Travel

Hotel

Culinary

Recent Posts

Terpikat Pesona Nusa Penida, Permata Tersembunyi Bali yang Wajib Dikunjungi

09.57 17 Comments
Journey Nusa Penida Island

Nusa Penida merupakan salah satu destinasi utama di Bali. Pulau ini terkenal dengan pantai-pantainya yang masih alami, tebing-tebing spektakuler, dan panorama perbukitan. Nusa Penida kini tidak hanya jadi favorit bagi wisatawan lokal, tetapi juga primadona bagi wisatawan mancanegara. Cita-cita saya menyambangi Nusa Penida sudah ada sejak lama, tepatnya seusai mengunjungi Pulau Menjangan di Taman Nasional Bali Barat pada tahun 2015 lalu. Guide saya waktu itu Dwi, merekomendasikan Nusa Penida sebagai destinasi wajib kunjung jika kembali berlibur di Bali. Katanya, rugi sering ke Bali tapi tidak pernah ke Nusa Penida! Wow, menggoda sekali bukan? Oke, sejak itu Nusa Penida saya masukkan dalam daftar wajib kunjung. Alhamdulilah bulan November 2017 ini terealisasi. Inilah catatan perjalanan saya ke Nusa Penida bersama suami, travelmate paling asyik tiada dua. 


Tebing Spektakuler Nusa Penida
Broken Beach - Pesona Nusa Penida Bali

Berangkat ke Nusa Penida dari Sanur

Titik kumpul menuju Nusa Penida terletak di Pantai Sanur, pantai paling terkenal di Bali sebelum Pantai Kuta menjadi buah bibir dunia. Dari pantai Sanur inilah kapal yang akan mengantar kami ke Nusa Penida berangkat. Selain dari Sanur, Pulau Nusa Penida juga bisa ditempuh dari Benoa dengan menumpang Quiksilver/Balihai, dari Kusamba dengan menumpang Jukung, dan dari Padangbai dengan menumpang Kapal Boat yang jarak tempuh +/- 1 jam perjalanan.

Pagi itu cuaca sangat cerah. Matahari bersinar terang. Suasana hati pun senang. Pantai Sanur terasa indah dalam pertemuan pertama. Yup, ini pertama kalinya saya melihat Pantai Sanur sependek 4 kali pernah berkunjung ke Bali. Sambil menunggu peserta lain yang belum tiba, kami melihat-lihat suasana di pantai.  Orang-orang yang berenang, kios-kios dagang, kendaraan yang memenuhi tempat parkir, kapal-kapal cepat di dekat pantai, hingga para wisatawan yang lalu lalang, semua mengisi pemandangan pagi di Pantai Sanur.

Seperti biasa, Bali tak pernah sepi oleh wisatawan mancanegara. Di Pantai Sanur pagi itu pun begitu. Jumlah mereka bahkan jauh lebih banyak dari wisatawan Nusantara. Semua berbaur, sama-sama bersiap menuju Nusa Penida, melihat surga tersembunyi di ujung Tenggara Pulau Bali.  


Sanur

Informasi Jadwal Kapal ke Nusa Penida

Kios dagang di Pantai Sanur
Pantai Sanur Bali
Wisatawan yang akan menyeberang ke Nusa Penida di Pantai Sanur
Basah-basahan dulu naik kapalnya, belum ada dermaga

Menyeberang ke Nusa Penida Naik Angel Billabong Fast Cruise

Pukul 9.00 WITA kapal cepat bernama Angel Billabong Fast Cruise siap untuk berangkat. Tak ada dermaga, kami harus berjalan ke pantai hingga beberapa meter ke laut untuk menaikinya. Kaki basah, terendam air hingga paha. Kami memanjat buritan kapal dengan sedikit usaha, dibantu oleh tangan-tangan kekar awak kapal. Barisan bangku jok hadap depan di dalam kapal jadi tempat duduk yang nyaman walau agak sempit. Beberapa bule lebih memilih berdiri ketimbang duduk. Ada sih yang duduk, tapi posisi badannya agak miring karena kakinya menyamping. 35 menit pelayaran mungkin pegal dalam posisi badan seperti itu terus. Tapi saya percaya kondisi ini bukan yang nyusahin banget. Tetap bisa dibawa enak.

Kapal ke Pulau Nusa Penida berangkat hampir tiap jam dengan 9 kali jadwal keberangkatan. Mulai dari pukul 7 pagi sampai 16.30 WITA. Waktu tempuh sekitar 35 menit, terbilang singkat. Jika berangkat secara mandiri (tanpa menggunakan jasa tour), harus mengurus tiket terlebih dahulu. Kemarin saya pakai jasa Terimayasa Tour. Transportasi dari penginapan ke Sanur, tiket kapal, makan, transportasi, dan guide selama di Nusa Penida semua sudah diurus. Saya dan suami tinggal santai menikmati perjalanan.  


Suasana di atas Angel Billabong Fast Cruise

Suasana di dalam Angel Billabong Fast Cruise

Happy face - Bli Terimayasa, Vincent, Santy, Celly, dan aku πŸ’™

Dengan travelmate kesayangan


Pulau Nusa Penida Surga Tersembunyi di Ujung Tenggara Pulau Bali

Cuaca bagus, laut tenang, perjalanan naik kapal lancar jaya. Ada dermaga apung dekat Pelabuhan Toyapakeh yang mempermudah kami naik ke daratan. Tidak harus berbasah-basah seperti ketika berangkat. Para pria menyambut cepat, mendekat sambil menawarkan jasa sewa kendaraan, dari motor hingga mobil. Keadaan di luar sangka, Pulau Nusa Penida ternyata berpenduduk (saya memang mengosongkan pengetahuan saat ke sini). Terdapat hotel dan rumah makan, serta akses menuju spot-spot wisata yang bisa dilalui motor dan mobil. Mau kemana pakai apa mudah. Mereka yang datang dengan rombongan bisa sewa mobil. Kalau berdua saja, naik motor tampaknya bakal seru. Apalagi berdua pasangan, bisa menjelajah dengan romantis.

Sebelum memulai perjalanan keliling Nusa Penida, memang ada baiknya tahu lebih dulu apa saja yang bisa dikunjungi. Buat yang baru pertama ke Nusa Penida, brosur wisata yang dibagikan oleh para pria penjual jasa sewa mobil bisa diambil gratis. Buat dibaca baik-baik biar tidak ada tempat yang kelewat, apalagi kalau jalan secara mandiri. Daripada nyasar tak tentu arah, lebih baik punya panduan. Untuk kami, mobil yang disediakan sudah dilengkapi supir sekaligus pemandu yang lihai.

Marine activities di Nusa Penida di antaranya Bukit Teletubies, Kelingking Beach, Angel Billabong, Broken Beach, Crystal Bay, Atuh Beach, Manta Point, Mola Mola. Itu saja? Tunggu, masih ada lagi nih, di antaranya: Gua Giri Putri, Pura Paluang, Tembeling Water Spring, Guyangan (mata air), Pantai Suwehan, Pantai Banah, Jembatan Kuning Lembongan, Gala Gala Underground House, Seganing Waterfall, Pulau Seribu Nusa Penida. Nah, banyak kan? Tak cukup sehari untuk mengunjungi semuanya. Perlu menginap beberapa hari di Nusa Penida. Bahkan perlu berminggu-minggu jika ingin lebih puas. Untuk one day tour seperti kami, hanya tiga tempat yang dikunjungi. Itu pun berkejaran dengan jadwal kapal kembali ke Sanur. Kalau mau tiga tempat kelar dalam sehari tanpa terburu-buru, harus berangkat sangat pagi dari Sanur. Paling tidak ikut kapal pertama yang jam 7.
pelabuhan toyapakeh
Berlatar dermaga apung di Nusa Penida, bareng bli Terimayasa 😍

Suasana di Pelabuhan Toyapakeh
 
Ini tempat-tempat yang wajib dikunjungi di Nusa Penida

Bertualang Seru di Nusa Penida

Pantai Kelingking jadi destinasi pertama yang kami tuju. Pantai yang terletak di Dusun Karang Dawa, Desa Bunga Mekar, Nusa Penida bagian Barat ini merupakan primadonanya Nusa Penida. Menurut para pejalan yang pernah ke sini, tidak afdol datang ke Nusa Penida tanpa menyaksikan langsung keindahan Pantai Kelingking.

Topografi Nusa Penida berbukit dan bergelombang, naik turun dan berkelok-kelok. Kami menghabiskan waktu 1 jam perjalanan bermobil dari Pelabuhan Toyapakeh untuk mencapai Pantai Kelingking. Mobil tak selalu bisa dibawa ngebut karena jalannya tidak selalu mulus, juga sempit. Jika berpapasan dengan mobil dari arah berlawanan harus melambat dan pandai-pandai berbagi jalan. Di beberapa titik jalur yang dilalui berada di sisi jurang terjal, bikin tegang. Kondisi ini tidak hanya terjadi saat dalam perjalanan menuju Pantai Kelingking, tapi juga saat menuju Angel Billabong dan Broken Beach yang terletak di Banjar Sumpang, Desa Bunga Mekar, pesisir Barat Nusa Penida. Kalau bukan supir handal yang sudah terbiasa melewati medan tersebut, tentu deg-degan terus sepanjang jalan.

Sewa mobil nyetir sendiri boleh saja, tapi tidak disarankan. Jika tetap nekat, kuasai medan dengan baik. Kalau naik motor, kuatkan stamina dan pelajari rute dengan benar. Banyak lho wisatawan asing yang motoran. Bukan hanya cowok, cewek juga ada, nyetir sendiri pula. Salut.

Meskipun kadang tak nyaman, tapi pemandangan yang menemani selama perjalanan sangat menyenangkan untuk dinikmati. Hutan kelapa, ladang jagung, suasana alami pedesaan, dan bukit-bukit hijau yang menyejukkan mata. Sebuah pemandangan yang tidak saya lihat setiap hari jika berada di ibukota. Membuat segala lelah jadi tak terasa, apalagi jika sudah melihat pesona pantai-pantainya, semua terbayar lebih dari lunas! 


Naik mobil ke lokasi wisata di Nusa Penida

Jalannya turun naik, berkelok-kelok, tapi kita enjoy aja yaaaa
Panorama hutan dan perbukitan Nusa Penida

Ladang jagung di mana-mana

Pohon Cinta Mati Nusa Penida Spot Foto Unik di Pantai Kelingking

Kami sampai di Bukit Karang Dawa yang berhadapan langsung dengan laut lepas. Di sinilah lokasi Pantai Kelingking berada. Pantainya tidak langsung kelihatan dari tempat parkir. Kami harus jalan kaki dulu sekitar 2 menit menuruni bukit, berdiri di bibir tebing, baru bisa lihat. Jika ingin menjejakkan kaki di pantainya, harus menuruni tebing tegak lurus setinggi ratusan meter. Kalau saya, jangankan turun, melihat dari atas tebing saja jantung seperti mau copot. Antara takjub dan ngeri.

Sebelum melihat Pantai Kelingking, kami diajak ke Pohon Cinta Mati dulu, atau biasa disebut Kayu Cinta Mati Nusa Penida. Letaknya beberapa langkah saja dari tempat parkir. Pohon yang berdiri di atas bukit Karang Dawa ini hanyalah sebatang pohon yang mati dimakan usia, berupa kayu yang terlihat rapuh. Meskipun terlihat rapuh tapi mampu menopang orang yang naik ke atasnya. Kami naik bergantian, pakai tangga kayu. Ada sensasi berbeda yang saya rasakan ketika melihat pemandangan dari atas pohon. Seolah segalanya jadi lebih luas, diri jadi lebih bebas, pemandangan yang terlihat jadi lebih mengagumkan. Tapi yang pasti, besarnya rasa takjub bercampur jadi satu dengan rasa ngeri tiap kali melihat jurang menganga di bawahnya. Memotret di sini bukan hanya menghasilkan foto unik, tapi juga berbeda dengan latar belakang panorama alam yang menakjubkan.

Di sekitar Pohon Cinta Mati ada beberapa warung sederhana yang menjual makanan, minuman kemasan, dan kelapa muda. Kita bisa duduk-duduk di warung itu sambil memesan makanan/minuman, dan tentunya sambil menikmati pemandangan indah yang terhampar gratis untuk dinikmati berlama-lama. Belum ada kafe modern seperti yang biasa dijumpai di Pulau Bali. Untuk urusan BAK/BAB, di sini telah tersedia toilet. Selanjutnya, ayo kita lihat Pantai Kelingking.
Sensasi berbeda melihat panorama dari atas pohon cinta mati

Pohon yang dinaiki tidak semengerikan yang dibayangkan, bukan? πŸ˜†
 
Warung-warung di Bukit Karang Dawa, di lokasi Pantai Kelingking

Wisatawan asing di Pantai Kelingking

begitu tenang, begitu nyaman, begitu indah

Pantai Kelingking Primadona Nusa Penida

Highlight utama penanda Pantai Kelingking adalah tebing menyambung dengan tanjung berbentuk seperti kelingking. Dengan latar tebing berbentuk kelingking inilah biasanya para wisatawan berfoto. Foto yang kemudian banyak tersebar di dunia maya dan menjadi viral, sehingga banyak yang ingin melihatnya langsung.

Menurut saya bentuk tebingnya lebih mirip kepala hewan purba Tyranosaurus. Ada yang bilang bentuknya menyerupai ikan paus. Apa pun itu, tebing yang terbentuk secara alami karya Tuhan Sang Maha Pencipta ini amat mengagumkan. Memiliki keunikan tersendiri dan tidak mudah dicari di tempat lainnya di Indonesia. Katanya, di luar negeri ada yang mirip. Namanya Navagio Beach, terletak di Yunani. Secara bentuk memang mirip, tapi pantai Navagio lebih sempit, karangnya pun agak terbelah rata. Gugling deh


Berfoto dengan latar Tebing Karang Dawa dan Pantai Kelingking

Tebing berbentuk kelingking yang menjorok ke laut dinamakan Tebing Karang Dewa atau Tebing Paluang. Tebing ini menjadi pembatas antara dua pantai, Pantai Kelingking di sebelah kanan dan Pantai Paluang di sebelah kiri. Pengunjung tidak bisa berjalan di atas Tebing Karang Dewa, tapi bisa melihat keindahannya dari atas Bukit Karang Dewa. Juga bisa berfoto dengan latar tebing dan pantai yang ada di bawahnya dari puncak tebing di sisi Pura Paluang. Sebuah pemandangan yang tidak mudah ditemukan di tempat wisata lain. Berfoto dengan background tebing Karang Dawa yang menjadi ciri khas pantai Kelingking tentu sebuah keharusan.

Pantai Kelingking sering juga disebut Kelingking Secret Point, spot yang terkenal untuk diving yakni Manta Point. Saya, jangankan diving untuk bertemu manta, berdiri di bibir  tebingnya saja sudah luar biasa takjub, sekaligus ngeri. Katanya ada akses untuk turun, tapi saya tak melihatnya. Jika melihat pun, belum tentu berani turun. Kalau tergoda ingin menikmati pantai Kelingking nun jauh di bawah sana, bisa dengan naik speedboat dari Toyapakeh atau Crystal Bay. Pantainya elok berpasir putih, tak henti dibelai ombak dengan buih-buih putih di antara gradasi air laut hijau turkois dan biru gelap. Sangat menawan. 


Pantai Paluang di bawah sana. Menakjubkan!

Pantai Kelingking di bawah sana. Amazing!

Tebing-tebing spektakuler di Bukit Karang Dawa

Pinggiran tebing Bukit Karang Dawa hanya dipasang pebatas berupa bambu yang diikat tali tambang. Pengaman yang tidak aman. Sekedar penanda batas aman saja. Bukan sekuat beton yang memagari tebing-tebing di Uluwatu. Karena itu, bagi siapa saja yang sedang berada di sini, sangat perlu berhati-hati. Tergelincir atau terpeleset sedikit taruhannya nyawa. Pentingkan keselamatan.

Di tebing Pantai Paluang terdapat Pura Paluang atau yang lebih dikenal Pura Mobil. Dinamakan demikian karena pelinggih di pura ini berbentuk mobil. Menurut cerita, pelinggih mobil ini dibangun karena dulunya masyarakat sekitar sering mendengar deru suara mobil dan klakson mobil. Padahal saat itu belum terdapat mobil disana. Saya hanya melihat-lihat pura ini dari luar karena saat itu tiba-tiba gerimis dan saya buru-buru naik bukit kembali ke mobil bersama rombongan untuk melanjutkan ke objek wisata berikutnya, Angel Billabong dan Broken Beach.


Together is more fun!
Angel Billabong Nusa Penida Kolam Tersembunyi Yang Eksotis

Gerimis telah usai. Siang kembali cerah. Perjalanan dilanjutkan selama 30 menit menuju Banjar Sumpang, Desa Bunga Mekar, pesisir Barat Nusa Penida. Sesampainya di lokasi, mobil diparkir di atas bukit, hanya beberapa meter saja dari jurang di pinggir laut.  


Dari parkiran kami masih harus jalan kaki menuruni tebing sekitar 10 menit. Yang membuat senang, di sini sudah dibangun jalan turun berupa anak tangga semen. Turun jadi mudah meskipun cukup curam. 

Menuruni bukit, jalan pinggir tebing, menuju Angel Billabong

Angel Billabong Nusa Penida adalah salah satu tempat tersembunyi yang mengagumkan di Nusa Penida. Ciri khasnya berupa kolam alami yang sangat cantik dan mungkin belum tentu dapat ditemukan di tempat lain. Kolam eksotis ini berciri khas artistik dan berbatu karang berwarna hijau kuning. Bentuknya mirip seperti kolam pemandian, karena antara kolam dan pantai terpisah. Angel’s berarti bidadarinya Nusa Penida, dan Billabong dalam bahasa Inggris berarti ujung dari sebuah sungai yang buntu. Tapi celah panjang di antara dua tebing batu karang ini bukanlah muara sungai.

Angel’s Billabong terbentuk secara alami karena air laut yang mengalir masuk terperangkap, dan membentuk sungai buntu. Aliran air yang berada di antara dua tebing karang langsung bertemu dengan lautan lepas. Air kolamnya sejernih cermin, memperlihatkan kontur-kontur batu karang berwarna hijau dan kuning di dasar kolam. Lumut berwarna hijau yang tumbuh di sekitar karang membuat Angel’s Billabong terkesan lebih alami. Sulit menahan diri untuk tidak berenang  dan berendam merasakan kesejukan airnya yang tenang. 


primadona nusa penida
Angel Billabong - Kolam alami nan artistik dan eksotik

Kolam Renang Alam Sebening Cermin, Utamakan Keselamatan Saat Berenang

Berenang dan bersantai di Angel’s Billabong sambil memandangi laut lepas tentu sebuah pengalaman yang istimewa. Ada sensasi berbeda yang tak mudah ditemukan di tempat lain. Tetapi, KESELAMATAN JUGA SANGAT PENTING. Dianjurkan untuk selalu memperhatikan pasang surut air laut. Karena jika sedang pasang biasanya air laut yang dibawa ombak akan masuk menembus bebatuan. Saat air surut dan ombak bersahabat aman buat berenang, tapi tidak dianjurkan berenang terlalu jauh ke tepian perbatasan kolam dan lautan. Jangan pernah turun apalagi berenang disaat ombaknya sedang menggelora menjilat-jilat tebing. Jika sedang gelombang besar, bisa tersapu oleh air laut. Sangat bahaya. Cukup nikmati saja dari bibir tebing.

Angel Billabong mengingatkan saya pada Laguna Gayau di Kiluan Lampung. Tidak mirip, tapi sama-sama kolam yang berhubungan langsung dengan laut lepas. Saya pernah berenang, berendam, dan menyelam senang dalam sejuknya air laguna Gayau. Saat itu aman, saya dan kawan-kawan tidak ada masalah. Justru sangat bahagia. Tapi, satu tahun kemudian Laguna Gayau menelan korban yang datang saat gelombang tinggi. Beberapa wisatawan tersapu ombak, nyawanya tak terselamatkan. Kejadian tersebut seketika muncul dalam ingatan saat saya berada di Angel Billabong yang juga pernah menelan korban wisatawan asing asal New Zealand dan wisatawan lokal. Keduanya sama-sama hilang tersapu ombak. Maut di balik keindahan tersembunyi. Hati-hati ya, kawan.

Banyak hal yang saya sukai dari Angel Billabong. Diantaranya adalah pemandangan, suasana nyaman, dan ketenangan yang tidak didapat dari pantai-pantai lain di Bali yang ramai pengunjung. Saya belum melakukan banyak hal di sini, baru sekedar melihat dari dekat, memandang agak lama, tanpa turun mandi dan berenang. Janji untuk kembali dan lebih berlama-lama, sambil berenang tentunya, saya ikrarkan. Semoga semesta merestuinya. 


Tangga semen yang baru dibuat, jalan menuju Angel Billabong yang ada di balik dua karang di bawah sana

Angel Billabong
Angel Billabong dilihat dari laut - Foto: infokebali.com

Broken Beach (Pasih Uug) Pantai Spektakuler di Nusa Penida

Broken Beach, objek wisata Nusa Penida yang kami datangi berikutnya, punya keunikan tersendiri, dan belum tentu bisa dijumpai di tempat lain. Lokasinya sangat dekat dengan Angel Billabong. Hanya perlu nanjak 3 menit sudah sampai. Seneng deh ke sini, sekali jalan dua tempat keren didatangi sekaligus.

Sesuai kondisinya, dinamakan Broken Beach atau Pasih Uug yang dalam Bahasa Bali berarti pantai rusak atau patah. Pantai ini punya dua keistimewaan. Pertama, bagian tebing yang melingkar membentuk kolam alami yang sangat luas. Kedua, salah satu sisi tebing yang menghadap laut, bolong membentuk terowongan raksasa. Dari terowongan inilah air laut masuk ke kolam raksasa yang airnya sangat jernih bergradasi hijau toska-biru. 


terowongan pantai uug nusa penida
Broken Beach - Terowongan alami di bawah tebing (Foto: Bayu Afriyadi, teman satu rombongan tur Nusa Penida)

Kami datang di musim hujan. Rumput-rumput di sekitar tebing, pohon jarak, dan tumbuhan khas pesisir lainnya sedang subur-suburnya. Pohon kaktus pun banyak tumbuh di sini. Pemandangan alam sekitar nampak hijau dan asri, membuat saya dan suami berlama-lama memandangnya, sampai terpisah dari rombongan. Kami keliru jalan. Mestinya berjalan ke bagian tebing yang menghadap ke tebing bolong, kami justru berjalan ke arah sebaliknya. Kami tidak menyadari sudah berada di Broken Beach. Kalau tahu, pasti sudah pindah tempat ke tebing lain. Saat ada teman satu rombongan menghampiri untuk mengajak pulang, kami masih belum ngeh. Setelah meninggalkan lokasi, baru deh tahu. Tapi sudah telat. Sesaat ada rasa sesal, tapi kemudian berganti ikhlas, siapa tahu ada hikmahnya. Mungkin itu cara Tuhan agar suatu hari kami kembali lagi ke sini.
Rumput-rumput subur di bukit dekat Broken Beach

Pohon Jarak dan Kaktus di bukit dekat Broken Beach

Broken Beach ini bukan pantai landai, melainkan pantai bertebing. Kalau berada pada tebing yang tepat, bisa melihat tebing bolongnya. Wisatawan biasanya berfoto selfie dengan tebing bolong tersebut. Dari foto punya teman satu rombongan, saya lihat tebing yang menyerupai “jembatan” tampak tipis dan sempit. Padahal saya lihat sendiri tebingnya lebar dan bisa dilewati dengan aman. Kami memang tidak melihat terowongan itu, tapi kami masih bisa menikmati pemandangan lain yang tak kalah spektakuler, yaitu deretan tebing di sepanjang pantai. Dan katanya nih, kalau beruntung bisa melihat serombongan ikan pari manta berenang-renang di laut di bawah sana. Nah, kalau pantai dalam kolam di tengah tebing lain lagi. Menurut keterangan guide, saat ombak tenang dan sedikit surut, speedboat kecil bisa masuk melalui terowongan, dan pengunjung bisa dibawa ke pantai itu. 


wonderful nusa penida
Pantai saja yang broken ya, sama kamu jangan πŸ’— πŸ˜ƒ

Makan Siang di Warung Angel's Billabong

Kurang dari 12 jam saya di Nusa Penida, baru 3 pantai yang disambangi, tapi sudah dibuat tak henti berdecak kagum. Pulau ini memang punya pesona luar biasa. Dari ketiga tempat yang kami kunjungi, semuanya JUARA dengan keunikannya masing-masing. Kalau diminta memilih mana yang paling favorit, semuanya favorit, semuanya berkesan. Broken Beach menjadi pantai terakhir yang kami kunjungi. Selanjutnya kami menuju Warung Angel’s Billabong untuk makan siang. Melewati jalan yang sama seperti ketika pergi, naik turun dan berkelok-kelok. Jam 2 siang baru sampai.

Warung Angel’s Billabong terletak di atas bukit, di pinggir jalan yang sempit. Karena berada di lereng bukit, tempat makannya seolah bertingkat. Melewati tangga untuk sampai di tempat makan. Meja dan kursinya terbuat dari bambu, menghadirkan kesan alami. Ada pula pondok-pondok lesehan, penginapan, dan toilet. Menu-menu yang ada masih sedikit. Itupun kadang tidak semuanya tersedia. Diantaranya Chicken Satay, Club Sandwich, Japle, Mie Goreng, Pancake, Nasi Goreng Ayam, Nasi Goreng Seafood, Spaghetti Carbonara, Spaghetti Bolognese, Burger. Untuk menu minumannya tersedia Cold Drink, Milk Shake, Fresh Juice. Buat yang minum alkohol, bir Bintang bisa dipesan.

Ngomong-ngomong, nama warung ini membuat trip Nusa Penida yang saya ikuti jadi serba “Angel Billabong”.  Mulai dari kapal “Angel Billabong Fast Cruise”, objek wisata Angel Billabong, mobil buat keliling Nusa Penida “Angel Billabong Tour/Taxi”, hingga tempat makannya pun “Warung Angel Billabong”. Kebetulan atau apa ya? Hmm…apapun itu, yang jelas Angel Billabong adalah destinasi wajib di Nusa Penida. Ini geng kami hari itu, geng Angel Billabong πŸ˜…
Geng Angel's Billabong πŸ˜ƒ

Tempat makannya bersih

Nasi goreng seafood pesananku

Menu sesuai selera wisatawan mancanegara

Daftar menu Angel Billabong

Kalau ke Nusa Penida, Warung Angel Billabong ini bisa jadi pilihan tempat makan

Nusa Penida Pesona Wisata Kelas Dunia


Berlibur ke Nusa Penida rasanya tak cukup dalam satu hari tur saja. Tiga sampai tujuh hari akan menjadi waktu yang layak untuk menemukan permata di pulau kecil kecamatan Klungkung ini. Bertemu dan berinteraksi dengan penduduk setempat, berjemur di bawah matahari, dan menjelajahi taman-taman karang yang mengelilingi pulau akan menjadi kegiatan menarik yang bisa dilakukan selama di Nusa Penida. 

Keindahan alam tiada tara, berpadu dengan suasana nyaman dan tenang yang tidak didapat dari pantai–pantai lain di Bali yang ramai pengunjung adalah alasan utama mengapa Nusa Penida begitu disukai oleh wisatawan asing ataupun lokal. Pesona tebing-tebing spektakuler, air laut sejernih cermin, pantai-pantai alami sangat bersih, dan ombak-ombak yang menggelora mampu membuat para pejalan seperti saya kembali bergairah melanjutkan langkah dan cerita untuk Pesona Indonesia yang tiada dua.  

Nusa Penida, Permata Tersembunyi Bali yang Wajib Dikunjungi

Laksana buku sebagai jendela dunia, berbagai artikel dan foto di media massa dan media sosial yang menampilkan Nusa Penida juga merupakan sebuah "jendela” untuk melihat Nusa Penida. Tapi ia baru sebatas cerita untuk mata, belum bagi rasa. Karena itu, berjalan "keluar dari jendela" adalah cara terbaik untuk mendapatkan RASA, pengalaman bagi jiwa. Kamu kapan keluar jendela pergi ke Nusa Penida? 


====

#GramediaHolidaySeason

==== 


INFO:  
πŸ”˜ Keliling Bali 24-26 November 2017, saat Gunung Agung sedang bergejolak. Alhamdulillah kegiatan pariwisata saat itu tetap berjalan dengan baik. Wisatawan mancanegara dan domestik tetap ramai. Bali masih aman πŸ‘
πŸ”˜ Paket Wisata Bali dari PICNIQ Tour & Travel www.yourpicniq.com CP: Jeffry HP: 081949555588
πŸ”˜Tranportasi selama di Bali pesan di Terimayasa Trans www.terimayasatransbali.com CP. Terimayasa HP: 081338090517 Telp. 0361-282158.
πŸ”˜ Penginapan selama di Bali pesan di Panda Tour & Travel CP. Silviana Chandra HP. 0818-09775007 Email: panda.tourstravel@gmail.com 
πŸ”˜ Paket Wisata Bali Gama Holiday www.gamaholiday.com
πŸ”˜ Tersedia banyak penginapan dan rumah makan di Nusa Penida yang bisa disesuaikan dengan kantong wisatawan.