Liburan Akhir Tahun di Hotel Grand Zuri BSD City

13.20 2 Comments
Liburan Akhir Tahun di Hotel Grand Zuri BSD City

Bersamaan dengan musim libur akhir tahun 2017, tak disangka dapat rejeki yang membuat kami bisa liburan sekeluarga tanpa harus pergi jauh keluar kota dan tentunya tanpa keluar biaya. Jadi ceritanya kami diundang oleh Hotel Grand Zuri BSD City untuk menghabiskan akhir pekan persis di ujung tahun 2017. Alhamdulillah. Meski jaraknya dekat dan waktunya singkat, menikmati akhir pekan di hotel bintang empat ini jadi pengalaman menyenangkan sekaligus mengesankan bagi kami sekeluarga 💕

Cuaca cerah di ujung tahun


Bertamu ke sekian kali di Hotel Grand Zuri BSD, sampai saat ini nggak pernah ada bosannya. Sudah tak asing lagi dengan suasana dan kehangatan orang-orangnya, rasanya bagai di rumah sendiri. Ragam fasilitas, kuliner favorit, dan tentunya kamar yang nyaman untuk ditinggali bersama orang-orang tercinta masih selalu didamba. 

Kami menginap di Junior Suite Room dan Superior Room di lantai enam. Kamar yang berbeda dari 2 kamar yang pernah kami inapi pada waktu-waktu sebelumnya.  Lebih luas dan banyak fasilitasnya. Cocok untuk saya yang datang berlima dengan suami, dua anak, dan ibu.


Kamar tidur di Junior Suite Room


Enjoy staycation 😊

Junior Suite Room yang kami tempati connecting dengan Superior Room sehingga memudahkan kami untuk berkumpul. Di kamar suite ini terdapat sitting roomdining area, kitchen, dan satu ruang tidur. Kamar mandinya yang luas menggunakan bathup dan standing shower. Satu kamar tidur dengan bed yang besar, cukup untuk saya dan anak perempuan serta ibu. Kamar ini memiliki pemandangan langsung ke kolam renang di lantai tiga. Kamarnya bagus dan bikin betah.

Junior Suites








Bath room Junior Suite

Superior twin jadi tempat tidur suami dan anak lanang. Kali ini kami nggak berdua-duaan dulu ya, ada anak-anak dan ibu hehe. Kamar mandi di kamar tipe ini tentu lebih kecil tapi tidak kalah nyaman. Untuk mandi menggunakan standing shower

Junior Suites dan Superior Twin sama-sama dilengkapi fasiltas AC, WIFI, saluran TV 24 jam, Smart TV, ketel listrik, minibar, dan koran harian. Lengkap dan nyaman. 

Superior Twin


Superior Twin

Kegiatan yang paling disukai anak-anak selama di hotel adalah berenang. Sejak hari pertama sampai hari kedua hanya renang saja yang jadi kegiatan utama. Kalau staycation di hotel sama keluarga, hotel dengan kolam renang memang jadi prioritas. Tak ada kolam, tak seru. Begitu kata anak-anak.  

Di masa sekarang, hampir semua hotel bintang empat punya fasilitas kolam renang. Bedanya hanya pada luas dan fasilitas penunjang untuk beraktivitas di kolam. Kolam renang di Grand Zuri BSD ini sedang saja ukurannya. Kecil enggak, luas banget enggak. Cukuplah pokoknya. Anak-anak senang saja kok. Nggak pakai komplen.

Ramai tamu berenang di sore hari


Kakak adik renang berdua saja


Sedang sepi, berasa kolam renang pribadi
Lantai tiga hotel menjadi pusat bermain sekaligus kebugaran. Selain kolam renang, tersedia juga fasilitas gym dan sauna gratis. Untuk anak-anak ada kegiatan mewarnai. Kertas bergambar dan alat mewarnainya sudah disediakan oleh hotel. 

Ada pula fasilitas bermain lainnya di teras depan (outdoor) seperti perosotan dan trampolin. Tempat bermain trampolinnya kecil, cukup untuk 3-4 orang anak saja. Anak saya yang perempuan sempat mencoba, tapi tak lama. Katanya dia sudah nggak cocok kalau main di situ. Cocoknya main trampolin di Q-Big, lebih luas dan besar. Ini gara-gara saya juga karena sudah menjanjikan dia main trampolin di QBig. Akhirnya dia gugling. Pas tahu ternyata di QBig gede banget, trampolin kecil jadi nggak mau lagi hehe.  

Nah, cerita tentang bermain trampolin di QBig nanti ada ceritanya setelah ini. Simak saja terus ya.

Gym


Untuk kegiatan menggambar




Trampolin

Restoran Cerenti Grand Zuri BSD jadi tempat andalan saya untuk memanjakan lidah bersama keluarga. Ada banyak menu favorit yang bisa dipesan. Nggak pesan menu dari buku menu pun sebetulnya menu buffet juga sudah lengkap dan bervariasi. Tinggal pilih mana yang jadi kesukaan. 

Kalau soal rasa, sependek saya pernah makan di sini belum pernah ada yang bikin saya kecewa. Nggak ada yang hambar dan biasa-biasa saja. Karena itu, untuk sarapan, makan siang, maupun makan malam, kami merasa sudah cukup dengan menu buffet yang disediakan. 


Makan malam
Makan Siang
Sarapan
Kami mendapat kesempatan mencicipi dua minuman baru Grand Zuri BSD yaitu Kopi Bakar Grand Zuri dan Lychee Lucky Charm. Penyajian kopinya unik. Kopinya dibawa ke hadapan kita dulu, baru dibakar. Jadi kami melihat langsung proses pembakarannya.  

Oh ya, untuk Lychee Lucky Charm, kami menjadi tamu pertama yang mencicipinya sebelum dilaunching pertama kali di tanggal 1 Januari 2018 😍😊

Kopi Bakar Grand Zuri


Sajian Kopi Bakar oleh Mas Tono


Kopi Bakar Grand Zuri


Lychee Lucky Charm

Karena masih bulan Desember, suasana Natal di hotel masih terasa. Di antaranya pohon Natal unik yang menjulang di tengah lobi. Keunikannya karena terbuat dari sedotan warna putih. Bayangin, perlu berapa banyak tuh sedotannya? Tak terbilang kalau saya mah 😃 Saat masuk hotel, semua tamu akan disambut oleh keberadaan pohon ini. Anak saya, Aisyah, tampaknya terkesima, sampai minta difoto segala. 

Ada boneka salju dekat lift. Boneka ini nyenengin bagi anak-anak. Besar dan lucu, enak buat ditowel-towel sebelum masuk lift 😄 Di lobi dekat FO, ada souvenir bantal warna merah bergambar santa dan hampers kue Natal yang bisa dibawa pulang oleh tamu dengan membayar terlebih dahulu sesuai harga yang ditentukan. 

Sedangkan di Restoran Cerenti ada 'rumah di tengah salju' yang terbuat dari biskuit. Nuansa Natal memang masih terasa di ujung tahun.

Pohon Natal, Boneka salju, dan papan selancar 😃


Boneka Salju-saljuan


Rumah Biskuit


Souvenir bantal dan hampers kue dari Grand Zuri. Thank you!

You Think Beach You Get Beach jadi tema yang diusung oleh Grand Zuri jelang pergantian tahun 2017 ke 2018. Selama dua hari para staff mengenakan pakaian santai ala pantai. Dari staff di FO, resto, petugas room service, staff di kolam renang dan fasilitas kebugaran, pokoknya semua berpakaian serupa.  

Meski terlihat santai tapi para staff tetap bekerja serius dalam memberikan pelayanan paripurna untuk para tamu. 



Nuansa pantai dapat dirasakan dan dilihat dari pernak pernik ala pantai seperti papan selancar dan lukisan-lukisan yang bertemakan pantai seperti ombak, pohon kelapa, pasir, dan tentunya laut. 

Di lobby juga terdapat wall of wishes. Nah, para tamu akan diajak untuk menulis harapan-harapan baru di tahun baru pada selembar kertas. Lalu kertasnya ditempel di wall of wishes itu. Saya lihat sudah banyak harapan-harapan yang ditempel di sana. Akhirnya saya ikutan nulis juga. Mau tahu nggak saya nulis apa? Ada deh hehe.
 



Trampoline Park BSD

Selama stay di hotel kegiatan kami cuma bersantai di kamar, makan, tidur, nonton TV, berenang, dan memanfaatkan beberapa fasilitas untuk berolah raga ringan. Pokoknya benar-benar santai kayak di pantai 😃 

Setelah check-out, kami tidak langsung pulang ke rumah, tapi pergi ke Q-Big BSD City. Dekat sih dari hotel, sekitar 3-4 kilometer saja. Q-Big ini adalah salah satu pusat belanja, kuliner, dan bermain yang ada di BSD City. Kami ke sana buat main trampolin, idaman Aisyah sejak lama. Baru sekarang kesampaian. Mumpung semua libur, bisa pergi bareng.

Tempat main trampolin-nya luas banget. Persis seperti trampolin di tempat lain yang pernah dilihat oleh Aisyah di Youtube. Sepertinya bisa buat main seratus orang sekaligus. Harga tiketnya Rp100.000/jam per orang. Kami beli tiket seharian, hanya nambah Rp25.000. Saya pikir mereka pasti kurang kalau hanya main 1 jam. Setelah mereka main, ternyata 1 jam mereka udah kecapekan dan minta udahan mainnya haha.


Harga tiket

Harus pakai kaos kaki seperti ini

Luas

Perhatian

Happy kids

Ada permainan indoor lainnya juga

Permainan outdoor


Waktunya pulang
Saking lelahnya main trampolin 😃

Libur Awal Tahun Baru 2018 di Kebun Raya Bogor

Keesokan hari pada tanggal 1 Januari 2018 kami piknik ke Kebun Raya Bogor. Kegiatan ini pun sebetulnya tidak terencana. Tiba-tiba saja pas malam tahun baru muncul obrolan untuk kumpul bareng sambil piknik tipis ke suatu tempat. Kumpulnya bukan saya dan keluarga saja, tapi sama mertua dan keluarganya adik-adik suami. Biar ramai sekalian. Mumpung pada libur. Kalau nggak libur sulit buat ketemu. Tempatnya nggak jauh, yang penting nyaman dan cocok buat kumpul keluarga. Maka, Kebun Raya Bogor (KRB) jadi pilihan. Dekat dan murah meriah.

Rencananya sih di Kebun Raya Bogor itu kami mau bikin foto keluarga, makan-makan, dan tentunya sambil menikmati suasana KRB di masa kini. Terakhir ke KRB itu Februari tahun lalu. Kalau ibu dan bapak mertua malah udah puluhan tahun katanya. Meski dekat, ternyata kalau nggak diniatkan ya nggak ke sana ya. Alhamdulillah jalan tol di tahun baru itu lancar jaya. Saya kira bakal padat dan macet. Ternyata lapang banget. Mungkin orang-orang masih pada di rumah, tidur setelah begadang menikmati malam tahun baru.

Kami sengaja membawa makanan dari rumah. Dimasak pagi-pagi, bekal buat makan bersama di KRB. Ibu mertua saya yang memang hobi masak, sangat bersemangat menyiapkan makanan. Yang dimasak sih yang gampang-gampang dan cepat, seperti ayam goreng, tempe dan tahu goreng, petis telur, sambal terasi, lalapan, nuget goreng, telur ceplok, dan kerupuk. Udah itu aja. Seharian di KRB seru banget. Anak-anak bermain, makan bareng, jajan es krim, dan foto-foto gembira. Alhamdulillah cuaca cerah selama kami di sana. Bikin suasana ceria sepanjang hari. 

Happy day

My lovely family 💗

Dua adik iparku yang cantik-cantik dan baik hatinya 😍

Usai piknik kecil-kecilan di KRB, esoknya saya dan keluarga kembali beraktivitas seperti biasa di rumah. Anak-anak banyak bermain, ditemani papanya yang masih libur sampai tanggal 5. Meskipun di rumah, ada saja kegiatan bermanfaat yang asyik untuk dilakukan bersama seperti mencuci mobil, menggambar, membaca buku, nonton film, merapikan lemari buku, mengecat kamar, memasak, bahkan merapikan pot tanaman. 

Nah, bicara tentang tanaman, selama musim libur itu saya sedang asyik-asyiknya menata kembali tanaman-tanaman hias di halaman kecil rumah kami. Suami yang sedang tak sibuk pun ikut membantu, bahkan beberapa kali mengajak saya pergi ke penjual tanaman hias. Katanya untuk menambah koleksi tanaman gantung saya yang masih sedikit. Boleh beli tanaman apa saja yang saya suka katanya. 

Wiiih....berasa sorga banget diajak belanja tanaman sampai puas haha. Kenyataannya sih saya nggak beli banyak, sekitar 10 jenis tanaman saja. Sesuai dengan tempat yang hanya bisa menampung sedikit tanaman. 

Ini sih mungkin kegiatan remeh temeh ya, tapi sungguh menyenangkan hati. Sama senangnya dengan merawat kucing peliharaan saya selama ini 😍 Kalau sudah begini, liburan di rumah saja terasa banyak bahagianya. 

Kalau kamu liburan di rumah saja, biasanya ngapain aja?
Punya tanaman hias gantung gini aja bisa bikin hati bahagiaaaa banget 💕
Kalau hati bahagia, makan jadi enak, bawaannya pingin jajan dan jalan terus bareng dia 😍


Tiap hari adalah hari baru. 

Hari baru bersama orang-orang yang bahagia. Semoga kami selalu sehat dan dipersatukan dalam cinta dan kasih sayang yang tak lekang oleh waktu. Aamiin.

"Oleh-Oleh" Penuh Cinta Sepulang Traveling untuk Suami

19.07 44 Comments
Teman-teman tahu kan ya, kalau saya tuh hobi traveling dan sering main di alam. Namanya di alam, kadang kamar mandi dan toilet itu nggak bersih. Saya jadi rentan kena keputihan. Alhasil, tiap pulang traveling ketemu suami, jadi rada minder. Masa udah lama nggak ketemu, eh suami ketemu istri yang tidak paripurna? 😄 Tapi untungnya sudah kenal Resik V. Saya jadikan bekal buat digunakan selama traveling. Pulang traveling disambut suami pun jadi pede 😍

Kado Cinta Mesra Untuk Suami Sepulang Traveling

Bermalam di Desa
 
Tahun lalu  saya traveling ke sebuah desa di Lampung. Menginap di salah satu rumah tradisional berusia lebih dari 300 tahun. Dibangun tahun 1741. Sederhana, kuno, tanpa nuansa horor. Yang mungkin saya anggap horor dalam tanda kutip adalah kakusnya, kemudian tempat mandinya.

Malam pertama di rumah tua itu, saya kebelet pipis saat baru saja pulang makan malam di rumah makan yang terletak di luar desa. Ditahan-tahan tak mungkin lagi. Dengan gegas saya pergi ke sumur di belakang rumah. Sumur terbuka dengan separuh dinding, tanpa atap, berpemandangan kebun singkong dan kebun karet. Jam 11 malam saat itu, sekeliling sangat gelap. Ada kakus berjarak sekitar 8 meter dari sumur. Tapi saya takut ke sana. Gelap euy. Saya juga tidak yakin dengan kakusnya. Akhirnya saya kencing dekat sumur. Duh!

Rumah tradisional tua yang kami inapi, halamannya bersih 💛
Di sini kami makan, tidur, berkumpul, dan berinteraksi dengan pemilik rumah yang baik 💜

Singkat cerita, selama dua hari saya tak pernah masuk WC rumah yang kami inapi. Baik siang maupun malam. Padahal teman-temanku sudah masuk beberapa kali. Mereka biasa saja, tak ada masalah. Tapi saya, ada saja yang dikhawatirkan. Kalau malam, saya takut dengan suasananya yang gelap dan sepi, pinggir kebun pula. Kalau siang, takut memergoki sesuatu yang sebetulnya biasa saja tapi bisa jadi malah membuat saya jijik. Saya juga ragu pada air sumur yang saya timba. Kadang bercampur rumput, daun, dan bongkahan tanah kecil-kecil. Jika saya gunakan untuk membasuh seluruh badan, seolah ‘kotoran’ itu bakal masuk ke bagian tubuh yang tersembunyi, seperti organ kewanitaan. Euuh…horor! Memang nggak bakal mati mendadak sih karena itu, tapi gimana dong kalau rasa kuatir sudah menghinggapi dan nggak mau pergi?

Sumur, tempat mandi dan kakus di belakang sana

Dihantui Toilet

Mungkin pengalaman saya ini remeh temeh, norak, dan ngeselin. Saya menceritakannya tidak dalam rangka menyatakan diri sok bersih atau sok kota. Apalagi untuk menjelekkan kondisi MCK di rumah tempat menginap. Sama sekali tidak. Ini tentang ketidakmampuan pribadi untuk merasa nyaman pada semua kondisi toilet dan tempat mandi yang ditemui. Hal ini tidak terjadi saat saya di desa yang saya ceritakan di atas saja, di beberapa tempat lainnya juga, di daerah lain pada waktu yang lain. Obsesif? Ya. Uuuuh... 😬

"Ma, kalau klosetnya kotor, coba minta tolong salah satu dari mereka buat bersiin ya." 😃

Saya nggak melulu traveling ke desa atau pun tempat terpencil yang minim fasilitas. Kadang stay di hotel dengan toilet kinclong. Tapi, sebersih apapun toilet, tetaplah sebagai tempat membuang kotoran. Kotoran identik dengan kuman, salah satu penyebab keputihan. Itu kenapa toilet selalu horor buat saya. Kuman memang tidak kelihatan secara langsung oleh mata. Tapi bisa dikenali dari kondisi yang ada saat itu, misalnya dari bau tak sedap atau pun dari adanya kotoran yang terlihat. Kalau tempatnya kinclong dan wangi? Tetap nggak jamin bebas kuman. Lebih baik berhati-hati. 

Di gunung nggak ada toilet wangi, adanya WC sempit di pelatarannya dan sering berbau nggak sedap

Toilet bersih yang membuat nyaman, bukan soal mewah. Meskipun sederhana di desa, jika gayung, ember, air, dan klosetnya bersih, maka saya tak khawatir. Memilih bersih untuk urusan terkait organ kewanitaan ketika traveling bagi saya sangatlah penting. Terlebih di saat menstruasi di mana kondisi Miss V rentan iritasi dan infeksi. Berharap semua tempat dalam kondisi bersih bebas kuman adalah mustahil. Yang bisa dilakukan cuma mencegah, menghindari, dan mengatasi, selagi bisa. Bukan soal nggak berani kotor. Kena kuman di area kewanitaan urusannya bisa panjang. Itu kan aset penting yang harus dijaga, salah satu sumber kebahagiaan hidup bersama pasangan 👫

Di kapal kayu nggak ada WC, harus ke WC umum di daratan dulu kalau mau buang air

Bekal Traveling Untuk Menjaga Area Kewanitaan

Saat traveling, saya punya beberapa perlengkapan wajib bawa yang berhubungan dengan urusan kebersihan di area kewanitaan. Kalau sampai lupa bawa, berasa banget kuatirnya. Menuh-menuhin isi tas tak apa, selama berguna. Di antaranya gel antiseptik pembersih tangan. Selain praktis, juga higienis. Namanya di jalan, apa saja dipegang dan nggak tahu kan kapan dan dimana kuman-kuman nempel di tangan. Tangan bersih bukan hanya saat akan memegang makanan, tapi juga saat ke toilet, baik sebelum menyentuh area kewanitaan maupun sesudahnya. Walau di toilet ada sabun buat cuci tangan, gel antiseptik tetap kupakai setelahnya. Tak apa double, asal yakin jadi bersih.

Jangan atas aja yang dirawat (wajah), yang bawah juga perlu (Miss V maksudnya) 😆

Tisu kering dan basah selalu ada di tas, berguna buat apa saja dan kapan saja. Termasuk saat ke toilet. Saya kan nggak selalu masuk toilet bagus yang dilengkapi tisu dan pengering. Jadi harus sedia sendiri. Mengelap pakai tisu itu penting buatku. Saya gak mau usai dari toilet dalam keadaan selangkangan basah atau lembab. Apalagi setelah itu lanjut beraktivitas, kemudian keringatan. Rentan bakteri dan jamur. Selain tisu, kadang saya pakai handuk kecil kering buat mengeringkan. Lumayan jadi hemat tisu, asal handuknya ganti tiap hari.

Saya juga kerap sedia sabun pencuci tangan cair sendiri. Biasanya saya masukkan dalam botol kecil yang mudah dibawa-bawa. Nggak setiap toilet sedia toh? Kalau di bandara atau terminal-terminal keren, mungkin saja ada. Kalau di pasar, SPBU, terminal angkot, warung makan kecil pinggir jalan, belum tentu.

Jangan lidah sendiri aja yang perlu dimanjain dengan minuman segar, lidah suami juga perlu dimanjain dengan yang "segar dan wangi". lol 😜

Saya pengguna panty liners yang aktif. Penolong saat padat aktivitas, terutama saat keputihan (normal) sedang banyak. Saya kurang nyaman pakai celana sekali pakai, agak kemresek gitu. Biasanya ada saat saya nggak mau pakai panty liners karena iritasi sesudah pakai pembalut selama haid. Jadi pakai CD saja, tapi sering ganti sampai 4x dalam sehari. Nah kalau sedang dalam kondisi begini, biasanya saya akan bawa CD yang banyak. CD nya digulung kecil-kecil, dimasukin plastik bening satu-satu. Tiap masuk toilet ganti CD. Gitu aja terus sampai kondisi Miss V udah gak iritasi lagi baru pakai panty liners lagi. Tujuannya biar selalu bersih.

Kalau sekujur tubuh wangi dan bersih, laki mana yang gak pengen nempel mulu 😃

Selain yang sudah saya sebutkan tadi, satu lagi yang belakangan ini selalu saya bawa saat traveling yaitu cairan antiseptik alami Resik V Godokan Sirih. Nah, kalau yang satu ini memang buat bersih-bersih langsung ke lokasi sasaran. Selain membersihkan, cairan antiseptik ini juga membuat area kewanitaan jadi wangi. Bukan hanya jadi bekal untuk penggunaan saat bepergian, tapi wajib ada di rumah untuk digunakan sehari-sehari. 

Ini diaaaa yang wajib kubawa-bawa saat traveling 💕

Tentang Keputihan


Seperti yang sudah banyak diketahui bersama, keputihan merupakan cairan yang keluar dari area kewanitaan yang bukan berupa darah. Penyebabnya bisa karena infeksi atau non infeksi. Ada 2 jenis keputihan yaitu keputihan fisiologis dan keputihan patalogis. Keputihan fisiologis sifatnya normal, tidak berbahaya dan terjadi menjelang menstruasi atau setelah menstruasi serta pada masa subur setiap bulannya dan tidak berlangsung dalam jangka waktu yang lama. Sedangkan Keputihan Patalogis adalah infeksi, bakteri, virus atau parasit yang berada dalam atau sekitar area kewanitaan yang dapat menjalar dan menyebabkan peradangan pada area kewanitaan. Terasa gatal, berbau busuk dan kemerahan atau rasa panas dan nyeri merupakan indikasi adanya penyakit pada area kewanitaan dan ini sifatnya berbahaya.

Cukup wajahku aja yang keputihan, Miss V jangan 😝

Alhamdulillah selama ini belum pernah sampai mengalami keputihan patalogis. Jangan sampai deh terjadi. Mengalami gatal, keputihan, dan bau tidak sedap pada area kewanitaan itu sungguh tidak mengenakan. Aktivitas sehari-hari terganggu, diri pun tidak merasa nyaman dan tidak percaya diri. Mengalami keputihan normal saja nggak nyaman kok. Apalagi keputihan infeksi. Untuk itu, sebagai cara untuk pencegahan saya selalu menggunakan Resik V Godokan Sirih yang merupakan antiseptik alami yang efektif mengatasi keputihan & masalah infeksi daerah kewanitaan.

Cukup Sprei-nya saja yang keputihan, yang di balik sprei jangan 😂

Mengenal Resik V Godokan Sirih


Resik V Godokan sirih terbuat dari air rebusan daun sirih asli dan diperkaya dengan ekstrak rumput fatimah. Sudah teruji secara Mikrobiologi membantu mengurangi jumlah jamur Candica Albicans yang menjadi penyebab keputihan, gatal-gatal, serta mengurangi bau yang tidak sedap. Yang bikin happy, antiseptik alami ini sudah mendapatkan sertifikat Halal dari MUI. Ini penting banget buat yang muslim. Karena untuk membersihkan tubuh tentu harus memakai bahan-bahan yang halal sehingga aman dan dapat digunakan sehari-hari dan dapat merasakan manfaatnya untuk pemakaian luar.

Resik V Godokan Sirih andalanku 💕

Resik V dianjurkan dipakai oleh setiap wanita yang sudah menstruasi. Jadi bukan hanya untuk seorang istri. Tahu kan ya, kalau sedang menstruasi biasanya area kewanitaan jadi rentan terkena “infeksi” karena penggunaan pembalut, aktifitas yang padat dan faktor hormonal. Saya sering mengalami itu, penyebab utamanya sih karena pembalut. Pakai pembalut merk apapun, mudah sekali iritasi, dan itu berpotensi infeksi. Kalau gak pakai pembalut ya gak mungkin. Biar selalu bersih, saya harus sering-sering ganti dan membersihkannya pakai godokan sirih. Biasanya saya pakai sebelum, saat, dan sesudah menstruasi. Ngeri euy kalau sampai infeksi. Godokan Sirih juga cocok merawat daerah kewanitaan selama masa “Nifas” atau sehabis melahirkan.

Yang ingin tahu lebih banyak mengenai produk ini, boleh dilihat di website officialnya ya http://www.kino.co.id/brands/personal-home-care/resik-v-godokan-sirih/ 

Cium botolnya dulu, abis itu baru cium yang dibersiin oleh isi botolnya. lol
 
Cara pakai Resik V Godokan Sirih mudah kok 
 
Kocok terlebih dahulu sebelum digunakan. Setelah itu tuangkan Resik V Godokan Sirih secukupnya di telapak tangan, basuhkan ke area kewanitaan dan sekitarnya, terakhir basuh dengan air hingga bersih. Selesai deh. Oh ya, ini hanya digunakan untuk pemakaian luar ya.

Godokan sirih ini dianjurkan digunakan setiap mandi  atau setiap saat di perlukan untuk membersihkan area kewanitaan. Wangi sirihnya sangat fresh. Ketika dibasuh di area kewanitaan ada sensasi segar. Teksturnya ringan dan tidak terkesan soapy seperti sabun biasa. Warnanya bening, mudah larut, mudah untuk dibilas dan tidak meninggalkan rasa lengket. Berasa nyaman banget dipakai. 

Resik V Godokan Sirih bukan sekedar cairan beraroma sirih, melainkan memang rebusan daun sirih asli yang diproses dan dikemas dengan menggunakan teknologi canggih. Kemasannya pun sangat simple dan praktis, tutupnya berbentuk flip sehingga tidak mudah tumpah dan terjaga ke higienisannya. Tersedia dalam ukuran 100ml. Kecil, mudah masuk tas dan dipakai setiap saat dibutuhkan. Cocok banget jadi bekal selama bepergian.  

Pak Suami: "Pake terus ya, Ma!" Buk Istri: "Iyalah maaaas" 💗

Untuk kenyamanan suami

Merawat wajah biar suami betah memandangi, merawat organ kewanitaan biar suami betah berhubungan intim hehe. Yes, memelihara kesehatan organ kewanitaan itu bagiku merupakan salah satu kunci dalam menjaga keharmonisan suami-istri. Kalau bersih dan harum, suami juga yang suka. Kita pun bahagia. Atas bawah terawat, suami mana yang nggak lengket mulu sama istrinya. Lol 😂 


Cepat pulang, pa, ditunggu di rumah! 💕😂

Kalau selama ini saya telaten banget menjaga kebersihan Miss V saat bepergian, sampai kelihatan berlebihan takut masuk toilet yang gimana-gimana, tujuannya supaya pulang nggak bawa penyakit ke rumah. Nah, kalau di rumah saja tak ke mana-mana tetap menjaga dan merawat kesehatan Miss V, gunanya buat menyambut suami saat pulang ke rumah. Soalnya suami saya termasuk sering keluar kota buat urusan kerja. Biarpun perginya cuma sehari atau dua hari, paling lama seminggu lah ya, saya pasti ingin menyambutnya pulang dengan sesuatu yang WOW.

Ranjang siap bergelora 😂

Menyambut suami pulang atau pun menemui suami sepulang traveling nggak cuma dengan wajah kinclong dan senyum seindah bidadari, tapi juga dengan Miss V yang wangi, bersih, dan keset he he. Kalau sudah begini, tiada malam tanpa gairah yang membara. 

Traveling bikin happy, Resik V Godokan Sirih bikin nyaman suami 💓💓

Jaga kebersihan Miss V di mana pun dan kapan pun yuk!

Traveling bikin saya happy, Resik V bikin suami lebih happy