Travel

Hotel

Culinary

Recent Posts

Kebaikan Alami Membuatku Berani Menaklukan Tantangan Dalam Perjalanan

18.44 8 Comments
Tantangan adalah sesuatu yang membuat hidup ini menarik,
dan mengatasinya akan membuat hidup bermakna 

Menggemari kegiatan traveling tak hanya membuatku merasakan kesenangan, tapi juga menemukan beragam tantangan.

Sebagai travel blogger, aku menyajikan banyak cerita perjalanan dalam blog dan media sosialku. Lalu temanku mengatakan, apa yang aku sajikan selalu terlihat indah dan menyenangkan. Benarkah?  


Aku seorang travel blogger

Di balik keindahan yang terlihat, ada semangat jalan-jalan yang selalu kuat, tapi juga ada kondisi tubuh yang tak selalu sehat. Ada sakit bernama maag yang bersemayam sejak lama dan mudah kambuh kapan saja.

“Ah sepele, hanya penyakit lambung, toh?” Begitu komentar yang pernah aku dengar bila penyakit ini aku ceritakan.

Bagiku, penyakit ini mengerikan, ia menghambat banyak aktivitasku. Bila muncul, ia menyakiti lambung, kepala, dada, hingga tenggorokanku. Pada kondisi kritis, aku pernah lemas tiada daya. Dokter pun berkata, bila tak cepat ditolong, nyawaku lewat. Bila sudah begitu, rasa sakit tak bisa lagi kukatakan lewat kata, tapi lewat air mata. Begitulah drama maag, deritanya tiada tara.

Sakit Saat Traveling

Satu penyakit, bermacam pemicu. Bila muncul, sangat mengganggu. Terlebih saat traveling. Kemunculannya tergantung bagaimana aku. Apakah taat menjaga tubuh, atau abai?

Rentetan sakit ini panjang. Dimulainya dari hal sepele. Misalnya kelelahan, daya tahan tubuh jadi menurun, makan jadi gak teratur, asam lambung jadi naik. Gejala pertama terasa dari perut yang mulai kembung, lalu sakit kepala, mual, mulas, muntah, setelah itu baru sakit dada, dan sakit tenggorokan.

Penyebab lainnya dari makanan pedas, makanan asam, minuman bersoda, minuman berkafein, bahkan stress.

Sehat selama liburan ~ Pulau Leebong

Sakit saat traveling sanggat nggak enak. Mestinya asik menikmati suasana berlibur, malah meringis-ringis sendiri di kamar hotel. Pernah saat traveling, pergi dengan rombongan teman ke tempat kuliner terenak di suatu kota, aku nggak ikutan karena sakit tenggorokan (akibat asam lambung naik), nggak bisa menelan makanan apapun. Ngenes, kan?

Apakah penyakit ini membatasiku dari segala kegiatan, mematikan kegemaranku jalan-jalan? 


Tidak Bepergian Sebelum Sehat

Dilarang sakit saat bepergian. Dilarang pergi saat sakit. Larangan ini paten untukku. Bagaimana bisa maksimal menikmati perjalanan kalau kondisi tubuh tidak prima?

Buat yang ringkih sepertiku, persiapan matang dalam segala hal sebelum bepergian itu wajib. Urusan duit dan barang-barang bawaan mah nomor sekian. Sehat dulu yang penting.

Persiapanku tidak jauh beda seperti yang orang lain lakukan. Mulai dari menjaga makanan, banyak minum air putih, rutin minum minuman herbal alami (aku biasanya minum jamu tradisional), minum vitamin atau makan bermacam buah bervitamin tinggi, menghindari stress, cukup istirahat, hingga rajin olah raga.

Bagiku penting melakukan medical check-up ke dokter sebelum bepergian. Supaya tahu kondisi terkini kesehatan tubuh. Kalau ada yang nggak normal bisa diobati segera. Jangan sampai pas pergi, malah membuat penyakit yang hinggap jadi makin berat.

Terakhir, menghindari stress. Tahu kan pikiran tidak tenang itu bisa bikin lambung bermasalah? Obat jitunya adalah ikhlas. Jadi, selain menyiapkan fisik yang sehat, aku juga menyiapkan hati yang kuat 😃

Ketika kesehatan sudah disiapkan dengan matang, baru deh siap untuk pergi.
Minumlah minuman herbal alami


Jangan Sakit Saat Traveling

Idealnya, berangkat traveling sehat, saat traveling harus sehat, dan tetap sehat seusai traveling.

Jujur, menjaga tubuh selalu sehat selama traveling itu nggak mudah. Bila sudah terlena dengan kegiatan yang mengasyikan, kadang lupa diri lupa waktu. Akibatnya jadi telat makan, kecapekan, kurang istirahat, dan jadi lengah pada apa yang dikonsumsi.

Dampaknya memang nggak selalu langsung. Ada orang yang tetap kuat sampai berhari-hari. Sedangkan aku enggak. Mungkin dari luar, badan tampak masih baik saja, nggak pada tahu saja dalamnya bagaimana.

Telat makan maag kumat, sakitnya langsung ke kepala. Kalau sudah kena, hilangnya lama. Bisa lanjut terus sampai besok lusa. Kalau sudah begitu, kegembiraan jalan-jalan jadi hilang. Nggak ada feel-nya lagi. Kalau aku sudah banyak diam, pertanda lagi menahan sakit, bukan sedang sebal sama teman jalan.

Memang sih, kalau sedang traveling itu harus siap dengan segala kondisi. Karena nggak semua rencana jadi kenyataan. Maka dari sanalah aku belajar. Sesibuk dan seasyik apapun kegiatan yang dilakukan pada saat traveling, aku harus tahu kapan aku istirahat, kapan harus makan,  kapan harus minum obat, dan harus-harus yang lainnya. Makanya aku selalu sedia cemilan dalam tas,  minuman, dan pastinya obat-obatan penolong disaat darurat. Aku nggak mau mengandalkan orang lain.

Obat yang wajib aku bawa di antaranya obat maag, obat sakit kepala, obat diare, dan minyak kayu putih. Makanan yang dibawa biasanya snack kering, seperti biskuit dan roti. Kalau minuman sudah pasti air putih dan minuman alami untuk kesehatan, seperti sari jahe atau sari buah bila ada.

Sakit saat traveling? Nggak ada enaknya. Bikin banyak kehilangan momen berharga.  
Sari Jahe

Memahami Diri Sendiri

Saat traveling, aku berusaha menghindari makan mie instant, terutama dalam kondisi perut kosong. Realitanya, kadang terhindar, kadang enggak. Pada saat tak ada pilihan lain, terpaksa dimakan. Sungguh dilema. Dimakan kena, gak dimakan juga kena.

Seringkali saat sedang berkunjung ke suatu daerah diajak mampir ke kedai kopi lokal. Katanya, belum sah ke kota A kalau belum minum kopi B di kedai C. Kalau sekedar datang ke kedainya sih oke, kalau minum? Nah pikir-pikir dulu.

Aku nggak anti kopi lho. Tidak sama sekali. Kalau sedang dalam kondisi sangat baik, pasti aku minum, asalkan melewati beberapa syarat dulu, misal: setelah makan kenyang, setelah istirahat cukup, dan tidak sedang haid. Kalau syarat itu nggak aku penuhi, aku nggak minum, meskipun dibayar 1 juta pergelas. Apa enaknya pegang duit tapi perut sakit cuma buat gegayaan minum kopi?

Mau dibilang kopi A aman buat pederita maag, kopi B nggak bikin sakit perut, kopi C kadar asamnya sedikit, tetap saja aku harus waspada. Kalau ada yang bilang dirinya aman-aman saja, itu kan dia. Bukan aku. Aku dan dia beda orang, beda tubuh.

Kalau diajak nongkrong di kafe, aku paling suka pesan minuman kegemaranku; minuman buah (catet, bukan buah kopi ya hehe) atau minuman rempah. Sudah biasa bagiku, gegayaan masuk kedai kopi, tapi pesannya jus buah, atau malah pesan wedang jahe haha. 
Resep tradisional

Minum Minuman Sehat Saat Traveling

Kapan pun, dalam kondisi cuaca panas atau hujan, saat siang atau malam hari, minuman rempah akan selalu jadi pilihan pertamaku.

Aku paling suka jika liburan keluarga ke Bandung, khususnya daerah Lembang yang dingin, hotel yang aku inapi biasanya selalu sedia minuman jamu dalam menu restorannya. Memang cocok dengan udara di sana, bikin perut jadi enak, badan jadi hangat.

Pernah 2 kali traveling ke Tidore, Maluku Utara, daerah yang terkenal kaya rempah. Di sana, minuman rempah berlimpah. Salah satunya Guraka, terbuat dari campuran kayu manis, jahe, gula kelapa, pala, dan cengkih. Ini minuman paling favoritku, selalu nagih, 

Sebenarnya pingin banget kalau sedang bepergian itu bisa bawa minuman tradisional. Buat bantu jaga kondisi tubuh. Baik ketika liburan santai maupun penuh petualangan. Seperti jahe dan temulawak, khasiatnya ampuh mengatasi perut kembung. Juga jitu untuk rileksasi dan menghilangkan penat.

Ada nggak sih minuman rempah alami yang mudah dibawa saat pergi? 
Tersedia di supermarket

Teman Setia Perjalanan

Kabar gembira datang dari Konimex. Kini para pejalan sepertiku, yang gemar minum minuman alami berbahan rempah bisa berbahagia. Pasalnya, Konimex telah memproduksi minuman sehat Herbadrink yang bisa dikonsumsi kapan saja dibutuhkan.

Jadi, Herbadrink yang diproduksi oleh Konimex ini adalah minuman herbal alami yang dibuat berdasarkan resep tradisional Indonesia, diproses menggunakan teknologi modern dengan mempertahankan manfaat alaminya. Dikemas secara praktis dan higienis, tinggal seduh, bersih, tanpa pengawet dan tanpa endapan dengan rasa yang enak dan segar.

Nah, buat aku yang memang mengagung-agungkan minuman rempah alami, kabar gembira ini jelas membuatku merasa wajib sedia herbadrink ini di rumah maupun untuk dibawa bepergian. 
Varian Herbadrink


Varian Herbadrink

Herbadrink tersedia dalam 12 varian yaitu Sari Jahe, Sari Temulawak, Lidah Buaya, Chrysanthemum, Kunyit Asam, Beras Kencur, Kunyit Asam Sirih Plus Madu, Kopi Ginseng dan Wedang Uwuh.


Aku suka semua varian Herbadrink. Sari Jahe, Sari Temulawak, dan Lidah Buaya paling aku suka.

Menariknya nih, bagi Herbalovers yang sedang mengurangi konsumsi gula karena alasan kesehatan atau sedang berdiet rendah gula, kini HERBADRINK juga hadir dengan varian Sugar Free yaitu Sari Jahe Sugar Free, Sari Temulawak Sugar Free, Chrysanthemum Sugar Free dan Lidah Buaya Sugar Free. 

Jadi, kita bisa punya pilihan, ya, mau yang bebas gula atau pakai gula. 

Herbadrink Sari Jahe kesukaan

Perjalanan yang Menyehatkan

Lihatlah lebih dekat dan Anda akan menemukan setiap orang punya kekurangan masing-masing –Anthony Hopkins-

Memaknai perkataan Anthony, bahwa banyak orang yang kecewa pada diri sendiri dan ingin hidup seperti orang lain. Padahal setiap orang memiliki kekurangan masing-masing. Hanya yang dapat mengatasi kekurangan dirilah yang dapat meraih sukses. 
Sukses Menaklukan Tantangan

Seperti yang aku ceritakan di awal. Blog dan medsosku mungkin berhasil menampakkan aku sebagai travel blogger yang sukses, yang tak memiliki kekurangan. Padahal di balik itu semua, aku adalah pengidap sakit maag kronis yang sangat rentan sakit. Inilah salah satu kekurangan yang aku miliki. 

Tapi aku selalu percaya, bila aku tekun menjaga badan dan pikiranku, Insha Allah aku akan terbebas dari sakit dan bisa beraktivitas tanpa batas.

Aku menantang sakitku dengan melakukan perjalanan.

Melalui perjalanan keliling Indonesia, aku mengagumi keindahan alam ciptaan Tuhan, membuatku bersyukur dan menjadi bahagia.

Melalui perjalanan pula, aku merasakan kebaikan alami kekayaan alam Indonesia berupa rempah-rempah yang dipercaya menyembuhkan berbagai penyakit.

Perjalanan menjadikanku sehat, jiwa dan raga. 

Kamu juga bisa.