Di Danau Singkarak, berandai-andai menjadi bidadari

20.23 8 Comments


Rabu 05 September 2012


Setelah berbelanja oleh-oleh aneka makanan khas Minang di Niken, Bukittinggi, kemudian berkunjung ke desa wisata Pande Sikek, selanjutnya tujuanku adalah Danau Singkarak. Hampir 40km jarak yang ditempuh dari Bukittinggi menuju danau ini. Sebuah jarak yang terasa amat dekat karena setiap jengkal tanah yang dilalui untuk mencapai tempat ini tidak pernah putus menyajikan keelokan alam Ranah Minang. Panorama alam berupa bukit-bukit hijau yang seolah sambung menyambung, Gunung Singgalang, Gunung Merapi, sawah-sawah yang tersusun bertingkat-tingkat, serta lembah-lembah yang dalam dan masih alami nampak begitu menawan dalam pandangan mata.

Danau Singkarak merupakan danau terluas kedua di pulau Sumatera. Luasnya 107,8 km². Membentang di dua kabupaten di provinsi Sumatera Barat yaitu kabupaten Solok dan Kabupaten Tanah Datar. Danau ini merupakan hulu Batang Ombilin namun sebahagian air danau dialirkan melalui terowongan menembus Bukit Barisan ke Batang Anai untuk menggerakkan generator PLTA Singkarak di dekat Lubuk Alung, kabupaten Padang Pariaman. Danau Singkarak berada pada letak geografis koordinat 0, 36 derajat Lintang Selatan (LS) dan 100,3 Bujur Timur (BT) dengan ketinggian 363,5 meter diatas permukaan laut (mdpl). Luas permukaan air Danau Singkarak mencapai 11.200 hektar dengan panjang maksimum 20 kilometer dan lebar 6,5 kilometer dan kedalaman 268 meter. Danau ini memiliki daerah aliran air sepanjang 1.076 kilometer dengan curah hujan 82 hingga 252 melimeter per bulan. Dibanding dengan danau Maninjau, danau Singkarak jelas lebih luas dan panjang.*Informasi detail ini bersumber dari : Wikipedia

Jalan yang kami lalui berada tepat di tepi danau, memungkinkan siapa saja yang melalui jalan ini dapat menikmati pemandangan danau yang indah. Di sekelilingnya, bukit-bukit tinggi bak tembok raksasa memagari danau beserta isinya. Jika dilihat dari atas bukit, bagai bentuk sebuah kawah. Di lereng-lerengnya, terdapat rumah-rumah penduduk. Bukit-bukit tak semuanya menghijau karena pepohonan besar namun ada juga yang tiada berpohon tetapi menghijau oleh rerumputan. Bukit savana namanya.Bak permadani.

Jalan raya berada tepat disisi tepi danau, dan di tepi danau itu banyak berdiri bangunan untuk usaha seperti rumah makan, warung-warung kecil yang menjual makanan dan minuman, dan juga toko souvenir. Bangunan tempat usaha itu menempati sebagian danau dan daratan. Bagian belakang bangunan menjorok ke danau, bagian bawahnya ditopang oleh tiang yang tertanam didalam air danau. Sedang bagian depan bangunan berada di daratan dan menghadap ke jalan raya.

Diseberang bangunan usaha yang berada di tep danau itu, terdapat sebuah rel kereta yang membentang panjang hingga jauh. Rel tua yang bukan dilewati oleh kereta penumpang, tetapi barang. Panjang, melewati danau, lembah, dan bebukitan.

Ikan bilis/bilih banyak terdapat di danau ini. Karena itulah banyak sekali dijual ikan bilis goreng yang sudah dikemas dengan berbagai nama. Harganya Rp 20.000 untuk 1/2kg ikan bilis goreng dalam kemasan. Ada banyak rumah makan ditempat ini tapi tidak banyak penginapan yang bisa dijumpai. Hanya ada satu atau dua motel kecil, juga home stay bagi yang ingin bermalam di tepi danau. Tidak ada tempat khusus bagi yang ingin romantis-romantisan di tepi danau. Tapi ada satu tempat yang asyik untuk bermain air sekedar berbasah ria, duduk-duduk di atas batu-batu sebesar sapi dewasa, atau bahkan foto-foto bagi yang suka bergaya-gaya tralala seperti saya hehe

Percayalah, danau ini sangat indah. Saya memberikan dua jempol untuk danau ini. Airnya yang jernih dan berwarna biru membuat saya begitu terpesona. Tempat ini tidak sepi, tidak sunyi, namun begitu tenang, damai, dan terasa begitu tentram. Indah. Sungguh indah. Saya kehilangan kata-kata untuk melukiskannya dengan baik.

Foto-foto berikut ini di ambil dengan Canon Ixus 200 IS:






















Pantai Drini Nan Alami Namun Sunyi

18.12 Add Comment
Rabu, 11 Juli 2012 @ Pantai Drini, Gunung Kidul, Yogyakarta

Pantai Drini merupakan salah satu objek wisata yang terletak di Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Terletak di sebelah timur dari Pantai Sepanjang, sebelum Pantai Krakal. Pantai Drini berpasir putih, halus dan lembut. Airnya sangat jernih. Saya bisa melihat dengan jelas rumput-rumput laut diantara karang-karang laut, juga biota laut lainnya. Di pantai ini juga terdapat karang besar dimana di atasnya dibangun sebuah Mercusuar. Jika kita memandang dari menaranya dapat melihat pemandangan yang sangat indah dan asri. 

Keelokan Pantai Drini

















Me and My Friends






 








 


 







Model Kesasar










Pantai Drini, Gunung Kidul YOGYAKARTA - Indonesia