ASUS ZenBook S (UX393) Laptop Intel Evo Premium dengan Rasio Layar Nggak Umum!

21.16 9 Comments
Laptop Serba Premium ZenBook S UX393

Hidup ini seperti tak pernah ada puasnya jika tak pernah bersyukur. Sudah punya laptop, masih ingin laptop lagi, yang baru. Sudah punya ZenBook UX331UAL masih ingin ZenBook S (UX393) haha. Ya iyalah, beda jauh banget gitu, masa nggak ingin punya yang paling canggih dan kekinian!

Lantas, apakah ada yang salah dengan "ingin", lalu dikatakan tak bersyukur? Jawabannya bisa ya dan tidak, tergantung sudut pandang orang kedua dan realita di balik "ingin" orang pertama.

Maka, mari sapa ZenBook UX331UAL, daily driver sejak 2018. Apakah laptop tipis sangat ringan warna rose gold tersebut masih sehat? Ya, tentu! Dipakai untuk kegiatan blogging dan ber-media sosial, mengerjakan tugas-tugas ringan di Ms Excel & Ms Word, mengedit foto di FastSone Image Viewer, mengedit video di Video Editor bawaan Windows, menyimpan file, menonton drama/film di Netflix dan VIU, mendengar/menonton musik di Youtube, berselancar mencari berbagai informasi, dan lainnya. Dari sebuah laptop, hiburan bisa didapat, pekerjaan jadi lancar. Hati jadi senang dan gembira, karya-karya pun tercipta. 

Seberapa lancar sebuah laptop membantu pekerjaan dan menghadirkan hiburan, akan sangat tergantung pada si pengguna. Apakah si laptop dipakai sesuai kemampuan, atau dihajar dengan tugas-tugas berat yang gak cuma melelahkan tapi bikin sekarat. Ibarat kambing remaja disuruh narik karung beras seberat 100 kilo, padahal itu tugasnya kerbau jantan dewasa, ya modar. Maka jangan salahkan laptop bila kinerjanya ambyar.

Itu kenapa, selama ini saya nggak pernah install aplikasi video editor macam Adobe Premiere Pro dan Davinci Resolve, maupun Photosop untuk editing foto, karena ragu laptop saya dapat leluasa menjalankannya. Apalagi buat main game berat, memang bukan tempatnya. Lalu kalian bertanya dong, masa sih Prosesor Intel® Core™ i5 Generasi ke-8 , RAM 8GB, dan SSD 256GB PCIe® itu gak mampu? Mampu kalau dipaksa. Tapi tahu kan resiko dari pemaksaan? Cinta aja kalau dipaksakan ga asyik hihi 
Labuan Bajo 2019 - Laptop ZENBOOK UX331UAL Teman setia bekerja, dan bepergian

Dalam setiap "ingin" harus ada alasan penting dan urgent di sana. Kalau cuma buat punya yang baru, beli saja laptop baru dengan tipe yang sama, yang penting "baru" nya, ya kan? Lain halnya "ingin" karena kinerja laptop yang dipakai tak bisa diandalkan lagi untuk tugas-tugas berat yang rutin dilakukan, maka beli baru dengan performa yang lebih baik dan bisa diandalkan adalah sebuah keniscayaan.

Sudah tahu pesona ZenBook? ZenBook merupakan produk populer ASUS dalam lingkup global, memiliki performa tinggi, terkenal dengan desainnya yang mewah dan elegan, memiliki layar resolusi tinggi, mudah dibawa, serta mampu mengedit video dengan baik. ASUS ZenBook tidak hanya memiliki model yang dapat melakukan pekerjaan standar, seperti browsing dan mengetik. Akan tetapi, kini terdapat juga model yang mampu mengedit gambar dan video dengan super apik, bahkan mampu menjalankan game online.

Sejak jadi pengguna ZenBook pada 2018 sampai saat ini, sejumlah laptop terbaru ZenBook berturut-turut hadir dengan segala kelebihan dan fitur kekinian yang bikin ngiler. Tentu saja, punya saya sudah ketinggalan, tapi bukan berarti tak bisa lagi digunakan, toh sejauh ini saya masih bisa menikmati banyak hal berkat laptop itu. Dari kesenangan sampai duit haha. Tapi, boleh dong punya rasa ingin memiliki ZenBook seri terbaru? Biar lebih semangat lagi menjalani hari-hari, dalam hal hobi maupun rejeki 💗

Nah, saat ini, ASUS baru saja menghadirkan Seri ZenBook S terbaru yaitu ZenBook UX393, ZenBook UX363, dan ZenBook Ux371. Di sini saya akan membahas salah satunya yaitu ZenBook S UX 393. Sehebat apa laptop yang mengusung slogan Captivating Beauty with Irresistible Performance ini? Mari berkenalan...

Laptop Serba Premium Ini Dimulai dari Desain-nya. Lebih Baik, Elegan dan MEWAH, lain dari yang lain, lain dari laptop ZenBook Sebelumnya.

 
RED Copper
Saya sudah biasa melihat tampilan mewah ZenBook. Tapi kemewahan yang indah, baru pada ZenBook S (UX393) ini. Hal pertama yang paling menarik perhatian adalah Red Copper, atau warna tembaga yang mengelilingi bodi ZenBook S (UX393). Dari sini, kesan mewah langsung terasa, bodi laptop bak dikelilingi emas. Bukan hanya pada bodi, warna tembaga juga terlihat pada nama ASUS di permukaan cover laptop dan tombol keyboard saat fitur backlit dinyalakan. Bahkan, tombol POWER dikelilingi red copper, menambah keindahan sekaligus memberi kesan tegas. 

Saya tidak terlalu ngefans dengan laptop berwarna hitam, tapi warna Jade Black pada ZenBook S (UX393) membuat saya jatuh hati, pasalnya ia jadi pasangan paling serasi dengan Red Copper. 


Diamond Cut Design 
Berikutnya, ada detail yang amat memanjakan mata, masih pada desain, yakni Diamond Cut Design. Bagian sudut-sudutnya misalnya, ASUS dengan sengaja memangkas sedikit beberapa bagian menyudut dan membentuk potongannya mirip dengan potongan berlian. Sebuah ide yang membuat desain ini banyak sekali diapresiasi karena terlihat mewah dan premium.

Saya menyukai keindahan yang hadir dari sebuah kemewahan. Itu kenapa, tampilan laptop menjadi hal yang saya pedulikan. Dan, diamond cut design jadi hal kedua yang tertangkap oleh mata saya. Sentuhan yang amat indah, yang memang belum pernah saya jumpai pada laptop mana pun. 
Diamond Cut Design (Photo Katerina)


Tergolong Laptop Tipis, tapi Memiliki Bodi Lebih Tebal. Tenang, User Experience Lebih Penting daripada Mengejar Tipis-tipisan 

Laptop ZenBook sudah dikenal sebagai laptop tipis dan ringan, tapi kali ini ZenBook S (UX393) hadir dengan bodi lebih tebal dari pendahulunya (UX392). Ketebalan bodi yang dimilikinya  15,7mm dan bobotnya 1,35kg. 

Meskipun disebut tebal, laptop ini tetap hadir sebagai golongan laptop tipis dan ringan. Jadi, laptop masih mudah masuk ke dalam tas, dan akan tetap jadi teman baik yang bisa diajak untuk bekerja secara mobile atau bahkan bepergian.

Kali ini ASUS memang lebih mementingkan pengalaman pengguna ketimbang memaksakan ZenBook S (UX393) tampil dengan bodi yang sangat tipis namun pada ujungnya justru menyusahkan penggunanya. 

Dan yang perlu dicatat, dalam ZenBook UX393 ini ada segala macam teknologi baru yang super duper komplit! 
Jika masih mengkritisi ketebalannya, coba dibanding laptop kompetitor di pasaran, ketipisannya boleh banget diadu.
TIPIS dan RINGAN, mudah dibawa-bawa. 15,7mm dan 1,35Kg

PORT LENGKAP

User experience lebih penting daripada mengejar tipis-tipisan! 

Pengalaman penggunaan yang dimaksud adalah menghadirkan port yang lengkap. Jadi, nggak usah kecewa, meski lebih tebal dari laptop pendahulunya, laptop ini justru punya port yang lengkap. 

ZenBook S (UX393) dilengkapi dua port USB Type-C dengan dukungan koneksi Thunderbolt 4. Terdapat USB Type-A 3.2 dan HDMI. Kedua port tersebut memang jarang sekali hadir di sebuah ultrabook karena sebagian besar produsen ultrabook lebih suka berlomba untuk mendapatkan titel laptop paling tipis di produknya, namun memaksa penggunanya untuk membeli dan menggunakan dongle yang jelas merepotkan.



ZenBook S (UX393) dirancang dengan mindset membantu penggunanya untuk lebih produktif dan ASUS telah menunjukkannya pada desain dan fitur di laptop ini.

Port yang lengkap merupakan salah satu tanda bahwa ASUS kali ini lebih fokus dalam bagaimana agar penggunanya dapat lebih produktif dengan ZenBook S (UX393). 

Selain itu, ASUS juga menghadirkan fitur edge-to-edge keyboard sehingga pengguna ZenBook S (UX393) dapat lebih nyaman dan mudah ketika mengetik berkat area keyboard yang lebih luas serta tombol yang lebih besar.

Menemani keyboard-nya adalah sebuah touchpad dengan ukuran lebih untuk kontrol yang lebih baik. Selain itu, ZenBook S (UX393) juga hadir dengan touchpad yang telah dilengkapi dengan fitur NumberPad 2.0. Fitur tersebut memungkinkan pengguna ZenBook S (UX393) mengubah fungsi touchpad menjadi numpad melalui satu sentuhan saja. Bagi mereka yang sering menggunakan numpad untuk bekerja, ZenBook S (UX393) adalah laptop ringkas yang tepat untuk digunakan.
Edge-to-edge-keyboard

Toucpad dengan fitur NumberPad 2.0

Rasio layar 3:2 untuk pengalaman visual yang lebih baik

Untuk membantu penggunanya agar dapat lebih produktif, ZenBook S (UX393) kini tampil dengan rasio layar 3:2. Berkat rasio layar tersebut ZenBook S (UX393) memiliki ruang kerja yang lebih luas dibandingkan dengan laptop pada umumnya yang mengusung layar 16:9. 

Tentu saja ruang kerja ekstra tersebut juga berfungsi untuk menghadirkan pengalaman visual yang lebih baik dimana lebih banyak konten yang bisa disajikan melalui layar dengan rasio 3:2.

Kualitas Visual Terbaik
Meski target penggunanya bukan merupakan content creator "kelas berat" seperti animator atau video editor, namun ZenBook S (UX393) tetap powerful untuk kebutuhan content creation standar. Selain tetap cukup hebat untuk menemani kita melakukan video editing ringan, ZenBook S (UX393) masih bisa menjalankan aplikasi photo editing seperti Adobe Photoshop dan Lightroom secara bersamaan dan membuat laptop ini sangat cocok bagi para fotografer profesional.

Layar ZenBook S (UX393) sudah dikalibrasi dari pabrik dan mengantongi sertifikasi PANTONE

Tidak hanya soal performanya yang gesit, ZenBook S (UX393) juga dibekali dengan layar yang tepat untuk para content creator, khususnya fotografer. Dibekali panel beresolusi tinggi, yaitu 3,3K atau 3300 x 2200 pixel, ZenBook S (UX393) mampu menampilkan konten beresolusi tinggi dengan sangat detail. 

Tidak hanya itu, layarnya juga mampu memiliki tingkat reproduksi warna yang sangat tinggi, tepatnya 100% pada color space DCIP-3 dan 133% pada color space sRGB. Bagaimana dengan akurasi warnanya? Layar ZenBook S (UX393) sudah dikalibrasi dari pabrik dan mengantongi sertifikasi PANTONE.

Layar ZenBook S (UX393) mengantongi sertifikasi PANTONE

LAYAR TOUCH SCREEN

Untuk menambah pengalaman penggunanya, layar ZenBook S (UX393) dilengkapi dengan fitur touchscreen yang kompatibel dengan stylus yang memiliki spesifikasi hingga 4096 pressure level. 

Spesifikasi tersebut jelas semakin menegaskan bahwa laptop ini memang cocok untuk para content creator seperti fotografer yang membutuhkan laptop ringkas dan powerful dengan layar terbaik di kelasnya.
Layar Touch Screen

Konektivitas Lengkap

ZenBook S (UX393) hadir dengan port yang lengkap. Tidak hanya dua port Thunderbolt 4 USB Type-C, ZenBook S (UX393) juga masih dibekali dengan port HDMI dan USB Type-A. Sebagai tambahan, satu pembaca kartu MicroSD juga dihadirkan sehingga para content creator yang sering menggunakan MicroSD di kesehariannya.

Sebagai laptop modern yang berkelas ZenBook S (UX393) tentu saja dilengkapi dengan teknologi konektivitas terkini, salah satunya adalah WiFi 6. Teknologi WiFi terbaru tersebut tidak sendirian. Ia ditemani dengan fitur WiFi Smart Connect yang membuat pengalaman menggunakan ZenBook S (UX393) semakin mudah dan nyaman.


Fitur WiFi Smart Connect memungkinkan ZenBook S (UX393) untuk dapat mendeteksi sinyal WiFi paling optimal yang bisa ditangkap oleh laptop ini. Dari sana, fitur WiFi Smart Connect dapat menghubungkan ZenBook S (UX393) secara otomatis ke sumber sinyal (router) yang paling optimal sehingga Anda akan selalu mendapatkan konektivitas terbaik meski sering berpindah tempat.

Nyaman untuk WFH
Di masa pandemi saat ini, semakin banyak orang yang bergantung pada laptop agar dapat tetap bekerja dari rumah. ZenBook S (UX393) memiliki beberapa keunggulan sebagai sebuah laptop penunjang kegiatan work from home (WFH). Selain dibekali dengan spesifikasi yang sangat mumpuni dan memiliki mobilitas tinggi berkat desain bodinya yang sangat ringkas, ZenBook S (UX393) ternyata juga ditemani oleh dua fitur baru penunjang WFH.

Pertama adalah fitur yang memungkinkan kamera pada ZenBook S (UX393) dapat menampilkan gambar lebih baik dan lancar dibandingkan sebelumnya. ASUS menghadirkan teknologi bernama IR camera-tuning yang membuat kamera infra merah pada ZenBook S (UX393) dapat menampilkan gambar yang lebih baik.

Kamera Infra Red, Array Microphone, AL Noise Cancelling

Kamera infra merah di ZenBook S (UX393) juga berguna sebagai fitur keamanan. Didukung oleh fitur Windows Hello, kamera infra merah di ZenBook S (UX393) memiliki kemampuan untuk memindai wajah penggunanya secara presisi, bahkan dalam kondisi kurang cahaya. Sistem pemindaian wajah tersebut membuat ZenBook S (UX393) lebih aman karena Anda tidak perlu lagi mengetikkan password yang bisa saja dilihat oleh orang lain.

Kedua, ZenBook S (UX393) dilengkapi dengan array microphone yang didukung oleh teknologi AI Noise Cancelling. Fitur ini bisa dikatakan sangat penting jika Anda sering melakukan call conference atau bahkan video conference.

AI Noise Cancelling di ZenBook S (UX393) mampu meredam suara bising di latar belakang dan memperjelas suara Anda yang sedang berada di depan laptop. Bagi Anda yang seringkali bekerja di lingkungan yang berisik, fitur ini memang menjadi sangat penting. Kini Anda tidak perlu lagi khawatir sesi conference call terganggu oleh suara berisik di sekitar Anda ketika bekerja.
Tes GAME ONLINE - Oke!

ASUS ZenBook S (UX393) Laptop Intel Evo Premium

ASUS ZenBook S (UX393) merupakan salah satu varian ZenBook terbaru yang ditenagai oleh prosesor 11th Gen Intel Core. Tentu saja dengan prosesor baru, ZenBook S (UX393) dipastikan dapat tampil dengan performa lebih baik dari generasi sebelumnya. Tidak hanya dari sisi performa CPU, ZenBook S (UX393) juga memiliki performa grafis yang lebih baik berkat chip grafis terintegrasi Intel Iris Xe Graphics terbaru.

Terlihat dari hasil benchmark, ZenBook S (UX393) tampak gesit dan powerful untuk sebuah ultrabook yang sangat ringkas. Tidak hanya itu hasil benchmark grafis juga menunjukkan bahwa laptop ini seharusnya masih bisa digunakan untuk menjalankan berbagai game kasual dan game esports.





Biasanya sebuah laptop ultra ringkas yang dibekali performa kencang dan layar beresolusi tinggi rentan dengan dua hal, yaitu daya tahan baterai yang tidak panjang dan performa pendinginan yang kurang baik. Namun keduanya tampak tidak hadir di ZenBook S (UX393).
.

Baterai Tahan Lama hingga 13 jam 41 menit pada mode modern office

Berdasarkan pengujian daya tahan baterai menggunakan PCMark 10 Battery Benchmark, ZenBook S (UX393) dapat bertahan hingga 13 jam 41 menit pada mode modern office. Artinya secara kasar laptop ini dapat menemani bekerja hingga lebih dari 13 jam.

ZenBook S (UX393) dilengkapi dengan sistem pendingin khusus serta fitur ErgoLift Design yang mampu menghadirkan ruang udara ekstra agar aliran udara tetap optimal saat digunakan. 
Baterai tahan lama, ga sering-sering ngecas!

ZenBook S (UX393) juga terbukti memiliki sistem pendingin yang baik. Hal tersebut terlihat dari hasil stress test menggunakan 3DMark pada mode Night Raid, dimana ZenBook S (UX393) lolos pengujian tersebut dengan skor 97,1% dengan rata-rata suhu CPU berada di angka 56 derajat Celcius.

Bukti lainnya yang menunjukkan bahwa sistem pendingin ZenBook S (UX393) tergolong sangat baik adalah berdasarkan grafis di bawah. Dapat dilihat bahwa sistem pendingin ZenBook S (UX393) dapat menahan suhu komponen tetap di zona aman yaitu di bawah 85 derajat Celcius.

Berubah Menjadi Lebih Baik

Apa yang dihadirkan oleh ZenBook S (UX393) secara keseluruhan adalah sebuah perubahan ke arah yang lebih baik. ASUS kini tidak hanya sekadar mengejar "prestige", tetapi juga menunjukkan kepeduliannya terhadap pengalaman pengguna secara menyeluruh.

Harga dan Ketersediaan

ZenBook S (UX393) dibandrol dengan harga Rp 24.999.000

ZenBook S (UX393) bisa didapatkan di Bhinneka, Blibli, Bukalapak, JD.ID, Lazada, Shopee, dan Tokopedia.

Untuk pembelian melalui ecommerce tersebut, pembeli memiliki kesempatan mengikuti Incredible Reward Program dengan cara menulis review di toko tempat pembelian.


Main Spec.

ASUS ZenBook S (UX393)

CPU

Intel® Core™ i7-1165G7 Processor 2.8 GHz (12M Cache, up to 4.7 GHz)

Operating System

Windows 10 Home

Memory

16GB LPDDR4X

 

Storage

1TB M.2 NVMe™ PCIe® 3.0 SSD

Display

13.9" (3:2) IPS 3.3K (3300 x 2200), 500 nits, 100% DCI-P3, 133% sRGB, NanoEdge Display, Touchscreen, PANTONE® Validated display, TÜV Rheinland eye-care certified display

Graphics

Intel® Iris® X Graphics

Input/Output

1x HDMI 1.4, 1x USB 3.2 Gen 1 Type-A, 2x Thunderbolt™ 4 USB Type-C supports display and power delivery, Micro SD card reader

Camera

HD camera with IR function to support Windows Hello

Connectivity

Intel Wi-Fi 6(Gig+)(802.11ax)+Bluetooth 5.0 (Dual band) 2*2

Audio

Audio by ICEpower®, Built-in speaker Built-in array microphone, harman/kardon certified

Battery

67WHrs, 4S1P, 4-cell Li-ion

Dimension

30.60 x 22.40 x 1.57 ~ 1.57 cm

Weight

1.35 kg

Colors

Jade Black

Warranty

2 tahun garansi global


 
Ada harga ada nilai. ZenBook S (UX393) memberikan fitur dan spesifikasi serba premium yang akan memberikan pengalaman lebih kaya dalam dunia komputasi.

Balik ke soal "ingin", tentu INGIN!



Live Streaming KELAS INSPIRASI Travelerien di Pro2 Creative RRI Bengkulu

15.06 14 Comments


LIVE STREAMING PRO2 CREATIVE
Kelas Inspirasi

Minggu, 21 Februari 2021 Pukul 10:00 - 11:00 WIB
Host: Intan Live On FM 105.1 MHz

🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸

1. Background story menjadi blogger & travel writer.

Nggak ada latar belakang khusus dan istimewa, semuanya berangkat dari hobi saya saja. Hobi BACA, MENULIS, JALAN-JALAN, FOTO.

Hobi tersebut sudah ada sejak lama. Kalau hobi baca dan nulis sudah sejak SD. Ketika remaja, saya mulai hobi jalan, dari jalan itulah kemudian suka dengan aktivitas fotografi sampai sekarang. Nah, sebelum saya kenal blog, semua hobi hanya tersimpan dalam bentuk foto dan ingatan. Tidak ada cerita yang bisa dibaca. Pernah sih nulis di buku tulis, tapi bukunya sudah nggak ada. Ada yang hilang, rusak, dan mungkin sudah dibuang. Lalu ketika saya kenal blog, saya seperti menemukan tempat yang tepat buat menyimpan hobi jalan dan foto dalam bentuk tulisan yang nggak cuma bisa dibaca oleh saya, tapi juga dibaca oleh orang lain. Nah dari sinilah cikal bakal saya jadi travel writer dan blogger. 

2. Cita-cita masa kecil Mba Kat

Percaya nggak? Saya sejak kecil sudah bercita-cita jadi penulis lho. Kenapa? Karena sejak masih SD saya sudah memiliki hobi baca. Dulu saya bersekolah di SD YKPP (sekolah milik Yayasan Pertamina). Ada perpustakaan besar berisi bermacam buku bacaan bermutu. Saya sering menghabiskan waktu di perpustakaan itu. Banyak novel yang saya baca. Saya suka sekali membaca cerita tentang persahabatan dan petualangan. Dari sanalah saya bercita-cita jadi penulis, tapi penulis yang suka berpetualang. Karena dari dulu saya orang yang suka dengan tantangan, jadi kalau saya banyak bepergian, saya pikir saya akan menemukan banyak tantangan. Nah, cerita tentang bepergian itulah yang ingin saya tuliskan. Makanya saya bercita-cita jadi penulis. Berpuluh tahun kemudian setelah menikah dan punya anak, baru kesampaian.

3. Skill apa yang harus dimiliki untuk menjadi blogger & travel writer?

Idealnya sih punya banyak kemampuan supaya jadi blogger yang sempurna. Tetapi yang paling pokok menurut saya adalah kemampuan menulis dan ilmu jurnalistik, serta kemampuan berkomunikasi. Jika sudah punya 2 hal ini, baru yang lainnya.

Mengapa mesti memiliki kemampuan menulis dan ilmu jurnalistik? Supaya kita bisa membuat konten yang menarik dan bermanfaat namun sesuai dengan kode etik jurnalistik. Jadi meskipun blog itu punya kita pribadi, suka-suka kita mau mengisinya dengan apa, tetap harus memperhatikan apa yang boleh dan tidak boleh dituangkan dalam tulisan. Jadi kita harus mengerti batasan-batasan dan bertanggung jawab terhadap apa yang kita tulis. 

Kenapa perlu memiliki kemampuan berkomunikasi? karena saat kita jadi blogger bakal banyak menjalin hubungan, entah dengan sesama blogger itu sendiri, dengan pembaca umum, maupun dengan brand dan klien yang suatu saat mengajak bekerja sama untuk artikel review, liputan event, sponsor post dan lainnya. Dalam berhubungan tersebut, tentu dibutuhkan sebuah kemampuan dasar komunikasi dan hubungan sosial yang baik. Dengan memiliki kemampuan berkomunikasi, kita akan mendapatkan banyak teman yang pasti berguna untuk perkembangan blog kita di masa depan.

Kalau yang lainnya sih mungkin kita juga perlu memiliki kemampuan mendesain, entah untuk blog maupun tulisan. Kalau belum mampu, bisa sih bayar orang untuk mendesain, tapi lebih bagus kalau kita sendiri yang lakukan. 

Jika jadi travel blogger, miliki kemampuan penunjang seperti fotografi, karena travel blog nggak lepas dari foto-foto perjalanan dan destinasi. Kalau kita mampu, kita bisa menampilkan foto-foto berkualitas dalam tulisan yang kita buat.

Lalu perlu juga menguasai ilmu manajemen dan bisnis. Buat apa? Saat blog kita mulai diminati, lalu laris manis dapat kerja sama, kita harus bisa mengatur jadwal supaya kegiatan menulis kita tidak berantakan, serta harus bisa bernegosiasi dan berhitung untung rugi untuk kelanjutan blog dan kita sendiri sebagai blogger. 

Kalau belum punya semua kemampuan itu, ga bisa jadi blogger dong? Bukan nggak bisa, justru itulah saatnya kita belajar. Saya juga belajar kok, ga sim salabim seperti sekarang. 

4. Pengalaman pertama menulis cerita perjalanan

Pengalaman Pertama menulis di blog saya lupa kapan tepatnya, dan saya juga lupa apa yg pertama saya tulis. Saya justru ingat pengalaman pertama menulis cerita perjalanan untuk majalah SCARF tahun 2014. Judulnya Bromo, Keajaiban Alam Penuh Keindahan dalam Rubrik Travelogue Majalah Scarf Vol. 7, 2014.

Ceritanya begini. Saya dihubungi oleh pihak majalah yang katanya tahu saya dari blog. Dia melihat artikel saya tentang Bromo. Lalu saya diminta menulis ulang dengan ketentuan jumlah kata 1200 kata dan mengirim minimal 5 foto resolusi tinggi. Saya diberi waktu 1 minggu buat merampungkan tulisan. Perasaan saya waktu itu nano-nano. Terharu karena akhirnya ada juga yang melirik tulisan saya. Merasa gembira sekaligus deg-degan. Sampai nggak bisa tidur nyenyak karena memikirkan gimana caranya supaya tulisan saya bisa bagus dan nggak mengecewakan. Padahal tahu nggak? Waktu itu saya nggak dibayar, cuma dikasih gratis majalah. Saya saat itu sama sekali tidak memikirkan bayaran. Diundang menulis saja sudah senang. Apalagi saat melihat tulisan dan foto buatan sendiri dipajang di majalah full color, majalah muslimah pula, bahagia sekali rasanya. Setelah itu saya jadi semangat dan tertantang untuk menulis di majalah dan koran lainnya. Alhamdulillah datang kesempatan menulis di Femina, Intisari, Gadis, koran-koran, hingga majalah pesawat yang sampai sekarang sudah 88 artikel yang pernah dimuat. 

5. Poin-poin apa yang harus dimasukkan agar tulisannya menarik

Menulis blog bagi saya adalah menyampaikan informasi. Informasi apa? Kalau travel blog berarti informasi tentang destinasi, kuliner, hotel, transportasi, belanja, dan lainnya. Nah, tulisan yang informatif harus mengandung unsur 5W1H  yaitu What (apa), Where (dimana), When (kapan), Who (siapa), Why (mengapa), dan How (bagaimana).

Namun menulis cerita perjalanan untuk travel blog sebaiknya memiliki sentuhan personal, maka menulislah dengan teknik storytelling.

Tulisan yang menarik menurut saya adalah tulisan yang memiliki sisi personal yang berbeda dari penulis lainnya. Karena setiap orang akan memiliki pengalaman yang berbeda meskipun pergi ke tempat yang sama. Mungkin kita bertemu hal-hal unik, mengalami keseruan, atau bahkan merasakan kecewa saat traveling, bisa kita ceritakan sebagai sebuah fakta yang menarik. Misalnya cerita tentang ketinggalan pesawat, entah gara-gara banjir, atau gara-gara mobil sewaan yang tidak on-time menjemput, atau gara-gara dihadang sekelompok kerbau, itu misalnya yaa. Hal-hal seperti ini, yang mungkin merupakan sebuah masalah, bisa jadi poin menarik dalam sebuah cerita perjalanan. Jadi ceritakanlah hal ini dalam tulisan, angkat masalahnya, ceritakan penyebabnya, lalu berikan solusi/kiat-kita versi kita.

Ceritakan perjalanan dengan jujur dan deskritif. Misal nih, tentang perjalanan ke Labuan Bajo. Umumnya orang-orang akan menulis komodo itu seperti apa, makan apa, seganas apa, dll yg hanya fokus ke komodo saja. Coba sambil kita tulis juga tentang apa yang kita alami selama naik kapal menuju Pulau Komodo, siapa tahu mabok laut ya, atau mengalami hujan badai di laut, itu bisa diceritakan sebagai sebuah fakta. Bisa juga tentang para ranger yang galak banget (dalam tanda kutip) selama menemani kita melihat komodo, atau tentang bagaimana cara menghadapi tantangan selama berada di sarangnya komodo. Misalnya kita bandel datang pada saat sedang haid, lalu dikejar komodo. Bukankah ini menarik untuk diceritakan? Jadi jelaskan juga hal-hal tersebut secara detail, dengan lebih dan kurangnya, supaya tulisan kita lebih kaya cerita dan bisa diambil pelajarannya oleh pembaca.

Unsur dialog dalam cerita

Pentingnya bertemu dan berinteraksi dengan warga lokal yang kita temui saat berada di suatu tempat adalah supaya kita bisa mendapatkan informasi langsung dari narasumber. Dialog yang terjadi bisa kita kutip ke dalam tulisan. Adanya dialog membuat alur cerita lebih hidup. Dapat membantu pembaca membayangkan kejadian dari sudut pandang kita. Hal ini akan membuat tulisan kita memiliki perspektif dan warna lebih. Ini juga mendukung imajinasi pembaca saat menelusuri tulisan kita.

Tampilkan foto/video berkualitas. Hal ini poin penting buat travel blog.

Akhiri tulisan dengan pesan untuk perubahan. Setiap perjalanan pasti memberikan perubahan pada orang yang melakukannya. Entah itu membuat kita jadi lebih mandiri, lebih hati-hati, lebih siap menghadapi perubahan, atau lebih adaptif dalam kehidupan sehari-hari. Apapun itu, ceritakan hal ini kepada pembaca. Bentuk perubahan tersebut, besar atau kecil, tentu akan menjadi inspirasi bagi mereka.


6. Pengalaman paling seru ketika travelling

Banyak pengalaman traveling yang seru. Kalau boleh memilih satu saja, trip ke Labuan Bajo kental dengan petualangan dan paling seru. Moda transportasi yang digunakan beragam, dari naik pesawat, mobil, speedboat, hingga naik kapal bermalam selama 3 hari di laut. Area jelajah luas, dari kampung, pantai, bukit, hutan, padang rumput, laut, sampai bawah laut. Banyak kegiatan yang bisa dilakukan, dari diving snorkeling, swimming, hiking treking. Bisa jumpa hewan langka, buas, dan berukuran raksasa. Di darat ketemu Komodo, di laut ketemu manta (ikan pari raksasa), di udara melihat ribuan kalong (di Pulau Kalong pada suatu sore). Merasakan bermalam di kamar hotel pinggir laut, juga merasakan bermalam di kamar dalam kapal yang membawa berlayar dari pulau ke pulau. Melihat indahnya matahari terbit dan terbenam dari atas kapal, hingga merasakan kapal oleng kena hujan dan angin kencang, dan saya mabok dibuatnya. Benar-benar lengkap dan kaya rasa.

7. Ketika pandemi, aktivitas apa yang Mba Kat lakukan sebagai pengganti travelling? Ataukah masih travelling di sekitaran tempat tinggal? 

Selama pandemi saya lebih banyak di rumah. Ssejumlah rencana trip yang dibuat awal tahun 2020 (sebelum pandemi datang) dibatalkan oleh klien. Saya tidak kecewa, justru bersyukur. Selama di rumah jadi punya banyak waktu buat bikin konten wisata (tulisan/video) dari perjalanan yang dilakukan sebelum pandemi yang belum pernah diangkat dan dipublikasi. Jadi, meski belum jalan-jalan lagi, tetap ada cerita perjalanan yang bisa saya ceritakan. Dengan begitu rasanya malah seperti sedang jalan-jalan lagi hehe

8.Gimana caranya survive jadi blogger & travel writer dari waktu ke waktu?

Ya harus rajin nulis dan mengupgrade kapasitas diri. Harus terus menjalin networking yang baik dengan semua pihak, rajin memperbarui informasi, supaya konten-konten kita selalu update dan sesuai perubahan zaman.

Ada pepatah mengatakan: Orang yang berhenti belajar adalah pemilik masa lalu. Orang yang rajin belajar adalah pemilik masa depan.

9. Nilai-nilai apa yang ingin disebarkan ke pembaca blog/followers sosmed?

Pastinya nilai-nilai positif yang menginspirasi, yang memotivasi orang untuk berubah atau bergerak melakukan kebaikan. Supaya pembaca/followers tidak sia-sia menghabiskan waktu mereka membaca catatan kita. Jadi haruslah menyebarkan yang bermanfaat. Selain itu, nilai-nilai positif juga bisa dikategorikan ibadah bagi umat Islam, dan menjadi investasi amal kebaikan di akhirat.

Selain nilai-nilai positif, inspiratif, dan motivatif, ada nilai-nilai kebenaran dan keadilan yang bisa disuarakan. Misalnya terkait fenomena atau kasus atau kejadian tertentu yang dirasa mencederai unsur-unsur keadilan, kita bisa menuliskan kritik dengan bahasa yang baik. Kritik yang disampaikan dengan bahasa yg baik/bijak sesungguhnya telah mewakili dua hal: (1) memberi contoh nilai2 kebaikan, (2) menyuarakan kebenaran demi perbaikan.

10. Bedanya tantangan jadi blogger dulu & sekarang

Dulu perkembangan informasi belum sepesat sekarang. Kalau mau riset, banyak yang manual/konvensional. Misalnya harus ke perpustakaan atau datang langsung ke lapangan. Pembaca/followers dulu tidak terlalu kritis karena input informasi mereka juga terbatas.

Sekarang Teknologi Informasi dan Komunikasi berkembang pesat. Riset bisa dilakukan kapan saja dengan berselancar di dunia maya atau berbagi data/info lewat aplikasi-aplikasi yang ada. Tantangannya, pembaca/followers semakin kritis karena wawasan mereka semakin luas. Oleh karena itu, konten yang dibuat juga harus semakin berkualitas, sehingga perlu riset yang makin dalam, pembahasan yang makin rinci dan 'tidak biasa'. Supaya menarik.

11. Potensi di bidang travel blog/kepenulisan seperti apa?

Kalau dari pengalaman saya pribadi, travel blog berpotensi menghasilkan pundi-pundi Rupiah. Bisa menjadi salah satu sektor industri kreatif. Sebagai tempat untuk menyalurkan hobi. Sebagai sarana meluapkan curahan hati/perasaan/ide/pikiran.

12. Menurut Mbak Kat 5 tahun ke depan dunia blog & tren travelling di Indonesia akan seperti apa?

Banyak yang menilai, hari ini orientasi pengeluaran masyarakat berubah. Khususnya anak muda, atau yang berjiwa muda, dan kaum milenial. Jika dulu orang lebih suka menabung atau mengoleksi barang, sekarang orang cenderung mencari hiburan, pengalaman, relasi. Diantaranya melalui traveling yangg bertujuan untuk melepaskan kepenatan dengan pergi ke tempat-tempat idaman.

Sepertinya 5 tahun ke depan dunia blog dan tren traveling semakin meningkat. Apalagi muncul tren baru berupa virtual tour. Di situ butuh host atau narasumber yang berpengalaman untuk menjadi pemandunya.

Gencarnya usaha masyarakat dan pemerintah memromosikan tempat-tempat wisata baru juga menjadi peluang para travel blogger untuk berkontribusi memasarkan keberadaannya dan memopulerkannya.

Rasa ingin tahu masyarakat akan tempat-tempat baru semakin besar. Mereka butuh informasi dan teman berbagi informasi yang salah satu medianya tentu lewat blog atau tulisan.

Menuliskan pengalaman, catatan, ide pemikiran, atau sesuatu yang berharga, juga menjadi bagian dari cara kita menorehkan sejarah bagi anak cucu kita. Mereka bisa membaca jejak digital kita. Orang lain juga bisa mengambil manfaatnya.

13. Pesan-pesan untuk pendengar

Siapapun kita, kita harus bisa memberikan peran terbaik sesuai kapasitas.

Jika suka jalan-jalan dan menulis, lakukan dengan hati dan hati-hati. Berikan manfaat baik untuk diri sendiri, keluarga, dan orang lain.

Kalau jadi penulis, jadilah penulis yg baik. Harus tetap rendah hati dengan pengalaman yang dimiliki. Jadi, ayo penuhi dunia literasi dengan kebaikan.


============================

Live streaming acara ini bisa ditonton ulang di channel RRI Net Bengkulu melalui link berikut: Pro2 Creative

Omar Niode Foundation Ajak Jaga Bumi dengan Memilih Makanan Ramah Iklim

21.47 8 Comments

Virtual Talkshow & Peluncuran e-Book Memilih Makanan Ramah Iklim +39 Resep Gorontolo, Minggu 14/2/2021. (Katerina)

Saya baru saja selesai menonton film Space Sweepers di Netflix ketika Ibu Amanda Katili, Manager Climate Reality Indonesia menghubungi saya via Whatsapp (8/2) perihal acara Talkshow & Peluncuran e-Book Memilih Makanan Ramah Iklim +39 Resep Gorontolo yang akan diselenggarakan pada hari Minggu tgl. 14 Februari 2021.

Mengenai Space Sweepers adalah salah satu film yang saya tunggu-tunggu di tahun 2021. Film ini merupakan film epik luar angkasa bergenre fiksi ilmiah pertama yang dibuat oleh Korea yang memiliki muatan politik tentang lingkungan hidup

Sebuah kebetulan ketika film dan event yang menghampiri saya di waktu bersamaan memiliki tema yang berkaitan. Ada titik temu antara isu kerusakan Bumi dalam film dengan tujuan yang hendak dicapai oleh gelaran event talkshow, tak lain dan tak bukan yaitu ajakan untuk menjaga bumi.

Oleh karena itu, ketika hendak menulis liputan acara virtual talkshow yang digelar melalui video Zoom tersebut, saya langsung teringat pada Space Sweepers, membuat saya ingin memulai tulisan ini dengan membahas sekilas tentang apa yang saya simak dari film tersebut. 

Perlu dicatat bahwa film Space Sweepers tidak memusatkan narasi pada tema lingkungan hidup, tapi di sana ada latar belakang kerusakan Planet Bumi yang menjadi andil perginya orang-orang dari Bumi karena tak lagi bisa bernafas, sehingga pindah dan hidup di luar angkasa menjadi sebuah solusi. 

SPACE SWEEPERS (2021)

Space Sweepers menceritakan kondisi dunia pada tahun 2092, di mana Planet Bumi sudah menjadi sebuah planet yang hampir tidak bisa dihuni, dengan polusi yang membuat udara menjadi sangat coklat layaknya sedang terjadi badai lumpur.

Dengan masalah yang mengancam seluruh umat manusia, sebuah perusahaan canggih bernama UTS telah membuat sebuah tempat tinggal bagaikan surga di luar angkasa tetapi ada syaratnya: hanya orang terpilih saja yang diajak untuk tinggal di tempat tersebut. 

Adalah sosok James Sullivan seorang pemimpin UTS menggarap kehidupan di Mars dengan hati-hati, mengubah Planet Mars yang gersang menjadi "Bumi Baru" yang memiliki hutan belantara amat subur, air bersih yang terus mengalir, udara segar nan sehat, dan langit yang selalu biru. 

Bagi James, kebanyakan manusia di Bumi adalah penjahat perusak alam. Kebenciannya pada ulah manusia membuatnya menjadi licik, dan ia menjamin golongan penjahat lingkungan tak akan pernah diterima di lingkungan baru yang dibangun di Mars.

Dalam salah satu scene terlihat James menanam pohon kehidupan Schefflera Arboricola, super plant yang dimodifikasi secara genetik sehingga menghasilkan oksigen 8 kali lebih banyak dan bisa merespon pupuk alami dengan cukup baik dan memiliki tingkat pertumbuhan luar biasa. Tak heran UTS berhasil menyulap Mars menjadi begitu hijau dan subur. Sungguh gemah ripah loh jinawi, kata orang Nusantara. Sayangnya, "surga" nan indah ciptaan UTS hanya ada dalam ruang imajinasi bernama film.

Kehidupan di Planet Mars, "bumi baru" ciptaan UTS, dalam film Space Sweepers

Film Space Sweepers menampilkan kerusakan Bumi pada tahun 2092. Padahal sesungguhnya saat ini saja Bumi sudah SAKIT parah dan manusia sudah merasakan dampaknya. Jika kerusakan tak berhenti, memang bukan tidak mungkin 71 tahun kemudian Bumi benar-benar akan ditinggal pergi. Iya kalau ada tempat yang bisa dituju selain Bumi. Kalau tidak ada? Tinggal menanti ambyar, pudar, dan modar. Mau??

Space Sweepers memang tidak lebih dari hiburan yang dipenuhi pesawat angkasa luar dan laser, namun berusaha hadir dengan pesan lingkungan.

Saya pribadi menikmati sembari menangkap kritik dan pesan lewat latar belakang cerita terhadap era kontemporer. Ada pesan tentang merawat planet Bumi dengan lebih baik dan tidak “mengisi” dengan sampah, fokus pada kelompok minoritas, sindiran terhadap militerisme dan fasisme, serta betapa bahaya penggunaan kekuatan senjata nuklir dan radiasi. 

Kritik terhadap sampah di bumi, menjadi sorotan yang kemudian mempertemukan saya pada tema sejalan dengan gerakan jaga bumi yang sudah sejak lama digaungkan oleh banyak orang/kelompok/organisasi pencinta lingkungan. Satu di antaranya, Climate Reality Indonesia. Melalui gerakan jaga bumi lewat gelaran berbagai event, salah satunya Forest Talk, di mana saya pernah terlibat sebagai salah satu tim acara (sepanjang tahun 2019), membawa saya pada beragam pengalaman untuk langkah-langkah nyata yang bisa dilakukan sebagai individu maupun bagian dari suatu kelompok.

Maka, Memilih Makanan Ramah Iklim adalah tema menarik dalam rangka menjaga bumi. Seperti apa dan bagaimana makanan ramah iklim ala Omar Niode Foundation?


Melalui Film mau pun Webinar bertema lingkungan, terkandung ajakan untuk JAGA BUMI. Keduanya sama-sama memiliki pesan penting. Jika dalam film pindah ke planet lain adalah solusi, maka Omar Niode Foundation mengajak memilih makanan ramah iklim sebagai solusi dari banyak solusi lainnya.

Mana yang lebih nyata? Ya webinar lah 😂

Apakah semangat saya nonton Space Sweeper sama tinggi dengan nonton Webinar? Oh itu pasti. Jika tidak, lempar saja saya ke luar angkasa, biar bergabung dengan geng Tae Hoo (diperankan oleh Song Jong Ki) jadi pemungut sampah di angkasa. Wuiih mau banget! lol. 

Tujuan Webinar 

Seperti yang disampaikan oleh penyelenggara, tujuan webinar untuk memahami krisis iklim, dan mengetahui adanya peran pertanian, pangan, dan kuliner sebagai salah satu solusi, lalu mengikuti pemetaan puluhan ribu makanan dan minuman tradisional Nusantara dan bagaimana berkontribusi untuk data kuliner pada perpustakaan digital budaya Indonesia. 

Tujuan lainnya untuk mengangkat kuliner lokal sebagai pilihan kita, dengan ragam kuliner Gorontalo tentunya sebagai contoh semasa dan pasca pandemi covid-19, serta membuka diskusi dan mencanangkan call to action untuk memilih makanan ramah iklim sebagai salah satu solusi dari krisis global.

Agenda Acara dan Para Pembicara

Talkshow & Peluncuran e-Book Memilih Makanan Ramah Iklim +39 Resep Gorontolo digelar secara virtual melalui video Zoom, hari Minggu tgl. 14/2/2021. Acara yang diselenggarakan oleh Omar Niode Foundation ini terbuka untuk umum, dan mengundang secara khusus media dan bloggers, serta menghadirkan para pembicara yang berkompeten di bidangnya dengan agenda sbb:

1. Pembacaan Sambutan dari Rachmat Gobel Wakil Ketua DPR RI

2. Video Sambutan oleh Claudia Laricchia dari Future Food Institute

3. Krisis Iklim dan Pertanian, Pangan dan Kuliner sebagai Solusi oleh Amanda Katili dari Climate Reality Indonesia 

4. Pemetaan 30.000 Kuliner Tradisional Nusantara oleh Nicky Ria dari Sobat Budaya

5. Ragam Kuliner Gorontalo oleh Zahra Khan, seorang ahli Teknologi Pangan, Pelaku UMKM, dan juga Penyusun Resep 

6. Mengangkat Citra Kuliner Nusantara oleh William Wongso seoranf Chef legendaris, Pakar Kuliner, dan Penulis buku "Flavors of Indonesia"

7. Display Masakan Gorontalo oleh Ihsan Averroes Wumu dari Olamita Resto (kuliner Gorontalo)

8. Peluncuran Buku dan Call to Action

Acara berlangsung tepat waktu sejak Pukul 14.00 - 16.00 WIB, dipandu oleh Noni Zara, seorang Culinary Host dan Food Traveler yang saat ini berdomisili di Bali. Saking on time-nya acara ini, saya sampai ketinggalan beberapa menit lho. Tanya kenapa? Karena sudah biasa mengikuti webinar molor 10-15 menit. Makanya saya masuk santai mengira nggak bakal telat, tapi ternyata malah ketinggalan haha. Untunglah ada video rekamannya di FB pages ONF 😆

Noni Zara, Culinary Host, Food Traveler

Mengenal OMAR NIODE FOUNDATION

Sebelum membahas satu persatu materi yang disampaikan oleh para panelis, mari sama-sama mengenal penyelenggara dari acara ini.

Omar Niode Foundation merupakan sebuah organisasi nirlaba kecil yang turut berperan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, citra budaya, dan kuliner Nusantara, khususnya Gorontalo, di Indonesia dan mancanegara.

Hingga saat ini, Omar Niode Foundation  telah menerbitkan 15 buku, di antaranya Trailing the Taste of Gorontalo yang meraih Gourmand World Cookbook Award, Best of the Best 1995-2020 kategori Food Heritage dan menjadi kontributor Bab Indonesia pada buku At the Table. Food and Family around the World, yang juga memperoleh Gourmand Award.

Dalam melaksanakan berbagai kegiatannya, Omar Niode Foundation bekerja sama dengan individu maupun organisasi di dalam dan di luar negeri. Omar Niode Foundation aktif dalam organisasi food bloggers nasional maupun internasional, juga di Future Food Institute, Indonesia Bergizi, Jamie Oliver Food Revolution Day, Slow Food International, dan World Food Travel Association.

Untuk informasi selengkapnya mengenai Omar Niode Foundation silakan mengunjungi website resmi ONF di www.omarniode.org Kontak: Amanda Katili Niode – amanda@omarniode.org - 082112934285


Dukungan Rachmat Gobel Untuk Jaga Lingkungan

Sosok Rachmat Gobel saat ini dikenal sebagai Wakil Ketua DPR RI, beliau adalah pria asal Gorontalo, Sulawesi. Nama besarnya sebagai pengusaha tercatat sebagai pemilik perusahaan National Gobel Group yang telah berganti nama menjadi Panasonic Gobel Group. 

Saya cukup surprise membaca nama beliau berada dalam deretan nama panelis, meskipun akhirnya absen karena suatu halangan. Tadinya saya berharap ada diskusi secara langsung, dan mungkin bisa menyampaikan beberapa hal, sebab sebagai orang yang berada di pemerintahan, dukungan besar dari beliau bisa lahir dalam bentuk kebijakan. 

“Saya menyambut baik diterbitkannya e-book “Memilih Makanan Ramah Iklim + 39 Resep Gorontalo” dengan harapan agar lebih banyak lagi upaya serupa untuk melestarikan resep dan tradisi kuliner Nusantara guna melindungi warisan budaya dan alam Indonesia,” ujar Rachmat Gobel. 

Rachmat Gobel mendorong masyarakat agar melestarikan tradisi kuliner dengan memilih makanan lokal ramah iklim. Menurutnya, selain bisa menyelamatkan lingkungan memilih makanan lokal juga bisa membantu perekonomian daerah. 

“Membeli produk lokal berarti ada permintaan, sehingga membantu petani mempertahankan mata pencaharian,” kata Rachmat Gobel. 

Mimpi Restoran Masa Depan dari Claudia Laricchia, Head of Institutional Relations Future Food Institute

Sebuah video menampilkan sambutan dari Claudia Laricchia dari Future Food Institute di Italia merupakan bentuk dukungan dari lembaga internasional terhadap langkah baik yang akan diberitakan ke banyak orang, .membuat acara webinar ini tampil bergengsi.  

Future Food Institute adalah ekosistem internasional yang menangani inovasi pangan melalui pengetahuan. Future Food Institute memiliki Future Food Academy, Departemen Penelitian dan Pengembangan yang berinovasi melalui proses dan produk, serta validasi dan prototipe produk baru untuk industri pangan. 

"Kami juga memiliki living labs di San Fransisco, Tokyo, Bologna. Saya sangat percaya dengan pola makan cerdas iklim dan makanan ramah iklim, juga pada pangan lokal, khususnya peningkatan kepedulian, tentang jejak air maupun jejak karbon dari pangan. Saya bermimpi adanya restoran masa depan dengan menu yang menampilkan dampak lingkungan dan juga harga makanan," ujar Claudia Laricchia, Head of Institutional Relations Future, Food Institute.

"Selamat kepada Omar Niode Foundation, Amanda Katili dan Zahra Khan yang telah menerbitkan buku "Memilih Makanan Ramah Iklim +39 Resep Gorontolo". Congratulation! Saya tidak sabar untuk membacanya. Salam dari Italia," tutup Claudia Laricchia.

Claudia Laricchia, Head of Institutional Relations Future Food Institute

Terzian Ayuba Ajak Kurangi Makan Daging

Terzian Ayuba Niode yang akrab dipanggil Terzian merupakan seketaris Omar Niode Foundation yang berkerja di sebuah bank sebagai vice president.

Terzian menuturkan sistem pangan berkontribusi besar terhadap krisis iklim yang sedang berlangsung di Bumi. Sistem pangan saat ini menyebabkan hilangnya keanekaragaman hayati dan menyebabkan sepertiga dari semua emisi gas rumah kaca penyebab krisis iklim.

“Terlebih dengan terjadinya Pandemi COVID-19 semakin membuktikan adanya kebutuhan mendesak untuk mengubah sistem pangan dunia, karena pandemi sekarang terjadi akibat menularnya penyakit dari hewan ke manusia (zoonosis),” tutur Terzian.

Untuk itu, menurut Terzian, makanan perlu diubah guna masa depan yang sehat bagi manusia maupun Planet Bumi. “Idealnya dengan mengurangi konsumsi daging serta makanan yang diproses, untuk kemudian mengarah ke makanan yang lebih berbasis nabati,” kata Terzian.

Nah, perlu dicatat di sini KURANGI DAGING, bukan STOP DAGING. Kurangi dan stop adalah dua hal berbeda. Saya setuju dengan hal tersebut, bagaimanapun manusia perlu protein hewani karena diperlukan oleh tubuh. Jumlahnya yang diatur menjadi minimalis. 

Selain itu menurut Terzian, diperlukan Konsumsi dan Produksi Berkelanjutan (Sustainable Consumption & Production) oleh semua pemangku kepentingan secara global termasuk konsumen dan produsen, dengan perubahan secara terpadu dan sistematis.

Terzian Ayuba, Sekretaris Omar Niode Foundation

Krisis Iklim dan Pertanian, Pangan dan Kuliner sebagai Solusi

Dr Amanda Katili Niode adalah Manager Climate Reality Indonesia, seorang pejuang iklim yang memiliki cinta bersahaja untuk kelestarian dunia.

Pada tahun 2019, saya terlibat dalam acara Forest Talk dan pergi ke beberapa kota (Palembang, Pontianak, Pekanbaru, Jambi) bersama tim panitia dari Yayasan Dr Sjahrir dan Climate Reality Indonesia, termasuk bersama Bu Amanda. Nah, di tiap acara saya ikut menyimak penjelasan beliau mengenai krisis iklim. Materinya selalu sama, meskipun data dan angka kadang berubah tergantung situasi terkini saat itu, dan saya sampai hafal. Lama-lama, semua pemaparan beliau tentang krisis iklim melekat kuat di benak saya, kadang seperti menghantui, apalagi berita bencana begitu banyak tersiar, semua nyata terjadi, bikin ngeri. 

Topik pola makan cerdas iklim mencuat di kanal-kanal digital saya pada tahun 2020, saat bumi dilanda pandemi, Climate Reality Indonesia menggelar lomba "Climate Smart Recipe Contest", sebuah event yang membuat saya kembali belajar mengenai krisis iklim, namun kali ini tentang solusi, yakni lewat makanan ramah lingkungan.

Saya bukan ahli lingkungan, tapi terlibat dalam beberapa kegiatan yang dibuat oleh para ahli lingkungan, membuat saya jadi belajar banyak hal. Bu Amanda adalah inspirasi saya.  


Dalam penjelasannya, Bu Amanda mengatakan bahwa pangan dari hulu ke hilir, mulai dari produksi sampai konsumsi dan menjadi limbah menjadi salah satu penyebab krisis iklim yang sedang terjadi. Dampaknya berbagai bencana yang kita lihat akhir-akhir ini. 

Berdasarkan data dari Badan PBB tahun 2020, ada 51,6 juta orang di seluruh dunia terkena dampak banjir, kekeringan, atau badai, dan COVID-19. 

Segudang kegiatan manusia yang berlebihan merusak bumi menjadi penyebab, di antaranya tambang batu bara, transportasi, industri pertanian, pabrik batu bara, pemupukan, proses industri, produksi minyak, kebakaran hutan, dan lainnya. Semua kegiatan tersebut mengeluarkan gas yang banyak, memenuhi atmosfer bumi, sehingga matahari yang masuk melewati atmosfer tidak bisa keluar lagi ke luar angkasa. Bumi jadi semakin panas, iklim berubah dan timbullah bencana. 

Ragam kegiatan manusia berlebihan merusak bumi

Sistem Pangan Bisa Menyebabkan Krisis Iklim

Sistem pangan yang tidak benar dapat menyebabkan krisis kelaparan dan krisis pandemi. Karena untuk mendapatkan daerah perkebunan, daerah persawahan, dan lain sebagainya di mana lahan alami ditebangi, maka virus-virus keluar. Yang tadinya inang-inang virus aman saja di hutan, saat ditebang mencari manusia sebagai inang barunya. Hewan-hewan liar yang dikonsumsi untuk kebutuhan manusia juga menyebabkan terjangkitnya virus-virus tersebut kepada manusia. 

Kita melihat bagaimana sistem pangan dari hulu sampai hilir, dari produksi sampai konsumsi telah menyebabkan berbagai krisis tadi.

"Tetapi, pangan juga merupakan solusi dari krisis iklim. Seperti dua sisi dari mata uang. Bagaimana cara kita memproduksi pangan maupun cara konsumsi pangan sangat mempengaruhi krisis iklim," ujar Bu Amanda.



Menyikapi krisis iklim dari sisi makanan akan mudah diterima oleh banyak orang.

Contohnya Sekjen PBB Antonio Guteres akan mengadakan KTT Sistem Pangan bulan September 2021 karena dia merasa bahwa pangan itu adalah benang merah. Makanan adalah benang merah yang bisa mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. 

Jadi, bagaimana supaya masyarakat bisa hidup lebih layak, bagaimana mengurangi kemiskinan, dan bagaimana mengurangi krisis iklim, semuanya bisa ditinjau dari segi makanan.


Bagaimana kita menyikapi krisis iklim?

Siapa pun bisa menyikapi krisis. Bisa sebagai individu, sebagai organisasi, atau pun sebagai pemerintah melalui kebijakan-kebijakan.

Berikut adalah pilihan yang bisa dilakukan dalam menyikapi krisis iklim guna mencegah terjadi banyak bencana:
1. Hemat air dan energi
2. Menanam tanaman tahan krisis
3. Perbanyak nabati
4. Kurangi daging
5. Masakan rumahan
6. Jaga tradisi kuliner lokal
7. Hindari limbah pangan
8. Dukung petani dan nelayan
9. Hindari plastik
10. Lakukan daur ulang 

Mengenai limbah makanan, banyak contoh yang sering terjadi di depan mata. Entah saat berada di suatu acara yang ada makan-makannya atau saat berada di sebuah rumah makan, ada saja makanan tak dihabiskan, akhirnya terbuang begitu saja. Ulah orang-orang lapar mata, bukan perutnya. Padahal, sangat mudah mengendalikan diri, ambil makanan secukupnya, jika kurang tinggal nambah. Daripada ambil banyak tapi tak habis.

Ketika seseorang tidak menghabiskan makanan, maka 30% dari bahan pangan akan terbuang percuma. Padahal proses produksi pangan memerlukan energi dan air. Dukung petani, peternak, dan nelayan lokal dengan menghabiskan makanan yang kita makan. Dengan begitu, kita tak hanya mendukung kelestarian lingkungan hidup, tetapi juga ekonomi petani dan nelayan. 

Terkait penggunaan plastik, problem satu ini juga berangkat dari makanan. Contohnya, ketika memesan makanan secara online melalui layanan pesan antar, seringkali penjual membungkus pesanan pakai kantong plastik. Pembeli macam saya, boleh jadi sudah tidak pakai kantong plastik lagi untuk keperluan apapun, tapi penjual justru masih banyak yang pakai. Jika seperti ini, seolah berjuang sepihak membasmi pemakaian kantong plastik. 

Tahun 2019 saya ke Jambi, pernah belanja keperluan di minimarket biru dan kuning. Saya mengambil beberapa barang, lalu kasir meletakannya begitu saja setelah dibayar. Saya menunggu belanjaan saya dikantongi, tapi tidak terjadi, sebab kasir tidak memberikan kantong. Ternyata larangan penggunaan plastik di sana benar-benar berjalan. Saya sampai kerepotan membawa belanjaan ke hotel karena tidak bawa tas. Beda dengan minimarket di tempat tinggal saya di BSD, bila tak bawa tas, kantong plastik tetap ditawarkan dengan cara dijual. Ya percuma. 



Sobat Budaya Tunjukkan Pemetaan 30.000 Kuliner Tradisional Nusantara 

Pernah tahu nggak kalau kuliner tradisional kita jumlahnya sebanyak 30.000? Saya baru tahu kali ini lho. Ternyata sebanyak itu. Lalu kenapa perlu dilakukan pemetaan segala? Bagaimana caranya? 

Mbak Nicky Ria ketua Sobat Budaya memberikan penjelasannya.

"Dengan melakukan pemetaan kita bisa mengetahui kira-kira ketersediaan kuliner kita apa saja sehingga diversifikasi kita menjadi lebih luas. Ada 30 ribu kuliner. Kalau 1 kuliner kita habiskan 1 hari, maka kita butuh 80 tahun untuk mencobanya," ujar Nicky. Saking banyaknya ya, perlu umur sepanjang itu buat mencicipinya. Iya kalau umur sampai 80 haha.

 
 
Menurut Nicky, basic dari pemetaan kuliner adalah biologi evolusioner yaitu melihat kekerabatan yang mengadopsi genetika. Dalam budaya disebut memetika, yaitu pendekatan untuk model evolusi terhadap transfer informasi budaya. Meme merupakan satuan terkecil informasi dalam kebudayaan kita. Jadi, dengan cara itu kita melihat bagaimana sebenarnya kekerabatan dari 1 kuliner dengan kuliner lain.

Nah, buat yang ingin tahu kuliner tradisional apa saja yang telah dipetakan, silakan kunjungi website berikut www.budaya-indonesia.org 

Ada kurang lebih 70 ribu data budaya yang dikumpulkan sejak tahun 2007. Selain makanan, ada pula minuman, musik, cerita rakyat, dan lainnya. 

Asal tahu saja, kata Mbak Nicky 30.000 itu belum mewakili seluruh kuliner tradisional yang ada di Indonesia. Nah, lho! 😅 Lalu, saya punya pertanyaan, apakah 30 ribu sudah didaftarkan HAK CIPTA? Jangan sampai diakui oleh negara lain he he.

Perpustakaan Digital Budaya Indonesia www.budaya-indonesia.org

Peta Kekerabatan Kuliner. Bisa dilihat dalam aplikasi Nusa Kuliner.

Hal menarik lainnya yang diceritakan oleh Nicky tentang pelepah pinang sebagai pengganti sterofoam yang biasa digunakan oleh masyarakat di Sumatera. Bahkan katanya, pelepah pinang dari Jambi dan Kalimantan sudah dikomersialisasi di Malaysia, dibuat jadi mangkok, piring, sendok, dan garpu. 

Duh, apa yang sudah lama jadi tradisi kita, kenapa akhirnya malah tenar dan berharga tinggi di negara tetangga ya? Silakan tanya pada Inul yang bergoyang 😂

Kalau bicara bahan alami pembungkus makanan, di Sumatera masih mudah dijumpai. Di Belitung misalnya, penjual makanan mie khas Belitung menggunakan daun simpor untuk membungkus makanan. Padahal mie lho, ada kuahnya. Tidak peduli di kota atau di pinggiran, di restoran besar atau warung kecil, daun simpor akan dipakai untuk membungkus makanan, bukan hanya mie. 

Tapi entah juga, mungkin saja saya kebetulan bertemu dengan penjual-penjual makanan yang memakai daun sebagai pembungkus. Perlu dicek lagi di tempat lain. Oh ya tapi, mungkin ada hubungannya kenapa Belitung itu bersih. Pantai, pulau dan lautannya bebas sampah. Sebanyak 6 kali selama 6 tahun berturut-turut main ke Belitung, saya betah karena kebersihannya juara. Beda dengan pulau-pulau di tempat lain, Bajo misalnya, kampung di pinggir laut itu sudah kotor oleh sampah plastik, baik yang mengapung di laut, maupun yang berserakan di tepian. Padahal berada di kawasan wisata bahari paling terkenal di timur Indonesia. Apa karena masyarakat Belitung minim penggunaan plastik? Mari amati 😁
DAUN SIMPOR PEMBUNGKUS MAKANAN - Mie Belitung ini saya beli di warung kecil seberang hotel BW Inn Belitung. Mie dibungkus daun simpor, sesampai di hotel saya pindahkan ke dalam mangkok. (Belitung, November 2020)

Sekadar info, masyarakat Belitung tidak hanya menaikkan pamor daun simpor sebagai pembungkus makanan lho, tapi juga sebagai motif batik dengan teknik eco print, namanya Batik Simpor.

Duh, kok saya malah bahas Belitung ya 😂

Zahra Khan Perkenalkan Ragam Kuliner Gorontalo

Webinar sore itu semakin menarik dan sarat gizi, dari krisis iklim hingga pangan yang menggugah selera. Lalu sampailah pada sesi Ragam Kuliner Gorontalo oleh Zahra Khan, seorang Ahli Teknologi Pangan, praktisi UMKM dan penyusun resep.


Sesi Zahra diawali dengan video penampilan 3 kuliner Gorontalo yaitu Bilenthango, Gohu Putungo, dan Ilepa'o. Bilenthango terbuat dari ikan, Gohu Putungo adalah sayur kembang pepaya campur jantung pisang, dan Ilepa'o adalah cemilan berbahan dasar larva ikan dicampur sagu. Mana yang pernah saya coba? BELUM SEMUA! haha

Ya, jangankan pernah makan dan melihatnya, tahu namanya saja baru sekarang. Pertanda mainnya saya tuh kurang jauh. Sependek saya keliling Indonesia, belum pernah sampai ke Gorontolo. Kasihan ya haha. Btw, nama makanan Gorontolo agak susah disebut dan dihafal, ya. Kalau ada yang tanya, sepertinya saya mesti buka kamus dulu 😃

Melihat Bilenthango saya teringat masakan ikan dabu-dabu Tidore, dan nama GOHU mengingatkan saya pada makanan GOHU ala Tidore. Bahan dan cara masak Bilenthango persis ikan dabu-dabu Tidore, diolah dengan cara dipanggang atau dibakar, lalu disiram dengan cabe, bawang, tomat yang diiris atau ditumbuk kasar. Beda dengan GOHU, jika di Tidore adalah masakan ikan tuna yang disiram irisan cabe, bawang, tomat dan lemon cui, maka GOHU ala Gorontalo adalah masakan sayur kembang pepaya dicampur jantung pisang. Jauh banget bedanya! 😂

Betapa manisnya "takdir" berjumpa kuliner Gorontalo di webinar kali ini, jadi pembangkit kenangan indah pada suatu masa ketika berada di Tidore selama 7 hari, menjelajah alam, hingga kekayaan kuliner. 

Mengenai dua kuliner Tidore yang saya maksud, bisa dibaca dalam tulisan saya pada link berikut Kuliner Khas Tidore.  

BILENTHANGO Kuliner Gorontalo

E-Book Memilih Makanan Ramah Iklim +39 Resep Gorontalo

Provinsi Gorontalo yang terletak di Zona Wallacea, daerah transisi antara benua, Asia dan Australia, memiliki pemandangan permai dengan hutan, sawah, dan laut. Penelitian tentang Makanan Tradisional Gorontalo oleh Dr. Arifasno Napu, SSiT.,Mkes menyimpulkan bahwa proses dan semua bumbu yang digunakan adalah alami karena tanpa pengawet, pewarna buatan, cita rasa maupun aroma sintetik.

Pertemuan antar budaya, baik dari hasil pernikahan, hubungan politik, penguasaan wilayah hingga hubungan niaga, telah menyisakan banyak jejak dalam peradaban Gorontalo. termasuk cita rasa. Pada kuliner Gorontalo, dapat ditemukan pengaruh Ternate, Tidore, Bugis, Makasar, Gowa, Cina dan Arab.

Menurut DR. Arifasno Napu, ada ratusan makanan tradisional Gorontalo, namun dari penelitiannya baru ada 80 jenis yang teridentifikasi dengan baik dan dibagi dalam 4 kelompok yaitu: makanan pokok, lauk pauk, sayuran dan snack/kue.

Ada 15 makanan pokok dengan bahan utama jagung, sagu, singkong, ubi jalar dan beras, serta 20 lauk pauk yang bahan dasarnya dari perairan. Sebanyak 10 jenis masakan berbahan dasar sayuran segar seperti terong, daun pepaya, daun singkong, kangkung, pakis, kacang panjang, bunga pepaya, ketimun suri, labu, dan jantung pisang. Juga 35 jenis snack/kue yang pada menggunakan jagung, singkong, ubi jalar, pisang, dan beras.


Jelajah Cita Rasa Gorontalo

“Jelajah Citarasa Gorontalo – Jalur Rempah” oleh Yayasan Negeri Rempah & Omar Niode Foundation dilaksanakan pada 2018. Kegiatan tersebut dirancang khusus bagi pencinta alam dan budaya Nusantara. 

Mini Gorontalo Food Festival dan Obrolan tentang Rempah, sebagai rangkaian acara, diadakan pada sebuah rumah kuno di Gorontalo, dengan sajian 10 makanan utama berempah 22 kudapan, dan minuman.

E-Book Memilih Makanan Ramah Iklim +39 Resep Gorontalo mencoba mengenalkan konsep makanan ramah bumi dari berbagai aspek terkait dan peranannya dalam menyikapi krisis lingkungan. Buku ini juga menampilkan resep-resep makanan ramah bumi yang dapat dicoba, khususnya makanan tradisional Gorontalo. 

Melalui buku tersebut Omar Niode Foundation ingin mengajak masyarakat memilih makanan ramah iklim.

E-Book Memilih Makanan Ramah Iklim +39 Resep Gorontalo dapat dibaca dan diunduh melalui link berikut : bit.ly/e-bookmakananramahiklim


William Wongso Ajak Masyarakat Angkat Citra Kuliner Nusantara sebagai Identitas Budaya 

Akhirnya, sampailah webinar ini pada sesi Pak William Wongso, Legendary Chef, Pakar Kuliner, Penulis buku “Flavors of Indonesia”. 

Dalam keterangannya, Pak William Wongso mengatakan bahwa beliau sangat mendukung upaya-upaya pelestarian budaya kuliner Nusantara seperti yang dilakukan Omar Niode Foundation. 

“Di era sosial media dan internet seperti saat ini, satu hal yang tidak dapat kita lakukan adalah meng-googling rasa, experience itu harus dicoba langsung. Tapi kita dapat menginformasikan budaya kuliner bangsa Indonesia yang beragam ini lewat internet, dan menarik orang untuk mencoba,” ujarnya

KULINER ADALAH IDENTITAS BUDAYA

Rasa itu hasil dari budaya. Tanpa budaya tidak akan terjadi suatu menu.

William menambahkan, “Dengan makin majunya peradaban  kita tidak boleh mengabaikan budaya kuliner Bangsa Indonesia. Selain melestarikan, kita wajib utk meningkatkan citra Tradisi Kuliner Indonesia, agar bisa masuk dan dikenal dalam peta kuliner dunia.”

Sepanjang Pak William berbicara, saya gelisah, sebab beliau banyak bercerita tentang makanan-makanan Indonesia yang pernah dibuatnya tampil di acara-acara istimewa dan penting, di dalam maupun di luar negeri, dalam bentuk foto-foto menarik dan menggoda. Gelisahnya saya karena yang tampil cuma gambar yang tidak bisa dimakan! 😂

Buat yang ingin ikut menonton Pak William, silakan tonton video rekaman live talkshow pada FB Pages Omar Niode Foundation melalui link berikut: Live Talkshow Makanan Ramah Iklim

Pada sesi Pak William Wongso bertabur foto makanan menggugah selera 

Ihsan Averroes Wumu dari Olamita Resto Suguhkan Penampakan Ragam Kuliner Gorontalo

Pembahasan Kuliner Gorontalo membuat saya memasukkan Gorontalo dalam daftar tempat yang harus saya kunjungi jika nanti sudah tidak pandemi lagi. Saya ingin menjelajah melihat alamnya, juga kekayaan kulinernya. 

Pastinya, jadi ingin sekali mencicipi kuliner Gorontalo dalam waktu dekat. Apakah bisa terealisasi? Ternyata sangat bisa. Sebab, di Jakarta ada restoran khusus hidangan Gorontalo, namanya Olamita Ikan Bakar Gorontalo.

Adalah Ihsan Averroes, seorang pengusaha muda yang membuka restoran khusus menu Gorontalo di bilangan Tebet, Jakarta Selatan. Di restoran inilah para petualang rasa bisa memanjakan lidahnya dengan menu Gorontolo. 

Olamita Resto sudah berdiri sejak Mei 2016 sampai sekarang. Meskipun bukan berada di tempat asalnya, masakan Gorontolo di Alomita Resto dijamin tetap otentik, sebab bahan ikan dan bumbu didatangkan langsung dari Maluku dan Gorontalo, sehingga rasanya tetap seperti di tempat asalnya.

Jika tak bisa datang ke restoran, jangan kecil hati, kuliner yang kita inginkan di Alomita Resto bisa dipesan melalui GO-FOOD.  


Makanan adalah benang merah yang bisa mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. 

Bagaimana supaya masyarakat bisa hidup lebih layak, bagaimana mengurangi kemiskinan, dan bagaimana mengurangi krisis iklim, semuanya bisa ditinjau dari segi makanan.

Setiap masalah ada solusinya. 
Makanan itu sungguh dapat menyatukan, maka selesaikan solusi iklim pakai MANGAN.
"Memahami sumberdaya yang digunakan untuk produksi makanan akan membuat konsumen lebih peduli terhadap hubungan antara makanan dan perubahan iklim sehingga pilihan yang diambil akan lebih ramah bumi."

Selamat atas peluncuran e-book “Memilih Makanan Ramah Iklim + 39 Resep Gorontalo”. Semoga melalui buku tersebut, resep dan tradisi kuliner Nusantara bisa dilindungi sebagai warisan budaya dan alam Indonesia.