"BUKAKU PUASAKU" di The Mezzanine Restaurant, Atria Hotel Gading Serpong

09.12

Tempat makan berkapasitas besar di lokasi strategis. Itulah kesan pertama yang saya tangkap ketika memasuki The Mezzanine Restaurant di Atria Hotel Gading Serpong (AHGS). 


*****

Selasa, 23 Juni 2015. Sepasang ondel-ondel berdiri tegak di depan The Mezzanine Restaurant, seakan-akan menyambut kedatangan keluarga saya yang baru tiba. Ada perayaan apa? Oh ternyata dalam rangka turut memeriahkan HUT Jakarta yang jatuh pada tanggal 22 Juni kemarin. Nuansa Betawi tak hanya terlihat pada ondel-ondel, tetapi juga pada dekorasi di meja buffet.

Resto yang luas. Dining area membentang mulai dari ruang di sisi terujung utara gedung hingga sisi lain di ujung selatan gedung dan terbagi dalam tiga area, yakni  area smoking (indoor), area non-smoking (indoor), dan balkon (outdoor) yang menghadap ke timur. Semua area makan, baik di luar dan di dalam, sama-sama punya view menarik dengan suasana yang sangat nyaman. Saya bisa bayangkan bagaimana suasana saat sarapan di pagi hari, pasti indah, karena ditemani hangatnya cahaya matahari yang baru terbit.

Desain interior resto yang modern, menampilkan kesan elegan dan mewah. Sementara, dari balik dinding-dinding kaca transparan di sepanjang sisi luar resto tersuguh pemandangan jantung kota CBD Gading Serpong. Siapapun yang bersantap di sini, tentu akan merasa nyaman dan spesial. Ya, itu juga yang saya rasakan hari itu. 

Ondel-Ondel

dining area (indoor)

meja buffet

Aku dan keluarga duduk di sini ^_^
Balkon

di balkon

Indonesian Traditional Menu
Waktu baru menunjukkan pukul 5 sore lewat 11 menit. Waktu berbuka masih cukup lama. Pengunjung baru beberapa orang saja. Waiter/waitress berseragam baju putih dan celana hitam, mondar mandir untuk mengatur hidangan di meja buffet. Di atas meja-meja itu, terhampar aneka makanan dan minuman yang menggugah selera. Menu yang tersaji hampir semuanya adalah menu tradisional Indonesia yang semuanya sangat cocok dengan lidah saya.

Melalui sebuah pintu, saya keluar menuju balkon. Ternyata, balkon yang terletak di utara gedung, terhidang beragam menu makanan lainnya. Ada aneka seafood, aneka  sate, es cendol,  tahu gejrot, bakso, warung teh/kopi dan masih banyak lagi. Uniknya, aneka makanan itu ada yang dihidangkan ditempat berwujud gerobak dan pikulan. Sangat tradisional. Pernak-pernik ala desa seperti teko jadul, lampu petromak, menjadi dekorasi unik. Suasana pedesaan seolah hadir di tengah suasana kota modern.
 
Dua orang chef sedang beraksi. Ada yang memanggang sate, tangannya lincah membolak-balik sate di atas bara api. Ada pula yang beratraksi membuat mie tarik. Sesuatu yang menghibur untuk saya lihat. 

*Promo makan “BUKAKU PUASAKU” dibanderol dengan harga mulai dari Rp 150.000++ per orang, makan sepuasnya dengan menu tradisional khas Indonesia, lengkap dengan hamparan takjil di Mezzanine Restaurant.


Gerobak es cendol

buffe

aneka seafood

area balkon

membuat mie tarik

lincah membakar sate

Saat kembali ke dalam, ruang makan mulai ramai. Meja-meja mulai terisi. Beberapa pengunjung mulai bergerak mengambil makanan untuk persiapan berbuka. Saya menghentikan mengambil gambar, dan ikut bergerak mencari menu pembuka.

Lihatlah, aneka jajanan pasar terhampar di meja hidang. Kurma sebagai menu utama pembuka puasa, bak raja yang paling menawan. Ia paling banyak diburu para tamu. Kue-kue dan minuman, satu persatu mulai pindah ke meja-meja makan. Ketika bedug berbunyi, pertanda buka puasa telah tiba, semua makanan dan minuman itu pun pindah ke mulut, lalu masuk ke dalam perut.

Saat masing-masing tamu mulai bersantap, suasana jadi terasa khidmat, orang-orang khusyuk menikmati waktu berbuka. Salat magrib kami tunaikan di musola hotel yang terletak di lantai 1. Untuk mencapainya, hanya perlu naik 1 tingkat melalui lift. Saya suka musolanya. Nyaman, bersih, dan wangi.  

Mesti ada kurma :)

Aneka jajanan pasar

Es Cendol

Es buah

Cocktail
Guava juice, apple juice, iced tea

Usai solat, kami kembali ke meja, mulai bersantap malam. Mau makan apa? Banyak sekali yang bisa dimakan. Ada gado-gado, sate, soto, lontong sayur, opor ayam, ikan goreng, kerang rebus, nasi goreng, aneka gorengan tempe & tahu, martabak, mie ayam, bakso dan masih banyak lagi. Saya mengambil sedikit-sedikit agar tak cepat kenyang, biar bisa merasakan beberapa macam menu.

Awalnya, ekspektasi saya terhadap rasa makanan di resto ini biasa saja. Menurut saya promo makan dengan harga Rp 150.000 / orang itu terbilang murah. Mungkin kualitas rasa juga akan ‘didiskon’. Benarkah? Saya keliru! Tidak ada makanan di resto ini yang rasanya biasa-biasa saja. Setiap makanan memberikan kepuasan tersendiri bagi lidah. Mulai dari menu pembuka, main course, dessert, semuanya disajikan dengan cita rasa berkualitas. Harga boleh murah, tapi bukan murahan. 
  
Aneka gorengan

anakku sangat suka sate-sate ini

Sate ayam

Opor teman makan lontong sayur

mie ayam sedap

tahu gejrot


Siapa di balik lezatnya aneka hidangan di resto ini?

Sore itu saya beruntung dapat berkenalan langsung dengan Pak Gunawan ( Food & Beverage Manager), Pak Gatot Susanto (Corporate Chef), dan Pak Yeddy Supryadi (Pastry Chef) yang tentunya paling bertanggung jawab terhadap semua hidangan di Mezzanine Restaurant. Ya, merekalah yang ada di balik ragam menu dan cita rasa setiap makanan yang dinikmati para tamu.

Dari perbincangan saya dengan Pak Yeddy, saya menangkap kesan bahwa ia seorang chef berpengalaman. Ia juga leader bagi 40 orang yang bekerja di kitchen.

Setiap 4 bulan sekali, resto mengadakan menu promo. Menunya berganti, kadang menu tradisional Indonesia seperti Mie Godok Jawa dan Mie Mercon, kadang pula menu internasional. Nasi liwet merupakan salah satu menu spesial di resto ini. Sedangkan special dessertnya adalah Choco Melt. 

Bersama Bp.Gunawan (F&B Mgr), Bp.Yeddy (Pastry Chef) & Dessy
 
Interview w/ Pak Yeddy
Merry - PR Manager Atria Hotel Gading Serpong

Pose dulu deh pokoknya he he

Meeting & Buka Puasa Bersama
Di antara sekian banyak pengunjung resto hari itu, ada beberapa pengunjung yang memakai baju seragam. Menurut Merry, PR Manager AHGS, tamu-tamu tersebut berasal dari suatu instansi pemerintahan yang hari itu menyelenggarakan meeting sekaligus acara buka puasa bersama.

Seperti diketahui, Atria Hotel Gading Serpong merupakan Leading Conference Hotel di kawasan Gading Serpong. Sejak pertama kali beroperasi pada tgl 1 November 2010, Atria Hotel Gading Serpong (AHGS) adalah hotel bintang empat berstandar internasional yang berkomitmen dengan standar internasional untuk melayani kebutuhan pasar lokal di bidang konferensi dan perjalanan dinas.
 
*Bagi yang ingin menyelenggarakan kegiatan bisnis atau MICE (Meeting, Incentive, Conference and Exhibition) di kota Tangerang, Atria Hotel Gading Serpong memiliki fasilitas 11 ruang pertemuan dengan Grand Ballroom yang berkapasitas hingga lebih dari 500 orang. Selama periode tanggal 18 Juni 2015 hingga 26 Juli 2015 dengan harga mulai dari Rp 185.000++ per orang. Harga tersebut sudah termasuk dengan pemakaian ruangan, fasilitas standar meeting, koneksi internet, parkir gratis dan gratis takjil.*






Kenikmatan bersantap di Mezzanine Restaurant malam itu, merupakan pengalaman spesial yang bisa saya rasakan bersama keluarga. 


Atria Hotel Gading Serpong tercatat pernah meraih beberapa perhargaan, diantaranya Certificate of Achievement Indonesia Award 2015 sebagai ‘The Best Hotel in Service Excellent of the Year” oleh Indonesia Business Award. Penghargaan ‘Gold Circle Award 2014’ dari Agoda.com. Secara dua tahun berturut-turut di 2013 dan Mei 2014 lalu, Atria Hotel Gading Serpong juga pernah menerima ‘Certificate of Excellence’ dari Trip Advisor berdasarkan tingkat kepuasan tamu. Bahkan, Atria Residences Gading Serpong pun menjadi ‘First Full Serviced Residences' in Tangerang. 


Saya beruntung pernah merasakan, melihat, dan membuktikan sendiri semua keunggulan yang berbuah berbagai penghargaan tersebut.   


Saya mau dapat hadiah mobilnyaaaaaa :))

Bagi yang tertarik untuk datang ke Atria Hotel Gading Serpong, baik untuk sekedar makan di restaurant, menginap di hotel, tinggal di residence-nya, atau justru ingin merasakan ketiganya, kamu tinggal datang, pesan tempatnya (bisa melalui Agoda.com yang pernah memberikan Penghargaan‘Gold Circle Award 2014’ kepada AHGS), lalu bersiaplah merasakan layanan terbaik berstandar tinggi. 

Untuk promo makan dan kamar di Atria Hotel Gading Serpong selama bulan Ramadan, silakan baca informasinya di SINI.

(KS) 


*Semua foto dokumentasi pribadi
   



ATRIA HOTEL GADING SERPONG
ATRIA RESIDENCES GADING SERPONG
CBD Gading Serpong Kav. 5, Jl. Boulevard Gading Serpong
Tangerang 15810 - Banten
T. (+62 21) 2921-5999 | F. (+62 21) 2921-6999 
http://www.atriahotelserpong.com
http://www.atriaresidenceserpong.com

Share this

Indonesian Blogger | Travel Writer | Email: katerinasebelas@gmail.com |

Related Posts

Previous
Next Post »

22 comments

Write comments
26 Juni 2015 12.59 delete

Tahu nggak mbak Rien, sepanjang baca dan lihat gambarnya aku mikirnya, "kalo aku ke sana kudu cobain semua" hahaha ogah mau rugi padahal sebanyak-banyaknya makan kayaknya gak sanggup walau icip satu buah per makanan. Buanyaknyaaaaaaaaaa. (dan nampaknya lezat srluppp)

Jadi kangen nginep di hotel berbintang. Selama ngetrip ngegembel mulu, paling banter di hostel hehehe

Reply
avatar
26 Juni 2015 13.56 delete

Hahaha...biasanya memang begitu Cek Yan. Kalo datang di restoran dengan hidangan ala bufe begini, rasanya semua makanan mau dicoba. Tapi mana muat perut menampung semuanya ya kan. Triknya mungkin diambil sedikit-sedikit saja biar nggak lekas kenyang dan bisa menampung berbagai macam makanan. Tapi kalo aku sih, meskipun cuma ambil sedikit, tetap saja cepat kenyang. Soale perutnya kayak perut anak kecil :)))

Ya kadang2 memang muncul rasa kangen nginep di hotel berbintang saat sudah lama nginep di hostel. Begitu juga sebaliknya :)

Reply
avatar
26 Juni 2015 15.06 delete

Mbak Rien keren deh, entah harus memuji apalagi saya :D
Makanannya rek bikin ngiler, luengkap dan uenaaak.
Btw saya kemarin juga makan di depot mie bisa lihat langsung cara bikin mie tarik.

Reply
avatar
26 Juni 2015 15.56 delete

Ngebayangin ada di situ, nyomotin 1 1 biar bisa icip semuanya,, tapi kebayang apa muat ya? Enaakkk pastinya yaaaaa

Reply
avatar
26 Juni 2015 16.01 delete

Alhamdulillah. Ihwan juga bisa kok, lakukan seperti yang sudah dijalankan ya :)

Nah, aku kemarin nggak sempat mencoba mie tariknya, Wan. Sudah kenyang karena banyak mencoba makanan yang lain :D

Reply
avatar
26 Juni 2015 16.19 delete

Huaaa.. ada putu mayang juga es cendol... *nelenludahjambukamasihlama...
Asik ya ada gerobak-gerobaknya gitu, trus sepertinya makan di balkon enak deeh...

Reply
avatar
26 Juni 2015 19.31 delete

Wah mbak Rien ulasannya mesti manteb deh sesuai dengan tema blognya, hotelnya juga nyaman banget ya, bintang 5 ya mbak?

Reply
avatar
26 Juni 2015 19.49 delete

Wah malam-malam gini lihat postingan makanan laperrr banget mak. Salam Kenal Mak

Reply
avatar
27 Juni 2015 10.42 delete

hotelnya nyaman banget ya mbak , jajanan pasar favorit aku :)

Reply
avatar
27 Juni 2015 11.51 delete

Aku suka dengan Nuansa Gerobak yang diusung ke dalam restoran, kesannya Indonesia banget apalagi menunya yang ditawarkan Indonesia tradisional menu. Aku harus comot tahu genjrot dulu deh, lainnya nyusul masuk kedalam perut semua.... ueeenakkkk :)

Reply
avatar
27 Juni 2015 15.00 delete

Masya Allah, makanannya enak-enak semuaaaa
Kayaknya, aku suka semua mbak, hahaa

Reply
avatar
27 Juni 2015 19.59 delete

Enak iya, muat sih belum tentu :))

Reply
avatar
27 Juni 2015 20.02 delete

Mbak Dee doyan es cendol, ya? sama kayak aku :D
Makan di balkon banyak yang bisa dilihat. Udara juga lebih segar. Kalo kataku sih, duduk di balkon bisa bolak balik nambah sate hahaha

Reply
avatar
27 Juni 2015 20.05 delete

Salam kenal mbak Atanasia. Sekarang masih laper nggak mak? Ayo makan sambil liatin foto makanan :))

Reply
avatar
27 Juni 2015 20.08 delete

Nyaman pastinya mbak. Sama, jajanan pasar selalu jadi favorit aku juga :)

Reply
avatar
27 Juni 2015 20.11 delete

Haha...mbak Zulfa banget ini mau comot semua *sodorin timbangan :)))

Memang unik banget nih ada gerobak dan pikulan segala masuk resto modern banyak bintang. Tempo hari restoran Padma Bandung juga gitu, ada gerobaknya segala. Mungkin untuk menguatkan nuansa tradisionalnya itu ya mbak. Biar matching ama menunya :)

Reply
avatar
27 Juni 2015 20.13 delete

Enak semua, suka semua, tapi pas makan, ga semuanya masuk mulut mbak. Ga kuaaaat :)))

Reply
avatar
27 Juni 2015 23.22 delete

Aku mau kok nanti kalau ke Jakarta diajakin nginep dan makan semua makanan di situuuuuu *kemaruk :D

Reply
avatar
29 Juni 2015 00.11 delete

konsepnya bagus, sayang lokasinya jauh dri tempat gue

Reply
avatar

Leave your message here, I will reply it soon! EmoticonEmoticon