Merawat Kucing Larry di Kittens Park, Klinik Hewan Khusus Kucing di BSD Serpong

20.10
Saya memiliki rasa sayang pada setiap jenis hewan, namun hanya ikan dan kucing yang sanggup saya pelihara. Yang lain, cukuplah sebatas sayang tanpa harus memelihara karena tidak semua hewan berani saya dekati dan elus-elus. Kesukaan saya pada kucing sama dengan kesukaan saya pada kegiatan jalan-jalan dan berwisata. Karena itu, meski blog ini adalah blog travel, cerita tentang kucing yang saya rawat akan saya tulis di sini. Dan ini, adalah tulisan ketiga tentang kucing yang ada di blog travelerien.
Merawat Kucing Kesayangan
Hari ini tepat tahun ke-5 sejak Kucing Oreo mati ditabrak mobil oleh orang tak bertanggung jawab. Jika masih hidup, usianya menginjak 6 tahun. Hari ini pula, 5 tahun lalu, hari pertama kami kedatangan Kucing Larry, pemberian tetangga sebagai pelipur lara atas matinya Oreo.

Cerita tentang kucing Oreo dan Larry bisa dibaca pada tulisan terdahulu pada link berikut (klik):

Saya tidak sengaja mengingat hari kematian Oreo. Semua bermula dari keinginan saya untuk menulis kronologi luka Larry, serta aktivitas merawat luka yang dialami oleh Larry di salah satu klinik kucing di BSD, yaitu Kittens Park, di Golden Vienna Kencana Loka BSD, Serpong.

Ketika mulai menulis di blog, saya mencari tulisan lama tentang Larry, dan ketemu tulisan yang link-nya sudah saya sebutkan di atas. Otomatis saya membaca, dan dari sana akhirnya sampai pada kisah kematian Oreo. 

Ya, hari ini Senin tgl. 9 Maret 2020 bertepatan dengan hari kematian Oreo, sekaligus hari kedatangan Larry pertama kali di rumah kami, 5 tahun yang lalu. 
Ketika Oreo dan Larry masih sama-sama kecil

Terkenang Oreo, Kucing Dari Dalam Got

Seperti yang pernah saya ceritakan pada tulisan terdahulu, saya dan keluarga tidak sengaja memelihara kucing. Dulu Oreo kecil kami temukan basah kuyup dalam got, lemah dan kelaparan. Lalu kami selamatkan dan rawat, sampai Oreo kuat dan sehat. 

Setelah agak besar Oreo kami lepaskan. Kami membiarkan Oreo bermain di luar, tapi kami membersihkan badannya setiap ia pulang ke rumah. Mainnya tak jauh, paling di garasi, di kebun kecil depan teras, atau di jalan depan rumah. Jalan depan rumah kami bukan jalan umum yang dilalui sembarang kendaraan. Oreo aman bermain di sana. Kecuali bila ada tetangga yang lewat sambil ngebut dan tak lihat-lihat jalan.

Ada beberapa ekor kucing lain milik tetangga yang sering datang ke rumah. Biasanya kami sambut dan beri makan. Setelah kenyang dan mau diajak bermain, kucing-kucing itu pergi. Kadang nggak mampir lagi, kadang mampir tiap hari. Kami tidak pernah bermasalah dengan kucing-kucing yang mampir. Dan mereka juga tidak pernah ada yang menetap, kecuali Oreo.

Setahun saja bersama kami, Oreo akhirnya pergi untuk selamanya, mati ditabrak mobil di depan rumah oleh orang yang tidak mau mengaku. Kami menguburkannya di pinggir jalan belakang rumah, di bawah pohon yang teduh.

Di hari kematian Oreo, tetangga lain yang baik hati mengantarkan anak kucing berbulu putih campur coklat terang. Sejak itulah, kami punya Kucing Larry.
Larry, 9 Maret 2020

Disiram air panas atau air keras?

Suatu hari kami menemukan Larry dalam keadaan terluka. Kami menduga luka tersebut akibat berkelahi dengan kucing lain. Soalnya, selama beberapa hari sebelum kejadian, hampir tiap malam terdengar suara kucing berantem, sangat ribut. Pernah ketika kami datangi, terlihat Larry sedang tatap-tatapan dengan kucing jantan lain. Saling mengeong, mungkin marah-marahan. Di hari lain saat ada keributan lagi, kami dekati lagi, ternyata bukan Larry. 

Intinya, beberapa hari jelang kejadian, hampir tiap malam ada kuncing berkelahi dan bikin ribut. Makanya, saat melihat kondisi Larry terluka, kami langsung menyimpulkan akibat dari cakar-cakaran atau gigit-gigitan dengan kucing lain.

Pertolongan pertama yang kami lakukan adalah membersihkan luka dan memberi betadine. Saat itu saya tidak terlalu panik, bahkan terlalu santai dengan kondisi luka Larry. Saya tidak bawa Larry ke dokter karena saya pikir nanti lukanya akan cepat mengering dan akhirnya sembuh. 

Tetangga depan rumah memelihara kucing non domestik, dan saat dia tahu Larry luka, dia memberi saya saran untuk mengolesi Larry pakai Benoson. Katanya biar luka Larry cepat kering. Nah, obat yang dia sarankan saya beli, dan saya pakaikan untuk mengobati Larry.

Tetapi, hingga beberapa lama itu luka tidak juga sembuh. Malah tambah lebar. Saya jadi cemas. Herannya, meski luka masih menganga, Larry masih rajin pergi bermain, berkelahi dengan kucing lain, bahkan kawin. 

Saya jadi bingung. Periksa ke dokter nggak ya? 

Selama Larry sakit, suami jarang di rumah. Anak laki pun sekolah dan sibuk sampai sore. Saya, kalau bawa Larry sendiri nggak berani karena takut sama lukanya. Tiap telpon klinik langganan buat minta bantuan penjemputan, selalu tidak bisa karena tugasnya di klinik tidak bisa ditinggal. Dan pada saat itu, tenaga di klinik memang sedang tidak banyak, jadi tidak bisa bantu jemput. Bawa Larry ke dokter nggak jadi terus. 

Hingga akhirnya saya panik saat melihat badan Larry yang jadi kurus. Makannya pun makin sedikit. Kali ini Larry nggak banyak main. Jika ada kucing lain, dia kabur, sembunyi di garasi. Mungkin takut disakiti. 

Saya jadi sedih. Akhirnya, Sabtu lalu pas suami dan anak ada di rumah, Larry langsung kami bawa ke dokter. 
Masih bisa keliling garasi dan bermain di luar pagar. Badannya agak kotor karena belum boleh dimandikan dulu selama pengobatan.

Penanganan Terbaik 

Bukan kali pertama Larry mengalami kejadian tidak mengenakkan seperti ini. Dulu pernah tersenggol tidak sengaja di garasi. Ceritanya waktu itu suami mau mengeluarkan mobil dari garasi. Mobil maju dengan pelan, tapi tiba-tiba ada suara gedebug seperti menabrak sesuatu. Ternyata Larry. Padahal tadinya tidak ada di depan. Entah datangnya dari mana. Suami seketika mematikan mobil dan menghampiri Larry. Larry kayak kaget. Lalu lari ke arah tanaman. Berdiam di sana dengan suara seperti menggeram. Saat didekati ternyata mulutnya berdarah. Tapi badannya tidak apa-apa. Tidak ada luka dan masih bisa jalan.

Tidak mau terjadi apa-apa, Larry kami bawa ke klinik hewan di Nusa Loka atas rekomendasi tetangga. Sampai di klinik diperiksa ternyata hasil rontgen menunjukan rahang Larry bergeser dan mesti dioperasi buat balikin seperti semula, supaya bisa makan. Biayanya lumayan besar. 

Nah, kali ini saya periksakan Larry ke klinik di Kitten Park, tempat saya biasa beli makanan Larry, dan tempat di mana dulu Larry biasa dimandikan. 
Jadwal buka toko dan klinik di Kitten Park

Salah Obat!

Kemarin Sabtu (7/3/2020) saya bertiga dengan suami dan Alief membawa Larry ke Klinik Hewan di Kitten Park. Dokter yang menangani ada dua, yaitu Dokter Yuriko dan dokter perempuan lainnya yang namanya saya tidak ingat. 

Setelah diperiksa, kondiri Larry ternyata parah. Larry mengalami dehidrasi, itu sebabnya lemas dan sulit makan. Saat itu juga Larry langsung diinfus. Tak hanya itu, Larry mesti dirawat inap untuk penanganan lebih lanjut. 

Mengenai luka, dokter Yuriko menduga Larry disiram air panas dan ia menanyakan kepada kami apakah hal itu benar. Saya sendiri sungguh tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi sehingga luka Larry separah itu. Dulu dugaan awal kami karena Larry berantem dengan kucing lain. Walaupun dalam hati sebenarnya agak curiga kenapa lukanya bisa seperti itu. 

Saat dokter tahu kami mengobati kulit Larry pakai Benoson, dokter bilang kami salah obat. Benoson itu obat anti radang pada kulit, justru membuat luka tambah sulit sembuh. Ya Allah pantas susah sembuh ternyata kami salah obat. Saya sungguh menyesal kenapa pas luka tidak langsung konsul ke dokter, tapi malah mendengarkan kata tetangga. hiks...

Saya pasrahkan pengobatan Larry pada Dokter Yuriko. Dokter perempuan ini sangat ramah. Ia tampak sabar sekali pada pasien yang dirawatnya. Caranya berbicara pada kucing, terlihat lembut dan penuh rasa sayang. Saya betah melihatnya. 
Ruang Prakter drh Yuriko (Foto ini diambil atas seijinnya)
Rawat Jalan Kucing Larry

Kucing Larry menjalani rawat inap selama 1 malam. Di pertemuan pertama, Dokter Yuriko memberikan infus untuk mengatasi dehidrasi yang dialami Larry. Luka dibersihkan dan diobati. Esoknya, Minggu (8/3/2020), Larry sudah bisa kami jemput dan bawa pulang, lanjut perawatan di rumah.

Hari itu, Dokter Yuriko menyebutkan kemungkinan adanya masalah pada ginjal dan hati Larry. Masalah ginjal menyebabkan gangguan pada pencernaan, itu sebabnya kemampuan makan Larry bermasalah. Kotoran berwarna abu-abu menunjukkan adanya gangguan pada hati. Dan semua masalah itu bisa diobati jika mau.

Saya sedih mengetahui hal itu. Tapi namanya kucing, udah tua pula, pasti ada saja masalah yang timbul pada kesehatannya. Sama seperti manusia. 

Apalagi, Larry kan bukan peliharaan yang kami kurung dalam rumah. Ia bebas berkelana kemana saja, bertemu kucing lain, melahap sembarang makanan di jalan, dan mungkin saja bertemu dengan bermacam penyakit. 

Dilema memang. Jika dikurung saja dalam rumah, rasanya seperti menyiksa. Bagi saya hewan butuh kebebasan, bergaul, dan merasakan hidup di dunianya. Lain halnya bila sengaja mengadopsi kucing ras. Perlu pengawasan khusus. Tapi di komplek ku ini, tetangga juga banyak yang memelihara kucing ras, namun dibebaskan keluar rumah. Kucing ras dan domestik bergaul, bermain bersama. 
Kondisi luka pada leher atas Larry

Saya berusaha untuk fokus dulu pada kesembuhan luka Larry. Nantinya, kalau mau dikebiri, atau menjalani pengobatan pada organ lain, ya monggo. 

Dokter Yuriko memberikan salep racikan untuk kami oleskan pada luka Larry, setiap pagi dan petang, sampai membaik. Minggu depan harus kontrol lagi untuk melihat perkembangan setelah pengobatan.

Sekarang di rumah, tugas Alief dan suami yang membersihkan dan mengobati luka Larry. Saya tidak berani. Selain memang jijik'an, meskipun sama kucing yang saya sayangi, saya juga phobia pada bentuk bulat-bulat. Nah, di kulit Larry yang luka dan menganga itu, saya sering melihat bentuk-bentuk seperti itu, dan asli bikin saya sakit kepala dan pingin muntah.

Selama masa pengobatan, saya menyiapkan makanan, membersihkan semua tempat makan dan minum, serta menjamin kandang Larry selalu bersih dan wangi. 

Saya tentu saja sangat berharap Larry sembuh kembali seperti sedia kala. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan untuk sembuh, menolong Larry dengan kuasaNYA. Aamiin YRA.
Kittens Park

Kittens Park BSD

Toko hewan kesayangan ini merupakan toko langganan banyak orang. Tetangga saya kebanyakan berbelanja di sini untuk kebutuhan kucing peliharaan, juga untuk mendapatkan layanan kesehatan. Saya pun sudah datang ke sini sejak 5 tahun lalu. 

Saya suka Kitten Park karena sesuai namanya, toko hanya melayani segala kebutuhan untuk kucing. Begitu juga dengan klinik hewan yang ada di lantai 2, khusus kucing. Dulu pernah ke klinik hewan di Nusa Loka, di sana campur, melayani kucing dan anjing. Saya tidak anti anjing, hanya sedikit takut dan merasa lebih nyaman bila hanya kucing saja yang dilayani di sana.

Nah di Kitten Park ini tersedia berbagai merk makanan kucing. Dari yang kering maupun yang basah. Produk fashion kucing pun ada, dari baju, gelang, hingga kalung. Tempat makan & minum, tempat pasir, keranjang, hingga kandang, semua ada. 

Di Kitten Park, harga produk yang dijual termasuk bersahabat. Jadi, kita bisa berbelanja dengan harga normal yang tidak memberatkan kantong. Untuk pembayaran, toko menerima transaksi dengan cash dan debet ATM (BCA & Mandiri). Untuk kartu kredit belum tersedia. 

Untuk layanan kesehatan, klinik hewan ada di lantai 2. Ada 2 orang dokter wanita yang siap membantu bila ada keluhan pada hewan kesayangan. Dokternya ramah dan baik banget, insha Allah hewan peliharaan kita bisa ditangani dengan baik oleh mereka.

Di Kitten Park juga tersedia layanan perawatan seperti mandi untuk kucing, mandi biasa Rp 50,000 dan Rp 75,000 untuk grooming.

Nah, kalau kita hendak bepergian lama, kucing peliharaan bisa dititipkan di sini dengan tarip Rp 50.000 permalam. Teman saya Mbak Emil biasa menitipkan kucingnya di sini bila sedang mudik ke Sumatera, atau saat bepergian lama. Murah kok tarifnya, tapi kucing kita aman dan nyaman selama ditinggal. Makan terjamin, dimandikan pula.
Produk makanan kucing

Barang perlengkapan kucing peliharaan
Baju kucing

Buat teman atau tetangga yang tinggal di BSD, atau pun di sekitaran BSD Serpong, bila mencari kebutuhan perlengkapan untuk kucing, atau pun klinik kesehatan kucing, silakan ke Kitten Park, nomor kontaknya sbb:


Kittens Park

Ruko Golden Vienna 2 Blok CA No.6 Sektor 12
Jalan Kencana Raya, Serpong, Ciater,
Kec. Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten 15310
Jam buka: pukul 08.00
Buka setiap hari kecuali hari Kamis libur.
Telepon: (021) 75876336

Share this

A mother of two who loves travel and enjoy to share my journey and valuable experiences

Related Posts

Previous
Next Post »

1 Response to "Merawat Kucing Larry di Kittens Park, Klinik Hewan Khusus Kucing di BSD Serpong"

  1. Ya Allah mba.. Sedih bacanya semoga Larry cepat sembuh ya, apa gak dikasih susu beruang atau air kelapa ijo mba

    BalasHapus

Leave your message here, I will reply it soon!