Pasar Kampung Bekelir Destinasi Pariwisata Baru Kota Tangerang

19.38 2 Comments
pasar genpi kampung bekelir genpi banten
Pasar Kampung Bekelir

Pasar Kampung Bekelir #DestinasiDigitalKita

Sudah sejak akhir tahun lalu saya mendengar tentang Kampung Bekelir. Baru bulan Februari 2018 ini bisa berkunjung. Dulu tahu dari foto-foto yang berseliweran di sosial media, diposting oleh para anak muda kekinian yang suka dengan hal-hal baru. Tahun 2018 Kampung Bekelir makin viral, terutama dari akun Instagram @KampungBekelir itu sendiri, dan akun @GenpiBanten yang saya ikuti sejak tahun lalu. 

Beneran deh, melihat foto dan video yang banyak dibagikan di sosial media itu sukses bikin saya kepincut. Jadi penasaran dan gak sabar ingin berkunjung. Apalagi lokasinya masih di daerah sendiri, dekat pula dari BSD tempat tinggal saya di Tangerang Selatan. Masa nggak ingin lihat langsung, ya kan. Harus datang pokoknya, biar merasakan sendiri sensasi kekinian dari sebuah kampung yang dulunya katanya agak kumuh tapi kini mendunia itu. 
plang nama kampung bekelir
Plang Kampung Bekelir di tepi Sungai Cisadane

Lokasi Kampung Bekelir

Kampung Bekelir terletak di RW 01 Kelurahan Babakan, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang. Untuk sampai ke sini, kami mengikuti petunjuk  google map yang ada di bio akun IG @KampungBekelir. Dari Serpong ke arah Cikokol, lanjut ke arah TangCit, Taman Gajah Tunggal, dan seterusnya ikuti jalan sampai masuk Jalan Perintis Kemerdekaan. Sepanjang jalan di sisi Sungai Cisadane itu melewati Graha Malika, Jembatan Merah, dan setelah itu akan tiba di sebuah pertigaan yang di depan sebelah kirinya, persis di pinggir sungai, ada plang besar bertuliskan Kampung Bekelir.

Kalau sudah ketemu plang nama Kampung Bekelir, kudu foto dong ya. Pemandangannya cakep kok. Tepi sungai, ala kota, nggak kumuh. Yang menarik, pelataran plang nama ini bergambar 3 dimensi. Jadi kalau foto, seolah nyata. Sekitar 10 meter setelah plang nama ada deretan tenda-tenda gerobak makanan. Tertata rapi dan bersih sepanjang pinggir kali. Asyik buat duduk-duduk santai menikmati semilir angin, dan tentunya sambil kulineran.

Saat ini tidak ada tempat parkir khusus untuk pengunjung. Kalau mau parkir, lebih memungkinkan jika ambil jalan sebelah kanan dari pertigaan. Jalannya lebih lebar, bisa 3 mobil dalam satu jalur. Sedangkan jalan di sebelah kiri pertigaan jalurnya 2 arah, cukup untuk 1 mobil saja. Kalau parkir bakal bikin sempit jalan.  
 
Pertigaan di depan plang Kampung Bekelir

Jalan dua jalur pinggir sungai Kampung Bekelir

Peta lokasi Kampung Bekelir

Gambar 3 D di lokasi plang nama Kampung Bekelir

Spot foto kekinian pokoknya 😃

Jalan Masuk Kampung Bekelir

Ada beberapa mulut gang yang jadi jalan masuk Kampung Bekelir.
Pengunjung bisa lewat mana saja. Kemarin kami parkir mobil di Alfamart. Tepat di sebelahnya ada jalan masuk Kampung Bekelir. Nah, jalan inilah yang menjadi ‘gerbang’ utama Kampung Bekelir. Kenapa? Karena hanya di gang inilah saya lihat ada spanduk di mulut gang yang bertuliskan “Selamat Datang di Pasar Kampung Bekelir”. Selain itu, di tembok lorong paling depan ada mural besar bertuliskan Dariku Kotamu. Melihat ini bikin langsung ingin berfoto.

Beberapa langkah dari mulut lorong ada payung-payung bermacam warna tergantung di atas jalan gang. Pemandangan ini tidak ditemui di gang lain. Jadi kalau masuk lewat sini memang berasa banget seolah disambut langsung oleh kemeriahan kampung yang bekelir. Warna-warni! Suasana ceria langsung terasa.  

Mulut gang Kampung Bekelir di samping Alfamart

Payung-payung penuh warna menyambut di gang masuk

Mural Dariku Kotamu di mulut gang Kampung Bekelir

Sekilas Tentang Kampung Bekelir

Kampung Bekelir dulunya adalah kampung kumuh sedang yang ada di tengah Kota Tangerang. Luas seluruhnya 4 hektar. Terdiri dari 4 RT. Saat ini berpenduduk 1357 jiwa dari 353 kepala keluarga. Dicanangkan pada tanggal 30 Juli 2017 dan baru diresmikan oleh Walikota Tangerang pada tanggal 19 November 2017. Konsep kampung Bekelir adalah: mural grafity, warna-warni/bekelir, dan penghijauan. Seperti yang disampaikan oleh Pak Abu Lurah Kampung Bekelir, Konsep Kampung Bekelir sendiri mengadopsi dari Kampung Malaka di Malaysia karena di sana ada beberapa kampung yang dekat dengan sungai.

Kedepannya Cisadane akan dioptimalkan dengan pengadaan spot seperti flying deck, flying fox, becak wisata, dan transportasi air,” ujar Pak Abu.

Seperti yang saya saksikan saat berkunjung, selain bekelir, kampung ini juga terlihat cantik dengan adanya tanaman-tanaman yang ada di depan tiap rumah. Meski tak punya lahan, warga tetap melakukan penghijauan dengan menanam tanaman hias pakai pot yang digantung maupun duduk. Membuat kampung tampak segar. Jalan dalam lorong yang ditutupi konblok pun bekelir, semakin menambah keceriaan kampung. 



Keadaan bersih di tiap gang yang saya lalui, menghadirkan kenyamanan selama berkeliling. Memang belum semua gang bersih. Ada satu gang yang saya jumpai terdapat tumpukan material kayu bekas bercampur sedikit sampah plastik, cukup mengganggu penglihatan. Sepertinya berasal dari rumah tua kosong yang ada di dekatnya. Tapi secara keseluruhan, Kampung Bekelir sudah bisa diacungi jempol soal kebersihan.

“Alhamdulillah masyarakat selalu guyub dan kompak untuk menata kampungnya. Ada juga beberapa pendatang daerah dari Kota Denpasar, Kota Soppeng, Kota Bandung, dan Kota Serang. Hal ini menunjukkan lokus penilaian Adipura, juga lokus penilaian PHBS (Perilaku Hidup Bersih) di tingkat nasional,” terang Pak Abu.

Menurut catatan, tahun 2017 ada 1200 wisatawan lokal dan 25 wisatawan asing dari 17 negara yang sudah hadir ke Kampung Bekelir. Menakjubkan memang. Bagaimana tidak, kampung pinggir sungai yang dulunya kumuh kini dikenal secara nasional dan mulai punya nama di mata internasional. 

Jalan dalam gang pun bekelir

Masjid di Kampung Bekelir

Gang sempit tapi bersih

Bersama Pak Lurah dan Pak RW Kampung Bekelir

Pasar Kampung Bekelir Destinasi Digital Kita dari Genpi Kota Tangerang

Dari grup WA Genpi Banten yang saya ikuti, di mana saya adalah salah satu anggotanya, saya mendapat informasi kalau Minggu tanggal 11 Februari 2018 akan diadakan soft launching Pasar Genpi di Kampung Bekelir yang merupakan kolaborasi Genpi Kota Tangerang dan Genpi Banten selaku Genpi provinsi. Pasar ini merupakan pasar digital Kota Tangerang yang nantinya pada saat grand launching akan mengundang kementrian parisiwisata dan Genpi Nasional. Saya ingin sekali hadir saat itu. Tapi di hari yang sama saya sedang berangkat menuju Tidore, Maluku Utara. Sepulang dari Tidore barulah rencana berkunjung terlaksana, tepatnya di hari Minggu, 18 Februari 2018.

Sama seperti pasar Genpi di provinsi lain yang buka tiap hari Minggu, Pasar Kampung Bekelir pun demikian. Buka dari jam 06.00 sampai 12.00 WIB. Hari Minggu saya berangkat pagi jam 7 bersama suami. Cuaca sedang hujan, deras sepanjang jalan menuju Tangerang. Sampai di lokasi mulai reda. Udara dingin dan langit mendung bikin lapar. Begitu sampai suami langsung jajan nasi ulam.

Cocok juga datang kemari buat sarapan. Abis sarapan bisa lanjut cuci mata keliling kampung. Atau olahraga jalan pagi di sekitaran pinggir sungai. Atau lanjut janjian ketemu teman, kumpul dan nongkrong bareng di pasar.  

Kolaborasi Genpi Kota Tangerang dan Genpi Banten - @ExcitingBanten

Suasana pasar
Destinasi digital di kampung cantik

Kawan-kawan Genpi - in frame: Mas Bondan (Genpi NTT)

Souvenir

Warung di Kampung Bekelir

Kuliner Pasar Kampung Bekelir

Enaknya berkunjung ke Kampung Bekelir di hari Minggu itu kita bisa kulineran. Pasarnya memang identik dengan kuliner. Kuliner khasnya macam-macam. Kalau kemarin, baru beberapa yang saya jumpai. Penjualnya kalau menurut saya masih sepi. Tapi mungkin karena sejak pagi hujan ya. Orang-orang yang datang pun masih sedikit. Siangnya baru agak ramean. Mudah-mudahan di minggu-minggu berikutnya penjual dan pembelinya makin ramai. Makin banyak orang yang tahu ada pasar Kampung Bekelir, bukan tak mungkin pengunjung pun makin ramai. Makin banyak penjual, makin benar-benar berasa suasana pasarnya.

Kuliner paling khas dari Kampung Bekelir adalah nasi ulam. Nah, nasi inilah yang dinikmati oleh suami saya ketika baru sampai. Kalau saya, mencicipinya agak siangan, bareng Ayu, Diska, dan mas Bondan dari Genpi NTT yang hari itu kebetulan sama-sama berkunjung.  






Nasi ulam terbuat dari nasi biasa yang dimasak dengan kelapa sangrai (dicampur). Toppingnya semur jengkol. Jengkolnya dipotong kecil-kecil mirip potongan kentang yang disambal. Saya kira itu kentang, karena rasanya tidak seperti jengkol. Maka tertawalah teman saya si Ulfa saat saya sebut itu kentang he he. Selain itu, ada timun iris, mihun tumis, daun kemangi, kerupuk dan bawang goreng yang ditaburkan di atas nasi. Gurih, enak dan mengenyangkan.

Makanan lainnya yang bisa dinikmati di Pasar Kampung Bekelir di antaranya: Pepes Ikan Peda Rp8.000,- Pepes Ikan Kembung Rp8.000,- Pepes Ikan Teri Rp7.000,- Pepes Tahu Rp2.500,- Pepes Oncom Rp 2.000,-. Ada juga seblak, biji ketapang, dodol khas Tangerang, Kecap buatan Tangerang, Cilok Bumbu Rp5.000,- Cilok Kuah+Ceker Rp5.000,- Jaseku (jagung susu keju) Rp3.000,- dan lain sebagainya. Semua dijual dengan harga terjangkau.
 






Para penjual di Pasar Kampung Bekelir adalah warga Kampung Bekelir. Dengan adanya pasar ini membuat warga jadi punya kegiatan yang bermanfaat dan menguntungkan. Bagi pengunjung yang ingin membawa pulang oleh-oleh dari Kampung Bekelir, ada produk baju kaos, topi, gelang, celengan, dan mug berlogo Kampung Bekelir. Harganya bersahabat. Bisa jadi kenang-kenangan atau buah tangan buat orang di rumah.  





Ribuan Mural Indah Karya Ratusan Seniman

Hal paling saya senangi dari Kampung Bekelir tentu saja 1120 seni mural graffiti yang tergambar di tembok-tembok rumah warga. Benar-benar indah dan sangat instagramable. Rasanya setiap saat langkah jadi terhenti untuk berfoto. Suami yang pegang kamera pun tak bosan-bosan meminta saya berpose di mana pun ada mural. Karya 120 seniman yang hadir di Bekelir memang sungguh memukau. 300 rumah dicat warna-warni. Semuanya indah. Saya pernah lihat video penampakan atas kampung yang diambil pakai drone, warna-warni atapnya sangat menarik.

Menurut Pak Abu, nantinya akan dibangun menara khusus untuk memandang Kampung Bekelir dari ketinggian, sekaligus jadi spot berfoto para wisatawan. Saya langsung membayangkan, jika itu terwujud kampung ini akan makin sah disebut destinasi kekinian. 














Kampung Bekelir di kelilingi oleh sejumlah objek wisata Tangerang lainnya yang tak kalah menarik. Sebut saja Jembatan Berendeng yang baru diresmikan pada tanggal 4 Februari 2018 lalu. Jembatan warna-warni yang menghubungkan wilayah Benteng Makasar di kecamatan Tangerang dan wilayah Gerendeng di kecamatan Karawaci ini memiliki keistimewaan pada pijakan kaca yang menjorok ke sungai di tengah jembatan. Jembatan kaca masih langka ada di Indonesia. Saat ini tercatat ada di Malang dan Kota Tangerang.  

Jembatan Berendeng


jembatan berendeng
Jembatan Kaca
Bersama teman-teman TIM GENPI: Nisa Genpi Banten, Yeni Genpi Lebak, Ulfa Genpi Kota Tangerang

Masjid Tua Kali Pasir, Klenteng Boen Tek Bio, Pasar Lama, dan tepian sungai Cisadane juga dekat dari Kampung Bekelir, bisa jadi tambahan tujuan wisata setelah dari Kampung Bekelir. Tempat kuliner pun sangat banyak. Sore itu, sepulang dari Kampung Bekelir kami menikmati kuliner Laksa Tangerang yang berpusat dekat lapas wanita Tangerang. Meski sudah beberapa kali makan laksa di sini, saya nggak pernah bosan. Menu enak yang mengenyangkan. Kalau ke Tangerang, kuliner satu ini mesti dicoba. 

Laksa Tangerang

Kuliner Favorit Warga Tangerang

Nyaman, bersih, enak dan mengenyangkan

Kamu sudah ke sini?


Destinasi Digital di Akhir Pekan

Pasar Kampung Bekelir akan buka lagi di hari Minggu berikutnya, dan seterusnya. Kalau sedang tak ada kegiatan lain, main ke Kampung Bekelir bisa jadi kegiatan yang menyenangkan. Bisa banget buat ajak keluarga, teman, sahabat, atau pacar. Selain kulineran dan foto-foto seru, bisa nongkrong asyik sambil menyaksikan atraksi-atraksi dari beragam komunitas yang bernaung di Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Dinas Kominfo Kota Tangerang. Tiap minggu atraksinya berganti. Kalau kemarin, ada atraksi seni budaya yakni karate warga Babakan. Minggu sebelumnya ada aksi sosial dan pertunjukan stand up comedy hingga gowes sepeda bareng. 

Minggu depan ada atraksi apa lagi ya? Pantengi saja akun @GenpiKotaTangerang dan @GenpiBanten ya. 

Destinasi potensial di tepian Cisadane

Kulineran di tepi sungai

Kuliner

Jangan lupa bawa kamera buat foto-foto cantik

Bareng teman pasti seru

Bagus dan Berkarakter

Pasar Kampung Bekelir adalah destinasi baru yang menganut destinasi wisata digital. Bicara tentang digital, otomatis benak kita langsung tertuju pada segala sesuatu yang berkaitan dengan internet, ya kan. Nah, koneksi internet di Pasar Kampung Bekelir sangat bagus lho. Semua provider bisa diakses dengan cepat. Jadi nggak usah khawatir dengan urusan meng-upload aksi keren di sosial media, dijamin lancar. Ayo viralkan terus Kampung Bekelir 😍

Buat orang-orang luar daerah yang sudah tahu tentang Kampung Bekelir dan berniat ingin mampir, keberadaan Kampung Bekelir tak jauh dari Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang. Tinggal melipir nggak pakai lama dan sulit.



“Mudah2an Kampung Bekelir ini menjadi berkah bagi masyarakatnya dan jadi lebih sejahtera,” harap Pak Abu saat menutup perbincangan.

Aamiin.

Saat kemandirian masyarakat naik, perekonomian akan jalan dan warga punya wadah untuk berkarya. Selamat dan terus sukses ya, Kampung Bekelir.



*******

Follow akun instagram berikut ini yuk:
@Kampungbekelir 
@PasarKampungBekelir 
@GenpiKotaTangerang
@GenpiBanten
@genpi_ig

IG saya juga ya : @Travelerien 😘


Video Kampung Bekelir :
. .