Merawat Kucing Kesayangan

17.41

Assalamu'alaikum Wr Wb, 

Delapan bulan terakhir ini, ada satu lagi mahluk yang paling saya perhatikan, saya rindukan, dan sering saya tanyakan di saat bepergian. Siapa hayo? Kucing! :D

Oreo namanya. Kucing jantan berbulu hitam dan putih. Hitam hampir di seluruh badan dan putih pada bagian bawah dagu, dada, hingga perut, termasuk bagian punggung kaki.  Jika berdiri, sekilas seperti mengenakan tuxedo. Dan kakinya, seperti berkaos kaki. Bola matanya unik, jika berada di tempat terang berwarna kuning. Lalu berubah jadi biru jika berada di tempat agak gelap, atau bahkan sangat gelap.

“Makanan kucing masih ada?”
“Oreo sudah di mandikan?”
“Tempat makan kucing sudah dibersihkan?”
“Hari ini Oreo nyakar sofa atau batang pohon?”


Hehe… itulah sederet tanya yang sering saya ajukan ke orang rumah jika sedang berada jauh dari rumah. Meski demikian, tidak berarti orang rumah dapat perhatian belakangan lho. Tetap nomor satu. Tapi si kucing sudah pasti tidak ketinggalan.
 

Saat masih kecil, sehari setelah ditemukan di dalam got
Usia Oreo kini sekitar 8 bulan. Kami merawatnya sejak kecil. Dulu ia kami temukan di dalam got. Terdorong oleh rasa iba dan takut hidupnya bakal berakhir di got, ia kami selamatkan. Saat dikeluarkan dari got, tubuh mungilnya basah kuyup, ada luka kecil di kaki kanannya dan itu bikin ia agak pincang. Sangat menyedihkan. Lalu saya bawa ke rumah, dimandikan, disabuni (pakai busa sampho), di keringkan dengan hair dryer, dan kemudian diselimuti handuk. Setelah itu disuapi susu ultra milik anak saya. Untuk lukanya, saya obati dengan betadine. Hanya itu pertolongan pertama yang saya lakukan. Kemudian, kucing kecil yang pada awalnya saya beri nama Bleki itu, saya bawa ke dokter untuk diperiksa dan diobati. 

Menurut dokter, saat ditemukan usia Oreo baru sekitar 1 bulan. Setelah melalui pemeriksaan umum dan pengobatan, Oreo boleh dibawa pulang dan saya dibekali banyak ilmu tentang cara merawat kitten. Dokternya bahkan memberikan nomor handphonenya agar saya bisa menghubungi setiap waktu jika ingin bertanya tentang cara merawat kucing. 

Sebulan kemudian Oreo menjalani vaksinasi tricat. Usianya saat itu sekitar 8 minggu, usia yang tepat untuk vaksin. Kata dokter, dengan vaksinasi Oreo akan terhindar dari penyakit menular seperti Feline Rhinotracheitis, Calicivirus dan Feline Panleukopenia. Kendati telah divaksinasi, kemungkinan  terkena salah satu dari tiga penyakit di atas tetap ada namun biasanya relatif ringan dan tidak menyebabkan kematian. Selain pemeriksaan dan vaksinasi, Oreo juga diberi obat cacing. 

Lengkap sudah pengalaman pertama membawa pasien hewan ke dokter hewan. Rasanya seperti mengurus bayi manusia saja, dibawa ke dokter, divaksin dan mendapat buku jadwal vaksin :D
 
Mengenai vaksin, saat ini ada tiga vaksin kucing resmi yang beredar di Indonesia, dan semuanya berasal dari luar negeri, yaitu : Leucorifelin, diproduksi oleh Merial (Eropa), FeloGuard, diproduksi oleh Fort Dodge (Amerika), dan Felocell 3, diproduksi oleh Pfizer (Amerika). Ketiga vaksin tersebut sama-sama memberikan perlindungan terhadap tiga penyakit menular pada kucing.
 

Gaya tidur favorit
Sejak memelihara Oreo, hari-hari kami jadi makin ceria. Terlebih anak saya. Doa-doa yang selama ini sering diucapkannya seusai salat (saat ikut salat sama saya) adalah meminta kepada Allah supaya bisa memelihara kucing, ternyata dikabulkan. Sebetulnya, dalam doanya dia juga minta agar punya hewan peliharaan ular, kuda, dan cicak. Hiii….doanya kok bikin saya bergidik ya. Jangan sampai kami menemukan ular di got, ngeri kalau anak saya menghiba-hiba minta menyelamatkannya juga :D

Memelihara kucing ternyata gampang-gampang susah. Banyak persiapan yang harus dilakukan. Mulai dari menyiapkan tempat tidur dan alas, tempat makan dan minum, tempat BAB (litter box), sikat dan sisir, hingga tonggak kayu untuk cakaran. Nah, dari semua perlengkapan itu, hanya tonggak saja yang tidak saya sediakan. Soalnya di depan rumah kan ada pohon, saya pikir biar pohon itu saja buat cakaran :D Eh, ternyata kitten nya tidak tertarik pada batang pohon yang ada. Dia lebih tertarik pada sofa kulit di ruang TV. Alhasil, satu sofa jadi korban. Penuh cakaran hiks. Mau dilarang ga tega. Dilarang juga sudah terlanjur robek-robek. Mungkin memang harus berkorban ya. Untungnya rasa sayang sama Oreo lebih besar ketimbang sama sofanya, jadinya ya tidak terlalu sakit hati juga.

Selain itu, saya juga perlu
mengkondisikan lingkungan baru buat si Oreo. Segala hal yang berpotensi membahayakannya, saya singkirkan. Mulai dari sabun, deterjen, benda-benda tajam, kabel listrik, jarum, kantong-kantong plastik, tempat sampah yang terbuka, hingga tanaman berduri dan beracun, semua diamankan dan disterilkan. Gimana ga kayak punya bayi lagi coba kalau sudah begini? *lap keringet*
 

Makanan basah (sarden) dan kering (sereal)
Memiliki hewan peliharaan tidak sekedar menyediakan tempat yang layak, atau sekedar memberinya rasa aman dan nyaman, tetapi juga memperhatikan makanan yang dimakannya. Memiliki Oreo membuat saya mulai belajar banyak hal, salah satunya belajar mengenal kriteria terbaik dari makanan kucing. Beberapa kriteria makanan tersebut, di antaranya adalah:
  • Disukai oleh si kucing. Ini harus dong. Gimana mau makan kalau kucingnya tidak suka hehe
  • Mudah dicerna dan mudah dimetabolisme oleh tubuh si kucing.
  • Nutrisinya lengkap dan seimbang.
  • Banyak dipakai oleh cattery (pembiak kucing) yang memperhatikan kualitas kucingnya
  • Makanan yang dimakan menunjukkan perbaikan performance & kesehatan kucing
  • Yang terakhir, makanannya sudah pasti harus aman dan terbukti baik bila diberikan pada kucing untuk jangka waktu lama (puluhan tahun).
Belanja makanan kucing :D
Memberi Oreo makan adalah rutinitas yang paling kami sukai. Begitu juga saat membeli makanannya. Jika biasanya ke supermarket hanya lewat saja di rak-rak makanan hewan, sejak memelihara kucing malah paling dulu disamperi. Terutama anak saya. Masuk supermarket langsung bergegas menuju rak makanan kucing. Saking perhatiannya sama kucing, dia sudah tahu kaleng mana dan bungkusan mana yang mesti dibeli untuk kucingnya.

Ada beberapa merk makanan kucing yang berkualitas baik. Semakin baik, semakin mahal harganya. Lima di antaranya adalah Royal Canin (bagus untuk mencegah kerontokan bulu), Pro Plan (bagus untuk menggemukkan kucing), Frieskies, Whiskas, dan Me-O. Dari lima merk ini, hanya Royal Canin dan Pro Plan yang belum pernah saya coba. Mahalnya itu lho. Kalo kucing saya itu jenis kucing luar, ya bolehlah. Ini kan cuma kucing lokal. Kalo orang sini bilang kucing kampung :D
 

Deretan makanan kucing: Whiskas, Me-O, Frieskies

Meskipun kucing lokal, Oreo sangat ganteng :D Bulu-bulunya lebat dan halus. Mungkin efek dari makanan yang dimakan, ya. Berhubung sejak kecil sudah makan makanan khusus kucing, Oreo jadi tidak mau makan ikan goreng, apalagi ikan asin. Dikasih nasi ga disentuh, cuma diendus-endus saja. Dikasih sayur brokoli dan wortel oleh anak saya, Oreo nya melengos. Ngambek haha. Lagian, anak saya ada-ada saja dikasih brokoli. Katanya biar Oreo kayak dia, makan sayur. Hadeuuh…keluar dong dari habitatnya kalo begitu.

Ohya, yang bikin takjub tuh, Oreo kalo pipis ke toilet. Awalnya saya kurang suka lihat dia keluar masuk toilet, tapi pas tahu ternyata dia pipis, akhirnya saya biarkan. Pipisnya sih di lubang pembuangan air mandi, bukan di kloset. Mungkin dia ga bisa naik ya. Akhirnya saya buatkan kloset di tempat lain. Khusus buat pipis. Kalo pup tetap di litter box. 


Untuk mandi, saya agak kesulitan kalau melakukannya sendiri. Oreo harus dipegang setidaknya oleh tiga orang. Terkadang kalau dimandikan dengan air biasa, dia berontak. Saat berontak, kukunya sering melukai. Makanya saya mandikan dengan air hangat. Itu pun tetap harus dibantu. Harus ada yang menyiramnya, menggosok badannya, dan menyambutnya dengan handuk. Pokoknya kalau acara mandi pasti heboh. Kadang kalau tidak sanggup, saya bawa ke pet home. Sekali mandi, bayar Rp 45.000,- :D 

Kalau sekeluarga bepergian, di rumah kan ga ada orang tuh. Oreo sering saya titipkan ke tetangga. Kebetulan tetangga saya itu sekeluarga suka sama Oreo. Dititipi malah senang. Kalau dititip, saya bekali semua makanannya, termasuk tempat pup nya. Tapi herannya, kalau di rumah orang dia tidak mau pup di litter box, tapi ke halaman, di semak-semak :D Sebetulnya bisa juga sih di titipkan di pet home, semacam hotel khusus kucing (hotelnya bintang lima lho hahaha), tapi bayarnya lumayan mahal. Di Sweet Kittens yang ga berbintang saja sehari bayar Rp 50.000, gimana yang berbintang lima seperti B Pet Home, ya? hihi Kalau mau lihat-lihat hotel kucing B Pet Home bisa ke alamat ini : http://bpethome.blogspot.com/
 

Kini sudah besar dan sehat ^_^
Banyak hal-hal lucu yang tidak pernah bosan untuk dilihat dari Oreo. Saat bermain bola, saat berlari mengejar-ngejar bola yang dilemparkan, saat bergelung-gelung di kaki, saat mengendus kaki ketika kita baru sampai rumah, saat mengejar-ngejar cicak lewat, saat tidur, dll. Kalau saya pulang, dia duduk tengkurap di garasi. Minta diangkat dan dipindahkan. Kalau tidak diangkat, dia tidak akan pergi. Manja. Cuma minta disentuh. Kalau saya hendak membuka pintu, dia berdiri dengan dua kaki bagian depan memegang pintu. Seolah ingin ikut membukakan pintu.

Di rumah, jika sebelumnya anak saya selalu bermain dengan boneka-boneka hewan (ga main boneka princess2an :D ), sejak ada kucing, mainnya sama kucing. Nah, karena mainnya sering sama kucing, mau tidak mau kucingnya tidak saya bebaskan keluar rumah, apalagi keluar pagar. Supaya badannya tetap bersih, tidak berinteraksi dengan kucing liar, dan tidak terkena penyakit yang mungkin dibawa kucing lain. Semua tempat makan dan minumnya, termasuk litter boxnya, benar-benar saya jaga kebersihannya. Jadwal vaksin juga saya perhatikan. Takut kelewat, nanti kena penyakit. Dengan begitu, anak saya bisa bermain dengan kucing yang bersih dan sehat terus.
 

Si ganteng bermata indah

Dan satu hal lagi, setiap anak saya selesai bermain dengan kucing, langsung saya suruh cuci tangan sampai bersih. Bahkan seringnya langsung saya suruh mandi. Bukannya malas, eh dia malah senang disuruh mandi. Soalnya saya bilang, dia boleh mandi lama-lama dan main busa yang banyak :D

Itulah cerita tentang Oreo, kucing kami di rumah. Dengan perawatan yang baik dan makanan yang tepat, ia kini menjelma menjadi kucing yang (beranjak) besar dan sehat. Tak peduli darimana pun ia berasal (ditemukan), entah itu got atau di dekat tempat sampah. Jika ia sakit, sendirian, dan menderita, ambil dan selamatkan. Kucing juga mahluk Tuhan yang harus disayang dan dibesarkan dengan rasa cinta ^_^  


Share this

Indonesian Blogger | Travel Writer | Email: katerinasebelas@gmail.com |

Related Posts

Previous
Next Post »

10 comments

Write comments
10 Februari 2015 18.09 delete

ngalah-ngalahin manusia ya Mbak perawatannya :D
mantan bosku juga suka pelihara kucing anggora sampe beranak-pinak, katanya kalau beli makanannya bisa ratusan.
dulu aku juga suka melihara kucing lalu stop pas kucingnya ilang, eh sekarang Aim kayaknya sukaa banget kalo liat kucing. selalu bilang meong kalau liat kucing di jalan n pengin megangin gitu ;-0

Reply
avatar
11 Februari 2015 08.43 delete

Waaa... kucingnya cakep banget, mbaak... keliatan gagah.. :)
Aku belum pernah pelihara kucing, cuma pernah pelihara ular, kura-kura, ama iguana...

Reply
avatar
11 Februari 2015 09.12 delete

Aku gak benci kucing, tapi juga gak terlalu suka haha. Salut sama orang-orang seperti mbak Rien yang sangat sayang kucing. Salah satu kerabat kami ada yang seperti itu, rumahnya penuuuh dengan kucing. Aku suka geli kalo si kucing ngelus-ngelus hihi

Reply
avatar
11 Februari 2015 10.14 delete

Haha..ga sampe ngalahin manusia lah. Kalo manusia perlu perawatan ke salon, menikur pedikur, creambath, spa, sauna de el el Kalo kucing kan enggak haha

Anak kecil kebanyakan suka sama kucing. Jarang ada yang takut. Malah berani dan senang. Sama seperti Aim, anakku juga gitu, kalo ketemu kucing pinginnya dipungut dan dibawa pulang. Hadeeh...udah kayak ibu panti aja aku ini ya kalo tiap ada yang merana sendirian di jalan mesti di pungut :D
Aim boleh-boleh aja main sama kucing, tapi diawasi ya. Kucing liar kadang berpenyakit :)

Reply
avatar
11 Februari 2015 10.17 delete

Wadoooh mbak Dee nakutin banget. Masa peliharaannya ular dan iguana sih T_T
Aku yang namanya hewan melata kayak gitu, termasuk buaya dan biawak, merinding disko mbak. Ngeri dibelit, ngeri liat lidahnya, ngeri liat cara jalannya. Huaaa.....kok sama kayak anakku ya, sukanya hewan2 serem :( :(

Reply
avatar
11 Februari 2015 10.35 delete

Dulu, aku juga seperti Cek Yan. Ga benci kucing, tapi juga ga terlalu suka. Apalagi punya keinginan untuk memelihara, enggak banget. Tapi karena suatu kejadian, thn 2012 aku pernah menabrak kucing sampai mati (kepalanya kelindes mobilku), semua rasa itu jadi berubah. Mungkin karena rasa menyesal dan semacamnya, aku tiba2 jadi ingin merawat seekor kucing dan menyayanginya sepenuh hati.

Thn 2014 kemarin itu ga nyangka banget bertemu kucing dalam keadaan menderita. Terdorong oleh rasa iba, aku ambil lalu aku rawat. Aku pikir tadinya kalau sudah sehat mau dilepas saja, tapi kok ga tega ya. Ya sudah akhirnya aku pelihara. Ga nyangka malah jatuh hati sama kucingnya. Malah sedih kalo berpisah. Sebenernya aku sendiri juga ga ngira kok dulu ga suka, sekarang malah suka banget :D

Aduuh kalo sampe rumah penuh kucing aku kayaknya belum sanggup deh haha Kalo cuma 1-2 masih mau lah. Aku malah suka kalo kucing ngelus2 :D

Reply
avatar
11 Februari 2015 10.40 delete

Kalo buaya aku juga ngeri, mbak... ngeri liat giginya kalo lagi mangap :D :D

Reply
avatar
11 Februari 2015 12.36 delete

Hihihi ntar kucing se-BSD dirawat semua sama Mbak Rien.
Nah itu Mbak yang aku takutin, makanya kalau habis megang kucing harus cuci tangan.

Reply
avatar
23 Februari 2015 11.33 delete

Jadi mba Rien sempat biasa-biasa aja ya sama kucing? Mmm kalo gt suatu saat nanti aku bisa suka kucing ya. Karena aku sekarang gak suka memelihara kucing, khawatir dengan bulu dan kotorannya. Tapi kalo memandang dan mengajak kucing bicara aku suka

Reply
avatar
9 Maret 2015 08.55 delete

Bulan lalu Keponakan kasih tahu kalau kucing mereka Molly Meninggal Dunia. Karena Infeksi kandungan setelah melahirkan. Sekarang ganti ngerawat anak anaknya. Ngerawat kucing kayak ngerawat Bayi. Termasuk Pedicure manicure. Lama kelamaan jadi kayak keluarga

Reply
avatar

Leave your message here, I will reply it soon! EmoticonEmoticon