[Derawan Trip] Cinta Lokasi Yang Mesti

04.59
Cinta banget sama sunset, sampe kebanyakan gaya gitu :D

Assalamu'alaikum Wr Wb,

Cinta lokasi. Pernah dengar ga sih? Pernah dong. Aku sering dengarnya  dari TV, di acara biang gossip :p

Pernah suatu kali buka TV (kebetulan yeee) pas lagi acara gossip yang heboh betul menceritakan kisah asmara antara seorang actress dan actor yang terlibat dalam sebuah proyek film. Ceritanya, si actress dan actor yang berperan di film itu, membawa peran saling cinta di film hingga ke dunia nyata. Awalnya katanya ga betulan, sekedar untuk pendalaman acting, supaya dapat feelnya. Chemistry gitu. Tapi ternyata, peran itu malah sungguhan terjadi di diri keduanya, di dunia nyata (di luar film). Nah, si presenter yang gaya bicaranya ditajam-tajamkan seperti silet itu, menyebut kisah itu dengan CINTA LOKASI!

Cinta pada keanekaragaman hewan laut :D
Abis pose si patrick pun masuk air lagi kan mbak Oni?  ^_*

Ah, actress dan actor mah biasa cinta lokasi. Dan kadang anehnya, masing-masing sudah punya pasangan tetep aja cinta lokasi (lo kasi gue beli). Untung pasanganku bukan actor, kalo iya, makan hati berulam jantung terus. Dikasih sambel, melalap deh.

Ok, abaikan dulu cinta lokasi seperti yang ada di gossip itu. Aku mau cerita-cerita tentang cinta lokasi tak biasa yang ada pada diri seorang pejalan (wisatawan), apapun sebutannya. Mau backpacker, flashpacker, traveler, ataupun turis jetset. Tunggu, jangan mikir bahwa cinta lokasi yang aku maksud ini adalah cinta pada temen ngetrip yeee…. Apalagi pada pimpinan trip huehehe. Eh kalo iya pun gapapa kok, ga ada yang larang :D

Kalau di lokasi syuting aja bisa cinta lokasi beneran, lantas kenapa di lokasi sunbathing (pantai), diving (laut), trekking & climbing (gunung) ga bisa? Merasa ga sih sebelum kita tiba di suatu tempat super beautiful kita dihinggapi perasaan suka, cinta dan kepingin cepat-cepat menyambangi? Sampe ngitungin sisa cuti dan sisa duit demi bisa sampai ke tempat yang bagus-bagus itu. Lalu, apakah setelah tiba dan menjejakkan kaki di tujuan rasa cinta itu bisa mewujud nyata dan benar-benar di curahkan?

Cinta itu, menjaga terumbu karang agar tak terinjak kaki.
Seperti mas Wawan ini lho :D

Kadang, cinta yang ada dalam kesemuan itu tak pernah benar-benar sama ketika berada di tempat nyata. Memang sih mungkin hanya segelintir orang saja, dan sisanya kebanyakan benar-benar terbawa ke alam nyata. Ya maksudku rasa cinta itu benar-benar teraktualisasi dalam perbuatan dan perilaku.

Kata para pencinta sejati, mencintai berarti menjaga, menyayangi, bertanggung jawab, dan melakukan yang terbaik (dan benar) pada apa yang dicintainya. Ia tak lelah berjuang dan berkorban demi yang dicintainya. Dan di atas segalanya, ia selalu ingat bahwa apa yang dicintainya adalah milikNYA. Karena itu, ia tahu bahwa Sang Pencipta Maha Melihat jika berbuat tidak baik pada apa yang dicintainya.

Pun dalam mencintai keindahan ciptaanNYA (dengan segala keunikkannya), begitu pula semestinya. Tak usah saya beritahu lagi cara-caranya, karena saya tahu, pejalan sejati adalah mereka yang telah dewasa dan bijaksan terhadap apa-apa yang mereka temui dan jejaki.
Cintai penduduk lokal
*mereka masih kecil-kecil Guuuuus...masih kecil :p

22 April 2014 kemarin, adalah hari bumi. Seperti biasa, ungkapan ini akan bergaung : There’s no place like my beautiful earth.
Gaungnya bagiku, hingga ke lubuk hati. Dan untuk negeriku yang rupawan ini, “There’s no place like my beautiful Indonesia.”

Cinta lokasi? HARUS!

Kemanapun bumi di pijak, di situ bumi dijaga.
Aku ambil contoh kecil satu saja. Ke laut misalnya. Tidak menginjak terumbu karang ketika snorkeling dan tidak berpegangan pada terumbu karang ketika hendak berfoto di dasar laut, sudah merupakan aksi kecil yang bagus sekali untuk menjaga ekosistem bawah laut. Kalau misalnya mau ditambahi, boleh juga. Misalnya tidak buang air besar or air kecil saat snorkeling dan diving rame-rame. Selain bikin hewan-hewan laut kebau-an, temen-temen juga bisa mabok huehehehe.

Cintai pulau-pulau elok itu dengan hati telanjang
*asal jangan kalian aja yang telanjang dengan pose pesut gitu ye :p

Yang lainnya paling ya semacam ga buang sampah plastic di laut. Aku pernah baca di situs greenpeace (kalo ga salah), sampah plastic bisa bikin  penyu pada mati. Soalnya sampah plastic itu dikira ubur-ubur oleh si penyu. Lha mending kalo penyu. Kalo aku? Udah pose-pose seneng ama sampah botol plastic yang dikira ubur-ubur (ceritanya mata lagi burem), eh ga taunya cuma sampah. Kan ga lucu pas mau pamer foto ternyata foto bareng ama sampah :D

Cinta lokasi. Dimanapun. 
Tempatnya, orang-orangnya (penduduk setempat), budayanya, dan kearifan lokalnya. 
Cintailah dengan hati yang telanjang.
Bukan sekedar sekali waktu, tapi hingga tak terbilang waktu.

Cintailah langit pagi yang bersiap menghadirkan sang mentari
Sepuitis dan seromantis yang kamu bisa
Asal jangan bikini ngiri para jombloers :D


Ada yang cinta lokasi sama si cantik ini? Hayo ngakuuuu!!! :p

Share this

Indonesian Blogger | Travel Writer | Email: katerinasebelas@gmail.com |

Related Posts

Previous
Next Post »

1 comments:

Write comments
27 April 2014 20.51 delete

Pokoke foto siluet pertama TOP BGT

Reply
avatar

Leave your message here, I will reply it soon! EmoticonEmoticon