Bertandang ke Griya Jamu dan Spa Aromatik di Puslitbangtri Bogor

16.17

Sepuluh pot terbuat dari tanah, berjejer di atas meja pajang. Semuanya tertutup. Terlihat tenang. Tak ada yang menggelegak. Pun, bunyi-bunyian khas yang ditimbulkan ketika merebus sesuatu.

Ketika salah satu pot itu di buka, aroma rebusan daun dan rempah seperti berlarian keluar, menyusup masuk ke lubang hidung. Aroma yang khas. Mbak pelayan Griya Jamu mengambil airnya, dituangkan ke dalam gelas bening setinggi 10-12cm. Warnanya hitam pekat.


Segelas jamu terhidang, berikut secangkir kecil air yang agak keruh yang disebut sebagai air penawar. Penawar apa? Penawar rasa pahit si jamu hitam. Saya bertanya, sepahit apa rasa jamunya? Katanya pahit sekali. Saya bergidik.

Gelas jamu terasa panas. Begitu juga air jamunya. Saya kira 5 menit cukup untuk membuatnya dingin, ternyata ketika saya mulai meneguknya, leher ini bagaikan tercekik! Hah! Perlu waktu lagi untuk menunggu hingga rasa panas pergi dari jamu pahit itu. Panas dan pahit, satu kesatuan yang membuat tenggorokan saya meronta.


Setiap pot memiliki nama. Nama jamu tentu saja. Berikut khasiat dan nama-nama tanaman yang digunakan sebagai jamu. Saya mengingat sebagian, diantaranya: Jamu Masuk Angin, Jamu Maag, Jamu Pegel Linu, Jamu  Sehat Wanita, Jamu Kolesterol, Jamu Kencing Manis, Jamu Darah Tinggi. Baru tujuh nama jamu. Tiga jamu lagi saya tak ingat namanya.

Saya memesan jamu sehat wanita. Saya wanita, dan saya ingin sehat. Begitu saja alasan saya saat itu. Padahal sebenarnya, ingin juga minum jamu maag. Maklum, penderita maag. 

Ketika jamu telah terasa dingin, saya kembali meneguknya. WOW! Benar-benar pahit. Tak tahan rasanya dan saya hanya bisa menghabiskan separuh gelas. Saya mesti jeda sekitar 5 menit untuk melanjutkan sisanya. Sepertinya, jamu yang saya minum ini mengandung banyak sekali brotowali, atau mungkin sambiloto (saya tak bisa membedakan rasa keduanya). Saya hanya menduga saja. Tak tahu pastinya. 

Menyesal rasanya tak mencatat bahan jamu yang diterangkan di tiap pot yang tersaji. Padahal itu perlu.



Saya tak mengira jika di Puslitbangtri terdapat Griya Jamu dan Spa Aromatik. Kebun ya kan? Saya kira cuma aneka tanaman saja yang bisa dilihat, ternyata ada "tempat sehat" yang juga bisa disambangi. Griya Jamu ini tempat dan suasananya bersih, juga menarik. Tersedia meja-meja dengan bangku yang nyaman untuk duduk para pengunjung. Entah untuk duduk selama minum jamu, ataupun untuk menunggu ibu/adik/istri yang sedang spa.

Selain itu, hal yang membuat saya merasa aman akan jamu yang saya minum di sini adalah karena bahannya murni terbuat dari tanaman obat yang dibudidayakan di Puslitbang. 


Siang itu, seusai melihat-lihat kebun pamer Puslitbang, saya mendapati tempat parkir Griya Jamu dan Spa Aromatik, ramai oleh kendaraan tamu. Ternyata, lumayan banyak konsumen yang datang untuk spa dan minum jamu.

Saya tertarik untuk mencari tahu lebih banyak, tetapi sayang petugasnya (mbak-mbak pelayan) terlihat selalu sibuk melayani tamu. Akhirnya, saya mencari tahu di internet. Maka didapatlah informasi seperti yang akan saya cantumkan di bawah ini. Saya copy paste dari balitro.litbang.deptan.go.id
Silahkan di baca untuk kita ketahu bersama-sama.


Mbak pelayan Griya Jamu

Griya Jamu dan Spa Aromatik

Balitro sebagai institusi penelitian tanaman obat memiliki peran yang besar untuk mensukseskan program Saintifikasi Jamu. Penelitian tentang jenis dan varietas tanaman obat, proses budi daya yang optimal dan pengolahan pascapanen yang baik diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap ujung tombak berjalannya Saintifikasi Jamu ini. Balittro diharapkan dapat menjadi leading dalan penelitian dan para peneliti Balittro memberikan informasi ilmiah pilihan jenis tanaman obat yang dapat digunakan dalam formula saintifikasi jamu ini. Hal ini sedang dijajagi dalam bentuk kerja sama dengan Badan Litbang Kesehatan.
Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian yang dimotori oleh Pusllibang Perkebunan mendirikan Griya Jamu dan Spa Aromatik, yang dapat menjadi salah satu pintu mengenalkan jamu kepada masyarakat umum.

Konsumen

Peran yang diambil Puslitbang Perkebunan ini merupakan sebuah langkah muntuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
Griya Jamu dan Spa Aromatik, terletak di Jl. Tentara Pelajar No.1 Kampus Penelitian Cimanggu Bogor.
Gedung ini diresmikan oleh Ibu Wamen Kementan pada tanggal 24 Juni 2012. Griya Jamu dan Spa menyediakan produk-produk herbal berupa 10 macam jamu godok siap saji dan simplisia keringnya. Griya Jamu dibarengi dengan adanya pelayanan Spa Aromatik diharapkan dapat menjadi agrowisata pilihan dan memberikan inspirasi bagi masyarakat tentang pemanfaatan tanaman obat, rempah, dan aroma terapi.

Seiring dengan sosialisasi Saintifikasi Jamu, dimana kita berharap jamu menjadi tuan rumah di negeri sendiri, peran Griya Jamu dan Spa Aromatik cukup diperhitungkan. Kunjungan dari ketua Perkumpulan Dokter Herbal Indonesia cabang Palembang, Ketua Komnas Jamu RI, Perwakilan Badan Litbang Kesehatan,  memberikan respon positif dan berharap keberadaan Griya Jamu dan Spa Aromatik ini dapat memberikan informasi yang benar tentang jamu dan membuat masyarakat bisa dan mau menggunakan jamu, sebagai obat tradisional Indonesia untuk usaha promotif, preventif, dan bahkan kuratif dan rehabililitatif bersinergi dengan obat konvensional. 
Separuh sisa tegukan pertama

Di bawah institusi penelitian, produk herbal yang terdapat di griya jamu ini, mendapatkan apresiasi dan kepercayaan yang lebih dari pihak konsumen. Konsumen yang datang pun tidak hanya dari masyarakat kampus penelitian Cimanggu saja, tapi juga masyarakat Bogor dan bahkan saat ini sudah ada konsumen dari Aceh sampai dengan Papua.  Perawatan Spa yang menitikberatkan kepada gabungan pemanfaatan jamu sebagai warisan tradisi nusantara dengan penelitian ilmiah, menghasilkan paket perawatan yang mengantarkan konsumen menjadi bugar, sehat, dan cantik ini semakin diminati para perempuan. Hal inilah yang membuat Griya Jamu dan Spa Aromatik sudah dapat mandiri dalam mengelola operasional sehari-hari dengan beberapa pegawai terapis dan kebersihannya.
 Jika suasananya seperti ini, minum jamu jadi betah ^_^

BALLITRO
BALAI PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT

Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Kementerian Pertanian

Jl. Tentara Pelajar No.3 Bogor 16111

Telp. (0251) 8321879 Fax. (0251) 8327010 e-mail:balittro@litbang.deptan.go.id
Website:http://balittro.litbang.deptan.go.id

Share this

Indonesian Blogger | Travel Writer | Email: katerinasebelas@gmail.com |

Related Posts

Previous
Next Post »

2 comments

Write comments
13 Mei 2013 18.44 delete

aku tuh orang yang jarang banget minum jamu..tapi kalo ada mah mau..:D pait jg gpp...

Reply
avatar
5 Februari 2014 11.49 delete

Aku juga jarang banget. Kalo ada aja baru mau..hehe sama ya :D

Reply
avatar

Leave your message here, I will reply it soon! EmoticonEmoticon