RicheeseGPT Garlic Parmesan Temptation Resmi Diluncurkan, Menu Baru Richeese Factory Non Pedas yang Gurih dan Crispy

Review RicheeseGPT Garlic Parmesan, Menu Baru Richeese Factory Non Pedas

RicheeseGPT Garlic Parmesan Temptation resmi diluncurkan sebagai menu baru Richeese Factory 2026. Varian ayam crispy non pedas dengan seasoning keju Parmesan dan aroma garlic ini menjadi alternatif bagi pecinta Richeese yang ingin rasa gurih tanpa sensasi pedas ekstrem. Peluncuran menu terbaru Richeese ini digelar di Richeese Factory Veteran pada 14 Februari 2026 dan dihadiri media serta food blogger.

Saya dan Ayam Pedas yang Tidak Selalu Akur

Saya ini suka ayam. Tapi hubungan saya dengan ayam itu seperti hubungan saya dengan notifikasi promo di ponsel. Tidak semuanya bisa langsung saya terima. Ayam bersantan yang bumbunya terlalu pekat kadang bikin saya mikir dua kali. Ayam yang pedasnya kelewatan juga pernah membuat kepala saya pening dan tingkah saya tidak jauh beda dari anak kecil yang kehabisan kuota internet. Jadi jelas ya, bukan ayamnya yang salah. Hanya saja, saya dan rasa kadang perlu negosiasi.

Kalau ayam goreng, itu lain cerita. Digoreng garing, masih hangat, kriuknya terdengar sebelum digigit, itu definisi bahagia yang sederhana. Tapi tetap ada syaratnya. Harus hangat. Karena ayam goreng yang sudah dingin itu seperti semangat olahraga hari Senin pagi. Niatnya ada, tapi rasanya tidak lagi sama.

Soal pedas pun saya punya prinsip. Saya suka pedas, tapi pedas yang tahu diri. Yang masih bisa diajak kompromi. Bukan pedas yang membuat saya mempertanyakan keputusan hidup dalam satu gigitan. Jadi biasanya kalau ke restoran ayam, saya pilih yang aman. Ayamnya tidak pedas, sausnya saja yang ditambah sesuai kemampuan iman.

Karena itu, ketika saya mendapat undangan peluncuran menu baru dari brand yang identik dengan pedas, jujur saja saya penasaran. Sekaligus waspada.


Peluncuran RicheeseGPT di Richeese Factory Veteran: Datang dengan Rasa Ingin Tahu

Sabtu siang, 14 Februari 2026, suasana di Richeese Factory Veteran tampak lebih ramai dari biasanya. Area restoran ditata khusus untuk acara. Di atas panggung kecil, terdapat backdrop besar bertuliskan RicheeseGPT: Garlic Parmesan Temptation.

Media, food blogger, dan KOL sudah duduk rapi. Musik mengalun pelan. Suasananya hangat, tidak terlalu formal, tapi tetap terasa sebagai momen penting.

Nama menunya membuat saya sempat tersenyum. RicheeseGPT. Ternyata GPT di sini adalah Garlic Parmesan Temptation. Oke, ini bukan soal teknologi, tapi soal rasa.

Dan sebagai seseorang yang sering memilih menu aman, saya langsung bertanya dalam hati: apakah ini akhirnya pilihan yang lebih bersahabat untuk saya?


Welcome Speech dan Peluncuran RicheeseGPT Garlic Parmesan

Acara dibuka oleh MC yang interaktif dan penuh energi. Ia langsung mencairkan suasana dengan melempar pertanyaan tentang level pedas favorit para tamu. Ada yang menjawab mantap tanpa ragu, ada juga yang tertawa sambil mengaku sering kalap memilih level tertinggi lalu menyesal di tengah jalan.

Sejak awal, atmosfernya terasa santai. Bukan tipe konferensi pers yang kaku dan penuh formalitas, tapi lebih seperti kumpul seru yang tetap terarah.

Sambutan dari pihak Richeese Factory pun disampaikan dengan gaya ringan dan mengalir. Tidak bertele-tele, langsung mengantar kami ke inti acara.

Setelah itu, masuk ke sesi utama. Kami diajak menyaksikan penayangan perdana DVC Richeese Chicken. Visualnya dinamis, dengan tone yang menggugah selera dan menonjolkan karakter gurih serta sensasi pedasnya.

Begitu video selesai, suasana dibuat sedikit lebih dramatis. Produk kemudian ditampilkan dan diperkenalkan secara simbolis.

RicheeseGPT adalah varian terbaru Richeese Chicken dengan seasoning Garlic Parmesan yang menghadirkan kombinasi gurih keju dan aroma bawang putih yang hangat. Berbeda dengan Fire Chicken yang identik dengan level pedas, menu ini hadir sebagai pilihan non pedas dengan karakter rasa yang tetap bold dan khas Richeese.

Momen Product Reveal dan Gigitan Pertama

Tak lama, setiap undangan mendapatkan sajian di meja masing-masing untuk dicicipi langsung. Dari momen itulah rasa penasaran berubah menjadi pengalaman nyata.

Aroma garlic yang hangat langsung terasa saat RicheeseGPT berada di hadapan saya. Taburan keju Parmesan terlihat cukup melimpah. Wangi garlic yang hangat berpadu dengan keju Parmesan yang khas.

Saya mengambil satu potong.

Gigitan pertama langsung memberi jawaban atas rasa penasaran saya. Kulitnya crispy dengan tekstur yang konsisten. Renyahnya terdengar jelas. Begitu masuk ke bagian dalam, dagingnya tetap juicy.

Seasoning keju Parmesan terasa cukup bold, tapi tidak berlebihan. Gurihnya bersih. Garlic hadir sebagai lapisan rasa yang memperkaya, bukan mendominasi.

Yang paling penting bagi saya, tidak ada sensasi pedas yang membuat saya panik. Ini tipe rasa yang bisa dinikmati tanpa drama.

Beberapa teman food blogger mengangguk setuju. Ada yang bahkan berkata, ini cocok buat yang tidak kuat pedas.

Saya hanya tersenyum. Dalam hati, ini termasuk saya.


Inovasi yang Lahir dari Masukan Cheesemate

Chandrataruna selaku Perwakilan Corporate Communication dari Richeese Factory menjelaskan bahwa menu ini bukan sekadar eksperimen dapur.

Inovasi ini berasal dari masukan para Cheesemate.

Banyak pelanggan yang mencintai Richeese, tetapi tidak selalu ingin pedas. Ada yang ingin variasi rasa baru. Ada yang ingin tetap menikmati ayam crispy khas Richeese tanpa harus berhadapan dengan sensasi pedas ekstrem.

Richeese mendengar setiap masukan tersebut. Dan bukan hanya mendengar, tapi benar benar menindaklanjutinya dengan inovasi nyata. Dari proses itulah lahir Richeese Chicken dengan Garlic Parmesan, atau yang diperkenalkan sebagai RicheeseGPT.

“Kami selalu ingin membangun kedekatan emosional dengan Cheesemate. Dengan begitu, kami bisa memberikan pilihan yang lebih dekat. Melalui Richeese Chicken dengan Garlic Parmesan atau RicheeseGPT ini, kami mengajak siapa pun untuk Berani Explore Rasa dan merasakan harmoni antara kelezatan keju Parmesan dan keharuman garlic yang otentik,” jelasnya.

Kalimat Berani Explore Rasa terasa konsisten disampaikan sepanjang acara.

Perjalanan Brand dan Komitmen pada Kualitas

Dalam sesi berikutnya, dipaparkan perjalanan PT Richeese Kuliner Indonesia atau RKI sebagai perusahaan di balik Richeese Factory.

RKI memulai langkahnya pada tahun 2011 dengan membuka gerai pertama di Paris Van Java Mall Bandung. Sejak itu, Richeese Factory menjadi pelopor bisnis Quick Service Restaurant di bawah Nabati Group dan mampu bersaing dengan merek restoran cepat saji global.

Dengan menghadirkan menu halal yang inovatif dan lezat, Richeese Factory meraih berbagai penghargaan seperti Youth Choice Awards 2023, Shopee Super Award Top Favorite F&B Merchant, Marketing Award, dan WOW Brand.

Hingga tahun 2025, jaringan Richeese Factory telah mencapai 422 titik lokasi di seluruh Indonesia. Ekspansi juga dilakukan ke Malaysia pada tahun 2023, dan dalam waktu kurang dari dua tahun telah berkembang hingga lebih dari 93 gerai di sana.

Melalui penerapan sistem pengelolaan keamanan pangan dan perbaikan berkelanjutan, RKI terus berinovasi menghadirkan produk yang aman, bergizi, berkualitas, dan halal sesuai regulasi serta kebutuhan konsumen.


Rangkaian Acara yang Seru dan Interaktif

Setelah reveal dan sesi pemaparan, acara berlanjut ke ice breaking. Ini benar benar sesi pencair suasana.

Ada pertanyaan ringan seputar produk, challenge kecil yang masih relevan dengan menu baru, serta interaksi singkat dengan audiens. Suasananya jadi santai. Tamu tidak hanya duduk mendengarkan, tapi ikut terlibat.

Lalu ada permainan singkat berupa kuis tentang produk dengan hadiah voucher makan di Richeese. Dari grup food blogger, Amanda dan Novita berhasil menjawab pertanyaan dengan tepat dan langsung mendapatkan voucher. Lumayan banget ya, makan enak plus dapat hadiah.

Energinya terasa hidup. Tidak kaku sama sekali.


Testing Session dan First Bite Experience

Masuk ke sesi testing session. Ini momen di mana semua peserta benar benar mencicipi menu baru tersebut secara langsung. Bukan simbolis. Bukan sekadar lihat. Tapi benar benar makan.

Sesi ini disebut sebagai first bite experience.

Kami diminta memberi pendapat jujur tentang rasa, tekstur, aroma, dan overall experience. Ada yang sharing langsung di tempat, ada juga wawancara singkat yang direkam untuk konten.

Dari grup food blogger, Amanda dan Bowo diminta mewakili untuk memberikan honest review. Seru juga melihat bagaimana setiap orang punya kesan berbeda saat gigitan pertama.

Untuk momen pertama saya mencicipi RicheeseGPT, bisa ditonton pada video dalam IG post berikut ini pada slide ke-4 :

Media Q&A Seputar RicheeseGPT Garlic Parmesan

Acara berlanjut ke sesi Media Q&A dan interaction. Ini sesi yang lebih serius, tapi tetap santai. Media, KOL, dan blogger diberi kesempatan bertanya langsung kepada perwakilan brand.

Topik yang dibahas cukup lengkap, mulai dari konsep produk, target market, strategi launching, hingga rencana ke depan.

Dari grup food blogger, rekan saya Mei dan Salman juga ikut bertanya.

Mei menanyakan bagaimana profil rasa dari menu Richeese Parmesan Chicken ini. Pertanyaan yang sangat relevan, karena rasa adalah kunci.

Salman bertanya tentang pesan utama yang ingin disampaikan Richeese Factory melalui kampanye menu baru ini.

Jawaban yang diberikan menegaskan kembali bahwa menu ini hadir sebagai pilihan non pedas yang tetap berkarakter, sekaligus mengajak konsumen untuk Berani Explore Rasa dengan cara yang lebih inklusif.


Interaksi dan Percakapan Setelah Sesi Cicip

Setelah sesi mencicipi dan diskusi, acara berlanjut dengan tanya jawab tambahan dan sesi foto. Para undangan saling bertukar kesan. Ada yang membandingkan dengan Fire Chicken, ada yang menyebut ini akan jadi favorit baru karena lebih ramah untuk semua kalangan.

Suasananya santai. Tidak terburu buru. Ada ruang untuk benar benar menikmati dan berdiskusi. 

 

Keseruan Peluncuran RicheeseGPT Garlic Parmesan

Kalau dirangkum, rangkaian acaranya benar-benar lengkap.

Dimulai dari welcome speech, peluncuran resmi, penayangan perdana DVC, momen reveal produk, sesi testing, ice breaking, games berhadiah, Media Q&A, hingga honest review langsung dari para undangan.

Ada momen nanya-nanya, ada momen ditanya balik, ada momen ketawa karena kuis, dan tentu saja momen menikmati ayam hangat dengan seasoning keju dan aroma garlic yang menggoda.

Buat saya pribadi, ini bukan sekadar peluncuran menu. Tapi pengalaman yang dirancang supaya kami benar benar merasakan perjalanan produk dari cerita sampai ke gigitan pertama.



Harga dan Ketersediaan RicheeseGPT

Menu RicheeseGPT Garlic Parmesan sudah tersedia di seluruh gerai Richeese Factory Indonesia.

Untuk harga, RicheeseGPT dibanderol mulai dari Rp22.000 tergantung paket dan pilihan menu. Konsumen juga bisa memilih paket combo atau pembelian satuan sesuai selera. Informasi promo terbaru dapat dicek langsung melalui aplikasi resmi atau gerai terdekat.

 
Ketika Tidak Pedas Justru Jadi Keberanian

Bagi saya pribadi, langkah ini menarik. Brand yang dikenal dengan pedasnya berani menghadirkan varian non pedas dengan karakter kuat. Itu bukan keputusan kecil.

Keberanian ternyata tidak selalu soal seberapa ekstrem rasa yang ditawarkan. Kadang justru tentang menghadirkan keseimbangan yang bisa diterima lebih banyak orang.

Menu ini sudah tersedia di seluruh gerai Richeese Factory di Indonesia dan bisa dinikmati langsung di restoran, drive thru, maupun melalui aplikasi pemesanan online.

Kalau kamu selama ini selalu memilih level pedas tertinggi, mungkin ini bisa jadi jeda yang menyenangkan.

Dan kalau kamu seperti saya, yang suka pedas tapi tetap butuh opsi aman, mungkin ini saatnya ikut Berani Explore Rasa dengan cara yang lebih nyaman.

Berbeda dengan Fire Chicken yang terkenal dengan level pedasnya, RicheeseGPT menawarkan pengalaman rasa yang lebih ramah untuk semua kalangan, termasuk anak anak dan konsumen yang tidak terlalu kuat pedas.

Saya pribadi melihat RicheeseGPT sebagai jawaban untuk yang ingin tetap menikmati ayam crispy khas Richeese tanpa harus berhadapan dengan level pedas ekstrem. Dengan harga mulai Rp22.000, menu Garlic Parmesan ini terasa lebih inklusif.

Tidak semua keberanian harus pedas. Kadang cukup memilih rasa yang paling sesuai dengan diri sendiri.

Seorang istri. Ibu dari dua anak remaja. Tinggal di BSD City. Gemar jalan-jalan, memotret, dan menulis.

Share this

Previous
Next Post »

20 komentar

  1. Melihatnya saja sudah sangat menggoda
    Apalagi kalau langsung dicicipin
    Ini tuh berarti semua Richeese di Indonesia sudah bisa merasakan Richeese GPT ini ya?
    Wah mumpung anak anak liburan dan bisa ajak nih
    Alternatif juga buat buka puasa
    Soal harga gak diragukan, masih sangat terjangkau
    Aku kebayang wajah sumringah ayahnya karena doyan banget sama Garlic

    BalasHapus
    Balasan
    1. mbaaa aku doyan bangettt Richesee yg puedess ituu

      anakkuuu makin makiin, dia juga malah sering milih yg level 4++ 🫣 klo aku dah ngga beraniiii, tau diri 🤣

      belakangan ini lambungku juga agak jiper ketemu sambel.atau makanan pedesss.

      Faktor U, maybe?

      jadiii next, klo ke Richeese, aku mau nyoba yg varian baru iniii, ada store deket rumah, kepleset nyampeee yeayyy

      Hapus
  2. Wooow ada varian barunya. Asek asek.. aku jadi pengen bilang, "nah gini do g cheese, meluncurkan produk baru." Hehehe...

    Reechese itu udh jadi andalan kalau lagi mager masak mbak Rien. Cuma beberapa bulan terakhir anakku yg doyan jadi nggak lagi tertarik, mungkin dari udh bosen sama variasinya.

    Nah mumpung ada varian barunya, jadi bisa ngajakin jajan sekalian. Hehhe.. Variannya ini beraarti udah di seluruh cabang ya mbak?? 🥹🥹

    BalasHapus
  3. Wah, aku cuma bilang "Akhirnyaaaaa..." wkwkwkwk. Jujur, deket rumahku daerah Caman sini tuh ada Richeese, tapi aku gak pernah sekalipun melipir. Bukan karena apa-apa, ya akunya memang gak kuat aja sama yang pedes-pedes.
    Syukurlah, akhirnya inovasi ini hadir juga. Kebetulan Garlic parmesan juga salah satu varian rasa favoritku kalau beli di franchise lain, hihihi. Gurih dan asinnya itu lho, mantap betullll...

    BalasHapus
  4. Acara peluncuran produk baru dari Richeese ini seru banget, ga kaku dan terlalu formal, malah sebaliknya, suasananya kaya hangat dan kekeluargaan, melambangkan identitas dari RicheeseGPT itu sendiri yang berani mengeksplorasi rasa dalam dalam ketenangan.

    Kayanya bakal cocok banget jadi salah satu menu buka puasa nih. Apalagi anak-anak memang belum terbiasa dengan rasa pedas kayanya bakal suka dengan RicheeseGPT

    BalasHapus
  5. Ternyata GPT di sini bukan soal AI ya, tapi Garlic Parmesan Temptation. Sebagai penyuka ayam goreng yang terkadang "menyerah" sama level pedas ekstrem, menu baru ini terdengar seperti penyelamat.
    Perpaduan gurih keju Parmesan dan aroma bawang putihnya pasti bikin nagih, apalagi harganya cukup terjangkau mulai 22 ribu. Definisi makan enak tanpa drama kepedasan. Jadi makin penasaran pengen langsung meluncur ke gerai Richeese terdekat buat coba!

    BalasHapus
  6. Pertama baca langsung salfok richeesegpt?? apa hubungannya dengan chatGPT hahaha...dan ternya aini singkatan dari garlic parmesan...akhirnya bisa bilang oalahhh hehehe....
    Ini sebuah inovasi yang berani menurutku richeese yang terkenal dengan menu pedas beranui menawarkan menu yang berbeda tanpa ada sentuhan pedas sedikitupun,,dan aku setuju dengan mba katerina ayam goreng itu memang paling oke saat disantap masih hangat ;)

    BalasHapus
  7. Bener2 deh ya marketing Richeese tuh jago banget bikin menu hits. Apalagi targetnya jelas banget, anak muda kekinian yang lagi doyan nongki dan suka makan ayam. Apalagi yang suka teknologi, khususnya GPT.

    Berbekal ketenaran teknologi AI, Richeese sukses nih nyasar anak muda yang pgn hits. Pake akronim yang hits dan menggugah rasa lagi. Jadi pgn ngerasain ayam berbalur parmesan bawang putih itu. Yummy.

    BalasHapus
  8. Menarik nih ada varian baru di Richeese. Baca judulnya tadi juga mikir apakah ada hubungan GPT yang ini dengan GPT yang AI, ternyata nggak ada ya hehehe...

    Saya juga nggak bis makan yang terlalu pedas. Selama ini kalau ke Richesee saya dan anak-anak juga pesan yang original saja. Nah kalau menu baru ini wajib dicoba. Nanti lepas lebaran lha meluncur ke Richesee terdekat.l

    BalasHapus
  9. Memandangi wajah-wajah managemen Richeese akhirnya apa yang aku pikirkan tentang nama GPT seperti ketemu pria tampan. Senang. Karena nama dan dengan wajah mereka sama percis. Kekinian.

    Cerdas memberi namanya. Garlic Parmesan Temptation, aku sangat terbayang sekali dalam proses membuat namanya. Berhasil mencuri perhatian, terutama aku yang kurang suka makanan cepat saji langsung ingin mencoba.

    Garlic adalah bumbu paling aku suka dan nama GPT itu bikin penasaran banget.
    Anw mba-nya syaratnya suka ayamnya tuh ternyata banyak yak hihihi.

    BalasHapus
  10. Richeese inii sekarang jadi salah satu brand ayam goreng yang kami suka mbaak, ahaha. Aku beneran baru tau kalau varian Garlic Parmesan ternyata baru ya di sini. Aku pikir sudah tersedia sejak lama, kayanya ketuker sama brand lain ya, huhu.

    Tapi memang dari segi harga, lumayan terjangkau banget ya. Pas nih buat buka puasa, nanti kapan-kapan ajak anak-anak buka puasa di Richeese aah, kebetulan memang ada yang dekat dari rumah :D

    BalasHapus
  11. Sejak awal muncul, Richeese kayaknya konsisten sama spicy ya. Buat yang nggak doyan sama pedes emang agak menyeramkan kalau mau makan di sana.

    Eh. Sekarang Richeese menjadi baik sekali mau menyediakan menu yang ramah buat yang nggak doyan pedes

    BalasHapus
  12. Ini bukan ayam AI ya, hehe. Walau ada namanya GPT, tapi ini ayam enak yang bisa jadi pilihan buat yang gak ingin rasa pedas.

    Hemm, jadi ingin mencoba rasa garlic parmesan ini seperti apa.
    Kebayang aroma wangi dan rasa gurihnya, terus cocok saus keju dan santap plus nasi hangat, enak deh ya.

    BalasHapus
  13. Keren banget sih inovasi Richeese yang beneran bikin gebrakan lain dari pada yang lain, GPT aku mikirnya AI hehehe, ternyata itu singkatan dan wow tampilan ayamnya jadi beda banget ya.

    Suatu langkah berani banget, karena selama ini branding nya kan ayam pedas berlevel. Jadi penasaran pengen nyobain produk barunya.

    Dan aku happy melihat wajah-wajah pihak management yang sangat bersahabat. Semoga laris manis produk barunya.

    BalasHapus
  14. Richeese GPT ini sangat cocok untuk saya, Mbak. Saya juga tidak kuat pedas, apalagi zaman now yang level tingkat dewa. Jadi kehadiran Richeese GPT , jadi pilihan tepat bagi orang yang tidak kuat makan ayam pedas, tapi tetap gurih crispy. Dan langkah yang diambil Richeese sangat berani ya, di tengah konsumen orang Indonesia yang memang sangat pecinta ayam pedas. Jadi tidak sabar ingin mencoba Richeese GPT ini Mbak.

    BalasHapus
  15. Kalau ngomongin Richeese, pasti langsung kebayang ayam pedas nan lezat
    Secara Richeese kan pelopor ayam pedas pertama di Indonesia ya
    Eh sekarang ada menu non pedas
    Sungguh sebuah inovasi yang menggugah selera

    BalasHapus
  16. wah aku jadi penasaran nih mbak sama varian richessegpt ini apalagi ini rasanya nggak pedas pasti cocok banget sama anak-anak. Ini berarti menu ini sudah launching di semua cabang ya biar bisa nyobain juga

    BalasHapus
  17. Saya harus nyoba nih produk baru yang GPT ini, pas momennya buat buka bareng keluarga..cuzz reservasi aah

    BalasHapus
  18. mba rien cantik bangwet ootdnya.. btw varian baru ini ayam gorengnya crispy luar, juicy dalam, dan seasoning keju parmesan plus aroma bawang putihnya bikin rasa jadi ngeblend sempurna pasti. Pilihan ini pas banget buat yang selama ini nggak terlalu suka pedas tapi tetap ingin nikmatin cita rasa khas Richeese Factory yang cheesy banget

    BalasHapus
  19. Pas baca judulnya gue kira ini kecerdasan buatan baru apalagi, apakah turunan dari open AI apa gimana, lahh ternyata jualan ayam dengan gaya baru lagi, yakin pasti banyak yg kegocek ini mah

    BalasHapus

Leave your message here, I will reply it soon!