Rak Buku Bersih dan Apik

20.11
*doc pribadi*
Banyak nulis berarti harus banyak baca. Iya, harus! Makanya banyak banget bahan bacaan di rumah. Mulai dari buku-buku, majalah, tabloid, hinga koran. Koran datang tiap hari, majalah tiap satu minggu, ada pula yang tiap 1 bulan, dan buku beberapa kali dalam tiap bulan (kalo sedang rajin beli). Lama-lama, tempat untuk menyimpan semua bahan bacaan itu penuh. Tak muat lagi.

Tiap beberapa bulan, koran lama diberikan pada bapak tua di kampung sebelah. Biasanya koran itu ia bawa ke pasar tradisional, dijual ke seorang pedagang yang butuh koran bekas. Kalau majalah tetap saya simpan, karena kadang kala masih saya baca-baca lagi. Apalagi majalah wanita yang di dalamnya banyak sajian fashion muslimah, pasti saya amankan.

Lama-lama, kebutuhan tempat menyimpan buku dan majalah makin meningkat. Awalnya hanya berupa rak kecil ramping tapi tinggi, kini jadi butuh yang lebih besar dan lebar. Dinding sudah dijebol dan diubah jadi rak buku tanam, namun tetap saja kurang. Sepertinya buku-buku yang ada memang harus disumbangkan pada yang membutuhkan. Jelang akhir tahun 2014 lalu, saat buku-buku itu saya sortir, ada 1 box penuh akhirnya saya relakan untuk diberikan kepada orang lain. Lewat seorang teman sukarelawan KI (kelas inspirasi), Alhamdulillah buku-buku itu sampai kepada yang membutuhkan.
 
Bicara tentang rak buku, sampai saat ini saya belum punya rak buku tertutup yang membuat buku aman dari debu. Untuk mengakali hal tersebut, saya membeli plastik klip yang bisa dibuka dan ditutup dengan rapat. Plastik klip ini ada beberapa ukuran, mulai dari sekecil plastik obat yang biasa digunakan apotik, hingga besar dan lebar seukuran Al Quran besar. Nah, dengan plastik-plastik inilah saya mengamankan buku dari debu. Besar plastik disesuaikan dengan ukuran buku. Berhubung plastik klip tidak dijual satuan, melainkan lusinan, maka saya membeli dalam beberapa ukuran, mengikuti ukuran buku.

Lumayan juga sih modal beli plastiknya. Tapi mendinglah daripada memanggil tukang kaca untuk memasang tutup pada rak buku. Kalau plastik hanya butuh modal sekitar 150-200 ribuan, maka bikin pintu kaca bisa jadi juta-jutaan. Jebol kantong mamak nih kalau keluar duit banyak lagi :D

*doc pribadi*
Teman yang bertamu ke rumah kerap bertanya tentang plastik-plastik yang membungkus buku-buku di rak. Katanya, idenya kreatif. Langsung GR deh saya. Padahal itu kan ide kepepet biar hemat haha.

Rak buku yang tertata apik dapat menjadi focal point di suatu ruangan. Akan tetapi, dalam waktu tertentu buku akan kotor oleh debu. Nah, selain solusi dengan kantong plastik klip tadi, ada tips lainnya yang bisa dilakukan guna menjaga kerapian rak buku sekaligus merawat bacaan favorit keluarga.

Mingguan
Setiap pekan, bersihkan debu di atas, pinggir rak buku, serta area yang tak tertutup oleh buku. Jangan luput untuk membersihkan atas dan samping buku. Manfaatkan kesempatan bersih-bersih tersebut untuk sekaligus meletakkan buku sesuai susunan yang tepat dan merapikan rak buku dengan menyingkirkan benda yang tak seharusnya ada di situ.

Seksama
Pindahkan semua benda yang ada di rak. Tak perlu menyortirnya, cukup kosongkan raknya. Kalau bukunya dimasukkan ke dalam kotak, bersihkan kotaknya berikut area tempat meletakkan kotak tersebut. Bersihkan setiap buku, bagian dalam dan luarnya. Lain waktu, sortir buku. Berikan buku yang tak lagi menarik (tidak untuk dibaca lagi) untuk orang lain yang membutuhkan. Atau bisa juga dengan bertukar buku dengan sesama pencinta buku.

Terlindung
Sinar matahari dapat merusak buku, jadi tempatkan rak buku di area yang terlindung. Agar buku tak mengeluarkan bau buku tua, jangan simpan buku di tempat yang lembap. Ruang yang lembap menjadi tempat favorit bagi jamur dan serangga, seperti kecoa dan ngengat (silverfish) pemakan kertas.

Tertata
Susun buku berdasarkan alfabet judul atau ukuran bukunya. Jangan meletakkan buku secara berimpitan agar tak merusak sampul dan bentuk buku. Ketika mengambilnya dari rak, geser buku yang mengapitnya dan tarik buku yang diinginkan.

(KS)

Share this

Indonesian Blogger | Travel Writer | Email: katerinasebelas@gmail.com |

Related Posts

Previous
Next Post »

12 comments

Write comments
19 Juni 2015 03.17 delete

saya juga belum punya rak buku mbak, sudah pesen ke suami nanti minta dibelikan rak, saya pengen punya perpustakaan buat buku2 mbak. nah itu ngebersihinnya tapi lumayan ya, palings ering sih kena debu mbak

Reply
avatar
19 Juni 2015 04.23 delete

Rak buku terbuka memang mesti rajin dibersihkan mbak. Kalau enggak, debunya nggak cuma mengotori rak, tapi juga buku. Bahkan lama-lama buku jadi rusak. Jadi kuning dan jamuran. Kalo mau aman bukunya di masukka plastik klip seperti yang aku lakukan itu.

Semoga nanti segera punya rak buku ya mbak. Dulu, waktu aku belum punya rak, buku-buku aku masukkan dalam container box bahan plastik yang ada rodanya segala. Lumayan aman bukunya tapi ngambilnya susah. Kalau sedang perlu mesti dikeluarkan satu persatu :D

Reply
avatar
19 Juni 2015 11.56 delete

Di rumah rak buku cuma punya satu. Sedangkan pembelian buku hampir tiap bulan. Akhirnya buku luber kemana-mana. Di meja komputer, di kursi, di meja makan, di lemari baju, di kasur, di atas CPU. Duuh.... Parah banget. Udah niat pengen beli rak buku lagi tapi belum ada dana berlebih :D

Reply
avatar
19 Juni 2015 12.05 delete

wah ide rak bukunya bisa ni mba.. kami menyimpan buku masih di almari biasa..

Reply
avatar
19 Juni 2015 18.10 delete

Saya pengen deh pojok baca semacam itu :(

Reply
avatar
19 Juni 2015 19.18 delete

Rak-rak buku di rumah masih berserakan di tiga tempat. Di kamar anak-anak masing-masing ada buat menyimpan buku koleksi mereka. Bukuku tersimpan di rak-rak ruang kerja. Rak terbuka juga. Dan.... aku termasuk yang males bersih-bersihnya. Sampai sering berdebu, nih. hiks... ira

Reply
avatar
19 Juni 2015 19.45 delete

Kalau nggak pakai rak biasanya begitu, naruhnya jadi di mana-mana. Aku juga pernah begitu mbak. Tapi mau nggak mau tetap harus beli. Kalo nggak, sayang bukunya jadi kotor dan berantakan. Dulu lama sih aku pake container box. Sampe ditumpuk 3 containernya hihihi
Mungkin untuk sementara bisa disusun di ruang tamu dulu mbak. Dijadikan kayak pajangan gitu. Biar nggak kotor diplastikin aja.

Reply
avatar
19 Juni 2015 19.46 delete

Ide pakai plastik klip atau rak buku tanam? :D
Almari biasa gapapa. Punyaku juga ada yang biasa. Model tanam dalam tembok gitu, tapi ga bertutup :D

Reply
avatar
19 Juni 2015 19.48 delete

Pojok baca mudah dibuat kok mbak :) Bisa hanya dengan pakai karpet, lalu kasih bantal-bantal. Nyaman kok :)

Reply
avatar
19 Juni 2015 19.53 delete

Buku-buku anak enaknya memang ditaruh di kamar mereka. Buku anakku juga gitu mbak. Aku taruh di rak dekat mainannya. Biar kalo mau main atau mau baca, ada di satu tempat. Kalau digabung sama buku-buku dan majalahku, malah jadi berantakan. Campur aduk :))

Ide pake plastik klip itu sebenarnya alasan malas bersih-bersih hahaha.
Soalnya tiap kali bersiin rak buku pasti capek. Mesti dikeluarin satu persatu, trus nanti masukin lagi satu-satu. Kayaknya kalo mau aman dari kotoran mesti pakai lemari tertutup :D

Reply
avatar
22 Juni 2015 10.30 delete

Zahra dapat tips dari seorang kolektor buku, rak buku sebaiknya dilengkapi dengan lampu penerang agar mencegah lembab dan jamur.

Reply
avatar
22 Juni 2015 10.39 delete

Oh iya, itu betul sekali Zahra. Jadi kering kalo pake lampu ya. Yang mbak pernah lihat, biasanya lampunya model downlight (kecil). Dipasang pada bagian bawah tiap papan tatakan. Mbak juga pinginnya begitu, tapi belum kesampaian nih :( Soalnya mesti manggil tukang lagi buat masang. Bagusnya sih tempat lampunya langsung disiapkan saat rak sedang didesain ya :)

Reply
avatar

Leave your message here, I will reply it soon! EmoticonEmoticon