Rambutku Asetku

11.56
Dewi Sandra [last.fm]
Pernah punya masalah rambut rontok? Saya pernah. Walaupun tidak parah sampai bikin kepala jadi botak, tapi sempat bikin saya jadi panik. Masa iya sekali rontok jumlahnya puluhan? Berbagai cara sudah saya tempuh, mulai dari memotong rambut sependek mungkin, perawatan dengan creambath, hingga berulang kali ganti produk perawatan rambut. Namun sia-sia, masalah kerontokan tidak juga teratasi.

Sungguh t-e-r-l-a-l-u.

Ada yang bilang rambut rontok disebabkan oleh folikel rambut yang tidak aktif. Penyebabnya stress yang dialami tubuh. Akibatnya tubuh menyimpan energi negatif, dan itu harus dihilangkan, salah satunya dengan cara banyak bersantai dan relaksasi. Nah, yang saya lakukan untuk itu adalah jalan-jalan. Jalan-jalan bikin badan dan pikiran jadi segar, energi negatif pun jadi minggat. Siapa tahu folikel rambut jadi aktif kembali.

Ya, siapa tahu. Bukankah di dalam tubuh yang sehat terdapat rambut yang sehat? Hehe.

Saat badan dan pikiran segar kembali, saya kira masalah rambut selesai. Banyak jalan-jalan melihat pemandangan alam ternyata mendatangkan masalah baru, rambut saya jadi lepek dan berketombe. Waduh! Sudah rontok, ditambah pula lepek dan berketombe. Makin parah saja. 

Memang bukan rahasia lagi kalau rambut lepek dan berketombe itu musuh utama wanita yang tinggal di iklim tropis seperti saya. Heran, sinar matahari dan polusi kok masih mampu ‘mengusik’ rambut yang tersimpan dibalik helai kain jilbab, ya? Bikin timbunan minyak jadi berlebih serta jejak bau yang mengganggu. Rasanya sangat tidak nyaman. 

Problem rambut saya tentu bukan karena “Jalan-jalan”nya, melainkan karena faktor kondisi cuaca yang tidak bersahabat dengan rambut. Bisa jadi juga karena kurangnya perhatian saya akan perawatan rambut. 

Jalan-jalan mau, rambut sehat juga mau. 
Iya, dong!

Dulu saya belum berfikir untuk mengkonsultasikan masalah kesehatan rambut pada ahlinya. Tetapi sejak makin parah dan tidak terselesaikan, mau tidak mau saya harus meminta pengobatan yang tepat dan cara perawatan yang tepat. Takut dong ya kehilangan mahkota. Meskipun tidak untuk ditampakkan kepada orang lain, tetapi orang yang halal melihatnya tentu ingin melihat saya punya mahkota yang indah.

Perawatan rambut berjilbab seperti saya agak sedikit berbeda dengan rambut yang tidak biasa ditutup, karena memiliki masalah yang juga berbeda. Kendati demikian, jika melakukan perawatan rambut dengan benar, rambut tertutup juga tetap bisa sehat seperti mereka yang tidak mengenakan penutup kepala. 

Mirip saya ya? :p *dilihat pake sedotan dari Monas*
Saya mengawali pengobatan dari dalam, yakni dengan memenuhi nutrisi rambut. Tiap hari mengonsumsi makanan yang kaya akan protein dan vitamin B6, B12, dan C, serta vitamin pendukung rambut lainnya. Sebelum rontok sih  tiap hari juga mengonsumsi makanan dengan kandungan nutrisi seperti itu, tapi sejak rontok, jumlah asupannya jadi ekstra.

Mengatasi rambut rontok ternyata bukanlah perkara mudah. Perawatan dari dalam saja tidak cukup, mesti diimbangi juga dengan produk perawatan untuk rambut rontok yang sesuai dengan kondisi rambut. Untuk perawatan luar saya mencari solusinya dengan menggunakan produk perawatan rambut. Hanya saja waktu itu saya kan belum tahu produk mana yang cocok karena di pasaran terdapat berbagai macam jenis produk perawatan rambut. 

Jadi, penting untuk memahami betul manfaat & kegunaan dari masing-masing produk perawatan sebelum menggunakan produk perawatan. Tujuannya supaya perawatan yang dilakukan tepat dan bermanfaat. 

Pilihan saya waktu itu Dove Total Hair Fall Treatment. Produk ini cukup ampuh membersihkan kulit kepala dan helai rambut secara menyeluruh. Pemakaian secara teratur Dove Total Hair Fall Treatment ternyata membantu mencegah rambut dari kerontokan. Kandungan Trichazole-nya terbukti menutrisi akar rambut dan memberi kekuatan pada batang rambut hingga ke ujung. 

Selain produk sampho, perawatan saya iringi juga dengan penggunaan hair tonic Mustika Ratu, serta creambath dengan Garnier Neril Anti Loss Guard. Alhamdulillah setelah pemakaian teratur, masalah rontok teratasi.

Melihat problem rontok berkurang, saya mulai lalai perawatan. Padahal di saat yang sama aktifitas traveling saya justru meningkat. Problem berbeda kemudian muncul, rambut saya lepek dan berketombe. Takut jadi parah, saya kembali melakukan perawatan seperti sebelumnya. Saya mulai creambath lagi. Tapi creambath tidak membantu karena hair treatment ini hanya memberi lapisan dan melindungi kutikula (lapisan rambut terluar), dan tidak mencapai bagian korteks (lapisan rambut yang lebih dalam). 

Perawatan dengan creambath saya ganti dengan hair mask, semacam foundation rambut yang berfungsi untuk menutup kutikula rambut yang rusak sehingga efek yang ditimbulkan rambut menjadi lebih lembut. Tapi ternyata hair mask juga belum tepat sebab manfaatnya masih pada lapisan rambut terluar (kutikula). Hair mask cocok untuk mengatasi masalah pada helai rambut, tetapi tidak untuk masalah di kulit kepala.

Terakhir saya memilih perawatan dengan hair spa. Seperti yang dianjurkan ahli terapis, perawatan hair spa lebih tepat untuk saya yang memiliki masalah dengan kulit kepala. Hair spa lebih efisien dibandingkan creambath karena memberi perawatan rambut yang lebih baik dibanding creambath. 
 
MAKARIZO Texture Experience "Strawberry Yoghurt"
Refreshing, nourishing and protecting hair.

Griya kecantikan tempat saya melakukan perawatan hair spa menggunakan produk perawatan dari Makarizo. Mulanya saya kira ini produk baru, soalnya baru kenal, eh ternyata produk lama. Untuk hal ini saya memang ketinggalan berita hehe
Foto: Tokopedia

Salah satu jenis produk perawatan rambut dari Makrizo adalah 'Texture Experience' yang dapat menjaga kesehatan dan kelembaban rambut dengan aroma coklat, kopi, daun mint dan strawberry. Produk favoritnya adalah 'Black chocolate' yang kaya ekstrak kokoa. Bekerja untuk mengontrol kelembaban kulit kepala dan aroma coklat yang mengharumkan dapat membuat relaks. 

Namun, menurut ahli terapis saya, MAKARIZO Texture Experience "Strawberry Yoghurt" lebih tepat untuk problem rambut yang saya alami. Produk perawatan ini diperkaya ekstrak Strawberry dan Yoghurt, serta vitmin A yang diformulasi untuk menyegarkan, menutrisi dan melindungi rambut. Nah, karena ahli terapisnya sudah pengalaman dengan klien yang punya problem seperti saya, saya ikuti anjurannya. Dan sejak itulah saya rajin hair spa dengan produk Makarizo. Saya memilih melakukan perawatan di griya kecantikan supaya hasilnya lebih maksimal. Dengan menggunakan tenaga terapis, manfaat hair spa jadi double sebab adanya pemijatan saat proses treatment sehingga selain mendapatkan perawatan rambut juga dapat merasakan sensasi relaksasi yang luar biasa. 

Hampir 2 tahun sejak memulai perawatan dengan hair spa, saya masih menggunakan Texture Experience "Strawberry Yoghurt". Problem rambut memang telah lama berlalu, namun kebutuhan akan hair spa tetap berlanjut sampai kini. Dan alhamdulillah problem rambut rontok, lepek dan berketombe sudah tidak pernah lagi menghampiri. Rambut sehat, jalan-jalan pun tak lagi diliputi rasa was-was akan munculnya masalah rambut.

***

 

Share this

Indonesian Blogger | Travel Writer | Email: katerinasebelas@gmail.com |

Related Posts

Previous
Next Post »

Leave your message here, I will reply it soon! EmoticonEmoticon