Travel

Hotel

Culinary

Recent Posts

Jatuh Hati Pada Bergo Plisket Gelombang Cinta, Nyaman Dipakai tapi Tidak Mahal

 

Selembar bergo yang saya beli secara online ketika berada di sebuah rumah sakit di Depok, Jawa Barat, menjadi bagian dari cerita yang mempermanis indahnya kesabaran menanti suami sembuh. 

Saat cerita ini ditulis, suami sudah sehat, alhamdulillah. Masuk IGD tgl. 3 Mei, dirawat selama 6 hari, dan tgl 8 Mei sudah bisa kembali ke rumah kami di BSD.

Saat ini, hampir seminggu sejak suami keluar dari rumah sakit. Keadaan sudah tenang, dan saya mulai menulis. Saat masih di rumah sakit, saya fokus pada kesembuhan suami saja. 

Soal mengapa dirawat di Depok padahal tinggal di BSD, karena hari di mana suami sakit, kami sedang berada di rumah orang tua (mertua saya) di Depok, lalu serangan sakit itu datang saat kami masih di sana. Dalam situasi gawat, kami tak punya waktu lagi untuk pergi ke rumah sakit di BSD. Terlalu jauh dan lama, sedangkan kondisi suami sudah tak tertahankan. Maka, saya bersama adik dan ibu, mengantar suami ke rumah sakit terdekat. 

Dari rumah sakit itulah, cerita tentang bergo plisket gelombang cinta bermula.


Foto di awal tulisan (paling atas) adalah foto yang saya ambil tgl. 6 Mei, hari ke-4 suami dirawat. 

Hari itu Jumat, tgl. 6 Mei 2022. Saya memakai kerudung instant warna putih yang telah dua hari tidak diganti. Saat lebaran ke rumah mertua, saya memang membawa baju dan kerudung ganti, tapi hanya untuk 1 kali ganti. Jadi selama di RS saya baru 1 kali ganti. Setelah 2 hari dipakai sejak tgl. 4 Mei, kerudung itu mulai tak wangi. Basah oleh air wudhu, basah oleh keringat, aromanya mulai tak sedap, dan hari itu tiba-tiba basah ketumpahan air.

Saya ingin ganti kerudung, tapi stock yang bersih sudah tidak ada. Memang ada cara mudah, tinggal telpon ibu mertua, anak saya Alief, atau adek-adek ipar saya, minta mereka siapkan. Jika diminta, pasti dikirim. Tapi hari itu adek dan anak saya Alief sudah bolak-balik ke RS mengantar berbagai keperluan. Saya tidak tega, saya tidak mau membuat mereka capek walaupun mereka tak punya keluh, justru berharap bisa banyak membantu.

Saya sedang ingin mengatasi persoalan kerudung dengan cara mudah, yakni beli online saja di toko terdekat. Saya bukan hendak belanja barang bagus dan mahal, cukup yang biasa dan murah, yang penting ada dan cepat sampai. Di tengah suasana masih lebaran, masih untung kalau ada toko yang buka dan melayani pengiriman.

Ada 2 marketplace yang hendak saya tuju, Tokopedia dan Shopee, tapi jemari saya memilih aplikasi Shopee duluan, ya sudah saya cari di sana. 

Saya pilih toko yang berlokasi di Depok supaya lebih dekat dan cepat diantar. Ada 2 toko yang saya temukan di Depok, lainnya kebanyakan di Tangerang dan Bekasi. Tanpa berlama-lama, karena tak mau suami terabaikan oleh urusan belanja kerudung, saya langsung buka salah satu toko namanya Ramela Mode. 

Ada beberapa model bergo di Ramela Mode, hanya satu yang langsung menarik perhatian saya, namanya Bergo Plisket Gelombang Cinta. Model bergonya enak dilihat, pakai tali berbentuk kepang, dan pilihan warnanya pun beragam. Saya langsung baca ulasan pembeli, ternyata banyak komentar positif. 

Nggak pakai lama saya langsung pilih warna Mocca, warna favorit saya.

Jam 12:10 saya order, di jam itu pula saya menyelesaikan pembayaran. 15 menit kemudian pesanan berangkat dan 15 menit kemudian pula pesanan sampai ke RS, diantar oleh satpam ke kamar rawat suami saya. Agak kaget juga karena cepat sekali sampainya. Saya kira pak satpam mengantar pesanan makanan dari ojol food, ternyata bergo. 

Pembelian saya di Shopee, saat order dari Rumah Sakit. Proses pembelian hingga pengiriman berjalan mudah dan cepat (pakai pengiriman Instan). Alhamdulillah. Barangnya sudah saya terima sejak siang, tapi baru ingat untuk menyelesaikan pesanan pada malam harinya 😅


Setelah satpam yang mengantarkan paket bergo pergi, saya langsung membuka paket. Bergonya langsung saya pakai setelah dikibas-kibas dulu, sambil disemprot pakai hand sanitizer supaya aroma khas barang baru agak mereda di penciuman😀 Pengennya sih disemprot pakai disinfectant, tapi gak ada, jadi pakai hand sanitizer saja. Saat itu saya Bismillah saja semoga bergonya bersih.

Setelah dipakai, Masya Allah, ukuran bergonya sangat pas di kepala. Lubang untuk muka juga pas. Ukuran topinya nggak terlalu menjorok ke depan. Panjang topi dari atas sampai bawah dagu juga pas. Sempit enggak, longgar juga enggak. Panjang bergo dari bahu sampai bawah juga pas. Pendek enggak, kepanjangan juga enggak. 

Bergonya nggak ketat di kepala, terasa longgar tapi tidak melorot sana sini yang biasanya bikin rambut di atas kening jadi keliatan. Semisal lupa pakai ciput pun, rambut masih aman. 

Bergo Plisket Gelombang Cinta terbuat dari bahan Jersey Super. Ringan tapi tidak melayang dan tidak transparan. Persis seperti yang ditulis oleh penjualnya di deskripsi, bukan bahan ceruty yang tipis, dan bukan bahan diamond yang menerawang.

Bahannya tidak licin tapi jatuh, tidak mudah kusut, bahkan tidak perlu disetrika tetap rapi. Selain itu yang bikin suka bahannya adem, terasa nyaman sekali dipakai. 

Letak pangkal talinya sejajar dengan mulut, pada saat diikat nggak bikin topi bergo jadi ketarik ke belakang. Biasanya tali bergo lain yang pernah saya beli, talinya dipasang agak tinggi sehingga ketika diikat, bagian pipi ikut ketarik ke belakang, bikin pipi tembem jadi makin keliatan tembem 😂

Sewaktu baru saya terima, bagian topinya nggak lurus/patah, disebabkan oleh bekas lipatan saat dalam kemasan. Setelah dicuci, jemur dan saya betulkan pakai tangan saja (tanpa di setrika), topinya lurus lagi tanpa patahan. Tergantung dari cara menyimpan. Jangan sampai ada patahan pada bagian topi biar selalu lurus.

Screenshot dari aplikasi Tokopedia. Model talinya berbentuk kepang.

Ini warna Mocca yang saya pilih. Warna favorit saya.

Screenshot dari aplikasi Shopee. Paling banyak terjual di Shopee

Screenshot dari aplikasi Tokopedia. Ada banyak pilihan warna cantik.


Begitu mudah untuk bersyukur.
Begitu mudah untuk bahagia.

Ada kemudahan saat membutuhkan bergo/kerudung di situasi darurat. Supaya punya kerudung ganti, supaya nggak merepotkan keluarga yang sudah repot.

Ada rasa bahagia saat mendapatkan kerudung murah tapi bagus dan nyaman dipakai.

Hanya Rp 31.500 per bergo. Buat saya itu  murah banget.
Semisal dapat barang biasa dan katakanlah ga bagus, ga nyaman, wajar banget dengan harga segitu.

Tapi dengan harga semurah itu, saya dapat barang yang bagus dilihat dan nyaman dipakai, rasanya senang. 

Semisal saya membeli bergo seharga 250K-350K, dan bergonya bagus, itu wajar. Tapi 31K saja bagus, itu istimewa.

Jahitan bergo yang saya terima rapi. Yang saya terima ya. Mudah-mudahan yang diterima orang lain juga sama bagus dan rapi.

Dari ulasan orang-orang yang pernah beli, komentarnya positif, sbb:
Screenshot dari aplikasi Shopee. Komentar positif dari orang-orang yang pernah belanja Bergo Plisket Gelombang Cinta.


Saya tidak sedang diendors, tidak pula sengaja untuk promosi. Saya menulis untuk menceritakan pengalaman saya selama merawat suami di RS. Dan ini adalah pengalaman pertama saya berbelanja kerudung/bergo dari rumah sakit. Bukan hal luar biasa, tapi bermakna bagi saya pribadi.

Jika kemudian tulisan ini menjadi sebuah promosi, harapan saya semoga jualan bergo di toko ini laris manis, jadi makin banyak muslimah yang belanja untuk memenuhi kebutuhan menutup rambut (aurat).

Saya tidak menjamin setiap bergo yang diterima adalah sebagus yang saya terima, karena bisa jadi ada produk yang cacat di antara sekian banyak produk yang berhasil. Dan bila kebetulan kamu menerima yang seperti itu, maka yang kamu terima saja yang mengalami kesalahan, karena yang orang lain terima belum tentu ada masalah. 

Foto paling atas, saya jepret dari kamar rawat suami, menggunakan kamera ROG Phone 3. HP nya saya sandarkan di bantal yang sedang dipakai suami. Suami saya saat itu sedang tidur. Saya selfie sebanyak 2 kali.

Setelah suami bangun, saya langsung tunjukkan padanya bergo baru yang saya pakai. Suami menatap saya, dan berkata: "Kerudungnya bagus, Ma." 

Masya Allah 💕💖

Kemarin hari Jumat (13/5/2022), saya order lagi 3 pcs Bergo Plisket Gelombang Cinta warna peach, hitam, dan abu muda. Jika sebelumnya saya beli di Shopee, kali ini saya beli di Tokopedia, tapi masih di toko yang sama 😀

Saat sudah jatuh hati, tak ragu untuk membeli lagi. 

Belanja lagi Bergo Plisket Gelombang Cinta




Terima kasih sudah membaca 💚




Temukan Preset Lightroom Terbaik Hanya di KaryaKarsa

Istilah preset lightroom bukan lagi hal asing untuk orang-orang yang hobi edit foto. Lightroom sendiri sebenarnya mengacu pada aplikasi Adobe Lightroom, sebuah perangkat untuk edit foto. Adobe Lightroom banyak digunakan untuk mengedit foto, terutama untuk mengedit tone foto. Menyesuaikan tone foto akan membuat serangkaian foto yang ditampilkan bersama menjadi lebih senada.

Akan tetapi, pengeditan tone foto dengan cara manual adalah sulit dan memakan waktu lama. Maka tidak heran sekarang banyak yang menjual produk dalam bentuk download preset. Artinya, produk ini menawarkan serangkaian kombinasi preset untuk tone yang bermacam-macam. Produk preset ini pun ditawarkan untuk berbagai aplikasi maupun perangkat lunak pengeditan gambar.

Kenapa sih orang-orang pada beli preset lightroom? Tentu saja ini tidak terlepas dari berbagai keunggulannya. Produk preset lightroom adalah produk yang mudah digunakan termasuk oleh para newbie dalam mengedit foto mereka. Hanya tinggal satu kali sentuh dan foto-foto yang di-edit langsung berubah dengan tone senada.

Temukan Preset Lightroom Terbaik hanya di KaryaKarsa
Credit gambar: https://karyakarsa.com/rizkiadtyam/japan-vibe-preset

Di mana ya beli preset lightroom yang apik? Tidak perlu risau! Kamu bisa mengandalkan KaryaKarsa sebagai platform yang menjual ratusan preset lightroom dari berbagai kreator. Selain ketersediaan produk yang mencapai lebih dari 500 produk, apa lagi sih kelebihan produk preset lightroom di KaryaKarsa?

1. Harga Super Terjangkau

Di KaryaKarsa, produk preset lightroom yang dijual dibanderol dengan harga yang sangat terjangkau. Punya dana sekitar Rp150 ribu? Rp100 ribu? Rp50 ribu? Bahkan cuma Rp20 ribu atau kurang dari itu? Jangan khawatir, di KaryaKarsa ada ratusan produk preset yang dijual dengan paket harga yang sangat terjangkau.

Meski harga konten di KaryaKarsa terbilang terjangkau, bukan berarti kualitasnya ecek-ecek ya. Kamu bisa temukan beragam konten dengan kualitas yang bagus. Selain itu, tidak jarang kreator memberikan voucher potongan harga untuk fans yang mau membeli karya mereka.

Di setiap laman produk preset dari setiap kreator selalu ditampilkan harga termurah yang bisa diambil. Meski begitu, KaryaKarsa tetap memberikan pilihan paket lain dengan harga lebih tinggi dan konten yang lebih lengkap. Paket ini disediakan bagi fans yang bersedia mendukung kreator kesayangan mereka atas karya preset yang sudah dibuat.

2. Beragam Pilihan dari Beragam Kreator

Jumlah kreator KaryaKarsa dengan produk preset seperti ini ada ratusan, loh. Kita tak perlu takut kekurangan referensi karena secara jumlah kreatornya sendiri sudah sangat banyak. Dengan demikian, pilihan produknya pun dijamin jauh lebih banyak. Satu orang kreator dapat membuat lebih dari satu paket preset lightroom yang ditawarkan kepada fans atau pendukung.

Pada ratusan produk paket preset yang disediakan, kita juga bisa memilih berdasarkan kebutuhan. Misal, kebutuhan preset kita adalah preset untuk aplikasi Lightroom CC di mobile saja atau PC saja. Butuh paket preset yang bisa digunakan di dua perangkat? Kreator di KaryaKarsa menyediakannya! Ingin produk preset yang bernuansa Jepang atau Korea? Ada juga di sini. Sekedar butuh preset untuk foto Black and White (BnW) tapi dengan pilihan model BnW yang beragam? Semua ada di KaryaKarsa. Kita selaku fans dan pengguna produk tersebut hanya tinggal mencari produk mana yang sesuai dengan selera dan kebutuhan kita.

3. Contoh Foto yang Memadai

Sebelum membeli dan download preset yang kita inginkan, kita bisa melihat hasil foto yang menggunakan produk preset yang dijual pada laman milik kreator. Sebagian besar dari kreator preset ini selalu memberikan sample product mereka. Langkah ini dapat memberikan gambaran pada para calon pembeli seperti apa hasil akhir dari foto yang sudah menggunakan preset tersebut.

Tak tanggung-tanggung, jumlah foto yang digunakan sebagai sample ini pun biasanya mencapai 10 atau lebih. Biasanya, para kreator akan memberikan contoh penggunaan satu preset untuk berbagai foto dengan komposisi warna yang berbeda-beda. Dengan demikian, calon pembeli sudah bisa memperkirakan hasil akhir dari penggunaan preset tersebut pada foto yang akan mereka edit.

4. Bisa Digunakan di Handphone

Tak jarang pengguna produk preset ini hanya memanfaatkan smartphone mereka dalam melakukan editing foto. Maka, produk yang dijual di KaryaKarsa pun hampir selalu mempromosikan bahwa produk preset ini dapat digunakan pada perangkat smartphone. Hal ini tidak jauh dari penjelasan penggunaan preset yang begitu mudah. Para pemilik konten hanya tinggal meng-klik preset yang ingin digunakan dan foto akan sudah berubah tone sesuai preset-nya.

Foto dengan preset yang sama tentunya memiliki tone yang senada. Produk foto dengan tone yang sama ini banyak digunakan untuk konten di media sosial sehingga terlihat lebih rapi dan memiliki ‘cerita’ yang sama pada beberapa fotonya. Maka, penggunaan preset menjadi penting karena memudahkan secara teknis pengerjaan dan hasil akhirnya menjadikan foto lebih bermakna atau bercerita.

Membeli produk preset memang banyak membantu dalam urusan editing foto. Di KaryaKarsa, kamu bisa membeli dari kreator yang memang ahli untuk membuat preset dengan tone beragam. Selain itu, membeli produk dari kreator di KaryaKarsa sama saja kamu mendukung para seniman mendapatkan tambahan pendapatan yang layak atas hasil karya mereka. Yuk dukung para kreator seni Indonesia lebih maju dengan membeli produk mereka di KaryaKarsa!

Lampoh Restoran Aceh, Tempat Makan Keluarga dengan Vibes Nyaman di BSD

LAMPOH BSD [Katerina 23 April 2022]
 
Spanduk itu terbentang lebar di depan restoran, persis di bawah tulisan nama LAMPOH, di atas jalan menuju pintu masuk resto, bertuliskan "Lampoh Lt. 2 dengan atmosphere baru".

Terlihat seperti sebuah pesan penting, sekaligus sebagai upaya jitu untuk menarik pelanggan lama maupun baru agar datang dan mencoba suasana baru yang ditawarkan. 

Berukuran besar, tapi keberadaannya tidak saya sadari, padahal sering melintas. Tampaknya, perlu ada niat dulu untuk mampir makan supaya saya tergerak untuk menoleh, maka pesan itu terbaca. 

Lewat pesan di spanduk, Lampoh berharap pengunjung tahu bahwa kini mereka bisa merasakan suasana baru yang lebih baik, lebih nyaman, dan lebih menyenangkan. Meski hal itu tidak dijanjikan secara tertulis, tapi tersirat demikian. Akan kah ada sesuatu yang lebih dari suasana baru itu?
Suatu hari bukan di bulan Ramadan, makan bersama keluarga di lantai 1 Lampoh. 

Selama pernah beberapa kali makan di Lampoh, baik berdua saja dengan suami tercinta, maupun berlima dengan anak-anak dan orang tua tersayang, kami belum pernah makan bersama di lantai 2. Lain halnya dengan Alief, dia pernah beberapa kali bersama teman-temannya.

Dulu waktu pertama kali ke Lampoh, saya pernah intip lantai 2, ternyata semi outdoor, ada bidang terbuka lebar yang menghadap ke jalan raya. Jelas cocok buat pengunjung yang gak bisa lepas dari aktivitas merokok, dan memang diperuntukan bagi perokok. 

Makan di area untuk perokok, bukanlah kenyamanan bagi saya. Asap rokok membuat kepala pening, dada sesak, perut mual, bikin kegiatan makan jadi tidak nyaman. Meskipun tidak setiap pengunjung yang memilih lantai 2 itu adalah perokok, tetap saja saya hindari. 

Selain itu, faktor naik dan turun tangga juga jadi alasan kenapa saya suka makan di bawah, terutama saat bawa orang tua. Selain demi kenyamanan orang tua, juga demi diri sendiri. Semisal datang dengan rasa lapar yang sudah menggigit, butuh tenaga buat naik tangga, rasa malas pun menyertai. Pengennya sih pas masuk itu langsung duduk. 

Seluruh area makan di lantai 1 itu indah dipandang. Di mana pun duduk, semua menarik untuk jadi latar berfoto, tanpa harus pindah-pindah tempat.

Hari Minggu tgl. 23 April lalu, saya datang ke Lampoh untuk berbuka puasa bersama keluarga. Ini adalah satu-satunya kunjungan saya ke Lampoh di bulan Ramadan tahun 2022. 

Bukber di Lampoh karena Dekat dan Tersedia Tempat

Apakah saya mengajak keluarga makan di Lampoh karena tertarik dengan promosi suasana baru lantai 2? Tentu saja bukan karena itu. Saya hanya punya dua alasan; dekat dari rumah dan bisa reservasi.

Sependek pengalaman saya buka puasa di luar rumah di bulan Ramadan, seringkali mendapati situasi yang tidak saya harapkan, terutama bila hendak buka puasa di mall. Hampir seluruh restoran di mall penuh -kecuali resto non halal- dipadati oleh orang-orang yang hendak buka puasa. 

Menerapkan trik datang lebih awal hanya membuat diri bosan menunggu terlalu lama di resto. Jam buka masih lama, ngapain juga nongkrongin meja kosong? Sedangkan bila datang dadakan jelang waktu berbuka, risikonya tidak kebagian tempat. Tidak semua restoran, baik di mall maupun di luar mall menerapkan sistem reservasi. Kebanyakan lebih suka menerima tamu datang dadakan. Demi kenyamanan berbuka inilah maka perlu persiapan matang, dan di situlah tugas saya sebagai ibu dan istri, berjuang mencari tempat berbuka yang nyaman untuk keluarga.

Kenapa mesti nyaman? Dalam keadaan berpuasa, apalagi sudah sore, lemahnya tenaga mesti dijaga. Mondar-mandir cari tempat makan itu bikin lelah lho. Pergi ke sana penuh, pergi ke sini penuh. Capek. Pusing. Bisa-bisa kebawa emosi, akhirnya malah mengurangi nilai puasa 😂
Suasana lantai 1 Lampoh
 
Belajar dari pengalaman di masa lalu, saya mengajak keluarga membuat syarat bila hendak berbuka di luar rumah: Pastikan restonya buka, bisa pesan meja untuk dipakai di waktu berbuka, dan perjalanan menuju ke resto lancar. 

Caranya gimana biar dapat? Harus rajin cek.

Dulu, kami pernah pergi ke suatu resto, udah datang jauh-jauh ternyata tutup. Pernah pula pergi dari rumah jam 3 sore, sampai waktu berbuka belum juga sampai di tujuan. Padahal jaraknya dekat. Hal itu terjadi karena jalanan lancar yang biasa kami lalui mendadak jadi pasar takjil. Penjual tumpah ruah di jalan.

Lampoh dekat dari rumah. Mudah dicapai karena berada di pinggir jalan Rawa Buntu yang lebar. Badan jalan bisa dilalui 3 mobil, arah sebaliknya pun sama. Dalam keadaan ramai pun, tidak ada macet. Terhenti beberapa saat di lampu merah saja. Jalan menuju Lampoh bisa dari arah Viktor, Taman Tekno BSD, Rawa Buntu (stasiun KRL), maupun dari dalam komplek keluar Golden Vienna.

Bisa reservasi adalah alasan kedua saya memilih Lampoh. 

Saya mampir ke Lampoh pukul 2 siang untuk cek perihal reservasi. Ternyata meja bisa dipesan. Saya awalnya mau di lantai 1, tapi saat si mbak Lampoh menawari lantai 2, saya nurut, lalu ikut ke atas untuk melihat-lihat. Area semi terbuka yang saya ceritakan sebelumnya masih ada, sedangkan tempat dengan suasana baru itu ternyata sebuah ruangan tertutup dengan lantai sedikit lebih tinggi, jadi kami naik tangga lagi.

Ternyata, begini suasana baru lantai 2 itu....
Lantai 2 Lampoh: Ada sofa merah panjang untuk pengunjung dengan rombongan

Lantai 2 Lampoh: Dekorasi di langit-langit ruangan, lampu berbentuk lingkaran dengan hiasan tanaman artifisial. Variasi kayu jati pada dinding, lainnya berupa kaca, menambah keindahan.

Lantai 2 Lampoh: Material kayu yang disusun untuk melapisi dinding, serta tambahan tanaman artifisial di banyak titik, menghadirkan suasana asri nan hangat

Berbuka Puasa dengan Menu Kesukaan

Kami tiba di Lampoh 10 menit sebelum waktu berbuka. Setelah parkir, jalan kaki masuk resto, naik tangga, hingga tiba di meja yang saya pesan, waktu berbuka tinggal 5 menit lagi. Mbak Lampoh yang menyambut kami langsung menanyakan nama, dan setelah itu ia bergegas memberi aba-aba ke tim nya. Tidak pakai lama, satu persatu hidangan diantar ke meja, sesaat setelah kami duduk. Secepat itu!😍

Iya lho, saya suka kalau buka puasa pakai sistem reservasi gini. Gak cuma meja yang dijamin ada, makanan yang kita pesan pun sudah disiapkan. Jadi, nggak ada ceritanya nunggu lama. Meski telah disiapkan sebelum kami datang, bukan berarti makanannya sudah terlalu lama dibuat, lantas terhidang dalam keadaan dingin. Enggak. Mereka sudah perkirakan jam masak ke jam hidang, jadi tetap hangat ketika berada di hadapan kami.

Sebelum kami tiba di meja, takjil gratis berupa es buah segar dari Lampoh, telah lebih dulu tersaji. Makanan dan minuman lain menyusul setelah kami berada di meja. Alhamdulillah. 

Ada banyak pilihan makanan dan minuman yang bisa dipesan di Lampoh. Dari sekian banyak menu yang tersedia, kami memesan Mie Aceh Seafood Tumis (saya), Nasi Goreng Daging (Aisyah), Nasi Gurih Ikan Tongkol (suami), Tenderloin Steak (Alief). Berhubung nasi goreng dagingnya pedas -oleh rempah-, Aisyah pesan lagi yang lain yaitu Tenderloin Steak. Nasi goreng dagingnya dimakan oleh suami, ludes tanpa sisa. Melihat itu, ada dua alasan kuat yang terjadi: suamiku memang sedang lapar dan takut mubazir😂

Untuk cemilan saat berbuka, saya memesan Pisang Goreng Lampoh lengkap dengan Ginger Caramel Sauce sebagai cocolan. Pisang goreng gurih ini buat menemani es buah yang diminum saat berbuka. Kalau sedang ke Lampoh, jangan lewatkan mencoba pisang goreng enak yang nagih banget ini, 1 porsi pun bagi saya tak cukup, mesti nambah!

Untuk minuman, kami memesan Ice Lychee Tea (Alief), Ice Timun (saya), Jus Jambu (suami), Yoghurt Lychee (Aisyah), 1 air mineral botol. Jelang akhir bersantap, Alief juga memesan Green Tea Latte.

Sebagai gambaran kisaran biaya yang bisa dihabiskan di Lampoh untuk makanan dan minuman yang kami pesan itu, total Rp 639.105 sudah termasuk PPN 11% dan SC 3%.  Kata Lampoh, total segitu buat berempat mah biasa. 
Takjil gratis dari Lampoh

Tenderloin steak

Nasi Gurih Ikan Tongkol. Versi suwir-suwirnya dinamakan Cakalang.

Nasi Goreng Daging. Selain daging ada telor dadar. Bagi Aisyah nasi ini pedas. Pedas oleh rempah, bukan cabe.

Mie Aceh Seafood Tumis. Ini menu kesukaan saya di Lampoh. Sebagai restoran Aceh, hidangan Aceh Lampoh memang juara, dan Mie Aceh di Lampoh adalah mie Aceh terenak di BSD.

Pisang Goreng Lampoh. Bentuknya seperti potongan kentang goreng, namun panjang. Rasa gurih yang renyah, tidak lembek meski tak hangat lagi. Cemilan ini bikin nagih, apalagi dilengkapi dengan Ginger Caramel Sauce, tak cukup 1 porsi. 

Green Tea Latte. Minuman penutup seusai berbuka, makan, dan salat. 

Kesan Positif dari Rasa Puas yang Mengundang Untuk Balik Lagi ke Lampoh

Saat mendatangi sebuah restoran, saya sama seperti para pengunjung lainnya, biasanya tidak hanya sekedar menikmati lezatnya menu yang disajikan, tetapi juga mencari kepuasan tersendiri dari desain dan interior dari restoran tersebut. 

Keberadaan desain interior yang sesuai akan menambah suasana dari restoran. Ditambah dengan baiknya pelayanan, serta bersihnya lingkungan restoran, maka pengunjung akan semakin senang dan betah untuk berlama-lama.

Saya suka ke Lampoh karena pilihan menu yang ditawarkan lumayan variatif. Kelezatan yang diberikan, sesuai dengan harga yang dibandrol, sudah cukup membuat puas. Bagi yang sudah pernah atau biasa makan di restoran atau hotel bintang 5, maka kata "istimewa" akan beda standarnya. 
Beragam pilihan menu pada kategori Coffee, Tea, Kids Fried Rice ala Lampoh, Roti Bakar Crazy Combo, Beverage

Beragam pilihan menu pada kategori Acehnese Menu, Mie Aceh, Bihun Aceh, Nasi Gurih, Nasi Goreng, Martabak, Cane, Pisang, Mix Rice, Menu Extra, Salad, Steak, Pasta, Seafood & Crumbs, Dessert, Menu Favorit Alternative.

Lantai 2 Lampoh didesain dengan konsep mewah, nyaman dan instagrammable. Dekorasi tanaman artifisial pada dinding dan lampu-lampu yang tergantung, menghadirkan kesan asri, namun terasa hangat berkat pencahayaan yang berwarna kekuningan. Nuansanya seperti suasana pagi di pegunungan saat matahari terbenam. Itu sebabnya foto-foto yang saya hasilkan nuansanya serba hangat, efek cahaya orange  dari lampu resto.

Hiasan kayu ukiran pada satu bidang dinding, menghadirkan nuansa tradisional yang khas. Sofa tebal berwarna merah, terlihat cocok untuk rombongan gadis yang saat itu berbuka puasa bersama. Lainnya bangku besi dengan dudukan empuk, dan sofa pendek untuk kelompok kecil, seperti kami berempat.

Meski di bio Instagram Lampoh menamakan diri sebagai restoran Aceh, tapi daftar menu menunjukkan ada menu Nusantara dan selain Indonesia.

Ruang makan ber-AC di lantai 2 yang kami tempati, bersebelahan dengan musola. Kecil saja, tapi bersih. Pria dan wanita bisa salat tanpa pembatas, semoga kelak bisa dibuat terpisah. Toilet bersih. Dan secara keseluruhan, Lampoh ini bersih. 

Waktu pertama masuk lantai 2 -siang hari saat reservasi- mata saya pedih. Mungkin karena masih baru cat-nya ya. Tapi sorenya, sudah tidak lagi. Mungkin karena AC sudah dinyalakan dan karena hal lainnya juga. 

Nyaman dan aman selama kami makan, itu yang saya rasakan.
Lantai 2 Lampoh [Foto Katerina IG @Travelerien]

Lantai 2 Lampoh [Foto Lampoh IG @lampoh_coffee]

Lantai 2 Lampoh [Foto Lampoh IG @lampoh_coffee]

Lantai 2 Lampoh [Foto Lampoh IG @lampoh_coffee]

Semisal datang ke Lampoh di hari Jumat siang, pengunjung muslim bisa salat Jumat dulu di masjid seberang jalan. 

Untuk parkir mobil, hendaknya jadi catatan pengunjung bahwa di sini tidak tersedia parkir khusus mobil. Jika beruntung, bisa parkir di depan warung di sebelahnya, ada lahan kecil menjorok ke dalam. Atau, ke sisi lainnya yang ada ruko-ruko, di situ sering kosong, bisa juga buat numpang parkir. Jika di mana-mana sudah penuh, mau tak mau parkir depan Lampoh, di pinggir jalan raya. Untungnya jalan depan Lampoh itu lebar, bisa dilalui 3 mobil sekaligus (satu arah). Sudah tentu "makan" satu jalur badan jalan kalau parkir di jalan umum.

Restoran Lampoh terletak di Jalan Raya Viktor BSD. Tak jauh dari Cluster Latinos dan Golden Vienna BSD. Kalau dari arah stasiun Rawa Buntu, tidak sampai 2 kilometer. Letaknya 500 meter saja dari Taman Kota 2 BSD (Jaletreng River Park). Dekat Lampoh itu ada Holland Bakery, Pom Bensin, Restoran Surganarasa bernuansa Bali, dan restoran seafood Saung Rempah.

Kalau sedang cari tempat makan di BSD yang suasananya nyaman, bersih, pilihan menu beragam, kece buat foto-foto, Lampoh bisa jadi pilihan yang tidak mengecewakan.

Coba deh :)

Foto lainnya, saya bersama keluarga: 






Terima kasih telah membaca 💚