Selamat Jalan Nita

13.57
Yusnita Febri
Wafat Selasa 15 Nopember 2011


KEMATIAN itu, adalah asing kawan sekamar, Tuan

Kita mengenal dia, seperti dia juga mengenal kita
Meski dengannya kita tak ingin saling berbincang

Dia tak bicara, sedangkan kita kerapkali lupa. 

Kematian itu, Tuan, adalah perangkat lunak
Terakit dia ada, sejak awal kehidupan kita

Tuan, kematian itu, adalah panggilan telepon,
yang kita ingin sekali bisa menjawab dengan:
Maaf, Anda sebenarnya mau bicara pada siapa?

Kematian itu, Tuan, diam saja di sudut ruang
Ketika kita berdiri di tengah terang panggung
menjelaskan tentang hidup yang kita hidupkan

Dia tak bertanya. Dia tak acungkan tangannya

Dia tahu kapan kepadanya kita menjawab: Ya!


[Puisi Hasan Aspahani]





Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

79 Comments

  1. Mbak Rien terbang dari Palembang ke Jakarta untuk takziah?

    semoga Nita damai di sana ya, aamiin.

    BalasHapus
  2. Semakin ingin menangis.
    Tapi apa daya,hanya do'a yang bisa kita kirimkan untuknya. Smoga ALLOH memberikan kelapangan tempat,cahaya kibur & keringanan siksa.


    ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺍﻏﻔﺮﻟﻪ ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺛﺒﺘﻪ
    Alohummaghfirlahu allohumma tsabbit-hu
    "Ya ALLOH,ampunilah dia (mayit), ya ALLOH,berilah dia keteguhan (dalam menjawab pertanyaan Munkar dan Nankir)."

    BalasHapus
  3. makasih ya udah mau berbagi cerita tentang nita..

    BalasHapus
  4. Larass gak bisa koment, masih terngiang sms nita kemarin sore yg nyuruh larass balek ngempih T__T

    BalasHapus
  5. hati saya masih tetap gerimis
    rasanya tak percaya :-(

    BalasHapus
  6. Td nangis bedua bukpink waktu melihat mau ditutup wajahnya dg kain kafan :((

    Sayang bukpink nyasar, ga ktm rien deh

    BalasHapus
  7. ya Allah.. makin merinding baca tulisan rhien.
    orang baik selalu disayang Tuhan dan diingat banyak orang.

    tenang dan berbahagia di sisi-Nya, mbak nita..

    BalasHapus
  8. memang sungguh mengejutkan.
    terimakasih Teh ...

    Inna Lillaahi wa Inna Ilaihi Rooji'uun

    BalasHapus
  9. T_T
    skalipun prtemuan sekali, tp kpergianmu sungguh mngejutkanku, pun mungkin bgi yg lain
    smoga Alloh mnerimamu disisiNya

    BalasHapus
  10. Mengaamiinkan semua doa...T_T
    Allah lebih mencintaimu Nita sayang....

    BalasHapus
  11. Inna lillaahi wa inna ilaihii raaji'uun.

    Ya Allah, aku terkaget-kaget, Dek :-(

    Mbak Nita sakit apa?
    Kok seperti mendadak sekali...

    Makasih reportasenya ya, Dek.
    Jadi bisa melihat meski kami jauh dan tidak bisa menghadiri pemakamannya.

    BalasHapus
  12. Innalillahi wa innaillahi roji'un..
    kematian itu suatu kepastian yg melebihi kepastian akan hari esok..*psikologi kematian

    BalasHapus
  13. saya sampai sekarang masih tidak percaya jikalau tadi tidak melihat jenazahnya dan Ayahnda almh Nita memeluk saya saat datang

    BalasHapus
  14. mbak nita, semoga tenang di sana mbak ...

    BalasHapus
  15. selamat jalan Nit..,

    entah kenapa di pemakaman nitha air mata ini selalu menetes, sementara di pemakaman ayah tidak menetes karena dilarang oleh sepupuku katanya,"Yang kuat Rie, jangan nangis biar pakde tenang" ... hiks..hiks...hiks

    BalasHapus
  16. :(

    smoga diterima iman islamnya

    BalasHapus
  17. Aku aja yg gak datang ke pemakamannya berduka dan sedih, bagaimana dengan mbak dan orang-orang terdekatnya.....semoga mbak Nita mendapat tempat terbaik disisiNya ya. Kau sudah tenang disana :)

    -we lov u-

    BalasHapus
  18. Nita orang baik yang ketika ia telah pergipun, masih mampu mengajarkan banyak kebaikan yang ditutur ulangkan oleh banyak orang yang saat ini masih mengantri di ruang tunggu menunggu panggilan menuju pulang..

    Semoga sekarang kamu lapang dan tenang di pelukan semesta, Nita sayang...
    (Amin)

    BalasHapus
  19. Terimakasih liputannya, mbak Rien.

    Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala melapangkan dan menerangi kuburnya. aamiin.

    BalasHapus
  20. Saya ingin membalas koment satu persatu, tapi setiap kali ingin menuliskannya, sedih itu datang lagi. Maaf belum mampu....

    Semoga Nita tenang di alam barunya.
    Saya mengaminkan semua doa dari kawan-kawan.
    Terima kasih telah ikut mendoakan Nita, sahabat kita semua.

    Terima kasih juga telah mampir di tulisan yang berisi ungkapan pribadi ini. Maaf bila ada keliru kata...

    BalasHapus
  21. Jadikan kekuranganmu untuk maju dan semoga Allah jadikan kekurangan itu sebagai penggugur dosa-dosa..dan pemberat timbangan amal ..we'll miss u nita

    BalasHapus
  22. Karena Nita meninggalkan kesan teramat dalam sehingga kita merasa sangat kehilangan .

    BalasHapus
  23. Walaupun belum pernah bertemu dan kenal di dunia maya. Saya ikut mendoakan, semoga segala amalnya di terima Allah.

    BalasHapus
  24. Yaa Rabb...
    kematian sebenarnya bukan peristiwa asing untuk kita, ya?
    tapi, kematian mengajarkan banyak hal jika terjadi tiba-tiba, tanpa sakit dan pada mereka yang masih muda...
    kepergian Nita benar-benar mencubit saya...


    Selamat kembali kepada Pencipta Semesta Alam, Nita
    Semoga Allah menerima amal shalihmu dan memaafkan kekhilafanmu
    Kami sudah pasti akan menyusulmu kelak dan jika saat itu tiba, semoga diri ini kembali kepada-Nya dalam keadaan husnul khatimah ...

    BalasHapus
  25. Selamat jalan Nita..sosok blogger dan sahabat yang luar biasa untuk kita semua. Semoga Allah SWT menerima segala amal sholehnya serta melapangkan kubur Nita. Selamat jalan Nit..teriring doa khusyuk mengiringi kepergianmu..
    *sedih sekali saya hari ini dan tanpa terasa mata saya ikut berkaca-kaca baca postingan Rien..*

    BalasHapus
  26. Ya Allah, sakit apa mba Nita? Aku belum sempat ketemu :(

    BalasHapus
  27. Ahh itu hanya jasad Mbanit.. Mbanit masih ada bersama kita kawan-kawan.. Jangan terlalu bersedih.. Ia tidak ingin kita terus bermenye-menye..

    BalasHapus
  28. Mksh sdh menulis jurnal ini Rien, indahnya persaudaran di mp. Bahkan hingga tiadanya pun msh ttp berharga di hati kita

    BalasHapus
  29. Terima kasih atas jurnalnya Rien...

    InsyaAllah, sekarang mba Nita tenang di rumahnya yang baru. Amin ya Rabb...

    Dan kitapun sudah pasti akan menyusulnya.

    BalasHapus
  30. Innalillahi wainna ilaihi rojiun...
    Allah memeluk erat Mbak Nita...

    BalasHapus
  31. Banyak sekali yg menuliskan tentang mbak Nita. Kami pun sempat se-PMan dulu ketika aku invite. Semoga dengan banyaknya doa sahabat, semakin menerangkan jalannya kelak.

    BalasHapus
  32. Smg smua nikmat sdang Allah turunkan bg Nita yang baik.

    BalasHapus
  33. selamat jalan teman blogger :(

    BalasHapus
  34. innalillahi wainna ilaihi rajiun
    semoga keluarga yg dtinggalkan dberi ketabahan dan kekuatan

    BalasHapus
  35. innalillahi wainna ilaihi rajiun
    semoga keluarga yg dtinggalkan dberi ketabahan dan kekuatan

    BalasHapus
  36. Mbak...

    Innalillahi wa innaillahi roji'un... :(

    BalasHapus
  37. Innalillahi wa innaillahi roji'un...dari firman turut berduka cita....selamat jalan sahabat maya....semoga roh mu di rahmati allah swt...aamiin

    BalasHapus
  38. nnalillahi wainna ilaihi rajiun
    semoga Nita sudah bahagia di alam sana

    BalasHapus
  39. mbak nit, smoga khusnul khotimah dan kita bs ketemu lg di jannahNya.. aamiin..

    BalasHapus
  40. Kendati bukan kontaknya, tapi banyak hal yang akhirnya saya tahu dari kepergiannya. Dari cerita teman-teman ini.
    Dan, saya merasakan getar sedih itu.
    Selamat jalan, Mbak Nita.
    Gaung kebaikan dan semangat Mbak akan terus berdenyar.
    Ya Allah, sediakanlah surga untuk Mbak Nita...

    BalasHapus
  41. semoga mbak nita tenang dan bahagia di sisiNYA

    BalasHapus
  42. semoga amal dan kebaikan mba nita di terima Allah, amin

    BalasHapus
  43. Speechless...

    Thanks berbaginya mBak..

    BalasHapus
  44. Amin Ya Robbal Alamin.
    Semoga dengan makin banyak doa dari kawan-kawan, semakin memudahkan almarhumah mendapat tempat yang layak di sisiNya.

    Terima kasih juga untuk semuanya.

    BalasHapus
  45. Semoga Allah emlapangkan kuburmu Mbak Nita....

    BalasHapus
  46. Do'a do'a dan do'a untuk Nita tersayang

    BalasHapus
  47. Semoga Allah melapangkan jalannya..

    BalasHapus
  48. Terimakasih Rien..
    Seakan kami berada di pemakaman itu..
    Terimakasih atas memori yang mengingatkan adik kita yang disayangi semua MPers..

    Kematian akan menjemput kita semua..
    Selamat jalan sayang, Insya Allah kita bertemu di sana..

    BalasHapus
  49. selamat melanjutkan kehidupan yang damai dan lebih tenteram, mbak nita..

    terima kasih untuk jurnal ini, mbak rin...

    mm, terus terang saya tahu kata menye2 pertama kali itu lebih dari 10 tahun yang lalu dan justru dari dosen saya yang sudah senior. mungkin memang kata itu asalnya dari beliau, ya. mungkin juga anak2 didiknya yang lalu menyebarkan kata itu... sejauh yang saya tangkap, arti katanya lebih dekat ke cengeng manja dari sekedar melankolis.

    BalasHapus
  50. Wah...saya ga smpt antar Nita ke liang lahat. Datang kepagian trus langsung pulang krn banyak krjaan. Pdhl bs jd ajang "kopdar" sm tmn2 yg lain. Pengen jg ketemu mba Rien.

    BalasHapus
  51. terimakasih atas postingannya, sedikit mengobati rasa kangen ke Nita dan sedih karena gak bisa hadir dipemakamannya...
    seperti biasa nita yang selalu tersenyum dan ceria akan senang bahwa teman-temannya selalu menyayangi dan mencintai dia kapanpun itu...

    BalasHapus
  52. Mohon maaf tidak membalas koment satu persatu.
    Tapi saya berterima kasih kepada semua kawan yang telah mampir untuk membaca, berkomentar, dan memberikan doa untuk Nita, sahabat kita.. Semoga almarhumah damai dan bahagia di sana. Amin ^_^

    BalasHapus

Leave your message here, I will reply it soon! EmoticonEmoticon