Liburan Asyik di Belitung Bersama Picniq Tour & Travel

12.04 14 Comments
Belitung memiliki potensi yang hampir komplet dari segi alam, budaya, kuliner, dan tradisi. Oleh karena itu Kementerian Pariwisata menetapkan Belitung sebagai salah satu dari 10 destinasi wisata yang diprioritaskan untuk dikunjungi oleh warga lokal maupun mancanegara. 

Sudahkah kalian berkunjung ke Belitung?

bandara tanjung pandan belitung
Liburan Belitung

Berwisata ke Belitung sangat mudah, baik secara mandiri, maupun dengan menggunakan jasa travel agent. Kalau saya pribadi, sependek empat kali pernah mengunjungi Belitung (dalam rentang waktu dari tahun 2015-2017), semuanya menggunakan travel agent


Enak mana, pakai travel agent atau mandiri? Karena saya belum pernah merasakan berwisata di Belitung secara mandiri, bagi saya pakai travel agent paling enak dan menguntungkan, di antaranya: kemudahan akomodasi dan transportasi, guide yang membuat perjalanan lebih terarah, waktu lebih efektif, lebih banyak objek wisata yang bisa disambangi, biaya lebih murah, dan kenyamanan pun terjamin.

Saya percaya, ada nilai lebih saat memilih travel agent yang berdomisili di Belitung untuk berwisata di Belitung. Inilah yang saya lakukan ketika berkunjung ke Belitung, baik yang pertama kali maupun yang kedua kali. Kesan baik dan kepuasan yang saya dapat dari travel agent sebelumnya, masih terasa sampai sekarang. Kemudian, saat liburan Belitung pada bulan Juli tahun ini, saya menggunakan jasa travel agent lainnya yaitu Picniq Tour & Travel. Sama baiknya, lebih puasnya. Pengalaman liburan dengan travel agent inilah yang akan saya ceritakan dalam tulisan ini. 

Terbang dari Jakarta - Belitung

Mungkin sudah banyak yang tahu, saat ini ada tujuh maskapai yang melayani penerbangan dari Jakarta ke Belitung setiap harinya. Kalau penerbangan langsung dari daerah lain seperti Palembang dan Bangka, jumlahnya mungkin lebih sedikit (silakan cek di situs-situs pemesanan tiket). Ramainya jadwal dan rute terbang ke Belitung menandakan tingginya jumlah kunjungan ke Belitung. Sebagai destinasi wisata populer di Indonesia, sudah bisa ditebak kunjungan tersebut kemungkinan didominasi oleh wisatawan.

Yang hebat dari Belitung, sejak tgl. 10 September 2017 Bandara HAS Hanandjoedin Tanjung Pandan melayani penerbangan internasional. Penerbangan tersebut adalah penerbangan charter internasional Sriwijaya Air dari Kuala Lumpur menuju Tanjung Pandan pergi-pulang (pp). Dengan adanya penerbangan tersebut, ASPPI Bangka Belitung (Babel) berhasil memecahkan rekor sebagai asosiasi pariwisata pertama di Indonesia yang bisa charter pesawat untuk penerbangan internasional! Wow keren. 

ASPPI Bangka Belitung jadi asosiasi pariwisata pertama di Indonesia yang berhasil charter pesawat untuk penerbangan internasional

Wisatawan Belitung liburan di Malaysia dengan penerbangan langsung dari Belitung ke Malaysia


From Belitung to The World

Pada tanggal 9-12 Nopember 2017, sebanyak 187 wisatawan Indonesia dibawa terbang ke Malaysia. Para wisatawan merupakan gabungan dari tamu-tamu PICNIQ dan tamu dari beberapa travel agent lainnya. Jeffry, owner PICNIQ, menjadi tour leader dalam perjalanan wisata 4D3N ke Malaysia tersebut.

Seperti apa sih sosok Jeffry ini? Jeffry adalah sosok muda yang terampil  dibidang usaha wisata. Di usianya yang ke-32 tahun ini, Jeffry tidak hanya telah sukses dengan usaha tur keliling Indonesia dan ke luar negeri, tetapi juga usaha kuliner. Bersama rekan-rekannya sesama pemilik travel agent, Jeffry mendirikan Kafe Kopi Kong Djie di Jalan Biak Jakarta. Saya dan rekan-rekan blogger pernah diundang saat peresmian kafe untuk diajak menyeruput Kopi Kong Djie dan aneka kuliner khas Belitung lainnya di hari pertama peluncuran kafe.

Saat berlibur di Belitung, Jeffry sendiri yang menemani kami piknik cantik di Pulau Leebong. 

Jeffry, owner Picniq Tour & Travel

Banyak cerita bahagia dari liburan Belitung yang belum saya tuliskan di blog. Sebagian baru berupa catatan-catatan kecil yang diposting di medsos (Instagram, Twitter, FB). Kalau nanti sudah tiba waktunya, akan saya tulis dan posting juga di blog ini. Tunggu saja πŸ˜—

Jika ingin baca keseruan kami selama di Belitung, kalian dapat membacanya di blog rekan-rekan blogger yang pergi bersama saya saat itu. Ada Mbak Dian Radiata, Tomi Purba, Atanasia Riant, Dewi Ratnasari, Aji, Primastuti, dan Mas Elton


Silakan masuk ke blog mereka, lalu cari tulisan tentang Belitung, maka kalian akan menemukan banyak cerita kami tentang liburan bersama Picniq Tour dan Travel. Tulisan yang mereka posting bukan hanya satu, tapi lebih. Ada yang memposting dua hingga tiga tulisan πŸ˜ƒ Selain blog, mereka juga membuat video yang di-upload di Youtube. Bahkan videonya ada yang tayang di NET TV lho 😍

Nggak nyangka dibuatin spanduk segala 😍


Jeffry pemilik Picniq Tour & Travel adalah orang Belitung yang berdomisili di Belitung. Jeffry berkecimpung di dunia pariwisata sejak tahun 2010. Setelah melakoni banyak pengalaman dengan usaha wisata yang dirintis bersama rekannya, baru pada tahun 2015 PICNIQ didirikan sebagai usaha pribadinya. Diusianya yang masih muda, sejak berdiri hingga saat ini PICNIQ sudah melayani jasa tur ke banyak daerah bahkan ke luar negeri. Sudah ada 30 destinasi terjual dengan total 1200 customers.

Saya memiliki pengalaman menyenangkan bersama Picniq Tour & Travel. Karena itu saya berani merekomendasikannya kepada orang lain, salah satunya kepada mbak Anne, founder Indonesian Food Blogger (IDFB) yang berlibur ke Belitung pada bulan Oktober lalu. Saya kenal mbak Anne sebagai ibu dari keluarga yang bila jalan-jalan pasti mampu menghabiskan duit banyak….ehemSo, saya ingin Mbak Anne dan keluarga dapat pengalaman hebat dan berkesan saat berlibur ke Belitung. Maka, saya sarankan padanya pakai PICNIQ. 


Baca juga : 12 Tempat Wisata Kuliner di Belitung


Mbak Anne liburan di Pulau Pasir Burung

Anak mbak Anne liburan di Pulau Leebong

Mbak Anne bagai punya pulau pribadi...sepi dan tenang

Instagram @andrie_anne

Liburan Belitung mbak Anne sudah satu bulan berlalu. Baru sehari yang lalu saya kepo : “Puas atau kecewa, mbak?” Jawabannya : “JEMPOL!


Alhamdulillah. Jawaban itu membuat saya LEGA! Mbak Anne juga memberikan beberapa testimoni tentang pelayanan yang didapatnya selama keliling Belitung. Secara keseluruhan, mbak Anne mengaku puas.

Sebetulnya, tanpa saya bertanya pun, kepuasan dan kegembiraan Mbak Anne bisa terlihat dari foto-fotonya yang bertaburan di medsos. Saya ingat betul saat masih di Belitung Mbak Anne berkali-kali posting foto cantiknya di Leebong. Mbak Anne beruntung datang ke Belitung saat cuaca cerah. Hasilnya, bukan saja liburannya jadi maksimal, tapi foto-fotonya pun cetar!

Btw, kalau kalian mau tanya mbak Anne soal pengalaman menggunakan jasa PICNIQ, kalian bisa tanya langsung ke orangnya lewat DM Instagram @Andrie_anne. Monggo.


Putra putri Mbak Anne saat liburan di Pulau Leebong

Dalam melayani perjalanan kami keliling Belitung, Picniq Tour & Travel berkolaborasi dengan pengelola Pulau Leebong dan Mulia Rental Group Belitung. Kolaborasi indah inilah yang membuat liburan kami di Belitung berkesan meskipun selama di Belitung cuaca hujan.
 

Hari pertama di Belitung kami masih mendapatkan cuaca cerah sejak pagi hingga sore. Pada hari kedua dan ketiga, cuaca berubah total. Hujan turun tiada henti, bahkan banjir di beberapa wilayah di Belitung. Syukurnya selama di Pulau Leebong kami bisa menerima keadaan, sehingga tetap bisa menikmati liburan. Hujan-hujanan menjelajah hutan pulau, main di Pantai Chicas, menikmati aneka makanan lezat, tidur nyaman di villa-villa istimewa, bergembira ria menikmati keindahan Pulau Pasir Burung, dan wisata hutan mangrove, semuanya tetap menyenangkan. Di saat hujan saja bisa gembira, apalagi saat kering, ya kan? 😊

Kegiatan wisata kuliner di Belitung berjalan sebagaimana mestinya. Hujan dan banjir tidak menghalangi. Kami tetap bisa makan seafood enak di Sinar Laut (Beltim), makan seafood lagi di Restoran Dynasti, ngopi sambil ngobrol-ngobrol asyik di Kafe Kopi Kong Djie, hingga belanja banyak oleh-oleh di Klapa. Mengunjungi SD Laskar Pelangi saat hujan, serta mampir sejenak di Museum Kata Andrea Hirata yang sudah tutup karena kesorean. Di hari terakhir, rombongan kami (saya, Mas Arif, Tami, Dian & lala) tetap melakukan kunjungan ke beberapa tempat sebelum kembali ke Jakarta, yaitu Rumah Adat Belitung dan Museum Belitung. Sedangkan rombongan lain (Riant, Tomi, Ima, Mas Elton, Dewi, dan Aji) melanjutkan kegiatan dengan hopping island Tanjung Kelayang.  


Baca juga:
Santap Malam Nikmat di Restoran Dynasty Belitung

Liburan istimewa di Pulau Leebong
 
Sore seru di Pulau Pasir Burung

Pagi semangat di Pantai Chicas Pulau Leebong

Keliling Pulau Leebong

Wisata Mangrove Pulau Leebong

Hujan-hujanan seru sambil mengenal flora asli Pulau Leebong

Replika SD Laskar Pelangi

Museum Tanjung Pandan

Kulineran seafood di Restoran Sinar Laut Belitung Timur

Dinner enak di Restoran Dynasti Tanjung Pandan

Ngopi enak di Kafe Kong Djie Tanjung Pandan

Kulineran di Pulau Leebong
Belanja oleh-oleh di KLAPA

Hujan selama di Belitung tidak membuat kegiatan berantakan. Justru saya menemukan pengalaman berbeda dengan liburan saat hujan. Jika sebelumnya sudah 3 kali terbiasa liburan di Belitung dengan cuaca cerah, maka kali ini dengan cuaca mendung. Kering atau basah tak ada beda, sama-sama berkesan dan tetap istimewa.

Bukan cuaca yang membuat tidak bahagia, tapi hati kita yang membuatnya bahagia. Mau cuaca cerah, kalau hati penuh keresahan, gundah gulana, liburan tetap tidak akan menyenangkan. Di mana badan di bawa, di situ hati gembira ikut serta. Ketemu hujan akan baik-baik saja, justru menjadi cara baru dalam menikmati Belitung di musim hujan. 


Baca juga: 
Menghabiskan Petang di Belitung Timur, Menikmati Sedapnya Seafood RM Sinar Laut dan Mengunjungi SD Laskar Pelangi

Liburan bahagia - Pantai Chicas

Liburan Asyik - SD Laskar Pelangi

Liburan seru bareng suami dan teman-teman

Terus terang, trip Belitung bulan Juli lalu memang bersponsor, tapi tidak sepenuhnya. Dalam waktu bersamaan kami memakai jasa travel agent yang sama dalam keadaan diskon banyak dan tidak diskon sama sekali. Seperti saat hopping island dari Tanjung Kelayang, rombongan Riant bersama Ima, Mas Elton, Aji, dan Dewi, ikut tur berbayar. Mereka bayar penuh ke Picniq Tour & Travel. Jadi, kalau ada lebih dan kurangnya dari pelayanan Picniq Tour & Travel, insha Allah akan disampaikan dalam porsi yang sama.

Saya tidak akan berbicara travel agent mana yang terbaik, tapi saya akan katakan bahwa jika kalian menghubungi Picniq Tour & Travel untuk keliling Belitung, itu merupakan pilihan yang baik. 


Kunjung site www.yourpicniq.com untuk liburan Belitung

Pilih jenis liburanmu di www.yourpicniq.com

Nikmati kemudahan liburan di www.yourpicniq.com

Picniq Tour & Travel
CP: Jeffry
HP: 081949555588 081949222216
www.yourpicniq.com 
  


 

Mulia Rental Group Belitung (rental mobil dan bus Belitung)
Email: muliarentalgroup@gmail.com
WA: 087897788008 CP: Darmawan
www.muliarentalgroup.com 

Darmawan (depan) bos Mulia Rental Mobil dan Bus Belitung ikut blogger jalan-jalan bareng ke Pulau Leebong 😍

Ngopi bareng Pak Toto (Pulau Leebong) dan Darmawan (Mulia Rental Mobil) di Hanggar 21



Leebong Island 
Leebong Island, Belitung - Indonesia
Telp: +62 21 5438 1355 , +62 21 5438 1356
HP: +62 812 9770 0776 (WhatsApp/LINE)

Dermaga Pulau Leebong

Villa Barata Pulau Leebong
Villa Zarra - Pulau Leebong

Tenda Pulau Leebong



Selain Liburan Belitung, PICNIQ juga melayani liburan ke destinasi menarik lainnya di Indonesia seperti Derawan, Bali, Lombok, Lampung, dan lain-lainBuat kalian yang ingin liburan ke Belitung, ada tiga paket liburan Belitung yang bisa kalian pilih, sebagai berikut:

1. Paket Liburan Belitung 2D1N mulai Rp 987.000,- / pax : Kuliner Mie Belitung, Hopping island Batu Garuda, Pulau Kelayang, Pulau Pasir, Pulau Batu Berlayar, Pulau Lengkuas (mercusuar dan snorkeling), Pantai Bukit Berahu, Rumah Adat Belitung, Museum Tanjung Pandan, Danau Kaolin, Pantai Tanjung Tinggi.  

2. Paket  Liburan Belitung 3D2N mulai Rp 1.048.000,- / pax : Kuliner Mie Belitung, Pantai Burung Mandi, Vihara Dewi Kwan Im (vihara tua sejak 1747), Kuliner seafood di Serdang Beltim, Kampoeng Ahok, Sentra Batik Simpor Beltim, Museum Kata Andrea Hirata, Replika SD Laskar Pelangi, Hopping island Batu Garuda, Pulau Kelayang, Pulau Pasir, Pulau Batu Berlayar, Pulau Lengkuas (mercusuar dan snorkeling), Pantai Bukit Berahu, Rumah Adat Belitung, Museum Tanjung Pandan, Danau Kaolin, Pantai Tanjung Tinggi.

3. Paket Liburan Belitung 4D3N mulai Rp 1.790.000,- / pax :  Pantai Burung Mandi, Vihara Dewi Kwan Im (vihara tua sejak 1747), Kuliner seafood di Serdang Beltim, Kampoeng Ahok, Sentra Batik Simpor Beltim, Museum Kata Andrea Hirata, Replika SD Laskar Pelangi, Situs Kota Tanah Cerucuk (situs makam salah satu raja Kerajaan Balok Belitung), Kawasan The Mashur-kawasan pantai di Desa Tanjung Rusa, Pantai Penyabong, Bukit Batu BagindeHopping island Batu Garuda, Pulau Kelayang, Pulau Pasir, Pulau Batu Berlayar, Pulau Lengkuas (mercusuar dan snorkeling), Pantai Bukit Berahu, Rumah Adat Belitung, Museum Tanjung Pandan, Danau Kaolin, Pantai Tanjung Tinggi, kuliner Mie Belitung.

Itinerary Paket Liburan Belitung tersebut bisa dilihat di website www.yourpicniq.com 
 
Kalau sudah lihat-lihat, yuk rencanakan liburan ke Belitung bersama Picniq Tour & Travel πŸ˜πŸ˜—



 
Picniq Tour & Travel
Phone: 0819-4922-2216
    E-Mail: yourpicniq@gmail.com
    Web: www.yourpicniq.com

    Komp. Meirobieland, Lengkuas Road No.16 Pilang – Tanjung Pandan
    Jl. Kamboja 2 RT. 22/ RW. 03 – Tanjung Pandan
    Belitung-Indonesia 33411
    p: +62-719-22863 m: +62-819-4922-2216

Jadikan Baju Wanita Terbaru Sebagai Kado Istimewa

13.48 Add Comment
Kado istimewa - [Foto kado dari satujam.com]
 
Kalian pernah nggak kebingungan saat hendak memilih bingkisan yang cocok untuk diberikan kepada seseorang? Saya sering mengalami hal seperti itu. Bagaimana caranya supaya mudah? Apa langsung tanya ke orangnya? Hmm...sepertinya tidak dengan cara itu. Nanti malah urung jadi kejutan πŸ˜† Lantas apa tipsnya supaya tidak bingung lagi?

Pada dasarnya dalam memilih dan menentukan beberapa hal yang sesuai atau tepat, misalnya saja untuk bisa memilih kado terbaik, hal-hal yang bisa dipertimbangkan adalah penggunaan dari barang yang hendak kita berikan. Seberapa berguna dan seberapa sering digunakan, atau seberapa butuh dan seberapa sering dibutuhkan, hal-hal tersebut bisa menjadi pertimbangan. 

Dalam memilih kado untuk teman, misalnya perempuan, busana bisa menjadi bingkisan yang tepat. Tapi kemudian, kita mengalami kebingungan berikutnya, yakni "Apa busana yang tepat untuknya?" Nah, salah satu hal tepat yang bisa kita lakukan adalah dengan memilih busana wanita model terbaru untuknya.

Busana wanita (foto dari SINI)
Ada beberapa orang yang lebih memilih baju wanita terbaru untuk dijadikan pilihan sebagai kado atau sebagai bingkisan karena ada beberapa kelebihan yang bisa dirasakan diantaranya:

1.  Banyak perempuan yang suka 

 
Kelebihan dari penggunaan baju sebagai pilihan untuk kado karena memang banyak perempuan yang suka. Baju bisa menjadi pilihan tepat karena mudah didapatkan, misalnya dengan cara belanja online. Dengan berbelanja online, kita juga jadi lebih mudah dalam mencari pilihan busana yang akan kita jadikan kado.


2.  Banyak pilihan 
 
Seperti yang sudah umum ketahui bahwa pilihan baju sangat banyak. Baik dari segi warna, model, dan jenis. Dengan banyaknya pilihan itu akan memudahkan kita dalam mencari mana yang paling sesuai dengan karakter orang yang hendak kita beri kado.

3.  Bermanfaat 

 
Cara mudah dan tepat lainnya dalam menentukan pilihan dan juga sebagai bahan pertimbangan mengapa pada akhirnya lebih memilih baju sebagai pilihan adalah karena bisa menjadikan pilihan tersebut sebagai barang yang lebih bermanfaat. Memberikan barang yang bermanfaat membuat kita bisa memilih dengan tepat.

4. Bisa sebagai hal yang tahan lama

 
Sebagai pilihan yang tepat dan memang lebih bisa diandalkan dalam penggunaannya sebagai kado atau sebagai hadiah maka pilihan baju selain lebih bermanfaat juga pastinya lebih bisa dijadikan sebagai pilihan barang yang memang tahan lama. Dengan demikian kita akan merasa bahwa pastinya orang yang diberikan kado tersebut akan nyaman dalam menggunakannya

 
5. Harga tidak terlalu tinggi 

 
Selain banyak pilihanbaju atasan wanita terbaru kini bisa didapatkan dengan harga tidak terlalu mahal dan relatif lebih murah. Dan pada akhirnya, memilih baju wanita terbaru adalah pilihan yang tepat untuk dijadikan kado istimewa. 


*(sp)

Yang Tanpanya, Trip Pulau Sebesi Terasa Hambarnya

22.23 36 Comments
Open Trip Pulau Sebesi, Puasnya Sampai ke Hati

Jalan-jalan ke Lampung, biasanya saya trip mandiri. Tapi kali ini ikut open trip, diajak Nurul Noe. Biayanya murah, Rp 400.000,- / orang selama 2 hari 1 malam (tgl. 25-26 Maret 2017) dengan destinasi Pulau Sebuku Besar, Pulau Sebuku Kecil, Pulau Sebesi, Pulau Umang-Umang, Cagar Alam Krakatau (#tripedukasikonservasi), dan Pulau Rakata. Ikut open trip ini membuat jalan-jalan ke Lampung jadi beda dari biasanya. Inilah ceritanya. 

Gunung Anak Krakatau #TripEdukasiKonservasi

Saya pergi berdua suami. Mengajaknya menjejakkan kaki di Gunung Anak Krakatau (GAK) adalah sebuah cita-cita yang lama saya pendam sejak pertama kali ke GAK pada Agustus 2015. Kemudian, cita-cita itu semakin membesar seusai ke GAK kedua kali pada Agustus 2016. Pada Februari 2017, ajakan dari Nurul Noe datang bagai angin segar. Jalan menuju cita-cita terbuka lebar, tanpa ragu saya sambar. Kapan lagi berdua suami menapaki anak gunung legendaris yang pernah menggemparkan dunia itu, ya kan?

Pelabuhan Merak Banten

Meeting point di Pelabuhan Merak. Menurut rencana, kami akan berangkat jam 12 malam (24/3/2017). Biar agak santai, saya dan suami bawa mobil dari BSD. Berangkat jam 8 malam, sampai pelabuhan jam 10 lewat. Tempat parkir di pelabuhan bagus, luas, dan aman. Jaminan aman ini yang membuat kami tidak khawatir menginapkan mobil di pelabuhan. Meski begitu, mobil tetap dikunci ganda, biar lebih aman. Sementara itu, rombongan dari Jakarta masih di perjalanan, berkutat dengan kemacetan di beberapa titik di ibukota negara. Kondisi lazim, apalagi jelang weekend.

Di pelabuhan terdapat fasilitas publik seperti toilet, kamar mandi, dan masjid. Restoran seperti KFC, CFC, Dunkin Donuts, rumah makan Padang, minimarket, dan kafe lainnya sangat mudah ditemui. Semua berada dalam satu area dekat pintu keberangkatan penumpang kapal. Selama menunggu jadwal keberangkatan, juga menunggu para rombongan, kami duduk-duduk ngantuk di Dunkin Donuts. Minum kopi, coklat, dan beberapa donat kesukaan sampai bosan, sebab rombongan dari Jakarta lama sekali baru tiba. Jadwal berangkat jam 12 jadi molor ke jam berikutnya. Tidak ada yang harus disalahkan, karena kondisi jalan di Jakarta sering di luar kendali dan prediksi. Macetnya Jakarta memang enak buat diomeli πŸ˜† Kami baru berangkat jam 2.30 dini hari. Ulala 🎢🎢



Tidur Nyaman di Kapal Feri

Sistem masuk dan keluar penumpang di pelabuhan tidak sejadul yang saya bayangkan. Mereka yang punya tiket (berupa kartu) saja yang bisa masuk. Kartu itu di-tap terlebih dahulu, seperti mau naik KRL. Kondisi di area keberangkatan pun bersih dan nyaman. Meskipun ramai, arus penumpang yang berjalan di atas jembatan panjang menuju ke pintu masuk kapal tetap tertib dan tenang. Petugas tampak berjaga dibanyak tempat, lumayan bikin hilang was-was meski jalan malam-malam.

Saya tersenyum sumringah ketika melihat ruangan dalam kapal yang kami naiki. Bersih bersinar, terasa nyaman dan benderang. Ada kafe modern, sofa-sofa empuk, musala besar, toilet yang banyak, dan tempat wudhu dengan air bersih yang mengalir lancar. Tiap beberapa belas menit ada petugas yang menyapu, membersihkan sampah, dan menyemprot ruangan dengan pewangi. Yang bikin saya terkejut (namanya juga baru pertama) ada ruang tidur besar buat ramean yang dipetak-petak, beralas karpet hangat, dan ber-AC dingin! Meski bukan beralas kasur empuk, tapi sudah lumayan ada tempat private untuk membaringkan badan. Dengan petak-petak itu, tiap penumpang jadi punya ‘wilayah’ sendiri. Jejeran tempat tidur pun bertingkat, sangat cukup untuk menampung banyak penumpang. Malam itu, untuk pertama kalinya saya merasakan tidur di dalam kamar kapal bersama mas Arif, berbantal ransel, ala-ala backpacker


Ruang tidur dalam kapal
Musola yang lapang dan bersih
Tempat wudhu, airnya banyak dan mengalir lancar

Pelabuhan Bakauheni Lampung

Selama tiga jam di atas kapal, dua jam saya tidur nyenyak, sisanya bangun dalam keadaan bersiap menemui tanah Lampung. Pengumuman bahwa kapal tak lama lagi akan merapat di Pelabuhan Bakauheni, membuat saya terbangun lebih cepat dari yang lain. Selagi orang-orang masih berkemul, saya dan suami bergantian ke toilet dan musola. Baru setelah itu kami keluar sambil memanggul ransel masing-masing, menjumpai keindahan matahari terbit. Pagi yang tak biasa, ada syahdu yang terasa.

Angkot-angkot yang disewa untuk mengantar kami ke Dermaga Canti sudah disiapkan. Mobilnya kecil, kalau tak salah mobil Suzuki Carry jadul yang beberapa diantaranya sudah rombeng. Kami memadati angkot, mengisi sesuai kapasitas. Orang dan ransel jadi satu, sama-sama berangkat. Supir kami berteriak dengan suara besar, bukan marah, bukan kasar, mungkin dia hanya terbiasa menandingi suara mesin mobil dan berisiknya jalanan.


Jalan-jalan bareng Nurul dan Mas Tiko 😍

Di Pelabuhan Bakauheni

Berangkat ke Pulau Sebesi dari Dermaga Canti Kalianda

Jam 7.30 kami tiba di Dermaga Canti. Dermaga yang pernah saya lewati pada bulan Agustus 2016 (seusai Festival Krakatau 2016 bersama om-om tukang potret) saat dalam perjalanan menuju Kahai Beach (ceritanya waktu itu jalan-jalan ke Pulau Mengkudu cuy). Dermaga Canti sering disebut-sebut oleh para traveler yang akan melakukan perjalanan ke Gunung Anak Krakatau. Saya tidak asing dengan namanya. Sebelum berangkat, kami sarapan dulu di warung dekat dermaga. Warung sederhana, tapi menunya bervariasi. Nasi putih sayur rebung muda, tempe goreng, telur dadar, pergedel kentang, dan teh manis panas, jadi pengisi perut yang sedari subuh sudah menjerit lebay minta diisi.

Dermaga Canti tidak punya tempat parkir yang lapang. Keadaannya agak semrawut dengan warung-warung sederhana dan jembatan dermaga kayu yang juga sederhana. Tapi, di sinilah kapal-kapal berlayar pergi dan datang ke Pulau Sebesi, mengangkut orang-orang, hasil bumi, dan barang-barang belanjaan. Juga tempat berangkat para pelancong yang terpikat keindahan bawah laut Pulau Sebuku dan Pulau Rakata, atau pun yang ingin melihat keperkasaan si anak Krakatau yang melegenda.

Ada kapal reguler menuju Pulau Sebesi, hanya satu kali berangkat, siang hari, tiap hari. Ongkosnya Rp 20.000/orang. Jika ingin melancong dengan banyak orang, idealnya sewa satu kapal. Jadi murah, berangkat kapan saja, bisa diajak belok ke mana saja, asal jangan ke neraka 😝 Katanya, harga sewa kapal 3 juta per hari. Bisa mengangkut sekitar 30-40 orang. Dalam open trip ini, harga Rp 400 ribu/pax itu sudah termasuk biaya kapal. 

Sarapan di warung dekat Dermag Canti

Dermaga Canti

Tuju Bahagia
Liburan bareng kawan-kawan baru

Snorkeling di Pulau Sebuku Besar dan Sebuku Kecil

Perjalanan naik kapal dari Dermaga Canti ke Pulau Sebuku Kecil kami tempuh dalam waktu kurang lebih 1 jam. Gelombang saat itu tenang, cuaca cerah. Kalau dalam kondisi hujan dan angin, mungkin nggak sama. Semua orang turun ke Pulau Sebuku Kecil, kecuali saya dan suami. Kami memang belum berminat untuk berbasah-basahan. Di Pulau Sebuku Kecil ini ada yang berenang, main di pantai, snorkeling, dan ada pula yang berjalan menyusuri pinggiran pulau, menjelajah kecil-kecilan. Judulnya sih menjelajah kecil-kecilan, tapi kebablasan. Sampai cari-carian, akhirnya kapal harus menyusuri pulau dari laut biar mudah ditemukan. Ketemu sih akhirnya.

Setelah puas snorkeling di Pulau Sebuku Kecil, kami lanjut ke Pulau Sebuku Besar yang letaknya tidak berjauhan. Saya suka dengan pemandangan di kedua pulau ini. Airnya tenang, biru jernih, dan terumbu karangnya (kata mereka yang snorkeling) cukup bagus. Dari atas kapal saja bisa kelihatan, kok. Pulau Sebuku Besar memiliki pantai pasir putih yang bersih. Daratannya berupa perbukitan yang ditumbuhi pohon-pohon. Keindahan yang masih alami. Apalagi hari itu langit sangat cerah, warna-warni indah di bumi jadi terlihat menawan. Di sini agak lama, setelah puas perjalanan ke Pulau Sebesi kembali dilanjutkan.


Tiga pulau dalam satu frame: Sebuku Kecil, Sebuku Besar, Sebesi di kejauhan

Happy family di Sebuku Kecil

Snorkeling di Sebuku Besar

Warna warni

Pulau Sebuku Besar di latar belakang, indah.

Snorkeling di Pulau Sebesi


Waktu menunjukkan pukul 12.21 WIB saat kami tiba di Spot Snorkeling Cemara Pulau Sebesi. Mereka yang sejak dari Pulau Sebuku Kecil sudah berbasahan-basahan, kembali melanjutkan kegiatan snorkeling. Saya dan mas Arif masih setia jadi penonton. Kami memang benar-benar masih memilih kering. Sejak awal hanya memperhatikan saja, sembari ambil foto. Snorkeling di spot Cemara ini tak lama. Pukul 13.00 selesai, perjalanan dilanjutkan. Karena sudah berada di perairan Pulau Sebesi, kapal hanya menyusuri pinggiran pulau sampai bertemu dermaga. 

Spot Cemara Pulau Sebesi

Loncat


Menginap di Pulau Sebesi

Kami menginap di villa yang namanya lupa saya catat. Kalau keluar dari dermaga langsung belok kiri, lokasi villa berjarak kurang lebih 100 meter dari dermaga. Untuk mencapai villa cukup jalan kaki, lewat pantai, pasti sampai. Di situ ada beberapa villa yang masing-masing villa berkapasitas 10-12 orang. Fasilitasnya kipas angin (tidak ada AC), satu kamar mandi dalam, dan hanya ada 2 stop kontak listrik. Kasurnya kasur busa tanpa ranjang. Karena ini ramean, jadi seru aja sih nginap bareng-bareng gitu. Paling kudu sabar saat pakai kamar mandi. Oh  ya, laki-laki dan perempuan beda villa, tidak campur.

Semua villa yang kami tempati menghadap ke laut. Jaraknya dengan pantai hanya 20 meter. Di depan villa ada gubug-gubug kayu dengan bangku untuk bersantai. Di gubug itu pula makanan dihidangkan. Ada juga rumah pengurus villa, sekaligus warung jajan yang berguna sekali ketika ada yang butuh sesuatu, entah itu minuman dingin, cemilan, atau pun peralatan mandi dan kebutuhan wanita seperti pembalut dan lainnya.

Untuk makan siang dan makan malam, pengurus villa menyajikan menu berupa nasi dengan lauk-lauk seperti ikan goreng, tempe dan tahu goreng, sayur sop atau sayur asem, sambal dan lalap-lalapan, serta kerupuk. Sederhana tapi nikmat. Saya perhatikan semua orang makan dengan lahap, apalagi dalam kondisi usai berlelah-lelah snorkeling di tiga pulau, makan jadi nambah-nambah. Saya yang tidak snorkeling saja nambah lho he he

Dermaga Pulau Sebesi

Welcome

Makan siang di villa


Suguhan makan siang, nikmat.

Teman, pantai, makan siang, dan es kelapa.....

Senja di Pulau Umang-Umang

Kesenangan di hari pertama belum berakhir. Ada senja romantis yang kami nikmati di Pulau Umang-Umang. Pulau kecil tak berpenghuni sangat dekat dari Pulau Sebesi. Kami naik kapal ke sana, sesaat saja, lalu ganti naik perahu karena kapal tidak boleh terlalu merapat ke pulau, nanti merusak terumbu karang. Yup, perairan di sekitar pulau ini memang memiliki spot snorkeling. Saya dan suami tidak snorkeling. Hanya jalan-jalan pendek sambil menikmati suasana pulau. Kemudian duduk-duduk sambil foto-foto asyik berdua. Begitu saja. 

Sore-sore di Pulau Umang-Umang

Sama-sama nunggu sunset

Senja di Pulau Umang-Umang


Malam Di Pulau Sebesi

Ketika magrib tiba, kami kembali ke Pulau Sebesi. Malamnya, setelah makan langsung masuk villa, mendaratkan badan di atas kasur. Tak ada lagi yang ingin dilakukan selain menyiapkan tenaga baru untuk naik gunung keesokan hari. Baterai gawai dicas. Tapi di villa hanya ada dua stop kontak. Sedangkan kami berduabelas. Jika tiap orang ngecas hp dan kamera, alamat tak kebagian semua. Untunglah Nurul membawa tambahan stop kontak dengan banyak lubang steker. Oya, ada kecemasan baterai-baterai itu tidak penuh. Karena konon kabarnya, listrik akan dimatikan saat tengah malam. Kabar yang membuat panik, tapi ternyata sampai terbangun jam 3 pagi listrik tetap menyala dan baterai-baterai telah terisi penuh. Tenang rasa hati. Hari gini, apalah arti jalan-jalan jika gadget mati, mati gaya.

Kamar dalam villa

Butuh daya

Mengejar Sunrise di Gunung Anak Krakatau

Kami sudah dijadwal meninggalkan villa jam 3 pagi. Jadwal yang kemudian ditaati untuk bangun saja, sedangkan berangkatnya satu jam kemudian. Yah, namanya orang banyak, mesti gantian ke kamar mandi dululah, dan lain-lain. Langit masih gelap, tapi indah bertabur milyaran bintang. Saya terpesona, sampai lupa lautan. Iya, kaki-kaki menjadi basah kala berjalan menuju dermaga. Rupanya air pasang memenuhi pantai. Untunglah ada suami yang bersedia menggendong saya saat melewati genangan air. Hmm…semacam romantis dalam film asmara subuh. Apalah, apalah.

Perjalanan menuju Gunung Anak Krakatau kami tempuh selama 2 jam. Kapal melaju di atas gelombang tinggi, terayun-ayun, perut seperti diaduk-aduk. Sebelum berangkat, awak kapal menyuruh semua orang masuk kapal. Dilarang keras duduk di atas atap, nanti terlempar ke laut katanya. Di bawah sinar lampu yang tak cukup terang, orang-orang duduk dalam diam, beberapa melanjutkan tidur. Sesampainya di pelataran Gunung Anak Krakatau, yang muslim bergegas menuju sumur dekat rumah petugas BKSDA, mengambil wudhu lalu solat. Setelah itu langsung sarapan. Hari makin benderang, menuju siang. Lalu lupa, di manakah sunrise yang dikejar? 

Jam 4 pagi dalam kapal menuju Gunung Anak Krakatau

Solat itu wajib

Rumah petugas Cagar Alam Krakatau - Sarapan sebelum nanjak gunung
Kawasan Cagar Alam, Bukan Tempat Wisata

Kawasan Gunung Anak Krakatau statusnya cagar alam, bukan tempat wisata. Untuk memasuki kawasan ini harus punya Surat Ijin Memasuki Kawasan Konservasi (Simaksi) dari BKSDA Provinsi Lampung. Koordinator trip kami telah mengurus Simaksi tersebut dan memberikan kontribusi (wajib) yang disetor ke rekening atas nama negara yang telah diatur berdasarkan PP tentang penerimaan negara bukan pajak bidang kehutanan. Sekali lagi, bertandang ke Gunung Anak Krakatau merupakan #TripEdukasiKonservasi yang bertujuan untuk pendidikan mengenai konservasi alam dan lingkungan. Tidak mengambil apapun yang ada di dalam kawasan, meskipun itu selembar daun yang gugur, atau sebuah ranting patah yang telah mati dan jatuh ke bumi. Tidak meninggalkan apapun, meskipun itu sebutir abu rokok. Bisa?

Seperti yang saya ceritakan sebelumnya, saya sudah pernah dua kali ke Gunung Anak Krakatau. Pertama Agustus 2015, kedua Agustus 2016. Dua-duanya dalam rangka Festival Krakatau, gratis. Ya, dalam tiap gelaran festival tahunan tersebut, tur ke Gunung Anak Krakatau memang menjadi salah satu kegiatan festival. Masyarakat bisa ikut serta, tapi dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Nah, jika ingin berkunjung di luar acara festival, bisa juga. Seperti kami ini. Tapi tentu saja tidak sembarang kunjung, ada prosedurnya. Harus ada ijin, harus bayar, dan harus ikut peraturan sebagaimana biasanya sebuah kawasan berstatus Cagar Alam. 

#TripEdukasiKonservasi Cagar Alam Krakatu

Flora dan Fauna di Gunung Anak Krakatau

Gunung Anak Krakatau memiliki suhu yang tinggi, maka jangan heran kalau di sini lebih banyak “gundul’nya dari pada hijaunya. Namun kita masih bisa menjumpai keanekaragaman tumbuhan dan keindahan alam yang ada di sekitar cagar alam Krakatau. Dari jenis flora ada tumbuhan pioner seperti gelagah yang bersimbiosis dengan tumbuhan lainnya seperti jenis Azoapirillum lippoferrum. Terdapat 13 jenis paku-pakuan dan 267 jenis spermatpohyta. Sedangkan jenis flona ada tikus, ular, kalong, biawak, hingga penyu.

Oya, satu lagi. Pernah ada pelancong yang bertanya pada saya mengenai camping di Cagar Alam Krakatau. Untuk diketahui, di sini dilarang camping. Kalau pun pernah ada yang camping, biasanya untuk tujuan penelitian dan atas ijin BKSDA. Jika sudah berkunjung dan melihat-lihat, silakan langsung pulang dan menginap di tempat lain seperti Pulau Sebesi, atau langsung balik ke daratan Pulau Sumatera. Masuk cagar alam juga ada batas waktunya, lama atau sebentar tergantung kondisi saat berkunjung. Pokoknya ikuti saja petunjuk yang diberikan petugas.

Pohon pinus dan alang-alang

Bunga liar di gunung

Hutan pinus di pelataran gunung
Lava yang telah mengeras

Mendaki Gunung Anak Krakatau bersama Kekasih!

Boleh senang nggak? Boleh ya. Kali ini saya nanjak dengan mudah. Banyak faktor penyebabnya, di antaranya: hari masih pagi, udara masih sejuk, matahari pun belum terlalu tinggi. Tambahannya: Hati bahagia dan ada kekasih yang menemani perjalanan! Yes, pendakian kecil-kecilan ini jadi terasa indah bersamanya. Bagai punya 1000 kekuatan. Kaki jadi lebih kuat, nafas jadi lebih teratur, bahkan gunung tampak datar saja di mata. Masih kurang? Nih saya tambahin lagi kenapa nanjak terasa ringan: Karena tidak mikirin mau nulis berita (liputan), tidak ada ‘hutang”, atau pun live post buat ngejar viral :D Bebasssss lepas tanpa beban.

Pengalaman banyak merosot saat nanjak pada tahun-tahun sebelumnya, bikin saya menjauh dari rute terjal yang dulu pernah saya lalui. Kali ini naik pelan-pelan dengan memutari gunung (nggak mutar jauh-jauh amat), melewati tanjakan yang lebih landai. Saya dan suami tidak memasang target harus sampai atas dalam waktu sekian puluh menit, sama sekali tidak. Kami naik dengan santai, malah kerap berhenti. Entah sekedar untuk berdua-duaan menikmati pemandangan, atau untuk ambil foto. Ketika yang lain sudah di atas, kami masih di setengah pendakian. Kadang sengaja berlama-lama untuk mengamati pemandangan sekitar yang kami temukan dari titik tempat kami berdiri.

Puncak Gunung Anak Krakatau dilarang didaki. Berbahaya. Pendaki hanya boleh nanjak sampai batas aman, orang menyebutnya ‘sadel’. Menurut keterangan guide yang berasal dari Pulau Sebesi, dua minggu sebelum kedatangan kami, Gunung Anak Krakatau ditutup dari kunjungan wisatawan karena sempat terjadi erupsi kecil. Kemudian guide menunjuk lava yang telah mengeras di sebagian besar permukaan gunung bagian atas. 

Matahari pagi sedang indah-indahnya, fotonya sedang blur-blurnya πŸ˜›
Puncak gunung menyembul lurus di atas kepala. Mau lewat mana? Jalan terjal di sisi kanan atau jalan memutar dan landai di sisi kiri?
Kemiringan sekian

di batas aman pendakian


Pulau Panjang di seberang sana

Snorkeling di Pulau Rakata

Sependek pernah berkunjung ke Cagar Alam Krakatau, Pulau Rakata hanya dapat saya pandangi dari kejauhan (dari atas Gunung Anak Krakatau). Bentuknya seperti gunung kecil dengan puncak yang kerap bertudung awan. Memandangnya menghadirkan rasa penasaran. Sebagai sisa gunung purba yang pernah meletus sangat dahsyat, penampakan Rakata terlihat indah di mata. Tak nampak keganasannya sebagai gunung yang pernah menggelegar membangunkan penduduk planet. Banyak orang tahu, 134 tahun silam ledakan Krakatau setara 30.000 kali bom atom yang diledakkan di Hiroshima dan Nagasaki pada akhir Perang Dunia II. Getarannya terasa sampai Eropa dan letusannya terdengar hingga sejauh 4.653 kilometer sampai Australia dan Afrika. Mengakibatkan Gunung Danan dan Gunung Perbuwatan lenyap, setengah kerucut Gunung Rakata hilang. Terjadi gelombang tsunami setinggi 40 meter yang mengakibatkan puluhan ribuan penduduk tewas. Langit separuh bumi gelap gulita selama dua hari. Debu vulkanisnya menutupi atmosfer bumi, menyebabkan perubahan iklim global sampai setahun berikutnya.

Pulau Rakata di kejauhan

Rakata nan Memesona

Kini lihatlah, Rakata begitu tenang. Daratannya hijau, ditumbuhi hutan alami yang membuatnya terlihat sangat asri. Lautnya sangat jernih dan kaya akan keragaman biota laut. Para pelancong terkagum-kagum dibuatnya. Mereka sudi datang dari jauh, melewati kondisi laut yang kadang tidak bersahabat, demi menyaksikan sisa Krakatau yang pernah menjadi bencana besar yang merubah sebagian wajah bumi.

Gentar? Tak bisa dipungkiri rasa itu menyelimuti hati selama 30 menit perjalanan naik kapal menuju Rakata. Iya, banyak cemasnya. Pikiran-pikiran liar pun berseliweran, “Bagaimana jika tiba-tiba pulau itu bergemuruh, lalu meledak lagi?”  Tapi sungguh, ketika sudah sampai di sana, segala ketakutan itu, segala kecemasan itu, berganti pekik gembira saat air sejernih kristal dengan warna-warni terumbu karang yang terlihat jelas dari atas kapal, menyambut kedatangan kami. Terkagum-kagum saya dibuatnya. Orang-orang di kapal, satu persatu terjun ke laut, termasuk suami. Mereka berenang, menyelam, dan mengapung. Berlama-lama, lebih lama dari snorkeling di hari sebelumnya. Saya tahu tempat ini spesial, keindahan panorama bawah lautnya tak terbantahkan. Daratannya pun sangat menawan. Semua masih serba alami. Membuat para pelancong bersuka hati.

Spot snorkeling kece di Pulau Rakata

Airnya dangkal, hangat dan jernih. Ikannya banyak. Menyenangkan!

Singgah lalu bergaya

Happy sekali 😍

Kembali ke Daratan Pulau Sumatera

Dalam open trip Pulau Sebesi, Gunung Anak Krakatau bukanlah destinasi utama. Cagar Alam Krakatau hanyalah bagian dari destinasi yang MUNGKIN bisa dikunjungi. Sedangkan Pulau Umang-Umang, Pulau Sebuku Kecil, Pulau Sebuku Besar, dan Pulau Rakata adalah destinasi pasti yang ada dalam daftar kunjung. Satu hal lagi, meskipun bermalam di Pulau Sebesi, tidak berarti ada kegiatan jelajah pulau, karena kegiatan banyak dilakukan di laut, yaitu Snorkeling. Jika ingin mengeksplore Pulau Sebesi lebih dalam, tambahlah 1-2 hari lagi. Biar puas.

Pulau Rakata menutup kegiatan kami di hari kedua. Setelah dari sana, kami kembali ke Pulau Sebesi untuk makan siang, membersihkan badan, berkemas, lalu pulang. Jam 5 sore kami sudah di dermaga Canti, Kalianda. Saat itu, awan kelabu tebal menggantung di langit, bersiap tumpah dalam sekali hempasan angin. Benar saja, tak lama setelah perjalanan naik angkot sewaan dimulai, hujan deras mengguyur Kalianda hingga Pelabuhan Bakauheni. 

Sampai jumpa lagi Pulau Sebesi

Pulang

Sebentar lagi hujan - Dermaga Pulau Sebesi

Oleh-oleh Lampung di Pelabuhan Bakauheni

Salam metal πŸ˜†

Mari pulang ke Tanah Jawa

Kapal siap membawa pulang

Dalam gigil dan lelah, kami mengayun langkah bersama para pejalan yang bersiap kembali ke Pulau Jawa. Sungguh malam yang dingin untuk jiwa yang hangat. Tiada yang lebih berharga untuk dibawa pulang selain pengalaman dan kenangan manis.

Lima bulan kemudian, saya kembali ke Pulau Sebesi dengan cerita baru dan pengalaman baru: Tiada Gundah di Pulau Sebesi.

Info:
Open Trip ini dikoordinir oleh Nurul. Biaya per orang Rp 400.000 adalah untuk saat itu, belum tentu berlaku untuk lain waktu. Meeting point di Pelabuhan Merak, Banten. Harga tersebut sudah termasuk: Biaya kapal PP Merak-Bakauheni, biaya sewa mobil Bakauheni-Dermaga Canti, sewa kapal dari Dermaga Canti ke Pulau Sebuku, Pulau Umang-Umang- Pulau Sebesi, Gunung Anak Krakatau, dan Pulau Rakata. Sudah termasuk makan 4 kali di Pulau Sebesi. 



Video Trip Pulau Sebesi: