Review RicheeseGPT Garlic Parmesan, Menu Baru Richeese Factory Non Pedas
Saya dan Ayam Pedas yang Tidak Selalu Akur
Saya ini suka ayam. Tapi hubungan saya dengan ayam itu seperti hubungan saya dengan notifikasi promo di ponsel. Tidak semuanya bisa langsung saya terima. Ayam bersantan yang bumbunya terlalu pekat kadang bikin saya mikir dua kali. Ayam yang pedasnya kelewatan juga pernah membuat kepala saya pening dan tingkah saya tidak jauh beda dari anak kecil yang kehabisan kuota internet. Jadi jelas ya, bukan ayamnya yang salah. Hanya saja, saya dan rasa kadang perlu negosiasi.
Kalau ayam goreng, itu lain cerita. Digoreng garing, masih hangat, kriuknya terdengar sebelum digigit, itu definisi bahagia yang sederhana. Tapi tetap ada syaratnya. Harus hangat. Karena ayam goreng yang sudah dingin itu seperti semangat olahraga hari Senin pagi. Niatnya ada, tapi rasanya tidak lagi sama.
Soal pedas pun saya punya prinsip. Saya suka pedas, tapi pedas yang tahu diri. Yang masih bisa diajak kompromi. Bukan pedas yang membuat saya mempertanyakan keputusan hidup dalam satu gigitan. Jadi biasanya kalau ke restoran ayam, saya pilih yang aman. Ayamnya tidak pedas, sausnya saja yang ditambah sesuai kemampuan iman.
Karena itu, ketika saya mendapat undangan peluncuran menu baru dari brand yang identik dengan pedas, jujur saja saya penasaran. Sekaligus waspada.
Peluncuran RicheeseGPT di Richeese Factory Veteran: Datang dengan Rasa Ingin Tahu
Sabtu siang, 14 Februari 2026, suasana di Richeese Factory Veteran tampak lebih ramai dari biasanya. Area restoran ditata khusus untuk acara. Di atas panggung kecil, terdapat backdrop besar bertuliskan RicheeseGPT: Garlic Parmesan Temptation.
Media, food blogger, dan KOL sudah duduk rapi. Musik mengalun pelan. Suasananya hangat, tidak terlalu formal, tapi tetap terasa sebagai momen penting.
Nama menunya membuat saya sempat tersenyum. RicheeseGPT. Ternyata GPT di sini adalah Garlic Parmesan Temptation. Oke, ini bukan soal teknologi, tapi soal rasa.
Dan sebagai seseorang yang sering memilih menu aman, saya langsung bertanya dalam hati: apakah ini akhirnya pilihan yang lebih bersahabat untuk saya?
Welcome Speech dan Peluncuran RicheeseGPT Garlic Parmesan
Acara dibuka oleh MC yang interaktif dan penuh energi. Ia langsung mencairkan suasana dengan melempar pertanyaan tentang level pedas favorit para tamu. Ada yang menjawab mantap tanpa ragu, ada juga yang tertawa sambil mengaku sering kalap memilih level tertinggi lalu menyesal di tengah jalan.
Sejak awal, atmosfernya terasa santai. Bukan tipe konferensi pers yang kaku dan penuh formalitas, tapi lebih seperti kumpul seru yang tetap terarah.
Sambutan dari pihak Richeese Factory pun disampaikan dengan gaya ringan dan mengalir. Tidak bertele-tele, langsung mengantar kami ke inti acara.
Setelah itu, masuk ke sesi utama. Kami diajak menyaksikan penayangan perdana DVC Richeese Chicken. Visualnya dinamis, dengan tone yang menggugah selera dan menonjolkan karakter gurih serta sensasi pedasnya.
Begitu video selesai, suasana dibuat sedikit lebih dramatis. Produk kemudian ditampilkan dan diperkenalkan secara simbolis.
Momen Product Reveal dan Gigitan Pertama
Tak lama, setiap undangan mendapatkan sajian di meja masing-masing untuk dicicipi langsung. Dari momen itulah rasa penasaran berubah menjadi pengalaman nyata.
Aroma garlic yang hangat langsung terasa saat RicheeseGPT berada di hadapan saya. Taburan keju Parmesan terlihat cukup melimpah. Wangi garlic yang hangat berpadu dengan keju Parmesan yang khas.
Saya mengambil satu potong.
Gigitan pertama langsung memberi jawaban atas rasa penasaran saya. Kulitnya crispy dengan tekstur yang konsisten. Renyahnya terdengar jelas. Begitu masuk ke bagian dalam, dagingnya tetap juicy.
Seasoning keju Parmesan terasa cukup bold, tapi tidak berlebihan. Gurihnya bersih. Garlic hadir sebagai lapisan rasa yang memperkaya, bukan mendominasi.
Yang paling penting bagi saya, tidak ada sensasi pedas yang membuat saya panik. Ini tipe rasa yang bisa dinikmati tanpa drama.
Beberapa teman food blogger mengangguk setuju. Ada yang bahkan berkata, ini cocok buat yang tidak kuat pedas.
Saya hanya tersenyum. Dalam hati, ini termasuk saya.
Inovasi yang Lahir dari Masukan Cheesemate
Perjalanan Brand dan Komitmen pada Kualitas
Rangkaian Acara yang Seru dan Interaktif
Testing Session dan First Bite Experience
Media Q&A Seputar RicheeseGPT Garlic Parmesan
Acara berlanjut ke sesi Media Q&A dan interaction. Ini sesi yang lebih serius, tapi tetap santai. Media, KOL, dan blogger diberi kesempatan bertanya langsung kepada perwakilan brand.
Topik yang dibahas cukup lengkap, mulai dari konsep produk, target market, strategi launching, hingga rencana ke depan.
Dari grup food blogger, rekan saya Mei dan Salman juga ikut bertanya.
Mei menanyakan bagaimana profil rasa dari menu Richeese Parmesan Chicken ini. Pertanyaan yang sangat relevan, karena rasa adalah kunci.
Salman bertanya tentang pesan utama yang ingin disampaikan Richeese Factory melalui kampanye menu baru ini.
Jawaban yang diberikan menegaskan kembali bahwa menu ini hadir sebagai pilihan non pedas yang tetap berkarakter, sekaligus mengajak konsumen untuk Berani Explore Rasa dengan cara yang lebih inklusif.
Interaksi dan Percakapan Setelah Sesi Cicip
Setelah sesi mencicipi dan diskusi, acara berlanjut dengan tanya jawab tambahan dan sesi foto. Para undangan saling bertukar kesan. Ada yang membandingkan dengan Fire Chicken, ada yang menyebut ini akan jadi favorit baru karena lebih ramah untuk semua kalangan.
Suasananya santai. Tidak terburu buru. Ada ruang untuk benar benar menikmati dan berdiskusi.
Keseruan Peluncuran RicheeseGPT Garlic Parmesan
Kalau dirangkum, rangkaian acaranya benar-benar lengkap.
Dimulai dari welcome speech, peluncuran resmi, penayangan perdana DVC, momen reveal produk, sesi testing, ice breaking, games berhadiah, Media Q&A, hingga honest review langsung dari para undangan.
Ada momen nanya-nanya, ada momen ditanya balik, ada momen ketawa karena kuis, dan tentu saja momen menikmati ayam hangat dengan seasoning keju dan aroma garlic yang menggoda.
Buat saya pribadi, ini bukan sekadar peluncuran menu. Tapi pengalaman yang dirancang supaya kami benar benar merasakan perjalanan produk dari cerita sampai ke gigitan pertama.
Harga dan Ketersediaan RicheeseGPT
Menu RicheeseGPT Garlic Parmesan sudah tersedia di seluruh gerai Richeese Factory Indonesia.
Untuk harga, RicheeseGPT dibanderol mulai dari Rp22.000 tergantung paket dan pilihan menu. Konsumen juga bisa memilih paket combo atau pembelian satuan sesuai selera. Informasi promo terbaru dapat dicek langsung melalui aplikasi resmi atau gerai terdekat.
Ketika Tidak Pedas Justru Jadi Keberanian
Bagi saya pribadi, langkah ini menarik. Brand yang dikenal dengan pedasnya berani menghadirkan varian non pedas dengan karakter kuat. Itu bukan keputusan kecil.
Keberanian ternyata tidak selalu soal seberapa ekstrem rasa yang ditawarkan. Kadang justru tentang menghadirkan keseimbangan yang bisa diterima lebih banyak orang.
Menu ini sudah tersedia di seluruh gerai Richeese Factory di Indonesia dan bisa dinikmati langsung di restoran, drive thru, maupun melalui aplikasi pemesanan online.
Kalau kamu selama ini selalu memilih level pedas tertinggi, mungkin ini bisa jadi jeda yang menyenangkan.
Dan kalau kamu seperti saya, yang suka pedas tapi tetap butuh opsi aman, mungkin ini saatnya ikut Berani Explore Rasa dengan cara yang lebih nyaman.
Berbeda dengan Fire Chicken yang terkenal dengan level pedasnya, RicheeseGPT menawarkan pengalaman rasa yang lebih ramah untuk semua kalangan, termasuk anak anak dan konsumen yang tidak terlalu kuat pedas.
Saya pribadi melihat RicheeseGPT sebagai jawaban untuk yang ingin tetap menikmati ayam crispy khas Richeese tanpa harus berhadapan dengan level pedas ekstrem. Dengan harga mulai Rp22.000, menu Garlic Parmesan ini terasa lebih inklusif.
Tidak semua keberanian harus pedas. Kadang cukup memilih rasa yang paling sesuai dengan diri sendiri.






.jpg)
.jpg)


.jpg)
.jpg)
.jpg)
