Tas Kulit Tenun Cantik Beli di Rumah Tenun Tidore Puta Dino Kayangan

13.39
Tas Kulit Tenun Tidore Puta Dino Kayangan
Tas Kulit Tenun Tidore Puta Dino Kayangan

Tas Kulit Tenun yang saya pakai ini saya beli di Rumah Tenun Tidore PUTA DINO KAYANGAN. Teman-teman bisa melihat produk tas ini di instagram @putadinokayangan. 

Pembuatan tas dikerjakan dengan menggunakan tangan, bukan mesin. Dikerjakan sendiri oleh Anita Gathmir. Jadi, tas kulit tenun ini seluruhnya adalah hand made. Bila bicara hand made, ada tiga kata yang menjadi konsep pembuatan sebuah produk, yaitu dibuat dengan cinta. 

Cinta seperti apa yang menyertai pembuatan Tas Kulit Tenun ini? Teman-teman bisa menanyakannya secara langsung ke Mbak Anita, atau Ci Ita saya biasa memanggilnya, melalui DM IG di @_anitagathmir. 

Bahan tas terbuat dari kulit nabati dengan kombinasi kain tenun Tidore untuk tali dan penutup tas. Bagi penggemar kulit nabati, tas ini akan menjadi fashion menarik untuk dimiliki. Terlebih, ada tenun Tidore yang membuat bangga, serta desainnya cantik dan bisa digunakan untuk berbagai kesempatan.

Produk tas ini pertama kali saya lihat di facebook Ci Ita. Saya langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Tanpa menimbang banyak hal, saya langsung bilang ke Ci Ita bahwa saya ingin memilikinya dan menjadi salah satu pembelinya. 

Warna Coklat, atau warna yang sekandung dengan coklat seperti khaki, cream, mocca, latte, semuanya adalah warna kesukaan saya. Pakaian saya, dari sepatu, celana, rok, baju, dress, hingga kerudung, paling banyak menggunakan warna ini. Jadi, tas ini bagi saya akan mudah matching di banyak produk fashion yang saya punya. 

Pada suatu siang jelang petang di akhir pekan (5/9/2021), saya pergi berduaan dengan suami ke The Breeze BSD. Kami mengisi waktu santai dengan minum di Kokalait, tempat makan dan minum coklat yang mengklaim dirinya sebagai The Best Chocolate in Town. Kalian bisa cek cafe coklat ini di instagram @kakolait.

Saya akan berbagi foto sedang di Kokalait dengan menggunakan tas anyar dari Puta Dino Kayangan. Menurut teman-teman, serasi kah tas ini dengan outfit yang saya kenakan? 







Tentang Anita Gathmir Kaicil, SE

Saya biasa memanggil Anita Gathmir dengan Ci Ita. Kata Ci dalam bahasa Tidore berarti Kakak Perempuan, seperti kata Ayuk di Sumatera Selatan, atau Mbak di Jawa. Gathmir itu sendiri merupakan nama suami Ci Ita, saya biasa memanggilnya dengan Kak Gathmir. Panggilan Kak bagi orang Palembang atau Sumsel umumnya sama dengan Bang dan Mas. Saya dan Kak Gathmir sama-sama berasal dari Sumatera Selatan.

Anita Gathmir Kaicil, SE, dilahirkan pada 14 January 1975 di Soa sio Tidore dari rahim seorang guru Ibu (Alm) Hj. Afiah bt. M. Abbas puteri asli Tidore yang mempunyai marga Kaicil yaitu marga yang sama disandang oleh Sultan Nuku (“Sri Paduka Maha Tuan Sultan Saidul Jehad el Ma'bus Amiruddin Syah KaicilPaparangan Jou Barakati”).

Sejak umur 4 tahun, Ci Ita sudah meninggalkan Tidore karena mengikuti orang tuanya bertugas sebagai ASN di berbagai wilayah nusantara. SD di Tanah Grogot Kalimantan, SMP di Situbondo, SMA di Pasuruan, kuliah Manajemen S1 di Surabaya, serta mengambil beberapa kursus singkat di Singapura.

Masa kecil Ci Ita di Tidore tinggal di Soa Sio dibawah benteng Tahula yang masih berdekatan dengan Kedaton Kesultanan Tidore, di mana beliau sempat mengalami masa dimana mahkota kesultanan disimpan di rumah keluarga (Fola Mafu) karena bangunan Kedaton yang rusak parah.

Kegiatan sehari hari sejatinya adalah Ibu Rumah Tangga yang mempunyai berbagai kegiatan dibidang Seni dan keterampilan seperti melukis, membuat keramik, seni decoupage, membuat perabotan/asesoris dari bahan daur ulang, dll. Darah Seni mengalir dari mama yang pintar merajut, menganyam dan menari serta bermain sandiwara/teater.

Ci Ita terpanggil untuk mengangkat dan mempromosikan serta membagikan ilmu kepada masyarakat Tidore karena melihat potensi yang ada dan belum dikembangkan secara maksimal di Tidore.

Sejak tahun 2009 Ci Ita mulai melakukan berbagai kegiatan seperti :
  • Melatih masyarakat Pulau Mare Tidore dalam pembuatan Keramik. Mare merupakan sentra pembuatan gerabah. Agar meningkatkan nilai jual dan kualitas, mereka dilatih membuat keramik.
  • Mengadakan pelatihan pembuatan asesoris dari bahan Clay 
  • Mengadakan pelatihan cara tanam Hidroponik
  • Blogger Gathering di Jakarta, memperkenalkan Tidore dengan mengundang para Blogger agar mereka menulis tentang budaya, sejarah, makanan dan alam Tidore. Dari kegiatan ini terdapat 99 tulisan tentang Tidore yang diposting di Media Social. Dengan banyaknya artikel tentang Tidore diharapkan masyarakat akan mudah mencari informasi tentang Tidore.
  • Mengikutsertakan blogger dalam kegiatan Ulang Tahun Tidore ke 909. Setelah mengikuti kegiatan ini, tulisan dan liputan tentang Tidore ditayangkan di beberapa TV Nasional, majalah Sriwijaya Air, Express Air dan media social dari laman blogger masing-masing. 
  • Secara Intens memperkenalkan dan mempromosikan alam, budaya, makanan Tidore melalui media social seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan Youtube.
  • Mengkoordinasikan dan memberdayakan pemuda Tidore sebagai pemandu wisata untuk tamu-tamu yang berkunjung ke Tidore

Penghargaan yang pernah didapat oleh Anita Gathmir di antaranya:
  1. Karya terbaik Bros tingkat Nasional mewakili Maluku Utara
  2. Karya terbaik Bros tingkat Nasional 
  3. 10 besar kain pilihan Gub BI pada acara KKI (Karya Kreatif Indonesia) 2018, 
  4. Tenun Tidore terpilih sebagai salah satu dari 7 wastra seluruh Indonesia dan menjadi kain terpilih untuk diserahkan ke Dir BNI pada HUT BNI ke 74

Demikian sekilas tentang Ci Ita, pembuat tas kulit tenun yang saya pakai.

Saya pribadi baru kenal Ci Ita pada tahun 2017, lewat Yuk Annie Nugraha. Kala itu, Tidore akan menggelar hajatan besar yaitu peringatan hari jadi Tidore yang ke-909. Ada sejumlah kegiatan yang akan dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian hari jadi, di antaranya mengundang blogger untuk hadir menyaksikan, mengikuti acara, serta meliput seluruh kegiatan.

Blogger yang diundang tentunya harus memenuhi syarat dan ketentuan, yakni menjadi pemenang lomba blog Tidore. Saya ditunjuk menjadi juri lomba tersebut bersama Yuk Annie Nugraha dan 2 juri lainnya yang berasal dari Tidore dan merupakan penulis kondang di Tidore.

Dari sinilah saya kemudian mengenal Ci Ita lebih jauh. Banyak hal baik yang saya lihat dari beliau. Ci Ita memiliki semangat, kreativitas, produktivitas yang sangat tinggi. Bagi saya, beliau adalah seniman sejati. Etos kerjanya tinggi. Saya mengaguminya, sampai kini.

Faktor inilah yang juga menjadi alasan saya menyukai dan membeli tas kulit tenun Ci Ita.

Iya, saya beli. TIDAK GRATIS. Meskipun kami berteman baik, dan bagi saya Ci Ita sudah seperti saudara meski tak sedarah, saya tidak ingin minta gratis. Saat saya suka barang buatannya, saya bilang mau beli, bukan minta. Karena saya menghargai karya Ci Ita. Tidak ada yang namanya harga teman, teman justru seharusnya memberi penghargaan bukan? Begitulah cara saya mengapresiasi Ci Ita.

Soal kemudian saya diberi diskon banyak oleh Ci Ita, itu rejeki saya. 

Soal kemudian saya mempromosikan tas kulit tenun Ci Ita tanpa dibayar, itu adalah rejeki Ci Ita.

Kami saling menghargai dengan cara masing-masing. Semestinya begitu juga dengan teman-teman. Jika ada teman dekat berkarya, belilah karyanya.
Anita Gathmir, atau Ci Ita saya biasa memanggillnya. Foto bulan Februari 2018, saat kami di Pantai Tugulufa, Tidore

Saya dan Ci Ita, di depan rumah adat Tidore, di sebuah desa di ketinggian gunung (puncak). Tidore Februari 2018

April 2017. Ci Ita berkerudung coklat. Saya bersama rekan-rekan blogger di perayaan Hari Jadi Tidore ke-909. Berfoto bersama di depan Kedaton Sultan Tidore (istana sultan).

Saya ikut foto bersama di ruang utama Kedaton Kesultan Tidore. Di tengah adalah Permaisuri Sultan (kerudung biru) dan Ci Anita Gathmir (gamis biru di samping permaisuri), serta rombongan akademisi dari Universitas Indonesia. Februari 2018

Saya ikut foto bersama Sultan Tidore, Bpk TNI (Purn) DRS. Hendardji Soepandji, SH (Ketua Umum KSBN), serta para akademisi dari Universitas Indonesa di antaranya Prof. Dr. Susanto Zuhdi, M. Hum (Guru Besar Sejarah UI), Dr. Adrianus L. G. Waworuntu (dekan), Prof. N. Jenny M.T, Dr. Thera Widyastuti, Banggas Limbong. M. Hum, Nia Kurnia Sofiah, M. App. Ling, Sari Endahwarni, M. A, Sari Gumilang, M. Hum, dan Dr. Filia. Tidore, tgl 12 Februari 2018.

Foto bersama di istana sultan, di Hari Jadi Tidore ke-909. Tidore, April 2017. Sultan Tidore, Permaisuri, ci Anita Gathmir, Kak Gathmir (suami ci Ita), bersama kami para blogger di antaranya: Yuk Annie Nugraha, Haryadi Yansyah, Eko Nurhuda, Rifky, Deddy Huang, Mas Dwi, Ayu, Mpok Tati, dan saya. 

Penampakan rumah tenun Tidore di awal-awal. Foto ini saya ambil saat berkunjung pada bulan Februari 2018. Rumah ini dulunya kosong, tak ada yang menempati. Kini rumah tenun tersebut sudah tidak seperti ini lagi. Sudah direnovasi menjadi lebih bagus, nyaman, terawat, dan ada aktivitas menenun. Kondisi terkini rumah tenun ini bisa dilihat pada postingan yang ada di instagram Puta Dino Kayangan pada link berikut https://www.instagram.com/putadinokayangan/ 

Foto 2018, rumah tenun Tidore. Foto ini akan menjadi jejak sejarah Puta Dino Kayangan. Saya akan simpan di sini sebagai kenangan.  

SELAYANG PANDANG TENUN TIDORE

Bermula komentar dari netizen melalui social media ketika menampilkan foto kegiatan adat Kesultanan Tidore yang menggunakan kain dari daerah lain, memicu Ci Ita untuk menggali tentang tradisi menenun di Tidore. 

Adanya alat tenun tua di Kedaton Kesultanan Tidore dan cerita dari para sesepuh yang sekarang berumur 70 tahun ke atas bahwa ketika mereka masih kecil sudah melihat alat tenun yang tidak terpakai dan disimpan di loteng rumah-rumah penduduk dan juga sempat menyaksikan orang tuanya membuat kain dari alat tenun. Dari informasi awal inilah meyakinkan Ci Ita bahwa tradisi menenun memang ada dan diperkirakan sudah hilang +/- 70 – 100 tahun yang lalu.

Berangkat dari informasi tersebut Ci Ita kemudian mencoba mencari motif tenun yang mungkin masih tersedia dan akhirnya ditemukan motif kain dalam warna hitam putih di Arsip Nasional yang sumbernya dari Museum Belanda yang tertulis Tidore/Halmahera. Juga ditemukan kain Tenun dari salah satu warga Tidore yang sudah menjadi alas tempat setrika dimana kain tersebut dibuat oleh orangtuanya waktu beliau masih kecil.

Setelah mendapatkan informasi yang dianggap cukup valid itu, Ci Ita mencoba untuk membangun kembali Tenun tersebut dengan membawa gambar motif tersebut ke beberapa tempat pembuatan Tenun seperti di Nusa Penida Bali dan Ternate. Melakukan diskusi dengan berbagai pihak seperti dengan sejarahwan Tenun Ibu Judi Achyadi, pakar Tenun Ibu Cut Kamari serta menghadiri berbagai seminar tentang kain/tenun. Semuanya dalam rangka menggali dan mencari tahu tentang Tenun Tidore.

Di samping itu Ci Ita juga mencoba mencari donator agar dapat mendukung pembelajaran cara membuat tenun, yang Alhamdulillah Bank Indonesia Cabang Maluku Utara di bawah komando Bp. Dwi Tugas Waluyanto sejak akhir 2017 sampai sekarang dilanjutkan oleh Bp. Gatot Miftahul Manan serta Bp. Jeffri D. Putra mendukung penuh dari segi biaya, ide, semangat dalam pembelajaran dan semua fasilitas yang diperlukan untuk pembuatan tenun termasuk membangun tempat yang sangat representative yang dinamakan Rumah Tenun Ngofa Tidore, lokasinya berdampingan dengan Kedaton Kesultanan Tidore di Topo 3 Soa Sio Tidore.

Setelah berhasil mendapatkan donator, mengajak dan membimbing masyarakat Tidore agar terlibat langsung dalam pengembangan tenun ini adalah tentangan berikutnya yang dihadapi. Proses menenun yang sudah hilang +/-100 tahun lalu merupakan hal yang baru lagi bagi mereka generasi sekarang, ajakan dan himbauan agar masyarakat Tidore mulai belajar membuat Tenun terus dilakukan dengan berbagai cara. 

Awal mulanya mereka tidak tertarik dan merasa sangat sulit dalam membuat Tenun, berangsur-angsur sekarang mereka terutama anak-anak muda sudah dapat dirangkul untuk membuat Tenun. 

Agar anak muda Tidore tertarik untuk menenun dan kesannya mudah, maka dibuatlah alat tenun kecil dan sederhana yang dapat menghasilkan produk Tenun yang cukup sederhana juga. Di samping itu untuk memperluas pasar, dan lebih mengenalkan Tenun Tidore, telah dibuat juga produk turunan yang berbahan dasar Tenun seperti : tas, dompet, baju, home decoration, besu (topi tradisional Tidore) dan lain-lain.

Langkah selanjutnya yang telah dilakukan oleh Ci Ita adalah memperkenalkan dan memasarkan Tenun Tidore kepada masyarakat melalui berbagai macam cara seperti:
  • aktif promosi menggunakan media sosial Facebook
  • mengikuti berbagai kegiatan pameran
  • kegiatan seminar
  • mengadakan seminar tentang Tenun Tidore 
  • audensi dengan kementrian UKM
  • bekerjasama dengan Fak. Ilmu Budaya Universitas Indonesia melalui kegiatan ilmiah mereka
  • dan banyak kegiatan lain yang dilakukan agar tenun Tidore dikenal dan dicintai oleh masyarakat

Instagram Rumah Tenun Tidore PUTA DINO KAYANGAN @putadinokayangan


Menurut Ci Ita, jika tenun yang mereka buat dikenal dan dipakai oleh masyarakat, efeknya adalah akan timbul rasa bangga bagi masyarakat Tidore dan memacu masyarakat Tidore untuk terlibat langsung dalam pembuatan tenun yang secara langsung akan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Saat ini semua hasil penjualan tenun dikelola dan dimanfaatkan langsung oleh penenun di Tidore, hal ini diterapkan agar mereka melihat bahwa lapangan kerja yang dapat menghasilkan uang bukan hanya menjadi ASN/PNS seperti kebanyakan pandangan masyarakat di sana (Tidore), tetapi membuat kain tenun juga dapat menghasilkan pendapatan yang cukup menjanjikan.

Banyak pejabat negara dan tokoh masyarakat sekarang mengapresiasi Tenun Tidore dengan membeli dan memakainya, di antaranya:
  • Gubernur Bank Indonesia Bpk. Perry Warjiyo
  • Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bpk. Nadiem Makarim 
  • Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Bpk Wishnutama 
  • Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Ibu I Gusti Ayu Bintang Darmawati
  • serta beberapa tokoh yang lainnya.

Bahkan, sebuah majalah fashion di Amerika yang dikelola oleh diaspora asal Indonesia tertarik dengan Tenun Tidore dan telah memasukkan Tenun Tidore sebagai salah satu artikel pada majalah tersebut, dan diharapkan itu semua menjadi penyemangat penenun muda Tidore untuk lebih giat dan kreatif.


Saya menyukai semangat Ci Ita beserta seluruh orang-orang yang telah berjuang bersamanya dalam membangkitkan kembali Tenun Tidore yang pernah mati suri, hingga akhirnya kini hidup kembali, dan telah melanglang ke banyak tempat hingga ke negara lain, menjadi kebanggaan bersama. 

Puji dan kagum saya untuk seluruh yang berkontribusi atas hadirnya Tenun Tidore menjadi bagian dari kekayaan asli kain Indonesia.

Di balik Tas Kulit Tenun yang saya ceritakan di awal, ada kisah yang membuat bangga, dan saya telah menuliskannya di sini. Semoga bermanfaat.

Tulisan saya tentang Tidore, dapat dibaca di blog ini, salah satunya pernah dimuat di Inflight Magazine Xpressair. Beberapa tulisan Tidore yang saya buat bisa dibaca, silakan klik:


Share this

A mother of two who loves travel and enjoy to share my journey and valuable experiences

Related Posts

Previous
Next Post »

42 Comments

  1. Wow bangeeed tas kulit tenun Tidore buatan Ci Ita :D Jadi kepengen lihat produk2nya di IG beliau nih. Aku juga suka tas kulit :) Iya, setuju, hasil karya teman justru kudu diapresiasi dengan cara dibeli, bukan minta gratis. Kalau dapat diskon ya itu rezeki.

    Keren banget deh mbak Rien ini melancong ke mana2 dan menjadi juri di berbagai event. AKu..padamu pokoknya hihihihi :D. Itu pose yang pake topi, mbak kayak remaja masa kini yach horeeeee!

    Btw Ci Ita ini hebat banget ya serba bisa dan mau berbagi ilmu bebikinan yang bisa menghasilkan uang bagi masyarakat di sana. Seru ya bisa berada di Kedaton Kesultanan Tidore. Jalan2 yang penuh warna dan menambah wawasan Nusantara nih mbak.

    BalasHapus
  2. Masyaallah, cantik banget ya produk kearifan lokal kita mba, aku suka etnik begini, gak akan lekang ditelan jaman, tetap cantik sesuai porsinya. Moga semakin dikenal ya produk negeri kita ini

    BalasHapus
  3. Ya iyalah mba.. masa merasa teman minta gratisan sama teman yang usaha. Harusnya kalau merasa teman beli harga lebih tinggi dari pasaran.. xixixi... Itu baru teman namanya. Suka sebel saya yang minta harga teman apalagi yang minta gratisan.

    Saya suka deh ini model tas kulitnya Ci Ita. Simple tapi elegan. Nggak ada bisikan harganya ya? Asli bagus. Saya langsung browsing penasaran tas kulit nabati itu terbuat dari apa.. xixixi

    BalasHapus
  4. Mbak Rien ini memang OOTD nya selalu keren...pas banget padu padannya. Cakep baik model, outfit apalagi ketambahan tas kulit tenun tidore puta dino kayangan.
    Pantesan sekilas pernah baca nama ini dimana ternyata di blog Mbak Annie.
    Aku suka sekali produk khas Nusantara begini, mana beragam ya produk berbahan tenun Tidorenya...
    Intip ah IG-nya

    BalasHapus
  5. wah cantik dan modis banget ya :D sukses selalu ya kak!

    BalasHapus
  6. Betul itu suka risih dengan orang yang bukannya membantu membeli hasil karya teman atua saudara yang ada malah minta. Duh ...
    Tasnya emang cantik. Apalagi yang membawanya cantik pisan.

    BalasHapus
  7. Satu kata pertama melihat foto foto mbak Rien : WOW!

    udah cocok banget emang mbak Rien ini, penulis dan blogger terkenal, juri kenamaan, ditunjang penampilan yang wuaaaah... cantik pokoke!

    Btw aku penasaran sama bros Anita Gathmir yang menang dan dapat penghargaan, ada fotonyakah? Aku sih suka sama desain kalung kalungnya

    BalasHapus
  8. Nah, ini baru pertemanan yang top banget. Gak minta gratisan atau maksa minta harga teman. Perkara kemudian dikasih diskon, tentu lain cerita. Senang kalau berteman seperti ini.

    Saya tuh seneng ya kalau lihat siapa pun OOTDnya ada 'rasa Indonesia'. Ya meskipun hanya sedikit terlihat di pakaian, tas, atau lainnya. Tetap aja enak dilihat

    BalasHapus
  9. Mba Rieeennn, mantuull nian OoTD nyaa. Super matching dgn tasnya yg ciamik inii

    Semangat melestarikan tenun malah bikin aneka inovasi yg luar biasa ya

    Takjub bgt dgn semangat ci Ita

    Kereeenn banget ini mah

    BalasHapus
  10. Jadi keinget acara Tidore itu haha
    Keinget dari yang mulai banyak ngobrol seru sama bang ojolnya sampai diem2an di jalan krn kok gk nyampek2 wkwkwk
    Tdnya aku bingung kenapa dipanggil "Ci" kyk orang Chinese "Cici" :D
    Iyaa mbak meski teman dekat gak boleh minta2 ya justru bantuin usahanya dengan membeli produknya yaa.
    Cakeeep banget tasnya. Nanti aku intip2 Instagramnya ah buat lihat koleksi lainnya TFS

    BalasHapus
  11. wah emang cantik mbak tas nya
    tas nya cocok banget sama ootd nya mbak Rien
    makanya pas di foto, cakep banget 😍😍

    BalasHapus
  12. Tasnya dibuat pakai tangan dengan penuh cinta ya, bangga banget mbak kalau bisa pakai produk yg dibeli di Rumah Tenun Tidore sekaligus mengenalkan produk2 lokal yg ga kalah bagusnya dengan produk luar.
    Suka banget modelnya sling bag gini mbak. Bener banget mbak kalau bisa beli tanpa minta diskon juga ya sekaligus menghargai karya orang lain

    BalasHapus
  13. Naksir banget banget sama produksi kak Anita Gathmir.
    Memang kalau bisa menjahit itu serasa ide beterbangan sudah tinggal mewujudkan menjadi sebuah karya seni yang istimewa. Dipadukan dengan kain tenun Tidore, semakin lengkap penampilan kak Rien bersama sepatu LV.

    BalasHapus
  14. Pertama baca "terbuat dari kulit nabati" langsung keingetnya malah wafer, hehe.

    Keren ya Kak, Anita Gathmir, produktif dan banyak menerima penghargaan. Barokallah.

    BalasHapus
  15. salut deh sama ci Ita, dengan kesabaran dan dedikasinya buat mengajari masyarakat Tidore , selain itu langkah yang beliau lakukan ini sebagai salah satu upaya untuk mlestarikan budaya dan juga perkakas termasuk tas , gerabah dari tidore ya, supaya gak hilang, keren deh semoga beliau sehat selalu ya mak

    BalasHapus
  16. Masya Allah cantik banget tasnya Mbak Rien. Cocok banget dipakai Mbak Rien. Serasi dengan pakaiannya. Btw, dari dulu ngikutin Mbak Anita Gathmir juga dari cerita teman-teman Blogger. Beliau keren banget ya Mbak, banyak ide, prestasi, dan semangat memajukan daerahnya.

    BalasHapus
  17. Woooww salut banget ama perjuangan Ci Ita.. keren. Kau jadi kepo pengen tau model tas lainnya.Sebenanrnya naksir ama tas yang mbak pakai, tapi masa ntar samaan? heheeh boleh request gitu nggak sih kalau pesan?
    Seriusan. Cakep tasnya

    BalasHapus
  18. Ternyata di balik pembuatan sebuah tas dengan kain tenun Tidore terdapat banyak cerita menarik ya mbak. Aku jadi kagum dengan Ci Ita, kecintaaannya terhadap Tidore benar2 dibuktikan dengan melestarikan budaya Tidore salah satunya melalui kain nya

    BalasHapus
  19. Cakep disain tasnya, Mbak. Suka deh. Simple tapi elegant. Jahitan tangannya juga rapi dan rata. Biasanya kalau jahitan tangan kan suka ada beda-beda jaraknya. Ini aku perhatikan jahitannya runut dan rapi.Btw, mbak Rien juga pas banget memadu padan ootdnya. Tasnya jadi matching dengan gaya mbak.

    BalasHapus
  20. salah satu impian aku tuh pengen banget punya produk lokal yang sarat akan budaya khas indonesia gitu loh mba, rasanya happy dan beda aja gitu ya kalau ada corak khas indonesia tuh.

    BalasHapus
  21. MasyaAllah mba Rien cakep banget tadi buatan Mba Ita ini. Produknya keren, aku harus belajar banyak nih. Beberapa produk souvenirku juga make kain tradisional. Jadi semangat lagi nih, sangat terinspirasi dengan kegigihan brand yang dibangun

    BalasHapus
  22. Masya Allah canti banget deh Mbk tasnya, cocok diajak jalan2 atau tambahan akssories nih, emang keren kalau Mbk Rien yang pakai deh!

    BalasHapus
  23. Sukak banget sama tasnya yang imut...warnanya kalem tapi kesan etniknya tetep kental.. Tenun Tidore perlu banget nih kak dikenal luas masyarakat..bagian keragaman tenun Indonesia yang menurutku juara banget... Semoga ada kesempatan juga ke Tidore..

    BalasHapus
  24. Mbak Rien modis banget sih makin cantik dengan tas tenun Tidore yang cakep banget, salut pada Ci Ita yang peduli banget dengan kain tenun dan budaya Tidore, semoga produknya makin dikenal ya..

    BalasHapus
  25. Aduhhh bacanya saja luar biasa sekali...
    Keren mak erin yg mix n match nya fashionable sekali tas selempang tenun tidore dengan outfitnya ala-ala harajuku..

    Keren juga circlenya mak erin yang bikin aku say to i envy you hahaha..

    Masih keren lagi profil Ci Ita yang ternyata bukan orang sembarangan di Tidore sana juga visi misi untuk masyarakat dan generasi muda Tidore khususnya pada perkembangan tenun.. Masya Allah semoga satu hari punya kesempatan ke Tidore yang indah ..

    BalasHapus
  26. Mba Rien, jadi ga sabar deh pengen nyobain topinya, semoga besok udah bisa pulang dan nyoba topinya, kece banget.
    Apakah sekece Mba Rien juga kah di saya, wkwkwkwk.

    Tasnya keren emang Mba, dengan tenun Tidore, bikin lebih keren lagi.
    Senang banget ya, kalau ada yang peduli dengan tenun dan budaya daerah kita, biar makin dikenal dan juga terus ada hingga generasi mendatang :)

    BalasHapus
  27. Salut dengan sosok Ci Ita yang menginspirasi, kreatif dan produktif ❤️
    Tasnya bangus banget, Kak. Desain dan motifnya fashionable banget dan cocok dengan OOT kamu, Kak. Semoga kedepannya Tenun Tidore makin berkembang dan makin dikenal masyarakat lokal maupun internasional ❤️

    BalasHapus
  28. Sosok kak rien yang cantik dan ditambah pake tas cantik, pastinya nambah can*** kan? hehe... tas produk2 handcraft kayak gitu memang harus terus dibuat dan diinovasikan lebih kreatif ya oleh masyarakat Tidore pada khususnya, karena bisa membangkitkan para pegiat UMKM disana supaya lebih mandiri secara finansial.

    BalasHapus
  29. Baca ini jadi kangen berat dengan Tidore. Karena terakhir datang, PUTA DINO KAYANGAN belum berdiri. Apalagi setelah baca buku tentang REVITALISASI tenun yang hampir/nyaris punah ini. Banyak cerita yang patut dilahirkan sebagai catatan sejarah. Rangkaian kisah yang wajib kita tulis sebagai legacy bagi para penerus bangsa, khususnya di bidang wastra Indonesia.

    BalasHapus
  30. Sesama teman memang harus saling mendukung, ya salah satunya membeli produk yang dijualnya. Dengan begitu makin saling menghargai.


    Apalagi ini produknya, produk khas Nusantara yang ciamik banget buat dimiliki

    BalasHapus
  31. Banyak nilai intangible yang diambil dari usaha Ci Ita ini ya mba. Beliau buka cuma mengambil manfaat ekonomi, tapi juga melatih masyarakat sekitar, membedayakan mereka dengan berbagai skill, mulai dari membuat keramik, membuat aksesoris dair bahan clay, hidroponik, wah keren banget beliau.

    BalasHapus
  32. Cantik tasnya, cocok sama outfitnya dan juga pemakainya tentu saja.

    Sepakat mbak, kalau ada teman punya karya, janganlah menganggap itu kesempatan untuk minta gratisan. Belilah karyanya itu dengan harga pasaran, bukan "harga teman"

    BalasHapus
  33. Kreatif sekali pembuat tas seperti itu , dukungan pemerintah akan membuat usaha tas akan tumbuh baik

    BalasHapus
  34. Wah bagus banget tasnya kak. Cocok juga dengan tone warna dan outfit yang kakak pakai. Talinya itu bisa di-adjust gak kak? Kayaknya cantik juga soalnya kalau dibikin semacam shoulder bag. Ethnic dan mewah banget.

    BalasHapus
  35. Sukur dofu2 mbak rien dan semua teman2 yang sudah memberikan semangat buat kami ( saya dan anak2 Tenun) cinta dan perhatian ini berarti besar buat kami...air mata pinggir2 kata orang Tidore...luv u all.. doa sehat dan berkah buat kita semua

    BalasHapus
  36. Gaya mba selalu menarik dengan aneka fashion items yang digunakan. Pantesan pas lihat di postingan medsos kok keren bner deh ootd nya. Ternyata tas kulit pun khas ala Tidore ya. Makin menambah style lebih elegan dan nampak mewah juga nih tasnya.

    BalasHapus
  37. Cantik banget tasnya, ada sentuhan etnik jadi lebih unik yah. Dan sukanya lagi tas kulit, pasti awet dipakainya, love banget!

    BalasHapus
  38. wow..wow... kerennnn

    auto ke Instagramnya tadi, dan mupeng berat

    Saya baru tahu Ci dalam bahasa Tidore berarti Kakak Perempuan,

    karena saya pikir berasal dari bahasa China: cici/kakak perempuan ^^

    BalasHapus
  39. Tas tenun kulitnya bagus, Kak. Serasi dengan outfit yang dipake. Saya jadi naksir tas yang warna biru. Itu yang ada di katalog IG putadinokayangan. Cakep dah ah. Etnik banget kelihatannya.

    BalasHapus
  40. Liat gambarnya aja langsung aku bayangin nanti bakal pergi ke sana. Cantik banget nih. salut buat Ci Ita dan kain tenun dan budaya Tidore. Kepoin ig nya ah

    BalasHapus
  41. Aku malah salfok sama OOTD nya mba.. keren banna perpaduannya..
    Tapi setelah liat IG nya takjub dengan hasil karyanya :)

    BalasHapus
  42. tas tenunnya cantik kak, terasa nuansa etniknya

    BalasHapus

Leave your message here, I will reply it soon!