Naik Menara Teratai, Landmark Kota Purwokerto di Kawasan Bung Karno

Berburu View Kota Purwokerto dari Ketinggian

Pertama kali aku tahu Menara Teratai dari Pungky, teman blogger asal Depok yang sudah lama bermukim di Purwokerto. 

Pungky bekerja di bidang pariwisata, di bawah Dinporabudpar Purwokerto. Tentunya Pungky tahu objek wisata kota apa yang bisa direkomendasikan ke aku. Nah, salah satunya Menara Teratai itu.

"Kalau mau lihat Kota Purwokerto dari ketinggian, dari Menara Teratai bagus banget, Mbak Rien," ujar Pungky.

Buatku yang memang suka berburu cityscape bila datang ke suatu kota, info dari Pungky sangat berguna. Jadi, kutanggapi informasi dari Pungky dengan antusias.

Tapi, bukankah dari ketinggian gedung hotel pun bisa dapat view kota? 🤔

Foto bareng Pungky di Menara Teratai

Menginap di Luminor Hotel, Dapatnya View Punggung Mall 

Selama di Purwokerto, aku dan keluarga menginap di Hotel Luminor. Alasanku memilih Luminor karena lokasinya strategis di pusat kota. Dekat alun-alun Purwokerto, dekat pula dengan beberapa objek wisata dalam kota. 

Gedung hotelnya pun tinggi, mestinya sih punya view kota.

Baca juga: Menginap di Hotel Luminor Purwokerto

Tapi ternyata, view yang kudapat dari kamarku adalah punggung mall. Mending kalau cuma selebar punggung Gong Yoo, ini lebarnya 1000 punggung Lee Min Ho! Nutupnya banyak! Hadeuh 😅 

Aku mesti keluar kamar, pergi ke sisi lain hotel supaya dapat view yang aku mau. Spot pandang terdekat dari kamar adalah lorong menuju lift yang menghadap ke selatan. Di situ ada dinding kaca lebar menghadap bagian depan hotel. Ternyata, inilah view yang aku lihat... gak seberapa spesial 😄

View Menara Teratai dari Luminor Hotel

"Naik Menara Teratai bu kalau mau dapat view 360⁰," ujar staff hotel Luminor yang aku tanyai pada suatu pagi.

Oh. Okay! 

Berarti memang bakal beda cerita kalau memandang kota dari Menara Teratai. Lebih luas karena bisa dilihat dari segala penjuru. Saran Pungky buat naik Menara Teratai memang udah paling bener.

"Kalau ibu mau lihat kecantikan Menara Teratai di malam hari, ibu tinggal lihat dari hotel kita aja bisa kok bu, bahkan dari dalam kamar ," ucap staff hotel menambahkan.

Ha? Apaaaa?? 😱

Tambahan informasi tersebut aslinya bikin sebel. Telat kak! Mosok ngasih tahunya pas kami udah mau check-out? hu hu. Ya salahku juga sih. Coba sejak awal tiba di hotel langsung nanya, apa ada kamar dengan spesial view atau apa gitu, jadi bisa milih, ya kan? Andai pun gak dapat kamar view Menara Teratai, seenggaknya masih bisa melipir ke lorong depan kamar yang menghadap menara, bisa liat-liat sambil motret.

Menara Teratai di malam hari. (Sumber foto Banyumas24Jam.com)

Meskipun telat diinfo, alhamdulillah beberapa jam sebelum check-out kami masih sempat melihat pemandangan Menara Teratai dari hotel. Aku pun sempat ambil foto sebelum nanti gantian motret dari ketinggian menara.

Sesalku cuma karena gak liat di waktu malam. Keindahan Menara Teratai akan lebih memesona saat lampu warna-warninya bersinar di kegelapan. 

Ini sih yang nyesel cuma aku. Anak-anak dan suami mah santai. Dapat view syukur, gak dapat ya udah 😂

Buat yang berencana berlibur di Purwokerto, misalkan nginap di Luminor, dan pengen stay di kamar dengan view Menara Teratai, harus request dulu ke hotel. Sampaikan saat melakukan pemesanan, supaya terhindar dari view punggung mall yang bikin boring 😂

Dari hotel ternyata bisa lihat Menara Teratai
View Menara Teratai dari Luminor Hotel. Bukit dan pegunungan di kejauhan, tertutup kabut

Menerjang Panas yang Amat Menyengat 

Hari itu Minggu, tgl. 19 Juni 2022. Hari terakhir kami di Purwokerto. Selepas check-out dari Luminor Hotel, kami pergi berwisata. Hanya city tour murah meriah, tapi istimewa, dan bikin bahagia. Istimewanya karena jalan-jalannya sama keluarga, di kota yang sama-sama kami datangi untuk pertama kali.

Sesuai rekomendasi Pungky, kami mengunjungi Taman Mas Kemambang dan Menara Teratai. Taman dulu, menara kemudian.

Baca juga: Berwisata di Taman Mas Kemambang Purwokerto.

Seperti yang sudah kuceritakan sebelumnya, Taman Mas Kemambang itu cantik, bersih, dan nyaman. Tiket masuknya pun murah meriah, tapi isi tamannya sungguh gak murahan. Mau main, jajan, atau sekadar keliling liat-liat saja, semua menyenangkan. 

Bermain di Taman Mas Kemambang

Refreshing di Taman Mas Kemambang

Hari itu Purwokerto panas sekali. Gerah udah pasti. Silau sih jangan ditanya, mata terpicing-picing dibuatnya. 

Aisyah dan Alief main scooter listrik. Aku dan suami keliling liat-liat taman, kolam penuh ikan, dan pastinya foto-foto. Tak lupa jajan minuman. Haus banget euy...

Setelah puas bermain, jajan, dan jeprat-jepret di Taman Mas Kemambang, kami lanjut ke Menara Teratai.

Waktu mau masuk mobil, ya Allah berasa masuk oven wkwk. 

Nyalain AC lama bener sejuknya, saking mobil lama kepanasan di parkiran kali ya. Tapi, keinginan untuk lanjut berwisata ke Menara Teratai tak surut. Tetap maju tak gentar menerjang cuaca Purwokerto yang panasnya sungguh durjana 😂

Jembatan Proklamator. Puncak Menara Teratai terlihat di latar belakang

Kawasan Bung Karno

Jarak dari Taman Mas Kemambang ke Menara Teratai kurang lebih 3 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 10 menit saja. Perjalanan lancar, ga ada macet seperti di Jakarta. Hanya stop di lampu merah, itu pun tak lama, karena jumlah kendaraan gak kayak ular naga panjangnya.

Rute perjalanan kami melewati Alun-Alun Kota Purwokerto, lalu belok kiri meniti jembatan Proklamator dengan sensasi yang biasa-biasa saja. Mungkin jadi spesial kalau pas lewat tiba-tiba ada suara orang baca proklamasi wkwk. Yang ada merinding.

Soal Jembatan Proklamator itu sudah pernah aku posting beberapa kali di instagramku. Jembatan ikonik yang pesonanya berkali lipat bila dilihat pada malam hari, saat lampu warna-warninya menyala.

Nah, dari Jembatan Proklamator itu, Menara Teratai sudah terlihat. Hanya perlu 2 menit saja untuk sampai di parkirannya. 

Tempat di mana Menara Teratai dan Jembatan Proklamator berada ini dinamakan Kawasan Bung Karno.

Berfoto di Jembatan Proklamator

Berkunjung Sebelum Sah Diresmikan

Kawasan Bung Karno meliputi Menara Teratai, Convention Hall Putra Sang Fajar, Jembatan Proklamator, dan Madhang Maning Park.

Telah diresmikan oleh Ketua DPR Republik Indonesia, Ibu Dr. (H.C) Puan Maharani pada hari Rabu tgl. 6 Juli 2022.

Jadi, ketika kami ke sana pada bulan Juni statusnya belum diresmikan. Meski begitu, Menara Teratai sudah beroperasi sejak bulan Mei dan sudah bisa dikunjungi oleh masyarakat setempat, maupun pendatang dari luar kota Purwokerto.

Berikut video peresmian Menara Teratai yang aku ambil dari IG resmi @menarateratai_purwokerto


Masih Baru, Belum Ada Peneduh

Kawasan Bung Karno meliputi hingga 1,4 kilometer di antara jalan yang menghubungkan Jalan Jenderal Soedirman dan Jalan Gerilya.

Luas, tentu saja. Tapi aku agak tercengang dengan keadaan sekeliling menara yang belum ada apa-apa, bahkan terlihat biasa saja. Mungkin karena masih baru. Belum ada taman asri layaknya objek wisata nan indah di tengah kota. 

Di situ hanya ada menara dan sebuah gedung yang dinamakan Convention Hall Putra Sang Fajar. Sisanya pelataran yang sudah dipasangi konblok, parkiran terbuka yang dilengkapi toilet, dan lahan kosong terbuka yang belum diapa-apain.

Madhang Maning Park yang mana dong? 🤔

Parkirannya luas. Berlapis konblok dan beratap langit saja. Karuan saja di siang bolong amat panas saat itu, berlama-lama di parkiran berasa dipanggang. Tinggal taburi garam jadi manusia asin 😅

Ada sih pohon, tapi masih kecil-kecil. Sepertinya baru ditanam. Mudah-mudahan saat ini, setelah 6 bulan berlalu sejak aku dari sana, pohonnya sudah tumbuh besar. Biar parkirannya adem.

Jalan masuk parkiran menara - Juni 2022
Area Parkir Menara Teratai. Sudah ada pohon yang ditanam, tinggal tunggu tinggi besar dan rindang biar adem 🌳

Matahari Kelewatan Garang

Berasa banget dihantui gosong, meskipun sudah pakai sunblock. Alief mencemaskan jerawatnya bakal tumbuh bermekaran. Hanya suami dan Aisyah yang santai tralala. Duo bapak anak yang emang selalu santuy to the max. Mau panas, mau hujan, tetep santuuuy 😅

Berdiam saja dalam mobil ngapain. Kasihan si AC mobil kudu kerja keras menghalau udara panas. Lagian sudah sampai di lokasi masa puter balik lalu pergi?

Pilihannya tentu saja bergegas keluar. Ada dua buah payung selalu standby tinggal disambar, biar gak terlalu sakit kena sengatan matahari saat jalan kaki dari parkiran hingga menara.

Menaranya gak jauh. Kurang lebih 20 meter saja dari parkiran. Tapi di tengah cuaca panas menyengat saat itu, jarak pendek berasa jadi ratusan kilometer!

Sebelum jalan meninggalkan parkiran, kami foto bareng dulu dengan latar belakang menara. Biar afdol gitu. Sekaligus jadi bukti manis bahwa kami pernah berpanas-panas ria di menara, kena sengat sinar matahari yang menggila 😂


Meski kepanasan, aku bersyukur hari itu cuaca cerah. Kami bisa berkegiatan dengan lancar, dan bisa dapat foto-foto indah.

Sehari sebelumnya (18/6/2022) hujan deras melanda Purwokerto, sejak sore sampai malam. Akibatnya kami gagal mengunjungi Taman Mas Kemambang dan Menara Teratai. Padahal sudah sampai gerbang taman. Mau maksain masuk saat hujan gak mungkin banget karena tamannya 100% outdoor. Ngapain coba hujan-hujanan di taman?

Akhirnya kami putar balik ke hotel. Saat melewati Jembatan Proklamator dan Menara Teratai cuma bisa dadah-dadah dari dalam mobil. Karena hujan belum berhenti. Rencana singgah untuk motret gagal total.

Jadi, meskipun siang itu kepanasan, tetap senang karena akhirnya berhasil mengunjungi menara.

Kalau cuaca gak cerah, mana mungkin aku bisa dapat foto dengan langit sebiru ini? 

Convention Hall Putra Sang Fajar

Tiket Menara Teratai

Menara Teratai buka tiap hari mulai pukul 09.00 WIB. 

Bulan Juni 2022 lalu saat kami ke sana harga tiket masuk Menara Teratai Rp 25.000 saat weekend dan Rp 20.000 saat weekdays. Dengan tiket tersebut pengunjung bisa masuk ke lobby dan naik menara sampai lantai 5.

Nah kabar baiknya nih, sekarang masuk lantai lobby Menara Teratai sudah GRATIS. Kalau naik sampai lantai 5 baru beli tiket.

Tempat pembelian tiket ada di pintu masuk menara sebelah Timur yang menghadap gedung Convention Hall Putra Sang Fajar. 

Tidak ada antrian masuk saat itu, proses pembelian tiket jadi cepat.

Yang aku rasakan ketika sudah boleh masuk itu adalah ademUdara dalam menara ternyata sejuuuuk banget! Rasanya kayak abis keluar oven lalu pindah masuk kulkas hehe. Ya gak sedingin kulkas juga sih 😂

Setelah mendapatkan tiket kami diarahkan menuju lift yang letaknya masih di lantai yang sama. Tiket masuk harus tetap disimpan selama masih dalam menara. Buat diperiksa tiap masuk lift saat berpindah lantai. 


Di Lantai Lobby Menara Ada Teratai Resto, Diorama, Pameran Lukisan dan Foto, Komik, dan Buku

Menara Teratai memiliki ketinggian 114 meter, terdiri dari 5 lantai. 

Lantai terbawah yang disebut lantai 1 merupakan lobby dengan ruangan berbentuk lingkaran, mengikuti bentuk menara. Di tengah-tengahnya ada lift untuk naik dan turun menara. 

Di lantai ini juga ada Teratai Resto. 

Jadi andalan buat jajan makanan dan minuman selama berada di menara. Soalnya, dekat menara gak ada warung dan rumah makan, semuanya jauh. Mesti keluar kawasan dulu kalau mau jajan. Kalau sudah keluar menara, nanti pas balik lagi mesti beli tiket baru. Jadi kalau butuh makan dan minum, cuma bisa ngandalin kafe dan resto yang ada dalam menara.

Masuk lobby di lantai dasar menara gratis. Jadi kalau ke menara cuma mau datang buat makan di restonya, gak perlu bayar tiket. Naik menara baru bayar.

Di Resto Teratai kami jajan minuman, gak jajan makanan. Suami sudah berpesan mau makan siang dengan soto di kedai Soto Raja Lama H. Suradi saja. Jadi aku gak punya cerita makanan Resto Teratai kayak apa. 

Baca juga: Mencicipi Kuliner Soto dan Mendoan Asli Purwokerto

Teratai Resto di lantai lobby

Restonya nyaman, bersih, dan kita bisa bersantai sejenak sambil menikmati makanan dan minuman yang tersedia

Selain Teratai Resto, di lantai lobby juga ada pameran foto, lukisan, diorama Bung Karno, komik non fiksi, dan buku baca untuk dibaca di tempat.

Pengunjung diperbolehkan melihat-lihat dan berfoto.

Di area pameran disediakan beberapa bangku. Bisa buat duduk-duduk setelah capek keliling menara. Kalau duduk di resto kan seenggaknya mesti beli minum ya, kalau di sini tinggal duduk saja.

Toilet pengunjung juga ada di lantai lobby. Toiletnya bersih, terpisah untuk wanita dan pria.
 
Pojok pameran

Cafe dan Coworking Space di Lantai 2

Menara Teratai gak hanya berfungsi sebagai menara pandang. Lebih dari itu juga dapat digunakan sebagai tempat bekerja.

Lantai dua Menara Teratai Purwokerto siap memfasilitasi pengusaha yang membutuhkan kantor dengan konsep menarik dan fasilitas eksklusif. 

Official IG @menarateratai_purwokerti menyebutkan coworking space tersebut tersedia hanya untuk 10 pengusaha.

Jadi, kalau ada pengusaha yang berminat untuk buka kantor di Menara Teratai, bisa langsung menghubungi pihak pengelola menara.

Ngantor di landmark kota? Istimewa sih.

Di lantai 2 juga terdapat Soekarno Circle Coffeeshop. Mau ngopi di menara? Di sinilah tempatnya.

Soekarno Circle Coffeeshop di lantai 2 Menara Teratai. (Sumber foto IG @soekarnocircle)

Toilet Menara Teratai

Tata Cara Naik Menara

Beberapa hal berikut perlu diperhatikan oleh pengunjung yang akan naik Menara Teratai. Aku tulis di sini untuk diketahui bersama. 

  • Saat naik lift, hanya petugas yang boleh menekan tombol lift
  • Jumlah pengunjung dibatasi maksimal 15 orang dalam sekali naik
  • Naik lift hanya sampai lantai 4. Dari lantai 4 ke 5 pakai tangga
  • Lift berhenti beroperasi setiap  2 jam sekali
  • Saat terjadi hujan dan petir, lantai 4 harus ditinggalkan oleh siapa pun, tanpa terkecuali
  • Tangga dari lantai 4 menuju rooftop di lantai 5 tidak aman untuk lansia, wanita hamil, dan anak kecil. Karena itu pihak pengelola membuat himbauan khusus mengenai hal tersebut

Nanti kalau sudah di menara hal-hal yang disebutkan di atas bakal diberitahu oleh petugasnya.

Hanya petugas menara yang boleh menekan tombol lift

Pengalaman Naik Menara

Sebelum naik menara, tiket kami diperiksa oleh petugas yang berdiri di depan lift. 

Kemudian seorang petugas perempuan ikut masuk lift, mengantar kami naik menara. Sesuai aturan, pengunjung gak naik dan turun sendiri, tapi diantar. Urusan menekan tombol lift pun hanya dilakukan oleh petugas.

Selama dalam lift itu mbak petugasnya dengan ramah menjelaskan kondisi lantai yang akan kami tuju itu seperti apa, dan aturan apa saja yang mesti kami patuhi selama berada di lantai menara. 

Apa yang disampaikan bertujuan untuk keamanan dan keselamatan selama berkunjung. Selebihnya, silakan nikmati menara pandang dengan cara masing-masing. 

Tangga naik dari lantai 4 ke lantai 5 rooftop

Pintu rooftop semi outdoor

Menara Tinggi tapi Cuma 5 Lantai

Sekadar info aja nih. Menara Teratai memiliki tinggi 114 meter. Tapi lantainya cuma 5, pendek dong? Enggak. 

Ada jarak cukup panjang antara lantai 2 dan 3. Dalam jarak yang cukup panjang itu tidak ada lantai sama sekali. Kalau ada lantainya mungkin sudah melewati 3-4 lantai.

Setelah tinggi mendekati puncak menara, baru ada lantai lagi yang disebut dengan lantai 3, 4, dan 5.

Puncak Menara berbentuk bunga teratai. Di bawah kelopak teratai inilah terdapat lantai 3,4, dan 5. Spot untuk melihat landscape Kota Purwokerto. (Sumber gambar dari video @fathan_drone)

Bagian dalam kubah menara

Lantai Kaca Untuk Pemberani yang Ingin Menantang Adrenalin

Ada 3 lantai yang bisa dinaiki untuk menyaksikan keindahan landscape Purwokerto. Yakni lantai 3 ruangan ber-AC, lantai 4 ruang kaca, dan lantai 5 rooftop semi outdoor.

Seingatku kami kemarin naiknya tidak berurutan. 

Pertama diantar ke lantai 4 dulu, lantai dengan ruang kaca. Setelah itu kami naik ke lantai 5 lewat tangga. Terakhir baru ke lantai 3 yang ruangannya ber-AC.

Di antara ketiga lantai itu, lantai 3 disebut sebagai Ruang Observasi Outdoor. Karena punya lantai kaca tembus pandang yang view bagian bawahnya langsung menghujam permukaan tanah. Bagi yang berani boleh coba. 

Kalau aku sih gak berani. Dibayar pun ga mau 😂 

Dulu pernah berani nginjek lantai kaca di Jembatan Berendeng Tangerang. Bagian bawah dek observasi ngadep ke sungai Cisadane yang deras dan dalam. Waktu itu berani karena mikirnya kalau jatuh ga bedebam ke tempat yang keras, tapi ke air. Paling hanyut aja hehe. Nah kalau di menara ini kan kalau jatoh (naudzubillah) di atas tanah keras. Hancur badan dan hati. Duh!

Aturan naik lantai kaca maksimal 2 orang, dan harus lepas sepatu. Adakah teman pembacaku yang udah coba?

Lantai 3 menara, ruangan ber-AC
Lantai kaca di Lantai 3 Menara. Ada yang berani? (Sumber: IG Reel @menarateratai_purwokerto)

Lantai 4 ruang kaca
Lantai 5 rooftop semi outdoor

Pemandangan Indah dari Ketinggian

Tempat dengan pemandangan indah seringkali menjadi salah satu objek wisata yang paling dicari. Orang-orang yang mencarinya rela meluangkan waktu, tenaga, pikiran, dan membayar biaya perjalanan yang kadang gak sedikit.

Kenapa dicari?

Bagiku, melihat pemandangan indah bukan sebatas mengagumi saja, namun seringkali mampu menambah ketenangan hati dan pikiran, serta rasa syukur. Tak jarang menjadi sumber inspirasi dalam berkarya. 

Pemandangan indah bisa ditemukan di mana saja. Ada di ketinggian gunung, di ketinggian gedung hotel, bahkan di ketinggian menara. 

Dulu pernah berada di ketinggian Gunung Anak Krakatau di Lampung, Gunung Bromo di Jatim, dan di lereng Gunung Kie Matubu di Tidore. Dari tempat-tempat itu tersuguh pemandangan alam yang bila disaksikan bikin hati dipenuhi rasa sukacita. Ada hamparan padang pasir, savana, dan perbukitan. Ada pantai, selat Sunda, dan pulau-pulau yang terpisah oleh lautan. Ada pedesaan subur yang masyarakatnya hidup tenang.

Indahnya cityscape Kota Metropolitan Jakarta, pernah kusaksikan dari ketinggian hotel berbintang di Jakarta. Dari lantai tertinggi kamar Hotel Harris FX Senayan, rooftop Westin Hotel, kamar hotel JW Marriot, Aryaduta, Pullman, dan lainnya. Siang dan malam, pemandangan kota dari hotel-hotel itu sama menakjubkan.

Pengalamanku naik menara baru segelintir. Dulu pernah naik menara suar di Pulau Lengkuas Belitung sampai lantai tertinggi. Masya Allah pemandangannya, indah tiada tara. Kabarnya menara tersebut sudah gak boleh dinaiki karena usianya yang udah tua mulai rawan bagi keselamatan.

Dan kali ini, naik Menara Teratai, tentu saja kudapatkan pemandangan yang membuatku kagum. Hamparan sawah, pemukiman, dan gunung yang berdiri gagah di latar belakang berpayung awan di bawah langit biru yang menenangkan. Semuanya memenuhi ruang penglihatan, tanpa penghalang.

Satu-satunya foto pemandangan yang aku jepret dari ketinggian menara. Pemandangan ini lebih indah ketika dilihat langsung dengan mata.

Menara Teratai Landmark Purwokerto

Di sini tempat hiburan, festival, perlombaan, senam kebugaran, fashion week, pesta rakyat, dan berbagai macam kegiatan lainnya sering diadakan.

Tempat masyarakat kota berkumpul dengan berbagai macam kegiatan positif.

Dan tentu saja, tempat paling ideal untuk menikmati pemandangan Purwokerto dari ketinggian.

Tiketnya murah, dan dengan biaya semurah itu sudah dapat pengalaman bagus. 

Di IG @menarateratai_purwokerto aku lihat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pernah bersantai sambil bersantap di ketinggian rooftop menara. 


Foto Pemandangannya Sedikit Sekali...

Ternyata gak banyak foto dan video pemandangan yang kuambil dari ketinggian menara. Yang aku maksud di sini bener-bener foto pemandangan yang diambil dari menara, bukan foto kami saat dalam menara.

Seluruh isi galeri foto di ponsel sudah kuperiksa. Cuma 1 foto saja yang ada. Lainnya bukan pemandangan. Aku cek di ponsel anak-anak dan suamiku juga ga ada. 

Mungkin saat itu kami benar-benar berhenti dengan urusan kamera. Melupakan ponsel, membiarkan mata, hati dan telinga saja yang bekerja.

Sepertinya saat itu aku gak cuma lupa pada urusan motret dan video, pada panas menggila yang hampir menghadangku ke menara pun aku lupa 😅

Berada di ketinggian, mendapatkan apa yang ingin aku lihat, membuatku merasa senang, sekaligus menjadi tenang. Lalu, sejenak lupa pada beberapa hal...

Kadang suka gitu, kalau sudah menemukan apa yang dicari, bisa larut menikmati suasana...






Berkunjung ke Menara Teratai, bukan hanya aku yang suka, anak-anak dan suami juga. Pengalaman kami baik saat berkunjung. Alhamdulillah.

Pas di atas menara itu, suasananya kan sepi, cuma ada kami. Aku rasanya pengen rebahan 😂 Ya gimana ya, udaranya sejuk, seluruh sudut lantainya bersih, suasananya tenang, nyaman banget buat bersantai...

Cuma khawatir ketiduran, gak ada yang tahu, lalu terkunci di atas gak bisa turun sampai besok wk wk. Ga mungkin juga sih, petugas pasti ceki-ceki dulu sebelum menutup pintu rooftop dan menghentikan lift 😃😄

Video kami di Menara Teratai sudah aku posting di IG Reel 👇

Seorang istri. Ibu dari dua anak remaja. Tinggal di BSD City. Gemar jalan-jalan, memotret, dan menulis.

Share this

Previous
Next Post »

36 komentar

  1. Bagus banget ya mba menara teratainya apalagi klo malam banyak lampu2nya gitu, btw lantai kacanya ngeri banget ya mba aku takut klo harus jalan di jembatan lantai kaca gitu meskipun pemandangan di bawahnya bagus 😅

    BalasHapus
  2. Waw bagus banget mba. Sayang ya view hotelnya dapet belakang mall hehe belum beruntung. Tapi ini kebayang puaaanaas pool ya mba, tapi tetep happy buat explore. Next masuk jd wishlist liburan deh

    BalasHapus
  3. masya Allah indah banget melihat pemandangan suasana pemandangannya bagus banget apalagi ini lihatnya bareng keluarga ya, seru banget!

    BalasHapus
  4. hasil bidikan realme 9 Pro+ nya bikin mupeng Mbak Rien
    hehehe maaf OOT, soalnya keren banget sih

    Gak nyangka Purwokerto punya destinasi bagus seperti Menara Teratai ini
    Semula pingin ke Purwokerto untuk jajan tempe mendoan
    ternyata .....hehehe

    BalasHapus
  5. Ya ampun, Pungky... Apa kabar?
    Terakhir ketemu sekitar tahun 2012 apa 2013. Eh lupa... Sama Grace waktu itu. Aduh lama gak komunikasi ini malah serasa mimpi ketemu di artikelnya Mbak Rien...

    Kalau sudah banyak pohon rindang, suasananya akan terasa lebih teduh, pasti makin bikin betah ya di sekitar menara teratai ini.

    BalasHapus
  6. Mantab, Purwokerto semakin bangkit, khususnya di bagian pariwisata. Pasti yang baca ini dan melihat foto-foto keren dari mbak Katerina akan langsung kepingin ke Purwokerto.

    BalasHapus
  7. Dari dulu banget, pingin ke Purwokerto yang hawanya sejuk... Pingin ke Batu Raden. Sekarang ada menara teratai, jadi makin pingin traveling ke Purwokerto.

    BalasHapus
  8. Iya, pas lihat foto menara teratai dari hotel luminor, saya sudah membatin kok lingkungannya kayak belum jadi gitu, yang udah nampak bagus cuma menara teratai dan bangunan gedung di depannya.

    Ternyata pas mbak Rien ke sana emang belum diresmikan ya, dan bisa jadi memang proses pembangunannya belum selesai. Eh emang belum ya, kan madhang maning park juga belum mbak Rien temukan. Eh ketemunya malah teratai resto tempat buat makannya.

    Semoga tahun ini bisa komplit semua sesuai perencanaan ya, terus semoga juga saya berkesempatan melihat langsung ke sana. Request kamar dengan view menara teratai di Luminor

    BalasHapus
  9. Masyallah bagus banget menara teratai ini, sudah lama pingin ke Purwokerto jalan - jalan ke Curug Gede, lalu Batu Raden juga ga kalah sejuknya, tapi menara teratai ini bakal masuk list tempat yang wajib dikunjungi kalau datang lagi ke Purwokerto sih, semoga masih diberi kesempatan dateng kesana

    BalasHapus
  10. Wow keren bingits ini Menara Teratai ya, apalagi melihat kota Purwokerto di malam hari. Teman saya asli sana beberapakali ajak kesempatannya belum ada. Semoga berkesempatan melihat keindahan Purwokerto dari Menara Teratai

    BalasHapus
  11. Akhir-akhir tahun lalu sempat ke Puerto Rico eh Purwokerto, tapi aku ga denger sama sekali soal menara terati nih mba Rien. Kayaknya kudu balik lagi ke sana nih biar bisa naik menara dan menikmati viewnya Purwokerto

    BalasHapus
  12. Walau ada yang kurang membuat puas di penginapannya, tetapi Alhamdulillah-nya sudah berkunjung ke sana ya mbak Rien, karena daku belum hehe.
    Kalau pas malam cakep sih menaranya. Bisa jadi alternatif liburan sih buat ke sana

    BalasHapus
  13. Aku juga jelas nggak mau mejeng berlenggak-lenggok di lantai 3 menara teratai. Ya Allah, ngeri banget kalau liat ke bawah langsung tanah gitu. Mana tinggi pula. Duh, nggak berani bayangin. Tapi kalau melihat pemandangannya sih indah banget euy...

    BalasHapus
  14. Kayanya aku jadi inget suasana menara kaya di Masjid ya, kak Rien..
    Saking panasnya tuh sampe pengen rebahan aja.

    Purwokerto kereen..
    Menara teratai ini jadi kesannya romantis, heheh.. Apalagi perginya ketemu kak Punky. Jadi jalin silaturahm antar blogger is RIL.

    BalasHapus
  15. Wahh Mba Rien ketemu Mba Pungky, udah lama banget gak dengar kabarnya, sejak blog galaxy pungky-nya dihapus.

    Btw, menara teratainya bagus banget yaa, jadi kalo ke Purwokerto harus banget mampir ke sana yaa

    BalasHapus
  16. Aku belum pernah explore Purwokerto, ternyata menarik juga destinasi wisatanya ya! Thank you ya mbak buat rekomendasi sekaligus pilihan hotel di sana, jadi nggak bingung kalau sewaktu-waktu harus berkunjung ke Purwokerto.

    BalasHapus
  17. Hehe itu kenapa punggung Gong Yoo sama Lee Min Ho sampai kebawa2 hehe

    Seru banget main ke Menara Teratai sembari kopdaran bareng Pungky yaah. Walo di luar terasa gerah dan gersang ternyata dalemnya adem yaaah. Tapi aku juga kalo lagi keasyikan menikmati suasana suka kelupaan foto lho, pas cek hape gak ada yang bener fotonya haha

    BalasHapus
  18. Purwokerto biasanya hanya jadi kota yang 'numpang lewat' kalau saya lagi mengunjungi keluarga. Karena pasti melewati Purwokerto. Kapan-kapan kalau jalan-jalan lagi, mau mampir, ah. Gak sekadar dilewati. Menginap juga kalau perlu. Karena menarik nih lihat perkembangan Purwokerto, termasuk Menara Teratai

    BalasHapus
  19. Wiiih.. Tapi itu berarti kalau ajak anak-anak gak bakal bisa sampai ke rooftop ya Mbak Rien? Aku auto gagal fokus lihat tamannya yang meski murah meriah tapi bersih penataannya

    BalasHapus
  20. Nyesel aku ke Purwokerto malah gak ke sini mbak Rien, ternyata ada Menara Teratai yang cantik! Jadi sama saudara-saudara ke Batu Raden yang saat ke sana hujan deras.... akhirnya ya ga turun juga dari bus!

    Semoga aja nanti ada khusus sama keluarga ke Purwokerto bisa mampir ke sini!

    BalasHapus
  21. Yah, Mba Katerina udah ke sini aja. Saya belum pernah masuk, baru di depannya saja. Abis tiap kali ke situ ramainyaaaa... jadi skip terus, ujung-ujungnya ngemall doang. Hahahaa..

    BalasHapus
  22. Aku tuh ke Purwokerto hanya lewat doang, belum pernah wara-wiri ke berbagai destinasi. Menara Teratai ini cantik banget. Ternyata untuk naik ke atasnya aja ada tata caranya ya. Benar2 dijaga nih bangunan menaranya. Keren banget mbak udah datengin duluan sebelum diresmikan, canggih nih heheh keprok2 :D

    BalasHapus
  23. Mpo suka bagian mengembang diatas kaya bunga teratai gitu lagi mekar . kelihatan indah kalau di lihat dari bawah

    BalasHapus
  24. Excitednya ke Menara Teratai Purwokerto tuh macam aku naik ke bagian atas monas atau Masjid Agung Surabaya gitu kali yaa, kak Rien..
    Serunya liburan ke Purwokerto yang aku sering keliru dengan Purwakarta.
    Oh, ya Allah~

    Dan ada sefruit tips memesan kamar di Hotel Luminor yang perlu diperhatikan dan menjadi catatan.

    BalasHapus
  25. Sekarang pembangunan wisata tidak saja di kota besar sekitaran Jakarta seperti Bandung ya, tetapi Purwokertopun ada tempat wisata yang wajib dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara

    BalasHapus
  26. Mbaak, baca ini aku kebayang banget puanasnya kayak apaa, ahaha. jadi Purwokerto memang bikin landmark yaa. Keren juga idenya, jadi ada tempat wisata yang harus dikunjungi kalau ke Purwokerto.

    Dan ke sana ditemenin artisnyaa donk, mbak Punky baik banget yaa mau nemenin sehariaan. Semoga pas aku berkesempatan ke sana udah ada peneduhnyaa, biar kalau panas gak kepanasan deeh, ahaha

    anw, foto-fotonya cakeps cakeps banget mbaakk.. view dari menara pasti sebagus itu yaa, asik banget bisa liat Purwokerto 360 derajat gini, kebayang sih pada lupa sama hape saking terpesona sama pemandangannya.

    BalasHapus
  27. Entab kapan trahir ke purwokerto dan sekaramg udh makin cantik ya mbak..banyak tempat wisata kece juga. Lucu ya desain menaranya unik banget

    BalasHapus
  28. Next kalau ke Purwokerto harus mampir ke menara permata indah bangt ternyata kalau malam hari ya...banyak juga tempat wisata yg menarik ya

    Kemarin kesana PP hanya untuk hadiri nikahan aja belum sempat Explorer samsek..

    BalasHapus
  29. Seru sekali cerita jalan-jalannya ke Purwokerto mbak
    Ketemuan sama mbak Pungky juga ya mbak
    Ini destinasi wisata terbaru di Purwokerto ini

    BalasHapus
  30. Owalaah aku kira ya cuma menara2an aja gitu, sebagai penand kek tugu2 lain. Ternyata ini tuh pd dasarnya gedung berbentuk menara dengan banyak ruang publik dan bahkan kafe di dalamnya ya.
    Kapan hari suami ngajakin ke Purwokerto mengunjungi almamaternya, noted banget nih bisa mampir ke Menara Teratai.
    Ooo hotel Luminor salah satu yang strategis kalau mau menuju obyek2 wisata di pusat Purwokerto cukup enak ya TFS infonya mbk.

    BalasHapus
  31. Kupikir bakal banyak jepret view kota Purwokerto dari atas menara, eh ternyata cuma 1 ya. Lebih nyaman memandang daerah yang luas, tanpa penghalang gedung.

    Kalau yang lantai kaca, Anak-anak enggak coba, mbak? Aku mau coba tapi ada tapi pengaman apa ga? Heheh

    Trus, apa ada batasan usia pengunjun mengingat tangga ke lantai 5 kurang cocok buat bumil, lansia, dan anak kecil?

    BalasHapus
  32. Wah artikelnya lengkap banget kak. Jadi pengen ke sana sama keluarga. Naik menara dan mainan ikan hias.

    BalasHapus
  33. Wah lama enggak lihat mbak Pungky
    Terobati dengan postingan ini hehe

    Alhamdulillah senang ya bisa jalan-jalan sambil mencoba menara dan menyaksikan pemandangan terbaik Purwokerto di sana

    BalasHapus
  34. wah ada Pungky, lama banget ga ketemu dia. Senengnya mbRien awal tahun udah jalan2 dan ketemuan sama teman2 blogger

    BalasHapus
  35. seru ke purwokertomitap pungky
    iya aku suka liat ini menara pungky suka nyetatus dia ada di sana ya
    cantik juga purwokerto ya

    BalasHapus
  36. aseliii, kalau malem indah banget menaranya

    BalasHapus

Leave your message here, I will reply it soon!