Rabu, 27 Februari 2013

Rujak Juhi Makanan Khas Betawi


Ketidaktahuan saya tentang asal muasal makanan Rujak Juhi, membuat saya mencari tahu lewat Google. Saya lakukan hal itu karena saya ingin menulis dan meng-upload foto makanan ini di blog saya. Dari blog kapanlagi.com saya mengetahui ternyata Rujak Juhi merupakan makanan khas Betawi. Salah duga, tadinya saya kira makanan khas Tanah Pasundan. 

Saya masih ingat pertama kali mengenal dan memakan Rujak Juhi di BSD sekitar belasan tahun yang lalu. Saya lupa kapan tepatnya tapi rasanya telah lebih dari sebelas tahun. Belasan tahun berlalu dan selama itu saya tak pernah bertanya Rujak Juhi itu makanan khas daerah mana. Hingga akhirnya beberapa hari yang lalu saya kembali bertemu dengan penjual rujak juhi yang sama, tempat pertama saya makan dulu. Sayangnya, saya kembali terlupa untuk bertanya. 

Pertemuan kembali dengan si ibu penjual Rujak Juhi tak hanya meluruhkan rasa rindu saya pada Rujak Juhi, tetapi juga pada si ibu penjual yang masih saja setia menjadi penjual rujak Juhi. Belasan tahun bukan waktu yang singkat bukan? Rujak Juhi termasuk makanan yang langka. Sangat sulit mencari penjual Rujak Juhi saat ini. Di wilayah Tangerang, hanya ada satu di BSD ini saja yang saya jumpai. Sedangkan di Jakarta, menurut blog kapanlagi.com, ada di Petojo. Namanya Rujak Juhi Petojo H.Misbach. Beliau adalah satu-satunya penjual Rujak Juhi yang masih terus melestarikan makanan ini sejak tahun 60-an. 

Apa itu Rujak Juhi? 
Mulanya saya mengira semacam rujak buah biasa. Awalnya mirip-mirip Rujak Mie Palembang soalnya pake mie kuning segala. Tapi ternyata di campur sayur berupa daun selada dan irisan timun. Nah, Rujak Mie juga pakai timun. Selain itu ada juga potongan kentang rebus. Saya jadi teringat dengan Gado-Gado. Dan benar saja, bumbu kacangnya membuatnya beneran mirip gado-gado. Tapi yang ini pakai Juhi. Saya awalnya tak tahu apa itu Juhi, saya kira nama sayuran, ternyata bukan :D Juhi adalah hewan laut sejenis Cumi atau Sotong. 

Rujak Juhi di sebut juga dengan nama Mie Juhi. Menggunakan bahan utama Juhi yaitu hewan laut sejenis cumi atau sotong yang dikeringkan. Rujak Juhi dulunya katanya banyak disukai oleh masyarakat Cina. Oleh karena itu nama Juhi itu sendiri berasal dari bahasa Cina. Nah, tradisi kegemaran makan rujak juhi ini kemudian diteruskan oleh masyarakat Betawi.Oh iya, andaikata tanpa Juhi, makanan ini serupa Gado-Gado menurutku :D 

Teman, jika sedang berkunjung ke Jakarta atau BSD Tangerang jangan lewatkan kuliner langka ini ya. Untuk satu porsi Rujak Juhi biasa yang menggunakan juhi kering harganya Rp. 14.000, sedangkan untuk Rujak Juhi Basah yang menggunakan Juhi basah satu porsinya .....entah berapa. Soalnya si ibu penjual yang saya jumpai itu tak menyediakan versi juhi basahnya :)) 

Yuk cintai kuliner Indonesia dan bantu lestarikan makanan khas Betawi ini dengan mempromosikannya ke teman-teman kita :) 


Resep Rujak Juhi 

Bahan: 
250 gr mi kuning, seduh air mendidih, angkat, tiriskan 
1 bh tahu putih goreng hingga kuning 
1 bh kentang, kukus, kupas, goreng 
150 gr juhi, rendam air panas, bakar hingga kering, memarkan lalu suwir-suwir 
100 gr mentimun, iris tipis 
100 gr daun selada 
krupuk mie 

Sambal kacang: 
250 gr kacang tanah, goreng 
6 bh cabai merah, goreng 
4 bh cabai rawit, goreng 
2 siung bawang putih, goreng 
1 sdm cuka 
100 gr gula pasir 
1 sdt garam 
150 ml air matang 

Cara membuat rujak juhi: 
1. Siapkan semua bahan. 
2. Bumbu: haluskan kacang tanah, campur dengan bumbu halus, tambahkan cuka, gula, garam dan air, aduk hingga semua bahan larut. 
3. Menghidangkannya: siapkan piring saji, taruh daun selada, mi, tahu, kentang, timun dan juhi. 
Tuang bumbu di atasnya, beri emping. 
Sajikan. 
Untuk 5 porsi rujak juhi 

Resep dari blog Resep Masakan Indonesia

10 komentar:

  1. Juhi apaan ya. Itu diresep ada tulisannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sudah saya terangkan pada tulisan di atas, sebelum resep. Terlewat mungkin ya bacanya :)

      Juhi itu hewan laut, serupa Cumi atau Sotong.

      Hapus
  2. er...belum pernah nyobain...aku salah salangka teh kirain juhi itu kecomrang hihihi...taunya semacam cumi..*jauh bangeeett:D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, aku juga baru denger Kecomrang :))
      Juhi rada susah dikunyah teh, meskipun sudah di suwir-suwir :D

      Hapus
  3. Aq jadi inget makanan dari mie tapi makannya kayak pke kuah pempek. Makanan di kantin sekolah dulu. Tp g ngerti namanya apa. Seger juga tuh mbak. Pke mi kuning, tahu goreng acar timun sama kuah pempek agak pedes. Segeeeer

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu namanya Rujak Mie, mbak :D Makanan khas Palembang. Biasanya pake kerupuk merah segala.

      Hapus
  4. juhi bisa di beli dimana yah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf saya tidak tahu mbak. Saya belum pernah beli juhi. Saya belinya saat sudah jadi rujak juhi :)

      Hapus
  5. Ini enak banget, gw suka sekali. Tapi juhi di bakar aja juga enak lho. Btw jd lapar nich puasa2 :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. masa? hihihi saya belum pernah liat wujud utuh juhi. Kapan2 nyoba ah yang bakar. Tapi di mana ya?

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...