Hal-Hal Menarik yang Terdapat Di Pulau Maratua

13.26
Pulau Maratua sangat indah
Pulau Maratua

Mengunjungi Pulau Maratua menjadi salah satu agenda utama dalam perjalanan saya saat menjelajah pulau-pulau yang ada di Kepulauan Derawan pada tahun 2014 lalu. Di antara 31 pulau yang terdapat di Kepulauan Derawan, Maratua merupakan salah satu pulau paling populer  selain Derawan, Kakaban, dan Sangalaki. Tidak afdol menjelajah Kepulauan Derawan tanpa singgah di pulau ini.

Beraneka ragam biota laut dan ratusan jenis terumbu karang cantik dan masih alami menjadi daya tarik Pulau Maratua. Tentunya sangat ideal untuk snorkeling dan diving. Daratan pulaunya pun menyajikan panorama alam yang amat indah. Suasana sepi khas pulau terpencil, menghadirkan ketenangan dan kedamaian. Membuat nyaman dan betah. Bagi saya, Maratua seperti tempat impian untuk melanjutkan usia dan menjadi tua.

Kepulauan Derawan disebut-sebut sebagai surganya para pencinta bahari. Disebut surga laut karena memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi. Selain itu juga merupakan habitat utama species laut yang langka dan eksotik seperti penyu, pari manta, ubur-ubur endemik, dan masih banyak lagi. Benarkah semua itu? Di perairan Pulau Maratua, semua spesies langka tersebut dapat dijumpai dengan mudah. Saya bahkan tak menyangka dapat melihatnya dengan mudah.
 

Di tepian Pulau Maratua

Habitat Penyu Langka
Pulau Maratua dikenal sebagai salah satu lokasi bertelur penyu hijau yang paling besar di Indonesia. Saking banyaknya penyu di pulau ini hingga tak perlu menyelam untuk melihatnya. Cukup dari 
atas
 speed boat, dermaga 
ataupun penginapan bisa kelihatan. Namun untuk mendapatkan keindahan bahari di pulau ini, tidak ada cara lebih baik kecuali dengan mencelupkan diri ke bawah lautnya, baik dengan menyelam ataupun sekadar snorkeling.

Ada dua jenis spesies penyu yang bisa djumpai di perairan laut Pulau Maratua, yaitu penyu hijau dan penyu sisik. Kedua jenis penyu ini termasuk spesies yang dilindungi selain paus, lumba-lumba, kima, ketam kelapa, duyung, ikan barakuda dan beberapa spesies lainnya. Di sepanjang pantai Pulau Maratua penyu-penyu bertelur di pasir. Konon  jumlahnya hingga ratusan setiap tahunnya. Karenanya bisa dikatakan Pulau Maratua merupakan ibukota bagi penyu hijau karena begitu banyak penyu hijau mengunjungi Pulau Maratua.
 

Seekor penyu raksasa melintas

Selain Pulau Maratua, penyu-penyu juga dapat dijumpai di Pulau Sangalaki, bahkan tempat konservasi penyu ada di pulau ini. Menurut keterangan warga setempat, hampir tiap malam terlihat penyu hijau datang ke permukaan untuk bertelur. 

 
Saya beruntung merasakan snorkeling di tempat ini. Saat snorkeling saya berhasil melihat langsung beberapa ekor penyu raksasa sedang berenang di laut dangkal.  


ceritanya memberanikan diri mendekati penyu raksasa he he


Saya sebetulnya ngeri, tapi memberanikan diri mendekat...mumpung dia lewat..

Tempat Menyelam Terbaik
Lokasi snorkeling dan diving di perairan Pulau Maratua memang menakjubkan. Tidak hanya penyu raksasa, di tempat ini juga terdapat beragam terumbu karang dengan aneka warna yang begitu indah. Dari 21 titik penyelaman (dive spot) yang ada, terdapat dua titik penyelaman yang paling terkenal yang disebut sebagai turtle traffic dan big fish country. Masing-masing titik penyelaman itu memiliki eksotisme tersendiri.

Ratusan penyu hijau banyak melintas di lokasi turtle traffic, sedangkan di lokasi big fish country terdapat banyak ikan berukuran besar seperti pari raksasa, ikan tuna, dan hiu. Arus di lokasi big fish country ternyata cukup kuat dan lautnya dalam. Dibutuhkan lisensi khusus atau pendamping saat menyelam di lokasi ini. Di lokasi turtle traffic, saya sendiri sempat terbawa arus hingga lebih dari 200 meter dari tempat semula.
 

Nemo di rumahnya...

Penyu raksasa memang tidak selalu dapat dijumpai, tetapi dive spot di Pulau Maratua selalu terdapat berbagai binatang laut yang unik dan menarik. Beberapa di antaranya seperti ubur-ubur, kuda laut, gurita, lobster, cumi-cumi, barakuda dan bahkan hiu putih. Jika beruntung, bisa berjumpa dengan salah satunya, atau justru semuanya.
 
Saya tak perlu menyelam dalam untuk menjumpai ikan-ikan cantik beraneka warna dan rupa. Saking masih alaminya tempat ini, semua itu bisa dilihat hanya dengan snorkeling, bahkan hanya dari atas kapal yang saya tumpangi. Ikan-ikan itu berseliweran seperti tidak takut dengan kehadiran manusia. Ya kenapa juga harus takut kalau kami tidak mengusik hehe..  


Temanku Fadli sedang fun dive
Nemo cantik jepretan Fadli

Gua Sembat di Desa Wisata Bohe Silian
Desa Bohe Silian masih berupa desa tua dengan ritme kehidupan yang berjalan pelan, seolah tidak terpengaruh dengan riuhnya wisatawan. Mayoritas penduduknya adalah Suku Bajo dari Sulawesi. Pekerjaan utama warga adalah nelayan. Penghasilan sebagai nelayan terbilang besar, kehidupan mereka pun mapan. Semua benda serba pribadi, mulai dari jenset, rumah (besar), perahu cepat (speed boat), parabola, hingga kendaraan sepeda motor, hampir tiap warga memilikinya.
 

Desa Bohe Silian
Anak-anak Bohe Silian

Di sisi bukit di bagian belakang desa terdapat Gua Sembat. Berjarak 2 km dari desa dan perlu 20 menit untuk trekking menuju lokasi gua. Memasuki hutan tropis alami, naik bukit turun bukit, melewati batu kapur licin, juga batu karang tajam yang siap menggores kulit jika tidak hati-hati. Sesekali terlihat monyet abu-abu nangkring di dahan pohon, satwa yang kabarnya hampir punah.

Bagian depan Gua Sembat tertutupi oleh pepohonan dan semak belukar. Untuk sampai ke mulut gua, ada celah sempit yang harus dilalui. Harus sedikit memiringkan badan untuk melewatinya. Bagian atas Gua Sembat bagian terbuka. Sinar matahari leluasa masuk ke dalamnya. Daun-daun kering berguguran dari pohon yang tumbuh di atas tebing. Berserakan, menunggu membusuk. Di mulut gua, di sebelah kanan atas, ada batu stalaktit berbentuk kepala manusia. Di bawahnya, ada mata air payau yang bisa direnangi dan diselami.
 

Gua Sembat


Danau air payau dan batu stalaktit berbentuk kepala manusia

Dari atas speed boat, pantai di desa Bohe Silian terlihat sangat indah. Pemandangan alamnya asri, dengan lembah dan perbukitan yang rapat ditumbuhi pepohonan. Pohon kelapa berjajar rapi di pinggiran pulau. Riak-riak ombak yang lambat laun menyentuh bibir pantai menambah elok suasana.

Maratua Paradise Resort
Kepulauan Derawan disebut-sebut sebagai salah satu tempat honeymoon di Indonesia yang paling banyak diincar oleh pasangan yang ingin berbulan madu. Dalam situs yang sering saya kunjungi, di mana di dalamnya terdapat banyak artikel menarik, menempatkan Derawan sebagai salah satu dari 10 destinasi honeymoon terbaik di Indonesia.
 

Water villa


Beach Villa

Di Pulau Maratua terdapat beberapa penginapan yang cocok untuk honeymoon. Salah satu penginapan unggulan di Pulau Maratua adalah Maratua Paradise Resort.  Seperti namanya, Maratua Paradise dibangun untuk mereka yang menginginkan sebuah tempat berlibur yang nyaman dengan suasana menakjubkan sepanjang waktu. Bangunan resort dibangun di atas hamparan pasir putih. Ketika matahari bersinar terang, air laut yang menutupinya membentuk warna turquoise yang indah.
 
biar nggak tersesat :D

Villa-villa di Maratua Paradise dibangun seragam, seperti rumah panggung. Semua material bangunan terbuat dari kayu, termasuk tiang-tiang villa yang menancap di dalam air. Tiap villa dihubungkan dengan jembatan kayu. Jembatan itu juga merupakan akses menuju office, dive center, kamar mandi umum, restaurant, dan balkon umum tempat duduk-duduk di bagian terdepan resort.
 

Pagi hari


Sore hari...

Yang paling menarik dari Maratua Paradise adalah view yang dimilikinya. Bagian depan resort berhadapan langsung dengan laut tiga warna: Turqoise, biru kehijauan dan biru pekat (karena kedalaman laut yang langsung berubah di jarak sekitar 60 meter). Tatkala senja, duduk-duduk di bangku yang berjejer di depan restaurant, akan menjadi tempat yang paling sempurna untuk menyaksikan matahari terbenam.

Resort berada jauh dari pemukiman penduduk, sehingga suasananya sangat tenang. Hanya tamu-tamu resort yang berseliweran di tempat ini. Kapal-kapal cepat kerap bersandar membawa pengunjung, baik yang sekedar singgah ataupun yang ingin stay. Instruktur dan guide tersedia di sini. Siap membawa tamu yang ingin melakukan kegiatan di dalam laut. 



Restaurant


Jembatan kayu yang menghubungkan tiap bangunan

Yuk Jelajahi Keindahan Pulau Maratua
Pulau Maratua berada di laut Sulawesi, tepatnya di bagian selatan kota Tarakan, Kalimantan Timur. Untuk mencapai tempat ini, harus pergi terlebih dulu ke Bandara Juwata di Tarakan. Dari Pelabuhan Tengkayu Tarakan, dapat menggunakan speed boat atau kapal penumpang menuju Kepulauan Derawan dengan waktu tempuh sekitar 3 jam.

Meskipun lokasi beberapa pulau di Kepulauan Derawan merupakan pulau paling luar Indonesia yang berbatasan langsung dengan Malaysia (Sabah) dan Filipina, namun Pulau Maratua dan pulau lainnya tetap layak untuk disambangi. Semua syarat wisata bahari ada di kepulauan ini. Selain melihat keindahan alam, baik di atas pulau maupun keindahan alam bawah laut, wisatawan juga bisa mengenal kehidupan penduduk setempat.

Dengan kekayaan bawah lautnya maka tidak mengherankan apabila kemudian Kepulauan Derawan dikenal sebagai salah satu tujuan wisata menyelam terbaik di dunia. Namun yang lebih penting dari semua itu adalah menaruh perhatian pada perlindungan penyu dengan ikut serta mempromosikan pelarangan eksploitasi komersial terhadap penyu dan telurnya.
 

Speed boat yang mengantar kami ke Maratua Paradise Resort


Transportasi :

  • Ada dua titik awal sebelum menuju Kepulauan Derawan, yaitu Tarakan dan Berau. Untuk mencapai Tarakan atau Berau, harus ke Balikpapan terlebih dahulu. Dari Balikpapan lalu mengambil penerbangan ke Berau atau Tarakan.
  • Biaya transportasi ke Berau lebih mahal dari pada ke Tarakan. Tetapi harga sewa speed boat dari Tarakan ke Derawan lebih mahal daripada dari Berau ke Tarakan. Dari Jakarta ada penerbangan langsung ke Tarakan.
  • Saya dan rombongan traveler memilih lewat Tarakan. Dari Tarakan menyeberang ke Derawan dengan menggunakan speed boat besar muatan 30 orang seharga Rp 6 juta perhari. Untuk speed boat kecil muatan 10-13 orang, sewa perhari Rp 3 juta.

Penginapan :

  • Bagi yang berkocek tebal, ada 3 dive resort yang bisa disewa selama berlibur di Kepulauan Derawan, yakni Maratua Paradise, Nabucco Nunukan Island Resort dan Nabucco Island Resort. Untuk harga, sebagai contoh Maratua Paradise, harga water villa Rp 770 ribu per orang (bukan per kamar) per malam.
  • Bagi backpacker dengan budget minimal, menginap di Desa Bohe Silian dan Payung-Payung yang terletak di Pulau Maratua bisa menjadi pilihan. Banyak rumah penduduk yang telah disulap menjadi penginapan. Tarif per malam Rp 75-100 ribu.   


"Kolam renang" air laut yang ada di bawah penginapan Maratua Paradise
Ikan-ikan yang terlihat di bawah villa

Bintang laut yang terlihat di bawah villa

Info lainnya :
  • Disarankan menggunakan daypack/backpack. Bawa baju renang / celana renang, sun block & obat-obatan pribadi, topi, kaca mata hitam, peralatan memotret (kamera, handycam, charger). Makanan kecil dan minuman untuk cemilan selama berlayar. Krim obat nyamuk. Senter bagi yang ingin berburu sunrise. Bawa juga jas hujan.
  • Waktu terbaik mengunjungi Kepulauan Derawan antara lain di bulan Maret hingga Mei, setelah bulan Agustus, dan awal bulan Oktober. Sementara di akhir Oktober biasanya sudah memasuki masa sering turun hujan.
Ayo liburan ke Pulau Maratua seperti kami ^_^




*Artikel saya yang berkenaan dengan Pulau Maratua pernah dimuat di majalah Pesona, CitaCinta, Ummi, Paras dan Flona.

Share this

Indonesian Blogger | Travel Writer | Email: katerinasebelas@gmail.com |

Related Posts

Previous
Next Post »

7 comments

Write comments
19 Maret 2016 18.58 delete

Wah, cantik sekali destinasinya. Mau duduk di sini dan istirahat sambil menikmati pemandangan indah :)

Reply
avatar
19 Maret 2016 21.29 delete

Betapa kayanya Indonesia akan keanekaragaman flora dan fauna, ya... bahkan daerah dekat tapal batas pun punya kekayaan yang begini melimpah. Bagus sekali Mbak, dan mudah-mudahan kekayaan alam ini selalu terjaga bahkan setelah nama Maratua tenar di mancanegara :amin.

Reply
avatar
21 Maret 2016 09.13 delete

I always love the blue of Indonesia. BTW, warna biru laut dan bentuk resortnya mengingatkan akan Maldives. I guess this is the Maldives of Indonesia?

Reply
avatar
22 Maret 2016 11.10 delete

Wii lucunya si nemo yang bukan kartun. Kura2 kesukaan medin. Dia peliahara 2 ekor walau g berani pegang :D

Reply
avatar
22 Maret 2016 14.38 delete

sepotong surga di atas bumi, cantik sekaliiiii....

Reply
avatar
31 Maret 2016 16.53 delete

Wooowwww! yang keren gaya motonya mbak Kate apa emang kenyataannya gitu sih mbak? Padahal 'mertua' biasanya identik sama konotasi negatif wkwkwkkw (((mertua)))

Reply
avatar
31 Maret 2016 19.58 delete

celeng mana celeeeeng... pecahin!!
hiks.. itu pulau kok kece banget sihhh #ngeAlay

Reply
avatar

Leave your message here, I will reply it soon! EmoticonEmoticon