Dimuat di Majalah Sang Buah Hati Edisi Februari 2015

14.35
MENIKMATI KEINDAHAN ALAM DI PERKEBUNAN TEH MALABAR

"Ditemani hijaunya perkebunan plus segarnya udara pegunungan, sensasi menikmati secangkir teh hangat bersama keluarga jadi terasa begitu sempurna."



Alhamdulillah kembali dimuat oleh Majalah Sang Buah Hati untuk edisi Februari 2015, dalam rubrik Bermain.

Sang Buah Hati adalah monthly free magazine yang menyajikan informasi seputar parenting, edukasi, kesehatan dan lain-lain. Tidak seperti majalah lainnya yang bisa didapatkan secara mudah dengan membeli di lapak-lapak koran/majalah, toko buku, atau pun rak-rak majalah di supermarket, Majalah Sang Buah Hati (SBH) justru tidak dijual bebas di tempat-tempat tersebut. 

Meskipun tidak dijual ditempat-tempat penjualan majalah pada umumnya, majalah SBH justru bisa dibaca dengan gratis di 285 reading point yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia dan di seluruh cabang seperti:
  • Lounge & Boarding Gate Bandara Soekarno Hatta
  • Tumbletots
  • KiddyCuts
  • Creativekids
  • Mothercare/ELC
  • Sekolah Musik Indonesia (SMI)
  • Dunkin Donut's
  • Rafa Health & Beauty Lifestyle
  • Willy Soemantri Music School

285 reading point (RP) majalah SBH yang tersebar di beberapa kota di Indonesia, antara lain:
  • 27 RP di Jakarta Utara
  • 10 RP di Jakarta Pusat
  • 23 Rp di Jakarta Barat
  • 42 RP di Jakarta Selatan
  • 6 RP di Jakarta Timur
  • 14 RP di Bekasi
  • 65 Rp di Serpong, Bintaro, Tangerang, Banten
  • 11 RP di Bogor
  • 19 Rp di Depok
  • 5 RP di Medan
  • 22 RP Bandung
  • 3 RP di Cirebon
  • 3 RP di Jambi
  • 9 RP di Lampung
  • 9 RP di Surabaya
  • 8 RP di Bali
  • 7 Rp di Semarang
  • 1 RP di Kendari
  • 1 RP di Makasar

Pertama kali kenal majalah SBH tahun lalu, saat saya sedang kontrol di sebuah rumah sakit di daerah Serpong. Saat sedang menunggu giliran periksa, saya melihat beberapa eksemplar majalah SBH tergeletak di meja dekat bangku tunggu. Lalu saya ambil dan baca, ternyata isinya mengandung banyak informasi bermanfaat seputar kesehatan dan pendidikan anak. Awalnya saya kira hanya membahas tentang kesehatan saja, apalagi majalah ini saya temukan di sebuah rumah sakit, pikir saya pasti isinya tak jauh-jauh tentang dunia medis. Ternyata saya salah kira, isi majalah SBH bukan hanya itu, tetapi ada juga beisi info kuliner, info wisata, fashion anak, info event anak, psikologi dan lain-lain masih banyak lagi.

Setelah menyimak artikel di rubrik Bermain, saya mulai menghubungi majalah SBH, dan ternyata SBH menerima tulisan dari penulis luar. Kebetulan. Akhirnya saya kirim, dan jadilah artikel Floating Market Lembang sebagai artikel pertama yang dimuat di Majalah SBH. Artikel tentang Perkebunan Teh Malabar ini jadi artikel kedua yang dimuat oleh Majalah SBH.

Artikel wisata untuk  Rubrik Bermain tidak panjang, sekitar 2 halaman A4 saja. Sangat disarankan objek wisata yang diceritakan cocok untuk seluruh anggota keluarga (orang tua dan anak-anak).

Selain isinya yang informatif, majalah gratis ini memiliki tampilan yang elegan dan 'mahal'. Meskipun berlabel GRATIS tapi kualitas majalahnya bagus, baik dari segi isi, gambar, kertas, maupun cover. Tak ada bedanya dengan majalah sejenis yang beredar di lapak-lapak dan toko buku.


Konten majalah SBH edisi Februari, yakni sbb:
  • Surat pembaca
  • Cerita cover : Baby Rich
  • Kilas : Kenali Gejala Epilepsi Sejak Dini, Produk Makanan dan Minuman di Indonesia Harus Memilikii Izin Edar
  • Pendapatku : Ritual apa sih yang biasa dilakukan agar si kecil cepat tidur?
  • Apa Kata Mereka : Kenali Lebih Dalam Tentang Alergi
  • Laporan Utama: Kenali Penyakit Jantung Pada Anak
  • Pakar menjawab : Pilek Pada Bayi
  • Ragam : Manfaat Pelukan Bagi Sang Buah Hati
  • Cermat Memilih
  • Event
  • Berbagi Cerita : Titi Kamal - Ikat Hati Dengan Emotional Bonding
  • Psikologi : Mengapa Si Kecil Suka Berbohong
  • Fashion : I love Pink
  • Sehat : Rahasia Sembuhkan Epilepsi.
  • Kuliner : Pastis Kitchen Bar
  • Nutrisi : 8 Makanan Pelancar ASI
  • Cantik : Kenali Manfaat Sauna Bagi Tubuh
  • Kehamilan : Kesuburan dan Gaya Hidup
  • Bermain : Menikmati Keindahan Alam di Perkebunan Teh Malabar
  • Aksi Buah hati
Demikianlah sekilas tentang isi Majalah Sang Buah Hati edisi Februari 2015. Jika sedang berada di salah satu dari 285 reading point, silakan lihat-lihat rak atau meja yang ada di ruang tunggu, siapa tahu ada majalah SBH. Bisa baca-baca gratis. Tapi buat baca ditempat saja biasanya ya, tidak untuk dibawa pulang. Kalau memang ingin punya, seingat saya peminat bisa memesan langsung ke bagian pemasaran majalah SBH, namun jumlah pesanan mesti sesuai dengan jumlah pembelian minimum yang ditentukan.

Oh ya, maaf, saya belum sempat menulis satu persatu 285 reading point Majalah SBH. Saya mesti punya waktu lebih banyak lagi untuk menuliskannya di sini :D

Bagi yang belum bisa membaca versi cetaknya, majalah ini bisa dibaca dalam versi digital. Versi digital ini biasanya dipublish dalam website www.sangbuahhati.com. Sayangnya saat ini tampilan website majalah SBH sedang 'kosong'. Sepertinya sedang dalam proses perbaikan/perubahan. Untuk sementara peminat majalah SBH bisa mengikuti informasi yang disajikan melalui akun twitter dan facebook Majalah Sang Buah Hati.

Share this

Indonesian Blogger | Travel Writer | Email: katerinasebelas@gmail.com |

Related Posts

Previous
Next Post »

7 comments

Write comments
23 Februari 2015 14.54 delete

Waah selamat, mbak Rien... Sayang epapernya SBH udah lama gak bisa diakses yaa...

Reply
avatar
24 Februari 2015 10.03 delete

Terima kasih mbak Dian :)

Saat ini website SBH sedang dalam perbaikan mbak. SBH pindah alamat. Mungkin karena itu. Kalau sudah kembali normal, versi digitalnya mungkin akan ditampilkan lagi, dan kita pun bisa mengaksesnya lagi :)

Reply
avatar
24 Februari 2015 12.30 delete

Selamat Mbak Rien, tetap konsisten itu yang luar biasa.

Reply
avatar
26 Februari 2015 03.35 delete

Alhamdulillah. Terima kasih, Mbak Lina. Iya, mbak, karena konsisten itu tidak mudah :)

Reply
avatar
26 Februari 2015 21.43 delete

Alhamdullilah. ikut seneng. Kapan bisa konsisten kayak Mbak Rien. Hehehe Terserang gejala "jenuh" dan berakhir pecicilan di blog. *ngikik* Aku suka Cover Majalah e. Imut. Aku belum kirim ke majalah ini. nerima artikel luar negeri kah mbak?

Reply
avatar
28 Februari 2015 00.00 delete

Mbak Zulfa sudah konsisten kok mbak. Tulisannya di media sudah sering dimuat (pertanda rajin nulis dan kirim), blognya juga banyak isinya (pertanda rajin nulis dan posting). Konsistensi yang nyata di mataku. Soal pecicilan, sama mbaaaak. Kalo ga pecicilan ga seru kita ini hahaha

Sependek yang aku lihat (tahun lalu sering baca versi digitalnya), belum aku lihat ada artikel luar negeri mbak. Tapi bisa coba ditanyakan saja ke redaksinya, siapa tahu menerima. Mungkin selama ini belum ada karena memang belum ada yang kirim. Siapa tahu kalo mbak yang kirim bisa jadi artikel luar negeri pertama yang muncul tahun ini :)

Reply
avatar
28 Februari 2015 17.06 delete

*ngikik* Makasih informasinya mbak Rien. Besok aku coba email ke Redaksi. Bismillah.....

Reply
avatar

Leave your message here, I will reply it soon! EmoticonEmoticon