bisa keluar. Sebab cangkangnya kecil. Kalau gonggong? Bisa-bisa yang keluar bukan siputnya, tapi gigi kita haha. 

Lain halnya jika yang dipesan bukan gonggong rebus, misalnya gonggong asam manis. Kita tinggal santap karena isi gonggong sudah dikeluarkan dan dimasak dengan bumbu. Tidak perlu pakai acara dikorek-korek lagi. 

Saya diajari Danan, katanya mengorek gonggong tidak boleh sembarangan. Arah mengorek harus mengikuti alur cangkang agar daging siput keluar dengan mulus. Salah mengorek bisa membuat daging terkoyak putus dan sisanya terbenam di dalam cangkang tanpa bisa kita korek lagi. Upss…entah kenapa pelajaran mengorek gonggong ini malah mengingatkan cara mengorek kuping haha

Gonggong Rebus

Menikmati Gonggong 

Gonggong memiliki rasa unik. Tekstur dagingnya cukup lembut dan kenyal. Mirip cumi, hanya lebih keras. Ketika disantap dengan sambal rasanya semakin memperkaya cita rasa lidah. Satu porsi berisi sekitar 25 gonggong. Ketika pertama disajikan, saya sangat bernafsu, lapar mata, dan penasaran. Sehingga 1 porsi terasa tidak cukup. Apalagi buat dimakan bertiga dengan Chai dan Taplin. Tapiiiiii….ternyata saya tidak mampu menghabiskannya!

Gonggong rebus memang tidak memiliki rasa apa-apa. Hambar. Makanya ada sambal, agar ada cita rasa ketika dikunyah. Nah, mungkin karena inilah lidah saya jadi tidak terlalu nagih. 1 gonggong itu isinya besar, pada saat saya mengunyah gonggong ke-8, saya mulai merasa ingin stop. Nafsu untuk menikmati lebih banyak tiba-tiba mengendur. Di sini saya bisa mengukur kemampuan. Untuk gonggong, saya cukup makan 8 gonggong. Paling banyak taruhlah 10. lebih dari itu kebanyakan. Mesti share berdua kalau pesan 1 porsi.

Lain saya tentu lain pula dengan orang lain. Orang lain mungkin bisa menghabiskan 1 porsi. Lain menu bisa jadi lain pula selera saya. Jika saya pesan gonggong yang sudah dikeluarkan dari cangkang dan di masak asam manis, mungkin saya bisa habis 1 porsi. Karena isi gonggong yang dimasak dengan bumbu, tentu beda rasanya. Biasanya lebih sedap dan nikmat.

Baca juga: Masakan Sunda Enak di Warung Nasi Bu Imas Bandung

Sambal Gonggong

Kandungan Gizi Gonggong

Dibalik sensasi cara memakan dan menikmati rasa gonggong, terkandung manfaat gizi baik bagi penikmatnya. Informasi ini saya dapatkan dari artikel-artikel yang pernah saya baca. Disebutkan bahwa berdasarkan hasil uji laboratorium yang pernah dilakukan, gonggong kaya akan protein. Tetapi di balik itu, gonggong juga mengadung kolesterol. 

Nah, nikmati gonggong boleh, asal waspada terhadap kandungannya. Terutama yang punya masalah dengan kolesterol. Segala sesuatu yang berlebihan memang tidak baik ya. Secukupnya saja.

Harga Gonggong

Saya tidak tahu berapa harga menu gonggong yang saya santap di Restaurant Golden Prawn ini. Sebab, tagihannya dibayar oleh Danan. Struknya dia yang pegang. Makasih Danan sudah ditraktir!

Saya tanya ke teman blogger di Kepri. Harganya beragam. Ada yang pernah bayar hanya Rp35.000 per porsi. Mbak Lina pernah bayar Rp50.000 per porsi. Dan kata yang lain, pernah ada yang lebih mahal lagi dari itu. Ok, beda resto bisa beda harga. Anggap saja paling mahal Rp100.000 per porsi. 

Jika penasaran dengan gonggong, pesan 1 porsi masih cukup terjangkau. Namanya seafood jarang ada yang murah. Apalagi kuliner khas seperti gonggong. Pesan saja 1 porsi buat berdua atau bertiga. Sedikit tak apa, yang penting pernah mencicipi kuliner langka ini di Kepri. Eh tapi, kalau 1 porsi isi 25 buat bertiga, itu masih terhitung banyak kalau sekedar icip-icip. 

Gedung Gonggong - Photo pegipegi.com

Gedung Gonggong Gerbang Wisata Bahari Kepri

Gonggong sangat fenomenal di Kepri. Saking populer sebagai makanan khas, sampai ada gedungnya segala, tepatnya di Kota Tanjungpinang. Saya belum pernah ke Tanjungpinang. Tahu hal tersebut dari cerita teman dan tulisan yang pernah saya baca. 

Gedung gonggong dibangun oleh Pemkot di kawasan Tepi Laut, berhadapan langsung dengan laut Laman Boenda. Gedung yang diresmikan pada akhir tahun 2016 tersebut kabarnya digunakan sebagai pusat informasi bagi wisatawan.

Saya penasaran dengan Gedung Gonggong. Kabarnya, keberadaannya sangat ditonjolkan oleh pemkot  gerbang wisata bahari di Kepulauan Riau. Bentuk Gedung Gonggong melingkar, menyerupai gonggong berwarna emas. Seluruh dindingnya terbuat dari kaca yang tampak gelap dari luar. Gedung tersebut terdiri dari dua lantai, dilengkapi dengan televisi yang menampilkan selayang pandang Tanjungpinang. Di lantai basement terdapat toko oleh-oleh yang menjajakan makanan dan kerajinan khas Tanjungpinang. 

Selain Gedung Gonggong, ada pula batik gonggong. Tapi yang perlu diketahui, batik gonggong tidak dibuat di Kepri, melainkan di Jawa. Setelah diproduksi, batik dikirim ke Kepri dan ditampilkan secara eksklusif. Batik gonggong hanya bisa ditemukan di satu toko di Tanjungpinang, namanya Batik Gonggong.

Kalau ke Batam, ajak makan Gonggong lagi ya kakak-kakak hehe

Nikmati Gonggong Kuliner Langka di Kepri

Mencicipi gonggong memperkaya khazanah kuliner saya akan makanan khas daerah di Indonesia. 

Mengenal Batam, mengenal surganya Seafood. Ada gonggong yang bisa dicecap dengan nikmat. Bukan hanya kepiting, cumi, udang, ikan, kerang seperti yang biasa dijumpai di restoran-restoran seafood.

Cara makan gonggong dengan mengorek isinya pakai garpu atau tusuk gigi memberi sensasi tersendiri. Ada kehati-hatian dan kesabaran agar bisa menikmatinya. 

Gonggong enak, harganya pun cukup terjangkau. Saya menyukainya meski tak bisa makan dalam jumlah banyak.

Kepri bukan hanya tentang gugusan pulau yang indah, pantai yang memesona, dan wisata sejarah Islam yang luar biasa. Tapi juga tentang gonggong, kuliner langka yang tidak ada dua di tempat lain. Gonggong hanya ada di Kepulauan Riau, Surganya Bahari Indonesia.

Siapapun yang berkunjung ke Batam mesti menyempatkan diri menyicipinya. Kuliner sederhana tapi nikmat.


Masakan Sunda Enak di Warung Nasi Bu Imas Bandung, Sambal Dadak dan Karedok Leuncanya Juara!

16.41 3 Comments
Warung Nasi Bu Imas - Ragam makanan di Bandung seolah nggak ada habisnya. Mulai dari kuliner pinggir jalan yang enak-enak, sampai kuliner papan atas yang bayarnya mesti merogoh kocek dalam-dalam ada banyak. Jika mampir ke Bandung, rasanya kurang lengkap jika tak mencicip masakan khas Sunda. Di mana tempat makan hidangan Sunda yang enak di Bandung? Jika selama ini Asli Laksana atau Ampera jadi buah bibir, kali ini ada satu lagi yang nggak kalah kondang, namanya Warung Nasi Bu Imas. Selain jadi favorit penggemar masakan Sunda, juga paling banyak direkomendasikan sebagai destinasi wisata kuliner di Bandung.  
masakan sunda enak di bandung
Warung Nasi Bu Imas Bandung

Dari De Braga By Artotel Cerita Bermula

Minggu (14/4/2019) adalah hari kedua saya di Bandung dalam rangka kegiatan ASUS ZenBook Roadshow. Setelah acara blogger gathering di Hotel Savoy Homman plus jalan-jalan seru di Jalan Braga hari Sabtu (13/4/2019), selanjutnya saya dan Anjas Maradita pindah penginapan ke De Braga Hotel by Artotel. Dari sinilah cerita kulineran di Warung Nasi Bu Imas bermula.

Jadi ceritanya, hari Minggu itu saya berencana jalan-jalan dulu sebelum pulang ke Jakarta. Jadwal kereta kami sore jam 3. Pagi-pagi saya langsung beres-beres. Semua barang sudah rapi, tinggal berangkat. Tentunya, saya tak melewatkan sarapan. Jamu, telur, bubur, kue, nasi, semua saya santap supaya bertenaga untuk beraktivitas seharian.

Baca dulu: ASUS Blogger Gathering Bandung
Di Bandung bersama Anjas Maradita dan blogger Bandung
Hari beranjak siang, waktu sarapan hotel sudah habis. Si Anjas belum juga keluar kamar. Dia lelah dan tidur sampai siang sodara-sodara! Huaaa….gimana rencana jalan-jalannya?

Saya mondar-mandir di hotel. Jalan ke kolam renang hotel, masuk kamar, keluar lagi, liat-liat pemandangan pagi dari lantai (lupa lantai berapa belas), dan menikmati semua itu sambil kesal. Iya, kesal karena mau jalan nggak ada temannya. Nunggu Anjas lama sekali.

Akhirnya jelang makan siang kami baru keluar hotel, jalan kaki menyeret koper ke Jalan Asia Afrika (dekat kok, sekitar 100 meter). Kami berhenti di depan Starbucks. Melewati orang-orang sedang syuting entah apa. Di situ Anjas dihampiri seseorang. Fans-nya! Aih, beken sekali anak muda satu ini. Sudah 2 kali saya liat dia disamperi subscriber channel Youtube nya. Abis itu kami pesan taksi online. Mau kemana? Makan siang sodara-sodara. Anjas kelaparan. Rasakan! haha

De Braga By Artotel Bandung

Rekomendasi Warung Nasi Bu Imas

Kami dapat rekomendasi Warung Nasi Bu Imas dari Putri Zhea Wizeanda, wanita Spanyol yang biasa dipanggil Zii (((Spanyol))). Dia salah satu peserta blogger gathering. Blognya di www.bellabellezhee.com. Seperti biasa, tiap roadshow kami pasti minta rekomen tempat kuliner ke bloggers. Sayang kan sudah jauh-jauh berkunjung tapi nggak dimanfaatkan mencari pengalaman baru, kulineran misalnya. Promosi apik ala Zii memang sukses bikin saya penasaran. Gimana nggak penasaran wong dia sampai bilang ikan bakarnya maknyus, sambal dadak dan leuncanya cetar, lalap petainya aduhai, ayam gorengnya warbiyasak….aarghhh! 

Sewaktu mau pesan taksi, saya agak bingung juga pilih lokasi tujuan karena ada beberapa alamat yang muncul di pencarian. Kata Zii, cari saja Warung Nasi Bu Imas Jl. Balonggede No.67. Ok, akhirnya ketemu. Saya dan Anjas meluncur pakai GO-CAR. Jarak tempuhnya sekitar 1 kilometer saja dari Starbucks Asia Afrika. Oalah ternyata dekat. Pantes waktu perjalanannya cepat. Cuma memang agak belok-belok. Kalau disuruh mengingat lagi rutenya, saya nyerah.

Supir sempat tanya warung mana yang jadi tujuan, karena di Jalan Balonggede itu ada 3 warung Nasi Bu Imas. Waduh, meneketehe haha. Pokoknya yang paling cepat sampai saja. Sudah nggak tega lihat Anjas hampir semaput. Akhirnya kami sampai di sebuah warung yang terletak di pertigaan jalan. Iya, persis di pertigaan yang sempit. Sempit karena di situ ada banyak sekali motor parkir sampai susah lewat. Motor orang-orang yang makan di Warung Bu Imas. Rame banget cyin!

Selalu ramai pengunjung

Warung Nasi Bu Imas Sejak 1980

FYI, Jalan Balonggede adalah jalan yang memanjang dari Alun-Alun hingga ke ITC Kebon Kelapa di Jalan Pungkur. Nah, di jalan itulah 3 Warung Nasi Bu Imas Berada. Warung yang saya datangi berada di ujung jalan Balonggede. Warungnya cukup besar dan berlantai dua. Kalau dilihat dari luar sih kecil. Tapi kalau sudah masuk, jreng….cukup besar. Panjang ke belakang dan ada lantai duanya. Kelihatan sempit karena warungnya penuh orang, jadi tampak mengurangi luas ruangan.

Warung Nasi Bu Imas sudah berdiri sejak tahun 1980-an. Menurut cerita, dulu warung Bu Imas berawal dari warung nasi yang sangat kecil di pojokan Jalan Balonggede dan Jalan Pungkur. Meski kecil tapi masakannya enak dan disukai banyak orang. Pelanggan jadi banyak. Kadang melebih kapasitas warung. Akhirnya warung ditambah, dibangun di tiga tempat. Konsisten pada ciri khas dan citarasa masakan Sunda lah yang membuat Warung Nasi Bu Imas menjelma menjadi rumah makan besar. 

Meskipun di sepanjang Jalan Balonggede itu ada 3 rumah makan bertuliskan 'Warung Nasi Ibu Imas', tapi dapurnya tetap satu. Warung yang ada dapurnya merupakan warung pertama yang didirikan. Jadi kalau misal satu warung ramai, pengunjung bisa pindah ke dua warung lainnya. Bangunan paling baru dinamakan Warung Bu Imas 48, warung paling besar di antara 3 warung yang ada. 

Tak pernah sepi pengunjung

Ciri Khas Warung Sunda

Ciri khas makan di rumah makan Sunda adalah duduk di bangku panjang dengan makanan yang sudah tersedia di meja panjang. Begitu juga di Warung Bu Imas. Kalau bisa sih pilih meja yang di atasnya sudah terhidang beragam jenis lauk dan sayur. Saya dan Anjas boro-boro dapat meja yang ada hidangannya, meja kosong saja susah dicari. Nyaris antri kalau saja kami tidak jeli menemukan bangku kosong di antara orang-orang yang sudah duduk.

Saat memasuki warung, kami disambut sebuah gerobak besar. Di dalamnya terhampar segala macam lauk yang siap dihidangkan untuk pemesan. Sedangkan di bagian atasnya tergantung petai-petai. Bagi penggemar petai, pasti bakal jingkrak-jingkrak makan di sini.  

Jangan harap ada pelayan menyambut dan mengantar ke meja, mereka sangat sibuk melayani pembeli yang sudah duduk saja. Cari sendiri dulu tempat duduk, baru dilayani. Di sini, seragam karyawan dan interior warung berwarna kuning dan hijau, ciri khas Warung Nasi Bu Imas. Pelayannya banyak tapi agak lambat melayani saking ramainya orang. Jadi kudu sabar bagi yang laparnya sudah tingkat dewa. Dengan ruangan semi terbuka, tentu saja tanpa AC. Cuma ada kipas angin yang berputar-putar manja.

Baca juga: Kuliner Kopi Asiang Pontianak 
Di sini biasa makan satu meja dan satu bangku dengan orang lain
Meja-meja selalu penuh

Ragam Menu Warung Nasi Bu Imas

Lauk : Ayam bakar/goreng, ikan mas goreng/bakar, rendang, limpa, paru, babat, kikil, belut, otak sapi, udang goreng, telor dadar, usus ayam, cumi, ampela goreng, tahu goreng, tempe goreng, tempe bacem, perkedel jagung, perkedel kentang. 

Aneka pepes: Pepes ikan, pepes teri, pepes jamur, pepes ayam, pepes tahu, pepes usus.
Sayur & sop: Sayur asem hingga Sop kikil.
Lainnya: Petai, Kerupuk Palembang, Kerupuk Aci.

Minuman: Jus strawberry, jus sirsak, jus jambu, jus mangga, jus alpukat, susu soda, es jeruk, jus tomat, jus jeruk, teh botol sosro, fruitea, S-Tea, Tebs, Prima.

Semua menu lauk, sayur, sop, dan pepesan baru dibuat setelah diorder. Misalnya ayam, baru digoreng/dibakar setelah ada yang pesan.

Baca juga: Kuliner Pindang 77 Bengkulu

Aneka lauk di warung nasi Bu Imas
Lauk-lauk ini baru digoreng jika sudah dipesan

Sambalnya Luar Biasa

Ayam Bakar, Paru, Otak Sapi, dan Pepes Jamur jadi pilihan kami. Saya makan nasi lauk otak sapi dan paru, Anjas pakai Ayam Bakar. Ayam bakarnya berukuran sedang. Saya tak ikut icip-icip, tapi kata Anjas teksturnya empuk dan citarasanya enak. Saya percaya Anjas bilang enak, sebab ayam itu dia makan sampai habis. Hmm…sebenarnya antara lapar dan enak beda tipis sih haha. Tapi beneran, kata orang-orang ayam bakar/goreng Warung Bu Imas tuh memang enak kok. Jadi favorit banyak pelanggan.

Saya terbuai oleh kelezatan dua potong paru goreng berukuran besar yang digoreng tidak kering. Kenyal dan empuk ketika digigit. Otak sapi yang saya pesan juga nggak kalah enak. Sama-sama jadi lauk terenak yang saya makan saat itu. Senang deh nggak salah pilih lauk. Soalnya, paru dan otak sapi itu tanpa rekomendasi siapa-siapa. Cuss saja pesan karena memang jadi kesukaan.

menu warung bu imas bandung
Sambal Dadak & Karedok/Sambal Leunca

Sambal Dadak dan Karedok Leunca

Karedok/sambal Leunca dan Sambak Dadak menguasai kenikmatan makan siang itu! Yessss….buat saya sambal inilah sang primadona Warung Bu Imas. 

Ketika semangkuk sambal dadak dan semangkuk leunca diletakkan di depan mata, terlalu gila kalau berlama-lama mendiamkannya. Setelah difoto-foto gembira demi konten blog, segera saya jamah itu leunca dan dadak. Mau tahu rasanya? Rasa pahit leunca berpadu dengan terasi udang, cabe rawit, bawang putih dan kencur. Tambahan daun kemangi memberi aroma wangi dan rasa yang khas pada karedok leunca. Saya menyendok kuahnya, menumpahkannya di atas nasi. Dan melahapnya dengan menggunakan telapak tangan, bukan sendok. Gils…nikmatnya juara! 

Jangan tanya gimana rasa sambal dadak. Sambal ini berwarna merah, agak berair dengan sensasi semburat terasi dan citarasa pedas. Sengatan cabainya membuat bibir panas. Saya kepedasan enak. Mulut berdesis. Tiap berapa suap menyeruput es teh, berusaha membilas sambal di mulut, menghilangkan pedas. Semakin dihilangkan ternyata semakin menggila pedasnya. Butir-butir keringat muncul di dahi. Mata melotot. Kipas angin seperti tak ada gunanya. 

Benar kata Zii, sambal dadak dan leunca di Warung Bu Imas ini memang juara. Saya nyaris jingkrak-jingkrak saking senangnya makan dadak dan leunca enak. 

Sambal-sambal itu disajikan gratis bersama lalapan timun, selada air, dan daun tespong. Semuanya terasa nikmat saat dimakan dengan nasi putih hangat. Sorga bagi penggemar masakan rumahan ala Sunda. 

ready for lunch

Harga Murah Makan Nikmat

Makanan enak selalu mahal?? Oh, itu nggak berlaku di Warung Nasi Bu Imas. Harga makanan disini sangat affordable. Total makan saya berdua Anjas hanya Rp 98.890 pakai ayam bakar, 2 paru, otak sapi, pepes jamur, sudah termasuk nasi, es jeruk, dan es teh. Sambal dadak dan karedok leunca nya gratis. Lalap daun-daunannya juga gratis! 

Kalau datang sendiri bawa uang 100.000, dijamin bakal berpesta menghabiskan banyak macam lauk. Hehe. Intinya, kalau mau makan nikmat tanpa menguras kantong ya ke Warung Bu Imas ini cocok banget.

Ayam bakar, paru, dan otak sapi

Favorit Penggemar Masakan Sunda

Warung Nasi Ibu Imas akan menjadi warung favorit saya bila ke Bandung lagi. Sederhana tapi nikmat. Pastinya, bikin nagih. Buktinya hari ini, saat saya membuat tulisan ini, saya mendadak menghubungi teman-teman blogger Bandung di WAG ZenBookID_Bandung. Saya bertanya, apakah Warung Bu Imas melayani delivery ke BSD Serpong Tangsel? Kata Tian Lustiana tidak bisa. Harus ada yang membelikan, lalu dikirim pakai kurir yang sehari sampai, misalnya Paxel.

Insha Allah weekend ini saya akan bersantap malam dengan menu dari Warung Nasi Bu Imas. Berkat kebaikan Tian ini bisa terjadi. Ia membantu mewujudkan rasa kepingin saya hehe sudah mirip orang ngidam saja. Tapi sungguh, menu Karedok Leunca, sambal dada dan ayam bakar/goreng Warung Bu Imas itu memang spesial. 

Good food. Good time. Good friend 

Masih banyak variasi menu makanan Sunda lainnya yang bisa dinikmati di Warung Nasi Bu Imas. Tinggal datang dan pilih sesuai selera. 

Buat yang sudah ke Warung Bu Imas, cerita dong pengalamannya makan di sana.


Warung Nasi Ibu Imas
Jalan Balong Gede No. 67
Bandung
Telp: (022) 4233954
Buka: 24 jam 


Beli Mobil Baru Buat Lebaran, Kenapa Tidak?

11.38 1 Comment
Beli Mobil via Online - Memiliki mobil merupakan kebutuhan sebagian orang. Ketika tingkat penggunaan kian tinggi dan kemampuan finansial sudah mumpuni, tak ada yang salah untuk memutuskan membeli. Momen lebaran bisa jadi alasan pakai mobil baru. 



Mobil Buat Lebaran

Ramadan telah tiba. Idul Fitri sebentar lagi. Di tengah aktivitas menjalankan ibadah puasa, obrolan seputar lebaran sudah mencuat. Mulai dari rencana kegiatan berbagi saat lebaran, busana lebaran, hidangan lebaran, kumpul lebaran, mudik lebaran, hingga mobil buat lebaran. Nah, apa pasalnya mobil pun ikut nimbrung dalam obrolan lebaran?

Mudik dan pergi mengunjungi sanak keluarga di saat lebaran sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Indonesia, tak terkecuali keluarga kami. Keluarga saya sebagian besar tinggal di Sumatera, sedangkan keluarga suami banyak di Jawa. Saban lebaran, kami bergantian mudik. Kalau tidak ke Sumatera, ya di Depok saja di rumah mertua. Di sana, semua saudari suami berkumpul. Jika sudah kumpul, sudah pasti kami akan bepergian bersama, mengunjungi saudara-saudara mertua yang ada di Jabodetabek, atau pun liburan ke suatu tempat yang disepakati bersama. Apa yang paling dibutuhkan ketika hendak bepergian ramai-ramai tersebut? Mobil!

Alhamdulillah masing-masing keluarga memiliki mobil pribadi. Jadi tidak sulit jika akan bepergian bersama. Sampai di sini tak ada masalah, rencana bepergian di hari raya bisa teratasi. Yang jadi soal, bila kemudian saya baru ngeh kalau mobil jenis SUV andalan kami buat bepergian sudah saya jual 5 bulan yang lalu! 

Terios TX AT ini kami beli sebagai mobil keluarga. Ia jadi mobil kesayangan suami.

Butuh Mobil Baru Harga Terjangkau

Kapan terakhir beli mobil? Dalam 10 tahun terakhir ini kami sudah 4 kali beli mobil. 3 kali mobil baru, 1 kali mobil bekas. 3 tahun yang lalu kami membeli Terios bekas (warna silver, sporty AT), mobil yang entah kenapa begitu diidam-idamkan oleh suami. Katanya sih mobilnya gagah, adventure banget, dan lumayan tangguh di segala medan. 

Mobil jenis SUV keluaran Daihatsu itu dipakai suami untuk bekerja. Padahal di kantor ada mobil, tapi suami lebih suka pakai Terios miliknya. Nah, Terios itu sering jadi andalan kami jika mudik ke Palembang, buat liburan ke luar kota, jalan-jalan, atau pun buat bawa-bawa barang dalam jumlah banyak dan besar. Mobilnya masih mulus karena kami rawat, baik body mau pun mesin, tapi tahun ini ia berumur 10 tahun hiks. Kata suami, mobil itu harus segera dilepas sebelum harga jualnya makin jatuh.

Sebetulnya, kami memang berencana mengganti SUV kesayangan itu dengan model baru dan kekinian, tapi terjangkau. Mobil dengan harga terjangkau bagi tiap orang tentu berbeda, ya. Terjangkau versi kami tentu berbeda dengan terjangkau versi artis Syahrini. Jadi, mobil yang diincar pun beda kelas. Seberapa murah/mahal mobil yang kami impikan? Tergantung seberapa banyak uang yang telah kami kumpulkan untuk membeli mobil. Yang jelas, kami butuh tapi tidak akan memaksakan diri. 

KIA All New Picanto ini hadiah ultah dari suami. Dibeli untuk memudahkan saya beraktivitas sehari-hari

Beli Mobil Bisa Online

Saya dan suami sama-sama pernah punya pengalaman membeli mobil secara cash maupun kredit. Keduanya kami lakukan dengan alasan yang pintar supaya tidak menyebabkan kerugian finansial. Jika alasan pintar sudah kuat, finansial sudah mumpuni, selanjutnya tinggal pilah pilih tempat membeli. Pengalaman apa yang belum kami punya? Pengalaman beli mobil online. Nah!

Lain dulu lain sekarang. Dulu saya pernah beli mobil baru yang dibayar dengan cash (salah satunya sedan KIA) dan nggak ada masalah. Proses pencarian dan pembeliannya sangat mudah. Di BSD tempat saya tinggal, dealer mobil memang berderet sepanjang jalan Pahlawan Seribu. Dekat jika ingin berburu. Kerepotan baru terjadi ketika kami mencari Terios bekas. Kami mencari di tempat penjualan yang punya nama, ternyata nggak mudah menemukannya. Saya masih ingat bagaimana capeknya. Kami keliling BSD, Alam Sutera, Pamulang, sampai Bintaro. Bolak-balik cek fisik mobil, lihat-lihat kondisi, telpon sales ngobrolin kondisi dan surat-surat, compare harga, dan lain-lain. Huft….makan waktu dan tenaga banget.

Zaman sudah berubah. Era ribet belanja mobil kini sudah berlalu sejak dunia serba online menguasai hampir seluruh aspek kehidupan. Sekarang mobil baru dan mobil bekas bisa diburu dengan mudah dan aman via online. Di mana? Yuk kita bahas.

Istri: "Beli mobil baru sekarang bisa online lho mas." Suami: "Beli di mana, Ma?"

Alasan Beli Mobil Online

Sudah pernah dengar nama situs Seva.id. Kalau belum, sama! Saya juga baru tahu nih. Jadi, Seva.id itu adalah situs penjualan berbagai produk mobil terbaru di Indonesia yang menawarkan beribu keuntungan bagi para pengunjung situs di dalamnya.

Sebelum saya membahas isi dan tampilan situs Seva.id, sudah tahu belum mengapa membeli mobil secara online itu jadi pilihan yang menyenangkan? Ternyata ini lho alasannya:

1. Kita nggak capek!
Yes, dengan mengunjungi situs penjualan mobil online, kita bisa lihat-lihat dulu kondisi mobil yang diincar lewat foto yang dipajang dan kita juga bisa ngobrol dulu dengan sales-nya mengenai gambaran mobil secara keseluruhan, misalnya kondisi mobil maupun kelengkapan surat-suratnya. Dan itu cukup dilakukan via telpon atau chat. Semoga saja kita selalu berhubungan dengan sales yang baik ya, biar pengalaman beli mobil online nya bagus.

2. Hemat waktu, tenaga, dan uang!
Biasanya kita bakal compare harga kan? Nah di situs online mudah banget. Kita tinggal ketik saja merek mobil di mesin pencarian. Nanti juga muncul daftar mobil yang dicari. Nggak perlu datangi showroom satu-satu. Jika sreg, baru deh janjian bertemu salesnya.

Singkatnya, cukup mainkan jari-jari di keypad laptop atau layar hp, nggak perlu main kaki jalan ke sana kemari kalau mau lihat-lihat mobil yang diincar.

Kamu sudah tahu belum kalau beli mobil online bikin serba untung?
 Tampilan Situs Penjualan Mobil Online Seva.id

Bagaimana dengan tampilan digital seva.id? Setelah saya kunjungi situsnya, isinya lengkap banget!
  1. Terdapat beragam pilihan mobil baru, mulai dari city car hingga mobil niaga, mobil keluarga hingga mobil sport juga ada.
  2. Terdapat informasi kendaraan, spesifikasi teknis, dan fitur-fitur terkini yang disajikan dengan apik sehingga memudahkan calon pembeli dalam melihat-lihat kendaraan idaman.
  3. Terdapat beragam pilihan used cars atau mobil bekas berkualitas. Jadi, tak hanya mobil baru ya, mobil bekas pun ada.  
  4. Setelah mendaftar dan login, kita dapat melakukan pemesanan kendaraan, tukar tambah kendaran lama, melakukan permohonan test drive, menghitung cicilan bulanan dengan Kalkulator Kredit, melakukan penjadwalan servis kendaraan, mencari dealer terdekat, hingga menemukan lokasi parkir terdekat.
  5. Seva.id menjalin kerjasama dengan dealer-dealer otomotif, serta perusahaan pembiayaan kendaraan dan asuransi kendaraan yang dapat langsung menjangkau calon pembeli.

  

Fitur Pokok Seva.id

Dilihat dari tampilan dan isinya, situs Seva.id powered by Astra menjadi platform pilihan yang memberikan kemudahan dalam memenuhi kebutuhan otomotif konsumen. Ada 3 fitur pokok Seva yang penting untuk kita kenali, yaitu sbb:
  1. Program Pilihan Expert, fitur yang menawarkan mobil-mobil bekas dengan kualitas berkelas, karena mobil bekas yang tersedia akan diinspeksi terlebih dahulu oleh inspektor yang sudah berpengalaman.
  2. Program Stock Clearance, fitur yang menawarkan mobil baru dengan harga yang lebih terjangkau dengan potongan harga hingga 70 juta untuk tipe mobil vin (tahun pembuatan) 2017 - 2018
  3. Program One Day Delivery, fitur yang yang memungkinkan kendaraan baru dikirim hanya dalam waktu satu hari sejak pembelian dilakukan!

Pilihan Expert

Membeli mobil bekas memang murah, tapi tak jarang kita kerap meragukan kualitasnya. Tapi di Seva, mobil bekas berkualitas premium yang dijual sudah di inspeksi langsung oleh inspektor profesional dan berpengalaman. Mobil bekas Pilihan Expert Seva.id berbeda dengan mobil bekas lainnya karena mobil bekas Pilihan Expert Seva.id harus memenuhi kriteria sbb:
  • Kondisi mobil real, baik interior maupun exterior, sesuai dengan keadaan;
  • Tidak pernah mengalami tabrakan atau terendam banjir;
  • Warna masih orisinil, asli pabrik;
  • Kondisi mesin baik (sesuai tahun usia mobil);
  • Dokumen lengkap, seperti bukti servis rutin, buku manual, dan surat-surat mobil asli;

Stock Clearance

Membeli mobil secara online pun berpeluang mendapatkan promo/diskon. Di Seva, ada potongan hingga Rp50 juta lho, tapi hanya berlaku untuk mobil-mobil baru vin (tahun pembuatan) 2017 - 2018. Kabar menariknya nih, saat ini sedang berlangsung Program Stock Clearance sejak Maret 2019 hingga Juni 2019 (selama stok masih ada). Bagi yang berencana membeli mobil, silakan simak ketentuan berikut:
  1. Program ini berlaku untuk stock tertentu yang tertera di website Seva.id
  2. Harga khusus tersebut berlaku untuk mobil VIN (tahun pembuatan) 2017 dan 2018
  3. Unit untuk program stock clearance tersebar di beberapa cabang Auto2000 yang akan dikonfirmasi oleh salesman yang akan menghubungi setelah customer melakukan pemesanan melalui Seva.id
  4. Pembelian produk Stock Clearance hanya berlaku bagi konsumen yang beralamat KTP di wilayah yang terdapat jaringan Auto2000.


ODD (One Day Delivery)

Percaya nggak kalau di Seva pengiriman mobil yang kita pesan bisa dilakukan dalam satu hari? Mungkin, agak sulit dipercaya tapi layanan ini memang ada. Program ini memang menjadi daya tarik tersendiri bagi pelanggan Seva. Meskipun saat ini promo pengiriman satu hari baru berlaku untuk mobil-mobil tertentu - sekarang yang berjalan hanya Peugeot, setidaknya pelanggan tahu bahwa Seva bisa melakukannya. Semoga nanti bisa untuk semua merk mobil ya.

Nah, penasaran kan kenapa beli mobil di Seva bisa dikirim dalam waktu sehari? Ini alasannya:
  1. Stok ready
  2. Seva.id provide STCK yang berlaku selama 1 bulan, sehingga mobil bisa langsung dipakai
  3. Proses konfirmasi pembayaran cepat bagi yg mau kredit, karena setiap event berlangsung ada credit/leasing company yang turut serta.


Beli Mobil Online Baru dan Bekas di Seva.id

Selain yang telah saya sebutkan di atas, masih ada alasan baik lain yang dimiliki Seva sehingga layak jadi  pilihan tempat membeli mobil. Misalnya, di Seva ada sistem kredit sendiri dimana kita bebas memilih lembaga keuangan terpercaya. Ada fasilitas filterisasi yang memungkinkan para pengunjung situs dapat memilih berbagai jenis mobil berdasarkan beberapa kategori seperti merk, jenis, harga mobil yang diinginkan dan berbagai kategori lainnya. Bahkan, untuk test drive bisa dilakukan di rumah tanpa harus mengunjungi dealer Seva sebab petugas Seva yang akan mengantar mobil ke rumah.

Dari berbagai keunggulan tersebut, Seva tentu sangat memudahkan siapa pun yang ingin melakukan pemesanan mobil idaman.

Pastinya, di Seva jadi serba hemat. Hemat waktu, tenaga, dan biaya saat melakukan perburuan. Kalau ada yang bisa dihemat, berarti ada dana yang bisa ditambahkan untuk biaya pembelian, bukan?

Semoga dimudahkan lebaran nanti pakai mobil baru. Aamiin.




Pindang 77 Kuliner Sedap di Bengkulu yang Wajib Dicoba

16.00 1 Comment
Pindang 77 Bengkulu - Citarasa istimewa membuat aneka menu pindang di Rumah Makan Pindang 77 begitu nikmat untuk dicecap. Saya dan Anjas Maradita memuaskan selera dengan makan siang menu Pindang Patin, Pindang Tulang, dan Tempoyak Patin. Sedapnya juara! 

Pindang 77 Bengkulu
Pindang 77 Bengkulu



Kulineran di Bumi Raflesia

Sabtu (13/4/2019) sampai Minggu (14/4/2019) saya dan Anjas berada di Bengkulu untuk kegiatan ASUS ZenBook Roadshow. Selepas acara pokok di hari Sabtu, kami jalan-jalan sejenak di hari Minggu. Buat saya yang baru pertama kali ke Bengkulu, tentu banyak wisata seru yang ingin diburu. Mulai dari wisata alam, wisata sejarah, wisata belanja, hingga wisata kuliner. 

Bicara kuliner Bengkulu, saya benar-benar buta saat itu. Tapi untunglah, kawan-kawan blogger Bengkulu berebutan membantu. Lewat WAG ZenBookID_Bengkulu, informasi nama makanan dan tempat-tempat makanan yang harus dicoba berhasil saya dapatkan. Pindang 77 salah satunya.

Sebetulnya saya hampir kehilangan semangat untuk kulineran. Badan terasa sangat lelah paska acara ASUS di hari Sabtu yang digelar sejak siang sampai malam. Iya, lelah sekali hari itu. Begitu masuk kamar royal suite di Grage Hotel sudah tak ingin kemana-mana lagi selain tidur. Tapi ternyata, keesokan pagi di hari Minggu, semangat kulineran itu membara lagi. Pasalnya, Anjas menyebut ulang soal Pindang 77 di jam-jam rawan lapar. Auto semangat dong. Begitu GRAB yang dipesan Anjas datang, kami langsung meluncur ke Rumah Makan Pindang 77.


RM Pindang 77 Bengkulu

Rumah Makan Pindang 77 Bengkulu

Ruang makan Pindang 77 berkonsep terbuka. Dari tempat parkir di bagian depan rumah makan, kita bisa langsung melihat ke dalam. Begitu juga sebaliknya. Teras bagian depan berisi 4 meja kayu tebal dengan bangku-bangku kayu tanpa sandaran. Meja dan bangku di bagian dalam juga sama, hanya sedikit lebih panjang. Jenis bangku yang digunakan membuat akitivas makan jadi terasa lebih santai. Penggunaan kayu pada meja dan bangku juga membuat ruangan terasa lebih hangat dan ramah. Hal ini memberi efek bagus pada mood.

Rumah makan juga menyediakan area makan lesehan. Jika datang dari depan arah masuk, letaknya di sisi kanan. 

Bengkulu hari itu sedang panas-panasnya. Keberadaan pohon dan tanaman bambu yang tumbuh di sisi kanan dan kiri rumah makan membuat cuaca terik jadi terasa agak mendingan. Di dalam memang perlu sedikit tambahan pendingin. Untunglah ada banyak kipas angin besar menempel di dinding. Lumayan berguna buat mengusir peluh. Asal jangan lama-lama. Bisa masuk angin. Kecuali bisa dilawan pakai pindang, anginnya bakal kabur wes ewes ewes hehe.

Kami datang di jam makan siang. Tak terlalu ramai. Hmm…katanya terkenal, kok sepi? Mungkin belum datang saja kali ya. Saat itu hanya ada 4-5 orang pengunjung yang sedang makan. Ruang makannya yang agak luas itu jadi agak kosong. Kami jadi leluasa memilih tempat. Anjas mengajak ke pinggir, mepet dinding. Ah iya, bujang satu ini memang suka mepet-mepet 😂

Oke, waktunya makan.  
youtuber indonesia
Mepet dinding, dekat kipas angin

Masakan Pindang Khas Sumatera

Bila melihat namanya, mungkin kita berpikir menu rumah makan Pindang 77 didominasi oleh pindang. Nyatanya tidak, ada 2 pindang saja yaitu Pindang Tulang dan Pindang Patin. Meski sedikit, saya yakin sekali inilah primadona di rumah makan ini. 

Btw, saya kalau ketemu pindang selalu ingat Palembang, kota tempat saya berasal. Di Palembang, pindang sudah menjadi makanan khas yang tidak boleh dilewatkan dari daftar kuliner wajib dicoba. Di keluarga saya, pindang sudah menjadi menu keseharian. Semua orang di rumah suka pindang. Dalam satu minggu bisa 3-4 kali masak pindang. Namanya doyan, kami nggak pernah bosan. Suami saya tingkat doyannya parah. Katanya, kalau bisa tiap hari masak pindang 😁

Selain Palembang, pindang juga berjaya sebagai makanan khas di Lampung, Jambi, dan Riau. Pindang telah merajai sebagian besar kota-kota di Sumatera. Mungkin karena masyarakatnya masih satu rumpun ya. Selera dan jenis masakannya hampir serupa. Bumbu dasar pindangnya pun tentu sama. Yang membedakan mungkin ada pada bumbu tambahan. Misal, untuk rasa asamnya ada yang pakai nanas, tomat, belimbing wuluh, atau asam kandis. Ikan yang dipindang mungkin juga beda. Umumnya patin, baung, dan tenggiri. Nah, di Lampung ada pindang kepala ikan simba. Jadi, ada yang pakai ikan sungai, ada pula yang pakai ikan laut. Selain ikan, ada pula pindang iga dan tulang. Apapun lauk dan campuran bumbunya, namanya tetap pindang. 

Hidup Pindang! #lho

Pindang Tulang


Menu Favorit Pindang 77

Buku menu di rumah makan ini unik. Terbuat dari papan kayu berukuran sekitar 40 cm x 20 cm. Ketebalannya kira-kira 2 cm. Bagusnya jumlah menu di sini cuma 14 macam. Coba kalau ratusan. Berapa banyak kayu yang mesti dibawa ke meja buat dilihat haha. Bisa-bisa saya bawa pulang satu buat dijadikan raket tenis meja, atau jadi tatakan buat mengiris bawang 😆

Nama menu tertulis besar-besar di papan. Buat kamu yang tiap saat melototin hape mulu, biasanya kalau beralih pandangan, mata bakal susah baca tulisan kecil-kecil di buku menu. Nah, kalau di papan ini tulisannya besar-besar. Keterlaluan kalau masih nggak kebaca juga.

Ini dia menu khas Pindang 77:
Pindang Patin, Pindang Tulang, dan Tempoyak Patin

Buat yang nggak suka patin (karena berlemak), ada Sop Buntut/Iga, Ayam/Nila Rica, Ayam/Nila Goreng, Nila Bakar, Ayam Bakar Madu, Tahu Ikan, dan Tempe Mendoan.

Untuk sayurnya ada Cah Kangkung.

Sedangkan untuk minumannya ada Es Teh/Jeruk dan aneka jus.

Ini lho menunya!

Pindang Patin dan Tempoyak Patin

Anjas pesan Pindang Patin dan Tempoyak Patin. Saya pesan Pindang Tulang saja. Sengaja dibedakan, biar nanti bisa saling cicip. Tapi sodara-sodara…. boro-boro saling cicip. Anjas kalap makannya. Semangkuk pindang dan tempoyak patin yang dipesannya habis tak bersisa. Arrrgh! Rasanya pingin lempar Anjas pakai tulang sapi.

Haha

Rakus, lapar, atau enak? Karena enak dong! Eh, campur lapar juga ding. Iya, Anjas lapar sekaligus gemas karena saat makanan dihidangkan dia mesti manyun dulu menunggu saya jeprat jepret makanan. Biasaaaa, sebelum makan foto-foto dulu kan Buat IGS, buat status WA, dan buat bahan nulis wkwkwk.

Oh ya, sambal mangga dan sambal nanasnya nampol banget. Makan sampai berdesis-desis, antara merasa pedas tapi enak. Sambal tuh, apalagi dilengkapi lalapan, memang parah efeknya. Bikin nafsu makan meninggi. Makan jadi nambah-nambah 😂

Sambalnya nendang! Sambal Mangga dan Sambal Nanas

Restoran Halal Harga Terjangkau

Ini nih yang penting banget buat diinformasikan. Rumah makan Pindang 77 halal. Jadi aman ya buat yang muslim. Insha Allah.

Untuk harganya terjangkau pisan. Sobat misqueen bisa makan di sini dengan bahagia. Oh ya, harga tidak tercantum dalam buku menu ya. Jadi kalau mau tahu harus tanya pelayannya. Nah, kemarin saya sempat cemas lho, jangan-jangan pas ditagih jumlahnya juta-jutaan wkwkw. Jadi ingat makan di Anyer, makan 2 orang menu sederhana banget, bayarnya hampir sejuta. Anjas sempat minta saya buat cek dulu sih. Si mbaknya lalu ke kasir, cek harga. Pas disebut, ah legaaa.

Ini dia harga yang kami bayar untuk menu yang kami pesan:

Pindang Patin Rp25.000,-
Pindang Tulang Rp35.000,-
Tempoyak Patin Rp25.000,-
Cah Kangkung Rp15.000,-
Nasi putih Rp 7.000,-
Es Jeruk Rp12.000,-

Murah kan?? Banget! Murah tapi rasanya istimewa.

Kuahnya segar 😋

Good Place to Have Lunch

Nikmatnya bersantap siang dengan pindang, enaknya masih terbayang sampai sekarang. Rasa kuahnya asam, manis, pedas menjadi satu, terasa segar dimulut. Ditambah sambal buah nanas dan mangga, bukan main lazisnya. Apalagi dimakan dengan nasi panas, nendang banget!

Buat saya, Pindang 77 ini merupakan tempat makan pindang yang recommended. Cocok bagi yang suka berwisata kuliner. Terutama bagi mereka penggemar patin, tempoyak, dan masakan pindang. Lokasi strategis, harga terjangkau, halal, dan citarasa masakannya istimewa.

Meski berada di kawasan pertokoan, suasana rumah makan ini tenang sehingga cocok untuk makan bersama keluarga atau teman sambil ngobrol. Sekarang, saya makannya bareng youtuber dengan 200ribuan subscriber dulu, besok-besok makannya sama Leonardo Dicaprio.
#eh. ~disambit Mas Arif 😅

Tulang terakhir 😂

Oh ya, kota yang terkenal dengan Benteng Marlboroguh ini juga punya makanan khas lainnya seperti Pendap dan Lema. Lema terbuat dari fermentasi rebung dan ikan air tawar. Makanan ini memiliki aroma dan rasa asam yang menyengat. Sedangkan pendap adalah lauk gurih yang dibungkus daun keladi dan daun pisang. Pendap berisi ikan pais dan bumbu asam pedas yang direbus selama 8 jam menggunakan kayu bakar. 

Saya sangat penasaran dengan Pendap dan Lema.
Berarti kapan-kapan saya harus balik lagi ke Bengkulu!


Pindang 77 
Alamat: Jl. Sedap Malam No.26a, Nusa Indah, Ratu Agung
Kota Bengkulu, Bengkulu
Jam buka: 9AM-10PM
Telepon: 0823-7799-2277
https://pindang-77-halal-restaurant.business.site/