Wisata Taman Mas Kemambang Purwokerto, Tempat Asri Untuk Rekreasi

Taman Mas Kemambang - Purwokerto 19 Juni 2022
  

Tak Jadi ke Batu Raden, ke Taman Mas Kemambang pun Bahagia

Dalam susunan kegiatan jalan-jalan di Purwokerto, saya menempatkan Batu Raden sebagai tujuan wisata pertama. Beberapa tempat sudah saya tandai, dan berharap dapat terwujud. Tetapi, situasi membuat rencana berubah. Kegiatan rekreasi akhirnya berlabuh di Taman Mas Kemambang dan Menara Teratai. 

Nama Taman Mas Kemambang mengingatkan saya pada nama taman di Palembang. Yakni Kambang Iwak. Ada kemiripan pada Kambang dan Kemambang. Kambang Iwak itu sendiri secara harfiah berarti kolam ikan. Apakah Kemambang berarti Kolam? Saya tidak tahu, tapi yang pasti sama-sama taman. Sama-sama punya kolam ikan.

Teman saya Pungky yang mengenalkan Taman Mas Kemambang. Katanya, kalau sore enak jalan ke sana aja. Tempatnya asyik buat nongkrong sambil menikmati cemilan dari pondok-pondok jajan. 

Kata-kata Pungky bagai mantra. Saya patuh, lantas memasukkannya dalam kegiatan sore di hari pertama di Purwokerto.  Taman macam apa Taman Mas Kemambang itu? 


Kesorean dan Kehujanan di Taman Mas Kemambang

Sabtu sore tgl. 18 Juni saya berencana ke Taman Mas Kemambang, tentunya bersama keluarga. Tapi apa daya, siang hingga sore itu kami istirahat saja di kamar Hotel Luminor. Memulihkan tenaga setelah semalaman berkendara dari BSD ke Purwokerto yang dilanjut kondangan. 

Setelah berenergi lagi, baru kami pergi. Tapi sudah kesorean. Cuaca cerah sedari pagi sampai siang pun telah berubah hujan tanpa ada tanda berhenti. 

Baca juga cerita kami Menginap di Hotel Luminor.

Namun, hujan tak bikin kami mundur, tetap maju terus ke Taman Mas Kemambang. Kami pergi meninggalkan hotel. Berkendara pelan di bawah langit berawan kelabu. Kota tampak redup seperti suasana selepas magrib. Diiringi hujan yang masih awet. Terasa begitu sendu, syahdu, dan basah. Pertanda bahwa: Ini bukan waktu yang cocok untuk main ke taman! 😅

Dalam remang petang, di bawah guyuran hujan, saya melihat gerbang Taman Mas Kemambang. Desainnya serupa gerbang-gerbang cluster perumahan di BSD. Tampak megah dan memesona.

Saya berpayung menuju loket. Menanyakan apakah masih buka. Katanya masih. Lalu petugas di loket berkata: "Bisa masuk bu, tapi hujan. Paling ibu keliling taman sambil payungan."

"Gak mas, besok aja saya balik lagi." wkwkw. Ya iyalah ngapain di taman hujan-hujanan. Mau foto-foto pun gak bakal dapet apa-apa. Ya udah kami mundur. Sebelum kami pergi, pak security memberitahu ada restoran seafood di belakang, di luar taman. Saya memang niat cari makan sore itu. Tapi arahan pak security saya lewatkan. Saya cari yang lain. Sempat singgah di beberapa rumah makan, dan akhirnya berhenti di Kosek Cak Kholiq, makan bebek ditemani pengamen yang senang sekali diminta nyanyi lagu-lagunya Padi 😂 

HARGA TIKET. Senin-Jumat Anak-anak & Dewasa Rp 10.000 / orang. Sabtu-Minggu & Hari Libur Nasional Anak dan Dewasa Rp 15.000 / orang. Buka jam 9AM - 10PM

Taman di Tengah Kota, Bukan Sekadar Tempat Rekreasi

Saya suka kini banyak taman di tengah kota. Di BSD tempat saya tinggal, sejak lama ada Taman Kota 1 dan Taman Kota 2. Tamannya bersih dan sehat. Selalu ramai dikunjungi warga untuk beragam aktivitas. Banyak pohon di dalamnya, tinggi-tinggi dan rindang. Ada jalan setapak buat berjalan kaki, alat bermain untuk anak, alat olahraga, sarana untuk bermain skate board, pondok jajan dalam satu area, tempat senam. Bahkan di Taman Kota 2, sungainya kini disulap menjadi pedestrian yang sangat indah, bagaikan suasana taman di pinggiran Sungai Cheonggyecheon di Seoul Korea Selatan.

Keberadaan taman kota amatlah penting, sebagai penjaga kualitas lingkungan kota. Gak hanya dalam skala kota, kini tiap cluster perumahan pun punya taman. Warga dalam cluster tak perlu ke taman kota lagi sekedar untuk menikmati suasana asri yang menyehatkan. Di perumahan saya pun ada taman hijau terawat ditumbuhi banyak pohon, bisa dinikmati untuk berolahraga atau duduk-duduk saja.

Berkat penghijauan yang dilakukan, taman menjadi paru-paru kota, penghasil O2. Dapat menyaring debu dan asap kendaraan bermotor, sehingga meminimalisir polusi udara. Dapat menyimpan air tanah, untuk mencegah erosi dan banjir, dan menjamin pasokan air tanah. Juga untuk kelestarian ekosistem, seperti burung.

Taman kota kini bagus-bagus. Termasuk Taman Mas Kemambang yang saya kunjungi. Biaya bikinnya pasti gak murah. Di balik pembuatannya tentu bukan untuk fungsi ekologis saja, tapi juga ada fungsi sosial sebagai tempat komunikasi sosial, bermain, berolahraga, dan rekreasi. 

Ada lagi selain itu, taman juga dapat menambah nilai estetika sebuah lingkungan sehingga menjadi daya tarik tersendiri. Bahkan,  taman bisa menjadi landmark sebuah kota. Seperti Taman Mas Kemambang ini, bila namanya disebut, orang-orang akan langsung ingat Purwokerto. Dan bila ke Purwokerto, orang-orang akan mendatanginya sebagai bagian dari kegiatan city tour.

Gak heran kenapa Pungky merekomendasikan Taman Mas Kemambang kepada saya. Ternyata, setelah saya masuk dan berkeliling, memang recommended untuk dikunjungi!

Berapa tiket masuknya? Rp 10.000 (weekdays) Rp 15.000 (weekend dan libur nasional). Anak dan dewasa harganya sama. Murah banget kan?

REKREASI di Taman Mas Kemambang. Taman asri untuk rekreasi di tengah kota.

Gerbang Menawan

Taman Mas Kemambang terletak di Jalan Karang Nobar, Glempang, Bancarkembar, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas. Berjarak kurang lebih 2,4 kilometer dari Hotel Luminor yang kami inapi. Waktu tempuh dari hotel kurang lebih 10 menit saja. Sangat dekat dari alun-alun kota.

Gak sulit mencapai Taman Mas Kemambang. Perjalanan lancar. Orang-orang berkendara dengan tertib. Suasana kota juga nyaman, banyak bersihnya. Enak sekali dilihat. 

Saat menuju Taman Mas Kemambang, kami melewati Hotel Java Heritage Purwokerto. Hotel yang ingin saya inapi selama di Purwokerto. Sayangnya untuk tgl. 17 dan 18 Juni saat itu sudah penuh. Karena itu jadinya nginap di Hotel Luminor.

Bagian terdepan Taman Mas Kemambang itu lebar. Di sisi kanan gerbangnya bisa buat parkir mobil. Tapi hanya 1 baris. Di saat ramai pengunjung, saya yakin banyak yang gak kebagian parkir mobil. Ada juru parkir di sana. Begitu sampai kami diminta langsung bayar. Gak ada tarif khusus. Kami bayar saja 10.000,-

Gerbang tamannya cakep. Saya naksir dengan desainnya. Nama taman dibuat ngejreng pakai warna merah, dengan foreground tanaman hijau. Diperkaya dengan desain berbentuk bunga, dipadu padan dengan elemen besi secara seimbang. Sungguh mengundang untuk berfoto. 


Kamera DSLR Tertinggal di Gerbang Taman, TIDAK HILANG

Rasanya, belum afdol ke taman kalau belum berfoto di depan gerbang. Untuk berfoto selama di taman, saya mengandalkan realme 9 Pro+. Bawa kamera DSLR Canon EOS 70D juga sih. Tapi gak dipakai, hanya ditenteng oleh suami. 

Nah, terjadi sesuatu pada kamera DSLR. Tasnya tertinggal di gerbang, setelah kami berfoto. Entah gimana ceritanya sampai tertinggal. Suami melepaskannya dari pegangan, lalu masuk taman begitu saja.

Setelah melewati loket, di belakangnya langsung terpampang kolam ikan, sekaligus tempat bermain perahu bagi pengunjung. Di situ kami duduk-duduk sejenak, menikmati suasana, melihat-lihat ikan di kolam. Tiba-tiba suami berdiri dengan terkejut, sambil meraba-raba badannya. Mukanya serius dan tegang. Lalu berlari menuju gerbang, keluar taman.

"Tas kamera (beserta isinya) ketinggalan di luar," kata Alief. 

Saya terkejut. Tapi tak mau berkata-kata selain melihat ke mana suami berjalan saja. Sambil berharap semoga tas kamera masih ada. Tak lama suami kembali. Dibahunya kini tersandang tas kamera. Ya Allah ketemu. Gak hilang. Padahal di luar saat itu banyak orang lalu lalang dekat gerbang. Masih rejeki! Alhamdulillah.

Di sini belum sadar kalau tas kamera tertinggal di gerbang

Setelah tas kamera ditemukan 😄 Alhamdulillah gak hilang

Main Scooter Listrik 

Main scooter listrik di Taman Mas Kemambang jadi aktivitas paling seru yang dilakukan oleh anak saya Aisyah. Paling bikin dia senang. Paling bikin dia heboh. 

Hal yang paling Aisyah senangi di Taman Mas Kemambang, jadi hal yang paling saya ingat. Memang ya, kesenangan anak itu nomor satu. Karena itu,  di antara semua hal yang saya temui di Taman Mas Kemambang, saya akan cerita soal scooter listrik itu dulu. 

Tempat main scooter gak jauh dari pintu masuk utama. Dari loket ambil jalan di sebelah kanan setelah kolam ikan. Nanti keliatan ada lapangan kecil berbentuk lingkaran. Lapangannya tanpa peneduh. Tapi di pinggir lapangan itu ada beberapa pohon rindang. Paling ujung ada kios souvenir, kios jajan, dan tempat penyewaan scooter listrik. Nah, di situ tempat sewanya.

Harga sewa scooter listrik Rp 20.000 per 15 menit. Setelah 15 menit akan ada tanda berupa bunyi-bunyi di scooter-nya, berarti dayanya mau habis, lalu scooter pun mati. Itu saatnya scooter dikembalikan. Kalau masih mau main tinggal sewa lagi dengan harga yang sama.

Scooternya buat anak kecil sampai remaja. Aisyah dan Alief kan udah termasuk remaja nih, kata mas yang jaga masih boleh pakai. Kalau saya udah gak remaja, udah mama-mama yang udah cocok jadi nenek, tapi aman kalau saya naiki, karena body saya masih kayak remajaaa haha

 

Heboh Scooteran!

Hanya Aisyah yang main scooter. Alief mencoba pakai sesaat, lalu stop. Mungkin merasa udah bukan mainannya lagi. Iya lho udah bujang setinggi 174cm, masa masih main scooter anak 😆

Kami bertiga jadi penonton. Nonton Aisyah yang kegirangan bermain scooter. Mainnya keluar lapangan. katanya gak seru kalau muter-muter di lapangan itu saja. Dia pengen meluncur di sepanjang setapak dalam taman, mengitari kolam. Lalu, heboh sendiri selama scooteran.

"Allahu akbar... allahu akbaaaaar," teriak Aisyah. Tiap meluncur di turunan, pasti teriak gitu. Kenceng banget pula. Pengunjung lain pada nengok liatin Aisyah, dikira kenapa-kenapa. Padahal ya gak ada apa-apa. Mukanya Aisyah dipenuhi rasa senang, tawanya lebar. Dia mentertawakan ketegangan yang dirasakannya.

"Dek, ga usah teriak-teriak kayak gituuu..." kata saya.

"Gapapa Ma, itu ekspresi dia antara senang dan takut jatoh. Bagus dia mengucapkan Allahu Akbar, bukan kata-kata....." ucapan suami saya terputus dipotong Alief.

"Iya daripada nyebut anjay, buseeeet, gilaaaak..." sambung Alief.

Bener sih. Semestinya begitu, dan udah bagus begitu. Saya sebenarnya bukan protes ucapan Allahu Akbarnya, tapi suaranya, minta diturunin dikit volumenya. Gimana kalau bermain ski di meluncur di atas salju ya, bisa membahana teriakannya😁 

Saya lihat cuma Aisyah yang scooteran di taman. Yang lainnya di area bermain scooter saja, di lapangan dekat penyewaan. Aisyah mainnya gak mau sebentar. Kami biarkan dia berlama-lama, hanyut dalam keasyikan bermain scooter.

Alief duduk-duduk santai. Suami sibuk motret Aisyah. Saya motret mereka dan suasana di taman.



Musala di Tengah Taman

Saya selalu kagum sama pengelola hotel/mall/fasilitas publik yang meletakkan musala di tempat yang baik. Di Teras Kota BSD, dulu musalanya berada di lantai dasar mall, satu deret dengan resto-resto ternama. Desain dan fasilitas musalanya pun bagus. Sangat bersih & nyaman. Bahkan mendapat penghargaan sebagai mushola mall terbersih di Tangsel. 

Padahal Teras Kota itu bukan mall besar. Tapi pengelola menempatkan musala di tempat yang baik. Bukan di basement, atau malah di lantai teratas di pojokan sempit dan gelap. Sekarang, Teras Kota punya masjid di lantai 3, persis di samping bioskop CGV. Luasnya hampir seperempat lantai 3 gedung Teras Kota. Sederet sama bioskop lho. Bukan di pojokan bioskop.

Saya pernah menginap di Edensor Hills Villa & Resorts. Musalanya justru paling depan. Depan resto, dekat front office. Ukurannya cukup besar, bisa salat berjamaah 3-4 saf. Kondisinya sangat bersih dan nyaman. Mudah diakses dari luar maupun dalam.

The Brezee BSD juga menempatkan musala di tengah, pada suatu gedung yang dikelilingi restoran-restoran ternama. Luas, bersih, dan sangat nyaman. Bukan di belakang di pojokan sepi dan jauh.

Di ibukota negara, hotel bintang 4 dan 5 bergedung megah dan menjulang, masih ada yang menempatkan musala di basement yang pengap. Atau di lantai tinggi yang jauh. Untuk mencapainya mesti muter lorong sana sini dengan penerangan yang minim. 

Nah, di Taman Mas Kemambang ini saya acung jempol sama desainer taman. Musala diletakkan di tengah taman. Bangunannya gak megah dan mewah tapi menonjol. Mudah dilihat dari sudut mana pun. Berdinding kaca sehingga terang benderang. Terbuka di bagian atas sehingga sirkulasi udara sangat bagus gak bikin pengap dan kepanasan. Tinggal ditutupi dikit tempat wudhunya, supaya perempuan bisa wudhu tanpa repot menutupi aurat.


Kios Jajan Penambah Estetika 

Orang-orang kalau main ke taman seringnya pengen sambil makan dan minum. Duduk-duduk santai sambil menikmati cemilan yang dibawa. Tapi di sini, dilarang bawa makanan dan minuman dari luar. Kalau butuh cemilan tinggal beli di dalam. Ada banyak kios jajan yang bisa dituju untuk belanja cemilan.

Buat saya, aturan macam itu sangat bagus. Di beberapa fasilitas rekreasi yang pernah saya datangi di kota lain, aturan ini diberlakukan ketat. Tujuannya bukan buat menyusahkan pengunjung. Tapi ada guna lain untuk kepentingan bersama.

Ntar kalau bebas bawa makanan, bisa-bisa ada yang bawa rantang sambil gelar tikar makan di taman. Ada kemungkinan jadi kotor, ganggu orang berkegiatan di taman, dan pastinya mengurangi keindahan dan estetika taman. Udah paling bener jajan aja di taman, buat bantu ekonomi pedagang juga kan.

Pengelola taman tak sembarang menyediakan kios jajan. Tampak betul dirancang dengan baik. Pondok jualan didesain menarik dengan warna-warni ngejreng, bak bathing box di Brighton Beach Melbourne.




Jajan Makanan dan Souvenir

Aktivitas yang bisa dilakukan di Taman Mas Kemambang ini terbilang lengkap. Saya merasa benar-benar diajak rekreasi. Selain nyaman untuk bersantai, mengenyangkan untuk jajan, juga menyenangkan untuk bermain dan belanja-belanji souvenir. 

Makanan dan minuman kemasan pabrik tersedia. Kuliner khas daerah pun ada. Makanan ringan maupun agak berat juga bisa didapat. Harganya standar kok, sama kayak di minimarket. Gak ada dimahal-mahalin aji mumpung mentang-mentang di tempat rekreasi. Jadi gak ada alasan untuk menolak aturan tidak boleh bawa makanan dan minuman dari luar.

Untuk souvenir khas di sini kita bisa beli produk kerajinan sulam, rajut, ecoprint, tas kanvas, homedecor, hingga kerajinan lukis. Buat apa beli produk itu di taman? Buat saya sebagai pendatang gini, ya buat oleh-oleh bisa, buat kenang-kenangan dipakai sendiri bisa, buat bantu perekonomian dan UMKM juga bisa. Bermanfaat kok.

Saya selalu memandang positif pedagang yang berjualan di taman. Selama pengelola taman memfasilitasi tempat yang baik untuk mereka. Gak akan membuat taman jadi kumuh dan berantakan. Seperti di Taman Mas Kemambang ini, kios belanja malah jadi elemen yang berguna untuk menambah estetika dan fungsi ekonomi.  





Puluhan Ribu Ikan di Kolam, Sebuah Tips Untuk Bahagia

Konon, bila ingin merawat kesehatan mental, salah satunya dengan rutin melihat ikan berenang. 

Beberapa studi menemukan fakta bahwa melihat ikan berenang di akuarium dapat mengurangi stres dan perasaan cemas, menenangkan diri, dan menurunkan denyut jantung serta mengendurkan ketegangan otot.

Semakin banyak ikan, maka semakin membaik suasana hati orang yang melihatnya, dan orang-orang tersebut menjadi bahagia. Seberapa banyak ikan di Taman Mas Kemambang? Puluhan ribu!

Menurut informasi yang saya dapat di akun IG resmi @tamanmaskemambang,  puluhan ribu ikan nila yang ada di kolam ikan Taman Mas Kemambang seluas 4 hektar ini, bibitnya ditabur oleh bapak bupati Banyumas, Ir. Achmad Husein @ir_achmadhusein dan kepala dinas perikanan dan peternakan kab. Banyumas, Ir. Sulistiono M.Si.

Ikan sebanyak itu tersebar di kolam paling depan, sampai kolam paling belakang. Mau lihat tinggal mendekat. Cukup berdiri di pinggir kolam. Gak usah pakai nyebur. Ya kali mau berenang bareng ikan wkwk. Kami tentu tak melewatkan liat-liat ikan. Meskipun cuaca sedang terik, matahari sedang garang-garangnya, keasyikan kami menonton ikan-ikan berenang tak terusik.

Keren banget kan Taman Mas Kemambang ini. Tawaran untuk sehatnya bukan cuma untuk badan tapi juga untuk mental dan pikiran. Lewat beragam fasilitas, termasuk ikan-ikan di kolam.

Saya suka melihat ikan berenang. Bukan karena sakit mental, tapi karena memang ada keindahan yang bisa ditemukan di sana. Melihat yang indah-indah itu menyenangkan. Rasa senang bikin bahagia. Kalau udah bahagia, apa aja yang dilakukan jadi serba positif. 

Apa cuma di akuarium dan kolam buat liat ikan? Gak lah ya, di laut juga bisa. Makanya saya kalau main ke pulau gak melewatkan snorkeling, karena memang semenyenangkan itu liat ikan berenang. Apalagi langsung di habitatnya. Luar biasa, double bahagia.

Pondok Istirahat Tempat Berteduh

Dari tadi saya banyak sebut panas, karena siang itu cuaca memang panas banget. Saya saranin banget kalau ke Taman Mas Kemambang bawa payung atau pakai topi. Kalau nggak mau silau pakai kaca mata hitam juga. 

Nggak peduli datang jam berapa, pokoknya bawa kalau mau selamat dari sengatan matahari. Pakai sunblock bukan cuma buat ke pantai. Ke tempat mana pun di siang hari, apalagi outdoor juga kudu pakai. Senang-senang boleh, tapi jangan sampai kulit jadi bermasalah.

Jam 8 pagi saja sudah terang benderang dan panas. Apalagi siang sampai sore. 

Pohon tinggi dan rindang banyak di bagian depan. Kita bisa duduk-duduk tanpa kepanasan. Tapi kalau sudah berjalan ke belakang, di sana masih kurang pohonnya. Saya lihat sudah ada pohon ditanam tapi belum tinggi karena masih baru.

Tapi tenang, taman ini sudah dirancang untuk bikin pengunjung betah. Pondok-pondok untuk berteduh sudah disediakan. Semuanya gratis. Silakan duduk di mana saja asal tidak rebutan dan bikin kotor.

Ada satu gazebo besar dengan banyak bangku di dalamnya. Selama bangku-bangku itu kosong bebas diduduki oleh siapa saja. Ada tujuh gazebo kecil bederet menghadap taman. Di dekatnya ada kios-kios jajan. Selama duduk di situ kita bisa sekalian menikmati suasana ditemani aneka cemilan beli di kios.

Ada pula deretan pondok mirip cottage. Saya kira tadinya itu penginapan. Tapi kata Pungky bukan. Nantinya sih akan ada. Bagus juga kalau ada ya. Jadi ada pilihan baru buat menginap di Purwokerto, menginap dalam taman. Kan keren tuh segala fasilitasnya udah ada. Udah berasa kaya di villa.

Saya selama di sana gak duduk-duduk lama di gazebo. Sibuk jalan liat anak main scooter, dan liat isi taman sambil foto-foto.  Pastinya pakai topi, biar muka gak gosong 😃





Semoga Keindahan Taman Terjaga

Taman Mas Kemambang ini masih baru. Saat saya ke sana pada bulan Juni umurnya baru dua bulan. Sama muda dengan Menara Teratai yang saya kunjungi berikutnya.

Banyak kesan baik yang saya dapat. Soal kebersihannya, sangat membuat nyaman. Sejak dari depan gerbang, sampai masuk hingga ke belakang. Seluruhnya bersih. 

Bisa bersih, tentunya berkat semua orang, para pengelola dan kesadaran para pengunjung. Semoga selalu seperti itu. Bukan hanya karena masih baru. 
Tempat sampah bagus sudah bederet, semoga taman senantiasa bersih

Tempat sampah banyak, ada di beberapa titik strategis. Wastafel pun mudah ditemui. Ada di tiap kios jajan. Abis jajan bisa langsung cuci tangan, sebelum pegang makanan dan minuman. Air di toilet lancar. 

Taman bersih dan rapi pasti disukai. Hal paling penting untuk dimiliki. Meskipun tiketnya murah, semoga gak menurunkan kualitas yang sudah dimiliki. Seringkali orang rela bayar mahalan, asalkan nyaman. 

Tapi tentu, penting juga buat pengunjung. Jangan mentang-mentang tiket masuknya murah, lantas semaunya gak mau ikut merawat dan menjaga. Jangan tinggalkan apapun di taman kecuali kenangan. Jangan ambil apapun kecuali gambar.  


Saya senang mengunjungi Taman Mas Kemambang ini. Mengetahui keberadaannya, menambah kekaguman saya pada Purwokerto. Kota yang membuat saya betah sejak pertama kali menjejakkan kaki.

Semoga bila saya kembali ke Purwokerto, Taman Mas Kemambang tetap seindah yang pernah saya lihat. Syukur-syukur bila kelak lebih indah lagi. Lebih teduh, dan sudah ada kafe/resto, serta penginapan 😁

Terima kasih telah membaca. 

Sampai bertemu lagi di tulisan Purwokerto lainnya, tentang kuliner dan Menara Teratai 💚

Seorang istri. Ibu dari dua anak remaja. Tinggal di BSD City. Gemar jalan-jalan, memotret, dan menulis.

Share this

Previous
Next Post »

26 komentar

  1. Bupatinya Purwokerto (eh, atau walikota ya?) pasti seneng, kalo taman kotanya berhasil menyenangkan hati turis dari Tangerang Selatan..

    BalasHapus
  2. Taman ini cantiknya beda ya Ama baturaden. Sama2 cantik, tapi baturaden kliatan lebih sejuk, mungkin Krn lokasi juga lebih tinggi dan pohon2 lebih besar dan rimbun.

    Tapi kalo nanti ke Purwokerto lagi, aku mau ke taman mas ini aja.

    Aturan utk ga bawa makanan sendiri, aku juga setuju mba. Malah dari dulu aku memang ga suka bawa makanan sendiri kalo kemanapun. Lebih suka nyobain makanan lokal atau jajanan yg dijual di sekitar situ. Apalagi kalo dapat yg rasanya enak, Duuuh kayak puaaaas banget :D

    BalasHapus
  3. bagus juga niiih mba taman Mas Kemambang di Purwokerto. Kami belum sampai ke Purwokerto tapi hopefully we can visit this particular spot

    BalasHapus
  4. Wah, aku nih belum kesampaian main ke Batu Raden. Kayaknya seru banget kalau mampir ke Taman Mas Kemambang dulu kalau wisata ke Purwokerto. Sampai bingung mau ngmong apa hahaha. Ini mah taman teristimewa, super bersih, lengkap fasilitasnya.

    Musalanya cantik, kolam ikannya berisi ikan2 lucu berwarna-warni, tempat sampah tersedia di mana-mana. Buat jajan2 juga ready. Tiket masuk itungannya murah menurutku. Relaksasi di taman ini bikin mata segar tentunya. TFS mbak Rien :)

    BalasHapus
  5. Jadi kepengen ikutan liburan juga. Suasana ok apalagi ada kolam ikannya adem lihatnya.

    BalasHapus
  6. belum pernah ke Batu Raden nih aku mba, menarik banget ya wisata di sana, keliatannya adem juga

    BalasHapus
  7. Sewaktu baca post IG Mbak Rien tentang Taman Mas Kemambang sekilas aku heran, namanya mirip dengan nama gunung di Kediri, kampung halamanku, Gunung Maskumambang.
    Awalnya kukira ini taman kota seperti taman-taman di Jakarta yang gratis masuknya. Ternyata bayar, tapi setuju kalau bayar, karena fasilitas dan aktivitas lengkap dan bagus, juga terjaga kebersihannya. Mending begini, kalau digratisin orang suka ngasal ga mau jaga kebersihan dan fasilitasnya.
    Aselii asyik tamannya..bisa dikunjungi kalau ke Purwokerto nanti

    BalasHapus
  8. Lhoo lhoooo Purwokerto kok makin ciamiikkk giniii


    Mauuk bgt main² ke sini
    Trakhir k Pwkrt tuh thn 2005-an kyknya, jaman daku masih single mbaaa
    Pasti asik klo cuss k sini

    BalasHapus
  9. Aku ke Banyumas sebelum puasa kemarin tapi cuma ke batu raden aja ga tau ada wisata mas kemambang ini seperinya seru juga dan banyak kulinerannya ya. Nanti kalo ke Banyumas lagi kudu disempetin kesini biar tahu. DSLRnya masih rejeki bararti ya mba

    BalasHapus
  10. Subhanallah itu tamannya kece banget si mbak. Taman di tengah kota bisa secantik itu fasikitas nya juga lengkap banget. Beruntung banget ya warga Purwokerto mau healing ga perrlu jauh2 ke taman kota aja udah dapet paket lengkap

    BalasHapus
  11. Purwokerto tamannya kece bangeeet! kalau lihat fotonya sih super bersih yaa walau banyak jualan juga. udah gt mainan dan kegiatan buat keluarga tuh banyak. pemandangannya jg bagus, asri bgt! super love iniii

    BalasHapus
  12. Wah, taman kemambangnya bagus banget. Langsung jatuh hati pas lihat gerbangnya, desainnya keren banget ya mbak. Selalu ada cerita yang bikin deg-deg an deh mbak Rien, kapan hari Hp Alif tertinggal di masjid, kali ini kamera heuheu. Alhamdulillah aman..
    Next, kalau ke Purwokerto wajib banget main kesini

    BalasHapus
  13. baru kapan hari lihat peresmian tempat ini dan mbatin, wah kalau ke Pwk mau mampir ke sini. Ternyata keduluan Mbak Rin nih. Haha...gercep tenan Mbak rin. Bagus tamannya, cakep dan aku langsung tertarik nyobain dawet banjarnegaranya dong. Kesana aaahhh

    BalasHapus
  14. Masya Allah cantiknya Taman Mas Kemambang di Purwokerto ini. Dan bener loh mbak Rien, kita patut memberikan apresiasi untuk desainer taman dengan musholla yang terletak di tengah taman. Jadi dari semua penjuru taman bisa terlihat ya. Kayaknya semua isi taman kok sempurna ya, jadi mau mampir kalo nanti ke Purwokerto. Terakhir kesana tahun 2018 belum ada kayaknya

    BalasHapus
  15. Ternyata banyak juga yang bisa di-explore di Taman Mas Kemambang ya, Mbak. Gak bisa sebentar kayaknya kalau ke sini. Karena bakal berah berlama-lama. Apalagi kalau tamannya semakin banyak pohon tinggi. Semakin betah berlama-lama

    BalasHapus
  16. Cerita Alief ada aja ya, ketinggalan hp dan kini ketinggalan kamera, alhamdulillah gak hilang, semoga semakin banyak manfaatnya kehadiran Taman Mas Kemambang ini ya.

    BalasHapus
  17. Suka deh ama Taman Mas Kemambang Purwokerto. Asri tamannya. Gerbangnya cantik. Kolam ikannya jernih. Ada Mushala juga di tengah taman. Tiket Masuk terjangkau dari 10- or 15 rb. Anak juga happy bisa main skuteran. Bahagia pasti bisa menghabiskan waktu bersama keluarga di taman ini

    BalasHapus
  18. Alhamdulillah akhirnya bisa ke Taman Mas Kemambang setelah hari sebelumnya hujan ya mbak. Masyarakat kita ini perlu banget nih sering2 berkunjung ke taman gini sekaligus bisa menjaga keindahan & kebersihannya ya. Tiket masuknya murah juga ya mbak & bisa menikmati alam di taman itu.
    ikut deg-degan bacanya mbak kalau samapai kameranya hilang, Alhamdulillah ditemukan

    BalasHapus
  19. Kemambang itu kalau sepemahaman saya, artinya mengapung. Tadinya saya pikir Taman Mas Kemambang ini akan mirip dengan Floating Market di Lembang, ternyata tidak.

    Tapi melihat indah dan bersihnya Taman Mas Kemambang ini, juga jajanan yang tersedia tidak dibiarkan tumbuh sembarangan, saya jadi ingin ke sini juga. Terakhir ke Purwokerto kami hanya kondangan, ngga sempat kemana-mana. Huhu..

    BalasHapus
  20. Aku malah kebalikannya mbak
    Saat ke Purwokerto, aku malah bisa jalan-jalan ke Batu Raden
    Belum sempat ke Taman Mas Kemambang ini
    Ternyata, Purwokerto punya banyak tempat wisata yang asik ya mbak

    BalasHapus
  21. Amiin amiin semoga tetap bersih dan terjaga dengan baik ya mba. Soalnya di negara kita bisa bangun bagus tapi merawatnyaa yang tidak konsisten.
    Tamannya baguss komplit plit dan bener murah meriah. Tidak jadi ke Batu Raden, ke Taman Mas Kemambangpun bagus yang penting anak2 suka ya.

    BalasHapus
  22. Asyik banget sih ini tamannya. Asri, masih terdapat banyak pepohonan. Bisa melakukan banyak aktivitas seru di sana. Dan yang paling saya suka adalah gak dibuat kekinian dengan spot-spot foto yang berlebihan. Hihihi.. kadang yang macam itu tuh, yang ala ala kekinian, malah yang bikin tempatnya jadi gak apa adanya.

    BalasHapus
  23. Tampak terik sekali ya, kak Rien..
    Aku jadi kepikiran main ke taman yang menyenangkan sambil jajan di pinggiran. Biasanya pesen P*p Mie, kini pesennya es dawet yang menyegarkan.
    Sluurrrp~

    Anak-anak paling seneng main ke taman. Apalagi ada persewaan mainan yang bisa di explore buat keliling taman tanpa lelah.
    Hehhe..walo ternyata gak guna karena baterenya lemes, hiiks~

    BalasHapus
  24. Dari dulu seklalu pengen ke Purwokerto soalnya suamiku kuliah di sana hehe. Nanti kalau ke sana bisa nih mampir ke Taman Mas Kemambang. Kalau gak salah mbak Rian dulu pernah cerita soal tempat ini apa ya? Lupa2 ingat. Asyik banget bagian naik scooternya itu ya mbak bisa menjelajahi taman sepuas mungkin kalau ada kendaraan itu :D
    Tempat rekreasinya jg fasilitasnya lengkap dan resik yaa

    BalasHapus
  25. Main di taman terbuka gini tuh menyenangkan. Apalagi klo banyak fasilitas seperti scooter, dll

    BalasHapus
  26. Aku baru sekali Mak main ke Batu dan itu waktu pertama kali main ke Purwokerto juga. Ketagihan banget sama suasananya dan pengen main lagiii pokoknya harus visit lebih banyak destinasi wisata yang ada di sana!

    BalasHapus

Leave your message here, I will reply it soon!