[Kebumen-Yogyakarta] Pertama kali berada di propinsi Jawa Tengah

15.07

25 November 2009
Kebumen adalah salah satu kabupaten yang ada di Jawa Tengah. Secara geografis Kabupaten Kebumen terletak pada 7°27' - 7°50' Lintang Selatan dan 109°22' - 109°50' Bujur Timur. Bagian selatan Kabupaten Kebumen merupakan dataran rendah, sedang pada bagian utara berupa pegunungan, yang merupakan bagian dari rangkaian Pegunungan Serayu. Di selatan daerah Gombong, terdapat rangkaian pegunungan kapur, yang membujur hingga pantai selatan. Daerah ini terdapat sejumlah gua dengan stalagtit dan stalagmit.

Saya belum pernah mendatangi propinsi Jawa Tengah. Jadi, perjalanan ke Kebumen ini adalah perjalanan pertama saya masuk ke wilayah propinsi Jawa Tengah. Saya berangkat ke Kebumen bersama rombongan keluarga. Perjalanan panjang yang kami tempuh dengan kendaraan mobil adalah sekitar  400km dengan waktu tempuh sekitar 8-10 jam. Untuk pertama kalinya pula saya melintasi jalur Pantai Utara (Pantura), sebuah jalur yang paling santer terdengar saat masa-masa mudik lebaran. Begitu yang saya tahu.

Rombongan kecil kami berjumlah 8 orang. Dengan menggunakan kendaraan Xenia, kami berangkat sekitar pukul 9 dari Jakarta. Laju kecepatan terbilang biasa. Tidak ngebut seolah mengejar sesuatu. Kecuali berharap tak kemalaman (atau terlalu malam) saat tiba di Kebumen. Tak begitu banyak yang bisa saya ceritakan hal apa saja yang saya lihat sepanjang perjalanan berangkat, sebab saat berangkat saya berada dalam kondisi kurang fit. Saya lebih banyak tidur selama perjalanan. Jika pun terjaga, saya tak memiliki minat untuk melihat dan menikmati pemandangan selama perjalanan.

Alhamdulillah, walau langit petang telah berubah menjadi gelap, kami tiba dengan selamat di Kebumen. Kami menuju rumah salah satu kerabat yang telah menanti kedatangan kami sejak pagi. Sebuah rumah sederhana dengan model khas rumah Jawa. Panjang. Luas. Juga kuno. Sebatang pohon mangga berdiri gagah di depannya. Di sinilah saya dan rombongan akan menginap selama 4 malam. Malam itu saya lekas  beristirahat melepaskan penat, juga letih dan pegal yang menggelayuti tubuh. Tak ikut ngobrol seperti yang lainnya. Maklum, tepar....

Share this

Indonesian Blogger | Travel Writer | Email: katerinasebelas@gmail.com |

Related Posts

Previous
Next Post »

Leave your message here, I will reply it soon! EmoticonEmoticon