Ingin Menikmati Kuliner Sehat dan Halal di Tempat Nyaman? Ayo ke Waroeng Sunda Talaga Bestari

16.05

Nama Waroeng Sunda sudah tak asing lagi bagi saya, selain karena rumah makan ini sering saya lewati ketika melintas dari dan ke BSD-Alam Sutera, juga sering saya dengar sebagai rumah makan yang kerap direkomen oleh teman-teman saya untuk tempat bersantap bersama keluarga, untuk tempat arisan dan untuk acara-acara pertemuan. Namun selama ini saya belum tahu jika Waroeng Sunda punya cabang lain selain Waroeng Sunda di Serpong Tangerang Selatan, yaitu Waroeng Sunda Jungle Land Sentul Bogor, dan Waroeng Sunda Talaga Bestari Cikupa Tangerang.

Hari Minggu kemarin (8/11/2015) saya bersama keluarga berkesempatan berkunjung ke Waroeng Sunda Talaga Bestari. Ini menjadi kunjungan pertama kami. Lokasinya memang agak jauh dari tempat tinggal saya di BSD, tapi bisa dicapai lewat tol Jakarta-Merak, lalu keluar Balaraja Timur. Sebelum keluar tol, nama Talaga Bestari sudah bisa terbaca dari jarak 600m (karena hurufnya besar-besar). Letaknya sebelah kanan jalan tol. Sebetulnya plang nama raksasa tersebut sudah sering saya lihat jika sedang dalam perjalanan BSD-Merak, entah saat perjalanan mudik, liburan ke Anyer, atau saat menemani suami melakukan bisnis di kawasan industri Cilegon dan Krakatau Steel. Tapi tidak pernah ngeh jika di balik plang nama itu ada restoran kondang.


Nah, jika sudah melihat nama Talaga Bestari, berarti sudah dekat, langsung keluar tol, selanjutnya Waroeng Sunda dapat dicapai sekitar 300m lagi. Selepas fly over, tinggal beberapa meter ke depan sudah sampai di gerbang Talaga Bestari. Waroeng Sunda berada persis setelah gerbang. Letaknya di sebelah kanan. Jadi, begitu memasuki gerbang Talaga Bestari, restonya langsung kelihatan. Bangunannya bertingkat dua, bernuansa alami, dan dikelilingi oleh rimbunnya pepohonan. Jika menggunakan kendaraan pribadi, masuknya dari depan Club Talaga Bestari, ambil tiket masuk, lalu parkir di Waroeng Sunda. 



Bangunan resto bertingkat dua




area parkir yang memadai

Rindang pohon yang tumbuh di depan Waroeng Sunda membuat suasana rumah makan ini terasa asri. Bangunannya semi modern tetapi desain interior tidak meninggalkan nuansa pedesaan yang biasanya menjadi ciri khas Waroeng Sunda. Tempat makan ada yang lesehan dan ada yang meja. Kemudian, pengunjung juga bisa memilih ingin makan di dalam ruangan ber-AC, atau di luar ruangan (semi outdoor) dengan AC alam alias Angin Cepoi-cepoi :D Jika menginginkan suasana berbeda, bisa memilih tempat di atas dengan konsep semi outdoor. Di atas, suasananya lebih santai dan tenang.

Kemarin, saya beruntung dapat bertemu langsung dengan manager Waroeng Sunda Talaga Bestari, Reny Pramesyari. Wanita ramah yang punya banyak pengalaman dibidang restaurant ini adalah teman sekolah Lina, sahabat saya yang saat ini tinggal di Batam. Reny mengajak saya berbincang banyak hal, mulai dari dunia kuliner, wisata, internet, hingga bisnis. Menurut Reny, resto yang dipegangnya saat ini telah berdiri sejak tahun 2012. Intiland memberinya lahan yang cukup luas, bahkan di lokasi yang sangat strategis. Bersama rekannya, Reny lalu membangun Waroeng Sunda. Dan sejak itu, resto ini terus berkembang dan akhirnya menjadi resto andalan dan terdepan di kawasan Talaga Bestari. Pengunjung yang datang selalu ramai. Bahkan, tak terhitung telah beberapa kali pejabat daerah maupun ibukota makan dan mengadakan event di restonya. Hal tersebut dibuktikan oleh Reny dengan memperlihatkan foto-foto yang pernah diambilnya. Masih menurut Reny, di sini bupati, gubernur, pejabat-pejabat instansi pemerintahan, serta artis, pernah berkali-kali mampir dan makan. Terakhir, Presiden Jokowi pun pernah direncanakan akan makan di sini untuk suatu event di bulan Oktober kemarin.

Ngobrol asyik dengan Reny


Ngobrol di taman juga asyik

Selama berbincang, kami menikmati cemilan mendoan dan beberapa minuman favorit Waroeng Sunda. Oh ya, kata Reny, semua minuman di sini adalah minuman favorit. Tapi jika ingin yang khas dari Waroeng Sunda, maka bisa mencoba Es Waroeng Sunda dan Es Punclut. Ketika ditawarkan, kami langsung mencoba kedua minuman tersebut. Suami mencoba es Waroeng Sunda, anak saya memesan Es Lidah Buaya, dan saya mencicip Es Pluncut. Es punclut adalah minuman yang berisi nata de coco, kolangkaling, dan rumput laut yang dicampur susu dan syrup berwarna merah yang menggoda selera. Buat saya, porsi esnya cukup besar. Kemudian saya membaginya untuk anak saya yang tampak sangat tergoda dengan warna merah syrupnya.

Ada beberapa menu favorit Waroeng Sunda Telaga Bestari yang patut untuk dicoba seperti Soup Ikan Gurame, Patin Bakar Cabut Tulang dan Cah Bunga Pepaya. Saya memesan soup gurame. Pelayan sempat menanyakan ukuran porsi. Saya bilang yang paling sedikit. Katanya yang paling sedikit itu 7 ons. Sewaktu dibawa ke meja, astaga ternyata porsinya banyak. Saya benar-benar suka dengan rasa kuah sup gurame yang kaya rasa. Mengingatkan saya pada masakan Gangan Belitung dan Pindang Baung Lampung, dua jenis olahan ikan yang paling saya sukai. Kuahnya itu lho, benar-benar sesuai selera lidah saya yang sangat Nusantara.
 

Sate Kambing Rp 36.000,-


Sop Gurame Rp 11.000,- / ons


Tumisan Bunga Pepaya Balacan Rp 22.000,- / porsi


Tempe Mendoan Rp 10.000,- /porsi


Rp 16.000,- / gelas


Es Waroeng Sunda Rp 16.000,- / gelas


Es Lidah Buaya Rp 12.000,- / gelas




banyak pilihan menu

Aneka minuman

Selain Soup Gurame, kami juga mencoba Cah Bunga Pepaya. Ada dua rasa yang ditawarkan untuk menu yang satu ini, yaitu Cah Bunga Pepaya Balacan dan Cah Bunga Pepaya Bawang Putih. Bojoku suka yang balacan, saya juga. Kami lalu pesan itu. Saat dimakan, rasa pahit bunga pepaya memang masih terasa, tapi karena berpadu dengan rasa terasi dan pedas cabe, malah sukses membuat lidah jadi bergoyang.

Sate kambing, tahu dan tempe goreng ikut melengkapi menu makan siang kami. Humayra amat menyukai tempe dan tahu, karena itu dua macam makanan ini dinikmati sendiri olehnya, sebab ia tak bisa makan soup gurame pedas yang belum cocok untuk lidahnya. Yang istimewa di Waroeng Sunda adalah keberagaman jenis sambal, mulai dari Sambal Mangga, Sambal Ijo, Sambal Terasi, Sambal Cengek dan juga Sambal Dadak. Nah, saya mencoba untuk mencicipi semua sambal itu. Meski tak saya tandaskan (karena alasan lambung), tapi sambal-sambal itu berhasil meningkatkan selera makan. Artinya, jika biasanya porsi makan saya sedikit, dengan makan sambal maka saya bisa makan dalam porsi banyak. Tapi hal ini berlaku jika sambalnya hanya sambal khas Indonesia yang dibuat hanya saat hendak disajikan. Bukan sambal botolan :D

Untuk anak-anak sebetulnya ada menu khusus anak seperti ayam pentung, sosis gulung mie, dan sop ayam. Menu tersebut tidak ada yang pedas. Namun, Waroeng sunda juga menyediakan menu lain yang juga bisa dikonsumsi untuk anak seperti sate ayam, empal tusuk, ayam kalasam, sayur asam, sop buntut dan masih banyak lainnya.

Becak mini buat anak bermain


Tempat anak-anak bermain becak






Saung di atas


Pemandangan dari atas


Suasana di lantai atas, segar banyak pohon


Di belakang saung itu ada huruf-huruf besar bertuliskan Talaga Bestari yang biasa terlihat dari jalan tol Jkt-Merak
Bersih dan nyaman
Asri
Selain sebagai tempat wisata kuliner keluarga, Waroeng Sunda Talaga Bestari juga menyediakan tempat meeting berkapasitas 150 sampai 200 orang. Cocok bagi pelaku bisnis maupun kantor dan dinas. Ruang meeting dilengkapi dengan fasilitas yang mendukung dan ditawarkan dengan harga yang terjangkau. Seperti Minggu siang kemarin, di ruangan pertemuan yang terletak persis di sebelah tempat kami makan, sedang berlangsung acara Prudential. Oh ya, selama berada di restoran, terdengar alunan musik asli Tanah Pasundan, memanjakan telinga kami yang sedang bersantai menikmati makanan. Ditambah salam dan sapa ramah para pelayan, sungguh membuat hati senang. Suasana yang saya lihat dan rasakan benar-benar nyaman. Menikmati kuliner pun jadi terasa berkesan.

Setelah berkunjung dari Waroeng Sunda Talaga Bastari, saya mulai mencatat. Suatu saat jika sedang dalam perjalanan Jakarta-Merak atau sebaliknya, saya butuh beristirahat dan makan, maka saya akan ke sini. Waroeng Sunda cocok untuk disinggahi karena tempat ini memiliki fasilitas lengkap yang dapat memenuhi segala kebutuhan mood. Alasan utamanya tentu karena makanannya cocok dilidah dan harga yang terjangkau. 

Satu hal yang paling penting untuk diketahui, semua makanan Waroeng Sunda telah dinyatakan aman oleh BPOM. Berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ditemukan kandungan bahan berbahaya pada makanan yang disediakan di sini. Hal tersebut disampaikan oleh Reny kepada saya. Salah satu contohnya sup gurame yang saya makan. Ikan yang digunakan adalah ikan yang diambil dari kolam. Diolah menjadi makanan hanya ketika hendak disajikan. Begitu juga dengan bahan lainnya seperti tempe dan tahu. Selain itu, Reny menjamin makanan yang disajikan oleh Waroeng Sunda adalah Halal.

Kios nugget punya Reny


Sarana bermain untuk anak


Sarana bermain untuk anak


Waroeng Sunda berdekatan dengan Marketing Office Intiland

Talaga Bestari sendiri adalah kawasan hunian yang dibangun oleh pengembang Intiland. Di sini, selain terdapat hunian dengan berbagai type, juga terdapat kantor pusat Lion Air. Ada sekolah Al Azhar, club Talaga Bestari, kios-kios dagang, dan tempat bermain untuk anak. Keberadaan kantor pusat dan mess Lion Air membuat kawasan Talaga Bestari jadi ramai. Masih menurut Reny, kehadiran pilot dan pramugari di resto Waroeng Sunda juga terbilang sering. Reny sendiri, selain mengelola restoran Waoreng Sunda, juga mengelola bisnis kuliner lainnya seperti warung bakso dan kios nuget (produk Japfa) di kios-kios yang terletak di sebelah Waroeng Sunda. Dari pantauan saya siang itu, area jajan dan bermain di sekitar resto memang tampak ramai. Kawasan ini tampak hidup. Sama sekali tak seperti bayangan saya sebelumnya.

Usai puas menikmati suguhan Waroeng Sunda, kami berpamitan dengan Reny, bersiap hendak pulang. Sebelum berpisah, saya dan Reny membuat janji untuk bertemu kembali di lain waktu. Ya, tentu saja saya mau bertemu Reny lagi. Dia wanita aktif yang punya segudang pengalaman di bidang kuliner. Reny juga punya hobi sama dengan saya, yaitu jalan-jalan. Saat ini Reny tengah berbadan dua. Di balik big size dress yang ia kenakan, terlihat perutnya yang membuncit. Semoga sehat selalu kandunganmu, ya, Ren. Aamiin.
Hunian di Talaga Bestari


Hunian cluster yang baru dibangun

Sebelum meninggalkan Talaga Bestari, kami menyempatkan masuk ke dalam kawasan hunian, menyusuri jalan komplek di bawah rinai hujan. Saya suka dengan jalan aspalnya yang tebal dan mulus, juga rindang pohon yang berdiri di sepanjang ruas jalan. Rumah-rumah besar dalam cluster tampak sedang dibangun. Yang lainnya cluster-cluster lama dan sudah berpenghuni. Makin melaju ke dalam, suasana makin ramai. Banyak rumah dan ruko-ruko. Kawasan Talaga Bestari tampaknya terus tumbuh dan berkembang. 


Waroeng Sunda Talaga Bestari mudah dicapai, karena lokasinya tepat di sisi tol Jakarta-Merak. Dari restoran ini, hanya perlu 2-3 menit untuk keluar dan masuk jalan tol.
 


WAROENG SUNDA TALAGA BESTARI
Perumahan Talaga Bestari
Cikupa - Tangerang 
Telp: 021-5969546




*semua foto dokumentasi Katerina


Share this

Indonesian Blogger | Travel Writer | Email: katerinasebelas@gmail.com |

Related Posts

Previous
Next Post »

11 comments

Write comments
9 November 2015 17.40 delete

Asri banget Mbak tempatnya. Aku pengen tempe mendoannya..... ira

Reply
avatar
9 November 2015 19.12 delete

Wah harus dicatat nih, Waroeng Sunda Talaga Bestari. Sip sip, makasih sharenya.

Reply
avatar
10 November 2015 06.37 delete

Dari tempat hingga menunya manteb-manteb banget nih.
Ga nyesel pasti mampir ke Warung Sunda ini

Reply
avatar
10 November 2015 08.30 delete

Suasananya menyenangkan dan asri, lengkap pula fasilitasnya, apalagi ada area bermainnya bikin anak-anak makin betah.

Reply
avatar
10 November 2015 08.44 delete

Nyaman sekali ini ya mba tempatnya. Habis maem enak banget leyeh2 di saung :)

Reply
avatar
10 November 2015 11.09 delete

Pengen nyicipin soup ikan guramenya. Sebagai penggemar ikan dakuw ngileeerrrrrrr

Reply
avatar
10 November 2015 11.32 delete

Nyaman keliatannya yaa...ada tempat main buat anak-anak pula.

Reply
avatar
10 November 2015 12.04 delete

penasarn dengan rasa bunga pepaya tumis Belaca itu, aku penasaran makan bunag bunga an ala Susanna, hehehe Tepatnya Asri dan adem, pas buat makan dan bersantai bersama teman atau keluarga

Reply
avatar
10 November 2015 15.05 delete

Tempatnya enak banget, sejuk n asri. Ada dawet ireng juga khas daerahku dan makanan Sunda-nya juga tampak menggoda. Masukin ke wish list tempat makanan yang wajib dicoba nih...

Reply
avatar
10 November 2015 16.45 delete

es dawet ireng??? waaah baru denger nih :D

Reply
avatar

Leave your message here, I will reply it soon! EmoticonEmoticon