Hamparan Tapak Dara di Pulau Tidung

15.29
 Tapak Dara, Si Bunga Kelopak Lima Yang Bertebaran

Tak kusangka, ternyata banyak "bonus" di pulau Tidung. Dari hamparan ilalang yang tumbuh lebat, hingga tumbuhan Tapak Dara yang bertebaran di sepanjang jalan menuju Saung Selatan (tempat minum air kelapa di Pulau Tidung).

Aku sebut ini bonus, karena sajian tumbuhan ini tidak pernah terpikir dalam benakku. Sebagaimana pulau-pulau di tengah lautan, hanya bayangan pohon kelapa dan hamparan pasir putih di pantai saja yang menari-nari di depan mataku.

Siang hari, bermeter-meter aku mengayuh sepeda, maka berkali-kali pula aku singgah sekedar untuk melihat lebih dekat dengan tanaman berbunga cantik ini. Aku suka sekali melihat sebuah tempat yang ditumbuhi oleh satu macam tanaman tetapi jumlahnya banyak. Seperti sebuah kebun alami yang dipelihara dan dirawat dengan penuh keahlian. 


Dalam dunia pengobatan herbal, Tapak Dara disebutkan sebagai tanaman yang mempunyai kandungan kimia yang sangat banyak, bahkan tercatat lebih dari 70 macam alkoloid yang terdapat pada akar, batang, daun dan bijinya. Berkhasiat untuk mengobati penyakit kanker, leukemia, hipertensi, dan kencing manis. Wow!

Hamparan Tapak Dara

Warna bunga Tapak Dara di tempat ini merah dan putih, hanya memiliki 5 kelopak, dan muncul dari ketiak daun (aksial). Aku sempat menghitung dari bunga ke bunga, mungkin lebih dari 10 bunga, dan hasil kelopaknya sama. Kelopaknya kecil-kecil. Mahkotanya serupa terompet, ujungnya melebar, berwarna putih dan merah jambu. Katanya sih ada juga yang ungu, tergantung kultivarnya. Sedangkan buahnya berbentuk silinder, berujung lancip, dan ada rambutnya. Tanaman perdu yang berasal dari Amerika tengah ini memiliki batang pohon yang pendek. Di sini, tingginya hanya sekitar 40-50cm saja.
Daunnya yang hijau berbentuk bulat telur, tersusun menyirip berselingan. Daunnya juga kecil-kecil, begitu pula dengan tangkai daunnya, sangat pendek. Batang dan daunnya mengandung lateks berwarna putih.



Menurut Wikipedia:
Tapak dara adalah perdu tahunan yang berasal dari Madagaskar, namun telah menyebar ke berbagai daerah tropika lainnya. Nama ilmiahnya Catharanthus roseus (L.) Don. Di Indonesia tumbuhan hias pekarangan ini dikenal dengan bermacam-macam nama. Di Sulawesi disebut sindapor. Dalam bahasa Sunda disebut kembang tembaga. Sedangkan kembang tapak dårå merupakan sebutan dalam bahasa Jawa

Sebenarnya aku kerap sih melihat tanaman ini, biasanya di taman-taman atau di tempat penjualan tanaman hias. Akan tetapi aku belum pernah melihatnya tumbuh banyak di tempat terbuka dan seluas yang aku lihat di Pulau Tidung. Tumbuh liar atau sengaja di tanam, aku tak tahu. Mau liar atau enggak, terserah, yang penting jangan rusak tanaman ini ya kawan (kalo ke Tidung). Biarkan dia tumbuh dan hidup. Menjadi penghias pulau, atau dipelihara sebagai tanaman obat. Oh iya, sudah tahukah penduduk pulau akan khasiat Tapak Dara? Entah. Aku tak sempat bertanya apapun tentang ini. Semoga saja penduduk di sana mengetahuinya, memberdayakannya menjadi tanaman obat. Sebab, tanaman yang mempunyai sifat sebagai antikanker, sitostatika, hipotensif, penenang, menyejukkan darah, menghentikan pendarahan (di buku Obat Herbal Karya Sari yg aku punya, katanya begitu. Di artikel2 online bilangnya juga begitu) ini, kalau sudah jadi kapsul, sangat berharga.

Banyak temuan di Pulau Tidung. Alhamdulillah.

Jika kamu ingin wisata pulau, maka Pulau Tidung merupakan pilihan yang menarik. Namun jangan lupa, tolong jaga pulau ini dari sampah dan kotoran ya. Jangan bawa dan tinggalkan sampah apapun di sini. Kalau tidak bisa menjaga kebersihan, sebaiknya urungkan niat ke Pulau Tidung.
Aku serius.

Untuk membaca tulisan-tulisan lainnya terkait Pulau Tidung, silahkan pilih Kepulauan Seribu yang ada pada menu Travel Notes.

Terima kasih.

Share this

Indonesian Blogger | Travel Writer | Email: katerinasebelas@gmail.com |

Related Posts

Previous
Next Post »

2 comments

Write comments
21 April 2013 06.12 delete

udah lama g liat tapak dara

Reply
avatar
21 April 2013 18.55 delete

Sama mbak, setelah sekian lama baru di Pulau Tidung kemarin bisa lihat lagi. Surprise banget bisa nemu tanaman perdu ini tumbuh begitu banyak di tempat yang cukup luas.

Reply
avatar

Leave your message here, I will reply it soon! EmoticonEmoticon