Bus Wisata Mogok di Jalan Tol Kuala Kangsar Bikin Wisata ke Genting Bubar

17 Februari 2019. Bus wisata tengah beristirahat di Rest Area R&R Sungai Perak, Perak Malaysia. 

Bus ganteng berbadan besar nan gagah itu tiba-tiba berhenti di jalan tol di wilayah Sungai Perak, Malaysia. Apa yang terjadi? 

Oh mungkinkah si bus terlalu lelah melaju tanpa henti sejak pagi dari Hatyai Thailand, bahkan ini adalah hari ke empat ia membawa kami berpindah tiga negara dalam empat hari? 

Mogoknya si bus membuat kami terdampar di R&R Sungai Perak Nortbound, sebuah rest area di jalan tol di Kuala Kangsar, Malaysia. Selain itu, mogoknya si bus otomatis membubarkan jadwal kami naik kereta gantung di waktu senja, di Genting Highland.

Kualalumpur 18/2/2019. Salah satu dari 4 bus wisata yang membawa rombongan kami keliling 3 negara

"Mohon maaf bapak ibu, bus mengalami masalah, perjalanan terpaksa ditunda," ucap Mbak Tour Guide di bus yang kami tumpangi.

Seketika itu juga seisi bus mendesah resah. Resah lho ya, bukan bergairah menggelora. Meski begitu, kadar resah yang terdengar terbilang santai, tanpa bibit-bibit emosi, apalagi berbunga amarah yang bikin orang-orang pingin banting bis. Kenapa? 

Mungkin nih ya, mungkin karena saat itu kondisi kami memang sudah dalam keadaan letih lelah setelah sepanjang pagi mengunjungi beberapa tempat wisata di Hatyai sebelum meninggalkan Thailand, ditambah mengantre lama namun lancar di pos pemeriksaan imigrasi Sadao Thailand dan kemudian di Bukit Kayu Hitam Immmigration Kedah Malaysia, sehingga situasi mogok jelang petang seperti takdir bertemu jodoh bernama istirahat yang kemudian justru elok untuk disyukuri.

Di antara empat bus yang membawa rombongan wisatawan, hanya bus kami yang mogok. Suatu kondisi yang terjadi begitu saja tanpa memilih tempat dan waktu. Sungguh tak ada akhlak! haha. Akibatnya, jalan tol di Kuala Kangsar jadi saksi bahwa saya pernah mengalami terdampar tanpa terlunta saat tengah berwisata gembira.

Saya tidak mendapat info detail apa yang terjadi dengan bus. Hanya bisa menduga telah terjadi sesuatu dengan mesin sehingga harus dimatikan. Mesin mati, AC mati, udara dalam bus jadi panas sekali, saya berkeringat. Bedak murah di wajah jadi luntur. Kami keluar tanpa diperintah. Baru beberapa saat di luar, kami diterpa rintik hujan. Polesan bedak jadi makin hancur. Kami berlarian heboh masuk bus. 

Teman satu bus di BUS B. Saya senang sekali satu bus dengan 3 cewek asal Papua ini, selalu riang bawaannya. Nggak pernah ngeluh. Suka foto di mana saja, cocok dengan saya yang suka jeprat jepret, dan saya sering jadiin mereka object foto. Dan, mereka ini "penyanyi" dalam bus kami. Penghibur paling nyenengin! Lagunya? Segala lagu dangdut mereka bisa wkwk. Mogok di jalan tetap happy.

Setelah hampir satu jam terdampar di pinggir jalan tol, akhirnya datang bantuan yang membuat bus bisa bergerak namun hanya bisa mengantar kami sampai di rest area terdekat, yakni R&R Sungai Perak Northbound. 

Tentu lebih baik beristirahat di rest area ketimbang di pinggir jalan tol. Ada toilet buat buang air, ada kios jajan buat beli makan minum, dan pastinya ada musola buat yang mau salat.

Satu hal yang saya syukuri kala itu, beruntung cuma mogok, bukan terjadi suatu kondisi buruk misalnya kecelakaan, bus terbakar, atau lainnya, naudzubillah. Allah masih memberi yang terbaik, melindungi dengan caraNYA, dan hikmahnya kami bisa istirahat dengan tenang di rest area tanpa kepanasan atau kehujanan.

Saya lupa menggerutu, walau itu normal, karena ada yang lebih normal untuk dilakukan, menikmati keadaan yang bila saya ingat lagi sekarang ini, malah lucu untuk ditertawakan. Kalau tak ada kejadian mogok, tak ada angle menarik dari cerita perjalanan wisata 3 negara ini 😁

[10:40 PM] Bus masih berada di Kedah, melintasi Bandar Changloon.

[12:57 PM] Singgah makan siang di rest area R&R Gunung Semanggol.

[13:02] Antrian beli makan di Middle East Denice, salah satu tenant yang ada di rest area.

[14:02] Saya makan siang dengan Kari Kambing dan Daging Sapi Lada Hitam😋 Untunglah di sini saya makan banyak sampai kenyang, bekal tenaga selama di jalan yang ternyata 1 jam kemudian bus nya mogok 😅

[15:23] Tampak sungai yang dilintasi jalan tol. Hasil jepretan HP ini apa adanya, agak gelap, mungkin pengaruh kaca bus yang menghalangi lensa. Oh tapi saat itu memang mendung.

[15:30] Rest area R&R Sungai Perak Nortbound, tempat kami beristirahat selagi bus diperbaiki. 

Selagi beristirahat di rest area R&R Sungai Perak Nortbound, kami dapat minuman gratis dari pihak travel. Seingat saya ada 2 jenis minuman, dan saya pilih Fruit Tree ini. Seger!

Saya tidak ingat kapan tepatnya bus kembali normal dan bisa membawa kami kembali melanjutkan perjalanan. Yang jelas, kegiatan berwisata di Genting Highland sore itu batal. Hari memang sudah terlalu sore untuk lanjut bersenang-senang naik kereta gantung. Beberapa orang mungkin sudah nggak mood lagi untuk jalan-jalan. Sisanya mungkin masih mau dibawa ke mana aja, asalkan bukan ke neraka dunia 😁

Selagi kami terdampar di R&R Sungai Perak Northbound, rombongan yang berada di bus lain sudah bersenang-senang menikmati pemandangan sore Genting Highland dari ketinggian, termasuk berbelanja ria di SkyAvenue Mall.

Iri? Tentu tidak. Kami tetap akan diajak ke Genting Highland kok, tapi besok (18/2/2019). Sore itu tak ada lagi kegiatan wisata. Maka tujuan bus selanjutnya adalah Hotel Pacific Express, sebuah hotel di kawasan China Town Kuala Lumpur tempat kami menginap malam itu.

Sebelum sampai hotel, kami kembali diajak singgah di rest area untuk makan malam. Posisi kami selepas magrib saat itu memang masih di jalan tol. Rest area jadi satu-satunya tujuan tempat makan. Tapi tenang, rest area di sana sama keren dengan rest area terbaru yang ada di negara kita. Udah pernah lihat rest area di jalan tol Jateng dan Jatim? Saya sudah. Waktu roadtrip lebaran tahun 2019 dari Jabar, Jateng, Jogja, hingga Jatim. Buanyak banget rest area kece yang bikin kita betah singgah makan, mandi, salat, maupun jajan kebutuhan selama perjalanan. Nah, seperti itu juga rest area yang saya singgahi selama berada di Malaysia, bahkan kondisinya lebih baik lagi. Udah kayak mall! Jadi, meskipun berkali-kali makan di rest area, makanan yang disantap bukan sembarang menu. 

Data EXIF pada file foto yang saya punya menunjukkan waktu pukul 19:58 saat kami berada R&R Plus Tapak. Jamnya makan malam.

Kios jajan makan dan minum di rest area menyajikan beragam menu yang familiar dengan lidah kita orang Indonesia. Secara kita ini serumpun ya dengan mereka, menunya gak beda jauhlah. Nasi gudeg dan rendang pun ada. Lainnya kebanyakan menu Melayu pada umumnya dan chinese food. Mudah dinikmati, murah-murah pula. Tempatnya bersih, dari area makan sampai toilet. Pokoknya, makan di rest area R&R Plus Tapak itu bikin perut kenyang, hati senang, dan dompet pun girang.

Desain toilet di rest area jalan tol Malaysia kebanyakan serupa ini. Punya banyak wastafel lengkap dengan cermin. Jumlah bilik WC pun hampir tidak ada yang sedikit.

Fasilitas pijat. Selagi singgah, pijat dulu buat mengurangi pegal selama berkendara dari satu tempat wisata ke tempat wisata lainnya.

Area makan di rest area, disekat supaya makan terasa lebih private

Makanan dan harganya sama aja kayak di warung-warung makan negara kita. Nggak berasa kayak sedang di negara orang kalau liburannya ke negara tetangga dekat kayak Malaysia.

Sop Kwetiau Bakso Ikan. Anget-anget, enak, dan seger. Saya pilih makan malam dengan ini tanpa nasi karena perut masih terasa kenyang setelah banyak ngemil buah dan biskuit regal (saya selalu sedia regal buat cegah maag kumat di perjalanan). 
 
5 hari keliling 3 negara dengan bus, apa kabar badan saya yang mungil ini? Alhamdulillah sehat tanpa kekurangan apa pun. Selain banyak berdoa, berupaya keras menjaga stamina penting dilakukan, karena kunci tetap sehat selama jalan-jalan ada pada kedua hal itu. Meskipun perginya dengan rombongan, ada tour guide lokal dan ada orang dari travel agent yang mendampingi, tetap saja posisi kita sedang jauh dari keluarga. Senang-senang boleh, tapi jaga diri tetap sehat juga penting supaya keluarga di rumah tidak khawatir.

Saya punya rahasia pribadi untuk selalu sehat bugar sepanjang perjalanan berwisata.

Pertama, selalu nikmati perjalanan. Saat ada masalah, bawa santai aja, tidak perlu panik, nanti malah stres, akhirnya capek sendiri. Jalan-jalan buat senang-senang, jangan biarkan stres menguasai diri 😃

Kedua, di waktu istirahat, gunakan benar-benar hanya untuk istirahat, entah sekedar duduk atau rebahan, syukur-syukur bisa tidur, atau malah bisa pijat sekalian kalau ada alat pijat sewaan.

Ketiga, ketika jamnya makan, harus makan. Tinggalkan urusan lain. Pastikan makan dan minum yang sehat-sehat dan bersih. Jangan lupa minum vitamin. Satu lagi nih, saya tidak melewatkan makan / minum buah. 

Nah, soal buah nih ya, di mana pun kami singgah, saya pasti mampir ke kios buah. Kalau yang lain minum minuman soda atau beli snack kering buatan pabrik, saya pilih buah. Dan saya senang sekali di setiap rest area yang kami singgahi ada kios buahnya. Saya lebih baik boros demi buah ketimbang jajan yang lain 😃

Saya tidak pernah mengaku punya badan selalu sehat gagah dan perkasa, tapi saya mengaku selalu berusaha menjaga stamina saya dengan cara-cara yang sesuai dengan kondisi tubuh saya. Dah itu aja 😀

Prinsipnya, kita yang tahu kondisi tubuh kita, maka sesuaikan segalanya di tengah situasi apa pun, dengan siapa pun, di mana pun. Bukan saja agar kita sendiri tidak repot, tapi juga supaya tidak merepotkan orang lain.



Saya belinya buah yang sudah dipotong seperti ini karena gak semua buah mudah dimakan selama di perjalanan. Tidak ada pisau karena bawa-bawa benda tajam dilarang. Kecuali beli buah buat dimakan di hotel, nanti bisa dikupas di hotel. 

Beli satu kurang, beli dua masih kurang #lho? 😂

Buah buat memenuhi kebutuhan vitamin selama perjalanan. Kesegaran buah bagus buat nambah semangat.

Jam 10 malam bus berhasil mengantar kami dengan selamat di Hotel Pacific China Town, Kualalumpur. Saya berjalan gontai masuk hotel dalam keadaan letoy kehabisan tenaga. Jangan ditanya soal mata, berat digelayuti kantuk. Suatu keadaan yang amat paripurna untuk segera menghempaskan badan di kasur tanpa tawar menawar lagi.

Badan sudah seperti baterai kehabisan daya. Anehnya saya masih punya kesadaran untuk mandi. Badan memang terasa kotor sekali. Jika tidak mandi, tak akan nyaman untuk tidur.

Beranikah saya mandi malam?

Teringat selama di Hatyai tidur di hotel dengan banyak cerita seram, harusnya saya mundur terhadap niat mandi. Kali ini saya malah maju terus pantang takut. HARUS MANDI, peduli amat sama takut 😂

Soal hotel seram di Thailand itu, silakan baca ceritanya di sini: Takut Hantu di Hotel di Hatyai.

Sementara itu, teman sekamar saya Lusy sudah berbaring di kasur tanpa mandi. Dia hanya cuci muka dan gosok gigi. Tampaknya Lusy meniadakan mandi demi menelpon anak-anaknya di Jakarta. Ah iya, dia ibu dengan anak-anak masih kecil. Perhatiannya tercurah ke hubungan telpon jarak jauh itu.

Alhamdulillah, saya sukses mandi malam sampai bersih. Sebuah pencapaian membanggakan bagi seorang penakut 😂 Seiring badan yang kembali menjadi bersih, sedikit rasa kecewa pada itinerary yang berantakan akibat mogoknya bus, ikut luruh bersama air yang membasahi badan. 

Malam itu saya tidur dengan tenang, dan hampir kesiangan saking nyenyaknya!

Hari telah berganti. Tgl. 18/2/2019 adalah hari terakhir di Malaysia. Sejumlah jadwal wisata dipadatkan, bahkan kunjungan ke Batu Caves di-cancel agar kami tetap bisa berwisata ke Genting Highland tanpa terburu-buru. Alhamdulillah, tetap ke Genting Highlands juga. Walau sudah pernah, tetap beda cerita karena berwisatanya dengan orang berbeda. Dulu dan kini beda waktu, dan itu jadi pengalaman yang selalu baru. Seru!

Hotel Pacific Express China Town Kuala Lumpur. Hotel terakhir yang kami inapi di Kuala Lumpur. Ini hotel terbaik dan terbagus dari semua hotel yang kami inapi di Malaysia. Kamarnya paling nyaman, makanya saya betah mandi malam-malam haha

View Genting Highland dari kereta gantung

Setelah dipikir-pikir, kejadian mogok itu bisa saya syukuri, karena naik Cable Car Genting Highland di siang hari pada keesokan harinya, dengan kondisi tubuh lebih bugar dan bersemangat, membuat kegiatan berwisata di Genting jadi lebih maksimal dan menyenangkan.

Cerita seru naik cable car di Genting Highland (sebelum pandemi) bareng kakak-kakak, ibu-ibu, dan nenek-nenek, dapat dibaca dalam tulisan lain, pada postingan berikutnya 😘

Yang namanya kendala, memang ada saja, tanpa terduga. Saya percaya pihak bus sudah berusaha menjaga kondisi bus tetap stabil selama kegiatan wisata, mereka juga tentu tak mengharapkan ada masalah. Tapi ternyata tetap ada kejadian mogok, berarti memang udah ditakdirkan seperti itu. Jadi, tak ada yang perlu disesali, diomeli, dan lainnya. Buat saya pribadi, hal seperti ini bisa banget buat ajang melatih kesabaran, sekaligus belajar bijak dalam menyikapi keadaan. Kalau kata orang bijak bestari, perjalanan itu sejatinya akan mendewasakan. Saya setuju.

Cerita naik kereta gantung di Genting yang berkabut, belanja-belanji di SkyAvenue Mall dapat dibaca pada tulisan berikutnya, tayang di blog ini juga. 

Terima kasih sudah membaca 💚

A mother of two who loves travel and enjoy to share my journey and valuable experiences

Share this

Previous
Next Post »

25 komentar

  1. Mbak Riiieeeen!
    Ampun dah, sukaaa banget berlama lama di blogmu ini, menikmati perjalanan dari tulisan!
    Coba dibuat vlog pasti banyak banget ini subscribernya! (kompor)

    Aku juga pernah di rest area yang sebelum "No-Man Land", yaitu jalanan perbukitan dan jembatan sepanjang 3.6Km yang menjadi pemisah dan penghubung antara Malaysia dan Singapura. Woodland Checkpoint kah namanya? Lupa ....

    Dan emang hiburanku juga berkunjung ke convenient store, buat beli aneka minuman atau biskuit aneh aneh yang ga ada di Indo hahahhaha.... terhibur banget deh baca ini, tak bintangin!



    BalasHapus
  2. kebayang gimana sih rasanya bus mogok, dan melakukan perjalanan ke 3 negara dengan bus besar ini, pasti seru banget ya, banyak hal yang bisa diceritakan dan dijadikan pengalaman

    BalasHapus
  3. Sebelum pandemi, sebenarnya aku sekeluarga berempat udah rencana kepengen jalan2 ke 3 negara. Waktu itu lihat di IG yang ke Malaysia, Singapura dan Thaland 7 hari 6 malam. Eh ga kesampaian sampai sekarang. Cerita Mbak Rien bisa menjadi contoh buat aku kapan2 kalau traveling ke negara2 ini, apalagi menggunakan bus, pasti seru banget. Bus mogok jadi ada hikmahnya juga ya.Kepengen ngerasain naik cable car di Genting Highland juga nih, siang2 jadi kelihatan jelas semua pemandangannya :)

    BalasHapus
  4. Memang ketika travelling gitu mood bener2 harus dijaga dan sebaiknya temen sesama travelling pun gak yang mudah kesulut emosinya, jadi kalo ada kejadian kayak gini masih bisa dibawa fun dan ketawa ajaaa. Kebayang kalo ada yang marah2 dan bikin suasana jadi gak enak, pastinya kita kebawa kesel juga huhuhu

    Ayok lanjuuut ceritanya mbaaak hehe

    BalasHapus
  5. Waduh busnya mogok, ini bisa jadi kenangan dalam perjalanan ya mbak. Tapi akhirnya tetap bisa naik kereta gantung juga, sepertinya seruuu tapi serem juga ya naik kereta gantung gitu hihi *aku penakut :D
    Rest areanya rame juga ya di sana, di Indo ada rest area Semarang-Solo katanya bagus juga, aku belum pernah ke sana.
    Btw itu buahnya segeeer2

    BalasHapus
  6. Seru nih Mba Rien, jadi ada ceirta tersendiri soal Bus Mogok hahaha...
    namanya traveler yaa tetap gak kapok dan jaid kisah seru. Agak ngos-ngosan gak sih 5 hari 3 negara mba..kudu kuat juga ya staminanya. klo mau agak santai dikit, mungkin bisa nambah barang 1-2 hari kali yaa hehehe.

    BalasHapus
  7. Bisnya ga ada akhlak hahaha. Tapi ada untungnya jadi ngemall di rest area meski ke Genting Highlandnya mesti ditunda. Senang sekali ketemu teman yang enggak ngeluh di perjalanan dan fun-fun aja meski ada hambatan ya, Mbak.
    Dan update info yang terbaru saya pulkam Desember lalu, rest area di tol Trans Jawa beberapa sudah berbentuk mall:)

    BalasHapus
  8. Baca2 cerita diatas senyum2 sendiri, apalagi saat bus mogok dan melakukan perjalanan lainnya plus suasan genting highland yang bikin nyess pemandangannnya. Akan selalu ada hikmah dari setiap kejadian yang engga menyenangkan ya Mba Rien, dengan bersyukur dan bersyukur bisa membuat diri lebih legowo dan hikmah menjadi bugar melanjutkan perjalanan lainnya. Seruuuuu...

    Aplagi perjalanan 5 hari 3 negara, bukan masalah badan yang kecil, yang penting semangatnya tetep gedeee buat traveling, yeay!

    BalasHapus
  9. Klo aku di posisi Mba saat bus mogok, dijamin muka udah manyun dan ketekuk-tekuk asimetris. wkwkwkw. Tapi klo rasa kesalnya terlalu dituruti, memang kita akan kehilangan momen indah dibalik ketidak-happy-an. Jadi gak usah kesal berlebihan ya. nikmati aja momennya.

    BalasHapus
  10. Wah pasti ganggu mood ya mbak, KLO tiba tiba mogok gitu
    Tapi rest areanya emang nyaman ya mbak
    Tempat makannya privat gitu
    Makanannya juga enak ya,, wahh kari kambingnya lezat itu

    BalasHapus
  11. Duh pengen banget traveling sekali jalan bisa 3 negara kayak gini kak..berapaan ya paketannya wkwkwk... Bener kak namanya perjalnan kita gak tahu bakal ada kendala apa..meski bisnya bagus ternyata bisa mogok juga ya hehe.. Yang penting kita tetep enjoy dalam keadaan apa pun..biar jalan-jalannya tetep berkesan menyenangkan ya kak...

    BalasHapus
  12. Kuat banget badannya mbak, walau mungil tapi kuat menjelajah 3 negara dalam 4 hari, naik bus pula. Bus mogok emang bisa bikin mood jadi berantakan juga ya, tapi menyikapi dengan memilih menikmati suasana di sekitar mogoknya bus, jadi lain ceritanya.

    Itu tempat makan di rest area bersekat-sekat, serasa makan di mall jadinya ya

    BalasHapus
  13. Rest area di Malaysia itu bersih bersih ya mbak, duh jadi kangen deh sama Malaysia. Saya juga pernah mampir ke rest area, mandi segala itu enak banget. bersih soalnya. tempat makannya juga bersih.

    BalasHapus
  14. Dari mogoknya bus jadi bisa jajan macam-macam ini ya mbak Rien dan melihat rest areanya juga enak dan bersih ya tempatnya. Tapi kalau aku pribadi jadi kangen banget sama genting, aku juga kesana terakhir November 2019 deh pas lagi photo trip sama teman-teman juga.

    BalasHapus
  15. mogok malah jadi bisa istirahat ya mba...hehe. rest areanya kelihatan enakeun dan bersih2. tipsnya aku resapi benar2, terutama yang makan buah itu kudu banget ya buat jaga kondisi saat traveling :)
    baca tulisan ini jadi terinspirasi nulis postingan jalan2 yang lama sbl pandemi. mudah2an malesnya ga kumat:D

    BalasHapus
  16. Iya tuh, busnya mogok gak pilih tempat dulu. Hahaha, ya kali bisa milih mau mogok di mana

    Untung aja ada rest area yang nyaman dan bersih.

    Beli makanan di negara tetangga, harganya masih okelah ya. Enggak beda jauh dg negara kita. Hehehe

    BalasHapus
  17. Kuat banget, kak Rien..travelling 5 hari keliling 3 negara dengan bus.
    Tapi bisa jadi travelling happy kalau dikelilingi sahabat-sahabat traveller yang asoi geboi..
    Ikutan semangat dan penuh energi.

    Btw,
    Kabar mandi malam di hotel berhantu yang masih terngiang-ngiang terlupakan sejenak karena gak kuat menahan rindu, eh...rindu dengan guyuran air shower yang hangat.
    Ini obat lelah juga sih yaa.. Bisa semakin nyenyak saat beristirahat.

    BalasHapus
  18. aku pikir bus indonesia aja yang hobi mogok ternyata di luar negeri juga bisa ngalamin bus yang mogok. untung menu makannya nggak jauh2 beda yaa dengan indonesia, aku nggak biasa dengan menu baru..eh yang pergi kan mbak rein...terlau hanyut dengan tulisannya

    BalasHapus
  19. Duuh mb Rien aku jadi kangen naik bus dari Singapore ke KL. Hehehe. Tapi di sana kalau mogok rest areanya tetap nyaman sih menurutku.

    BalasHapus
  20. kalo kondisi rest area kayak gitu, yah gak bakal mai gaya lah, malah bisa eksplore yang lain yah kan. Kalo pake jasa tour guide kayak gini, aman ajalah ya mba pasti dicarikan solusi dan kesan yang baik deh, btw asik banget itu banyak pilihan ekdai buahnya, jadi snack yah tinggalin aja, hahaha

    BalasHapus
  21. Seruuu juga nih pengalaman jalan-jalannya, Mb Rien. Ada untungnya juga ya bis mogok, jadi naik cable carnya bisa di siang hari saat badan udah fit, enggak kecapekan. Mau aah cerita naik cable carnya, ditunggu mbaaa

    BalasHapus
  22. Seru nih, pengalaman Bus Mogok di negeri orang malah jadi bisa explore banyak hal di lokasi yang tak terduga yaitu di Rset Area, hehe, inspiratif sekali cerita perjalannnya. Tapi kebayang juga sih, pasti agak sebel karena rencana naik cable car saat senja jadi gagal. Padahal view-nya pasti oke punya tuh.

    BalasHapus
  23. Seru banget pengalamannya nih, bus mogok tapi tetap happy ya karena bisa nyambil jalan - jalan dan memotret sekitar yang viewnya bagus.

    BalasHapus
  24. Wahhh pengalaman yg seru banget mba Rien, aku yg belum pernah ke Malay hehe. Baca ini jadi seolah-olah ikut hadir juga di rest area ini mba. Alhamdulillah yaaa mogoknya di rest area dan dalam keadaan sehat

    BalasHapus
  25. Mbaaaaa, memang yaaa yg namanya traveling itu dibawa happy aja. Mau ada musibahpun, kalo ga parah2 amat, udahlah ttp senyum. Apalagi kalo perginya pake travel. Biarkan guidenya yang mengatur. Kita mah nikmatin aja kondisinya. Kecuali pergi mandiri.. nah itu aku selalu sedia plan B,C,bahkan sampe D kalo perlu.

    Rest area di Malaysia memang bagus2. Aku juga betaah kalo udah istirahat di sana. Menu makanan banyak macam, dan enak2 :D. Selalu sukaaaa lah pokoknya.

    Kalo ttg jaga stamina, akupun udah ngerti badanku sampe mana maksimalnya, mana yg bisa aku lakuin pas traveling, mana yg sebaiknya dihindari. Semua demi jaga kondisi ttp prima. Jadi jgn dipaksain, mentang2 sedang jalan. Vitamin wajib sih. Akupun sllu bawa vitamin kalo sedang pergi2, apalagi skr pandemi gini 🤣

    BalasHapus

Leave your message here, I will reply it soon!