Villa Cakra Pulau Leebong, Villa Teranyar Berkapasitas Besar!

13.23

Pulau Leebong saat ini memiliki enam buah villa yang bisa dipesan oleh tamu yang hendak merasakan sensasi berlibur di pulau pribadi. Nah, liburan Belitung kali ini, saya bersama anak mencicipi bermalam di Villa Cakra yang merupakan villa teranyar di Leebong. Berikut adalah penampakan Villa Cakra dan aktivitas saya selama 2 hari di Pulau Leebong Belitung pada tgl. 16-17 November 2020. 

Villa Pulau Leebong
Villa Cakra Pulau Leebong BELITUNG

Villa Besar Berkapasitas Hingga 16 Orang

Villa Cakra merupakan villa terbesar yang ada di Pulau Leebong saat ini. Secara umur ia adalah adik bungsu dari 5 villa lainnya, tapi secara ukuran, dia adalah kakak besar.

Disebut terbesar karena bangunan villa yang terdiri dari dua lantai ini mampu menampung hingga 16 orang. Terdapat 2 kamar di lantai atas, dan 2 kamar di lantai bawah. Masing-masing kamar dengan pintu langsung keluar.

Setiap kamar terdapat 2 king bed. Idealnya 1 bed untuk 2 orang saja. Namun, jika ditempati oleh keluarga dengan 3-4 anak, 1 bed bisa buat 3 orang. Bahkan kalau anak masih kecil-kecil, masih bisa buat berempat.

Villa ini tentu cocok buat menginap dengan rombongan, baik rombongan keluarga, teman, komunitas, maupun perusahaan.

Saya menginap berdua saja dengan anak perempuan saya, membuat kamar yang kami tempati terasa kebesaran. Malah enak sih sebetulnya, tapi berasa kesepian haha. Andai suami dan anak bujang saya ikut serta, pasti lebih ramai dan menyenangkan.

VILLA CAKRA PULAU LEEBONG - 2 King Bed Size, kamar ini hanya saya tempati berdua anak

VILLA CAKRA PULAU LEEBONG - Dinding kaca lebar menghadap ke hutan pulau

VILLA CAKRA - Dinding kaca, bukan jendela, agar aman dari hewan liar (burung, monyet, ular, dll)


Fasilitas Serba Berkualitas 

Ketika seseorang memutuskan berlibur dan menginap di pulau, ia bukan hanya ingin berpuas ria menikmati aktivitas outdoor, tetapi juga indoor. Dalam artian,  ia juga butuh tempat yang nyaman untuk beristirahat setelah bertualang menjelajah pulau, entah itu bermain di darat, maupun di pantai dan laut.

Ada orang yang cukup dengan kamar biasa saja, bed kecil dan tipis pun tak apa, yang penting bisa berbaring dan tidur, serta mandi selepas beraktivitas outdoor. Ada pula yang butuh kamar tidak hanya nyaman dan aman, tapi juga mewah. Villa Cakra dibuat untuk memfasilitasi tamu tipe kedua. 

King bed size di Villa Cakra menggunakan bed kualitas tinggi, dengan sprei, bantal, dan sarung bantal yang bersih dan bagus, serta ranjang kayu kuat yang bukan murahan. Kualitas tidur tentu jadi jaminan bagi yang menggunakannya. 

Ruangan besar dengan plafon yang tinggi, membuat ruang tidur terasa makin lapang. Meskipun tidak ada jendela, udara segar bisa didapat dengan bebas ketika pintu dibuka lebar. 

Sebuah AC terpasang agar ruangan senantiasa sejuk.

Bagian dinding kaca lebar dengan gorden memang mirip jendela, dipasang untuk view keluar agar kita bisa mendapatkan pemandangan yang asri ke hutan, maupun ke laut.

Meja dan lemari semua serba kayu, terlihat kokoh untuk meletakkan banyak barang maupun sebagai meja untuk makan atau pun bekerja di sela-sela liburan.




Kamar Mandi Berukuran Besar

Dilihat dari ukuran, sebetulnya kamar mandi di Villa Barata jauh lebih besar daripada yang di Villa Cakra. Bedanya, lantai 2 Villa Cakra ini kan 2 kamar, kamar mandinya dibuat 2. Kalau dibuat 1 saja tentu jadi besar. 

Di dalam kamar mandi terdapat cermin yang lebar dan tinggi, ukurannya seluas bidang dinding. Di sana ada meja kayu yang panjang dengan wastafel lonjong yang memanjang. Di atasnya, tersedia lengkap peralatan untuk mandi.

Jika di Villa Barata ada bath-up, maka di Villa Cakra tidak. Untuk mandi menggunakan standing shower dengan keran air hangat dan dingin yang berfungsi dengan baik. 

4 buah handuk tebal dan wangi, tersedia di lemari, termasuk hair dryer. 

Seluruh dinding kamar mandi terbuat dari kayu. Merasa takut cepat rusak nggak sih kalau kena air mandi terus? Saya kepikiran. Padahal rumah kayu nenek saya di Sumsel juga full kayu. Eh tapi ngapain saya pikirin ya, lha pengelolanya aja santai, 5 tahun tinggal ganti katanya 😂 

Tapi percayalah, material kayu di villa ini bukan kayu biasa. Papan disusun dengan begitu rapat, karena yang namanya di pulau, ada bermacam hewan liar, dari yang kecil seperti serangga, hingga yang nyeremin seperti ular. 

Tapi tenang, semua sudah diperhitungkan. Ketakutan semacam itu tak perlu ada. Bahkan agar cahaya alami tetap masuk, dinding pada bagian atas menggunakan kaca, jadi tak terbuka.




Balkon Lebar Menghadap ke Laut

Ini adalah tempat favorit untuk bersantai di villa. Ada 2 buah bangku kayu panjang yang besar dan kuat terpasang bersama 2 meja. Kita bisa duduk di situ untuk menikmati udara segar pulau sambil menikmati pemandangan laut yang berjarak 50an meter saja dari letak villa.

Balkon ini bisa digunakan bersama dengan penghuni kamar di sebelah. Ukurannya yang luas bisa menampung hingga 50 orang. Wow ya!

Saya masih teringat pengalaman ketika menginap di Tree House (villa Zarra). Dulu pernah ada monyet naik ke balkon. Nangkring santai dengan beberapa kawanannya. Terkejut dong saya. Kebayang kalau saya menaruh sesuatu di balkon, bisa diangkut ama monyet-monyet itu haha

Karena itu, saya mengira monyet bisa kapan saja menghampiri villa-villa, termasuk Villa Cakra. Makanya ketika malam dan sudah tak akan kemana-mana lagi, sandal dan barang apa saja saya bawa ke dalam hihi.

Oh ya, perihal monyet menghampiri villa, nggak usah kuatir juga dia bakal masuk villa ya. Karena tak ada satupun bagian terbuka seperti jendela, atau lubang udara yang terbuka. Semua rapat kecuali pintu masuk. Itu sih tinggal tutup saja.

Villa Cakra Pulau Leebong - Balkon menghadap ke laut

Villa Cakra Pulau Leebong - Welcome drink berupa 1 teko minuman Jeruk Kunci hangat

Villa Cakra Pulau Leebong - 2 unit bangku kayu panjang di balkon

Sarapan di Pinggir Pantai

Dari pengalaman menginap di Pulau Leebong sebelumnya, tempat sarapan biasanya di restoran. Kemarin, ketika saya menginap bersama anak, kami ditempatkan di bangku-bangku yang ada di pinggir pantai. Begitu juga tamu lainnya.

Ada beberapa meja kayu beserta bangku di pinggir pantai, tak jauh dari depan resto. Nah, di sana sudah diletakkan peralatan makan. Saat kami bilang mau sarapan, kami langsung di antar ke meja yang sudah disediakan. Jarak antar meja tersebut berjauhan meja tamu lainnya. Dengan cara begini, saya melihat protokol kesehatan makan direstoran telah diterapkan dengan baik.

Ya, meskipun tamu sedang tak banyak, weekdays pula ya kan, tapi tetap diberlakukan tidak makan di restoran agar tidak berkumpul di satu tempat.

Senin malam, kami pun tidak makan di restoran, tapi saya pesan minta diantar ke kamar. Lumayan juga jalan kaki dari resto ke villa ya hehe. Eh sebetulnya saya takut keluar villa malam-malam sih haha

Pagi itu kami sarapan dengan 2 macam menu saja yakni Nasi Goreng dan Mie Goreng. Ada Singkong Goreng sebagai tambahan, tentunya disajikan bersama teh dan kopi sebagai minuman. 

Kami sarapan setelah berjam-jam main di air. Tak heran jika merasa sangat lapar. Makanan yang tersaji langsung dimakan dengan lahap oleh anak saya. Saya melihatnya langsung merasa kenyang hehe

Ohya, kata Pak Yudi, owner Pulau Leebong yang pagi itu meluangkan waktu ngobrol santai dengan saya, biasanya mereka memiliki stock bahan makanan dalam jumlah banyak dan bervariasi, namun sejak pandemi tamu agak sepi, jadi stock bahan dikurangi, bahkan ditiadakan kecuali sudah pasti ada tamu dan tamunya adalah tamu menginap.

Jadi beberapa menu yang biasa tersedia, mesti direquest dulu baru ada. Seperti pisang goreng yang jadi favorit saya di Leebong, dan sebuah kudapan yang Pak Yudi sendiri lupa namanya, saat itu tak ada, padahal Pak Yudi ingin menyajikannya ke saya agar saya bisa mencicipinya.

Ya sudah pak, ini berarti saya mesti balik lagi ke Leebong biar kesampaian buat mencicipi kudapan yang bapak maksud 😂

SARAPAN di Pulau Leebong - Makan di pinggir pantai

SARAPAN di Pulau Leebong - Tamu lain juga ditempatkan di meja pinggir pantai

SARAPAN - Nasi Goreng beralas daun simpor yang saya bawa ke kamar 😀

Aktivitas Bersama Anak 

Jujur, anak saya sejak pandemi tidak pernah keluar rumah. Sekalinya keluar saya bawa ke Pulau Leebong, langsung seperti anak ayam lepas dari kandang, main ga berhenti-henti saking senangnya, apalagi di pantai dengan laut super dangkal, bukan main gembiranya.

Kami keluar villa selepas subuh, pergi bersepeda ke Pantai Chicas untuk melihat sunrise. Sampai di sana waktunya pas, matahari mulai terbit dengan sangat indahnya. Saya terpukau lama, sementara anak saya cuek bebek, fokus pada laut saja pingin lekas-lekas nyebur 😂

Setelah menyaksikan sunrise yang menyentuh hati, saya dan anak main air. Dia berendam lama mengorek pasir di dasar air, mencari kerang. Lalu berenang ke gazebo. Saya sudah sering ke sini, jadi kali ini saya ingin mengabadikan kegiatan anak saya saja, sepuasnya.

Setelah dari Pantai Chicas kami pindah ke pantai depan resto. Di sana berenang, snorkeling, memberi makan ikan, dan main paddle board. Wuah, di sini terasa serunya, bisa nyebur bareng loncat dari jembatan, dan tertawa bareng saat memberi makan ikan yang super ngagetin.

Saya beruntung Selasa pagi sampai siang (17/11/2020) cuaca sangat cerah. Kegiatan main di laut jadi asyik, foto-foto dan videoan juga puas. Selama di sana saya banyak sekali mengandalkan ROG Phone 3 buat ambil gambar, diselingi realme narzo 20 Pro. Happy jadi punya banyak dokumentasi cakep!

Sunrise di Pulau Leebong 

Air pasang di Pantai Chicas, asyik buat berendam dan berenang

Snorkeling di Pulau Leebong, lokasi di depan villa

Main Paddle Board sepuasnya

 
Fogging tiap hari demi tamu

Pulau terpencil identik dengan serangga liar, bahkan ada yang seluruh pulaunya dipenuhi nyamuk. Di bagian selatan Belitung ini memang ada 1 pulau yang terkenal dengan nyamuknya yang ganas, Pulau Rengit namanya. 

Bagaimana dengan Pulau Leebong? Sependek saya pernah datang dan menginap di sini sejak tahun 2016 hingga sekarang 2020, saya tidak pernah mendapatkan pengalaman buruk dengan nyamuk. 

Biasanya tiap sore ada fogging secara menyeluruh terutama di area villa dan sejumlah tempat yang biasa dijadikan tempat tamu berkumpul. Namun sejak pandemi intensitasnya dikurangi karena tingkat kunjungan tamu menginap berkurang. Tetapi jika ada yang menginap, meskipun hanya 1 orang, fogging tetap dilakukan.

Ohya sebab itu pula kenapa lantai dan dinding kayu villa disusun dengan sangat rapat, bahkan tanpa jendela, salah satunya agar tidak mudah dimasuki nyamuk. 

Nah, saya menangkap momen fogging pada tg. 16/11/2020 lalu, penampakannya ada pada foto berikut.
Villa Cakra Pulau Leebong - Bukan kabut, tapi asap fogging 😁

Villa Cakra - Dirancang dengan seksama, didesain dengan indah

Harga Villa Cakra 

Saat ini Villa Cakra belum ditawarkan untuk umum. Harganya belum ditetapkan. Berapa kira-kira harganya?

Saya akan ulas sekilas villa lain yang merupakan kakak-kakaknya Villa Cakra :

RATE VILLA di Pulau Leebong

  • Chiccas Villa Rp 4,800,000,-
  • Declan Villa Rp 4,800,000,-
  • Abe Villa Rp 6,800,000,-
  • Zarra Tree House Rp 4,800,000,-
  • Barata Villa Rp 8,600,000,-

Villa Barata saat ini merupakan villa dengan harga tertinggi, maka jika Villa Cakra lebih besar, harganya bisa jadi lebih tinggi dari harga Villa Barata 😃

Kalau bujet pas-pasan, tarif nya memang berat ya buat bayar sendiri, makanya cocok buat rombongan besar, misal keluarga besar, atau bepergian dengan kelompok besar bersama kawan di komunitas atau pun perusahaan.

Ada harga ada kualitas. 

Kedatangan saya sebanyak 6 kali ke pulau ini, menandakan bahwa tempat ini memang istimewa buat saya pribadi.

Ada banyak alasan untuk menyukai dan mencintai Pulau Leebong. Saya sudah menceritakannya berkali-kali di blog ini, dan ada ratusan foto yang pernah saya upload di media sosial seperti Instagram, serta sejumlah video di Channel Katerina. S

Alhamdulillah, anak-anak dan suami sudah merasakan betapa menyenangkan berlibur di tempat ini. Saat bersama teman-teman pun, saya happy. Telah dua kali saya kemari mengajak teman-teman blogger, karena saya ingin mereka juga merasakan bagaimana berkesannya liburan di Pulau Leebong.

Keramahan adalah alasan paling penting yang saya suka dari Pulau Leebong

 
Bersama Pak Yudi dan Geril


Kegiatan saya selama di Pulau Leebong dapat dilihat dalam bentuk foto maupun video, silakan kunjungi:

Channel Katerina. S untuk video 
  • Bersepeda di Pulau Leebong
  • Sunrise di Pulau

Instagram dan FB Pages @travelerien

Untuk kegiatan, berikut adalah hal-hal yang bisa dilakukan selama di Pulau Leebong:
  • - Bersepeda
  • - Berenang
  • - Bersantai di pantai
  • - Snorkeling
  • - Keliling Mangrove
  • - Main Kayak
  • - Main Padlle board
  • - Pergi ke Gusung (Pulau Burung)
  • - Nyuloh (tergantung musim)
  • - Api unggun

Untuk pemesanan villa bisa melalui Traveloka dan Booking.com

Jika datang dengan rombongan, sebaiknya gunakan jasa travel lokal agar acara Anda lebih terencana dan terjadwal dengan baik. Saya biasanya menggunakan Picniq & Tour, kalian bisa kontak Jeffry atau adminnya di nomor: +62 821 7560 1111 Call and WA, dan +62 819 4955 5588 WA.

Saya merekomendasikan Picniq Tour karena mereka sudah biasa membawa tamu dalam jumlah besar bahkan artis ibukota. Baru-baru ini mereka handle 30an artis Ivan Seventeen dkk dalam acara Belitung Bersepeda bersama komunitas @48bersepeda dan @belitungfoldingbike. 

Ohya, Pulau Leebong ini sudah 3x jadi lokasi syuting acara Trans 7, My Trip My Adventure, dan lainnya. Serta jadi lokasi syuting sinetron produksi Malaysia. Sejumlah pejabat dari Jakarta sudah datang dan menginap di sini, salah satunya Ibu Puji Astuti pernah kemari ketika masih menjadi menteri.

Pengalaman manis kala menginap di Villa Cakra berdua saja sama anak 💚

Kapan harga Villa Cakra akan diluncurkan? Tunggu tanggal mainnya, waktunya tak lama lagi.

Kabar menariknya, tak lama lagi Pulau Leebong akan memiliki Ocean Bar, sebuah bar di atas laut yang terletak di bagian terdepan pulau. Saat saya di sini, Ocean Bar sedang dibangun, dan kemungkinan Januari 2021 sudah jadi. 


Saya dengan senang hati akan kembali dan melihatnya bersama keluarga.

Semua informasi tentang Leebong Island silakan kunjungi:

Leebong Island, Belitung - Indonesia  
+62 877 9609 9123 (IDN) (WhatsApp Only)  
+62 817 0 917 677 (ENG) (WhatsApp Only)  
resort@leebongisland.com

🌺 Terima kasih Pak Yudi, Pak Tellie, dan Pak Toto atas kemurahan hati dan keramahannya. 

Artikel lain tentang Leebong Island dan Belitung:


Share this

A mother of two who loves travel and enjoy to share my journey and valuable experiences

Related Posts

Previous
Next Post »

13 Comments

  1. Pulau leebong emang gak ada habisnya. Pernah lihat ulasannya dan benar-benar cakep banget. Kayaknya bakal jadi bucket list nih. Doa akan segera ya Mbak saat pandemi berakhir bisa main ke sini. Eh tapi di masa pandemi pun sebenarnya aman ya main kemari. Karena pulau leebong tidak begitu ramai seperti pulau lainnya.

    BalasHapus
  2. melihat design bangunannya...aku teringat dengan rumah khas di manado,,mirip bgt....klo tdr dstu jadi adem bgt krn berbahan kayu....aku pen liburan,,,,,,jadinya kan pas baca artikel ini

    BalasHapus
  3. Pulau Rengit, itu berarti di sana nama nyamuk juga rengit ya. Seperti di Sunda. Bedanya kalau di Sunda pakai EU. Jadi reungit. Hehehe...

    BalasHapus
  4. Mbak Rien itu adiknya?
    Hihihi atuda dulu saya malah mengira Mbak Rien masih gadis, belum punya anak
    Eniwei informatif pisan tulisan nya
    Tadi siang sempat lihat IG Mbak Rien di pulau Leebong
    Dan sekarang baca tulisannya. Nanti malam ngimpi deh terbang kesana 😀😀😀
    Harus nabung yang kenceng ya, supaya gak sekadar mimpi 😀😀💪💪

    BalasHapus
  5. Wuih keren banget ya villanya. Semua fasilitasnya mewah. Gak heran deh harganya lumayan. Karena yang kita dapatkan juga sebanding ya. Duh itu pemandangan luarnya, memanjakan mata bangeeeet. 😍

    BalasHapus
  6. Harganya memang sebanding dengan kenyamanan yang didapat, untuk menuju kesana ayo nabung donk! *ngomong sama aku sendiri, LOL. Baguuuuuuus banget mbak rin!

    BalasHapus
  7. Asik banget suasananya, dari villa, pas sarapan, di pantai, terus lihat laut, Deuh ini mah nyaman kebangetan. Apalagi menikmatinya bareng keluarga ya, awas nanti nggak mau pulang haha

    BalasHapus
  8. Terakhir aku ke sini, Villa Cakra ini sedang dibangun ya kalau gak salah. Besar banget ya Rien. Bisa muat 16 orang. Cocok untuk liburan sekeluarga besar atau dengan sekompi temen-temen.

    BalasHapus
  9. Bener banget sih kalo villa segede itu lebih baik ngajakin rombongan. Coba deh aku tawarkan keluarga suami yang doyan jalan bareng sekelurga, mana tahu tertarik ke leebong tahun depan. Nungguin pandemi ngilang dulu, mbak, karena ibu pasti selalu kami ajak juga. Suka banget baca cerita mba Rien waktu nginap di Villa terbaru ini, kegiatannya juga seru meski santai aja ya

    BalasHapus
  10. wishlist 2021 cuss ke Pulau Leebong!
    Cantiikknyaaaa khanmaen. Beneran bisa jadi destinasi yg memercikkan inspirasi ya mbaaa
    aduuh, itu kamar d villanya gede bangett, kebayang kalo para bloger cewe nginep sono dan ngerumpiii ampe puas wkwkwkwk

    BalasHapus
  11. senangnya bisa liburan keluarga di pulau leebong ya mbak....
    pemandangannya bagus, bisa main di pantai se bersih itu, villa nya juga sangat nyaman dan instagramable pula

    BalasHapus
  12. Cakep tempatnya. Ada balkon menghadap laut. Ada sarapan di pinggir pantai. Bahkan vila nya selalu di fogging. Menjamin kebersihan banget.

    Bikin kangen liburan jauh

    BalasHapus
  13. Kelihatan tenang dan damai banget suasananya mbak, serasa ikut liburan lewat foto-foto yang ditampilkan😍 Semoga kapan-kapan bisa aja keluarga juga main-main ke pulau, Aamiin..Disholawatin aja dulu, hehehehe✨

    BalasHapus

Leave your message here, I will reply it soon!