Staycation di Swiss-Belresidences Kalibata pada akhir April ini awalnya bukan sesuatu yang sudah direncanakan sejak jauh-jauh hari. Ada dua voucher menginap yang masa berlakunya sama, sampai penghujung April 2026. Sebetulnya lagi enggak pengin nginap, tapi kalau vouchernya sampai hangus kok sayang, ya. Ya udah deh, akhirnya dipakai. Walaupun sudah benar-benar mepet.
Satu malam saja. Tapi ternyata, ada saja hal-hal kecil yang membuat malam itu tidak berjalan persis seperti yang dibayangkan.
Sebetulnya saya memang hampir lupa kalau punya voucher menginap di hotel Swiss-Belresidences Kalibata. Kan dapatnya sudah dari akhir Januari. Masuk Februari sudah mulai puasa Ramadan, dan selama Ramadan fokusnya lebih banyak ke ibadah dan keluarga. Ada juga beberapa prioritas lain yang waktunya lumayan menyita. Setelah itu masuk persiapan Lebaran dan mudik.
Pulang mudik, semua orang di rumah sudah ditunggu agenda masing-masing. Anak bungsu juga sedang kelas 12, jadi jadwal sekolah menjelang lulus cukup padat. Jadilah sepanjang Maret sampai April enggak kepikiran mau menginap.
Sampai akhirnya voucher itu teringat lagi gara-gara melihat postingan teman yang baru saja menginap di sana. "Oh iya, aku kan ada voucher nginep di sana?"
Booking di Ujung Masa Berlaku Voucher
Di sinilah mulai deg-degan. Pemesanan kamar menggunakan voucher ternyata tidak bisa dadakan. Setidaknya harus dilakukan sekitar satu minggu sebelum jadwal menginap. Sementara waktu itu booking-nya sudah kurang dari seminggu sebelum tanggal 30 April. Jadi, tidak terlalu berharap banyak. Kalau ternyata tidak bisa dipakai, ya sudah, pasrah aja. Namanya juga voucher yang sudah hampir kedaluwarsa.
Masalahnya, bukan cuma ingin sekadar menggunakan voucher sebelum masa berlakunya habis. Maunya kedua voucher itu dipakai sekaligus di hari yang sama, karena rencananya mau ngajak dua keponakan perempuan menginap bareng Aisyah.
Kalau bisa, kamarnya juga connecting. Kalaupun enggak dapat connecting room, setidaknya masih satu lantai. Nanti di satu kamar ada anak-anak, sementara saya dan suami di kamar sebelah. Jadi dari awal memang ada sedikit permintaan tambahan selain sekadar, "Masih ada kamar enggak?"
Akhirnya Menginap di Swiss-Belresidences Kalibata
Tepat tanggal 30 April, berangkatlah kami ke Swiss-Belresidences Kalibata. Kali ini yang ikut ada lima orang, yaitu saya, suami, Aisyah, dan dua orang keponakan perempuan. Alief tidak ikut karena sedang kerja di luar kota.
Dua keponakan berangkat dari rumah di Depok, dianter oleh adik, sementara saya, suami, dan Aisyah berangkat dari BSD. Jadi, janjian ketemunya langsung di hotel.
Sebetulnya Swiss-Belresidences Kalibata bukan tempat yang asing buat kami. Hampir setiap tahun acara kumpul halal bihalal keluarga besar Mas Arif diadakan di salah satu meeting room hotel ini.
Terakhir, sempat juga diundang ke sini bersama teman-teman komunitas untuk acara Ramadan. Jadi kalau soal lokasi, suasana tempat, sampai makanannya, sudah cukup familiar. Yang belum pernah dilakukan justru menginapnya. Selama ini datang ke hotel, ya untuk acara, makan, lalu pulang.
![]() |
| Foto kedua dalam artikel ini, yakni tower-tower apartemen Woodland Park Residences, difoto dari jendela kamar yang terletak di lantai 5 ini |
Kalau pengalaman menginap di jaringan Swiss-Bel sendiri, sudah beberapa kali juga. Ada Swiss-Belhotel di Serpong dan Pondok Indah, kemudian Swiss-Belinn Modern di Cikande dan Swiss-Belcourt Bogor.
Pengalaman saya dan keluarga menginap di hotel-hotel tersebut semuanya cukup baik dan berkesan. Makanya kali ini ada sedikit harapan, semoga pengalaman menginap di Swiss-Belresidences Kalibata juga sama baiknya, atau malah lebih baik.
Dari BSD kami berangkat sore dan baru sampai hotel menjelang magrib. Perjalanan hari itu lumayan menguji kesabaran karena macetnya justru terjadi di sekitar rel kereta dekat hotel. Hujan pula.
![]() |
| Berempat sama anak dan ponakan-ponakan di Swiss-Belresidences Kalibata |
Sebelum Check-in, Berburu Bakso Legend yang Ternyata Sudah Tutup
Nah, sebelum sampai hotel tuh tadinya suami ngajak makan bakso di Bakso Rusuk Sunan Giri Kalibata. Kata suami, itu tempat makan bakso legend dan beliau sudah dari dulu jadi pelanggan di sana. Dalam hati, kenapa baru sekarang cerita? Dulu makan sama siapa sih beliau? Apa sama pacarnya zaman SMA? Wkwk.
"Mama inget gak dulu pernah papa ajak makan bakso rusuk di sini (Kalibata)?"
Gubrak! Ternyata saya pernah diajak makan di situ. Tapi kok saya lupa, ya? Kapan dah itu?
"Yaaah, udah tutup, Ma. Ituu..." ucap suami sambil menunjuk tempat yang dimaksud.
Kaget juga saya, tahu-tahu sudah melewati tempatnya. Saya sempat melihat tulisan nama warungnya di salah satu ruko. Di depannya memang sedang ada kegiatan renovasi, jadi kami pikir tempatnya tutup karena sedang direnovasi. Tapi setelah dicek di Google, ternyata tutup permanen.
Alhasil, sore itu enggak jadi makan bakso. Tapi kalau sekiranya jadi pun, kami mungkin sampai lebih lama lagi di hotel. Jadi ya sudah, mungkin memang baksonya belum berjodoh dengan kami sore itu.
Pengalaman menginap di beberapa hotel Swiss-Bel sebelumnya juga pernah saya tulis di blog ini. Kalau mau baca ceritanya, ada beberapa tulisan yang bisa dilihat di sini:
Sementara foto-foto dokumentasi berikut ini merupakan momen halal bihalal keluarga besar suami pada tahun 2023 dan 2025 yang berlangsung di Swiss-Belresidences Kalibata. Foto tahun 2024 tidak ada karena waktu itu kami memang berhalangan hadir. Meski begitu, acara halal bihalal keluarga tetap berlangsung di hotel ini.
Berturut-turut mengadakan family gathering dalam rangka halal bihalal Lebaran di hotel ini, rasanya sudah cukup menjelaskan kenapa kami terus kembali ke Swiss-Belresidences Kalibata. Berarti memang ada kecocokan dan kepuasan yang kami dapat selama beberapa kali acara di sini.
Meeting Dadakan di Tengah Waktu Makan
Ada jadwal meeting online lewat Teams pukul 19.00 saat kami menginap. Jadwal ini sebenarnya bukan jadwal semula. Seharusnya meeting berlangsung sehari sebelumnya, tetapi karena ada peristiwa kedukaan, jadwalnya diundur. Jadwal penggantinya ternyata jatuh tepat pada malam kami menginap.
Jam makan malamnya mepet dengan jadwal meeting, sementara kalau sudah lapar, urusan makan enggak bisa ditunda-tunda. Setelah salat Magrib, kami langsung menuju restoran di lantai 2 dengan harapan bisa makan dulu, lalu secepatnya kembali ke kamar sebelum meeting dimulai.
Malam itu ingin pesan tom yum. Tapi kata pelayannya, waktu pembuatannya agak lama, kurang lebih 15–20 menit baru jadi. Buat kondisi biasa mungkin masih oke, tapi saat itu waktunya mepet. Saya pilih soto ayam yang katanya bisa lebih cepat.
Soto ayam dan gado-gado yang kami pesan porsinya ternyata cukup besar. Begitu makanan datang, saya langsung makan buru-buru sambil sesekali lihat jam. Waktu yang tersedia memang enggak banyak karena sebentar lagi harus naik ke kamar untuk meeting. Soal harga, sudah lupa persisnya berapa, tapi total makan bertiga kurang lebih Rp400 ribuan, sudah termasuk minum. Yang masih teringat justru harga air minum kemasan 600 ml, sekitar Rp38 ribuan dan nasgornya Rp148 ribuan.
![]() |
| Soto Ayam |
![]() |
| Gado-gado |
Sambil makan sebenarnya bisa saja ikut meeting. Tinggal buka HP, matikan kamera, beres. Tapi rasanya kurang pas.
Kalau sudah menyangkut urusan yang serius, saya lebih nyaman duduk dengan laptop di ruang yang tenang, supaya bisa fokus dan mengikuti pembicaraan dengan baik dari awal sampai selesai.
Waktu makan yang sudah mepet ternyata enggak cukup untuk menghabiskan makanan. Baru separuh soto masuk perut, saya sudah harus meninggalkan meja.
Aisyah dan papanya tetap lanjut makan, sementara saya buru-buru naik ke lantai 5 menuju kamar, buka laptop, dan bersiap mengikuti meeting. Rencananya sih, nanti setelah meeting selesai mau turun lagi dan melanjutkan makan.
Alfamart yang Jadi Penyelamat
Nah, soal Alfamart ini menurut saya memang penyelamat banget. Kalau butuh jajan macam-macam, tinggal turun. Enggak perlu keluar dari kawasan hotel dan residence, apalagi harus mencari minimarket di luar. Buat tamu hotel tentu membantu, apalagi buat yang menginap bareng anak-anak.
Malam itu keberadaan Alfamart jadi sangat berguna karena anak-anak bisa beli makanan dan camilan untuk dibawa ke kamar. Mungkin karena di kawasan ini juga ada residence dengan banyak penghuni, keberadaan minimarket seperti ini memang terasa penting. Buat kami yang cuma menginap semalam, manfaatnya langsung terasa.
Setelah meeting, tadinya mau balik lagi ke resto untuk makan. Tapi begitu lihat jajanan anak-anak, kok jadi kepingin. Dari yang awalnya cuma kepingin, akhirnya ikut nyemil. Eh, lama-lama malah kenyang. Gak jadi makan lagi. Hahaha.
Connecting Room Deluxe untuk Keluarga
Malam itu anak-anak saya taruh di kamar yang satu bed supaya bisa tidur bareng dalam satu kasur. Sementara saya dan suami memilih kamar dengan bed terpisah alias twin bed. Hahaha.
Ya enggak apa-apa gak satu kasur, cuma semalam ini, kaaan. Masa mesti satu kasur terus. Daripada anak-anak yang tidur di kamar satu bed, nanti malah bingung yang satu tidur di mana. Kasurnya memang besar, tapi mereka bertiga juga enggak gede-gede amat badannya, jadi masih cukup.
Buat yang suatu hari mau pesan connecting room di Swiss-Belresidences Kalibata, ada baiknya sekalian tanyakan konfigurasi tempat tidurnya. Waktu itu saya sempat request supaya kedua kamar sama-sama queen bed, tetapi katanya tidak tersedia kalau connecting. Kalau mau queen bed semua, justru kamarnya tidak connecting. Mungkin memang karena konsep connecting room lebih banyak ditujukan untuk keluarga dengan anak-anak, jadi salah satu kamar dibuat dengan twin bed. Buat kami waktu itu enggak masalah juga. Yang penting dua kamar bisa tersambung dan anak-anak bisa tidur bareng di kamar sebelah.
![]() |
| Deluxe room Swiss-Belresidences Kalibata |
![]() |
| Queen bed Deluxe Room Swiss-Belresidences Kalibata |
Malam itu, selain ada meeting dadakan, datang juga kabar yang bikin saya gelisah. Alief mengabari kalau dia kurang enak badan dan mungkin besok mau pulang ke BSD.
Karena sedang tinggal di luar kota untuk bekerja, saya tanya apa dia sanggup nyetir mobil sendiri. Katanya kalau tidak memungkinkan, dia akan disetiri oleh temannya yang kebetulan bekerja di kota yang sama dan orang tuanya juga tinggal di BSD. Teman lama Alief sejak SD sampai SMP, dan kebetulan saya juga kenal.
Agak lega karena berarti ada yang bisa menemani perjalanan pulangnya. Tapi tetap saja hati tidak tenang malam itu. Badan di hotel, pikiran jauh ke luar kota.
![]() |
| View malam tiga tower Swiss-Belresidences Kalibata |
Sarapan Pagi di Swiss-Café
Pagi-pagi banget sih enggak. Sarapan di Swiss-Belresidences Kalibata mulai pukul 06.00, tapi kami baru turun sekitar pukul 08.00. Tempatnya di lantai 2, masih di area dining yang sama dengan restoran tempat makan malam sebelumnya. Ada area di dalam ruangan, tapi ada juga pilihan duduk di luar, di area balkon yang menghadap ke taman dan kawasan residence.
Untuk dua kamar yang kami tempati, jatah sarapannya sudah termasuk untuk empat orang. Karena kami berlima, tentu saja ada satu orang tambahan yang harus bayar.
Soal pilihan sarapan, cukup banyak. Konsepnya buffet dengan pilihan makanan Indonesia, Asia, sampai menu internasional, jadi tinggal pilih sesuai selera. Ada makanan berat, roti, telur, buah, sampai dessert. Pagi itu kami juga enggak berlama-lama karena setelah sarapan mau buru-buru berenang.
Lumayan, Dapat Diskon Sarapan
Nah, pas urusan sarapan ini malah ditawarin daftar SBEC Benefits, program loyalty dari Swiss-Belhotel. Daftarnya gratis dan kalau daftar sebagai tamu hotel bisa mendapatkan level Red Explorer dengan benefit diskon 20% untuk kamar dan dining. Lumayan juga karena keanggotaannya bisa dipakai di hotel-hotel Swiss-Bel lainnya.
Sarapan tambahan yang tadinya sekitar Rp150 ribu per orang, waktu itu saya bayar Rp105 ribu saja. Lumayan, kan. Jika ada tambahan sarapan beberapa orang, diskonnya jadi makin terasa.
Nah, ada satu hal lagi yang baru saya tahu pagi itu. Kalau makanan yang sudah diambil masih belum habis, bisa minta dibawakan ke kamar.
Bukan tamunya yang membawa sendiri, tapi nanti staf hotel yang mengantarkan. Kebetulan makanan anak dan keponakan masih ada, terutama dessert-nya.
Bukan karena sengaja mau dibawa ke kamar, tapi karena kami mau buru-buru berenang. Daripada dessert-nya ditinggal jadi mubazir, lebih baik dilanjutkan saja di kamar. Ternyata bisa.
Nyobain Kolam Renang Swiss-Belresidences, Cocok Buat Anak-anak dan Remaja Tanggung
Untuk berenang, kami turun ke lantai 3. Di lantai ini ada kolam renang hotel, spa, dan playground.
Playground-nya berada di area terbuka dengan lantai beralaskan karet. Jadi kalau anak-anak jatuh, enggak langsung berhadapan dengan lantai keras yang bikin sakit atau bikin lutut baret.
Ada perosotan juga, sementara orang tua bisa duduk berteduh di teras yang beratap sambil menunggu anak bermain.
Kalau cuaca sedang cerah, area playground ini memang cukup panas. Duduk di sini lumayan bikin keringetan. Tapi pemandangannya enak karena menghadap ke taman yang rimbun di area tengah antara hotel dan residence. Jadi meskipun panas, mata tetap dapat pemandangan hijau.
![]() |
| Playground di lantai 3 dilihat dari kamar kami di lantai 5 |
![]() |
| Tempat duduk di sebelah playground |
Kolam renang hotel letaknya persis di sebelah playground. Kolamnya tidak terlalu dalam, sepertinya memang lebih ditujukan untuk anak-anak dan remaja tanggung. Kalau orang tua mau ikut masuk, paling enak ya berendam atau menemani anak. Buat berenang serius, kurang cocok.
Menariknya, di bawah area taman yang rimbun tadi ada lagi kolam renang khusus residence. Ukurannya lebih luas dan ada bagian untuk orang dewasa. Jadi kawasan ini punya dua pilihan kolam dengan suasana yang berbeda. Kalau menginap di hotel bersama anak-anak, kolam di lantai 3 sudah cukup praktis karena tinggal keluar kamar dan turun sedikit. Sementara kolam residence lebih cocok kalau ingin area yang lebih luas. Tapi, sepertinya tamu hotel nggak boleh deh ke kolam renang residence.
Untuk fasilitasnya juga cukup lengkap. Ada kamar bilas dan handuk bersih sudah disediakan. Jadi enggak perlu repot membawa handuk dari kamar. Tinggal turun, ganti pakaian, lalu berenang.
Pagi di Kalibata, Pikiran ke Luar Kota
Pagi itu anak-anak menghabiskan waktu dengan berenang. Saya enggak ikut masuk ke kolam, lebih banyak berjalan-jalan santai di sekitar area sambil melihat mereka berenang dan menikmati suasana pagi. Kolam renang hotel sendiri memang buka sejak pukul 06.00 sampai malam, dan handuk sudah disediakan di area kolam. Jadi tinggal turun saja, enggak perlu repot bawa handuk dari kamar.
Meski anak-anak asyik berenang, sesekali perhatian tetap tertuju ke HP. Menunggu kabar Alief dan memastikan rencananya pulang ke BSD berjalan aman. Sementara itu, anak-anak tetap menikmati waktu mereka di kolam.
Sambil menunggu mereka, saya bisa melihat suasana Jakarta Selatan dari ketinggian. Dari area hotel juga sesekali terlihat kereta melintas di jalurnya. Pemandangan seperti ini enak diperhatikan sambil menunggu. Kota tetap sibuk di bawah sana, kereta datang dan pergi, sementara di lantai atas anak-anak menikmati pagi di kolam renang.
![]() |
| Playground |
![]() |
| View gedung-gedung tinggi Jakarta Selatan dan jalur KRL di balik rimbunnya pepohonan. |
Habis Renang, Waktunya Beberes
Setelah cukup berenang, anak-anak kembali ke kamar. Dilanjutkan dengan mandi, bebersih, beberes pakaian, lalu menghabiskan camilan dan dessert yang tadi dibawa ke kamar dari sarapan. Namanya juga habis berenang, urusannya bukan cuma mandi. Ada baju basah, pakaian yang harus dibereskan, barang-barang yang mulai keluar dari tas, dan sisa makanan yang tadi belum selesai. Waktu pun berjalan tanpa terasa.
Mau Makan atau Jajan, Tinggal Turun
Urusan makan selama menginap di sini juga cukup gampang. Kalau lapar, tinggal pesan ke restoran karena tersedia layanan in-room dining 24 jam. Mau pesan makanan dari luar juga enggak ribet. Waktu itu kalau pesan lewat GoFood, makanan diantar sampai ke satpam di luar. Setelah diberi tahu, tinggal turun mengambil pesanan.
Ditambah staf hotel yang ramah dan cukup membantu selama kami menginap, beberapa urusan kecil jadi terasa lebih praktis. Mau makan enggak harus keluar hotel, mau jajan dan beli berbagai kebutuhan ada minimarket, mau pesan dari luar juga tinggal ambil di bawah. Untuk menginap bersama keluarga, kemudahan-kemudahan seperti ini lumayan terasa.
![]() |
| Tangga ini sering jadi spot foto tamu hotel 😀 |
Waktunya Pulang
Tahu-tahu sudah mendekati waktu check-out. Padahal rasanya baru saja selesai sarapan, berenang, dan beberes kamar. Tapi memang begitulah kalau menginap cuma semalam. Baru mulai menikmati suasana, sudah waktunya memasukkan barang lagi ke koper.
Alhamdulillah, kondisi Alief ternyata tidak parah. Dia tetap bisa pulang ke BSD dengan mobilnya, meski disetiri temannya. Setelah istirahat dan diperiksa ke dokter, kondisinya membaik. Kebetulan waktu itu sedang long weekend, jadi ada waktu beberapa hari untuk beristirahat sebelum akhirnya kembali bekerja ke luar kota saat hari kerja dimulai.
Sebagai orang tua, mungkin memang begini. Sedang berada di tempat yang menyenangkan, anak-anak menikmati waktu mereka, mestinya suasana hati ikut senang. Tapi begitu ada kabar salah satu anak kurang sehat dan posisinya jauh dari rumah, pikiran langsung terbagi dua. Badan tetap di hotel, sementara sebagian perhatian ikut pergi ke luar kota.
![]() |
| Di taman hotel, 2023. |
![]() |
| Di lobby hotel, 2026 |
Dari Kalibata Lanjut ke Depok Makan Mie Ayam dan Bakso Si Bakso
Siang itu setelah check-out, kami mengantar dua keponakan pulang ke Depok. Karena sudah masuk jam makan siang, sekalian saja cari tempat makan. Dari perjalanan tadi sudah mulai menimbang-nimbang mau makan apa. Pilihan anak-anak jatuh pada bakso dan mi ayam.
Rumah makan Si Bakso ini sebenarnya kami temukan tanpa sengaja. Dalam perjalanan menuju Depok, saya memang sambil memperhatikan tempat-tempat makan di sepanjang jalan. Siapa tahu ada yang cocok, bisa langsung mampir. Banyak yang kelihatan menarik, tapi belum ada satu pun yang membuat anak-anak bilang, "Iya, aku mau ituuu..."
Sampai ketika lewat Lenteng Agung, saya melihat kedai Si Bakso. Dari luar tempat parkirnya kelihatan cukup lapang. Di sebelahnya ada Soto Kudus Menara, masih dalam area yang sama. Begitu melihat tempatnya, anak-anak langsung kompak memilih Si Bakso. Ya sudah, kami belok, parkir, lalu masuk.
![]() |
| Gagal makan bakso rusuk legend di Bakso Rusuk Sunan Giri Kalibata, akhirnya malah makan di Si Bakso di Lenteng Agung. |
Keputusan yang enggak kami sesali. Bakso dan mi ayamnya ternyata sama-sama enak. Alhamdulillah, pilihan mendadak ini justru menyenangkan.
Kalau dipikir-pikir, lucu juga. Sore sebelumnya kami gagal makan bakso rusuk yang katanya legend di Kalibata karena tempatnya sudah tutup permanen. Besok siangnya malah menemukan Si Bakso di perjalanan menuju Depok. Cabangnya juga ada di Juanda dan Sawangan, Depok.
Cerita soal makan di Si Bakso ini bisa dilihat pada postingan Instagram yang saya sematkan berikut ini:
Dan begitulah cerita satu malam di Swiss-Belresidences Kalibata. Awalnya cuma ingin menyelamatkan dua voucher yang hampir kedaluwarsa. Ternyata malah dapat kesempatan menghabiskan waktu bersama keluarga, tidur di dua kamar yang connecting, makan malam sambil mengejar meeting, sarapan santai, berenang, sampai sibuk memantau anak yang sedang berada jauh di luar kota. Banyak kejadian kecil dalam waktu yang sebenarnya singkat.
Dari pengalaman kali ini, yang paling terasa justru kemudahannya. Mau makan tinggal turun ke restoran atau pesan ke kamar, mau jajan tinggal ke Alfamart, mau berenang ada kolam dan playground, sementara dari beberapa sudut hotel masih bisa menikmati pemandangan kawasan Jakarta Selatan dan kereta yang sesekali melintas. Semuanya cukup mudah dilakukan tanpa harus banyak keluar dari kawasan hotel.
![]() |
| Di Swiss-Belresidences Kalibata dari masa ke masa. Kiri: Foto tahun 2023. Kanan: Foto tahun 2025 |
Kalau nanti ada voucher Swiss-Bel lagi yang hampir kedaluwarsa, mudah-mudahan enggak sampai kejadian lupa seperti yang satu ini. Tapi kalau akhirnya malah membawa kami kembali menginap, ya mungkin bukan masalah juga.


.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)
.jpg)



.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)




Alhamdulillah, ikutan lega saat voucher menginap hampir saja hangus, untung masih ada waktu dan dapat connecting room pula.
BalasHapusAku pernah menginap di Swiss Bellresidence Kalibata, dua malam. Kebetulan pas weekend jadi menu sarapannya makin variatif, ada beberapa tematik juga. Bikin betah fasilitasnya pun. Apalagi buat aku yang pakai KRL, sangat mudah karena dekat stasiun Kalibata, keluar stasiun tinggal jalan sedikit sampe deh.
So far pengalaman menginap bareng Aisyah dan dia keponakan ini menarik banget. Meski sempat gagal makan bakso rusuk viral di Kalibata, keesokannya makan bakso enak di Depok.
Kolam renang di hotel ini emang oke buat anak dan remaja. Playground nya luas dan taman di area bawah luas.
Semoga next bisa balik lagi menginap lengkap ya mbak. Kalau ibu, tau anaknya sakit pasti khawatir. Berasa banget kalau selama nginap mbak sambil pantai Alif.
Aku nginepnya pas long weekend, rame banget tamunya pas sarapan. Menunya juga variatif kok. Sama aja dengan hari lain, weekdays atau pun weekend. Tapi aku ga fotoin satu-satu, ga enak juga lagi rame saat itu, makanya ga bisa liatin seberapa variatif nya 😁
HapusBisa menginap bareng keluarga di hotel dan bawa ponakan juga pastinya serunya jadi double combo, ya, apalagi dapat kamar yang connecting.
BalasHapusSaya juga kalau lagi traveling bareng anak-anak pasti aja kepikiran si sulung yang sedang di pondok pesantren, tapi alhamdulillah di pesantrennya aja ada program rihlah atau jalan-jalan bertema eduwisata juga, jadinya serasa terobati.
Itu Alfamart di area Swiss Belresidences bener-bener penolong, ya. Kalau malam-malam pengen nyemil, tinggal turun tanpa harus keluar area hotel, atau sebelum check ini bisa beli snack duluan buat nanti di kamar. Mantap sih ini ide ada Alfamart di sekitar hotel ini
Keberadaan minimarket memang penting di kawasan residence. Tamu hotel pun ikut terbantu karena bisa memanfaatkannya juga.
HapusALhamdulillah ya mbaa awalnya memanfaatkan voucher yang sudah hampir expired dengan berbagai banyak permintaan di awal, yang tadinya sudah gak berharap banyak tapi akhirnya terpenuhi semuanya,,,
BalasHapusyang sorenya gagal makan bakso malah keesokan harinya dapet kesempatan makan bakso mie ayam yang enak pula..memang yaa kadang dalam hidup banyak sekali kejutan2 nya hehe...
Lumayan besar juga ya mba ini brarti apartemen dan hotel yang digabung menjadi satu ya mba,,makanya gedungnya kok banyak banget dan tempatnya strategis juga deket stasiun dan mall juga
Iya mbak, itu tower-tower apartemen Woodland Park Residences Kalibata, memang dalam satu kawasan terpadu yang sama dengan Hotel Swiss-Belresidences. Sama-sama dioperasikan oleh jaringan Swiss-Belhotel Internasional.
HapusGa dikota gak di desa ya minimarket ternyata memang bisa jadi solusinya kebutuhan kaum nokturnal, hehe...
BalasHapusMalam malam jauh ke kedai atau restoran, udah ke minimarket aja yg dicari mudah dan hampir segala ada juga di sana
Di kampung sini juga minimarket itu hampir jadi tujuan para pembeli.
Penyelamat banget memang...
Voucher yang hampir kadaluarsa ini berjasa banget nih sehingga bisa ekspos minimarket di pojokan sana dan dirasakan manfaatnya.
Biarpun hampir kadaluarsa, ternyata bisa jadi moment yang melahirkan cerita panjang dan seru ya
Apalagi dibarengi tiga gadis remaja sepupuan itu pasti mereka juga punya kenangan haha hihi bertiga di kamarnya sana...
Dari sini kita bisa liat, minimarket pun bisa menjadi sebuah daya tarik hotel.
HapusSwiss Bellresidence ini suka lihat kalau lagi apa ada kerjaan di sekitaran Kalibata, ternyata apik juga buat staycation pas baca pengalamannya Mba Rien dan lihat kamarnya.
BalasHapusConnecting Room memang jadi solusi bermanfaat biar lebih dekat dengan keluarga daripada terpisah sampe beda lantai. Apalagi kalau misalnya memang tersedia, ya kudu dimanfaatkan.
Walau tak disangka urusan nge-bakso eh malah tutup. Ini pernah kejadian juga sama daku dan rekan² waktu itu, ngadain dadakan mau makan di sekitaran Bogor, udah main datang aja ke lokasinya, laahhh tutup, ga nengok dulu di gugel wkwkwk, padhal bisa juga sih ya cek dulu infonya di internet biar ga bolak-balik
Nah iya, penting untuk cek dulu ya di Google. Bisa juga di medsosnya, kalau misal masih ada.
HapusPaham banget rasanya pas panik gara-gara voucher nyaris kedaluwarsa, untung masih bisa dapet connecting room ya hehehe.....
BalasHapusBTW emang Praktis banget emang kalau ada Alfamart di area hotel, apalagi pas nginep rame-rame bareng keluarga dan anak-anak. Kalau butuh apa apa langsung banget kan bebelian...
Info soal SBEC Benefits-nya juga berguna banget, lumayan dapet diskon buat sarapan tambahan. Jadi puas dong dengan semua pelayanannya
Timbul panik karena merasa sayang kalau hangus, udah gitu buat bookingnya juga udah mepet. Apalagi ini dua voucher hehe.
HapusBaru tahu nih ada aturan buat nukar voucher hotel gini ada minimal bookingnya.
BalasHapusTapi namanya lupa kadang bingung juga sih ya. Mau nukar, takut udh kedaluwarsa. Mau ga ditukar ya sayang vouchernya. Untung msh bs tuh dipake. Mayan bgt buat staycation tuh.
Dari voucher yang hampir kedaluwarsa, booking mepet, sampai akhirnya dapat connecting room buat berlima… serasa drama kecil yang ending-nya tetap manis. Aku suka banget bagian berburu Bakso Rusuk Sunan Giri yang ternyata sudah tutup permanen. “Belum berjodoh,” katanya. Lucu banget, real life banget.
Mana ada meeting dadakan di tengah makan malam, soto ayam yang harus ditinggal setengah, Alfamart yang jadi penyelamat jajan anak-anak, sampai akhirnya malah kenyang dari camilan dan gak jadi balik ke resto. Jadi cerita menarik di sepanjang staycation dadakan ini ya kak.
Sebenernya sama aja kayak kita mau pesan kamar tanpa voucher. Kalau pesen di hari H kan belum tentu dapat. Apalagi pake voucher yang sudah ditentukan room nya. Nah room tersebut belum tentu available kalau pesan dadakan. Jadi saran pesen jauh-jauh hari, setidaknya seminggu sebelumnya, karena kemungkinan hal tersebut.
HapusBakso rusuk sunan giri aku kok malah ga tau yaa. Krn pasar sunan giri mah Deket rumahku mbaa. Msh Rawamangun.
BalasHapusKalau bakso rusuk aku biasanya yg bakso rusuk samanhudi di pasar baru. Itu legend juga.
Untunglah msh dpt kamar yaa , 😄.
Bisa ajak temen si kakak pula. Pasti seneng mah mereka bisa girls' night semalam begini. 😄👍.
Baru tahu menu sarapan yg ga habis bisa dibawa ke kamar atau pool. Bbrp hotel yg aku inapin ga boleh soalnya . Ini JD salah satu plus poin sih dr Swissbell.
Naah betulll mba, aku pun kalau ada zoom meeting, ga pengen menghadiri sambil makan. Krn ga akan bisa fokus. Jadi maunya bener2 udah selesai makan dan kerjaan lainnya, so bisa fokus ke tema yg dibicarakan.
Baca ini kangen staycation. Dipikir2 udah lamaaaa bgt kami ga staycation yg deket2. Sejak ada kucing ini, aku sebisa mungkin JD ga kemana2, kecuali memang jadwal traveling yg jauh.
Bakso Rusuk Sunan Giri ada di beberapa tempat, Fan. Kalibata, Tebet, Depok, bahkan di Gadog. Nah bisa jadi deket rumah mu ada juga. Yang Kalibata ini udah tutup rupanya. Mas Arif yang udah beberapa kali ke sana.
HapusHamdalah mbak, untung aja dapet memorinya lebih awal. Jadi vouchernya masih sempat direimburse, manalah semuanya sesuai keinginan pula. Dapat connecting room.
BalasHapusKalo macetnya di area deket kalibata, emang wajar sih mbak. Memang daerah situ kalo macet luar biasa jahannam sekali. Apalagi kalo udah ada kereta lewat, beuhhh.. kudu sabaaar.. hahahaha.
Tapi overall, ku merasa memang ini mah bukan hotel ecek-ecek yaa. Kerasa lah fasilitasnya oke, makanannya juga oke.
Kalo minimarket mah, emang langganan sejuta umat kalo pas malem, gak cuma di hotel doang. hihihihi.
Saya aja kalo lagi gabut, suka iseng keluar.. melipir beli yang anget-anget :D
Iya Kalibata mau ke arah rel kereta itu keadaannya memang parah. Dari dulu. Mana nenekku ada yang tinggal di komplek yang ga jauh dari situ, kalau ke rumahnya kita tuh mesti berangkat lebih awal dari jam perkiraan datang. Trus sodara Mas Arif juga ada yang tinggal di apartemen Kalibata itu. Kalau ke Swiss-Bel deket buat mereka, tapi enggak buat kami, terlebih harus berjibaku juga melawan kemacetannya haha
HapusIni namanya kalau rezeki tak kemana ya Mbak. Saat vouchernya hampir kedaluwarsa, tetap bisa dipakai. Padahal ga bisa dadakan. Rezeki tetap dapat kamar dan connecting pula. Cuma minus batal makan tulang rusuk hehehe. Dan keren itu, kalau sarapan ga habis, akan diantar ke kamar. Iya sih, daripada mubazir dan dibuang.
BalasHapusIya mas, masih rejeki vouchernya.
HapusAlhamdulillah ndak expired vouchernya hehe. Aku k hotel mahal cuma kl ada platihan ato undangan mb wkwkwj. Namun setelah baca tulisan Mb Rieb, jadi pingin sekali-kali me time staycation d hotel. Itung2 self reward😊
BalasHapusBeruntung vochernya masih bisa dipake dan tanpa syarat apa2 padahal kurang dari satu minggu lagi. Mantap juga nih pelayanan dari swiss bel group ini.
BalasHapusSoal bawa camilan emamg menurut saya penting banget, kayaknyanwajib beli camilan dulu tiap mau stay di hotel, kalo cuma ada air mineral sama kopi doang di kamar tuh berasa ada yang kurang.
Jadi meski raga ada di hotel tapi fikiran nya pasti deh inget sama yang lagi perjalanan pulang, dan kebetulan sakit, saya juga pernah begitu sekalinya ada kegiatan keluar inget yang di rumah sakit jadinya agak sedikit kurang enjoy.
Dan akhirnya ditutup oleh baso juga, setelah gagal makan baso karena tutup.
Seru juga cerita staycation dihotel yang udah hampir expired vouchernya, tapi masih tetep seru juga si ya teh... Mantap
Wah masih rezeki mbak ada kamar yang available di akhir masa berlaku voucher. Plus masih dapat yang ada connecting door-nya ya buat kamar2 yang dipesan :D
BalasHapusYaaa sayang banget baksonya dah tutup. Apa mungkin pindah lokasi aja yaa?
Untung kepengen makan baksonya terobati pas udah pulangnya ya hehe.
Playgroundnya ucul yaa, ada permainan ular tangga dan juga lintasan buat bersepedanya.
Ooo jadi hotelnya juga satu komplek sama apartemen ya mbak? Sayang ya tamu hotel nggak boleh makai kolam renangnya, padahal lebih luas keliatannya :D
Tapi enaknya karena ada komplek gitu jadi mudah menemukan minimarket dan orang jualan ya?
Enak makanannya buffet gitu yaa, tetapi cukup mayan juga ya nambahnya per -orang. Bisa jadi 105 rb itu diskon langganan kah? hehe
Alhamdulillah masih bisa digunakan voucher dan mbak tidak lupa,,,kalau terlewat waduuh sayang banget yaa. Voucher terbuang begitu saja. Hotelnya bagus.
BalasHapusMembaca ulasan tentang Swissbelresident Kalibata ini saya jadi dejavu mba Rien,,,saya pernah menginap disini dua malam saat mengikuti kegiatan kelas menulis Gramedia. Emang enak hotelnya bagus, saya suka melihat tangga melingkaryang ada di lantai lobi itu,,,bagus desainnya. Saat disana juga saya susuri fasilitas yang ada kek kolam renang yang di atas itu,,,asyik juga berenang sambil lihat gedung-gedung tinggi. Pemandangan unik nya dapat yaa di hotel ini, pas memandang gedung tinggi bertingkat itu,,bagus ya mbak...Meski pikiran tidak tenang karena Alief sakit, pasti kepikiran sih saya juga pasti akan seperti mbak kalau mendengar kabar sakit.
Penasaran sama soto ayam dan gado-gadonya, porsinya kelihatan mantap! Sayang banget Bakso Rusuk Sunan Giri-nya sudah tutup permanen, tapi untungnya terbayar pas mampir ke Si Bakso Lenteng Agung. Tips daftar SBEC Benefits buat dapat diskon sarapan lumayan banget nih buat dicatat.
BalasHapusAnu, buat saya juga yang demen mampir minimarket kalau lagi staycation, poin plus banget ya ada Alfamart langsung di dalam kawasan hotel, praktis buat anak-anak yang mau jajan malam tuuuuhhh.
Staycation yang berawal dari hal sederhana seperti voucher yang hampir kedaluwarsa begini. Rasanya relate banget mbak. Dulu pernah juga ada case serupa, tapi voucernya hampir hangus karena pdbb jaman covid dulu. Akhirnya menyerah juga sih, ya udah hangus beneran. :(
BalasHapusKalau hotel Swiss-Belresidences ini aku nggak pernah nginep. Tapi yang Swiss Bel sama Swiss Bell inn pernah. Dan emang kayaknya semua jaringan Swiss Bel ini sama ya. Sudah punya prosedur pelayanan yang cakep dan memuaskan menurutku. Salah satu yang paling kusuka adalah makanannya sama amenitiesnya mbak. Sabunnya wangi banget. Baunya milk.. hihihi.. :D
Punya voucher menginap di hotel sekelas Swiss Belresidences dan sampai kadaluarsa tuh pasti sayang banget ya, Kak. Untungnya masih sempat dipakai.
BalasHapusMana bisa bawa rombongan pula. Dapat kamar yang terkoneksi juga. Nambah-nambah dah keuntungannya.
memang membantu banget ya, mbak kalau hotel itu dekat sama minimarket minimal nggak bakalan kehabisan cemilan buat anak-anak. Btw kayaknya langganan banget ya mbak Rien nginap di grup swiss belhotel ini pastinya pelayanannya oke banget. Aku jadi penasaran pengen juga nginap di jaringan belhotel di sini
BalasHapusSeru sekali acara menginapnya. Alhamdulillah vouchernya masih bisa dipakai ya mbak. Apalagi dapat kamar dengan connecting door. Anak senang bisa nginap bareng sepupunya. Walaupin ada hal-hal di luar perkiraan, semua tetap indah dikenang.
BalasHapusJujur saya itu suka bagian kalau ada minimarket di area hotel, kelihatannya sepele tapi memang sangat membantu kalau malam-malam tiba-tiba butuh camilan atau keperluan kecil. Dan ternyata liburan kakak seru sekali ya, meskipun ada case gagal makan bakso yang akhirnya menemukan makanan lain, jadi terasa seperti pengalaman liburan yang apa adanya dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
BalasHapusAlhamdulillah voucher nya masih bisa dipakai ya kak kan sanah kalau hangus, 2 voucher pula
BalasHapusKalau masalah fasilitas, kenyamanan dan makanan di jaringan Swiss Bella ga perlu diragukan lagi. Saya suka menu sarapannya yang variatif banget super lengkap, intip dikit-dikit tapi jadinya kenyang banget wkwkwk, akhirnya kadang siang ga makan efek sarapan yang kebanyakan
Edisi menyelamatkan voucher berakhir quality time bareng keluarga, itu sangat menyenangkan sekali
Daerah Kalibata ini memang lumayan banyak pilihan menginap yaa..ka Rien, terutama apateu apateu.
BalasHapusNyaman banget bisa nginep di Swissbell Residence dan sarapannya sangat memudahkan... Bener.. aku juga biasanya bawa bawa sendirii..minimal roti, hihii..tapi kalo dibawain, enyaakk.. mau juga pesen makan yang rada berat.
Seringnya, tergoda makan makan ringan kaya roti, tapi nanti jam 9an Uda lapaarr deuii...
Kudunya ga diturutin yaa.. pan Uda bukan masa pertumbuhan. Hihihi...
Hotel Swiss Bel Residence Kalibata cakep benerrr, bisa puas foto-foto di sana. BTW kalau di foto, kolam renangnya kelihatan dalam, tapi ternyata enggak terlalu ya. Itu ada kolam air hangatnya kah, Mbak Rien?
BalasHapusKalau punya anak remaja daripada nambah extra bed mending pesan 2 kamar yang connecting door, ya. Nanti lah kalau next staycation begitu.
Alhamdulillah walau agak deg-degan karena voucher hampir expired, ternyata masih rezeki, dan ditutup dengan makan bakso, happy ending deh.
Aduh, kirain cuma aku aja yang kalo nginep di mana, malem2 butuh makanan atau camilan, nyarinya buka ke resto hotelnya atau ke kafe, tapi nyari minimarket. Hihihi... berarti nanti kalo nyari hotel, kudu yang deket minimarket ya biar gak bingung. Btw, alhamdulillah ya vouchernya gak expired. Jadinya masih bisa dimanfaatkan. :)
BalasHapus