[Derawan Trip] Trekking Ke Gua Sembat

07.53

Gua Sembat berjarak sekitar 2 km dari Desa Bohe Silian, Kecamatan Maratua. 20 menit waktu untuk trekking menuju sisi bukit di belakang desa. 

 berjalan di hutan tropis, melewati tanjakan dan turunan 

hutannya banyak monyet

depan gua banyak pohon dan akar yang bergelantungan di sana-sini


Yang baju merah siap-siap untuk pose bergelantungan


 ga narsis ga eksis

Awas kejepit Gus!


 Untung saya mungil ya, jadi bisa lolos dari celah sempit ini hehe

Goa Sembat termasuk dalam tipe goa horizontal dan berair. Air dalam goa merupakan air payau. Airnya masih sangat jernih. Bisa buat berenang, karena memiliki kedalaman air sekitar 3 m. Menurut warga, goa ini mengalami pengaruh pasang surut air laut sehingga ketinggian air dalam mulut goa juga mengalami fluktuasi mengikuti kondisi pasang surut air laut. Kondisi ornamen goa masih alami dan masih dapat berkembang. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan adanya tetesan air perkolasi dari beberapa ornament yang ditemukan.



Ada apa di bawah sana? Ayo lihat!

mata air payau dalam gua




Melompat dengan indah, berenang dengan senang, rasakan kesejukan dan kesegaran airnya

Ohya, buat yang pingin nyoba panjat tebing, monggo dicoba. Dinding batu di sini berongga, jadi ada tempat pegangan kalau mau manjat. Ga bawa tali? Tuh banyak akar pohon bergelantungan. Bisa dicoba, sambil teriak auoooooo.... Dalam sekejap bisa langsung beraksi ala Tarzan! Oh iya, di atas tebingnya ada hutan. Siapa tahu di atas bisa berjumpa banyak monyet langka. 


Yeay Agus bisa manjat! :))

cicak merah di dinding diam-diam merayap


Sinar matahari nampak berusaha menerobos sela-sela dedaunan. Cahayanya menimpa dinding-dinding goa dan permukaan tanah yang ditutupi semak belukar. Menciptakan bayangan indah dan magis. Lama-lama, jika dalam keadaan sepi, bisa menimbulkan efek mistis. Hiii... 

Oh ya, jangan banyak bicara katanya. Alias dilarang berisik. Anak-anak desa yang ikut serta dalam rombongan kami memberitahu, katanya jika berisik dinding-dinding batu goa akan bergerak. Lalu menyempit. Dan siapapun yang ada di dalamnya, bisa terkurung! Uwoooooow takuuuuut!

Terima kasih buat adik-adik dari desa Bohe Silian yang telah menemani kami



Bohe Silian, Kec. Maratua, Kab. Berau KALTIM tgl. 19 April 2014


Share this

Indonesian Blogger | Travel Writer | Email: katerinasebelas@gmail.com |

Related Posts

Previous
Next Post »

1 comments:

Write comments
24 Juni 2014 17.08 delete

Maaf travelien, koreksi
Monyet abu-abu ekor panjang, atau Macaca fascicularis kategori IUCN nya masih least concern... monyet ini masih banyak, tapi tetap saja di Indonesia, statusnya dilindungi, makanya gubernur Jakarta melarang topeng monyet, selain bisa menyebarkan penyakit, binatang ini dilindungi...

Reply
avatar

Leave your message here, I will reply it soon! EmoticonEmoticon