Berpetualang ke Pantai Gunung Kidul Yogyakarta

10.24
 
 Pantai Baron, salah satu pantai di Gunung Kidul Yogyakarta

Juli 2012, bukan kali pertama aku menyambangi Yogyakarta. Namun sayangnya, belum pernah sekalipun aku menginjakkan kaki di pantai Parang Tritis. Di telingaku, Parang Tritis senantiasa di sebut-sebut dalam cerita wisata dan perjalanan ke Yogyakarta. Seberapa indah? Entah. Aku belum pernah melihat aslinya kecuali dari foto-foto yang kadangkala tidak sesuai realita. Maksudku, foto hasil editan agar tampak bagus. Walau demikian, sebagai penggemar wisata pantai, Parang Tritis menjadi tujuanku pada perjalananku ke Yogyakarta kali ini.

Beberapa minggu sebelum keberangkatanku ke Yogya, aku mencoba menghubungi teman-teman Multiplyku yang berdomisili di sana. Ga cuma mereka yang menetap, tetapi juga mereka yang rutin atau pernah berkunjung juga kumintai share pengalaman dan informasi terkait Yogya. Utamanya tentang tempat wisata, terutama pantai. Ternyata, dari hasil ber-PM ria di MP, kudapati informasi bahwa keindahan Parang Tritis kalah jauh dengan pantai-pantai di Gunung Kidul. Oh, sungguh baru pertama kali kudengar tentang itu. Aku sama sekali belum pernah mengetahui ada pantai Gunung Kidul di Yogya. Yang selama ini kutahu, hanya cerita tentang Ratu Kidul di Pantai Selatan. Bukan Pantai Gunung Kidul! Betapa aku ketinggalan kereta.

Yes!! Pantai Gunung Kidul menjadi target utamaku ke Yogyakarta kali ini. Parang Tritis? Ah, lupakan dulu. Huuu....sungguh belagu.

Tak ingin sendiri menikmati pantai yang disebut-sebut masih perawan dan bergelimang keelokan itu, maka aku mengajak serta beberapa kawan MP yang tinggal di Yogya. Rencananya 8 orang sudah termasuk aku. Namun sayang, dari semua yang tadinya menyatakan OK ikut, menjelang hari H beberapa dari mereka justru meng-cancel keikutsertaannya. Priyo dan istrinya ada acara di Cilacap. Mas Adam dan istrinya akan sibuk menjadi panitia suatu acara di kampus. Sedang Fajar, batal ikut di hari H karena mendadak demam. Akhirnya, yang sah berangkat adalah aku, mbak Indri, Desi, Vera, Rama, dan Pak Guru.

JUMPA SAHABAT MP
Yogyakarta di pagi hari, aku terbangun pukul 4 pagi. Begitu bersemangat hingga menggebu ingin lekas berada di restoran hotel saat pertama kali “tudung saji” di buka. Bergegas menyantap makanan sebab kepingin agar jam 8 pagi sudah standby di lobby untuk menyambut kedatangan teman-temanku dengan karpet merah. Begitu lebaynya aku, saking senangnya. Namun yang terjadi, kesibukan tak perlu terjadi kala memilah milih sandal. Hak tinggi atau hak datar? Hak datar tentu saja. Ini bukan kondangan melainkan hendak melancong!
Sambil nunggu temen2 dateng, iseng moto2in orang :p

Seusai sarapan yang belum mengenyangkan, aku membereskan urusan kamar. Check-out! Rentetan travel bag berisi perlengkapan ngelenong telah siap dijejalkan di bagasi Avanza yang kusewa. Oh iya, untuk perjalanan ke pantai Gunung Kidul hari ini aku menyewa kendaraan seharga 275ribu per 12 jam. Travelnya kudapat dari Rama. Aselia Rental Jogya namanya. Harga tersebut sudah termasuk supir tapi belum termasuk ongkos minum kendaraan alias BBM dan ongkos makan supirnya. Lumayan murah sebab biasanya kalo di kota lain aku mesti membayar Rp 350.000 per 12 jam belum termasuk BBM.
 Biaya sewa kendaraan Avanza per 12 jam. Murah!

Sekelar check-out, tibalah masa penantian menuju jam 8, yaitu jadwal keberangkatan yang kurencanakan. Mata dan tangan ini kosentrasi ke HP. SMS. Telp. SMS. Telp. Begitu saja. Mengabari dan menanyakan kabar sudah dimanakah para kawan-kawanku berada. Rama ga bisa ke hotel karna jarak tempat tinggalnya jauh, pun tiada kendaraan yang bisa mengangkutnya. Fajar mengabari dirinya mendadak demam, cukup membuatku kaget karena pada malamnya dia masih baik-baik saja dan siap ikut ke pantai. Mbak Indri sedang dalam perjalanan, dan JRENG beliau datang paling awal di antara yang lain. Aiiiih….tak disangka akhirnya aku bersua juga dengan beliau yang terbilang baru kukenal di dunia MP. Gamis orange yang dikenakannya, begitu melekat diingatanku.
Mbak Indri

Sementara itu, Desi dan Vera sedang berjuang keras dengan sepeda motornya untuk mencapai hotel. Dua gadis manis ini berhasil membuat jam 8 terlewat. Yeah, ga masalah, semua bisa dimaklumi. Penantian yang dirasa menegangkan itu berakhir ketika Vee dan Desi akhirnya tiba. Setelah keduanya memarkir motor di basement hotel, kamipun bertemu, berjabat tangan, cipika cipiki. Sebuah ritual klasik yang dilakukan dengan singkat demi memburu waktu. Desi memerlukan toilet. Aku memerlukan Mas Rofi, si supir mobil yang kusewa. Aku menanyainya, mengecek kesiapannya. Alhamdulillah, semua oke dan siap berangkat.

Perlu ngebut? Hohoho…Tak ada Leonardo Dicaprio yang mesti dikejar di pantai. Kecuali matahari, berharap tak terlalu tinggi ketika tiba di Gunung Kidul.

Moment pertama bertemu dengan Vee, Desi, dan mbak Indri ini terlihat biasa saja. Meski begitu, aliran rasa bahagia menggenangi hati. Terharu biru. Teman maya yang selama ini cuma ku kenal dan kusapa di MP, kini ada dihadapan. Tak ada canggung, semua bagai sahabat lama yang lama tak jumpa. Dan, haaaw…tiba-tiba aku merasa begitu imut diantara mereka. Di tambah lagi adanya Pak Guru. Huaaa…..
Para penumpang di bangku ke 2 dan 3. Yang duduk di depan ga kepotret :D


BERPETUALANG KE PANTAI GUNUNG KIDUL
Penjemputan Rama di asrama UMY menjadi bagian dari perjalanan sejak meninggalkan Whiz. Aku penasaran sama anak itu, dan setelah berjumpa, woooo….tinggi ga gendut dan berkaca mata. Ok Rama, senang berjumpa denganmu yang rada pendiam tapi ternyata sekalinya ngomong bisa berjenaka ria. Cool beneran apa jaim ya? Ah, ga penting. Yang penting, nambah satu lagi teman MP yang bisa ku lihat realnya.
Rama ngantuk

Ok, jemput Rama sudah. Bawa snack buat di pantai yang belum. Eh sudah ding. Rasanya sebelum ketemu Rama kami ada mampir ke Indomart. Beli minuman dan makanan ringan. Coklat tentunya. Moga ga lumer saat disapa terik di pantai nanti. Kalopun lumer, jadiin buat spa aja. Kan seru tuh spa di pantai pake coklat. Dijilatin ikan hiu tau rasa dah.
Struk jajan snack Indomaret. Tgl yg tertera 11.7.12 Jam 8.16
 Struknya beralamat di Jakarta Utara. Lho kan kami sedang di Yogya? Cabangnya kali niih....

Di mobil, kesempatan ngobrol tersedia banyak, menikmati perjalanan dengan menerima beragam cerita, juga canda, terasa begitu asyik. Walau kemudian, kantuk datang menyerang kami. Satu persatu mulai terdiam. Hening. Kulihat kepala Rama terangguk-angguk di dekat jendela. Saat yang tepat untuk memulai keisengan. Klik. Ku jepret. Dan…huaa….dia sadar kamera rupanya! Dan aku juga baru sadar, mas Rofi tuh nyetirnya ngebut.
Mumpung ga ada orangnya nih, sikat isi kantongnyaaaa....

Dua jam perjalanan sejak dari Yogyakarta, akhirnya kami tiba di daerah Wonosari yang merupakan ibukota kabupaten Gunung Kidul. Jarak Wonosari sendiri dari Yogyakarta sekitar 40km. Tak berapa lama mas Rofi melambatkan laju kendaran, lalu belok kiri dan berhenti tepat di samping sebuah mesjid. Di depannya ada gedung SMK Maarif. Ini sudah waktunya salatkah? Jam menunjukkan pukul 11.14 (sesuai data exif photo saat aku memotret SMK tsb), berarti belum masuk waktu salat. Jadi ngapain? Buang Air Kecil. Owh. Oke, aku juga ikutan kalo gitu. Masa' semua berkunjung ke toilet, sedang aku tidak? Ga asyik ah.
 Singgah di sini, numpang toilet mesjid

Ternyata perjalanan menuju kawasan Gunung Kidul itu lumayan jauh ya. Ini saja dari Wonosari masih sekitar 20km lagi, yang kemudian kami tempuh selama kurang lebih 31menit. Dari mana aku tahu? Aku menghitung waktunya berdasarkan waktu yg tertera di data exif foto seperti ini: Waktu tiba di SMK Maarif pukul 11.14. Untuk bergantian ke toilet kami makan waktu sekitar 10 menit. Sewaktu tiba di gerbang utama obyek wisata Pantai Gunung Kidul, waktu di data exif menunjukkan pukul 11.55. Nah, tepat 31 menit kan? Itu ga pake mampir-mampir lho. Oh iya, bagusnya nih jauh sebelum mencapai Wonosari, Avanza silver yang kami tumpangi telah menenggak bahan bakar sesuai kebutuhannya. Wah kalo ga, bakal susyeh ketemu pump bensin. Soalnya nih, sejak Wonosari sampe kawasan pantai Gunung Kidul, mataku hampir ga melihat adanya penampakan pump bensin lagi.

  Pengisian BBM pertama ketika masih di daerah Sleman 
 Satu-satunya pump bensin yang terlihat olehku

Yang namanya daerah pegunungan, tentu saja melewati jalan yang mendaki, menurun, berkelok dan meliuk. Tetapi, jangan bayangkan sebuah medan yang menantang dan bikin “gila-gilaan” ya, sebab kondisinya terbilang biasa menurutku. Maksudku, bukan jalan berpemandangan indah semacam  jalan menuju kawasan Bromo di Jatim, atau jalanan “sekeren” kelok 44 di Maninjau Sumatera Barat. Ga ada yang istimewa kecuali kemacetan yang terjadi di….di…nah dimana ya??? Aku lupa. Yang jelas di perbukitan yang cukup jauh dari pemukiman penduduk. Kok bisa macet? Sedang ada perbaikan dan pembangunan jalan! Hoaa….lumayan “seru” ngantri melaju dijalan satu jalur. Eitss tapi ini hanya kemacetan yang tidak permanent ya. Jadi jangan khawatir. So, jangan ragu tuk terus melanjutkan perjalanan ke pantai Gunung Kidul sebab akses menuju kawasan pantai Gunung Kidul ini mudah dijangkau. Infrastrukturnya sudah memadai. Jalannya mulus. Semulus wajah yang menulis ini tentu saja *PD JAYA*

Pintu masuk kawasan pantai

Walau jalanan menuju Pantai Gunung Kidul ini terbilang biasa, dalam artian tiada view mempesona yang menawan hati namun bukan berarti tiada hal menarik y
ang bisa dinikmati oleh mata sebab aku masih bisa menyaksikan Yogyakarta dari ketinggian bukit. Walau tak seindah bila dipandang pada malam hari, namun cukup menjadi penghibur bagi mata. Kata orang-orang, tempat ini namanya Bukit Bintang.

Aku lupa detail perjalanan selanjutnya. Yang kuingat adalah ketika kami telah tiba di kawasan pantai Gunung Kidul. Disana terdapat sebuah pintu masuk, berupa gerbang/gapura bertuliskan: Obyek Wisata Pantai Baron Kukup & Drini. Disini kami membayar Rp 4000 perorang untuk sekali masuk. Begitu murah. Mobil tak dihitung. Hanya bayar parkir saja di tiap pantai yang kami sambangi. Harganya tak sama, ada yang hanya Rp 2000 dan ada yang Rp 4000. Nah, dengan tiket masuk seharga 4000 tadi, kami bebas mendatangi banyak pantai di kawasan Gunung Kidul.
 7 lembar tiket masuk @ Rp 3.800 + Rp 200 untuk asuransi = Rp 4000 per orang

Asuransi untuk pengunjung kawasan wisata Gunung Kidul

Horeeee, kami di pantai!
Yeah, dua jam lebih perjalanan kami dari Yogyakarta menuju kawasan pantai di daerah Gunung Kidul. Segala kepenatan seakan luruh seketika. Suara debur ombak, buih yang memutih, hembusan angin, birunya laut, pasir, dan jejak-jejak kaki yang kami buat….menghadirkan debar tersendiri yang kadang kuartikan: bagai bertemu kekasih hati. Eh bukannya kekasihnya ombak itu adalah hamparan pasir? Ya, aku ngaku-ngaku sajalah. Gitu aja kok repot *LOL*

Hari ini, kami menghabiskan waktu di tiga pantai menarik dengan keunikannya masing-masing. Ada cerita manis di setiap pantainya. Pantai Baron, pantai pertama yang kami kunjungi. Tempat pertama kami bersentuhan dengan pasir dan air laut, juga mengisi perut disalah satu warung makannya. Pantai Drini, pantai elok yang membuat kami begitu takjub kala memandangnya dari puncak karang yang terdapat mercu suar di atasnya. Terakhir, pantai Indrayanti. Pantai dengan bebatuan raksasa yang membuat kami dapat menikmati petang dengan sunset yang indah, juga kepanikan kala terjadi kerusakan pada alarm mobil saat langit petang merambat berubah gelap. Aiiih…. Kurasa aku mesti membuat tulisan tersendiri tentang ketiga pantai itu. Jadi, kusambung saja ceritanya pada tulisan berikutnya yaaaaa...........

Sambungannya klik ini --> Kami di Pantai Baron

Sekedar penampakan tiga pantai yang kumaksud, berikut kusajikan fotonya. Untuk pantai Baron, fotonya bisa dilihat pada foto pertama di awal tulisan. Berikut adalah pantai Drini dan pantai Indrayanti. Untuk lebih banyak foto silahkan klik pada link berikut yang sudah saya post sebelumnya: --> Pantai Baron  dan Pantai Drini <--- Klik

Pantai Drini


Pantai Indrayanti



Share this

Indonesian Blogger | Travel Writer | Email: katerinasebelas@gmail.com |

Related Posts

Previous
Next Post »

11 comments

Write comments
9 November 2012 10.33 delete

ajak mbak Rien yaaaaa....mbak mau lagi kesana :D

Reply
avatar
9 November 2012 11.28 delete

jangan lupa kapan-kapan ke Sadranan-nya ;)

Reply
avatar
9 November 2012 13.45 delete

Amin. Insha Allah.
Takjub banget tadi lihat foto pantai Sadranan-nya.
Bening banget, pingin berenang-renang disitu..
Moga suatu hari...

Reply
avatar
21 Desember 2012 11.50 delete

Udah lama nggak ke sana lagi, sejak SD kali ya, hehehe..

Lumayan sepi ya pantainya, batu-batu besarnya mengingatkan pantai-pantai di Belitung, hanya beda warna batunya saja.

Rien, kok nggak ada pilihan NAME/URL buat yang komen ya? Lha kalo blognya dot com trus milih yang apa nih "comment as"-nya?

;-)

http://goo.gl/v7SkQ

Reply
avatar
4 Januari 2013 19.58 delete

KEmaren abis dari pantai Pok Tunggal, pantai baru di Gunung Kidul,lebih wow, apalagi pasirnya putih. Aku aja sampe betah berendam seharian disana :))

Reply
avatar
13 Februari 2013 00.05 delete

suka lihat foto pantai2nya, saya belum pernah kesana..........pingin kali bisa ke sana

Reply
avatar
13 Februari 2013 08.00 delete

Iya mbak, sepi karena tempatnya jauh dan terpencil.
Terima kasih sudah berkunjung mbak :)

Reply
avatar
13 Februari 2013 08.01 delete

Aku sudah lihat fotonya yang di posting oleh Fatih. Keren pantainya ya. Bersih.

Reply
avatar
13 Februari 2013 08.02 delete

Nanti jika sedang kembali ke Indonesia, silahkan ke Yogyakarta mbak. Eh tapi pantai-pantai di Aceh juga bagus-bagus kok. Maksud saya, yang di Sabangnya :)

Reply
avatar
7 Juli 2013 17.44 delete

Rest Area Jalur Wisata Solo – Pantai Indrayanti ... Rest Area Jalur Mudik Solo – Wonosari ...
HUBUNGI: 085-628-444-56 / 085-227-623-449
Aneka jajan & Oleh-oleh Grosir & Eceran ...
(Singkong bakar, tempe kripik, gadung, stik balado, cumi sayur, lipetan, kripik singkong, manggar pedas, makroni, potato stik, kembang jambu, kacang, dll..)

TOKO MOJOREJO - MOJOREJO MOTOR
Jl. Raya Watukelir – Semin Gunung Kidul Km.3 Alascilik (Pule)
Tegalgiri, Krajan, Weru, Sukoharjo
(600 meter utara pasar Candirejo-Semin)
Toko warna warni sebelah timur jalan.. Habis tanjakan dari arah solo setelah balai desa krajan..
Buka sampai malam.. Hari Besar & Minggu tetap buka..

Agar perjalanan anda tetap lancar kami sediakan:
Ban Murah – Berkwalitas – Made In Indonesia
2.25-17 = Rp. 65.000,-
2.50-17 = Rp. 65.000,-
2.75-17 = Rp. 65.000,-
Sedia aneka macam olie:
Shell Adv AX5, Shell Adv SX, Enduro 4T, Federal UT, Federal Flick, Castrol Go, Castrol Activ, Yamalube, Mesran, Evalube 2T, SGO 4T, Top1, AHM MPX1, AHM MPX2

Kami sediakan untuk anda segala kebutuhan perkantoran & accesories perlengkapan sekolah, jam tangan gaul, kalkulator, perlengkapan pramuka, Fotokopi..

Reply
avatar

Leave your message here, I will reply it soon! EmoticonEmoticon