Meriahnya Video Mapping Asian Games 2018 di Monas

11.28 1 Comment
Pada hari Jumat (17/8/2018), Pemprov DKI Jakarta mulai menggelar pertunjukan video mapping di Monumen Nasional (Monas). Pertunjukan untuk umum ini dilaksanakan sebagai bentuk dukungan terhadap event Asian Games 2018. Meriah dan berkesan, saya senang sekali dapat menyaksikannya secara langsung. 

Video Mapping Asian Games di Monas 17/8/2018

Informasi mengenai adanya pertunjukan video mapping di Monas saya dapat dari media sosial. Salah satu teman posting di FB, dari sana saya dapat info jadwalnya secara lengkap. Pertunjukan perdana ternyata jatuh di hari Jumat (17/8/2018), tepat di hari kemerdekaan RI, sehari sebelum opening ceremony Asian Games 2018 yang megah dan spektakuler itu.

Awalnya saya ingin ajak anak-anak, tapi mereka punya acara di sekolahnya masing-masing. Karena saya juga punya beberapa acara sejak pagi, akhirnya berangkat berdua saja dengan suami. Paginya ketemuan dulu sama Ima dan Mas Elton yang sedang berada di Tangsel. Setelah itu lanjut ke Jakarta untuk suatu acara. Sorenya baru ke Monas. 

Kawasan MONAS Jakarta 17/8/2018
Pertunjukan Gratis Video Mapping

Sore itu pukul 5 jalan protokol seputar Monas ramai lancar seperti biasa. Kami masuk lewat pintu masuk Parkir IRTI. Di sana terjadi kepadatan karena kedatangan kendaraan roda dua dan empat membludak. Antrian masuk tersendat. Jalanan jadi macet.

Kalau nggak bawa kendaraan, bisa masuk lewat pintu silang barat laut dan silang barat daya. Nggak pakai macet dan susah-susah cari parkiran hehe. Mungkin lain kali parkir di tempat lain sekitar Monas, misalnya di Istiqlal, lalu jalan kaki saja ke Monas.

Sebagai kawasan wisata bersejarah, kawasan Monas memang tak pernah sepi. Apalagi saat ada pertunjukan Video Mapping gratis begini. Pengunjung datang berduyun-duyun. Saya pun semangat 45 banget buat datang, walau jauh-jauh dari BSD. Meski memang gak sengaja ke tempat ini saja, karena kebetulan sedang ada urusan di Jakarta, jadinya sekalian. 



Sebetulnya hari itu pertunjukan video mapping Asian Games bukan yang pertama kali. Sebelumnya, Senin (13/8/2018) sudah dipertunjukkan, tapi dalam premiere terbatas, dihadiri oleh Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anis Baswedan. Setelah diberitakan akan dibuka untuk umum, barulah masyarakat berbondong-bondong datang menyaksikan selama gelaran berlangsung.

Nonton pertunjukan keren di tempat bersejarah, gratis pula, siapa yang nggak pingin? Nggak tiap saat lho bisa nonton live video mapping, karya anak negeri pula. Terlebih lagi nontonnya dalam suasana 17 Agustusan. 




Lenggang Jakarta, Food & Culture Park Monas

Jelang magrib saat itu. Kerumunan orang tak hanya di sekitaran tugu Monas, tetapi juga di area food & culture park Lenggang Jakarta. Area ini semacam food courtnya Monas. Luas dan banyak kios jajan. Dari tulisan yang saya baca di kios-kios, menu seperti nasi goreng, mie goreng, nasi ayam goreng, mie ayam, mendominasi makanan yang ada. Hmm…makanan-makanan pembunuh lapar yang sangat umum dan banyak dicari.

Pengunjung yang makan banyak sekali. Tempat makan penuh. Saya cukup sulit cari tempat duduk. Di mana-mana ada orang. Hari itu Mas Arif masih puasa sunnah. Saya mencari tempat agar ia bisa berbuka puasa. Tapi tak dapat tempat. Akhirnya pesan nasgor dibungkus. 







Saya lihat menu makanan apapun dibanderol dengan harga yang sama; Rp 25.000,- Kecuali gorengan ya. Semua makanan dan minuman bisa dibayar cash. Kalau beli di show case, bisanya pakai kartu e-money.

Walau saya nggak lihat ada menu spesial, makanan di Lenggang Jakarta cukup untuk mengganjal perut. Kalau saya memang kudu makan saat itu, buat persiapan nonton. Kalau pertunjukan sudah dimulai, sudah nggak mungkin mikirin cari makan lagi. Pasti duduk di tempat saja sampai acara selesai.

Sebelum adzan berkumandang, kami sudah dapat tempat duduk di taman Monas. Lumayan nyaman buat Mas Arif duduk menyantap makanan buka puasanya. Waktu yang ada juga cukup panjang buat makan dan solat karena pertunjukan baru dimulai pukul 19.00 WIB 





Monas di malam hari

Makin malam makin ramai. Pelataran Tugu Monas sudah dipenuhi orang. Tua muda dan anak-anak semua berbaur jadi satu. Beberapa mobil bus polisi tampak mondar mandir melewati kerumunan. Sejumlah polisi muda kemudian berlari masuk bus tersebut, lalu bus-bus itu pergi, bergerak meninggalkan lokasi.

Ada satu panggung kecil di sebelah barat tugu. Di situ ada hiburan persembahan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta. Kami tak mendekat dan melihat. Hanya mendengar dari jauh. Bunyi musik menghentak. Suara MC terdengar sesekali, menginformasikan berbagai hal terkait pertunjukan. 



Saking banyaknya orang, area taman yang dibalut rumput tak lagi dihiraukan. Setahu saya tak boleh dilewati, tapi itulah yang terjadi, semua jadi keluar kendali. Masing-masing memikirkan diri sendiri, bisa lewat dan duduk semaunya, meski di atas rumput yang tiap hari dirawat dan dijaga. Padahal area yang boleh diduduki dan diinjak sangat luas, masih bisa menampung banyak orang.

Dalam keramaian apa saja bisa terjadi, termasuk kehilangan anak, terpisah dari keluarga, bahkan kehilangan barang. MC pun tampak sibuk melakukan panggilan kepada orang-orang yang mengalami kejadian tersebut. 



Hiburan Untuk Warga dan Peserta Asian Games 2018 
 
Pertunjukan malam itu bukan hanya video mapping, ada juga laser warna-warni dan air mancur menari yang lebih dulu menghiasi Monas.

Laser show mengawali pertunjukan. Cahaya warna warni menyinari bidang monas, membentuk pola-pola tertentu. Musik mengalun mengiringi kelebatan cahaya yang bergerak dinamis. Teriakan dan tepuk tangan terdengar riuh. Suasana begitu semarak. Orang-orang tampak senang. Kami pun demikian.

Setelah 20 menit pertunjukan laser show, dilanjut pertunjukan air mancur menari. Namun, saya dan Mas Arif tak beranjak. Kami enggan meninggalkan tempat. Saya memilih beristirahat sambil menyiapkan kamera handphone. Sedangkan Mas Arif menyiapkan kamera DSLR untuk memotret pertunjukan berikutnya; Video Mapping. 

Laser Show Monas dukung Asian Games 2018
Air Mancur Menari di Monas

Kenapa kami tak tertarik pada Air Mancur Menari? Bukan tak tertarik, sedang tak ingin beranjak saja. Lagipula saya sudah pernah menontonnya. Dulu, bulan April bareng teman-teman blogger ASUS yang sedang kumpul di Jakarta dalam rangka launching Zenfone Max Pro M1.

Pertunjukan air mancurnya bagus, diiringi lagu-lagu kebangsaan yang mendayu-dayu syahdu. Saya jamin, liriknya mampu membangkitkan rasa cinta tanah air yang dalam, bagi siapapun yang mendengarnya dengan hati. 

Warga menonton Pertunjukan Video Mapping di Monas 17/8/2018

Tentang Video Mapping

Video mapping merupakan sebuah teknik yang menggunakan pencahayaan dan proyeksi sehingga dapat menciptakan ilusi optis pada objek - objek. Objek – objek tersebut secara visual akan berubah dari bentuk biasanya menjadi bentuk baru yang berbeda dan sangat fantastis.

Memang sangat fantastis. Itulah yang saya saksikan sendiri malam itu di Monas.

Untuk pertunjukan video mapping, semua penonton disuruh bergerak ke sisi barat karena pertunjukan hanya bisa ditampilkan pada satu bidang Monas. Beda dengan laser show yang juga bisa ditampilkan dari sisi selatan tugu.

Saat pertunjukan video mapping yang ditunggu-tunggu dimulai, suasana mendadak hening. Semua memandang ke arah yang sama.  



Video mapping tampil dengan dengan tiga segmen tema. Pada segmen pertama, video menampilkan cerita Asian Games saat digelar di Indonesia pada 1962. Segmen kedua, menceritakan tentang Kota Jakarta sebagai tuan Rumah Asian Games 2018, mulai dari cagar budaya yang menjadi ikon hingga kebudayaan Betawi. Dan pada segmen ketiga, menceritakan Asian Games 2018.

Pertunjukan penuh kesan dengan durasi 25 menit ini juga diiringi digital surround sound system yang atraktif. Menambah meriah suasana malam di hari kemerdekaan. Tepuk tangan dan seruan “Indonesia” terdengar berkali-kali saat menampilkan sosok Presiden Soekarno, para bintang olah raga Indonesia, dan tentunya keindahan alam Indonesia.  



Sajian yang sangat menghibur, sekaligus menambah pengetahuan. Bikin acara 17 Agustusan saya kali ini jadi berbeda dan menyenangkan. Yang saya salut, semua video keren itu karya anak negeri. Bangga!

Saya sih merasa kurang ya dengan durasi 25 menit itu. Rasanya kok cepat sekali. Eh ternyata masih ada lagi pada segmen berikutnya. Tapi dijeda dulu dengan pertunjukan lainnya. Yaaah…kalau sudah menyaksikan video mapping, laser show dan air mancur menari jadi nggak terlalu excited lagi.

Dalam pertunjukan ini, video mapping memang jawaranya. 



Ayo Nonton Video Mapping di Monas, Gratis!

Seperti yang dikatakan Gubernur DKI Anies Baswedan bahwa pertunjukan video mapping ini  untuk menghibur tak hanya warga Ibu Kota tetapi juga peserta Asian Games.

Video mapping ditayangkan setiap weekend selama pelaksanaan Asian Games. Laser show  ditampilkan selama Asian Games di hari-hari di luar weekend. Untuk air mancur menari bakal digelar setiap hari. Pertunjukan air mancur menari ditayangkan secara bergantian setelah video mapping dan laser show.

Nah, karena dalam rangka mendukung Asian Games 2018, maka pertunjukan video mapping ini pun bisa disaksikan selama Asian Games berlangsung. Buat yang belum nonton pada hari pertama, kedua dan ketiga yang jatuh berurutan pada tanggal 17,18, dan 19, masih bisa nonton pada hari lainnya. 

   


Jadwal Video Mapping Asian Games

Berikut jadwal Video Mapping, Laser Show dan Air Mancur Menari:

17 Agustus 2018
Pukul 19.00 - 19.25 Video Mapping
Pukul 19.20 - 20.20 Air Mancur Menari
Pukul 20.00 - 20.20 Laser Show
Pukul 20.30 - 21.25 Video Mapping
Pukul 21.30 - 21.50 Laser Show

18 & 19 Agustus
Pukul 19.00 - 19.25 Video Mapping
Pukul 19.30 - 19.55 Air Mancur Menari
Pukul 20.00 - 20.25 Video Mapping
Pukul 20.30 - 20.55 Air Mancur Menari

20 Agustus
Pukul 19.00 -21.20 Laser Show

21, 22, 23, 24 Agustus
Pukul 19.00-19.20 Laser Show
Pukul 19.30-19.55 Air Mancur Menari
Pukul 20.00-20.20 Laser Show
Pukul 20.30-21.00 Air Mancur Menari
Pukul 21.00-21.20 Laser Show

25 & 26 Agustus
Pukul 19.00 - 19.25 Video Mapping
Pukul 19.30 - 19.55 Air Mancur Menari
Pukul 20.00 - 20.25 Video Mapping
Pukul 20.30 - 20.55 Air mancur Menari 27 Agustus
Pukul 19.00 - 21.20 Laser Show

28, 29, 30,31 Agustus
Pukul 19.00-19.20 Laser Show
Pukul 19.30-19.55 Air Mancur Menari
Pukul 20.00-20.20 Laser Show
Pukul 20.30-21.00 Air mancur menari
Pukul 21.00-21.20 Laser Show

1 & 2 September
Pukul 19.00 - 19.25 Video Mapping
Pukul 19.30 - 19.55 Air Mancur Menari
Pukul 20.00 - 20.25 Video Mapping
Pukul 20.30 - 20.55 Air Mancur Menari 

Jadwal kunjungan ke Monas

Cara menuju ke Monas

Banyak cara menuju ke Monas. Jika menggunakan transportasi umum bisa naik commuter line dan bus Trans Jakarta. Bisa juga menggunakan Taksi Online, Taksi Konvensional, Ojek, Ojek Online. Lokasi tugu Monas sangat populer, terletak di Jakarta Pusat, sangat mudah dicari. Tinggal arahkan tujuan ke Jakarta Pusat, lalu gunakan Google Maps untuk panduan lebih cepat. 

Pengunjung Monas Penonton Video Mapping Asian Games 2018
Jakarta 17/8/2018

Masjid Kubah Emas Dian Al-Mahri | Memetik Buah Hikmah Dari Ikhlas | Memanjatkan Doa di Usia 40

21.37 9 Comments
Masjid Kubah Emas Dian Al-Mahri Depok

Akhirnya punya kesempatan berkunjung ke Masjid Kubah Emas Depok. Sebuah masjid megah yang menjadi salah satu dari 7 masjid berkubah emas yang ada di dunia. Mengunjungi masjid berarsitektur indah ini, selain membuat jiwa yang kering kembali menjadi basah oleh hikmah-hikmah religi, juga memberi manfaat besar untuk menyegarkan pikiran. 

Masjid Kubah Emas Dian Al Mahri Depok
Masjid Kubah Emas Dian Al-Mahri Depok [Dok. Katerina] <Iphone8>

Ungkapan Syukur Atas Usia

Suami sudah lama ingin ajak saya berkunjung ke Masjid Kubah Emas, baru bulan Juni tahun 2018 ini kesampaian. Lokasi masjidnya di Depok, di kota tempat mertua tinggal. Dekat dan mudah didatangi. Tapi ada saja yang membuat kami belum jadi ke sana. Mungkin dulu niat belum kuat ya, sambil lalu saja, makanya belum jadi-jadi. Selain memang belum sempat, mungkin merasa tempatnya dekat dan bisa mampir kapan saja, jadinya malah terlewat terus.

Kali ini niat suami tampaknya sudah kuat. Keinginannya mengajak ke Masjid Kubah Emas akhirnya terwujud. Momennya pun pas, masih dalam suasana lebaran bulan Syawal 1439H. Istimewanya, ajakan ke masjid ini untuk mensyukuri hari kelahiran saya yang jatuh di bulan puasa, 4 hari sebelum hari Raya Idul Fitri.

“Di usia 40 ini, momen tepat untuk merenungi kehidupan yang sudah dan sedang dijalani. Jadi kita ke masjid, untuk sama-sama berdoa dan bersyukur dengan sungguh-sungguh. Berharap berkah di sisa usia, ampunan, serta ridho Allah SWT,” ajak suami.

Ajakan mana lagi yang lebih romantis dari itu? Meleleh hati dibuatnya. Pergi ke masjid untuk berdoa, sebaik-baik pengingat akan usia…bukan kemana-mana lagi.

Simak terus ya, nanti saya ceritakan lebih jauh tentang masjidnya. 

Berwisata religi di Masjid Kubah Emas, Berdoa dan Bersyukur

Hadiah di Usia 40 Tahun

Waktu begitu cepat berlalu, tahu-tahu sudah 40. Rasanya baru kemarin usia 30, saat lahiran anak kedua. Eh sekarang sudah kepala 4. Sudah tua. Entah kapan maut menjemput. Misteri.

Selama 40 tahun hidup ada banyak kisah yang dialami. Ada banyak manisnya, sesekali ada pahit. Ada banyak bahagia, kadang ada sedih. Soal bekal untuk akhirat? Sungguh diri ini merasa masih jadi mahluk Tuhan paling banyak salah dan dosa. Bahagia banyak, ujian juga ada. Dan Allah tetap beri saya nafas untuk lanjutkan hidup.

Benar kata orang bijak, tambah usia itu bukan untuk hore hore, tapi disedihi. Karena usia bukan tambah panjang, tapi makin dekat pada kematian. Apalagi buat saya yang merasa belum punya banyak bekal untuk di akhirat. Sedih pisan euy.

Bersyukur punya suami yang selalu membesarkan hati. Saat saya sehat dan bahagia, ia melambungkan syukur setinggi langit. Saat saya lemah, salah dan dipenuhi penyesalan, ia kuat menyemangati, merangkul dengan penuh cinta, mengajak untuk bangkit dan berbuat lebih baik.  Tak kenal lelah, tak pernah jera, teguh mendampingi mereguk hikmah dari segala yang terjadi.

Masha Allah. Bulan Ramadan, bulan Juni, bulan kelahiran, menyadarkan kembali kalau saya punya pasangan hidup begini baik, pelengkap segala kekurangan. Dialah hadiah terindah dari Allah SWT, di ultah kali ini.

Nikmat mana lagi yang akan saya dustakan? 

Masjid Kubah Emas Dian Al Mahri Depok
Masjid Kubah Emas, fenomenal dan terindah di Indonesia

Doa usia 40 tahun dalam Islam

Bukan ucapan selamat ulang tahun semoga panjang umur yang saya dengar. Apalagi janji-janji lebay ingin beri ini itu atau ajak ke sana ke sini. Saya tahu betul sifatnya. Seorang yang pantang berjanji, tapi lebih mementingkan bersikap baik. Ia sangat terbiasa menunjukkan kasih sayang dalam perbuatan nyata. Tanpa dusta, tanpa drama-drama.

Nasihat sesuai agama jadi ucapan paling berbobot yang saya dapat darinya. Tentang Al-Qur’an yang memberikan apresiasi tersendiri terhadap tahapan manusia kala mencapai usia 40 tahun yang disebutkan secara eksplisit dalam sebuah ayat.
Allah berfirman; “Apabila dia telah dewasa dan usianya sampai empat puluh tahun, ia berdoa, “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang shaleh yang engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim”. [QS. al-Ahqâf: 15]


Menurut para pakar tafsir, usia 40 tahun disebut tersendiri pada ayat ini, karena pada usia inilah manusia mencapai puncak kehidupannya baik dari segi fisik, intelektual, emosional, karya, maupun spiritualnya. Seperti ucapan Imam Al- Ghazali: “Usia 40 tahun adalah sebuah pertanda, sebuah isyarat. Seperti sebuah ikhtisar masa depan. Jika di usia itu kebaikan lebih mendominasi, maka itu sebuah pertanda baik untuk kehidupannya nanti.”

“Allah Maha Rahman dan Rahim. Tidak ada kata terlambat bagi siapa saja untuk membenahi diri, senyampang nyawa belum sampai tenggorokan.”

Ucapan mana lagi yang lebih indah dari doa dan pesan-pesan bijaksana yang menyejukan jiwa raga seperti itu?  Tergugu saya dibuatnya. 


Masjid Kubah Emas Dian Al-Mahri Depok [Dok. Katerina] <Iphone8>

Menuju Masjid Kubah Emas

Ke Masjid Kubah Emas saya diajak untuk berdoa dan merenungi usia.

Kami berkendara mobil dari BSD. Berangkat sekitar pukul 07.30 WIB. Lewat Pamulang, Kampus Universitas Terbuka, terus lurus ke Pondok Cabe. Dari sana kami tinggal mengikuti petunjuk Google Map ke arah Cinere hingga ke Jalan Meruyung Raya di Limo.

Biasanya kalau menggunakan bantuan Google Map, diberi jalan dengan rute tercepat. Kadang jalan yang dilalui bukan jalur yang biasa orang ketahui. Kami sempat dibawa melewati jalan perumahan. Walau agak berliku tapi lancar jaya sampai tujuan. Waktu tempuh sekitar 30 menit dari BSD.  

Lokasi Masjid Kubah Emas Depok

Saya tidak menyangka kalau jarak Masjid Kubah Emas cukup dekat dari BSD. Malah lebih jauh ke rumah mertua, padahal sama-sama di Depok. Lokasinya cenderung lebih dekat ke arah Tangerang Selatan dan Jakarta Selatan. Selama ini kami pun tidak tahu ternyata jalan ke arah masjid ini, bila dari arah Sawangan, sering kami lewati jika dalam perjalanan menuju Depok.

Letak Masjid Kubah Emas agak ke dalam, kurang lebih 100 meter dari jalan raya. Jalan masuknya cukup lebar. Bisa dilalui dua mobil. Lancar buat mobil masuk maupun keluar. Mobil kami melaju sampai mentok ke ujung jalan, ketemu gerbang masjid. Ternyata masih tutup.   




Waktu Berkunjung Masjid Kubah Emas

Waktu buka masjid dari jam 4 pagi sampai jam 7. Untuk keperluan ibadah Subuh. Setelah itu ditutup karena para pekerja akan beres-beres seluruh bagian dalam masjid hingga ke bagian luar masjid. Jam 10 baru dibuka lagi sampai malam hari.

Datang kepagian bikin kami harus menunggu 2 jam. Lama juga. Selain kami sudah ada pengunjung lainnya yang sama-sama datang kepagian. Mobil kami parkir paling depan gerbang. Mobil pengunjung berikutnya ikut parkir di belakang, sampai kemudian jadi ramai, antrian mobil jadi panjang hingga ke jalan raya. Kata warga sekitar, jika sudah panjang, gerbang akan dibuka agar antrian mobil tidak mengganggu arus lalu lintas di jalan raya.

Di depan masjid banyak rumah warga. Mereka berjualan macam-macam; souvenir dan pernak pernih ibadah, sandal sepatu, baju, perhiasan, CD lagu-lagu religi, buku-buku Islami, mainan, makanan, dan minuman. Saya lihat ramai juga pengunjung yang belanja. Ada yang beli sepatu dan sandal, ada pula yang mengisi waktu dengan ngopi-ngopi santai sambil makan bakso dan siomay.

Jika tidak ingin terlalu lama menunggu, baiknya datang jelang waktu buka masjid. Kami datang pagi guna menghindari cuaca panas di siang hari. Tadinya malah mau datang subuh, salat di masjid, sekalian mau motret matahari terbit berlatar kubah emas.  

Jalur pejalan kaki di kawasan Masjid Kubah Emas

Aturan Memotret di Masjid Kubah Emas

Saya ngobrol dengan petugas jaga gerbang. Katanya meskipun jam berkunjung belum tiba, kalau mau masuk boleh saja. Tapi tidak boleh jauh, apalagi sampai masuk masjid. Motret pun boleh, hanya dari sekitaran gerbang dan pos jaga. Dari gerbang utama ada jalan turunan. Batas boleh motret pas di ujung turunan itu. Lumayan kalau mau motret landscape udah dapat, malah bisa dapat gambar utuh bangunan masjidnya.

Di tempat tertentu seperti rumah ibadah biasanya ada aturan untuk mengambil gambar. Di Masjid Kubah Emas larangan memotret berlaku pada bagian dalam masjid, termasuk semua kegiatan ibadah yang berlangsung di dalamnya. Kalau luar masjid bebas, silakan motret dari sudut manapun.

Karena itulah dalam postingan ini teman pembaca tidak akan menemukan foto bagian dalam masjid hasil jepretan saya. Buat yang mau foto-foto prewed, wajib lapor ke petugas. 

Masjid Kubah Emas Dian Al-Mahri Depok [Dok. Katerina] <Iphone8>

Tiket Masuk Pengunjung Masjid Kubah Emas

Pengunjung Masjid Kubah Emas tidak dikenakan biaya. Gratis! Hanya kendaraan saja yang bayar Rp 15.000,- per mobil. Tarif tersebut buat sekali masuk. Tidak pakai jam-jaman. Mau sebentar atau lama harganya sama.

Pagi itu saya melihat banyak orang masuk di luar jam kunjung tapi dibiarkan saja, ternyata mereka para pekerja di masjid. Komplek masjid dengan banyak bangunan dan dikelilingi oleh taman yang luas tentu membutuhkan banyak orang untuk melakukan perawatan harian. Para pekerja itulah yang melakukannya.

Jam 9 tiba-tiba gerbang dibuka, lebih cepat 1 jam dari jadwal semestinya. Ternyata antrian mobil pribadi dan bus-bus sudah mengular. Kami akhirnya masuk dan langsung mencari parkir. Tempat parkirnya luas, bisa muat banyak motor dan mobil pribadi, termasuk bus-bus besar. Ada beberapa orang yang mengatur kendaraan parkir. Saya kurang tahu apakah tarif parkir bus juga sama dengan mobil-mobil kecil. Mesti cek lagi. 

Butik di kawasan Masjid Kubah Emas Dian Al-Mahri Depok [Dok. Katerina]


Apa yang Perlu Dibawa Saat Berkunjung ke Masjid Kubah Emas?

Namanya juga masjid, kita muslim datang untuk ibadah. Pastinya bawa perlengkapan ibadah seperti mukena, sarung, Al Quran. Kalau nggak bawa, jangan khawatir, semua perlengkapan itu tersedia banyak. Kalau bisa bawa sendiri sih lebih baik.

Kamera jangan sampai ketinggalan karena selain untuk beribadah, pastinya juga ingin menikmati keindahan arsitektur masjidnya dan mengabadikan gambarnya. Kalau berkunjung siang hari saat cuaca sangat terik, jangan lupa bawa payung atau topi. Kaca mata hitam juga perlu buat yang nggak tahan silau.

Keliling masjid bikin haus, apalagi siang-siang. Badan keringatan, tenggorokan pun cepat kering. Daripada bolak balik keluar gerbang nyari minuman, mending sedia minuman dalam tas. Di areal masjid tersedia tempat jualan makanan dan minuman, bisa juga sih beli di situ. Tapi ya itu tadi, kawasan masjid ini kan luas. Mesti jalan kaki dari satu tempat ke tempat lainnya. Tenaga baiknya dihemat.

Oh ya satu lagi, masjid ini terbuka untuk pengunjung non muslim. Jika memasuki area masjid disarankan mengenakan busana yang sesuai. Kalau terlanjur datang dengan busana yang belum pantas, bisa lapor ke petugas masjid dulu, biasanya akan dipinjami. 

Payungan di Masjid Kubah Emas

Majalah Masjid Kubah Emas

Sebelum saya cerita lebih jauh tentang masjid Kubah Emas, saya info dulu ya kalau di masjid ini sedia Majalah Kubah Emas. Majalah ini dibuat oleh tim redaksi dan marketing Masjid Kubah Emas dengan pelindungnya Ibu Hajjah Dian Al Mahri. Insha Allah isinya akurat.

Kita bisa mendapatkan majalahnya dengan membayar sebesar Rp 25.000 / majalah. Majalahnya berisi informasi mengenai sejarah berdirinya masjid, berbagai kegiatan masjid, informasi fasilitas masjid, hingga artikel-artikel hikmah. Nah, beberapa informasi penting mengenai masjid yang saya tulis di sini bersumber dari majalah tersebut.

Sebagai objek wisata religi, mungkin kita berharap ada guide di masjid. Saya kemarin sempat tanya security, pada siapa saya bertanya jika ingin tahu tentang masjidnya. Dia tidak menyebut seseorang, tapi katanya kalau mau tahu banyak perial masjid bisa baca-baca di majalah. Dari informasi inilah kemudian saya berburu majalahnya. Cukup tebal 68 halaman, isinya pun sangat lengkap. Jadi enak tinggal baca. Kalau diterangkan langsung oleh guide mungkin perlu waktu agak lama. 

Majalah Masjid Kubah Emas

Pendiri Masjid Kubah Emas Depok

Masjid Kubah Emas adalah sebuah mahakarya. Dilihat dari segi bangunan saja sudah cukup bikin mata terbelalak, apalagi saat mengetahui dari segi nilainya. Siapakah sosok pendirinya?

Di balik kemegahan Masjid Kubah Emas ada figur yang begitu gigih dan ikhlas dalam berjihad di jalan Allah SWT. Beliau adalah Ibu Hajjah Dian Djuriah Maimun Al Rasyid. Ibu Hajjah Dian rela mengorbankan hartanya demi untuk tegaknya syiar Islam di bumi ini. Tak tanggung-tanggung harta yang dikumpulkan dengan jerih payah, beliau ikhlaskan untuk mengagungkan nama-NYA.

Semangat, kegigihan, dan keikhlasan Ibu Hajjah Dian dalam berdakwah membesarkan nama Allah SWT mampu melahirkan mahakarya hebat di negeri ini. Namanya pun dilekatkan pada nama masjid, yaitu Masjid Kubah Emas Dian Al-Mahri. Masjid yang kemudian dikenal oleh seluruh dunia, kebanggaan Indonesia karena menjadi salah satu dari 7 masjid berkubah emas yang ada di dunia. 

Sosok Ibu Hajjah Dian Al Mahri, foto dalam majalah


Cikal Bakal Berdirinya Masjid Kubah Emas

Bagi umat Islam, kekayaan hanyalah titipan Allah SWT, dan kelak akan ditanyakan dari mana sumbernya serta peruntukkannya untuk apa. Selain itu, Islam menganut konsep, dalam harta setiap muslim itu ada hak orang miskin, dan itu harus ditunaikan berbentuk zakat agar mensucikan harta yang dimiliki.

Ibu Hajjah Dian memahami betul konsep tersebut. Dari awal beliau dikenal sebagai penggiat kegiatan Islam di lingkungan tempat tinggalnya, kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Ibu Hajjah Dian memulai dakwahnya sekitar tahun 1985 dengan mendirikan majelis taklim yang jumlah anggotanya sekitar 25 orang. Majelis taklim ini merupakan embrio dakwah beliau.

Ibu Hajjah mengaku bahwa beliau bukanlah seorang ustadzah, namun beliau berusaha untuk mendorong syiar Islam. Baginya, sebaik-baik manusia adalah yang bisa bermanfaat bagi orang lain. Apa yang dilakukan itulah yang akan dipetik. Hidup mencari doa, mati mencari doa. Begitulah prinsip beliau, sungguh bijak.

Berangkat dari prinsip tersebut, Ibu Hajjah kemudian tak segan-segan menafkahkan hartanya di jalan Allah SWT dengan mendirikan Masjid Kubah Emas, demi menggemakan syiar Islam. Baginya, masjid adalah investasi akhirat. Selain hasilnya bisa dipetik di dunia, di akhirat nanti akan dibalas oleh Allah dengan pahala yang berlipat dan dihindarkan dari api neraka. 

Taman Masjid Kubah Emas Dian Al-Mahri Depok [Dok. Katerina] <Iphone8>

Konsep Besar Masjid Kubah Emas

Masjid Kubah Emas adalah mahakarya fenomenal, pengejawantahan dari sebuah keyakinan seorang Ibu Hajjah Dian akan janji Allah SWT.

“Saya mempunyai impian membangun masjid yang megah dan indah dengan gaya arsitektur yang diilhami ciri keislaman yang kuat,” ujar Ibu Hajjah Dian.

Untuk mewujudkan impian besar itu, pada tahun 1996 Ibu Hajjah Dian mulai melakukan perencanaan pembangunan Masjid Kubah Emas. Diawali dengan pencarian referensi masjid ke beberapa negara di Timur Tengah seperti Masjid Al Hamra di Spanyol, Masjid Kesultanan Oman di Oman, Masjid di Karbala Irak, dan beberapa masjid di Turkey. Gaya arsitektur dari masjid-masjid itulah yang menjadi inspirasi dalam rencana pembangunan kawasan masjid Kubah Emas.

Sepanjang tahun 1997 perencanaan konsep besar pun disiapkan. Konsepnya tidak hanya membangun masjid, tapi juga terdapat rumah tinggal Ibu Hajjah Dian, gedung serba guna, dapur umum, cluster villa, ruko, kawasan pendidikan, dan sarana umum. Untuk memetakan seluruh bangunan tersebut, setidaknya dibutuhkan areal seluas 60 hektar.  

Rumah tinggal Ibu Hajjah Dian dan keluarga di kawasan Masjid Dian Al Mahri


Masjid Dibangun Saat Indonesia Dilanda Krisis Dahsyat

Masih di tahun 1997, proses pencarian lahan mulai dilakukan. Lokasi yang diincar tidak terlalu jauh dari Jakarta, mempunyai udara yang relatif sejuk, dan tidak dilalui jaringan listrik tegangan tinggi. Beberapa lokasi sempat jadi pertimbangan diantaranya daerah Sentul Bogor, Cikarang Karawang, Sawangan Depok, dan Parung Bogor. Dari semua alternatif tersebut akhirnya Ibu Hajjah Dian memilih daerah Meruyung, Limo, Depok.

Daerah Limo, Depok, merupakan jalur alternatif perlintasan warga sekitar Sawangan yang akan menuju ke Jakarta melewati Cinere. Kelebihan daerah ini tidak terlalu jauh dari tempat tinggal Ibu Hajjah Diah di Jakarta dan udaranya relatif masih bagus. Pada pertengahan 1998 pembebasan lahan seluas 3 hektar mulai dilaksanakan. 


Masjid Kubah Emas Dian Al Mahri Depok

Seperti yang kita tahu, tahun 1998 bangsa Indonesia sedang dilanda krisis sangat dahsyat. Mulai dari krisis keuangan, ekonomi, dan kepercayaan yang ditandai dengan lengsernya mantan Presiden Soeharto dari kursi Presiden ke-2 Republik Indonesia.

Di tengah krisis tersebut, pelaksanaan pembangunan kawasan Kubah Emas tetap dimulai. Ditandai dengan pemancangan tiang pancang pertama di lokasi bangunan masjid oleh Komisaris Yayasan Dian Al Mahri, Ibu Hajjah Dian Juriah Maimun Al Rasyid pada tanggal 27 Oktober 1998.

Setitik cahaya syiar Islam terpancar di tengah kesulitan ekonomi yang sedang melilit bangsa. Di saat semua pembangunan kontruksi berhenti, ketika PHK terjadi di mana-mana, pembangunan kawasan Masjid Kubah Emas justru menciptakan lapangan kerja. Tak kurang dari 1000 tenaga kerja diserap di awal masa pembangunannya. Sebagian besar berasal dari sekitar kawasan pembangunan. 

Masjid Kubah Emas Dian Al-Mahri Depok [Dok. Katerina] <Iphone8>

Tahap Pembangunan Masjid Kubah Emas Dian Al Mahri

Pencanangan pembangunan masjid dilakukan pada tanggal 27 Oktober 1998. Setelah itu secara simultan semua pembangunan yang telah direncanakan mulai dibangun. Pemancangan tiang pancang areal rumah tinggal Ibu Hajjah Dian dilakukan pada tanggal 23 Maret 1999. Gedung serba guna di bulan April 2001. Dapur umum di bulan Februari 2002. Akhirnya, semua pembangunan tahap pertama selesai dibangun pada akhir 2005.

Selama proses pembangunan, Ibu Hajjah Dian terjun langsung melakukan pengawasan secara intens. Mulai dari material kontruksi yang digunakan, material finishing, material granit, marmer, hingga pasir pun beliau ikut mengurusnya.

Untuk granit Ibu Hajjah bahkan melanglang buana dari galeri ke galeri lainnya di mancanegara seperti Brazil, Turki, dan Cina. Bahkan Ibu Hajjah sampai mengunjungi lokasi penambangan segala.

“Saya ingin menggunakan yang terbaik untuk keagungan sebuah baitullah,” ujar Ibu Hajjah Dian.

Lampu gantung pun tak luput dari perhatian Ibu Hajjah Dian. Sebuah lampu sangat besar memiliki tinggi 14 meter dengan bentang 6 meter serta estimasi berat 2,5 ton dipesan dan didesain langsung dari pabriknya di Austria. Disain lampu tersebut didapat Ibu Hajjah Dian saat berkunjung ke sebuah masjid di Oman. Pihak pabrik yang membuatnya sempat terkejut karena lampu yang nantinya terbuat dari material solid berlapiskan emas, dan tentunya memerlukan biaya sangat besar, ternyata akan digunakan untuk tempat ibadah.

Dalam pandangan awam saya, amat luar biasa peruntukan lampu dengan biaya sangat besar tersebut. Lain halnya jika lampu itu digunakan untuk bangunan komersil yang tentunya memiliki nilai jual tersendiri terhadap bangunan itu.

Untuk pembangunan bangunan lain, Ibu Hajjah Dian tidak terlalu campur tangan, beliau serahkan pada ahlinya. Hanya pembangunan masjid yang berada langsung di bawah pengawasannya. 

Tampak atas Masjid Kubah Emas

Peresmian Masjid Kubah Emas 

 
Masjid Kubah Emas Dian Al Mahri diresmikan pada tanggal 31 Desember 2006, bertepatan dengan pelaksanaan salat Idul Adha 1427H. Peresmian dilakukan oleh pendiri masjid Dian Al-Mahri, Hajjah Dian DJuriah Maimun Al-Rasyid dan Drs. H.Maimun Al-Rasyid.

Sejak itu, nama Masjid Kubah Emas tersohor. Begitu pula dengan Ibu Hajjah Dian Al-Mahri sebagai pendirinya, terkenal hingga ke mancanegara. 12 tahun setelah peresmian, saya baru datang dan menyaksikannya. Telat sekali ya :D

Sebutan masjid megah berkapasitas 20 ribu jamaah ini berbeda-beda. Ada yang menyebutnya Masjid Dian Al-Mahri, ada juga yang menyebut Masjid Bu Dian, dan Masjid Kubah Emas. Tetapi orang lebih cenderung menyebut Masjid Kubah Emas sesuai ciri  khas pada bagian kubahnya yang dilapisi emas berwarna kuning, begitupun pernak pernik di bagian dalamnya.

Selama ini saya kira hanya kubah utama dan menara (minaret) saja yang dilapisi emas 24 karat. Ternyata ada bagian lain juga yang dilapisi emas, yakni mahkota pilar/tiang, capital, lampu gantung, railing tangga mezanin, pagar mezanin, ornament kaligrafi di pucuk langit-langit kubah dan ornament dekoratif di atas mimbar mihrab. 

Masjid Kubah Emas Dian Al-Mahri Depok [Dok. Katerina] <Iphone8>


Arsitektur Islam Masjid Kubah Emas

Secara umum arsitekturnya mengikuti topologi arsitektur masjid dengan ciri kubah, minaret, halaman dalam, serta penggunaan detail atau hiasan-hiasan dekoret dengan elemen geometris dan obelick untuk memperkuat ciri keislaman pada arsitekturnya.

Beberapa bagian dari bangunan masjid yang berkarakter keislaman adalah:

Pertama; halaman dalam berukuran 45x57 meter, mampu menampung 8000 jamaah. Salah satu sisinya berhubungan dengan ruang salat sedang tiga sisi lainnya dibatasi selasar dengan deretan pilar-pilar berbalut batu granit dari Brazil. Pilar-pilar tersebut membentuk deretan arcade yang seolah menjadi pembatas dari halaman dalam ini.

Kedua; enam minaret berbentuk segi enam berjumlah enam yang melambangkan rukun iman, menjulang ke angkasa setinggi 33 meter. Keenam minaret dibalut granit abu-abu dari Italia dengan ornamen yang melingkar. Pada puncaknya terdapat kubah berlapis mozaik emas 24 karat.  



Ciri lainnya adalah gerbang masuk berupa portal dengan hiasan geometris serta obelisk sebagai ornamennya. Sedangkan pada kubah mengacu pada kubah  yang banyak digunakan masjid-masjid di Persia dan India. Lima kubah ini melambangkan rukun islam. Seluruhnya dibalut mozaik berlapis emas 24 karat yang materialnya didatangkan dari India.

Kaligrafi di masjid ini bergaya tsulutsy dan tersebar di sekeliling ruang salat. Kaligrafi ini ditulis dengan batu marmer hitam yang diselipkan ke dalam marmer putih sebagai dasarnya dengan menggunakan teknik “waterjet”. Penulisannya dikerjakan oleh seorang ahli khat negeri ini yang pernah menuliskan “Mushaf Istiqlal” pada tahun 1994.

Pada dinding depan ruang salat tertulis Surat Al Mu’minun ayat 1-11. Kemudian Surat Thaahaa ayat 14 ditempatkan di portal mihrab. Sedangkan sepanjang dinding sisi utara dan selatan terpampang kalimat syahadat yang berulang-ulang memenuhi setiap segmen fasadnya. Di portal pintu masuk sisi utara dan selatan tertulis doa i’tikaf dan di pintu utama tertulis doa memasuki masjid. 

Langit-langit kubah masjid


Langit-Langit Kubah 

 
Ada kebiasaan yang tidak pernah saya lewatkan ketika memasuki sebuah masjid, yaitu menatap langit-langit kubah. Rasanya ada yang kurang kalau tidak menengadah ke atas dan melihat rupa pada bagian yang satu ini. Nah, langit-langit kubah Masjid Kubah Emas ini bikin saya berdecak kagum. Mirip langit beneran!

Jadi, di langit-langit kubahnya itu terdapat lukisan langit yang warnanya dapat berubah sesuai dengan warna langit pada waktu-waktu salat. Beneran representasi langit. Hal ini dimungkinkan dengan menggunakan teknologi tata cahaya yang diprogram dengan bantuan komputer.

Pada dasar kubah terdapat cincin yang diberi aksen warna emas. Seolah menjadi pembatas cakrawala. Di atasnya terdapat 33 jendela yang masing-masing diisi dengan tiga nama Allah SWT dengan bentuk kaligrafi sehingga seluruhnya berjumlah 99.

Pada puncak langit-langit kubah terdapat ornamen kaligrafi berupa salawat yag terbuat dari lempengan kuningan berlapis emas, seolah sedang terbang ke langit. Selain itu, di tengah kubah tergantung lampu kristal yang serupa dengan yang tergantung di Masjid Sultan Oman. Berat lampu kristal 2,7 ton dengan rangka terbuat dari kuningan yang berlapis emas 24 karat. 

Lampu kristal, pilar-pilar, dan mihrab di ruang salat masjid Kubah Emas


Mihrab Masjid Kubah Emas 

 
Mihrab adalah ruangan yang menjorok ke dalam pada dinding bagian depan masjid yang menunjukkan arah kiblat dan sekaligus sebagai tempat bagi seorang imam saat memimpin salat.

Mihrab masjid Kubah Emas hadir dengan empat pilar berbalut batu granit porto rose dari Afrika Selatan, menyangga portal di atasnya yang menjadi mahkota mihrab, dengan hiasan kaligrafi dari surat Thaaha ayat 14, serta obelisk yang terbuat dari kuningan yang berlapis emas.

Langit-langit mihrab berbentuk setengah kubah yang melambangkan jagat raya tempat seluruh ciptaan Allah berada.

Bagian Dalam Masjid Kubah Emas

Pilar-pilar kokoh yang menjulang tinggi mengisi bagian dalam masjid. Menciptakan skala ruang yang agung. Membawa kesan seakan diri merasa kecil. Membangkitkan suasana tawadhu dalam keagunganNya.

Warna monokrom dengan unsur warna krem mendominasi ruangan masjid. Memberi karakter ruangan yang tenang dan hangat. Materialnya marmer yang kebanyakan didatangkan dari Italia dan Turki. Ornamennya menggunakan marmer warna hitam, mengesankan unsur sakral. Sedangkan warna emasnya untuk keindahan dan kekuatan. 

Taman ini memutari seluruh kawasan masjid Kubah Emas

Menatap Kemegahan Masjid Kubah Emas

Masjid Kubah Emas berciri arsitektur Islam yang kuat, dan memadukan skalanya yang besar dengan detail ornamen yang mencerminkan kemegahan dan keindahan yang hadir bagi diri setiap insan. Banyak pengunjung terkagum-kagum dengan tempat ibadah yang satu ini. Saya pun terpukau dengan aneka kaligrafi dan pernak-pernik berwarna kuning emas.

Sesuai dengan namanya di mana masyarakat menyebutnya dengan nama Masjid Kubah Emas, masjid ini memang menggunakan material emas dengan tiga teknik pemasangan.
Pertama; serbuk emas (prada) yang terpasang di mahkota pilar/tiang kapital.
Kedua; gold plating terdapat pada lampu gantung, railing tangga mezanin, ornamen kaligrafi kalimat tasbih di pucuk-pucuk langit kubah, dan ornamen dekoratif di atas mimbar mihrab.
Ketiga; gold mozaik solid ini terdapat di kubah emas utama dan kubah menara.

Lingkungan Masjid Kubah Emas

Lingkungan masjid didesain dengan menciptakan skala ruang yang menghadirkan kesejukan dan keindahan bagi setiap muslim yang beribadah. Taman-taman masjid mengitari seluruh bagian masjid, membentuk kluster-kluster untuk menciptakan suasana yang berbeda di setiap sudut pandangannya.

Suasana lingkungan tropis dan konsep penataan tamannya mencerminkan konsep taman modern dengan deretan pot-pot yang membentuk deretan arcade, menambah suasana keagungan dari bangunan masjid. 




Pengunjung dari seluruh Nusantara hingga mancanegara

Masjid Kubah Emas Dian Al Mahri adalah masjid berkubah emas terindah di Indonesia. Tak heran bila ada ribuan umat muslim ingin mendatanginya. Dari waktu ke waktu keingintahuan masyarakat akan masjid yang begitu fenomenal ini semakin besar. Pengunjungnya tak hanya dari pelosok Nusantara, melainkan juga dari penghujung dunia.

Pada hari-hari besar masjid makin banjir pengunjung. Misalnya pada Maulid Nabi Besar Muhammad SAW bulan Maret 2008 lalu, tercatat sekitar 400 ribu orang mendatangi masjid. Umumnya mereka ingin melihat kemegahan masjid. Selain itu, masjid Kubah Emas bisa menjadi alternatif refreshing terbaru bagi umat Islam karena keindahan aristekturnya.

Seperti diceritakan salah satu pengurus Masjid Kubah Emas, ada turis asing non muslim yang berkunjung. Mereka takjub bukan hanya pada kemegahan arsitektur dan disain indah masjid, tapi juga pada kedermawanan Ibu Hajjah Dian dalam membangun rumah ibadah dengan biaya sangat besar dan dari kekayaan pribadi.

Tidak sedikit dari kaum non muslim yang mendatangi Masjid Kubah Emas jadi tertarik mempelajari Islam dan kemudian menjadi mualaf. Ini merupakan salah satu berkah dari Allah SWT yang diberikan kepada umatnya karena keikhlasan untuk berinvestasi di jalan Allah. 

Pengunjung Masjid Kubah Emas

Kegiatan Masjid Kubah Emas

Dalam upaya memakmurkan masjid, DKM Kubah Emas Dian Al-Mahri selalu melakukan serangkaian kegiatan. Di antaranya:
• Pengajian rutin. Kegiatan ini dilakukan setiap hari Sabtu dan Minggu pukul 10.00 WIB
• Pengajian Kitab Bidaytul Hidayah. Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari Selasa malam Rabu minggu ke-2 dan ke-4. Kegiatan ini dibimbing oleh KH.Muhammad Junaidi, HMS.
• Majelis Dzikir Hizb Hirzul Jausyan & Qasidah Burdah. Kegiatan ini dilaksanakan setiap dua bulan sekali, hari Sabtu malam Minggu di Sabtu pertama.
• Istighosah. Kegiatan ini dilaksanakan setiap 2 bulan sekali di minggu pertama.
• Kultum Ba’da Ashar. Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari bersama imam masjid Kubah emas.
• Kegiatan Bulan Ramadhan. Kegiatan di bulan Ramadhan dimulai dengan buka bersama dilanjutkan salat maghrib berjamaah, salat Isya. Selanjutnya dilaksanakan salat tarawih 1 juz setiap malam, 20 rakaat+ 3 rakaat witir. Pada tanggal 17 Ramadan diadakan Khatmul Quran sekaligus Peringatan Nuzulul Quran. Sedangkan pada tanggal 16 Ramadan dari ba’da Subuh sampai Magrib Sima’an Al-Quran (khatam 30juz) dan pada malam 17 Ramadannya acara Nuzulul Quran. Tidak ketinggalan di setiap sepuluh terakhir Ramadan dilaksanakan I’tikaf dan qiyamullail dari jam 02.00 sampai 03.00 WIB bersama imam-imam masjid Kubah Emas Dian Al-Mahri dan hafizh-hafizh Al-Quran juara nasional dan internasional. Selain I’tikaf dan qiyamullail juga ada acara tausiyah yang dilaksanakan sebelum salat malam, dilanjutkan dengan makan sahur bersama yang konsumsinya telah disediakan dari masjid. 

Layanan ibadah umrah Masjid Kubah Emas


Fasilitas Masjid Kubah Emas

Masjid Kubah Emas memiliki sejumlah fasilitas yang bisa digunakan oleh umat untuk beberapa kegiatan. Di antaranya Gedung Serba Guna dan Villa.

Gedung Serba Guna memiliki luas 60x70 meter. Letaknya berdampingan dengan masjid. Bisa digunakan untuk resepsi pernikahan, kegiatan pengajian/zikir akbar, dan kegiatan lainnya yang melibatkan peserta besar. kategori pemakaian gedung minimal 400 undangan, maksimal 1000 undangan, dan di atas 2000 undangan. Selama penggunaan gedung ada aturan di mana semua alat bunyi harus berhenti 5 menit sebelum adzan sampai selesai salat jamaah .

Fasilitas Gedung Serba Guna antara lain ruang rias, toilet VIP, listrik non AC, keamanan dan kebersihan. Uang muka untuk blocking minimal Rp 1 juta.Bagi yang ingin melakukan pemesanan bisa hubungi nomor 021-77880803 dan 0812-95179560.

Terdapat Villa 2 dan Villa 3. Villa ini bisa digunakan untuk bermalam dan kegiatan khusus seperti resepsi pernikahan atau syukuran keluarga. Villa 2 terdiri dari 6 kamar utama, 4 kamar mandi, ruang keluarga, ruang tamu, musala, pantry, balkon, dan halaman villa. Sedangkan Villa 3 memiliki 8 kamar utama, 1 kamar biasa, 10 kamar mandi, ruang keluarga, ruang tamu, musala, pantry, balkon, dan halaman villa.

Fasilitas Villa check in pukul 14.00 WIB, check out maksimal pukul 14.00 WIB. Uang muka untuk blocking time Rp 1 juta. Untuk pemesanan villa bisa menghubungi nomor 021-77880803 dan 0812-95179560.

Masjid Kubah Emas juga bisa digunakan sebagai tempat pelaksanaan akad nikah. Namun ada ketentuan, diantaranya: Hanya dilakukan di ruang utama masjid. Penyelenggaraan akad nikah hanya dilakukan 1 kali dalam sehari dari pukul 07.00-09.30 WIB. Selama acara berlangsung, kawasan Kubah Emas tertutup untuk umum, kecuali keluarga dan undangan. Pengurusan kepada KUA menjadi kewajiban pihak keluarga calon mempelai.

Atas penyelenggaraan dan penggunaan fasilitas yang diberikan dikenakan biaya Rp 5.250.000. Mengenai prosedur dan fasilitas masjid untuk acara nikah bisa ditanyakan langsung ke nomor 021-77880803 dan 0812-95179560.  

Gedung Serba Guna Masjid Kubah Emas


Fenomena Kubah Emas

Sebagai warga negara Indonesia, saya turut bangga karena Indonesia mempunyai masjid yang berkubah emas. 

Masjid Kubah Emas Dian Al-Mahri menjadi salah satu dari 7 masjid yang berkubah emas di dunia. Masjid-masjid berkubah emas tersebut adalah:
1) Masjid Qubbah As Sahkrah
2) Masjid Suneri Lahore Pakistan
3) Masjid Jame' Asr atau Masjid Bandar Seri Begawan di Brunei
4) Masjid Sultan Singapura
5) Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin Brunei
6) Masjid yang terletak di Irak, tapi kubah emasnya telah hancur saat terjadi perang.

Masjid Kubah Emas Dian Al-Mahri Depok [Dok. Katerina] <Iphone8>

Keikhlasan Demi Syiar Islam

Di muka bumi ini banyak orang yang berharta, namun tidak semua rela mengorbankan sebagian besar harta untuk membangun rumah ibadah. Di negeri ini pun banyak orang kaya. Malahan ada yang masuk deretan orang terkaya di dunia. Namun baru sedikit yang mau menyumbangkan kekayaannya di jalan Allah SWT.

Masjid Kubah Emas adalah tentang keikhlasan seorang Ibu Hajjah Dian dalam menafkahkan hartanya. Kedermawanannya membuat takjub banyak pihak. Termasuk saya pastinya. Syiar beliau melalui Masjid Kubah Emas bergaung ke seluruh pelosok negeri. Dan di balik semua itu, ada dukungan amat besar dari sang suami, Haji Maimun Al- Rasyid terhadap perkembangan dakwah di Masjid Kubah Emas Dian Al-Mahri.

Benar seperti yang sudah dikatakan para bijak bestari. Kalau kita yakin dengan janji Allah SWT, maka Allah SWT akan memudahkan jalan bagi umatnya. Ikhlas bukan hanya sekedar lupa setelah beramal, namun ikhlas itu harus ada tendensi yang jelas yaitu ada niat melakukan semua amalnya itu hanya karena Allah SWT.

Sanggupkah hati melepas apa yang menjadi titipan Allah? 



Wisata Religi Masjid Kubah Emas

Masjid Kubah Emas layak untuk dikunjungi sebagai tujuan wisata religi. Selain dapat menambah wawasan keagamaan, juga dapat memperdalam rasa spiritual. Karena bagaimanapun, wisata religi adalah perjalanan keagamaan yang ditujukan untuk memenuhi dahaga spiritual, agar jiwa yang kering kembali basah oleh hikmah-hikmah religi.

Buat saya, wisata religi memberi manfaat besar melepas kejenuhan. Selain menyegarkan pikiran, juga mempertebal keyakinan. Apalagi selama melakukan wisata religi sambil merenungi kehidupan yang sudah dijalani; apakah sudah mensyukuri nikmat yang telah Allah SWT berikan dan apakah sudah memberi manfaat untuk orang lain?

Hikmah 

 
Ikhlas adalah kunci kebahagiaan dan keajaiban. Demikian hikmah yang saya petik dari kisah dibalik berdirinya Masjid Kubah Emas.

Saya berkunjung ke Masjid Kubah Emas pada saat yang tepat. Saat dimana saya memerlukan perenungan atas umur hidup yang berkurang. Bahkan, saat saya sedang butuh membangkitkan gairah cita rasa religius paska diterpa ujian dari luar yang memberondong dengan lancang tak terkendali, datang bagai peluru berlumur dendam yang tak mampu move on dari kemarahan dan kesedihan.

Tapi sungguh, Allah sangat tahu cara memberi saya penghiburan. Momen Ramadan, ultah, dan Idul Fitri yang berturut-turut waktunya pada bulan yang sama, pada akhirnya menghadirkan bunga-bunga syukur yang seketika membuahkan rasa bahagia. 


Jiwa pun seakan menemukan kesadaran kembali bahwa apa-apa yang Allah beri, semuanya adalah titipan. Baik dalam bentuk kebahagiaan maupun kesedihan. Tak ada yang abadi, semua akan kembali padaNYA. Kebahagiaan akan diambil, begitu juga kesedihan, lenyap tak berbekas.  

Masjid Kubah Emas Dian Al-Mahri Depok [Dok. Katerina] <Iphone8>

Di Masjid Kubah Emas. Saya jadi menghayati banyak hal. Penghayatan yang dalam.

Adalah dia, hadiah terindah untuk usia 40. Penuh amanah dan selalu berusaha menjaga tangan dan hatinya dari debu dunia, terlebih pada manusia-manusia licik berhati dengki yang hobi menyakiti dari balik topengnya.

Bersyukur dan bersabar, terbitlah bahagia. Inilah yang saya rasakan.

Betapa bermanfaatnya suami mengajak saya kemari. Seperti ada cahaya baru bagi jiwa, berpijar indah membangkitkan gelora asa. 


Masjid Kubah Emas Dian Al-Mahri Depok [Dok. Katerina]
 

Kamu pernah merasa begitu syahdu ketika berduaan dengan suamimu di hari istimewa di sebuah masjid? 


Depok, Syawal 1439H. Juni 2018 
www.travelerien.com