Tampil Stylish Dengan Model Jilbab Segi Empat

23.04
dokumentasi pribadi
Mengikuti trend busana muslimah –dalam hal ini jilbab- terbaru memang tak ada hentinya. Dari waktu ke waktu selalu ada inovasi dan kreasi baru tercipta. Namun, bertahan dengan satu model karena perkara selera, membuat apapun inovasi dan kreasi terbaru bagaikan angin yang berlalu. Paling banter mengucapkan, ‘wah bagus’. Abis itu sudah. Paling mencoba 1 atau 2, itupun disesuaikan dengan kebutuhan. Selebihnya, tetap kembali ke selera asal :D

Dulu, awal mengenakan jilbab, pilihan saya langsung jatuh pada jilbab segi empat. Padahal, yang namanya baru pakai tentu belum mahir melipat, memasang peniti, dan membuat jilbab terpasang dengan rapi di kepala. Tetapi, karena saya suka, saya tetap mengenakannya. Alhamdulillah, cukup 2 hari belajar, saya pun mulai mahir memasangnya.

Sekian tahun berlalu sejak pertama kali berjilbab, dan sampai kini jilbab segi empat tetap jadi favorit. Meskipun dianggap ribet karena mesti pakai peniti segala, saya tetap bertahan. Lagi pula, sebetulnya tidak ribet, kok. Cukup dilipat segitiga, lalu dikaitkan di bawah dagu pakai peniti. Selesai. Kalau mau sedikit variasi, tinggal tarik salah satu bagian jilbab yang ada di depan ke arah bahu, lalu kait dengan bros. Mudah :D

Saat tutorial tentang cara mengenakan jilbab segi empat banyak bermunculan di majalah-majalah fashion muslimah, atau pun dalam bentuk video di youtube, saya jadi tertarik untuk mencoba berbagai kreasi jilbab segi empat. Sayangnya, saya gagal mendapatkan gaya yang sesuai dengan yang saya inginkan. Mau nggak mau akhirnya kembali ke gaya awal yang lebih simpel dan praktis.

Kejadian tertusuk jarum pentul, kesakitan dengan model lilit sana sini kayak hampir kecekik, bikin saya akhirnya berhenti melihat tutorial. Ya, melihat tutorialnya saja yang berhenti, kalau memakai jilbab segi empatnya lanjut terus.

Ada beberapa alasan kenapa saya menyukai jilbab segi empat, diantaranya:
  1. Mudah cocok untuk dikenakan dalam berbagai kesempatan, baik formal, semi formal, maupun non formal yang sifatnya santai seperti saat traveling.
  2. Mempunyai beragam motif dan warna sehingga mudah disesuaikan dengan busana sehingga membuat penampilan lebih stylish dan modis.
  3. Fleksibel untuk dikreasikan menjadi model jilbab apapun.
  4. Mudah dipadukan dengan berbagai asesoris jilbab.
  5. Menutup aurat (ujung jilbab menutup punggung dan dada). Ini tergantung ukuran juga. Kalau untuk saya yang berbadan mungil, ukuran 120x120cm sudah cukup panjang dan lebar.
Jilbab segi empat pun cocok untuk tampilan casual
~Duffan Ancol, April 2015~
*Dokumentasi pribadi*

Dari waktu ke waktu akhirnya saya bisa mengenal beberapa bahan jilbab. Dulu hanya tahu bahan paris. Bertahun-tahun bahan itu melulu yang dibeli. Tipis sih, tapi nyaman, nggak bikin kepanasan. Biar nggak menerawang, saya pakaikan inner dengan ukuran panjang. Setelah bahan paris, saya juga mulai mengenal bahan lain, seperti sutera, katun, sifon, dan kaos. Terakhir, saya jatuh hati pada bahan Polyspun (katun paris) pada jilbab segi empat merk Elzatta. Bahannya lembut dan terasa adem ketika dipakai. Ukurannya pun lebar.

Waktu berlalu, tahun terus berganti, ragam jilbab terus bermunculan. Namun, sekali lagi, selera asal tak tergoyahkan. Meskipun begitu, tak berarti saya anti jilbab instant. Jilbab instant tentu saja saya punya. Harus punya malah. Karena modelnya praktis, tinggal pasang di kepala, cocok untuk penggunaan sehari-hari (terutama buat jalan-jalan/nyelem/snorkling/berenang).

Jilbab segi empat maupun instant, sama-sama enak untuk dikenakan. Bedanya, memakai jilbab segi empat membuat penampilan jadi lebih modis dan stylish (subjektif lho ya).

(*)

Share this

Indonesian Blogger | Travel Writer | Email: katerinasebelas@gmail.com |

Related Posts

Previous
Next Post »

14 comments

Write comments
19 April 2015 09.30 delete

Tosssss sy jg masih sreg dgn jilbab segi empat mba rien...

Reply
avatar
19 April 2015 10.08 delete

Betul, jilbab segi empat itu mudah dikemakan dan minim peniti :)

Reply
avatar
19 April 2015 13.05 delete

Sejak dulu suka pakai jilbab segi empat. meski sempat waktu itu trend pakai jilbab slobokan. Aku tetep sedia dengan jilbab segi empat. Cintanya parah :))) kangen Dufan, dah lama nggak kesana.

Reply
avatar
19 April 2015 14.04 delete

Selera kita lebih kurang sama mbak Rien :D

Reply
avatar
19 April 2015 14.39 delete

Jilbab pertamaku jilbab segi empat. Malah dulu sering jaht sendiri. Eh, bukan jahit sendiri, ding. Aku beli bahannya trus dijahitkan ke otang. Zaman daulu kan belum terlalu banyak pilihan dan motif jilbab segi empat. Alhamdulillah kalau sekarang lebih banyak pilihan, ya.

Kalau sekarang kadang2 masih suka pakai. Aku sering dikasih ama orang Turki. Motifnya rame berbunga-bunga. ira

Reply
avatar
19 April 2015 19.45 delete

Dakuw juga bisanya pakai segi empat dan standar bingit gayanya, satu ujung jilbab diputar ke atas, kasih bros hihihi...biar ngga kecekik...

Reply
avatar
19 April 2015 20.39 delete

Yang bikin ribet itu kalau dibentuk macam-macam ya Zahra :D

Reply
avatar
19 April 2015 20.45 delete

Jilbab slobokan itu yang gimana mbak? Terdengar kayak kobokan :)))

Reply
avatar
19 April 2015 20.49 delete

Sebetulnya kalau ada waktu nyari bahan, enakan jahit sendiri mbak. Ukurannya bisa disesuaikan, dan biasanya jahitan pinggirnya lebih kuat. Aku kalo beli seringkali jahitan pinggirnya, terutama sudut2nya, lepas. Mungkin karena aku beli yang kurang bagus. Pernah beli di Batik Keris, 3 helai, awet bener, sampe skrg sudah 8 tahun ga rusak-rusak.

Iya, sekarang motif dan bahan jilbab segi empat makin beragam dan bagus-bagus. Orang Turki di sana baik-baik ya mbak suka ngasih. Kumpulin mbak, ntar kalo mudik bagiin sama temen2 matrek wkwkwkwk

Reply
avatar
19 April 2015 20.51 delete

Itu gaya jilbab sejuta umat namanya mbak :))

Reply
avatar
21 April 2015 08.10 delete

Jilbab segi empat nih favoritku banget, mbak... Warna standard, hitam polos. Cara makenya pun standard banget, pake peniti di bawah leher, trus tambahin peniti satu lagi atau pin di bagian agak bawah, biar gak kebuka. Gak suka kalo diiket-iket ato diputer-puter, ribet euy :D

Reply
avatar
28 April 2015 17.02 delete

Jilbabnya praktis, cara pakainya juga praktis, ya mbak. Warna hitam favorit mbak Dee An juga mudah dipasangkan dengan baju warna apa saja. Unsur praktis juga itu :D

Reply
avatar

Leave your message here, I will reply it soon! EmoticonEmoticon