.png)
Bagaimana tidak? Dari tampilannya yang premium, dua layar OLED-nya, spesifikasinya, jeroannya yang ternyata luar biasa, sampai harganya yang mencapai Rp129.799.000,-semuanya terasa seperti ASUS ROG sedang bilang, “Kalau mau bikin laptop gaming, sekalian saja bikin yang benar-benar beda.”
Dan memang itulah yang terasa dari Zephyrus Duo. ASUS ROG tidak sekadar menyatukan spesifikasi kelas atas ke dalam sebuah laptop gaming, tetapi juga menghadirkan desain eksklusif, pengalaman multi-screen, dan performa tinggi dalam satu perangkat. Hasilnya adalah sebuah laptop yang terasa punya karakter dan kelasnya sendiri.
Apalagi Zephyrus Duo ini hadir sebagai salah satu inovasi unggulan ROG tahun ini, bertepatan dengan 20 tahun perjalanan ROG di dunia gaming. Jadi memang bukan cuma soal laptop gaming dengan spek tinggi. Ada teknologi, engineering, dan hasil R&D yang membuat perangkat ini terasa jauh lebih dari sekadar laptop gaming biasa.
Nah, saya yakin bukan cuma saya yang kemudian penasaran: seperti apa sih rasanya melihat dan mencoba langsung laptop gaming dengan dua layar OLED seperti ini?
Saya sudah beruntung bisa mencobanya saat launching.
Tapi buat para ROGers yang waktu itu belum sempat datang, tenang, sekarang nggak perlu menunggu ASUS bikin acara lagi. Nggak perlu juga datang ke kantor ASUS.
Tinggal mampir ke ROG Corner Plus Mangga Dua Mall by Agres.
Di sana, ROG Zephyrus Duo bisa dilihat dan di-hands-on langsung mulai 10 Agustus sampai 10 Oktober 2026. Jadi ada waktu yang cukup terbatas buat kamu yang penasaran ingin melihat langsung seperti apa inovasi terbaru ROG ini, mulai dari dua layar OLED-nya sampai berbagai mode penggunaannya.
Bukan Sekadar Laptop Gaming, Ini Duo It All
Kalau dilihat sekilas, mungkin yang paling gampang membuat orang berhenti dan memperhatikan ROG Zephyrus Duo adalah dua layar yang dimilikinya. Tapi setelah melihat lebih dekat, ternyata bukan cuma jumlah layarnya yang menarik.
Zephyrus Duo hadir dengan dua layar 16 inci identik yang sama-sama menggunakan panel OLED 3K (WQXGA+) touchscreen, dengan refresh rate 120Hz dan response time 0,2ms. Jadi layar keduanya bukan sekadar layar tambahan yang kualitasnya dibuat “seadanya”. ASUS justru membuat kedua layar ini memiliki kualitas yang setara, sehingga bisa digunakan bersama-sama sebagai satu area kerja yang jauh lebih luas.
Buat saya, di sinilah konsep “Duo It All” mulai terasa.
Coba bayangkan sedang mengedit video. Layar utama bisa digunakan untuk melihat hasil editing, sementara layar satunya dipakai untuk timeline dan berbagai tools. Atau saat bekerja sambil browsing, satu layar bisa berisi dokumen yang sedang dikerjakan, sementara layar lainnya menampilkan referensi. Bahkan saat gaming pun layar kedua bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan lain tanpa harus menutup permainan yang sedang berjalan.
Jadi, dua layar ini bukan sekadar untuk membuat Zephyrus Duo terlihat berbeda. Memang ada tambahan ruang kerja yang bisa dimanfaatkan sesuai kebutuhan. Dan buat orang yang terbiasa multitasking, tambahan ruang seperti ini bisa terasa sangat berarti.
Apalagi kedua layarnya sudah menggunakan teknologi Flexible/Bent OLED. ASUS merancang bagian bawah panel dengan sirkuit yang ditekuk ke belakang bodi secara presisi sehingga jarak antara kedua layar dapat dibuat sangat minim. Keduanya juga dilapisi Corning Gorilla Glass DXC, mendukung touchscreen dan stylus, serta memiliki lapisan anti-reflektif untuk membantu mengurangi pantulan cahaya.
Jadi ketika kedua layar ini terbuka, tampilannya bukan seperti laptop yang ditempeli monitor tambahan. Rasanya memang seperti satu perangkat dengan dua bidang kerja yang sengaja dirancang untuk bekerja berdampingan.
Dan ternyata, ASUS tidak berhenti sampai di situ.
Karena kalau dua layar saja sudah menarik, cara menggunakan keduanya juga dibuat fleksibel. Berkat mekanisme engsel yang dapat bergerak hingga 320 derajat dan detachable magnetic keyboard, Zephyrus Duo bisa digunakan dalam lima mode berbeda.
Nah, bagian ini yang menurut saya menarik untuk dilihat langsung ketika hands-on di ROG Corner Plus. Karena dari kelima mode inilah baru kelihatan bahwa Zephyrus Duo memang bukan sekadar laptop gaming dengan layar kedua, tetapi sebuah perangkat yang bisa berubah mengikuti kebutuhan penggunanya.
Sebelum hands-on di ROG Corner Plus Mangga Dua Mall, saya pernah hands-on lebih awal di momen launching, seperti yang terlihat pada foto carousel IG yang saya sematkan berikut:
Laptop Mode
Yang pertama tentu saja Laptop Mode.
Dalam mode ini, Zephyrus Duo tampil seperti laptop pada umumnya. Keyboard magnetiknya terpasang dan perangkat bisa digunakan untuk berbagai aktivitas sehari-hari seperti mengetik, bekerja, browsing, meeting online, atau mengerjakan tugas.
Mode ini mungkin yang paling familiar dan paling gampang digunakan. Tinggal buka laptop, pasang keyboard, lalu bekerja seperti biasa.
Tapi menariknya, ketika kebutuhan berubah dan kita merasa satu layar saja tidak cukup, kita tinggal mengubah konfigurasinya. Jadi tidak harus terus-menerus menggunakan dua layar kalau memang sedang tidak dibutuhkan.
Buat saya, ini justru penting. Karena secanggih apa pun sebuah laptop, kalau pengguna dipaksa mengikuti bentuk dan cara kerja perangkat, lama-lama malah terasa merepotkan. Di Zephyrus Duo, kita yang menentukan mau menggunakannya seperti apa.
Dual-Screen Mode
Kemudian ada Dual-Screen Mode, yang bisa dibilang sebagai mode paling ikonik dari Zephyrus Duo.
Di sinilah kedua layar OLED 16 inci tersebut benar-benar digunakan secara bersamaan. Ruang kerja menjadi lebih luas dan kita bisa menempatkan berbagai aplikasi atau informasi di dua layar sekaligus.
Untuk content creator, misalnya, layar utama bisa digunakan untuk melihat canvas atau preview video, sementara layar kedua menampilkan timeline, tools editing, atau aplikasi pendukung. Untuk pekerjaan kantor, satu layar bisa digunakan untuk dokumen sementara layar lainnya untuk membuka referensi atau melakukan riset.
Bahkan untuk kebutuhan gaming, konsepnya juga menarik. Layar utama bisa digunakan untuk bermain, sementara layar kedua dapat dimanfaatkan untuk melihat chat, streaming, monitoring, atau informasi lain yang ingin tetap terlihat tanpa harus berpindah-pindah window.
Satu laptop, dua layar, lebih banyak yang bisa dilakukan dalam waktu bersamaan.
Dan menurut saya, ini alasan paling sederhana kenapa konsep “See More, Do More” pada Zephyrus Duo memang masuk akal.
Sharing Mode
Berikutnya ada Sharing Mode.
Sesuai namanya, mode ini menarik ketika laptop sedang tidak digunakan sendirian. Misalnya saat sedang berdiskusi dengan teman atau rekan kerja, memperlihatkan hasil desain, presentasi, foto, maupun video kepada orang yang duduk berseberangan.
Dengan konfigurasi layar seperti ini, pengalaman berbagi tampilan menjadi lebih fleksibel. Tidak perlu semua orang berdesakan melihat satu layar dari sisi yang sama.
Saya membayangkan mode seperti ini akan cukup berguna ketika sedang berada dalam situasi kolaboratif. Misalnya dua orang sedang membahas sebuah desain atau presentasi, dan masing-masing ingin melihat tampilan dari posisi duduk yang berbeda.
Jadi, dua layar pada Zephyrus Duo ternyata tidak hanya berguna untuk “saya bisa melihat lebih banyak”, tetapi juga bisa digunakan ketika “kita ingin melihat bersama.”
Book Mode
Selanjutnya ada Book Mode, dengan posisi kedua layar yang menyerupai bentuk buku.
Mode ini terasa menarik untuk aktivitas yang memang membutuhkan dua bidang tampilan yang saling berdampingan. Misalnya membaca sekaligus melihat referensi, membandingkan dua dokumen, atau membuka dua sumber informasi tanpa harus terus berpindah tab.
Buat saya yang banyak berkutat dengan tulisan dan konten, konfigurasi seperti ini cukup menarik. Misalnya ketika sedang menyusun artikel, satu sisi bisa digunakan untuk membaca bahan referensi sementara sisi lainnya untuk menulis atau mencatat poin-poin penting.
Atau kalau sedang melakukan riset perjalanan, satu layar bisa menampilkan informasi destinasi sementara layar lainnya digunakan untuk mencatat itinerary.
Dengan kata lain, Book Mode memberikan cara lain untuk memanfaatkan dua layar tersebut secara lebih natural, terutama untuk aktivitas yang membutuhkan dua tampilan sekaligus.
Tent Mode
Dan terakhir ada Tent Mode.
Pada mode ini, Zephyrus Duo diposisikan menyerupai sebuah tenda. Konfigurasi seperti ini cocok ketika kita lebih membutuhkan layar untuk dilihat daripada keyboard untuk digunakan.
Misalnya saat ingin menikmati video, menampilkan konten kepada orang lain, melihat presentasi, atau ketika laptop diletakkan di meja dengan ruang yang terbatas.
Tent Mode juga menarik ketika kita ingin membuat layar lebih mudah terlihat dari arah tertentu tanpa harus menggunakan laptop dalam posisi terbuka seperti biasanya.
Kelihatannya sederhana, tetapi justru di sini saya merasa fleksibilitas Zephyrus Duo cukup terasa. Laptop tidak selalu harus diperlakukan sebagai laptop. Ketika kebutuhan berubah, bentuknya pun bisa ikut berubah.
Dan kelima mode inilah yang menurut saya membuat tagline “Duo It All” terasa bukan sekadar slogan. Kita mendapatkan satu perangkat yang bisa digunakan dengan cara berbeda sesuai situasi, mulai dari konfigurasi laptop biasa, bekerja dengan dua layar, berbagi tampilan, sampai mengubah posisi perangkat menjadi Book maupun Tent Mode.
Jeroannya Juga Nggak Main-Main
Kalau cuma mengandalkan dua layar, rasanya kurang pantas kalau ROG Zephyrus Duo dibanderol di kelas harga Rp129.799.000. Untungnya, ASUS tidak bermain-main dengan bagian dalamnya. Justru di sinilah kita bisa melihat bahwa konsep Duo It All bukan hanya soal tampilan yang unik, tetapi juga soal performa yang memang disiapkan untuk menangani pekerjaan-pekerjaan berat.
Untuk dapur pacunya, ROG Zephyrus Duo menggunakan Intel Core Ultra 9 386H dengan 16 core dan 16 thread, dipadukan dengan NVIDIA GeForce RTX 5090 Laptop GPU 24GB GDDR7. RAM-nya juga sudah 64GB LPDDR5X 8533, sementara penyimpanannya menggunakan 2TB M.2 NVMe PCIe 5.0 Performance SSD.
Jadi kalau laptop ini diajak bermain game, tentu bukan perkara. Tapi kemampuan Zephyrus Duo sebenarnya jauh lebih luas. Kombinasi prosesor dan GPU kelas atas ini memang disiapkan untuk kebutuhan seperti gaming, content creation, rendering, sampai pekerjaan berbasis AI.
Dan bicara soal AI, ada satu komponen yang menarik perhatian: NPU hingga 50 TOPS yang sudah terintegrasi di Intel Core Ultra 9 386H. NPU ini dirancang untuk menangani beban kerja AI secara lokal dengan lebih efisien, sehingga pekerjaan AI tidak harus selalu dibebankan ke CPU atau GPU.
ASUS bahkan menyebut kombinasi NPU tersebut dengan RTX 5090 Laptop GPU mampu menghasilkan Total Platform Performance hingga 1.874 TOPS. Dalam praktiknya, kemampuan ini bisa dimanfaatkan untuk berbagai pekerjaan AI lokal, AI-assisted editing, rendering, hingga melakukan scrubbing video 8K secara real-time.
Buat saya, ini yang membuat Zephyrus Duo menarik. Laptop gaming-nya iya, tetapi kemampuannya tidak berhenti di gaming. Kalau sedang tidak bermain game, tenaga sebesar ini bisa dimanfaatkan untuk pekerjaan kreatif maupun berbagai kebutuhan produktivitas yang membutuhkan performa tinggi.
Apalagi dengan dua layar yang tadi sudah kita bahas, rasanya memang ada alasan mengapa ASUS menyebutnya sebagai perangkat untuk “See More, Do More.” Layar yang luas memberikan ruang kerja, sementara hardware di dalamnya menyediakan tenaga untuk mengerjakan berbagai workload berat.
Tapi kemudian muncul pertanyaan berikutnya: kalau performanya segede ini, panasnya bagaimana?
Kencang Boleh, Panas Jangan
Ini bagian yang menurut saya justru menarik dari engineering Zephyrus Duo.
Laptop dengan prosesor dan GPU kelas atas tentu menghasilkan panas. Dan pada Zephyrus Duo, ada tantangan tambahan karena ASUS harus sekaligus menjaga dua panel OLED yang berada dalam satu perangkat. Jangan sampai performa tinggi dari komponen internal malah menjadi masalah bagi layar kedua.
Karena itu ASUS membekali Zephyrus Duo dengan ROG Intelligent Cooling. Sistem ini mengombinasikan Liquid Metal pada prosesor Intel, Vapor Chamber berukuran luas, serta Graphite Nano Insulated Sheet yang menjadi salah satu bagian penting dari sistem pendinginannya.
Graphite Nano Insulated Sheet ini menarik karena fungsinya bukan sekadar membantu membuang panas. Lembaran insulasi nano-grafit tersebut ditempatkan di antara motherboard dan panel OLED bagian bawah sebagai tameng termal dua arah. Panas dari komponen internal disebarkan secara horizontal sehingga tidak terkonsentrasi langsung pada panel OLED yang sensitif terhadap panas.
Jadi di balik desain dua layar yang kelihatannya simpel ketika kita lihat dari luar, ternyata ada persoalan engineering yang cukup rumit di dalamnya.
Bagaimana membuat dua layar 16 inci bisa berada dalam satu laptop? Bagaimana membuatnya bisa dilipat dengan mekanisme engsel hingga 320 derajat? Bagaimana memasukkan prosesor dan GPU kelas flagship? Dan bagaimana semuanya tetap bekerja stabil dalam bodi yang relatif compact?
Nah, dari sini saya mulai paham kenapa ROG Zephyrus Duo terasa lebih dari sekadar “laptop gaming yang kebetulan punya dua layar.”
Ada banyak R&D yang bekerja di baliknya.
Laptop Premium, Layanan Juga Premium
Kalau sudah bicara laptop dengan harga Rp129.799.000, tentu urusan setelah membeli juga tidak kalah penting. Karena membeli perangkat di kelas ini bukan sekadar soal mendapatkan spesifikasi tinggi, tetapi juga soal rasa aman ketika menggunakannya dalam jangka panjang.
Untuk ROG Zephyrus Duo, ASUS memberikan 2 tahun International Warranty sekaligus 2 tahun ASUS VIP Perfect Warranty yang mencakup perlindungan terhadap kerusakan akibat kelalaian pengguna. Jadi ada perlindungan tambahan yang cukup penting untuk sebuah perangkat yang memang masuk kategori investasi premium.
Selain garansi, pengguna ROG juga mendapatkan fasilitas ASUS Premium Service. Ada layanan Free Round-Trip Shipping untuk wilayah yang jauh dari pusat servis, Laptop Spa untuk perawatan dan pembersihan komponen secara berkala, serta FastLane Priority Handling untuk antrean prioritas di ASUS Service Center.
Buat saya, layanan seperti ini cukup penting. Karena secanggih dan sekencang apa pun sebuah laptop, tetap saja kita ingin punya ketenangan ketika menggunakannya sehari-hari. Apalagi kalau perangkat tersebut menjadi andalan untuk bekerja, membuat konten, bermain game, atau mengerjakan berbagai pekerjaan berat.
Jadi, kalau dari awal Zephyrus Duo sudah menawarkan hardware kelas flagship dan engineering yang serius, ASUS juga melengkapinya dengan perlindungan dan layanan purnajual yang sepadan.
Promo bundling ROG SLASH Hard-Case Luggage Edition 20
Oh iya, ada satu lagi yang menarik buat yang memang sudah mengincar ROG Zephyrus Duo. Selama persediaan masih ada, setiap pembelian ROG Zephyrus Duo juga mendapatkan promo bundling berupa ROG SLASH Hard-Case Luggage Edition 20.
Nilainya sekitar Rp3–4 jutaan dan yang membuatnya semakin menarik, luggage ini tidak dijual untuk umum di Indonesia. Koper ini memang dibawa secara resmi ke Indonesia khusus untuk para pemilik ROG Zephyrus Duo.
Jadi, selain mendapatkan laptop gaming dengan dual-screen OLED yang unik, pembeli juga mendapatkan luggage eksklusif yang memang dibuat untuk melengkapi pengalaman memiliki perangkat flagship ROG ini.
Nah, Tinggal Datang dan Coba Sendiri
Setelah melihat semua yang ditawarkan ROG Zephyrus Duo, saya rasa ada satu hal yang tidak bisa sepenuhnya digantikan oleh foto, video, maupun membaca spesifikasinya, yakni: mencobanya langsung.
Karena ketika melihat dua layar OLED 16 inci yang identik, mencoba mengubahnya ke berbagai mode, merasakan keyboard magnetiknya, dan melihat sendiri bagaimana perangkat ini bekerja, barulah konsep “Duo It All” terasa lebih nyata.
Dan kabar baiknya, untuk yang penasaran, sekarang tidak perlu menunggu ASUS mengadakan event lagi.
ROG Zephyrus Duo sudah bisa kamu lihat dan hands-on langsung di ROG Corner Plus Mangga Dua Mall by Agres, dalam periode display terbatas mulai 10 Agustus hingga 10 Oktober 2026.
Jadi kalau selama ini cuma melihat Zephyrus Duo dari foto atau video dan masih penasaran seperti apa rasanya menggunakan laptop dengan dua layar OLED ini, mumpung masih ada kesempatan, datang saja dan coba sendiri.
Siapa tahu setelah melihat langsung, kamu akan mengerti kenapa ASUS ROG tidak sekadar membuat laptop gaming dengan layar tambahan.
Mereka membuat sebuah perangkat yang memang dirancang untuk Duo It All.
Untuk informasi dan spesifikasi lengkap ROG Zephyrus Duo GX651, kamu bisa melihatnya di halaman resmi ASUS ROG:

.png)
.jpg)


.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)








.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)

Asus makin keren dan canggih saja
BalasHapusDua layar dalam satu laptop, konfigurasi layar, bisa seperti buku karena fleksibel dilipat. Beneran speechless...
Saya ini pengguna Asus sejak 2009. Pokoknya pertama kenal internet itu pun di Taiwan
Makanya beli Asus karena atas rekomendasi majikan
Makin kesini Asus terus berinovasi
Ketipisan, keringanan, kecanggihan sampai fitur modern
ROG Zephyrus Duo GX651 ini emang luar biasa
Dual-Screen OLED Pertama dan Satu-Satunya di Dunia itu saya yakin bikin pesaing melongo. Kaya saya lah...
ASUS ga bisa diem deh mba, makin hari makin canggih ajaaa. Ya Allah, pengen punya deh hehee. Baru tau ada laptop yang bisa gabungin dua layar OLED dalam satu laptop. Selama ini saya pikir laptop dengan layar tambahan itu harus pakai monitor eksternal mba, ternyata ASUS bisa bikin menyatu gitu ya dalam satu perangkat. Keren nya lagi selain makin tinggi spesifikasinya, tapi juga makin praktis pakenya. Udah gitu kecanggihannya tuh tetep dibarengi sama desain yang keliatan modern dan premium banget. Top banget Asus dan review Mba Katerina selaluu paripurna.
BalasHapusMelihat harganya, ini seperti beli 2 laptop dalam 1 body 😄😄👍. Wajarlah yaaa ratusan juta.
BalasHapusMemang kereeeen sih mbaaa 😍😍. Untuk produk yg ini aku mengagumi dr jauh saja... Krn mau dibeli pun terlalu canggih buatku yg hanya pakai laptop buat ngeblog 🤣🤣🤣.
SPECS makin canggih, layar keduapun ga dibuat seadanya. Asus kalau buat produk baru, ga pernah main2 👍.
Belum lagi aku suka Krn mode nya bisa dipakai sesuai keadaan. Book mode sampai tent mode.
Jadi memang dikasih harga 100an juta, ya udah sewajarnya segitu yaa. Ditambah garansi yg lama.
Sejujurnya, aku lebih tertarik dengan koper yg dikasih jadi bonus kalau beli laptop ya.
Serius dia ga jual terpisah?? Sebagai traveler rutin, aku LBH suka investasi pada koper soalnya 😄.
Mantap bener ASUS, selalu nomor satu kalau bikin laptop super canggih. Double screen dan bisa dijadikan 5 mode. Dijamin work from anywhere jadi lancar banget.
BalasHapusIni sudah military grade standard, Mbak Rien?
Kan daku juga pernah lihat video reviewnya di youtube. Enggak kaget sih dengan laptop seharga mobil karena yang mahal itu ide dan teknologinya dalam membuat laptop gaming dual screen oled tercakeeep.
Komen lagi ahh
BalasHapusMaaf OOT
Ada foto Bang Aip juga euy
Amazing, keren banget nih unit ROG Zephyrus Duo GX651, laptop ROG dual screen OLED yang so spesial. 20 tahun ROG membersamai para gamers, kini punya gebrakan yang super jempolan.
BalasHapusLaptop super bertenaga ini bisa banget diajak buat ngebut beresin desain, project, pastinya bakalan berimpact bagus buat bisnis.
Buat para gamers pun, bisa bikin makin sat-set, paling suka misal pakai mode dual screen sih sama yang book mode. Terasa lebih luas, lapang. Nggak heran kalau di banderol harga yang fantastis juga. Pengalaman mencoba laptop yang satu ini pastinya amat berkesan ya Mbak Rien.
Harganya 129jutaan. Ngeri sih. Cuma, wajar deh harganya segitu. Layarnya bae dua. Identik pula. Ibaratnya nih, mau apa-apa berasa lega. Berbagi layar sama klien juga bakalan oke banget ini. Mantap ASUS tuh
BalasHapusWaktu kapan ke mAngga Dua lihat lokasinya ini aja udah wow banget, cuma belum sempat mampir dan waktu itu keknya belum engeh ada Zephyrus ini.
BalasHapusMenarik dengan harganya, tapi buat daku ini mah sesuatu banget harganya bisa buat pergi haji huhu. Mau dibawa ke kafe juga sayang² gimana gitu hehe. Namun buat para pecinta gamers mah, mantul pisan pastinya ASUS laptop ini, karena worth it dari segi harga dengan spek yang ditawarkan
BalasHapusGokiill ini ROG Zephyrus Duo (GX651AX). Beneran ini laptop dari masa depan! Takjub banget, laptop kok bisa lenturrr dan fleksibel, apakah di kehidupan lampau, ini laptop rajin yoga dan pilates, yak? Wwkwkwk.
Ada 5 mode penggunaan berbeda dalam satu laptop! Beneran ini bikin semua aktivitas jadi makin produktif dan lancar jaya. Bisa bangett nih, dijadiin Laptop Mode, Dual-Screen Mode, Share Mode, Tent Mode, hingga Book Mode.
Tagline "Duo It All" yang diusung laptop ini , memang beneran se-nyata itu yaaa. Wokeehh, ROG Zephyrus Duo, kamu jadi bucket list sejuta umat, nih! Harga emang no play play karena kualitas dan fiturnya sungguhlah pengin berucap Subhanallah.
Skuuyy, invest yang rajin! Biar bisa kebele laptop dengan harga Rp129.799.000 yang super ciamik ini!
Baru lihat foto pertamanya saja. saya langsung terkagum-kagum, Mbak. soalnya baru kali ini, saya lihat laptap dual layar identik. tentunya sengat fleksibel sesuai keinginan saat digunakan. mau model buku bisa, model susun oke, layar dilihat bersama bisa. cocok sekali buat presentasi ya, Mbak. Pokoknya buat main game oke, kerja juga mantap. Performa tak diragukan lagi sesuai harganya. saya jadi penasaran pengin lihat dan pegang langsung rog zephyrus duo gx651 ini. wajib segera cus ke Mangga Dua nih.
BalasHapusPas lihat gambar pertamanya saja sudah bikin takjud, eh pas lihat harganya tambah melongo saja nih mata :) Tapi Asus memang keren sih kalau bikin produk laptop, ga maen-maen kerennya, jadi wajar banget kalau dibandrol dengan harga di atas 100 juta.
BalasHapusZephyrus Duo ini bakal bikin betah banget buat para gamer kayanya, apalagi para atlet e-sport, bisa lupa waktu mantengin kegrandean duo monitor kece ini. Ah, Asus memang bisa aja memanjakan setiap segmen pelanggannya.
Saya sangat tertarik dengan sharing mode nya. Kebayang jadinya diskusi berdua bakal jadi intens banget untuk berbagi ide di depan laptop ciamik ini. Ah, sungguh menggoda sekali untuk mencoba
Aku tuh biasanya kalau lihat laptop gaming langsung mikir soal bodinya yang besar dan berat, tapi ROG Zephyrus Duo ini justru punya daya tarik lain dengan dual screen OLED-nya. Kebayang banget enaknya punya layar tambahan buat buka Discord, monitoring, atau sekadar sambil kerja tanpa harus pindah-pindah jendela.
BalasHapusNih nggak cuma gamer aja yang mau mbak. Suamiku programer ngimpi banget punya laptop ini. Meski koceknya lumayan, tapi sepadan sama inovasi, tangguh dan modelnya itu... :D
Kaget bgt ngelihat harganya. Ga salah tuh? Seharga mobil LCGC loh.
BalasHapusTp keren sih. Asus jadi pelopor laptop dual screen pertama di dunia loh. Mana fiturnya ga kaleng2 lagi.
Lagi2 laptop gaming ini bkn buat kaum mendang-mending ya. Asus udh tahu segmen pasar di dunia game.
Malah Asus dgn ngeluarin sering ini bakal makin memperkukuh brandnya sbg merek terkemuka di dunia laptop dan PC, bahkan laptop gaming. Pertama di dunia loh. Keren bgt ga tuh?
Laptop ini menjawab semua kebutuhan dan juga fantasi dari orang-orang yang ingin laptop maksimal dengan spek Sultan untuk berbagai kebutuhan karena selain gaming Dia sangat eksklusif dan juga bisa memberikan sebuah performanya apa adanya caranya nyata dengan semua keunggulannya
BalasHapusJadi, laptopnya sangat mendukung profesional yang kerjaannya mulitasking nih ya. Memiliki banyak tampilan mode dan bisa menyesuaikan dengan kebutuhan pekerjaannya.
BalasHapusNggak cuma mengandalkan tampilan tapi dengan jeroan yang berteknologi canggih, membuat laptop ini mampu dipaksa bekerja keras berjam-jam, belum lagi penyimpanannya yang besar, sehingga semua pekerjaan aman disimpan.
Jadi yang berminat beli laptop ini punya kesempatan buat melihat dan nyoba2in laptopnya di Mangga Dua sampai Oktober nanti ya mbak? Bener nih sayang buat dilewatin, supaya bisa nyoba sendiri dan makin mantab memutuskan membeli.
Laptop seharga mobil..duuuh beneraaan deh kalau punya laptop Zephyrus DUO ini harus dirawat dan dijaga bener².
BalasHapusSaya sampai berdecak kagum karena fasilitas perawatannya gak main main . Sampai ada Laptop Spa persis kek kita yaa yang suka Spa...ternyata laptop juga ada layanan Spa nya....tentu saja layaknya spa pada manusia..laptop Spa menawarkan perawatan dan pembersihan komponen secara paripurna. Jadi laptopnya fresh lagi deh.
Banyak banget keunggulannya, tapi ada satu yang paling menarik buat daya adalah laptop ini bisa berbagi layar buat 2 orang dengan fasilitas layar duo nya ini. Jadi bisa satu laptop buat berdua dong yaa kalau kek gini caranya. Mantaaap beneer deh ini laptop.
Specnyaa emang sebagus itu ya Mba. Aku mikirnya ini emang bener-bener sesuai dengan kebutuhan para profesional yang jam terbangnya juga sudah cukup tinggi . Dan seworthed itu karena price bandrolnya juga cukup tinggi seperti halnya laptop flagship ASUS lain . Tapi untuk gaming, ROG ASUS ini memang masih selalu terdepan sih ya
BalasHapusWow, lihat harganya bikin melotot duluan, Rp129 jutaan coyyy 😭 Tapi setelah lihat kelas dan spek yang ditawarkan ROG Zephyrus Duo ini, memang kelihatan banget kalau laptop ini bukan untuk kebutuhan biasa ya mbak. Aku juga baru tau ada laptop dengan konsep dual screen seperti ini, ternyata bukan cuma keren dilihat tapi memang dibuat untuk menunjang pekerjaan yang butuh performa tinggi. Tapi buat yang kerjaannya memang berkutat dengan editing, gaming, atau pekerjaan berat lainnya mungkin spesifikasi kayak gini worth it banget. Sebagai pengguna laptop ASUS dari 2020 berasa ketinggalan jauh banget deh karena laptopku masih vivobook 14 hahaha
BalasHapusROG Zephyrus Duo ini keren banget. Bisa layar tunggal dan dobel. Sangat menarik. Apalagi bisa dipakai sharing dua orang.
BalasHapusPengin punya tapi harganya masih diluar budget hehehe...
Giillzz piissaan ROG Zephyrus Duo GX651 yaah..
BalasHapusLayarnyaa mantaapp~
Aku awalnya tau ROG Zephyrus Duo ini pas mas Anang Hijau pake buat kerja.. aku mikirnya, biasanya musisi milih laptop yang brand lain, kan yaa..
Jadi terpikat sama layarnya dan performanya, tentunyaa..
Buat nonton, mantep~
Buat main games jugaa.. apalagi buat kerja yang ada hubungannya sama grafis dan konten kreator yaah..
Sukkaaa~~
Uda pasti. No debate!
Hehehe..
jujur saya nggak pernah nyangka teknologi laptop bisa sampai secanggih ini. tapi namanya kita hidup di era teknologi yaa pastinya selalu ada inovasi baru setiap harinya
BalasHapusASUS emang nggak pernah berhenti untuk terus berinovasi ya mbak
BalasHapusKeren banget ini laptop gamingnya. Pas lihat harganya, langsung meleyot aku
Hahaha
Maklum belum jadi orang have
Tapi ya tentu saja, harga itu sangat sebanding dengan spesifikasinya